Categories
Demokrasi Pendidikan

Sepak Terjang Alumni University of Berkley Di Kabinet Kerja Jokowi


Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto enggan menanggapi isu ijazah bodong yang diduga dimiliki salah satu menteri Kabinet Kerja. Nama Menteri Pariwisata Arief Yahya disebut-sebut sebagai salah satu alumnus University of Berkley. “Belum bisa menanggapi, harus ada tanggapan dari Kementerian Pariwisata dulu,” kata Andi di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 3 Juni 2015.

Andi mengatakan Istana baru akan berkomentar setelah masalah ini terkonfirmasi langsung oleh Arief. Rektor University of Berkley Liartha S. Kembaren mengakui Arief Yahya sebagai salah satu alumnus lembaga yang dia pimpin. Arief, kata Liartha, mengikuti program doctor of philosophy (PhD) pada bidang manajemen. Menurut Liartha, saat itu Arief masih menjabat Direktur Utama PT Telkomsel. Sebelum bergabung dengan Kabinet Kerja, Arief memang pernah memimpin perusahaan telekomunikasi tersebut pada 2002-2013.

University of Berkley membuka cabang di Jakarta melalui kerja sama dengan Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII). Liartha adalah rektor universitas itu sekaligus Ketua LMII. Dalam situs resminya, LMII mempublikasikan daftar alumnus yang meraih gelar PhD dari kampus tersebut. Sejumlah nama beken terdapat dalam daftar tersebut, seperti Arief Yahya; anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Kamarudin Watubun dan Lili Asdjudiredja; mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Hadiman; serta mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Alexander Bambang Riatmodjo.

Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjajaran, Bandung, Engkus Kuswarno, membenarkan bahwa Liartha S. Kembaren pernah tercatat sebagai mahasiswa jenjang doktoral di kampus tersebut. Liartha adalah Rektor University of Berkley Jakarta yang saat ini sedang diperbincangkan karena dituding mengeluarkan ijazah palsu. Menurut Engkus, begitu kasus tersebut terungkap dan Liartha disebut-sebut lulusan Unpad, universitas langsung menelusuri. “Ternyata benar, dia lulus dari Unpad pada November 2009,” kata Engkus saat dihubungi, Selasa, 2 Juni 2015.

Liartha, kata Engkus, tercatat mengikuti pendidikan jenjang doktor kelas kerjasama yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad dan Institut Ilmu Pemerintahan. Program yang diikuti Liartha adalah yang terakhir diadakan. Setelah 2009, program kerjasama tersebut tak dibuka lagi.

University of Berkley yang dipimpin Liartha disebut sebagai cabang kampus bernama sama di Michigan, Amerika Serikat. Kampus tersebut bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Internasional Indonesia yang juga diketuai oleh Liartha. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menginspeksi mendadak kampus LMII yang ada di Menteng pekan lalu. Dari hasil inspeksi, Nasir menyatakan LMII adalah kampus bodong karena izinnya hanyalah sebagai tempat kursus. Ijazah yang dikeluarkan LMII juga dinyatakan palsu. Liartha terancam sanksi pidana.

Walau begitu, Engkus mengatakan Unpad tak bisa menjatuhkan sanksi seperti pencabutan gelar bagi Liartha. Bila Liartha menempuh program di Unpad yang proses akademiknya terjamin, maka ijazahnya legal dan menjadi hak yang bersangkutan. “Bila selepas mendapat ijazah dia melakukan tindakan kriminal, itu tanggung jawab individual,” kata Engkus. Gelar, kata Engkus, hanya dapat dicabut apabila terbukti proses akademiknya tidak berjalan sesuai aturan seperti melakukan plagiat karya disertasi.

Engkus juga mengatakan bahwa kampusnya tak memeriksa keabsahan gelar-gelar pascasarjana Liartha yang berderet sebelum menerimanya masuk. Tes masuk program doktoral kala itu hanya berupa tes tertulis. “Mulai 2009 baru diperketat dengan wawancara dan verifikasi dokumen.” Rektor Universitas Berkley, Jakarta, Liartha S. Kembaren girang bukan kepalang saat mengetahui seseorang yang diduga mahasiswanya, bernama Arief Yahya, menjadi menteri Presiden Joko Widodo. “Wah, kirimi saya alamatnya. Saya mau kirim surat,” kata Liartha dengan suara girang saat dihubungi, Selasa, 2 Juni 2015.

Liartha mengaku Arief Yahya, yang kini menjabat Menteri Pariwisata, memang salah satu alumninya. Arief, kata Liartha, mengikuti program doctor of philosophy (PhD) pada bidang manajemen. “Saya lupa persisnya, tapi sekitar tahun 2000-an,” ujar Liartha. “Dia ambil program selama dua tahun.” Menurut Liartha, saat itu Arief masih menjabat Direktur PT Telkomsel. Sebelum bergabung dengan Kabinet Kerja, Arief memang pernah memimpin perusahaan telekomunikasi tersebut pada 2002-2013. University of Berkley, Michigan, membuka cabang di Jakarta melalui kerja sama dengan Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII). Liartha adalah rektor universitas itu sekaligus Ketua LMII.

Dalam situs resminya, LMII mempublikasikan daftar alumni yang meraih gelar PhD dari kampus tersebut. Sejumlah nama beken, seperti Arief Yahya, anggota DPR Kamarudin Watubun dan Lili Asdjudiredja, mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Hadiman, serta mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Alexander Bambang Riatmodjo, ada dalam daftar tersebut.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menginspeksi mendadak kampus LMII yang ada di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dari hasil inspeksi, Nasir menyatakan LMII adalah kampus bodong karena izinnya hanya sebagai tempat kursus. Ijazah yang dikeluarkan LMII juga dinyatakan palsu. Liartha mengatakan semua nama yang ada dalam situs LMII benar pernah mengikuti program PhD Berkley, walau dia tak bisa mengingat pasti tanggal-tanggalnya. “Sudah lama sekali, kampus kami juga sudah pindah tiga kali.”

Dia bahkan menyebutkan masih berhubungan dengan mantan Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal (Purnawirawan) Hadiman. Melalui stafnya, Liartha mengklaim, Hadiman mengatakan tak ada yang salah dengan kampus Berkley. Hadiman, menurut Liartha, juga berjanji akan memberikan dukungan. “Katanya, tak usah layani Mendiknas yang baru ini,” ucap Liartha.

Categories
Pendidikan

10.985 Desa Di Indonesia Tidak Punya Sekolah Dasar


Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data bahwa berdasarkan hasil pendataan potensi desa yang dilakukan tiga kali dalam sepuluh tahun, sebanyak 10.985 desa masih belum memiliki sekolah dasar (SD) atau mencapai 13,37 persen. “Sebanyak 10.985 desa masih belum memiliki sekolah dasar, termasuk madrasah ibtidaiyah, atau sebesar 13,37 persen dari total 82.190 desa,” kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 16 Februari 2015.

Suryamin mengatakan, dari 10.985 desa yang tidak memiliki sekolah dasar tersebut, sebanyak 2.438 desa atau kelurahan di antaranya memiliki jarak tempuh sedikitnya tiga kilometer ke SD terdekat. Sedangkan 86,63 persen lainnya sudah memiliki sarana sekolah dasar. “Untuk sarana pendidikan SLTP sudah ada di 6.799 kecamatan, atau mencapai 96,11 persen. Adapun 275 kecamatan atau 3,89 persen tidak memiliki sarana pendidikan SLTP,” ujar Suryamin.

Dari 275 kecamatan yang tidak memiliki sarana pendidikan SLTP tersebut, sebanyak 66,91 persen, atau 184 kecamatan, jarak tempuh ke SLTP terdekat lebih dari enam kilometer. Untuk tingkat SLTA, masih terdapat 816 kecamatan atau 11,54 persen yang belum memiliki sarana pendidikan tersebut. Sebanyak 508 kecamatan di antaranya, jarak tempuh ke SLTA terdekat lebih dari enam kilometer.

Sementara untuk ketersediaan pelayanan kesehatan dasar, yang merupakan hak masyarakat, ternyata 117 kecamatan belum mempunyai puskesmas atau puskesmas pembantu (pustu). Sedangkan 6.957 kecamatan telah memilikinya.

“Kecamatan yang belum memiliki puskesmas atau pustu tersebar di sembilan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua,” ujar Suryamin.

Berdasarkan hasil potensi desa 2014, pada April 2014 tercatat sebanyak 82.190 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 73.709 desa, 8.412 kelurahan, dan 69 UPT. Potensi desa juga mencatat ada 7.074 kecamatan dan 511 kebupaten/kota.

Categories
Pendidikan

Download Video Guru Perempuan Pukul Siswa dan Suruh Siswa Lain Ikut Memukul


Video kekerasan guru terhadap muridnya di YouTube menghebohkan Makassar. Sebab, dalam video tersebut, pelaku kekerasan menggunakan dialek Makassar. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar mengatakan telah melihat video kekerasan tersebut. Dia akan menyelidki kasus tersebut. ”Apakah kejadiannya di Makassar atau bukan,” kata Ismunandar, Kamis, 22 Januari 2015.

Video kekerasan guru terhadap muridnya diunggah pada 27 Februari 2014 oleh akun bernama Maz Boy di Youtube. Video berdurasi 4 menit 6 detik ini telah dilihat lebih dari 3 ribu orang. Judulnya (HOT) TINDAK KEKERASAN IBU GURU DALAM KELAS. “Saya mendapatkan video ini dari forum kaskus,” kata Maz Boy.

Dalam video yang menjadi pembicaraan warga Makassar ini, tampak seorang guru perempuan mengenakan jilbab putih, baju, dan celana panjang berwarna hitam menendang kemudian memukul seorang siswa laki-laki yang berdiri di sudut ruangan.

Siswa yang dipukul ini pun terlihat hanya tertawa saat kembali ke tempat duduknya. Sementara temannya yang lain hanya diam menyaksikan aksi gurunya. Video ini diduga diambil seorang siswa menggunakan kamera telepon genggam.

Tidak hanya sampai di situ, guru berkaca mata ini juga memberikan hukuman kepada seorang siswa dengan cara mengerjakan soal di papan tulis. Guru dalam video juga menyuruh siswa lain memukul badan siswa yang sedang menulis.

Categories
Pendidikan Taat Hukum Tokoh Indonesia

Profil Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Musakkir SH MH Yang Tertangkap Basah Nyabu Bareng Mahasiswi Di Hotel Grand Malibu


Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Musakkir SH MH, yang ditangkap saat pesta sabu bersama mahasiswinya di Hotel Grand Malibu, Jumat dini hari lalu, sebelumnya memiliki prestasi yang cukup kinclong. Dari informasi yang didapat dari website pribadi Prof Musakkir, saat masih kuliah, ia sempat terpilih sebagai Mahasiswa Teladan Fakultas Hukum Unhas Tahun 1988. Di samping itu, ia juga pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Terbaik I Angkatan 1984 Tahun 1987.

Selain itu, Guru Besar Hukum Unhas kelahiran Jeneponto, 30 Nopember 1966, itu merupakan peraih medali emas, perak, dan perunggu dalam berbagai kejuaraan karate baik di tingkat nasional maupun regional. Prestasinya di bidang olahraga karate itu mengantarkannya sebagai wasit terbaik Karate-Do Gojukai tahun 1992 di Jakarta. Pemegang DAN V International Karatae-Do Gojukai Asociation (IKGA) sejak tahun 2003 itu memperoleh predikat SHIHAN dari IKGA dalam Karate-Do Gojukai sejak Tahun 2003.

Maka tak heran jika penangkapan Prof Musakkir itu membuat sejumlah kerabat dekatnya kaget, termasuk mahasiswanya di Fakultas Hukum Unhas. “Kami kaget. Semua mahasiswa keluar ruangan dan memperbincangkan penangkapan Prof Musakkir,” kata salah satu mahasiswa, Andi Dian Furqani.

Prof Musakkir, kata dia, dikenal sangat ramah dengan mahasiswa. Sehari-harinya, ia sering bercengkrama dan membina sejumlah UKM di Unhas. “Kami tak pernah menduga. Karena beliau sangat baik sama mahasiswa,” ujarnya. Prof Dr Musakkir ditangkap saat pesta sabu bersama rekan dosennya, Ismail Alrip SH MKN, di kamar 312 Hotel Grand Malibu oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Keduanya ditemukan sedang nyabu bersama seorang mahasiswinya bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa. Dari penangkapan itu, polisi menyita dua paket sabu, lengkap dengan alat isapnya.

Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Musakkir, yang ditangkap saat pesta sabu di Hotel Grand Malibu, selama ini menjadi dosen favorit bagi mahasiswanya. Alasannya, Musakkir memiliki pribadi yang menyenangkan, baik saat mengajar maupun saat bercengkrama dengan mahasiswa. “Cara mengajar beliau bagus dan mudah dimengerti,” kata mahasiswa Fakultas Hukum, Muhammad Ichwanul Reiza, Jumat, 14 November 2014. Reiza menilai, tidak ada tingkah laku Musakkir yang menunjukan sebagai ia seorang pecandu narkotika. “Beliau juga kami kenal religius.”

Polisi menggerebek beberapa kamar di Hotel Grand Malibu, Makassar, pada Jumat, sekitar pukul 03.00 Wita. Musakkir dibekuk dalam kamar 312 bersama rekan dosen bernama Ismail Alrip dan seorang mahasiswa bernama Nilam. Dari tangan mereka disita barang bukti 2 paket sabu dan alat pengisap. Polisi kemudian beralih ke kamar 308 dan menangkap Andi Syamsudin alias Ancu, 44 tahun, serta mahasiswi bernama Ainum Nakiyah. Dari keduanya, polisi menyita 1 gram sabu, 2 pil ekstasi, dan alat pengisap. Selanjutnya giliran kamar 205 menjadi sasaran. Di sana ditangkap Harianto alias Ito, 32 tahun, dengan barang bukti sabu sisa pakai dan alat pengisap.

Informasi tentang penangkapan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Musakkir, SH, MH, saat mengkonsumsi sabu bersama mahasiswinya membuat geger seisi kampus. Seluruh mahasiswa dan dosen berkumpul untuk membicarakan kasus tersebut. Dari pantauan, sejumlah mahasiswa ramai-ramai berkumpul di depan Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mereka terkejut mendengar informasi penangkapan guru besar Fakultas Hukum Unhas itu. “Kami kaget. Semua mahasiswa keluar ruangan dan memperbincangkan penangkapan Profesor Musakkir,” kata Andi Dian Furqani, mahasiswa kampus itu, Jumat, 14 November 2014.

Musakkir, kata dia, dikenal sangat ramah terhadap mahasiswa. Sehari-hari, ia sering bercengkerama dengan mahasiswa dan membina sejumlah UKM di Unhas. “Kami tak pernah menduga, karena beliau sangat baik sama mahasiswa,” ujarnya. Seorang mahasiswa lain, Siti Arafah, mengaku malu atas terjadinya insiden tersebut. “Ini sangat mencoreng nama baik kampus. Sebagai mahasiswa, kami merasa malu,” katanya. Prof Dr Musakkir ditangkap saat menggelar pesta sabu bersama rekan dosennya, Ismail Alrip, SH, MKn, dan seorang mahasiswi Unhas di Hotel Grand Malibu, Jumat dinihari , 14 November 2014 oleh Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar.

Di kamar 312, polisi mendapati Musakkir dan Ismail sedang nyabu bersama mahasiswi Unhas bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa. Dari penangkapan itu, polisi menyita dua paket sabu lengkap dengan alat isapnya. Pengelola Hotel Grand Malebu menyatakan tidak mengetahui ada penangkapan pengguna narkotika di hotel mereka. Bahkan mereka tidak tahu ada polisi yang datang ke hotel. “Tidak ada kejadian apa-apa. Laporannya juga tidak ada,” kata perwakilan hotel, Cacha Fadillah, di kantornya Jalan Bontomanai, Makassar, Jumat, 14 November 2014.

Polisi menggerebek beberapa kamar di Hotel Grand Malibu yang berada di Jalan Pelita Raya, Makassar, pada Jumat, sekitar pukul 03.00 Wita. Dalam penggerebekan itu ditangkap guru besar Prof Dr Musakkir yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unhas. Musakkir dibekuk dalam satu kamar 312 bersama rekan dosen bernama Ismail Alrip dan seorang mahasiswa bernama Nilam. Dari tangan mereka disita barang bukti 2 paket sabu dan alat pengisap.

Polisi kemudian beralih ke kamar 308 dan menangkap Andi Syamsudin alias Ancu, 44 tahun, dan mahasiswi bernama Ainum Nakiyah. Dari keduanya, polisi menyita 1 gram sabu, 2 pil ekstasi, dan alat pengisap. Selanjutnya giliran kamar 205 menjadi sasaran. Di sana ditangkap Harianto alias Ito, 32 tahun, dengan barang bukti sabu sisa pakai dan alat pengisap.

Menurut Cacha, tidak ada tamu hotel atas nama Musakkir, Ismail, maupun Nilam. Manajemen hotel juga tidak memiliki data-data tamu yang menginap, karena pesanan kamar dilakukan secara manual dengan sistem grup atau perwakilan. “Sebab masih tahap uji coba. Kamar juga banyak yang belum bisa digunakan,” kata Cacha.

Ihwal kamar nomor 205, 308, dan 312, yang menjadi tempat penangkapan, Cacha mengaku kamar itu memang digunakan malam tadi. Namun pesanan kamar itu atas nama sebuah grup dari Balikpapan. “Maaf, kami tidak bisa pastikan siapa orangnya, karena tamu silih berganti,” ujar Cacha. Informasi tentang penangkapan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Musakkir, SH, MH, saat mengkonsumsi sabu bersama mahasiswinya membuat geger seisi kampus. Seluruh mahasiswa dan dosen berkumpul untuk membicarakan kasus tersebut.

Dari pantauan sejumlah mahasiswa ramai-ramai berkumpul di depan Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mereka terkejut mendengar informasi penangkapan guru besar Fakultas Hukum Unhas itu. “Kami kaget. Semua mahasiswa keluar ruangan dan memperbincangkan penangkapan Profesor Musakkir,” kata Andi Dian Furqani, mahasiswa kampus itu, Jumat, 14 November 2014. Musakkir, kata dia, dikenal sangat ramah terhadap mahasiswa. Sehari-hari, ia sering bercengkerama dengan mahasiswa dan membina sejumlah UKM di Unhas. “Kami tak pernah menduga, karena beliau sangat baik sama mahasiswa,” ujarnya.

Seorang mahasiswa lain, Siti Arafah, mengaku malu atas terjadinya insiden tersebut. “Ini sangat mencoreng nama baik kampus. Sebagai mahasiswa, kami merasa malu,” katanya. Prof Dr Musakkir ditangkap saat menggelar pesta sabu bersama rekan dosennya, Ismail Alrip, SH, MKn, dan seorang mahasiswi Unhas di Hotel Grand Malibu, Jumat dinihari , 14 November 2014 oleh Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar.

Di kamar 312, polisi mendapati Musakkir dan Ismail sedang nyabu bersama mahasiswi Unhas bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa. Dari penangkapan itu, polisi menyita dua paket sabu lengkap dengan alat isapnya. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menilai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof Dr Musakkir, harus dihukum berat jika benar pesta sabu dengan para dosen dan mahasiswinya. Abraham yang merupakan alumni Universitas Hasanuddin itu juga menilai status guru besar Musakkir harus dicabut.

“Jika itu betul terjadi, maka hukumannya harus berat dan status guru besarnya harus dicabut,” kata Abraham melalui pesan pendek BlackBerry Messenger, Jumat, 14 November 2014. Musakkir diberitakan tertangkap pesta sabu bersama dosen dan mahasiswinya di Hotel Grand Malibu, Jalan Pelita Raya, Makassar, Jumat dinihari, 14 November 2014, sekitar pukul 03.00 Wita. “Kita tangkap mereka setelah ada laporan dari warga. Jadi kita langsung grebek,” kata Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Ajun Komisaris Besar Syamsu Arib, Jumat.

Selain Musakkir, menurut Syamsu, polisi juga menangkap Ismail Alrip, juga seorang dosen, dan Nilam serta Ainum Nakiyah yang tercatat sebagai mahasiswi Unhas. Mereka tertangkap di kamar 308 dan kamar 205. “Kita tangkap mereka di kamar yang berbeda,” ujar Syamsu. Musakkir, Ismail, dan Nilam ditangkap dengan barang bukti 2 paket sabu dan alat pengisap. Setelah diinterogasi, pelaku mengatakan masih ada temannya lagi. Sehingga polisi ke kamar 308 dan menemukan 2 orang lagi, yakni Andi Syamsudin alias Ancu, 44 tahun, dan Ainum. Dari keduanya, polisi menemukan barang bukti 1 gram sabu, 2 butir inex, dan alat pengisap.

“Pengakuan mahasiswi ini dapat dari temannya, yang juga berada di hotel itu,” ujar Syamsu. Dari pengakuan itu, polisi menggerebek kamar 205 dan menemukan Harianto alias Ito, 32 tahun, dengan barang bukti sabu sisa pakai dan alat pengisap. “Kita kembangkan terus ini kasus, siapa saja yang terlibat,” tutur Syamsu. Profesor Musakkir adalah guru besar Fakultas Hukum Unhas.

ektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan kaget dengan tertangkapnya Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan Universitas Hasanuddin Prof Musakkir karena menghisa sabu. Dwi pun menyerahkan kasus ini ke polisi. “Apapun sanksi yang diberikan, Unhas akan mengkuti aturan,” kata Dwia melalui sambungan telepon jumat, 14 November 2014. Dwia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk memastikan informasi yang menyebut bahwa Musakkir tertangkap bersama mahasiswi Universitas Hasanuddin. Hasilnya, perempuan yang ditangkap bukan mahasiswi Unhas. “Sudah kami klarifikasi ke Kapolda dan itu bukan mahasiswi Unhas,” kata Dwia

Sementara itu sekertaris senat Unhas Prof Ambo Ala mengatakan, siapapun dosen yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang ada di kode etik dosen. Komite etik akan memproses kasus Musakkir jika sudah ada bukti. “Tapi kami masih menunggu bukti dulu,” kata Ambo.

Prof Musakkir sebelumnya tertangkap pesta sabu bersama dosen dan mahasiswinya di Hotel Grand Malibu Jalan Pelita Raya, Makassar, Jumat dinihari, 14 November 2014, sekitar pukul 03.00 Wita. Selain Musakkir, polisi juga menangkap Ismail Alrip, juga seorang dosen, dan Nilam serta Ainum Nakiyah yang awalnya diberitakan sebagai mahasiswi Unhas. Mereka tertangkap di kamar 308 dan kamar 205.

Categories
Pendidikan

Pagar Sekolah Ambruk Akibat Pembuatan Saluran Air


Akibat pembuatan saluran air di Jalan Dahlia II, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pagar SMA Negeri 13 yang berada di jalan yang sama ambruk sepanjang 80 meter. Diduga, ambruknya pagar pada Sabtu malam disebabkan pengerukan saluran air yang terlalu dalam.

Kepala SMA Negeri 13 Jakarta Utara, Noviola Leni mengatakan untungnya saat kejadian sedang tidak ada aktivitas di sekolah. “Semua siswa sudah pulang, jadi tidak ada korban jiwa,” kata Leni pada Ahad, 2 November 2014.

Leni sendiri baru mengetahui kejadian tersebut pada Ahad pagi atas laporan seorang pengajar. Pagar setinggi 3 meter dan lebar 150 meter itu ambruk lebih dari separuhnya karena saluran air yang sedang dikeruk oleh backhoe alias alat berat hampir tidak berjarak dengan pagar. “Mungkin mengeruknya terlalu dalam dan mengenai pondasi pagar sehingga roboh,” kata Leni lagi.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal mengklaim kerugian sekolah mencapai Rp 300 juta. Dia menuding pembangunan saluran air di samping sekolah itu dilakukan tanpa perencanaan matang. Hal ini, menurut Kemal, terbukti dari tidak adanya tiang penyangga di sepanjang lokasi pengerjaan proyek. “Penggarap proyek tidak profesional dan bekerja asal-asalan,” kata Mustafa.

Mustafa berencana melayangkan surat untuk meminta pertanggungjawaban dari PT Sigura Maju Jaya selaku penggarap proyek yang ditunjuk Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara.

Mustafa akan memasang pagar darurat di sekeliling sekolah untuk memastikan keamanan. “Petugas keamanan juga akan kami tambah dan bekerjasama dengan RT, RW, dan Polres Jakarta Utara untuk memastikan siswa tetap aman selama proses belajar-mengajar,” ujar dia lagi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Sudin PU Tata Air Jakarta Utara Kuryatna Atmaja mengakui ambruknya pagar sekolah itu akibat pihak kontraktor mengeruk saluran air terlalu dalam. Dia berjanji segera memperbaiki pagar SMA 13 setelah pekerjaan pengerukan saluran air selesai.

Menurut Kuryana, proyek tersebut dimulai pada September lalu dan ditargetkan selesai Desember. “Saya sudah meminta pihak kontraktor memperbaiki pagar itu. Mereka berjanji akan membangun kembali pada Desember setelah pembuatan saluran air selesai,” ujar Kuryatna.

Categories
Pendidikan

Hasil Pengumuman SBMPTN 2014 Di Indonesia


Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 akan mengumumkan hasil ujian seleksi tersebut besok, Rabu (16/7/2014). Peserta menjalani SBMPTN untuk ujian tulis dan keterampilan pada 17-19 Juni 2014 lalu. Tahun ini SBMPTN diikuti oleh 664.509 peserta lulusan SMA/sederajat. Peserta mengikuti ujian tulis untuk meraih satu dari 86 ribu kursi PTN yang disediakan oleh 64 kampus negeri seluruh Indonesia.

Bagi yang ingin melihat kelulusannya, mulai besok peserta bisa mengecek secara online melalui lipsus SBMPTN Kompas.com atau laman sbmptn or dot id. Pengumuman kelulusan tersebut dapat diakses mulai pukul 17.00 WIB.

“Kami sudah mempersiapkan pengumuman hasil tes tertulis ini dengan baik,” ujar Ketua Panitia SBMPTN 2014, Prof. Ganjar Kurnia, Selasa (15/7/2014). Selanjutnya, setelah pengumuman peserta akan melakukan pendaftaran ke kampus tujuan masing-masing. Calon mahasiswa harus menunjukkan Kartu Tanda Bukti Pendaftaran SBMPTN 2014 dan mengikuti segala persyaratan dan waktu yang ditetapkan perguruan tinggi negeri (PTN) bersangkutan.

Universitas Padjadjaran (Unpad) merupakan perguruan tinggi negeri dengan jumlah pendaftar terbanyak pada pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2014, dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri lainnya seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal itu diungkapkan Sub Bidang Informasi dan Humas Panitia Lokal Bandung SBMPTN 2014 yang juga Kepala Humas Unpad Bandung, Soni A Nurhakim di sela ujian SBMPTN di kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).

Soni menjelaskan, pendaftar SNMPTN dan SBNMPTN 2014 ke Unpad jumlahnya masing-masing 72.272 dan 78.535 orang. Unpad, kata dia, masih paling banyak pendaftarnya dibandingkan dengan PTN lainnya. Dia merinci, program studi di Unpad berdasarkan jumlah pendaftarnya, yakni Ilmu Komunikasi 6.357 pendaftar; Manajemen 5.070 pendaftar; Akuntansi 3.663 pendaftar; Farmasi 3.620 pendaftar dan; Psikologi 3.298 pendaftar.

Sementara berdasarkan rasio pendaftar dan kuota, program studi di Unpad masing-masing Manajemen 1:113 2; Teknik Informatika 1:74; Akuntansi 1:61; Administrasi Bisnis 1:55 5 dan; Administrasi Negara 1: 55. Sedangkan pendaftar ke ITB, untuk SNMPTN 2014 sebanyak 23.512 pendaftar dan SBMPTN 2014 29.967 pendaftar. Lalu UPI, untuk SNMPTN 2014 sebanyak 48.031 pendaftar dan SBMPTN 2014 berjumlah 52.629 pendaftar. Kemudian, UIN Sunan Gunung Djati, jumlah pendaftar SNMPTN 2014 sebanyak 9.282 orang dan SBMPTN 2014 berjumlah 10.411 pendaftar. “Unpad paling banyak pendaftarnya,” kata Soni.

Di beberapa perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Gadjah Mada, jumlah pendaftar SNMPTN 2014 sebanyak 62.875 orang. Lalu Universitas Sumatera Utara 60.308 orang; Universitas Diponegoro 57.527 orang dan; Universitas Brawijaya sebanyak 56.900 pendaftar.40 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, dinyatakan gagal. Hal itu disebabkan mereka tidak hadir dalam ujian yang diselenggarakan pada hari Selasa (17/6/2014) kemarin.

“Jadi meskipun mereka masih mengikuti salah satu ujian, baik itu soshum, saintek, maupun Tes Potensi Akademik (TPA), maka dinyatakan gugur. Sebab mereka tidak hadir dalam ujian yang diselenggaran kemarin,” ujar Kepala humas dan protokolo Universitas Jember, Agung Purwanto, Rabu (18/6/2014).

Agung menambahkan, untuk peserta yang mengikuti SBMPTN di Unej tercatat sebanyak 10.772 orang. “Jumlah itu terbagi ke dalam kelompok Sosial Humaniora (Soshum) sebanyak 4.153 orang, kemudian kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 4.169 orang, dan kelompok Campuran sebanyak 2.450 orang,” ungkap Agung.

Categories
Pendidikan

Mengerikan … Kepala Sekolah Jakarta Internasional School Terindikasi Paedofil


Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lidya Freyani Hawadi mengatakan, Kepala Sekolah Jakarta Internasional School (JIS) Timothy Carr terindikasi paedofil. “Timothy Carr atau Tim Carr harus diperiksa karena terindikasi paedofil. Begitu juga dengan wali kelasnya,” ujar Lidya, seperti dilansir kantor berita Antara, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/5/2014).

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya melalui pihak kepolisian, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh. Menurut Lidya, tudingannya ini didasarkan pada kasus mantan wakil kepala sekolah tersebut, yakni William Vahey, yang merupakan buronan FBI terkait pelecehan seksual pada anak. Sebelumnya, kasus kekerasan seksual menimpa AK, murid TK JIS. Selain AK, kekerasan seksual juga menimpa dua korban lainnya.

“Kasus ini akan mulai disidangkan pada Senin (27/5/2014). Kemdikbud menjadi tersangka kedua karena dianggap lalai. Kami siap menghadapi persidangan itu,” jelas dia.

Polda Metro Jaya menanggapi berita korban kekerasan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) yang melapor ke Bareskrim Polri. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, bisa saja dalam pemeriksaan keduanya bertukar saksi untuk melengkapi pemberkasan.

“Jika ada pelapor ke Bareskrim Polri bisa jadi saksi kita, saksi yang sudah kita periksa (di Polda Metro) dapat juga diperiksa kembali di Bareskrim. Keterangan mereka bisa digunakan untuk menyempurnakan berkas kita,” katanya, Jumat (23/5/2014).

Rikwanto menambahkan, dalam penyelidikan kasus, tidak masalah pelapor mengadukan ke dua tempat berbeda. Keduanya, akan sama-sama dilakukan penelusuran. Sedangkan saat ini, lanjutnya, belum ada korban lain yang melapor ke Polda Metro Jaya.

“Pemeriksaan juga belum berkembang ke pihak lain, termasuk pihak JIS,” ujarnya.

Sebelum diberitakan pengacara korban JIS, OC Kaligis mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (22/5/2014). Dia mengatakan bahwa korban lain tindak kekerasan seksual di dalam sekolah itu telah melapor ke Bareskrim Mabes Polri.

Namun, ia enggan menyebutkan berapa banyak dan identitas korban. Hal tersebut, lantaran permintaan dari orang tua korban yang mengatakan permasalahan ini sangat sensitif. Pemeriksaan oleh penyidik, mereka telah mendatangi rumah para korban.

“Dengan berpakaian preman, mereka datang bermain-main dengan anak-anak. Setelah beberapa lama, mereka (anak-anak) akhirnya mengatakan (pelaku) dengan menunjukkan foto ini, foto ini dan foto ini,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, sesuai dengan pengakuan korban, pelaku kekerasan bukan hanya petugas kebersihan alihdaya sekolah, tetapi juga ada oknum lain.

Categories
Pendidikan

Leony Alvionita Siswi SMP Negeri Tabanan Bunuh Diri Usai UN


Tewasnya siswi SMP Negeri 1 Tabanan Bali, Leony Alvionita, 14 tahun, akibat bunuh diri usai ujian nasional membuat tweeps (pengguna Twitter) berduka. Lewat cuitan, mereka menunjukkan rasa duka dan memanjatkan doa. Salah satu ucapan duka berasal dari akun Twitter @deviiisetianiii. Ia mengatakan, “Slmat jlan bwt Leony Alvionita smoga amal ibadhnya ditrima di Sisinya !! ☹.” Ucapan lain berasal dari akun @sheilayla. Lewat cuitan-nya, ia meminta tweeps untuk mengheningkan cipta. “Mari mengheningkan cipta sejenak utk Leony, siswi yang bunuh diri karena tak bisa kerjakan UN matematika,” ucapnya.

Akun @AyoTolakUN pun tak ketinggalan untuk menyampaikan perasaan duka. Akun yang kerap memberikan komentar sarkas soal ujian nasional itu bahkan berkata bahwa UN seharusnya memberikan harapan, bukan keputusasaan. Tak sedikit juga yang mengritik keputusan Leony untuk bunuh diri. Beberapa tweeps menganggap bunuh diri bukanlah solusi yang tepat. “Bunuh diri bkn solusi. Msh panjang jalan di depan, masih. Tp demi kamu #TolakUN lebih lantang kami suarakan @AyoTolakUN #RIPLeonyAlvionita,” ujar akun @mrKampreto.

Nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh pun juga disinggung dalam cuitan duka kepada Leony. Akun @Nabnaab15, misalnya, meminta Muhammad Nuh untuk tidak tutup mata atas kasus Leony ini “Pak @Mohammad_Nuh_, sudah ada yg jadi korban, apakah bpk masih menutup mata&telinga? :’) #RIPLeonyAlvionita,”ujarnya.

Leony tewas bunuh diri pada Selasa, 6 Mei 2014 lalu sekitar pukul 10.00 seusai menjalani UN Matematika. Ia bunuh diri dengan cara menggantung diri menggunakan dasi seragam sekolahnya. Orang tuanya menduga putrinya itu depresi. Leony sendiri terlihat muram usai menjalani ujian nasional mata pelajaran Matematika.

Polisi mendalami motif bunuh diri seorang siswi SMP Negeri 1 Tabanan, Bali, setelah mengikuti ujian nasional mata pelajaran Matematika pada Selasa, 6 Mei 2014. Selain mengumpulkan keterangan dari para saksi, polisi jmengecek kondisi korban bernama Leony Alvionita, 14 tahun, yang dibawa ke Rumah Duka Kerta Semadi, Denpasar. “Informasi dari tetangga korban, belum jelas motif di balik peristiwa itu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kota Tabanan Komisaris Kardika.

Korban pertama kali ditemukan orang tuanya, Oky, di dalam kamar rumahnya di Jalan Mawar Nomor 51 Tabanan, sekitar pukul 10.00, dalam kondisi leher terikat dasi seragam sekolah. Diduga korban mengalami depresi setelah mengikuti UN hari kedua yang mengujikan mata pelajaran matematika. Orang tua korban sempat bertanya kepada anaknya itu sewaktu pulang dari sekolah mengenai kesulitan ujian mata pelajaran tersebut.

Indra, tetangga korban, mengatakanm begitu ditemukanm korban dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Tabanan. Namun, sesampai di rumah sakit, korban sudah tidak bernyawa. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Duka Kerta Semadi di Jalan Kargo, Denpasar. Penyelidikan polisi antara lain dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi sebelum korban mengakhiri hidupnya.

Sedangkan di Depok, Jawa Barat, sebanyak tujuh siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih mengaku gugup dan mulas ketika mengerjakan soal matematika. Mereka yang mengalami keterbatasan pendengaran itu mengeluh soal matematika yang diujikan sangat sulit dan tidak seperti yang diajarkan di kelas. “Susah, saya jadi gugup dan sakit perut,” kata Rifqi, 15 tahun, setelah mengerjakan soal UN. Muhammad Khairulloh, siswa lainnya, bahkan pesimistis bisa mendapatkan nilai baik dalam ujian matematika. “Sepertinya dapat 5, karena susah,” katanya. Padahal, dia sudah belajar keras untuk menghadapi ujian itu. “Rasanya mules, perut saya sakit terus sebelum dan selama ujian,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah SLB Dharma Asih Wiwin Meisawani mengatakan peserta UN tahun ini seharusnya berjumlah delapan siswa. Namun satu siswa berhalangan hadir, dan ada kemungkinan akan menjalani ujian susulan pada minggu depan. “H-3 jelang UN dia bilang enggak bisa ikut karena harus ke luar kota,” katanya. Sekolah, kata dia, telah melakukan berbagai persiapan menghadapi UN. “Kami sudah sering beri pelatihan supaya mereka terbiasa dengan soal-soal ujian,” katanya. Meski mengalami keterbatasan pendengaran, dia mengklaim, siswanya mampu mengerjakan soal seperti siswa umum. UN SMP dijadwalkan berlangsung dari Senin lalu hingga Kamis mendatang. Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia. Hari kedua matematika, ketiga bahasa Inggris, dan terakhir ilmu pengetahuan alam.

Categories
Kriminalitas Pendidikan

Komunitas Pedofilia Diduga Ada Di Jakarta International School


Pengacara korban pelecehan seksual di Jakarta International School, Andi M. Asrun, menduga ada komunitas pedofil di sekolah itu. “Dugaan saja karena pernah ada pedofil buron FBI yang kerja di sana. Jangan-jangan ada komunitas di sekolah itu,” ujar Andi Rabu, 23 April 2014. Buron Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang dimaksud Andi adalah William James Vahey, 64 tahun. William adalah seorang predator seks yang beraksi selama empat dekade sebelum meninggal pada 21 Maret 2014. William menjadi buron sejak 1970. Dia menjadi buronan karena kabur dari hukuman percobaan akibat melecehkan enam anak.

William kabur dari satu negara ke negara lain untuk menghindari kejaran FBI. Ia menjadi guru di sekolah-sekolah internasional untuk mencari mangsa baru. Dalam salinan dokumen FBI disebutkan ia sempat bekerja di JIS selama sepuluh tahun dari 1992 hingga 2002. FBI menduga korbannya mencapai 90 lebih. Andi mengaku heran kenapa seorang pedofil buron bisa sampai bekerja di JIS. Dengan kasus petugas kebersihan yang juga menjadi pedofil di JIS selain William, ia menduga ada komunitas pedofil di sekolah yang hingga kini belum terungkap. “Polisi harus coba selidiki. Jangan sampai ada korban-korban lain di sekolah. Kasihan murid sana,” ujarnya.

Tanggapan Andi ini senada dengan keyakinan keluarga korban pelecehan seksual oleh petugas kebersihan di JIS yang belum lama terjadi. Ibu korban yakin ada korban-korban lain selain anaknya. Akun-akun di media sosial yang mengaku sebagai alumni JIS pun berkata bahwa kasus pelecehan seksual bukan hal baru di JIS. Akun anonim itu menyebut guru-guru juga terlibat.

Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, membantah dugaan ada guru-guru pedofil di sekolahnya. Ia menjamin tidak ada satu pun tenaga pengajarnya yang berani menyakiti siswa. “Saya percaya kepada guru dan tidak ada guru yang menjadi tersangka dalam kasus ini,” kata Carr dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Senin lalu.

Carr yakin staf-stafnya tak bermasalah karena mereka sudah diseleksi ketat dengan standar internasional. Selain itu, kata Carr, calon pengajar juga harus mendapatkan rekomendasi dari tiga kedutaan besar, yakni Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Satu lagi korban pelecehan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School yang melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Menurut Ketua KPAI Asrorun Niam, korban baru tersebut bisa menjadi saksi kunci.

“Korban mengaku pernah melihat korban sebelumnya mengalami hal itu (kekerasan seksual di toilet),” katanya kepada Tempo, Rabu, 23 April 2014. Dia juga mengenali sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku. Sambil didampingi psikolog, korban mengaku pernah melihat korban sebelumnya mengalami pelecehan seksual. “Dia kenal pelaku saat ditunjukkan fotonya,” kata Niam. Korban menyebutkan beberapa istilah asing yang merujuk pada pelaku lainnya. “Dugaannya pelaku bukan hanya petugas kebersihan,” katanya.

Atas dasar itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban terkait dengan korban baru ini. “Kami sudah koordinasi dengan LPSK agar dia dilindungi,” tuturnya. Sebelumnya, orang tua dari seorang siswa TK JIS telah lebih dulu melaporkan kekerasan seksual yang dialami anaknya ke KPAI dan kepolisian. Kepolisian telah menetapkan dua tersangka atas nama Virziawan Amin dan Agun Iskandar, petugas kebersihan di sekolah tersebut.

William James Vahey, pedofil buron Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang juga bekas guru Jakarta International School, ternyata memiliki modus dan preferensi khusus dalam melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berdasarkan keterangan dari situs FBI, William biasa beraksi dengan membius mangsanya terlebih dahulu menggunakan pil tidur. Setelah tertidur, anak tersebut dilecehkan.

Catatan FBI juga menyebutkan William kerap mengincar anak-anak berusia 12-14 tahun. Umumnya, anak-anak yang ia incar adalah mereka yang berjenis kelamin pria. Diduga, korban William sudah mencapai 90.

Untuk mendekati siswa laki-laki, James menjadi guru mata pelajaran yang diminati anak laki-laki. Beberapa di antaranya adalah menjadi pelatih basket untuk tim siswa laki-laki, menjadi guru sejarah, dan menjadi guru geografi. “William juga kerap menemani siswa-siswanya dalam kegiatan tur studi yang sampai menginap,” sebagaimana tertulis di catatan FBI.

William beraksi dari 1972 hingga Maret 2014, bulan di mana ia bunuh diri. Selama beraksi, pria asal Amerika Serikat itu berpindah-pindah sekolah untuk mencari mangsa. Total ada sepuluh sekolah yang pernah menjadi tempatnya bekerja. Salah satu dari sepuluh sekolah itu adalah Jakarta International School, Jakarta Selatan. Di sana, ia mengajar dari 1992 sampai 2002.

JIS sendiri sekarang tengah menjadi perhatian publik akibat kasus pelecehan seksual. Seorang siswa TK JIS dilecehkan petugas kebersihan hingga trauma. Orang tua korban pun berencana menggugat sekolah itu serta meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Categories
Pendidikan Transportasi

Pedofilia Kelas Internasional Buron FBI Pernah Mengajar Di Jakarta International School Dengan Korban 90 Anak


Willam James Vahey menjadi buruan Federal of Bureau of Investigation (FBI) dalam kasus pedofilia yang dilakukannya di sekolah berbagai negara. Dalam menjerat korbannya, Vahey yang pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) ini memiliki trik tertentu hingga akhirnya para korban terpedaya. Seperti informasi yang didapat detikcom dari website resmi FBI, Rabu (23/4/2014), Vahey yang berprofesi sebagai guru itu menjerat korbannya dengan cara mengajak mereka bepergian ke suatu tempat. Saat mereka lengah, Vahey lalu membuat mereka tak sadarkan diri dengan memberikan obat tidur. Saat pra korban sudah tertidur dan tak sadarkan diri, barulah Vahey melancarkan aksi kejinya.

Dalam data USB milik Vahey yang saat ini sudah berada di tangan FBI, didapatkan gambar para korban yang berumur sekitar 12 hingga 14 tahun terbaring tak berdaya. Dalam file tersebut, Vahey mengakui semua perbuatannya sebagai pelaku kelainan seksual dengan menulis secara lengkap lokasi hingga waktu pencabulan.

Vahey sendiri telah tewas bunuh diri pada 21 Maret 2014. Namun FBI tak berhenti melakukan penyelidikan untuk menemukan identitas siswa sekolah yang pernah menjadi korban Vahey. FBI pun berpesan untuk segera melaporkan kepada mereka apabila ada yang merasa pernah menjadi korban pelaku kelainan seksual ini.

Pria 64 tahun itu pernah mengajar sebagai guru di JIS dalam kurun waktu 1992 hingga 2002. Sebelum di JIS, dia pernah menjadi guru di berbagai sekolah di 9 negara lain seperti London, Saudi Arabia, Iran, dan Spanyol.Jakarta Internasional School (JIS) saat ini sedang mendapatkan sorotan publik karena kasus izin TK yang tak resmi serta pelecehan seksual yang dilakukan oleh cleaning service mereka. Namun belakangan diketahui, seorang pelaku pedofilia buruan Federal of Bureau Investigation (FBI) pernah bekerja di sekolah ini dalam kurun waktu 1992 hingga 2002.

Menurut informasi yang diambil detikcom dari situs resmi FBI, pelaku tersebut bernama William James Vahey. Pria berumur 64 tahun itu sempat dicari FBI atas tuduhan kasus kekerasan seksual internasional atau pedofilia. Walaupun Vahey sudah bunuh diri pada 21 Maret tahun ini, namun dia pernah tercatat sebagai guru di berbagai sekolah swasta di berbagai negara sejak 1972.

Vahey sendiri dalam data FBI pernah mengajar sebagai guru di JIS selama 10 tahun. Sebelum di JIS, pria ini pernah tercatat sebagai guru di Saudi Aramco Schools di Dhahran, Saudi Arabia dalam kurun waktu 1980 hingga 1992. Setelah itu dia masih terus melanglang buana sebagai guru di beberapa negara seperti London, Spanyol, Nikaragua bahkan Iran.

Vahey melancarkan aksinya sebagai seorang pedofil dengan cara membuat korbannya yang berumur sekitar 12 hingga 14 tahun tertidur atau tak sadarkan diri. Dari data yang didapat FBI melalui USB milik Vahey, ada 90 orang korban yang saat ini identitasnya masih terus dicari. Jakarta International School (JIS) diduga melakukan pembiaran selama bertahun-tahun atas pelecehan seksual terhadap para muridnya. Setelah kasus itu terungkap ke media, di media sosial berhamburan pengakuan tentang dugaan pelecehan di sana.

Adalan Noorani, pemilik akun Path, yang mengungkapkan kebobrokan JIS selama bertahun-tahun. Noorani menyatakan kalau guru-guru di JIS sering melakukan pelecehan seksual kepada siswanya. “JIS. How ironic. Those western teachers have been sexually abusing the jis students for years and years and no one gets caught and no one daret to speak. Some sick cleaner finally reveals just how unsafe schools are but what parents don’t know is just how sick those teachers can get. Trust me, I Spent nearly all my Indonesian life in JIS.”

Lalu status Noorani itu dikomentari oleh seorang temannya, Khe. “My friend who went to JIS said the same thing earlier.” Noorani kembali menjawab, itulah penyebab anak JIS dikenal nakal dan binal. “My math teacher my thetre teacher my track and field coach that disgusting Frenc f*** with a pony tail, my Spanish teacher.”

Noorani menyebutkan guru-guru di JIS sering melakukan hal yang menjijikkan dengan rekan satu profesi di sekolah swasta internasional yang terkenal bergengsi itu. (Baca: Pedofil Buron FBI Pernah 10 Tahun Jadi Guru di JIS)

Kenyataan lain, seperti dikutip dalam sebuah harian The Jakarta Globe, korban lain adalah seorang anak berusia 9 tahun diperkosa di JIS yang kini telah pindah ke Bali. “One even told my husband that his 9 year old daughter was raped a year ago and that he had moves the girl to Bali.” Kutipan kalimat itu diucapkan oleh ibu korban pelecehan seksual di Taman Kanak-kanak JIS dalam pertemuan orang tua murid JIS beberapa hari lalu.

Kepala sekolah JIS, Timothy Carr, dalam jumpa pers pada 21 April 2014 mengatakan bahwa guru di JIS tidak ada yang terlibat dalam kasus pelecehan di sekolah yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta, itu.