Category Archives: Politik

TNI Bubarkan Demo Mahasiswa Di Makassar Jelang Kedatangan Presiden Jokowi


Jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Makassar seusai kunjungannya di Kabupaten Sidrap, puluhan anggota TNI dari Kodim 1408 BS membubarkan semua aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu (5/11/2014).

Sejak siang hingga sore, mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar silih berganti melakukan aksi demonstrasi. Aksi mahasiswa tersebut dianggap ilegal karena tidak mendapatkan izin dari aparat kepolisian.

Aksi unjuk rasa di bawah jalan layang (fly over) Makassar oleh mahasiswa Lintas Antar-Kampus dibubarkan paksa oleh petugas gabungan TNI dan Polri. Sebanyak 12 pendemo juga diamankan.

Demikian pula aksi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang digelar di depan kampusnya di Gedung Phinisi di Jalan AP Pettarani. Mereka dibubarkan paksa oleh petugas. Kejadian serupa dialami mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang menggelar demo di depan kampusnya di Jalan Sultan Alauddin. Saat dibubarkan paksa, para mahasiswa berlarian masuk ke kampusnya.

Petugas sempat mengingatkan dan mengancam mahasiswa agar tidak melakukan aksi demonstrasi selama kunjungan kerja (kunker) Presiden Jokowi di Sulsel.

“Saya ingatkan, jangan melakukan aksi demonstrasi selama dua hari ini. Jika tidak, jangan salahkan kami mengambil tindakan tegas,” ancam salah seorang anggota TNI kepada mahasiswa dan pihak rektorat di halaman Kampus Unismuh. Mahasiswa pun membubarkan diri dan mengikuti perintah petugas.

Presiden Jokowi tiba di Makassar sekitar pukul 10.00 Wita dengan menggunakan pesawat kepresidenan dan langsung terbang kembali ke Kabupaten Sidrap dengan menumpangi helikopter untuk memantau irigasi dan panen padi di Kabupaten Sidrap serta Pinrang. Selanjutnya, Jokowi kembali ke Makassar dengan menggunakan helikopter dan menghadiri acara peringatan Hari Ketahanan Pangan pada Rabu sore.

Advertisements

Mobil Amien Rais Ditembak Oleh Orang Tak Dikenal


Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengatakan bahwa mobil milik Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais ditembak oleh orang tak dikenal pada Kamis (6/11/2014) pukul 2.00 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, Amien tengah tidur di dalam rumah.

Dradjad menjelaskan, seseorang menembak mobil milik Amien Rais yang tengah terparkir di halaman rumahnya. Rumah Amien terletak di Jalan Pandean Sari, Condong Catur, Yogyakarta.

Setelah kejadian, kata Dradjad, satpam yang berjaga di rumah Amien tak berhasil menangkap atau mengidentifikasi pelaku penembakan yang melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

“Sekarang aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Nanti mungkin Pak Amien akan memberikan penjelasan langsung di Jogja,” kata Dradjad.

Tidak Tunduk Pada Aburizal Bakrie … Agung Laksono Dinonaktifkan


Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan penonaktifan Agung Laksono dan beberapa elit partai karena bersebrangan dengan kebijakan partai. “Mereka sudah tidak mau lagi mengikuti kebijakan ketua umum Aburizal Bakrie,” kata dia ketika dihubungi, Ahad, 10 Agustus 2014.

Menurut dia, tidak etis bila Aburizal mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun, Agung selaku Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ketua Bidang Pemuda Golkar Yoris Raweyai, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Leo Nababan, Wakil Ketua Hubungan Antarlembaga Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Djasri Marin, mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Arya Sinulingga, dan Sabil Rahman malah mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengaku belum mengetahui apakah surat penonaktifan itu sudah dikirim atau belum. Menurut Fadel, pencopotan sebagai pengurus Golkar itu sudah dirapatkan pada Jumat kemarin. Meski sudah diputuskan untuk mencopot Agung dan kawan-kawan, kata Fadel, Aburizal tetap akan memanggil mereka. “Tapi belum tahu waktunya kapan,” ujarnya. Kendati dicopot, dia mengatakan Agung tetap bisa mencalonkan diri sebagai ketua umum partai beringin itu. “Bisa, dia kan hanya dinonaktifkan dari kepengurusan, bukan diberhentikan sebagai kader,” kata Fadel.

Wakil Sekretaris Jenderal, Tantowi Yahya, memaparkan alasan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mencopot Agung Laksono dari jabatan wakil ketua umum. Menurut dia, Agung laksono juga secara gamblang langsung mengakui kesalahannya kepada Aburizal. “Agung sendiri yang bilang mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla,” kata Tantowi saat dihubungi, Ahad, 10 Agustus 2014.

Keputusan Agung untuk berpihak pada Jokowi-JK dinilai berseberangan dengan arah kebijakan politik Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini hingga hari ini masih aktif dalam koalisi Merah-Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bahkan, Aburizal sudah membubuhkan tandatangan dalam deklarasi permanen dengan Partai Gerindra. “Agung memang sudah tak sejalan,” kata Tantowi.

Alasan lain pencopotan, menurut dia, Agung secara masif dan gamblangnya penyebarkan opini untuk mempercepat pelaksanaan Musyawarah Nasional Golkar pada Oktober 2014. Hal ini dinilai berseberangan karena DPP Golkar berkukuh pada Munas Pekanbaru yang merekomendasikan pelaksanaan Munas pada awal 2015. “Sangat wajar dan lazim terjadi pergantian atau reshuffle,” kata dia.

Tantowi juga menyatakan, Aburizal sudah berkomunikasi dan bertemu dengan delapan pengurus yang dicopot. Pertemuan diklaim berlangsung pada Jumat, 8 Agustus lalu. Akan tetapi, keputusan resmi melalui surat keputusan belum dikirimkan ke setiap pengurus tersebut. “Tinggal ditandatangani saja oleh ketua umum,” kata Tantowi.

Selain Agung, Rapat Terbatas DPP Golkar Jumat lalu turut memecat sejumlah nama yang dinilai mendorong pencopotan Aburizal sebagai ketua umum. Nama-nama lainnya adalah Wakil Sekretaris Jenderal Leo Nababan, Waketum Bidang Hubungan Antarlembaga Djasri Marin, Ketua Bidang Kepemudaan Yoris Raweyai, Andi Sinulingga dan Sabil Rahman.

Ketua Tim Pemenangan Agung Laksono sebagai kandidat Ketua Umum Golkar, Fahmi Idris, mengatakan hingga saat ini Agung belum terima surat penonaktifan dari partai beringin. “Finalnya belum. Pak Agung masih di luar kota,” kata dia ketika dihubungi, Ahad, 10 Agustus 2014.

Menurut dia, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu saat ini masih bertugas di Raja Ampat dan baru kembali Senin. Kemungkinan setelah Wakil Ketua Umum Golkar itu tiba di Jakarta baru akan diserahkan suratnya. “Anggota tetap, tapi tidak di jabatan,” ujarnya. Karena itu, dia juga belum tahu langkah apa yang akan ditempuh Agung pascapenonaktifan ini. Fahmi mengatakan penonaktifan Agung karena DPP Golkar kewalahan menghadapi dinamika dan gejolak di internal partai. “Kemampuan krisis manajemen tidak ada,” kata dia.

Fahmi juga menuding DPP tidak mempunyai kemampuan berdialog maupun memberi penjelasan terkait berbagai dinamika internal. Karena ketidakmampuan inilah DPP yang tidak mampu menyelesaikan gejolak internal main pecat. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad membenarkan Agung, Yoris Raweyai, bersama elit lainnya dicopot Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Menurut Fadel, pihaknya memiliki alasan kuat untuk mencopot mereka. Namun diduga pencopotan Agung karena berusaha melengserkan Aburizal sebagai ketua umum.

Horee … Kaus Jokowi 2104 Ditemukan Wartawan Di Mobil Jokowi


Wartawan terkejut melihat sebuah kaus di atas jok tengah kanan mobil dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kaus warna putih yang masih terbungkus plastik itu bertuliskan “Jokowi 2014” dengan sketsa wajah Jokowi di tengahnya.

Wartawan akhirnya mengetahui bahwa kaus tersebut merupakan pemberian seseorang yang mendatangi Jokowi pada Kamis (6/2/2014) siang tadi. “Ya, saya diberi sama orang tadi, yang di sini siang tadi,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis sore.

Jokowi, yang difavoritkan sebagai calon presiden 2014, menganggap tidak ada yang aneh pada desain kaus tersebut. “Ya, benar kan, sekarang memang tahun 2014, bukan 2013,” ujarnya.

Pada siang hari tadi, beberapa orang dari Barisan Relawan Jokowi for President 2014 atau Bara JP mendatangi kantor gubernur. Mereka tidak masuk ke kantor Jokowi. Salah satu relawan hanya mengantarkan seseorang yang hendak memberikan buku karyanya kepada Jokowi.

Sambil mengantar penulis buku itu, relawan tersebut juga memberikan kaus untuk Jokowi. Jokowi pun menerimanya. “Masa sudah diberi, tapi ditolak, ya gimana dong,” kata Jokowi.

Jokowi hanya tertawa saat ditanya apakah ia akan mengenakan kaus itu atau tidak. Jokowi pun masuk ke mobilnya, duduk di jok kiri di samping kaus tersebut, lalu menutup kaca mobil.

Model Seksi Destiara Talita Resmi Jadi Caleg Partai PKPI Yang Diketuai Bang Yos Sutiyoso


Destiara-Talita_5Model seksi Destiara Talita resmi menjadi caleg dari PKPI untuk dapil Jabar VIII. Statusnya sebagai calon wakil rakyat tidak menghalangi model bernama asli Destiya Purna Panca ini muncul dengan pose seksi di kalender tahun 2014 terbitan majalah pria dewasa Popular. Di dalam kalender yang diperoleh Selasa (21/1/2014), Destiya berpose bersama 5 model lainnya di kalender duduk itu.

Dalam akun facebooknya, Destiya mengaku mengawali modelling sejak tahun 2011 lalu dan sudah menjadi model berbagai majalah seperti Sinyal, Motorplus, Soccer, FHM, Popular, hingga Male. Destiya juga pernah memenangkan gelar “The Faces of Asia 2011” yang digelar ME Asia Magazine. Caleg nomor urut VI dari dapil Cirebon-Indramayu ini juga pernah menjadi Babes From The Net versi majalah Popular.

Destiara TalitaNamun kenapa pose seksinya masih muncul sedangkan pencalegannya sedang berjalan, apakah dia tak khawatir suaranya di daerah rontok atau justru berharap dapat limpahan suara masyarakat? Sebenarnya Destiya sudah mempersiapkan kalender khusus untuk daerah pemilihannya. Destiya juga berpose dengan Bang Yos di kalender 2014 yang dibuatnya. Di sampul kalender 2014 PKPI itu Destiya yang mengenakan kemeja merah menyala besebelahan dengan Bang Yos yang mengenakan jas hitam dengan dasi merah.

Nama aslinya Destiya Purna Panca, dikenal di dunia modeling dengan nama Destiara Talita. Model cantik ini dapat tiket nyaleg di Pileg 2014 mendatang lewat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pimpinan Sutiyoso. Di website resmi KPU, Selasa (21/1/2014), Destiya Purna Panca terdaftar sebagai caleg nomor urut 6 dari dapil Jabar VIII. Daerah pemilihan ini meliputi Kabupateng Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon.

Dara manis kelahiran 23 Desember 1988 ini bergelut di dunia modeling. Dalam akun facebooknya, Destiya mengaku mengawali karier di bidang modeling sejak tahun 2011 lalu. Dia sudah jadi model berbagai majalah dewasa seperti FHM dan Popular. Di usia yang baru genap 25 tahun ini Destiya memilih masuk jalur politik. Destiya yang tinggal di Jati Asih, Bekasi, ini memilih bergabung dengan partai Bang Yos.

Dalam berkas profil caleg yang diserahkan ke KPU, Destiya menulis lengkap pendidikannya dari SD sampai SMA di Bekasi. Dia menulis kuliah hukum di Universitas Esa Unggul. Namun Destiya mengosongkan daftar diklat yang pernah diikuti, riwayat organisasi, riwayat pekerjaan, tanda penghargaan juga dibiarkan kosong. Surat pencalegan Destiya diteken Ketua Umum PKPI Sutiyoso pada 15 April 2013. Kini gadis ayu ini masuk Daftar Caleg Tetap (DCT) peserta Pemilu 2014.

Teman-temannya di facebook dan twitter mendoakan dia sukses di Pemilu 2014 mendatang. “Jangan lupa dicoblos,” ujar Destiya mengajak followernya memilih dia, pada 24 Desember 2013 lalu. Setelah dua tahun bergulat di dunia modeling, model seksi Destiara Talita terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pimpinan Sutiyoso.

Di PKPI, Destiara Talita yang bernama asli Destiya Purna Panca ditempatkan sebagai caleg nomor urut 6 dari daerah pemilihan Jabar VIII yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon. Kini Destiya yang sudah sejak 2011 menjadi model berbagai majalah sampai majalah dewasa ini pun mulai beraktivitas politik. Seperti dipantau detikcom dari akun twitternya, Selasa (21/1/2014), Destiya menghadiri berbagai pertemuan PKPI di Jabar.

Tak ketinggalan dia berpose bersama Ketum PKPI Sutiyoso, yang juga pernah jadi Gubernur DKI Jakarta dua periode. Salah satu pose tersebut diambil pada 17 Agustus 2013 lalu, pose tersebut pun diabadikan dalam akun twitternya dengan judul ‘w/ Bpk. Sutiyoso’. Dalam foto tersebut Destiya tampil cantik dengan pakaian merah-putih bunga-bunga, dipadu rok hitam pendek dan sepatu hak tinggi merah menyala. Pakaian Destiya senada dengan Bang Yos yang mengenakan batik PKPI warna merah.

Destiya juga berpose dengan Bang Yos di kalender 2014 yang dibuatnya. Di sampul kalender 2014 PKPI itu Destiya yang mengenakan kemeja merah menyala bersebelahan dengan Bang Yos yang mengenakan jas hitam dengan dasi merah.

Walau Disurvey Berulang Kali Oleh Lembaga Berbeda Jokowi Tetap Nomor 1 Untuk Presiden


Joko Widodo kembali unggul dalam hasil survey calon presiden 2014. Dalam survei nasional elektabilitas calon presiden yang digelar Lembaga Klimatologi Politik (LKP), seperlima responden memilih Jokowi ketimbang calon lain.

“Dalam survei LKP kali ini, Gubernur DKI Jakarta tetap menjadi capres terfavorit pilihan publik. Sebanyak 19,6 persen publik mengaku akan memilih Jokowi sebagai presiden, jika pilpres dilaksanakan hari ini,” ujar Direktur Lembaga Klimatologi Politik Usman Rachman, Senin, 3 September 2013.

Di urutan selanjutnya ada Wiranto dengan 18,5 persen, Prabowo Subianto (15,4), Jusuf Kalla (7,6), Aburizal Bakrie (7,3 persen), dan Megawati (6,1). Berikutnya, Dahlan Iskan (3,4), Rhoma Irama (3,4), Mahfud Md. (3,3), Hatta Rajasa (2,5), dan Surya Paloh (2,4). Tokoh lainnya 1,3 persen. Sebanyak 9,2 persen responden mengaku belum punya pilihan.

Menurut Usman, dari survei calon berpasangan, Jokowi juga unggul. Jokowi yang dipasangkan dengan Megawati ini meraih hasil 30,7 persen. Disusul Wiranto dan Harry Tanoesudibyo (30,4), Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (19,8), dan Aburizal Bakrie-Pramono Edie Wibowo (6,9). Sisanya sebanyak 12,2 persen responden belum menentukan pilihan.

Usman mengatakan, survei dilaksanakan pada 12-18 Agustus di 33 provinsi. Populasi survei ini adalah seluruh calon pemilih dalam pemilu 2014. Jumlah sampel 450 responden. Sampel diperoleh melalui teknik pengambilan secara berjenjang atau multistage random sampling.

Margin error sebesar 4,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara via telepon. Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki peluang untuk menjadi Presiden. Apalagi jika mampu menjaga image yang bagus seperti sekarang ini.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, seandainya Jokowi berhasil membangun Jakarta dalam satu tahun mendatang, misalnya mengurangi kemacetan, banjir, kekumuhan dan membangun pasar baik, pasti image-nya tetap bagus. “Jika begitu, ia harus mencapres,” ujar JK di Padang 1 September 2013.

Terkait dengan adanya wacana untuk memasangan JK dengan Jokowi, Ketua PMI ini mengaku belum memikirkannya. “Pada waktunya lah nanti,” ujarnya.

JK mengaku, belum ada pembicaraan khusus untuk pencalonan dirinya bersama dengan mantan Wali Kota Solo itu. “itu keputusan PDI-P. Tak enak mendahuluinya,” ujarnya.

Sebelumnnya, JK menolak tawaran Partai Demokrat untuk mengikuti konvensi Calon Presiden. Karena, salah satu syarata konvensi harus bersedia pindah ke Partai Demokrat jika menang dalam konvensi. “Tidak mungkin. Saya kan bekas Ketum Golkar. Masak pindah partai,” ujar JK.

Hal ini menurut JK, bukan pendidikan politik yang bagus. Sama tak bagusnya, jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiga tahun kemudian pindah ke Golkar.

Pasca penolakan mengikuti konvensi Demokrat, JK mengaku belum memikirkan pencapresannya pada 2014 mendatang. “Politik itu dinamis. Belum terpikirkan. Tunggu waktunya,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengaku belum memikirkan untuk pencapresan dirinya. “Tak mikir itu. Saat ini saya bekerja untuk Jakarta,” ujarnya setelah memberikan kuliah umum di Unand Padang, 31 Agustus 2013.

Panwaslu Miliki Bukti Rhoma Irama Ceramah Salat Tarawih Berbau SARA dan Memojokan Joko Widodo-Basuki Tjahaja


Panitia Pengawas Pemilu akan memanggil Rhoma Irama dan menggelar perkara terkait isi ceramah penyanyi dangdut itu, yang dinilai berbau SARA, pada Jumat, 3 Agustus 2012. “Kami akan gelar perkara apakah masuk tindak pidana pilkada atau bukan,” ujar Ketua Panwaslu Ramdansyah di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012.

Ahad malam lalu, 29 Juli 2012, Rhoma memberi ceramah dalam salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dalam ceramah itu, Rhoma melakukan kampanye terselubung sekaligus memojokkan pasangan calon lain, Joko Widodo-Basuki Tjahaja, dengan isu SARA.

Seorang jemaah melaporkan kejadian tersebut kepada Panwaslu. Laporan tersebut juga disertai dengan rekaman video berdurasi tujuh menit. “Kami sudah punya videonya, durasi tujuh menit, akan kami jadikan barang bukti,” katanya.

Berdasar bukti tersebut, Rhoma dianggap berpotensi melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pilkada. “Akan kami lengkapi dengan memanggil sejumlah saksi,” ujarnya. Panwaslu hanya memiliki waktu 14 hari sejak kejadian untuk merampungkan perkara ini.

Atas kasus ini, Rhoma dianggap melanggar ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Ia melanggar pasal 116 ayat 1 tentang kampanye di luar jadwal dan pasal 78 ayat 2 tentang penghinaan dengan isu SARA. Ia terancam dijerat hukuman penjara tiga sampai 18 bulan.

Dua aparat Polda Metro Jaya dan dua jaksa Kejaksaan Tinggi Jakarta hadir dalam gelar perkara yang dilakukan tertutup ini. Kegiatan yang dilakukan di lantai 9 gedung Persada Sasana Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat ini, baru dimulai pukul 11.00.

Rhoma sendiri ketika dihubungi menyatakan akan memenuhi panggilan tersebut. Tapi dia menyanggah jika dibilang sebagai juru kampanye dari Foke-Nara. “Tidak benar itu, saya bukan juru kampanye,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Kamis, 2 Agustus 2012.

Sebanyak 53 spanduk misterius berisi dukungan namun bernuansa SARA, untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja, diturunkan paksa. “Ada 51 spanduk di Jakarta Utara dan 2 di Jakarta Selatan,” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta Ramdansyah di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012.

Selain sarat unsur kesukuan dan agama, spanduk juga diturunkan karena dipasang di luar jadwal kampanye. Terlebih pihak Joko-Basuki juga merasa terganggu dan mengaku tidak berada di balik pemasangan spanduk-spanduk tersebut. “Mereka juga ikut menurunkan,” kata Ramdan.

Namun, pihak Panwaslu mengatakan tidak akan mengusut dalang di balik pemasangan spanduk tersebut. Spanduk-spanduk putih itu bertuliskan “Warga Tionghoa dan Umat Kristiani bangga menjadi pendukung setia Jokowi-Ahok”.

“Yang penting sudah dicopot,” ujar Ramdan sambil menambahkan, “Kami khawatir ada potensi adu domba SARA.”

Basuki alias Ahok sebelumnya telah menyesali kemunculan spanduk-spanduk itu. Menurut dia, spanduk dan isinya tersebut sengaja dibuat oleh beberapa pihak untuk menjatuhkan kubunya.

Dia sendiri menegaskan tidak pernah berpikir untuk memasang spanduk seperti itu. “Kami ini bersih dan nasionalis,” kata Ahok ketika dihubungi Tempo, Rabu, 1 Agustus 2012.