Categories
Pariwisata Sistem Pertahanan

Kronologi Jatuhnya Pesawat T-50i Golden Eagle Di Airshow Gebyar Dirgantara Yogyakarta


Musrifah (33) menjadi saksi mata jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle yang sedang beraksi di acara Gebyar Dirgantara 2015 di Yogyakarta siang tadi. Suara dentuman keras seperti bom, membuatnya takut. “Suaranya bum! Seperti bom kencang sekali,” ujar Musrifah di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Ribuan penonton yang sedang menyaksikan begitu kaget dengan kejadian ini. Meski begitu, beberapa di antaranya ada yang berlarian menuju titik jatuhnya pesawat.

Asap hitam tampak membumbung tinggi.”Orang-orang lari ke pesawat yang jatuh. Tapi saya sama anak-anak langsung pulang. Anak-anak takut,” imbuhnya.Beberapa saat setelah pesawat T50-i jatuh, pesawat-pesawat lain yang masih di udara mendarat secara bertahap. Kemudian pertunjukan aerobatic langsung dihentikan. “Terus yang lain turun (landing) satu persatu,” kata Mus. Usai insiden jatuhnya pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI Angkatan Udara di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta, kini bandara itu kembali beroperasi normal.

Edwin Wibowo, General Affair and Communication PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adisucipto, menyatakan bahwa ketika insiden terjadi, bandara sempat ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi. Namun bandara kini telah kembali beroperasi. Begitu pula dengan penerbangan komersial. “Sempat closed, kira-kira setengah jamlah. Tapi sekarang penerbangan sudah kembali normal,” kata Edwin, Minggu (20/12). Jet tempur T-50 TNI AU jatuh sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Kecelakaan terjadi saat pesawat sedang beratraksi di Yogya Airshow yang dikunjungi sekitar lima ribu pengunjung. Acara pun langsung dihentikan.

Saat bandara sempat ditutup pagi tadi, terdapat sejumlah penerbangan yang terpaksa ditunda. “Satu-dua penerbangan ada yang delay. Kalau tidak salah Citilink,” kata Edwin tanpa merinci berapa lama penundaan penerbangan tersebut terjadi. Edwin menolak memaparkan proses evakuasi pesawat yang sempat membuat bandara ditutup. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Bandara Adisucipto. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara menyatakan pesawat T-50 jatuh karena ada problem pada mesin ketika melakukan atraksi. Problem itu diduga menyebabkan mesin mati di udara.

Yogya Airshow merupakan bagian dari rangkatan kegiatan Gebyar Dirgantara Hari Ulang Tahun Sekolah TNI Angkatan Udara ke-70. Acara yang mestinya penuh sukacita itu kini berakhir sedih dengan wafatnya dua prajurit TNI AU. Letkol Penerbang Marda dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi tewas di tempat. Satu dari dua pilot T-50 Golden Eagle yang tewas dalam kecelakaan pesawat supersonik milik TNI AU itu di Yogyakarta hari ini merupakan Komandan Skadron Udara Tempur 15 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Dia adalah Letkol Penerbang Marda Sarjono.

Marda menjabat sebagai Danskadron Udara 15 sejak 23 Oktober 2014. Ini adalah skadron yang khusus mengoperasikan pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle hasil pengembangan industri penerbangan Korea Selatan bersama perusahaan penerbangan AS Lochkeed Martin.Berdasarkan keterangan dari situs resmi TNI di tni.mil.id, Letkol Penerbang Marda Sarjono merupakan salah satu dari enam penerbang TNI AU yang dikirim ke Korea Selatan untuk secara khusus mempelajari teknis pengoperasian T-50.Dia juga yang membawa jet tempur itu dari Korea Selatan ke Indonesia untuk memperkuat armada udara TNI.

Marda merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1997. Sebelum menjadi Komandan Skadron Udara 15, ia menjabat Kepala Standardisasi dan Evaluasi (Kastandeval) Wing 3 Lanud Iswahjudi.Selain Marda, satu pilot lainnya yang tewas ketika T-50 yang mereka awaki terjun bebas dari langit ialah Kapten Penerbang Dwi Cahyadi. Pesawat itu sesungguhnya sedang melakukan atraksi dalam Yogya Airshow yang digelar pagi tadi, Minggu (20/12). “Dua pilot kami meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, membawa kabar duka.

Ini bukan kali pertama pilot-pilot TNI AU jatuh karena kecelakaan pesawat. Pukul 14.00 siang ini, Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna akan menggelar konferensi pers resmi terkait kecelakaan T-50 di Yogya itu.TNI Angkatan Udara membentuk Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) menyusul musibah yang menimpa salah satu jet tempur mereka. T-50i Golden Eagle jatuh saat sedang menggelar aksi aerobatik pada Gebyar Dirgantara 2015 di Pangkalan Udara Adisucipto, Yoyakarta, pagi tadi.

“Guna mengetahui penyebab kecelakaan, Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang saat ini sedang bekerja melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12).Dalam proses investigasi tersebut, Korea Selatan juga akan dilibatkan sebagai negara pembuat jet tempur ringan T-50i Golden Eagle. Indonesia membeli T-50i dari Korea Aerospace Indrustries (KAI) pada tahun 2013.“Kami pasti akan libatkan (Korea Selatan) dalam investigasi,” ujar Dwi.

Tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. Seluruh unsur itu akan diteliti hingga dapat disimpulkan penyebab kecelakaan. T-50i Golden Eagle yang dipiloti Komandan Skadron Udara 15 Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi selaku radar interceptor officer, jatuh di pinggiran kesatrian Akademi Angkatan Udara Yogyakarta dan menewaskan dua awak di dalamnya.

Sebelum jatuh, pesawat tempur ringan itu melakukan manuver terbang rendah di atas ribuan pengunjung Yogya Airshow –bagian dari rangkaian acara Gebyar Dirgantara. Jatuhnya T-50i itu langsung membuat kegiatan Yogya Airshow yang dihadiri sekitar lima ribu pegunjung dihentikan. TNI Angkatan Udara menyatakan jet tempur ringan Golden Eagle T-50i yang jatuh di Yogyakarta pagi tadi adalah pesawat yang baru dibeli tahun 2013 atau sekitar tiga tahun lalu.

Golden Eagle T-50i adalah pesawat latih tempur buatan Korea Selatan, yakni Korea Aerospace Industries, hasil pengembangan bersama perusahaan Amerika Serikat Lookheed Martin. Pesawat ini hadir di Indonesia menggantikan Hawk MK-53. “Pesawatnya relatif baru, buatan Korea yang datang ke Indonesia 2012-2013,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12). Sebelum lepas landas, pesawat T-50i itu juga melewati berbagai pemeriksaan rutin, bahkan sempat melakukan atraksi yang memukau ribuan pengunjung sebelum musibah terjadi.

Untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle, pemerintah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. “Sore ini beliau akan langsung berangkat ke Yogya,” ujar Dwi. Tim investigasi rencananya akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode yang disebut 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. “Semoga dalam waktu dekat kita sudah mengetahui penyebabnya, dan dapat menyimpulkan langkah yang akan diambil selanjutnya,” kata Dwi. Dalam proses investigasi, TNI AU akan melibatkan Korea Selatan sebagai pemasok pesawat Golden Eagle T-50i.

Jet tempur Golden Eagle T-50 milik TNI jatuh di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta pada Minggu (20/12). Sebelum insiden ini terjadi, berbagai varian jet tempur ini rencananya akan digunakan untuk keperluan latihan militer di sejumlah negara. Pesawat Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Ini adalah pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang bisa mencapai kecepatan supersonic.

Pertama kali dirakit untuk keperluan militer Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF), jet tempur T-50 Golden Eagle merupakan pengembangan dari jet tempur KTX-2, pesawat serang yang ringan dan kerap digunakan dalam latihan militer, yang dirilis sekitar tahun 1992. Spesifikasi pesawat kemudian disesuaikan dengan keperluan akrobatik dalam latihan tempur dan dikembangkan menjadi beberapa varian, yaitu TA-50, T-50B, dan FA-50. Jet T-50B kerap menjadi pesawat serang yang memimpin latihan tempur Korsel.

Jet tempur T-50 dirancang untuk memberikan pelatihan bagi calon pilot dan penerbang militer pemula, sebelum mereka dapat menerbangkan jet tempur yang lebih canggih, seperti pesawat F-16, F-22 dan F-35 yang sering digunakan dalam latihan militer bersama. Pesawat ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak 1990, namun baru mulai diproduksi masal oleh Korea Selatan pada 2003. Dua tahun kemudian pesawat baru bisa dikirimkan ke negara-negara pemesan.

Tak hanya Indonesia, Angkatan Udara Filipina juga akan menggunakan jet tempur tipe ini untuk latian tempur. Pada akhir Maret 2014, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengumumkan pembelian 12 jet serang ringan varian dari TA-50, yakni FA-50 senilai US$421 juta, atau sekitar Rp5,8 triliun. Pengiriman pesawat ke Filipina dijadwalkan akan dilakukan pada Desember 2015 dan berakhir pada 2017. Filipina juga dikabarkan akan menambah sekitar 12 jet tempur tipe FA-50, namun belum ada rincian informasi soal hal ini.

Irak juga telah bernegosiasi untuk mengakuisisi jet tempur T-50 untuk latihan militer,. Pertama kali ketika menyatakan minatnya pada KTT Korea-Irak di Seoul pada 24 Februari 2009, Irak menandatangani kontrak akuisisi 24 jet tempur varian T-50IQ pada Desember 2013. Akuisisi ini dilengkapi dengan pembeluan peralatan tempur dan pelatihan pilot selama 20 tahun. Pengiriman pertama jet tempur T-50IQ ke Irak akan dimulai pada April 2016 dan dijadwalkan kelar selama 12 bulan selanjutnya.

Thailand juga akan menggunakan jet tempur varian T-50 yang akan digunakan untuk menggantikan pesawat L-39 Albatros yang telah menua. Pembelian jet tempur ini diumumkan pada Septermber 2015 ketika Thailand lebih memilih membeli jet buatan Korsel ini ketimbang jet tempur buatan China, Hongdu L-15. Pengiriman jet tempur T-50 ke Thailand akan dimulai pada Maret 2018. Sejumlah negara lain, seperti Spanyol, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Brunei, Pakistan, Vietnam dan Taiwan juga telah menunjukkan minat mereka untuk membeli jet tempur T-50 berserta variannya, meski belum ada penandatanganan kontrak.

Korea Selatan juga dilaporkan akan mencoba untuk menjual jetm tempur T-50s dan membeli jet tempur F-35. Jet tempur T-50 merupakan salah satu pesaing dalam program TX yang dibuka oleh Angkatan Udara AS. Jika lolos dalam program ini, Korsel memiliki kesempatan untuk mengekspor 300 hingga 1.000 pesawat tipe tersebut beserta variannya. Di Indonesia Golden Eagle T-50 sudah mendarat sejak akhir 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Dilihat dari spesifikasinya Golden Eagle T-50 memang termasuk salah satu pesawat tempur canggih. Bobotnya yang ringan, mesin yang kencang, membuat pesawat ini cocok dijadikan pesawat latih lanjutan bagi pilot pesawat tempur.Menurut catatan Wikipedia pesawat ini memiliki panjang 13 meter dengan lebar mencapai 9,45 meter dengan kecepatan maksimum mencapai 1.600 KM per jam.Sebagai pesawat tempur ringan Golden Eagle T-50 juga memiliki persenjatan yang lengkap, ada gatling gun tiga laras yang bisa menyemburkan 2.000 peluru setiap menitnya serta beragam macam rudal dan roket.

Berkat semua kecanggihanya itu Golden Eagle T-50 Golden Eagle dianggap layak untuk selalu tampil dalam berbagai acara kedirgantaraan, bersanding dengan pesawat super lainnya seperti F16 dan Sukhoi Su-30. Pesawat TNI AU jenis T50i Golden Eagle jatuh dan menewaskan dua pilot di dalamnya. Sebelum jatuh, pesawat sempat menabrak gedung Akademi Angkatan Udara (AAU) yang berada di lingkungan Lanut Adisutjipto.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pukul 09.40 WIB pada saat melakukan akrobatik udara di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Pesawat menabrak gedung AAU sebelum menyentuh tanah dan terbakar. Para penumpang pesawat komersial di Bandara Adisutjipto mendengar ledakan dari pesawat tersebut setidaknya dua kali. Kecelakaan yang menewaskan perwira TNI AU ini menyebabkan airshow dalam rangka Gebyar Dirgantara yang dimulai Sabtu kemarin ditutup lebih cepat. TNI Angkatan Udara menyatakan akan melibatkan pihak Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan dalam tim investigasi terkait jatuhnya pesawat tempur jenis T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan keterlibatan pihak Korea Selatan pasti dilibatkan di dalam tim investigasi.

“Ya, pasti dong. Kita akan libatkan di dalam tim investigasi di dalam tim TNI,” kata Dwi saat jumpa pers di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).Dia mengatakan saat ini TNI AU sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. Pembentukan tim investigasi ini instruksi langsung Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna. “Tim investigasi sudah di Yogya,diketuai langsung Wakil KSAU. Beliau yang akan pimpin tim investigasi untuk cari tahu, menemukan hal yang menyebabkan (kecelakaan) bisa terjadi,” ujar Dwi.

Rencananya, Kepala Staf TNI AU juga akan berangkat menuju Yogyakarta untuk melihat langsung lokasi. “Kepala Staf TNI AU, bila cuaca bagus atau sore ini atau secepatnya, beliau akan berangkat ke Yogya,” tuturnya.TNI AU kehilangan dua prajurit terbaiknya: Letkol Marda Sarjono dan Kapten Dwi Cahyadi. Keduanya gugur saat pesawat tempur latih T50i Golden Eagle yang mereka awaki jatuh dan terbakar saat beratraksi di airshow di Yogyakarta.

“Saya mewakili TNI AU menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya dan (yang gugur) ditempatkan di tempat yang mulia, gugur dalam tugas,” ujar Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus dalam jumpa pers di Kantor Danlanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015) siang.Sebelum terbang, kedua pilot itu sempat berpose. Salah satu fotonya tampak mereka berfoto bertiga dengan seorang pria.Marda adalah Komandan Skadron 15 Madiun. Dia merupakan pilot yang membawa pesawat T50i ke Lanud Adisutjito untuk pertama kalinya pada Agustus 2015 sejak pesawat itu dimiliki Indonesia pada 2014.

Saat Marda terbang ke Yogya dalam rangka untuk static show di hadapan pejabat militer Thailand yang juga tertarik memiliki pesawat tersebut.T50i merupakan pesawat tempur ringan yang menjembatani ke pesawat yang berteknologi lebih canggih seperti F16 dan Sukhoi. T50i buatan Korsel dibeli Indonesia untuk menggantikan Hawk 53 buatan Inggris. Ketika Hawk 53 pensiun, Marda sempat diabadikan wartawan melakukan salam perpisahan mengharukan dengan pesawat tempur yang biasa dikemudikannya itu dengan mencium bodi pesawat itu.

Categories
Pariwisata

Kisah Morea Belut Raksasa di Maluku Yang Keramat


morea belut keramat raksasa ambon2

Selain deretan pantai, salah satu destinasi menarik di sekitar Ambon adalah Kolam Waiselaka. Kolam yang airnya jernih dan punya lubang yang diyakini terhubung ke laut itu, dihuni oleh Morea alias belut raksasa dan dikeramatkan. Panjangnya bisa 1 meter lebih!

Berjarak 45 menit dari pusat Kota Ambon, paculah kendaraan menuju Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Jalananya sudah cukup bagus, tapi cukup sempit. Di tengah-tengah pemukiman penduduk, terdapat plang penunjuk dan suatu papan bertuliskan ‘Kolam Waiselaka’.

Kolamnya cukup luas dan berwarna jernih. Menariknya, salah satu sisi kolam digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian oleh warga setempat. Namun di sebelah kiri yang dekat dengan tebing, airnya tidak boleh dipakai untuk apa pun karena digunakan untuk minum. Warnanya pun lebih biru dan lebih jernih! “Kolam ini di dalamnya ada terowongan yang mengarah ke laut. Ada sumber mata airnya juga. Ikan-ikan dari laut itu berenang sampai ke sini dan akhirnya hidup di air tawar. Itu aneh tapi nyata,” ujar Baldus Bakarbessy, sang pemandu setempat kepada detikTravel di pekan lalu.

morea belut keramat raksasa ambon

Pak Bai, begitu panggilan akrabnya langsung menunjukan sesuatu yang tidak biasa. Dia menyuruh untuk melihat ke pinggiran kolam, yang terlihatlah ekor-ekor ikan yang besar. Apa itu Pak Bai? “Itu Morea, belut raksasa. Jumlahnya ratusan ekor,” katanya. Usut punya usut, ternyata Pak Bai sendiri adalah satu dari dua pawang Morea. Morea, belut raksasa itu tidak akan menampakan diri kalau tidak dipanggil olehnya. Sejurus kemudian, Pak Bai turun ke air dengan mulut berkomat-kamit seperti membaca doa, sambil mengelus-elus permukaan air.

Tak butuh waktu lama, beberapa Morea keluar dari pinggiran kolam. Ukurannya sangat besar, tidak seperti belut pada umumnya. Apalagi, tubuhnya juga besar, yang mampu bikin geleng-geleng kepala. Ukurannya, bisa mencapai 1 meter lebih! Pak Bai, lantas mengeluarkan satu telur ayam yang menjadi makanan Morea. Setelah telur dipecahkan dan diletakan di atas permukaan air. Hap… Morea langsung menyambar dan melahapnya.

“Adik sini turun ke kolam, tidak apa-apa. Dia tidak gigit, dia jinak. Boleh dipegang sambil berfoto juga,” ujar Pak Bai. Setelah itu, Pak Bai bercerita soal asal usul Morea. Dia menegaskan, Morea adalah suatu mahluk keramat yang begitu dijaga. Selapar-laparnya penduduk Desa Waai, mereka tidak akan pernah memakan Morea. “Tidak, Morea ini tidak boleh dimakan,” tegasnya.

Sejarahnya, pada zaman dulu penduduk dari gunung ingin pindah ke pinggiran pantai. Kebutuhan hidup di sana dinilai lebih banyak, seperti makanan dan lain-lainnya. Lalu, dilemparlah tombak dari jauh (yang diyakini berkekuatan gaib) dan tertancaplah di tanah yang sekarang di pinggirannya kolam. Dari situ, keluarlah air dan ikan-ikan serta Morea. Pertanda ada mahluk hidup di sana dan bisa menjadi tempat tinggal. Tapi tentu, mahluk-mahluk di dalam airnya termasuk Morea dilarang untuk dibunuh.

Masyarakat setempat pun menjaga dengan baik kolam tersebut. Bahkan para pemudanya, satu bulan sekali membersihkan kolamnya. Meski ada kabar yang beredar kalau air di sana keramat dan Morea sendiri dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tapi dibantah oleh pak Bai. “Mengapa keramat, kami hanya menjaga dari apa yang dilakukan leluhur. Soal bisa menyembuhkan penyakit dan lain-lain, itu semua berasal dari Tuhan,” ujarnya.

Hampir setiap hari, wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Kolam Waiselaka untuk melihat Morea. Biaya untuk melihatnya, sekitar Rp 40 ribu karena harus membeli 4 telur sebagai makanan Morea dan biaya pawangnya. Namun dengan harga segitu, sudah bisa melihat dan mengelus Morea. “Enaknya datang pada pukul 16.00 WIT yang mana itu jam biologis mereka untuk makan. Jumlah mereka ratusan ekor, banyak sekali,” ucap Pak Bai.

Jadi, kapan kamu mencoba memegang belut keramat raksasa ini?

Categories
Pariwisata

Tengkorak Manusia Berpakaian Lengkap Ditemukan di Kawasan Wisata Situ Gunung


Warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi Jawa Barat dikagetkan dengan penemuan tulang belulang manusia berpakaian lengkap berada di sekitar Danau Situ Gunung pada ketinggian 1600 meter Kawasan Taman Nasional Gede Pangarango (TNGP). Petugas TNGP kemudian mengantarkan warga untuk membuat laporan di Polsek Kadudampit, Polres Sukabumi Kota.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (22/8/2015) itu sontak menggegerkan warga disekitar lokasi kejadian. Meski ditemukan sudah menjadi tulang belulang, tengkorak manusia itu saat ditemukan masih memakai pakaian lengkap dan membawa tas ransel. Warga menduga sosok tengkorak itu adalah pecinta alam atau wisatawan.

“Tidak ada warga disini yang mengaku kehilangan kerabatnya, dilihat dari sweater dan tas yang dibawa sepertinya dia pendatang. Entah kelelahan atau tersesat dia berada di undakan tanah yang curam,” ujar Mamat (47) salah seorang warga kepada detikcom.

Sementara itu, dihubungi terpisah Ipda Yanto Kapolsek Kadudampit menyebut posisi tengkorak menelungkup, didekatnya ditemukan tas ransel merk ‘Eiger’.

“Pakaian sweater hitam dan celana jeans, dia mengenakan sendal plastik, di kepalanya masih memakai topi berwarna hitam ada putihnya. Tak ada identitas di celana maupun di dalam tas korban. Tadi tim identifikasi kesini namun belum bisa ditentukan jenis kelamin, usia dan lamanya korban berada di tempat itu,” terang Yanto.

Masih menurut Yanto, bentuk tengkorak sudah kering tak ada sedikitpun daging yang menempel di tulang belulang. “Rambut kepala, kaki, tangan dan rusuk masih lengkap. Saat ini penemuan tengkorak manusia ini masih dalam penyelidikan,” lanjutnya.

Categories
Pariwisata

Daftar Budget Hotel dan Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Belitung


Jika bicara soal liburan sudah pasti akan bicara juga mengenai penginapan. Liburan ke Bangka Belitung, ada dua cara menginap yaitu gaya koper atau ransel. Ini dia beragam penginapannya yang bisa dipilih! Bangka dan Belitung sedang jadi destinasi yang banyak dilirik wisatawan. Selain karena pantainya yang cantik, suasana dan objek wisata pendukung lainnya juga tak kalah menarik. Untuk menginap di sana ada pilihan akomodasi kelas ransel yang hemat, atau kelas koper yang lebih nyaman. Disusun berikut kumpulan penginapan untuk gaya koper dan ransel di Bangka dan Belitung:

1. Grand Hatika Hotel
Pertama adalah Belitung. Kali ini ada Grand Hatika Hotel yang masuk dalam kategori hotel bergaya koper. Letak tepatnya ada di Jl Kemunging No A16, Tanjungpandan, Belitung. Hotel bintang 4 ini memiliki 7 jenis kamar. Sedangkan kamar itu sendiri bisa dipesan dengan atau tanpa sarapan. Dengan fasilitas lengkap, sudah pasti tamu bisa menginap dengan nyaman di sana. Ada 3 jenis tipe kamar yang bisa dipesan tanpa sarapan yaitu Grand Superior, Deluxe dan Executive. Harga Grand Superior tanpa sarapan saat kamar penuh adalah Rp 790 ribu, sedangkan saat tidak terlalu penuh adalah Rp 466 ribu. Untuk Deluxe tanpa sarapan saat penuh adalah Rp 892 ribu dan saat tak terlalu penuh adlah Rp 520 ribu. Terakhir ada Executive yang harga saat penuh Rp 1,1 juta dan saat tak terlalu penuh Rp 603 ribu. Jika dengan sarapan, harga Grand Superior Room sebenarnya tak terlalu berbeda jauh yaitu Rp 500 ribu. Sedangkan Deluxenya pun hanya jadi Rp 560 ribu dan Executive jadi Rp 665 ribu.

2. BW Suite Belitung
Masih di Belitung dan masih penginapan bergaya koper. Kali ini adalah BW Suite Belitung. Berada di Jl Pattimura, Tanjungpandan, Belitung, hotel ini terletak dekat pantai. Ditambah, hotel ini juga punya infinity pool yang cantik. Dengan fasilitas lengkap, hotel ini tersedia dalam beberapa jenis kamar. Untuk kamar tipe Superior dihargai Rp 598 ribu dengan sarapan. Sedangkan kamar jenis Deluxe dihargai Rp 748 ribu di hari Senin sampai Minggu kecuali hari Sabtu. Di hari Sabtu, harganya jadi Rp 857 ribu. Kamar Premium dengan sarapan dihargai Rp 828 ribu. Sedangkan kamar Executive dihargai Rp 1,6 juta, sudah termasuk sarapan.

3. Harlika Jaya Hotel
Di Jl Melati A 43, Tanjungpandan, Belitung ada Harlika Jaya Hotel yang masuk kategori penginapan bergaya ransel. Di sini, wisatawan bisa menginap di beberapa jenis kamarnya. Untuk kamar executive, harganya Rp 302.500 per malam, sudah nett. Sedangkan Superior adalah Rp 247.500 nett per malam. Untuk yang kelas Bisnis adalah Rp 220.000 per malam. Untuk single AC juga ada harganya Rp 192.500 nett. Semua kamar jenis di atas sudah termasuk sarapan. “Kelas Standard ada yang fan dan AC. Fan single harganya Rp 110 ribu dan double Rp 165 ribu, tapi tak ada sarapan,” tutur Muhaya dari Harlika Jaya Hotel =.

4. Hotel Pondok Impian 2
Satu lagi penginapan bergaya ransel di Belitung adalah Hotel Pondok Impian 2. Terletak di Jl Pattimura No 8, Tanjung Pandan, hotel ini menawarkan suasana bergaya rumahan. Berusaha menghubungi hotel tersebut untuk menanyakan harga namun tidak diangkat. Traveler masih bisa memesan hotel ini dengan melihatnya dari beberapa situs pencarian hotel. Di Booking dot com, harga kamar Businessnya Rp 375 ribu nett dan sudah termasuk sarapan. Sedangkan di Agoda harganya Rp 225 ribu tapi belum termasuk biaya PPN dan servis.

5. Novotel Bangka
Melangkah ke Bangka, hotel kategori koper yang pertama adalah Novotel. Hotel bintang 4 yang terletak di Jl Soekarno Hatta, Pangkalpinang ini memiliki fasilitas yang lengkap. Karena jenis hotel bisnis, harga kamar yang ada di sini lebih murah saat weekend dibanding saat weekdays. Jadi, hotel ini bisa jadi rekomendasi menginap saat di Bangka. “Harga kamar Standard saat weekdays adalah Rp 850 nett dan weekend Rp 650 ribu,” tutur Jessica dari Novotel Bangka . Menurutnya, jika memesan via telepon langsung ke reservasi, bisa mendapat harga yang lebih murah. Bisa dicoba.

6. Hotel Tanjung Pesona
Hotel kedua di Bangka adalah Hotel Tanjung Pesona yang merupakan cottage di tepi Pantai Tanjung Pesona. Traveler yang senang dengan pantai bisa mencoba menginap di sini. Meski tergolong kelas koper, namun harganya tidak terlalu mencekik dompet. Untuk satu cottage, harganya berkisar dari Rp 500-600 ribu. “Untuk weekdays harganya Rp 550 ribu dan weekend Rp 660 ribu, sudah nett,” tutur Iwan dari Hotel Tanjung Pesona

7. Hotel Centrum
Masih di Bangka, ada Hotel Centrum yang masuk kategori ransel. Terletak di Jl Hanidah No 8, akses dari dan ke hotel ini termasuk mudah dijangkau. Ada beberapa tipe kamar antara lain Deluxe, Super Deluxe, Junior Suite, dan Suite. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. “Untuk Suitenya dihargai Rp 900 ribu per malam dan Junior Suitenya dihargai Rp 650 ribu per malam. Super Deluxe Rp 550 ribu dan Deluxe Rp 500 ribu,” ujar Lisna.

8. Homestay Solagracia
Terakhir adalah Homestay Solagracia yang terletak di Jl Teluk Bayur No 223, Pasir Putih. Bisa dibilang, ini homestay yang banyak dibincangkan traveler yang melancong ke sana. Homestay ini tidak memiliki situs sendiri sehingga cara memesannya bisa melalui situs pencarian hotel. Beberapa yang bisa dipilih adalah Agoda dan Booking dot com. Di Agoda, harga untuk kamar Standart Cottage adalah Rp 282 ribu per malam dan kamar Deluxe Cottagenya adalah Rp 430 ribu per malam. Harga tersebut sudah termasuk sarapan tapi belum termasuk pajak PPN dan biaya servis. Sedangkan di Booking dot com, harga menginap di Kamar Standard adalah Rp 400 ribu. Di Kamar Deluxe adalah Rp 500 ribu. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan harga pajak serta servis.

Bangka Belitung menyimpan keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Kepulauan itu pun bisa menjadi alternatif tempat liburan yang menyenangkan. Paling tidak, ada 5 alasan kenapa harus mencoba liburan ke Bangka Belitung. Setelah film Laskar Pelangi marak diperbincangkan, nama Pulau Belitung serta Bangka juga ikut terangkat. Rupanya, memang banyak sekali tempat wisata yang menarik di kedua pulau tersebut. Keindahannya juga tak kalah dibandingkan dengan Bali ataupun Lombok. Berbincang dengan Darwance, seorang traveler asli Bangka yang sudah menjelajahi Pulau Bangka dan Belitung. Dalam perbincangan yang ditulis Kamis (29/7/2015), tersebutlah 5 alasan kenapa traveler harus mencoba liburan ke Bangka Belitung:

1. Pantainya punya ciri khas
Indonesia memang punya banyak sekali pantai yang indah. Tapi pantai di Bangka Belitung punya keistimewaan yang belum tentu ditemukan di tempat lain di Indonesia. Bangka Belitung punya pantai yang berhias batu granit alami. “Pulau Bangka dan Belitung itu memiliki pantai yang berbeda dengan pantai di daerah lain. Hampir di semua pantai ada batu granitnya. Batu granit berukuran raksasa,” ujar Darwance. Menurut Drawance, batu-batu granit yang ada justru menambah keeksotisan pantai di sana. Sebut saja Pantai Tanjung Tinggi di Belitung yang digunakan untuk syuting film ‘Laskar Pelangi, tempat itu terlihat begitu indah dengan batu granit kehitaman di berbagai sisinya.

2. Banyak destinasi wisata religi
Tak hanya pantai, destinasi wisata religi juga cukup banyak di Bangka Belitung. Lokasinya juga tidak jauh dari pantai-pantai cantik yang ada di sana. Misalnya Puri Tri Agung, sebuah kuil yang letaknya dekat dengan Pantai Tikus di Bangka. “Selain pantai ada juga destinasi lain kayak rumah ibadah orang Tionghoa yang dibangun di atas bukit di pinggir pantai. Yang paling terkenal Puri Tri Agung di dekat Pantai Tikus,” tutur Darwance. Pria Bangka itu mengatakan bahwa setiap akhir pekan, banyak traveler dari luar kota yang datang ke kuil. Selain kuil tersebut, tempat wisata religi lainnya antara lain Masjid Al Ikhlas dan Kelenteng Sijuk di Belitung, serta Masjid Jami dan Kelenteng Kung Fuk Min di Bangka yang letaknya bersebelahan.

3. Kulinernya lezat
Wisata kuliner tentu saja menjadi kegiatan yang tak luput dilakukan selama liburan ke Bangka Belitung. Banyak pilihan kuliner lezat di kedua pulau ini. “Kuliner kayak martabak Bangka, lempah kuning di Bangka. Itu dari ikan, ayam, daging sapi, kuahnya kuning. Kalau lempah darat pasti dari sayur. Kalau di Belitung ada juga, namanya gangan,” jelas Darwance. Lempah kuning dan lempah darat khas Bangka adalah makanan semacam sup yang berkuah kuning, yang terdiri dari daging atau sayuran. Di Belitung ada juga sup kuning bernama gangan. Isi dan rasanya hampir sama dengan lempah kuning, hanya namanya saja yang berbeda.

4. Ada tempat wisata sejarah
Tempat wisata di Bangka Belitung tergolong lengkap. Tak hanya wisata alam dan religi, tempat wisata sejarah pun ada. Misalnya Pesanggarahan Menumbing yang sempat dijadikan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Bangka. “Ada Pesanggrahan Menumbing, tempat pengasingan Bung Karno. Museum-museum juga, tinggal dikembangkan saja,” kata Darwance. Kalau ingin mengetahui tentang sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung, ada pula Museum Timah Indonesia yang bisa ditemukan di gedung bekas rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW). Segala hal yang berhubungan dengan pertambangan timah sejak zaman penjajahan bisa dilihat di museum. Untuk penggemar karya sastra dan film Laskar Pelangi, jangan lupa mampir ke Museum Kata di Belitung Timur. Museum milik novelis Andrea Hirata ini menampilkan berbagai benda yang berbau sastra serta berbagai koleksi dari yang berkaitan dengan film Laskar Pelangi.

5. Jalanan mulus
Selama liburan di Bangka Belitung tidak perlu khawatir bertemu banyak jalanan yang berlubang. Baik di Pulau Bangka maupun Belitung, jalanannya rata-rata sudah beraspal mulus. “Kalau di Bangka selalu mulus. kalau di Belitung tahun 2007-2008 masih sempit banget. Setelah pelan-pelan dilirik wisatawan, jalan diperlebar. Sekarang sudah lebih lebar dan mulus,” tutur Darwance.

Sebelum tahun 2000, tidak ada yang menyadari pesona wisata di Provinsi Bangka Belitung. Namun kini provinsi yang terdiri dari 2 pulau utama itu bagaikan bidadari yang memikat hati dan menjadi saingan Bali dan Lombok. Terus terang, novel karya Andrea Hirata dan diikuti filmnya, membuka mata wisatawan mengenai pesona wisata di sana khususnya Belitung. Dari situ, pesona wisata Bangka juga ikut terangkat dan masuk ke dalam radar wisatawan.

Inilah bukti bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tidak akan ada habisnya untuk dicintai. Travel Highlight Bangka Belitung akan mengupas aneka potensi wisata di dua pulau istimewa itu. Bangka dan Belitung punya banyak alasan untuk dikunjungi mulai dari pantai keren, kuliner, wisata sejarah dan religi, infrastruktur memadai dan pilihan akomodasi yang beragam untuk berbagai kelas wisatawan. Wisata bahari tentu menjadi andalan karena ini adalah destinasi pulau.

Jika digabungkan, Bangka dan Belitung punya banyak pilihan pantai. Bangka identik dengan pantai landai yang nyaman sedangkan Belitung punya ciri khas pantai dengan batu granit besar. Masih dari wisata alam, ada Danau Kaolin di Belitung yang mirip Kawah Putih Ciwidey. Untuk wisata sejarah, ada pengasingan Presiden Soekarno di Bangka. Sedangkan untuk wisata religi, ada sejumlah masjid dan kelenteng yang menampakan wajah harmonis dan damai antar etnis dan umat beragama di sana. Napak tilas film Laskar Pelangi juga sering dilakukan wisatawan dan Anda bisa juga mencobanya di Belitung.

Yang tidak boleh dilewatkan adalah kesempatan wisata kuliner di Bangka dan Belitung. Belitung punya kuliner Mie Atep yang melegenda serta berbagai gerai kopi. Sedangkan Bangka punya jamur termahal se-Indonesia. Wow! Ayo liburan ke Bangka dan Belitung! Dua pulau ini bukanlah Bali dan Lombok, pun tidak ingin meniru Bali dan Lombok. Tapi, Bangka dan Belitung punya identitas sendiri dan bangga sebagai destinasi wisata yang khas, kuat dan istimewa. Bangka dan Belitung adalah wajah indah pulau Indonesia yang dunia perlu tahu!

Categories
Pariwisata Pencinta Lingkungan

Daftar 6 Tujuan Wisata Paling Asyik Di Kepulauan Seribu


Traveling bareng teman ke pantai merupakan salah saktu aktivitas yang disukai anak muda. Buat kamu yang tinggal di Jakarta, setidaknya ada 6 destinasi di Kepulauan Seribu yang bisa buat seru-seruan sama teman atau gebetan. Contohnya saja ada Pulau Tidung dengan jembatan cintanya, hingga Pulau Papatheo yang belum populer namun indah. Dihimpun, Kamis (18/6/2015) berikut 6 destinasi di Kepulauan Seribu buat anak muda:

1. Pulau Tidung
Nama Pulau Tidung memang sudah sangat populer dan tergolong mainstream. Namun nyatanya, tidak sedikit anak muda yang singgah ke Pulau Tidung saat traveling ke Kepulaun Seribu. Pulau Tidung memang asyik sih buat seru-seruan! Pulau Tidung juga punya Jembatan Cinta yang selalu dipadati traveler yang sudah berpasangan maupun single. Jembatan yang mengubungkan Pulau Tidung Besar dan kecil itu sering dipakai untuk terjun bebas ke laut. Salah satu aktivitas seru di Pulau Tidung. Traveler juga bisa bersantai di Pulau Tidung Besar. Namun jika ingin wisata sekalian edukasi, bisa melihat budidaya mangrove oleh penduduk sekitar di Pulau Tidung Kecil. Tidak sedikit juga yang snorkeling atau diving di sini.

2. Pulau Semak Daun
Kalau Pulau Tidung asyik buat seru-seruan, Pulau Semak Daun juga kok. Umumnya traveler menjadikan Pulau Semak Daun sebagai tempat kemping untuk island hopping. Berhubung tidak dihuni, pulau tersebut memang ideal untuk kemping maupun sekedar bersantai. Di sana traveler bisa bermain di tengah hamparan pasir yang sangat bersih. Tapi saat Anda ke sini, jangan mengotori dan merusak kelestarian alam ya. Traveler juga dianjurkan untuk datang beramai-ramai datang ke pulau ini, tentu agar suasana makin seru.

3. Pulau Bira
Kalau di Sulsel ada Pantai Tanjung Bira, maka Kepulauan Seribu juga punya Pulau Bira. Walaupun berbeda, tapi Pulau Bira tidak kalah kok dengan Pantai Tanjung Bira. Sekedar info, Pulau Bira terletak di dalam kawasan Pulau Harapan. Kekhasan Pulau Bira juga tampak pada pasir pantainya yang bersih dan halus di kaki. Selain itu, di sana juga tersedia wahana watersport yang siap menantang jantung Anda berdegup kencang. Berenang juga menjadi aktivitas yang sering dilakukan di Pulau Bira. Jika ingin ke Pulau Bira, tinggal berangkat dari Pelabuhan Muara Angke sekitar 3-4 jam menuju Pulau Kelapa. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan boat kecil menuju pulau cantik ini.

4. Pulau Pari
Destinasi berikutnya adalah Pulau Pari. Ya, pulau yang namanya sama dengan jenis ikan pari ini cukup sering didatangi anak muda. Fakta unik lainnya, Pulau Pari juga dijadikan sebagai kawasan Pusat Penelitian Kelautan LIPI. Umumnya traveler yang singgah ke sini bisa melakukan aktivitas keliling pulau dengan sepeda, duduk di pantai, sambil menunggu matahari terbenam di sore hari. Ada banyak kegiatan santai yang dapat dilakukan di Pulau Pari. Tidak sedikit juga traveler yang snorkeling atau diving di Pulau Pari. Selain itu, di Pulau Pari juga terdapat hutan bakau yang dapat dijelajahi.

5. Pulau Pantara
Pulau Pantara disebut-sebut sebagai pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Saking jauhnya, traveler yang datang ke sini dianjurkan untuk menginap minimal satu hari di sini. Asyiknya dari Pulau Pantara, ada banyak fasilitas lengkap yang dapat traveler nikmati. Fasilitas seperti jetski, banana boat, kano, snorkeling bahkan diving ada di sini. Jadi traveler cukup bawa diri saja ke Pulau Pantara, dan bisa langsung menikmati semua fasilitas yang ada sesuai kocek. Untuk mencapai Pulau Pantara, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Dermaga Marina Ancol dengan perjalanan laut menggunakan perahu cepat. Pulau ini juga menawarkan resor di atas laut dengan pemandangan mempesona.

6. Pulau Papatheo
Destinasi seru terakhir di Kepulauan Seribu adalah Pulau Papatheo atau Pulau Petondan kecil. Pulau tersebut memang belum sepopuler pulau lainnya, namun tidak kalah indah dan mempesona. Adapun traveler yang datang ke Pulau Papatheo menghabiskan waktu untuk menyaksikan sunset indah dari tepian pantainya. Pulau Papatheo juga disebut-sebut memiliki alam bawah laut indah, beserta bangkai kapal karam yang berjarak tidak jauh dari pulau. Mumpung weekend akan segera tiba, mungkin kamu dan teman-teman bisa merencanakan untuk island hoppping di Kepulauan Seribu. Ada banyak destinasi indah yang bisa dihampiri buat seru-seruan bareng.

Categories
Pariwisata

Nikmatnya Tinggal Dipulau Yang Hanya Dihuni Oleh 4 Keluarga


Kota Batam, Kepulauan Riau, punya beberapa pulau terluar. Salah satunya, Pulau Pelampong. Pulau itu masuk di wilayah Kecamatan Belakang Padang. Pulau itu berbatasan langsung dengan Singapura. Meski namanya pulau dan berbatasan dengan negara asing, tidak berarti wilayah tersebut sesak penduduk. Pulau Pelampong hanya dihuni empat kepala keluarga.

Untuk mencapai pulau itu, dibutuhkan beberapa jam dari pelabuhan penyeberangan di Sekupang, Batam. Namun, tidak ada angkutan laut reguler menuju dua pulau tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri menyatakan, Pulau Pelampong cocok untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata. Alasannya, pulau tersebut memiliki terumbu karang yang indah. ”Turis pasti suka ke sana,” ujarnya.

Di pulau itu juga ada mercusuar setinggi 30 meter. Namun, tidak ada TNI yang ditempatkan di pulau tersebut sehingga rawan terjadi pencurian ikan oleh nelayan asing. Jika ingin datang ke Pulau Pelampong, pengunjung bisa mencarter boat atau pancung bermesin di Sekupang atau Belakang Padang. Harganya bergantung hasil negosiasi dan kondisi cuaca. Jika musim utara atau angin kencang hingga ombak besar, biaya sewa lebih mahal.

Di Pulau Pelampong, ada beberapa nelayan yang memiliki pompong yang memang didesain untuk mencari ikan. Tangkapannya kadang dijual ke Belakang Padang atau Kota Batam, tetapi lebih banyak dijual ke Singapura. Hanya sesekali mereka pergi ke Kota Batam atau Belakang Padang untuk membeli logistik.

Pulau Pelampong berada di koordinat 01 07’44” LU-103 41’58” BT. Pulau tersebut berada di titik dasar nomor TD 191 dan titik referensi nomor TR 191 sebagai acuan batas yang telah diakui hukum internasional. Pulau Pelampong cukup landai. Tumbuhan yang dominan adalah kelapa, khususnya di bibir pantai di antara bebatuan cadas. Ada juga beberapa tumbuhan seperti cemara dan ketapang.

Karena berbatasan dengan Singapura, persoalan utama pulau itu adalah abrasi. Apalagi, tidak ada satu pun pohon bakau di sekeliling pulau tersebut. Hingga saat ini belum ada pemasangan beton pemecah ombak. Karena itu, wilayah tersebut semakin lama terancam mengecil tergerus abrasi, meski belum terlalu parah.

Sayangnya, saat ini terumbu karang di pulau tersebut juga mulai rusak. Jika dipersentasekan, kondisi yang hancur sekitar 35 persen. Penyebabnya sama, yaitu empasan ombak kapal-kapal yang berlalu-lalang dan kiriman limbah minyak yang dibuang kapal.

Categories
Pariwisata Perekomonian dan Bisnis

Jakarta Fashion & Food Festival Telah Dibuka


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku heran Pemerintah DKI Jakarta belum pernah menyelenggarakan acara promosi bertaraf internasional. Perhelatan tersebut selalu digelar oleh pihak swasta di pusat-pusat perbelanjaan.

“Kenapa acara-acara besar itu justru miliknya swasta?” kata Ahok, sapaan Basuki, saat menyampaikan sambutan di Jakarta Food & Fashion Festival di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 14 Mei 2015.

Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) digelar sebagai pembuka rangkaian acara perayaan hari ulang tahun ke-488 Kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2015. Acara ini menghadirkan 200 ragam masakan dari 117 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pesta kuliner bertajuk Kampoeng Tempo Doeloe ini mengusung tema Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi salah satu ikon wisata Ibu Kota.

Ahok menuturkan, Pemerintah DKI sebenarnya memiliki anggaran untuk mempromosikan Jakarta ke mancanegara. DKI pun sebenarnya pernah mencoba menggelar acara serupa. Hanya saja, ia berujar pelaksanaannya tak sempurna.

Menurut Ahok, pegawai negeri sipil menyalahgunakan anggaran tersebut. Alih-alih menggelar acara berkualitas, anggaran tersebut kerap digunakan untuk membiayai kunjungan kerja ke luar negeri tanpa membuahkan hasil nyata. Ia mengatakan aksi tersebut membuat tak ada lagi mata anggaran kegiatan promosi ke luar negeri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015.

Akibatnya, Ahok berujar banyak warga asing yang belum mengetahui Jakarta memiliki potensi wisata di Kepulauan Seribu yang bisa menjadi andalan. “Orang asing tak tahu kalau Jakarta punya pulau untuk wisata keluarga,” ucap dia.

Ahok berharap kelak Pemerintah DKI bisa menyelenggarakan acara serupa JFFF. Selain itu, ia juga meminta anak buahnya agar bekerja sama dengan pihak-pihak swasta yang berpengalaman menghelat acara promosi besar. “Lewat kerja sama juga lebih baik,” kata Ahok.

Categories
Pariwisata

Jakarta Hidden Tour … Wisata Melihat Sisi Lain Jakarta Yang Ingin Disembunyikan Pemerintah


Berwajah kucel dan tak memakai sandal, mereka fasih menyanyikan Are You Sleeping Brother John dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Italia. “Mereka diajari tamu-tamu saya,” kata Ronny Poluan, pendiri Jakarta Hidden Tour, di Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat lalu.

Tamu-tamu yang dimaksud Ronny adalah para peserta tur yang datang dari pelbagai negara. Mereka tersenyum mendengar nyanyian pengantar tidur yang populer di Prancis sejak abad ke-17. Hari itu, Ronny memandu dua turis asal Italia dan Amerika Serikat.

Ronny membawa mereka menyusuri gang-gang sempit yang berjela-jela di antara rumah-rumah kumuh di Penjaringan. Sepanjang perjalanan, ia tak henti menjelaskan kekacauan penataan permukiman di Jakarta. Ia berdiri di jembatan kayu reot yang di bawahnya menggenang air menghijau bekas rob.

Sudah enam tahun Ronny menjadi pemandu tur tak biasa ini. Setelah beberapa stasiun televisi menayangkan tur ini, Ronny dikecam pemerintah Jakarta. “Saya dituduh menjual kemiskinan bangsa sendiri,” katanya. “Ini cara saya menunjukkan realitas dan menyindir pemerintah yang tak mampu memberantas kemiskinan.”

Laki-laki 62 tahun yang tinggal di Jakarta Timur ini bergeming. Ia terus membuka pendaftaran tur ini lewat blog gratis. Tarifnya US$ 50 per orang bagi wisatawan asing dan setengahnya untuk turis lokal. Tur dimulai sejak pagi dengan start dari Kota Tua di Jakarta Barat, lalu naik perahu ke Penjaringan, kembali dengan bus umum ke Kota Tua pukul 16.00.

Ia mengajak penduduk yang dilaluinya untuk menemani para turis. Ronny lalu berbagi tarif itu dengan mereka. “Sepekan saya empat kali menemani turis yang datang ke sini,” kata Lismarni, perempuan 35 tahun warga Penjaringan. Sejak sering didatangi turis, kata dia, tetangga-tetanganya jadi fasih berbahasa Inggris.

Dari tiket tur ini, Ronny mengumpulkannya dan membangun koperasi yang menyediakan simpan-pinjam. Bagi seniman lulusan Institut Kesenian Jakarta itu, ini cara ampuh untuk mencegah warga Penjaringan meminjam uang ke rentenir yang bunganya mencekik.

Veronica Manson, dari Italia, mengatakan ia kini tahu sisi lain Jakarta. Ia antusias naik becak di Gang Luar Batang, lalu menyusuri Pasar Ikan dan keluar-masuk rumah bilik yang sempit. “Jakarta seperti uang yang punya dua sisi. Ini sisi kumuhnya,” kata ibu dua anak itu.

James Obata tak kurang kaget ketika masuk kampung di Penjaringan. Di Amerika Serikat, kata dia, teman-temannya sering menceritakan Jakarta yang hedonis: mewah, bebas, banyak hiburan malam. “Jakarta digambarkan sebagai ibu kota negara penghasil minyak terbesar dengan pertumbuhan ekonomi bagus,” kata konsultan perusahaan komunikasi itu.

Obata, yang nenek moyangnya dari Jepang, tahu Jakarta Hidden Tour dari Internet. Ia tertarik mencoba ketika datang ke Jakarta untuk melihat wajah lain Ibu Kota selain Jalan Sudirman dan Thamrin. “Ini tur menarik justru karena bukan tur bintang lima,” kata dia.

Categories
Pariwisata

Indahnya Wisata Ke Taman Nasional Baluran dan Pantai Bama Situbondo


the-first-view-captured

INDONESIA punya hamparan savana terluas di Pulau Jawa yakni Taman Nasional Baluran di Jawa Timur. Jika Anda berkunjung ke sini pasti serasa berada di Afrika, walaupun saya belum pernah ke Afrika. Taman Nasional Baluran ini merupakan destinasi wisata yang cukup berbeda. Kenapa saya bilang berbeda? Karena di sini kita kalau beruntung bisa menemukan banyak sekali satwa liar yang benar-benar liar tidak seperti di kebun binatang atau Taman Safari.

Kalau di Taman Safari kita melihat dengan dekat aneka satwa, bahkan mereka bisa menghampiri kita kalau mereka mencium bau makanan dari mobil. Tetapi tidak di sini. Pasalnya untuk masuk ke dalam Taman Nasionalnya saja kita harus memasuki jalan tanah yang agak rusak selama 40 sampai dengan 1 jam perjalanan.

Kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Batas wilayah sebelah utara adalah Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, dan di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi. Namun menjadi pemandangan yang cantik ketika kita melihat padang savana dari kejauhan.

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Untuk Anda pencinta fotografi sebaiknya datang ke sini pada saat musim kemarau, pada bulan Juni-Juli-Agustus karena air di hutan kering, dan rumput berwarna kuning.

Pada musim kering, satwa seperti rusa, banteng, burung merak yang berada di dalam hutan keluar menuju savana. Pihak Taman Nasional menyediakan air dan kubangan, sehingga pada musim kemarau hewan keluar dan berada dekat di jalan. Satwa-satwa ini sangat pemalu, karena jika ada mobil yang mendekat saja mereka akan kabur masuk ke dalam hutan.

baluran-national-park

Jika Anda datang saat musim hujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah sehingga penghuni taman seperti banteng dan kerbau liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan pengunjung. Agar bisa lebih menikmati perjalanan di Taman Nasional Baluran cobalah sebelum memasuki kawasan ini Anda mengunjungi pusat informasi untuk mendapat penjelasan singkat tentang Taman Nasional Baluran. Setelah mendengar penjelasan panjang lebar biasanya kita bisa lebih menghargai, tidak mengganggu, merusak, mengambil, atau berburu flora, fauna dan ekosistemnya.

Kepala Seksi Sarana Distribusi dan Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Supriyanto mengatakan akses menuju Taman Nasional Baluran ini tidak mahal dan memang serasa seperti di Afrika. Sepanjang perjalanan menuju Savana Bekol di Taman Nasional Baluran ini di kanan-kiri jalan banyak sekali pohon jati. Disarankan memulai perjalanan pada pagi hari. Syukur-syukur bisa menemukan kabut sehingga foto bisa lebih dramatis bagi pencinta fotografi. Saya sarankan kalau bisa ke sini pada jam 04.00 pagi. Kenapa? Karena matahari terbit (sunrise) di Taman Nasional Baluran sangat bagus.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di sini ada Pantai Bama yang merupakan spot untuk melihat sunrise, di sekitar Pantai Bama juga ada banyak pohon mangrove dan kawasan konservasi. Namun harap berhati-hati di sini karena banyak sekali monyet liar. Kalau Anda lengah sedikit, bisa jadi handphone atau kamera Anda bisa diambil oleh monyet-monyet tersebut. Di Pantai Bama kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling Taman Nasional. Selain itu disini juga merupakan spot snorkeling yang cukup bagus, tetapi Anda harus agak ke tengah sedikit dan bisa melihat banyak ikan dan biota laut.

Setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan menyusuri Padang Savana sepanjang Taman Nasional. Kalau ingin maksimal melihat satwa-satwa yang ada di sini lebih baik Anda berjalan kaki, karena satwa-satwa di sini sangat takut dengan manusia. Mendengar suara mesin mobil atau motor saja satwa-satwa tersebut langsung kabur masuk ke dalam hutan.

Mengapa harus berjalan kaki? Ya hitung-hitung olah raga di alam terbuka, sehat dan bisa sekalian dapat foto bagus bukan? Saya bersyukur datang ke lokasi ini sejak subuh, karena ternyata pada pagi hari banyak sekali satwa yang keluar. Saya menemukan banteng jawa, burung merak yang bergerombol, bahkan burung-burung merak ini terbang bebas di alam liar. Beruntung saya dapat mengabadikan momen ini.

Ketika saya dapat banyak foto satwa ini, di sosial media banyak yang menanyakan kepada saya karena mereka pada saat datang kesini tidak menemukan banyak satwa liar. Padahal kuncinya adalah datang pagi-pagi sekali ke Taman Nasional Baluran ini. Ingin merasakan pengalaman berada di tengah alam liar yang sesungguhnya? Datanglah ke Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur. Taman nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur segala jenis hutan dan vegetasi Indonesia. Baluran mempunyai hutan musim, hutan hujan, mangrove, savannah (sabana), pantai, gunung, sungai, bahkan terumbu karang.

taman-nasional-baluran

Baluran sangat mudah diakses. Berada 255 km dari Kota Surabaya, 35 km dari Banyuwangi, 60 km dari Situbondo, dan 159 km dari Denpasar. Dalam satu hari, taman nasional ini bisa dikunjungi lebih dari 100 orang dan jumlahnya naik lima kali lipat di hari libur. Uniknya, sebagian besar justru adalah wisatawan asing. Tak perlu khawatir soal biaya. Harga tiket masuk sangat murah: Rp 2.500 untuk wisatawan domestik, Rp 20.000 untuk wisatawan asing, dan Rp 6.000 untuk kendaraan.

Banyak yang bilang Sabana Bekol adalah “The Little Africa in Java.” Cukup beralasan, karena begitu kami sendiri memasuki kawasan sabana ini, langsung tercium dan terasa sekali aroma Afrika, meski kami pun belum pernah menginjakkan kaki di Benua Hitam. Padang rumput yang luas sedang menguning dengan beberapa pohon tersebar di pinggir dan di dalamnya. Kumpulan rusa berlari-lari di tengah sabana, suara lenguhan banteng menggema begitu liar, dan tentu saja, terik matahari yang panas. Benar-benar kontras dengan hutan-hutan yang sebelumnya kami lalui. Sabana Bekol berada 12 km dari pintu masuk Taman Nasional Baluran. Untuk mencapainya, kami menggunakan sepeda motor bersama dengan petugas taman nasional, menyusuri jalan aspal yang telah berbatu dan membelah hutan musim serta hutan evergreen silih berganti.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Luas Sabana Bekol mencapai 300 hektar. Sebelah utara berbatasan dengan jalan, sebelah barat berbatasan dengan hutan musim, sementara sebelah timur berhadapan dengan pinggiran pantai di Selat Bali. Satu-satunya akses yang kami lalui, membelah sabana ini menjadi dua: sebelah barat Sabana Bekol dan sebelah timur Sabana Bama. Pohon-pohon Widoro Bukel dengan bentuk yang unik seperti payung lebih banyak memenuhi Sabana Bama. Jika kamu melihat sabana dari sisi timur, pemandangan tampak lebih mengagumkan. Gunung Baluran yang megah akan menjadi latar belakangnya. Di ujung tikungan jalan terdapat sebuah bukit kecil di mana menara pandang berada di atasnya. Dari menara pandang, kami bisa melihat keseluruhan sabana dan Selat Bali yang membiru. Di kaki bukit terdapat beberapa bangunan yang merupakan wisma penginapan, lahan parkir, dan kamar mandi umum.

savanna

Saat terbaik mengunjungi Sabana Bekol, adalah pada pagi dan sore hari. Karena pada waktu-waktu tersebut, hewan-hewan liar keluar dari hutan. Sementara musim terbaik, adalah musim kemarau antara Juli sampai Oktober. Saat kemarau, air di dalam hutan sudah mulai habis dan yang tersisa hanyalah di padang sabana. Malam hari juga memberikan sensasi pemandangan yang menakjubkan. Jika kamu menginap di Bekol, dari depan penginapan kamu bisa menyaksikan bagaimana mata hewan-hewan tersebut bersinar memenuhi kegelapan malam yang hanya bercahaya bintang dan bulan.

Sabana Bekol hanya sebagian kecil dari 10.000 ha sabana yang dimiliki Baluran. Tetapi hanya Sabana Bekol dan Bama yang bisa diakses dengan mudah. Sabana di Baluran merupakan tempat hidup bagi rusa, banteng, kerbau, ular hijau, monyet ekor panjang, biawak, ajag (sejenis anjing hutan kecil), dan lainnya. Kadang kamu juga bisa menyaksikan bagaimana kawanan ajag membantai rusa untuk dimakan. Menakutkan? Atau malah membuat kamu ingin segera mengunjunginya?

Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Berjarak 3 kilometer dari Sabana Bekol. Memasuki Pantai Bama, kamu akan disambut dengan pohon ketapang dan kesambi besar-besar yang rindang dengan puluhan monyet ekor panjang yang bergelantungan. Tapi jangan harap kamu akan mendengar suara ombak. Kami sendiri heran melihat laut Bama yang begitu tenang, nyaris tanpa ombak. Pantainya berpasir putih dan garisnya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Sampai sejauh lebih dari 1 kilometer, kedalaman pantai ini hanya selutut orang dewasa, sehingga aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Tanda batas laut dalam adalah warna biru tua.

Di balik lautnya yang tenang dan dangkal, Pantai Bama menyimpan keindahan alam bawah laut yang mempesona. Banyak yang bilang, ini merupakan yang terindah di Pulau Jawa. Dengan kondisi laut seperti ini, banyak aktivitas yang bisa kamu explore, seperti berenang, snorkelling, dan kano. Untuk snorkelling, setidaknya kamu harus berenang sejauh 500 meter dari bibir pantai untuk mendapatkan pemandangan terumbu karang dengan ikan-ikan kecil yang indah. Sementara di sekitar bibir pantai, kamu hanya akan melihat sejenis tanaman laut dengan daun yang meruncing besar-besar.

Kami juga memutuskan menginap di Bama untuk melihat sunrise-nya yang terkenal indah (sunset juga bisa dilihat di Sabana Bekol). Sore hari saat pengunjung sudah sepi, kami menyusuri bibir pantai, cukup prihatin melihat banyak sampah yang mengambang. Petugas taman nasional menjelaskan itu bukan merupakan sampah pengunjung, tapi sampah kiriman dari tempat lain yang entah dari mana. Di Bama ada tiga rumah singgah yang masing-masing berisi dua kamar, cafeteria, kamar mandi umum, musholah, dan rumah petugas taman nasional.

taman-nasional-baluran kijang

Saat menjelang malam, sebetulnya kami berharap mendengar suara ombak, tapi ternyata justru semakin sepi. Monyet-monyet sudah tertidur di atas pohon. Saat lampu sudah dimatikan pada jam 11 malam, suasana semakin hening, dan kami akhirnya tertidur. Kami baru terbangun pada pagi hari sekitar jam 4 oleh deburan suara ombak. Kaget dan senang tentu saja karena mendapatkan suasana yang membuat kami benar-benar merasa tinggal di dekat laut. Ternyata memang ombak di Pantai Bama hanya beriak pada pagi hari.

Menjelang matahari terbit saya berjalan ke arah barat untuk menyusuri hutan mangrove. Tak perlu repot karena sudah ada jalur dan jembatannya. Menurut petugas, sunrise di ujung jembatan yang membelah mangrove ini adalah titik yang paling indah untuk menyaksikan sang Raja Siang menampakkan dirinya. Sayangnya, karena mendung mataharinya jadi tak begitu terlihat. Tapi kekecewaan kami terbayar oleh atraksi ikan-ikan yang menari di atas permukaan air, melompat-lompat di sela-sela akar mangrove, serta monyet-monyet dengan asyiknya memancing kepiting dari lubangnya dengan ekornya yang panjang.

Gunung Baluran

Ini dia salah satu atraksi wajib dan utama dari konsumsi wisatawan di Baluran. Gunung setinggi 1.247 meter ini berdiri dengan megahnya di tengah-tengah taman nasional. Gunung Baluran merupakan gunung yang sudah tidak aktif, tapi belum diketahui betul kapan terakhir kali meletus. Menurut petugas taman nasional yang mengantar kami, gunung ini akan tampak sama bentuknya jika dilihat dari sisi utara maupun selatan. Simetris! Kalau tidak percaya coba kamu buktikan sendiri. Amati saja dari Kota Situbondo dan Banyuwangi! Kami penasaran juga ingin membuktikan, tapi sudah keburu tertidur di dalam bis. Gunung Baluran juga bisa didaki walaupun tidak bisa sampai puncak karena jalurnya yang belum layak didaki selain oleh profesional atau pendaki yang nekat. Untuk mendaki, kamu bisa didampingi oleh petugas dari taman nasional.

Pantai Bilik dan Sijile

Dua pantai ini katanya lebih indah dari Pantai Bama, baik pantainya maupun alam bawah lautnya. Tapi sayang tidak ada jalan akses umum ke tempat ini. Satu-satunya jalan paling mudah adalah lewat jalur laut melalui Pantai Bama dengan menyewa perahu nelayan. Jaraknya sekitar 15 km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Kalau melaui jalur darat, kamu harus melalui jalur tikus dari Desa Banyuputih. Sangat tidak disarankan, kecuali kamu benar-benar seorang hardcore adventurer.

Hutan Musim dan Evergreen
Hutan musim akan tampak hijau di musim hujan dan akan terlihat kering menguning di musim kemarau, sementara hutan evergreen akan selalu hijau, baik musim hujan atau kemarau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti menemani perjalanan kami menyusuri Baluran. Dari pintu masuk, kamu akan disambut hutan musim, kemudian hutan evergreen, lalu berjumpa lagi dengan hutan musim, baru kemudian memasuki Sabana Bekol.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sepanjang perjalanan melalaui hutan musim dan evergreen, kamu bisa menemukan kupu-kupu warna-warni yang berkumpul di atas kubangan-kubangan air. Saat musim hujan di mana banyak kubangan air, kupu-kupu juga semakin banyak ditemukan. Ayam-ayam hutan pun banyak melintas di tepi jalan. Jika beruntung, saat memasuki hutan evergreen kamu mungkin bisa bertemu dengan macan tutul karena di sinilah habitat hewan karnivora ini hidup. Kondisi jalan dari pintu masuk sampai Sabana Bekol memang rusak parah, tapi ada manfaat lain dari fasilitas jalan yang tak baik ini, bahwa pengunjung tidak bisa mengebut berkendara, sehingga terhindar dari resiko menabrak hewan-hewan liar yang bisa saja tiba-tiba melintas. Sementara menurut beberapa pengunjung lain, jika jalan mulus kemungkinan menambah jumlah pengunjung taman nasional. Kalau kami sendiri lebih memilih jalan yang mulus dengan dipasang beberapa peringatan dilarang mengebut dan tentu saja ada sanksi jika yang ketahuan mengebut dan berakibat pada kecelakaan terhadap hewan liar.

Categories
Pariwisata

Rute dan Penginapan Di Wisata Alam Pantai Rajegwesi Banyuwangi


Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi 3

Letaknya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Jawa Timur, pantai ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri yaitu Pantai Rajegwesi. Pantai Rajegwesi tidak kalah indahnya dengan pantai pantai yang berada di Banyuwangi. Sebagai pilihan lokasi untuk berlibur di Banyuwangi. Jika anda berlibur ke Teluk Hijau (Green Bay) atau Sukamade yang terkenal dengan rumah para penyu, tidak ada salahnya anda mampir di pantai yang tenang yang jauh dari keramaian kota ini. Pantai ini di kelilingi oleh hutan tropis yang menyegarkan mata dengan hijauannya yang masih alami.

Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi

Jalan untuk sampai di pantai Rajegwesi ini searah dengan Teluk Hijau dan Sukamade. Perkebunan, jalan yang teduh, bukit bukit yang indah dan rumah klasik orang – orang sekitar akan menyambut para pengunjung yang akan menuju ke pantai Rajegwesi ini. Pantai Rajegwesi ini sanggat cocok untuk aktivitas berenang dikarenakan gelombang ombak yang tenang dan tidak terlalu tinggi.

Banyuwangi miliki garis pantai sepanjang 175 kilometer. Tak heran jika Kabupaten berujuluk the sunrise of java ini menyimpan banyak pantai yang indah dan masih relatif perawan. Salah satunya pantai Rajegwesi, di Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran. Dari cerita masyarakat setempat, pantai yang ada diwilayah terpencil ini kali pertama ditemukan oleh tentara Jepang. Disebelah barat pantai berdiri bukit Capil, yang dipunggungnya terdapat beberapa bunker pengintai yang dibangun Jepang.

Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi 4

Konon, dulunya bunker yang disebut warga setempat sebagai gua Jepang itu didalamnya masih terdapat persenjataan berupa meriam. Moncong meriam mengarah ke teluk Rajegwesi dalam posisi siap membidik musuh yang datang. Namun keberadaan meriam itu sendiri lenyap tanpa ada yang tahu yang kemungkinan dicuri. “Sekarang gua Jepang ya hanya bangunan tua saja,” kata Slamet, warga pesisir Rajegwesi.

Nama Rajegwesi sendiri jika ditelusuri juga berkaitan dengan sistem pertahanan laut yang dibangun Jepang kala itu. Dimana kata Rajeg diambil dari bahasa Jawa yang berarti Tiang Pancang. Sedangkan Wesi dalam bahasa Indonesia berarti Besi. Dahulu Jepang menancapkan tiang pancang dari kayu Jati (setara kekuatan besi) di perairan Teluk Rajegwesi.

Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi 6

Rajegwesi itu ditanam dimulut teluk dengan formasi gigi Belalang. Yakni ditanam secara bersap yang barisan depan dan belakang saling menutupi celah. Ini dimaksudkan untuk menyulitkan kapal musuh menyusup ke pantai. Sehingga memaksa kapal musuh yang datang untuk menurunkan jangkar ditengah laut. “Tapi Rajegwesinya sudah habis diambili orang,” tambah Slamet yang mendapatkan cerita tersebut secara turun temurun. Masih menurut cerita masyarakat Rajegwesi. Dulu Jepang masuk ke daerah tersebut dengan membawa pekerja pribumi dari Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka itulah yang bekerja menancapkan Rajegwesi di mulut teluk. Tiap pekerja diberi kompensasi tanah dan berhak bermukim atas pengawasan Jepang.

Kini, pantai Rajegwesi yang keindahan panoramanya masih alami ini mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Ombaknya yang relatif tenang, pasirnya yang putih, dan deretan perahu nelayan menjadi pemandangannya. Gugusan bukit ditepi teluk menjadi paduan topografi yang unik. Jaraknya dari pusat kota Banyuwangi sekitar 80 kilometer, menjadikan pantai ini menjadi surga yang tersembunyi. Meski begitu, akses jalan menuju kesana relatif mudah. Di bulan tertentu, diadakaan tradisi petik laut dengan melarung kepala kambing ke tengah laut. “Biasanya bulan Syuro kita syukuran petik laut,” tutup Slamet.

Meru Betiri merupakan hutan tropis dengan sungai spektakuler dan keanekaragaman satwa liar. Berslogankan “Home of Biodiversity”, Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu, zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.

Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi 5

Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering. Taman nasional ini merupakan sebuat pot besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Di sini Anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang. Di Pantai Sukamade dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau jawa yang langka dan mulai punah.
Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD. Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.

Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa. Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus bermanfaat bagi Anda. Menuju hutan ini membutuhkan stamina yang baik. Namun keletihan Anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit dan hati Anda. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.

Anda juga bisa menapakkan kaki di beberapa tempat menarik di sekitarnya seperti:

Pantai Rajegwesi
Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.

Sumbersari
Di sini Anda bisa menemukan padang rumput seluas 192 hektar dan melihat tingkah laku satwa liar seperti sambar, rusa, dan kijang. Sebuah laboratorium alam untuk kegiatan penelitian yang sempurna.

Pantai Sukamade
Di sini Anda bisa berkemah, selancar angin, melihat penyu yang sedang bertelur, juga tempat pengamatan tumbuhan atau satwa.

Teluk Hijau
Menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang. Alamya jelas akan membuai Anda jatuh ke pelukan kedamaian.

Aksesibilitas
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :
Jalur melalui Jember: Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 1,5 jam.Jalur melalui Banyuwangi:
Jember-Glenmore-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 – 4 jam.Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 – 4 jam.Jember-Banyuwangi-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 127 km, dapat ditempuh selama 4 – 4,5 jam.
Alternatif Tujuan di Taman Nasional Meru Betiri

Jalur Andengrejo-Bandealit
Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer. Temukan juga kijang, bunga Rafflesia, dan pabrik kopi peninggalan Belanda yang sekarang dimiliki oleh PT Bandealit, kebun karet, serta masyarakatnya yang sedang memanen getah karet, kebun sayuran, pohon nyiur dan berjajar rapih, serta pohon durian yang aromanya selalu tercium. Saat Anda mencapai pintu gerbang Bandealit yang jaraknya sekitar 14 km dari pintu gerbang Andongrejo, Anda wajib melaporkan ke kantor setempat.

Jalur Bandealit-Pringtali
Pringtali adalah padang savana yang menakjubkan. Akses menuju padang luas ini harus menuju Bandealit terlebih dahulu. Hal yang akan Anda temui di perjalanan ialah mengunjungi petani kelapa muda yang airnya menebus dahaga sangat Anda di hutan tropis ini. Selain itu, bila wakunya tepat makan ada suguhkan kegiatan masyarakat memanen kopi. Gerombolan banteng (Bos javanicus) sekitar 30 ekor akan terlihat sesekali melalui jalur ini untuk mencari minum dan makan, tentunya saat malam hari. Hutan hujan tropis yang berkabut dan airnya yang hijau bersih akan menyegarkan mata dan pikiran Anda. Apalagi bila Anda dapat berjumpa dengan macan tutul di savana Pringtali di dalam mobil Anda, semoga saja beruntung melihatnya langsung.

Jalur Bandealit-Goa Jepang
Di jalur ini Anda akan menemukan pohon jati yang tegak menghalangi sinar matahari menembus celah-celah pepohonan. Sebuah perkampungan masyarakat lokal pun akan Anda temui dengan keramahan warganya yang bersahaja. Bila Anda ingin memberi makan rusa timor, hal ini dapat Anda lakukan di penangkaran rusa di sebelah pusat informasi. Gombloh adalah selebriti lokal yang ternyata adalah rusa jantan yang sangat akrab dengan manusia. Buah naga adalah hal yang unik yang akan Anda temui di jalur ini. Selain itu, anggrek liar yang indah dan bunga Ipomoea dapat menghibur Anda dengan warna-warnanya. Muara di dekat Bandealit dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan berkano. Pantai Bandealit sendiri merupakan garis pantai yang sunyi dan asri. Lihatlah para nelayan menangkap ikan dan juga menawar hasil tangkapannya. Hal ini biasa dilakukan sebelum pengunjung menginap dan makan malam. Goa Jepang yang juga disebut bungker Jepang dapat Anda temui di daerah ini. Perjalanan menuju bunker sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.

Jalur Banealit-Teluk Meru
Tanaman kopi merupakan hamparan yang akan Anda lihat di jalur ini. Pohon Glintungan (Bischofia javanica) yang tinggi berdiameter 2 meter patut Anda abadikan dalam foto. Buah Gondang akan Anda temui yang rupanya sangat mirip apel. Buah ini tidak dapat dimakan karena dapat menjadi racun. Bila Anda ingin mengetahui tanaman rotan, maka di sinilah Anda dapat melihatnya. Rupanya penuh dengan duri pada batang dan daunnya.

Batu Ampar adalah daerah di tepi sungai yang airnya bersih. Beristirahatlah di sini sambil berendam walau hanya kaki Anda saja yang masuk di dalam airnya yang segar. Tempat pengamatan burung adalah lokasi yang sering dilakukan di daerah jalur ini. Burung kecil seperti burung madu, hingga elang dapat Anda nikmati di sini. Mengkudu pun akan Anda lihat bila pandangan Anda cukup jeli melalui jalur ini. Bila lebih tertarik dengan ukuran pohon yang cukup besar maka beringin asli yang berumur puluhan tahun dapat Anda temui di jalur ini. Sesampainya di Teluk Meru, buatlah tenda dan Anda mulailah menikmati alamnya dengan cara berkemping (camping). Pantai di teluk ini panjangnya 5 km dan dipotong oleh satu aliran sungai yang harus Anda sebrangi saat menyusuri pantai. Jangan khawatir, air sungai ini cukup dangkal dan berair tenang.

Jalur Meru-Permisan
Sungai kecil berbatu pasti akan menantang Anda, apalagi saat musim kepiting berkembang biak. Dua sungai akan bertemu di Kali Lanang. Di sinilah Anda beristirahat. Istirahat kedua dilakukan para petualang di Tumpak Dawung yang merupakan puncak bukit, sebelum menuju pantai Permisan Barat. Pantai di balik bukit akan Anda temui dan indahnya melebihi pantai Permisan Barat. Banyak orang berenang bahkan snorkeling karena terumbu karangnya yang masih sangat baik.

Jalur Permisan-Sukamade
Ikan blanak dan mujair akan banyak ditemui di hutan mangrove. Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. Jalur menuju Sukamade dari air terjun akan sangat menantang karena licin dan Anda banyak beristirahat di berbagai titik.
Pohon pinang, aren, dan semak belukar akan menemani Anda hingga savana selanjutnya. Ke Sukamade Anda perlu mengambil jalur kanan, setelah menuruni bukit terjal dari Pondok Muto. Jalur ke kiri akan membawa Anda ke Sumbersari.

Jalur Sukamade-Sarongan
Hal paling menarik ialah menyebrangi sungai dengan motor atau truk. Pengemudi seolah tahu titik mana yang harus dilalui tanpa meresikokan truk dan penumpangnya. Setelah 4 kilometer dari pantai Sukamade, perkampungan pegawai perkebunan PT Sukamade akan menyambut. Di sinilah Anda akan mengenal buah kakao atau coklat.

Akomodasi
Bila waktu tak mengizinkan Anda untuk pulang malam hari dan Anda masih di Bandealit maka bermalamlah di salah satu pondok wisata. Yaitu berupa 2 rumah dengan fasilitas masing-masing 4 kamar tidur dan kamar mandi, tempat tidur springbed, air bersih, listrik (walau dipadamkan di malam hari), dan ruang tamu yang luas. Di Pantai Sukamade tersedia penginapan 2 rumah panggung dengan 4 kamar dengan 2 tempat tidur di masing-masing kamarnya. Harga penginapan per malam hanya Rp 75 ribu dan bila ingin berkemah, terdapat camping ground di sekitar pantai.

Tips
Waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional sini adalah pada musim kemarau (April-Oktober) karena akses jalan ke taman nasional ini rentan terhadap banjir di musim hujan.Sebelum memasuki kawasan taman nasional ini, Anda wajib melaporkan diri ke kantor pengelolaan taman nasional setempat, yaitu di:
Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya 53 , Jember 68101
Telp. / Fax: +62 331 335 535
Kotak Pos: 296
Email : meru@telkom.net
Website : http://www.merubetiri.com