Category Archives: Resep Masakan

Cara Membedakan Makanan Yang Pakai Zat Kimia Berbahaya


Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta Dewi Prawitasari memberi tips untuk membedakan hidangan takjil berbahaya dengan yang tidak berbahaya. Makanan yang memiliki warna mencolok sudah dipastikan mengandung pewarna-pewarna tekstil. “Untuk makanan berwarna merah, biasanya warnanya cenderung pink. Anda suka lihat kerupuk merah pink di asinan? Jangan lagi konsumsi itu,” ujar Dewi ketika dihubungi, Minggu (28/6/2015).

Saat sidak bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pusat Jajanan Bendungan Hilir kemarin, Dewi memang menemukan adanya asinan yang berbahaya. Dewi mengatakan, setelah diperiksa, asinan tersebut tidak terbuat dari bahan-bahan yang sehat. Kerupuk dalam asinan mengandung pewarna tekstil Rhodamine B, sementara tahu serta mi yang digunakan dalam asinan itu mengandung formalin.

Dewi mengatakan, hanya sayur-sayuran dalam asinan tersebut yang bisa dimakan karena tidak mengandung zat kimia berbahaya. Dia pun memberi tips untuk mengetahui kualitas asinan yang sering kita beli. Dia menyarankan kepada masyarakat untuk membeli sebungkus asinan dan meletakkannya di meja begitu saja, bukan di lemari es.

Kemudian, lihatlah kondisi tahu dan minya. “Jika tahu dan minya awet, berarti ya pakai formalin,” ujar Dewi. Dewi menyarankan, jika memang sangat ingin makan mi, masyarakat disarankan membeli mi telur saja. Sebab, mi tersebut memiliki sertifikasi BPOM dan dipastikan tidak mengandung formalin.

“Kalau Anda mau pakai mi, pakai mi telur saja yang terdaftar di BPOM. Jadi, tidak tergantung mi basah yang dijual di pasaran,” ujar dia.

Mana Yang Benar Surabi Atau Serabi


BISA jadi sebagian dari kita belum paham tentang surabi. Makanan berbahan dasar tepung beras dicampur tepung terigu dan parutan kelapa muda itu, sebenarnya bukan jenis makanan baru. Ini karena beberapa daerah juga memiliki makanan yang sama. Surabi sejak lama populer di Bandung, Jawa Barat, tetapi di sejumlah daerah di Jawa Tengah juga ada serabi yang bahan bakunya relatif sama dengan surabi. Bahkan di Sumatera Barat pun ada serabi.

Bahan dasar makanan berbentuk bulat yang dimasak dengan kuali dari tanah itu hampir sama. Rasa dasarnya juga sama, gurih, karena unsur kelapa muda atau santan. Bedanya pada bahan tambahan atau topping dan tingkat ketebalan daging surabi. Apabila surabi bandung berdaging tebal dengan aneka topping seperti cokelat, stroberi, oncom, jagung, kurma, ayam, sosis dengan rasa manis atau pedas, maka serabi solo biasanya diberi topping cokelat atau nangka dengan daging lebih tipis dan bisa digulung.

Sementara itu, daging serabi padang juga tak tebal dan dimakan dengan kuah santan yang manis. Ada pula serabi betawi yang mirip surabi, tetapi kinca atau kuahnya adalah gula merah cair.”WAKTU itu aku sebenarnya bingung, mau jual makanan apa. Tempat sudah ada, tetapi aku belum punya ide,” kata Noverio (25), pemilik restoran Soerabi Bandung Kebayoran yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2014) malam.

Dalam kebingungan itu Rio, panggilannya, berkeliling Jakarta mencari ide. Kebetulan dia pernah mencicipi surabi di warung dekat rumahnya di Jakarta. Rasa gurih dan tampilan surabi membuat dia mencari tahu apakah di Jakarta sudah ada yang menjual surabi. Dari informasi yang dia peroleh, belum ada penjual surabi yang dikenal sebagai makanan khas Bandung itu. Tanpa perlu melihat surabi di Bandung, Rio memutuskan membuka restoran surabi pada 2011.

Awalnya ia berkongsi dengan pihak lain. Belakangan kerja sama ini berakhir. Ia memakai label HNH, singkatan nama ibu, dia, dan sang ayah, Hani-Noverio-Heryanto. Lucunya, Rio baru mencoba surabi di Bandung setelah usahanya berjalan.

”Aku mencoba aneka surabi di sejumlah tempat di Bandung supaya tahu seperti apa rasanya, he-he-he,” kata Rio yang mengaku bantuan staf dan orangtua membuat surabi di restorannya disukai konsumen. ”Saya belajar dari pegawai yang berasal dari Bandung.” Sejak dibuka, restoran dua lantai ini relatif ramai konsumen. Apalagi di lokasi itu ada sekolah dan kampus. Di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan juga banyak restoran dengan berbagai jenis hidangan.

Dapur di depan
Meski Rio menyediakan berbagai makanan, seperti nasi bakar dan sate domba, surabi yang menjadi ikonnya. Untuk menarik konsumen, dia membuat dapur surabi di bagian depan restoran lengkap dengan perapian tempat memanggang surabi dengan arang menyala. ”Biaya memasak surabi dengan arang memang agak mahal, tetapi memberi aroma berbeda dibanding jika dimasak dengan gas,” kata Rio yang juga membuka cabang di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, dan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Sudirman, Jakarta.

Lokasi dan suasana restoran berimplikasi pada harga makanan. Dibandingkan dengan surabi warungan, harga surabi di HNH lebih mahal. Kalau harga surabi warungan Rp 7.000-Rp 15.000, di tempat Rio bisa Rp 8.000-Rp 20.000 per buah, tergantung dari isi dan topping-nya. Kaum muda yang datang ke restoran tak melulu mau makan surabi. Andi, siswa SMA Lab School Kebayoran, misalnya, menjadikan surabi sebagai makanan penutup.

”Kurang nendang di perut saya kalau enggak makan nasi dulu,” tutur dia sambil mengunyah surabi rasa cokelat dan keju. Ramai Di Jakarta dan sekitarnya, penjual surabi ada di sejumlah tempat. Salah satunya adalah Surabi Habibi di Jalan Mencong Raya, Ciledug, Kota Tangerang. Warung itu setiap sore sampai malam ramai pembeli. Papan nama Surabi Habibi terpampang besar di depan warung. Papan nama itu menarik mata pengguna jalan yang melintas.Tak heran walau tempatnya kecil dan orang relatif sulit mendapat tempat parkir, konsumen tak kecewa jika mencicipi produknya. Surabi aneka rasa, mulai rasa asli dengan kuah kinca (gula aren), cokelat durian dan keju atau telur, sampai oncom plus campuran mayones dan cabai yang agak pedas pun ada.

Sensasi rasa surabi yang lembut dicampur telur dan oncom yang gurih, plus rasa pedas campuran mayones-cabai, membuat lidah kita bergoyang. Mifta, mahasiswa perguruan swasta di Jakarta, mengakuinya. ”Sejak pertama merasakan surabi di sini, saya ketagihan. Surabinya empuk, gurih, dan murah,” ucap Mifta yang hampir setiap akhir pekan makan di warung ini. Gito, Manajer Surabi Habibi, mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga kualitas makanan. ”Dulu kami memakai arang, tetapi karena tempat ini kecil, debu arang terbang ke dalam dan mengganggu konsumen. Kami lalu memakai gas, tetapi rasanya tidak beda jauh.”

Pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran utama Surabi Habibi. Itu sebabnya, pihak manajemen menjual surabi dengan harga relatif terjangkau, Rp 7.000-Rp 15.000 untuk topping cokelat-keju-durian. ”Setiap akhir pekan kami menambah adonan surabi sampai sekitar dua kali lipat dari hari biasa. Ini karena pembeli terus datang,” kata Gito tentang warung yang berdiri tahun 2013 ini.

Baik surabi HNH maupun Habibi berusaha menyajikan penganan sehat untuk konsumen. Misalnya untuk bahan topping, baik Rio maupun Gito mengaku memilih bahan asli, bukan pewarna atau perasa buatan. Misalnya untuk surabi rasa durian, yang mereka gunakan adalah buah durian, bukan perasa durian.

Resep Rahasia Jamu Obat Kuat Jokowi


Hujan mengguyur Jakarta selama sepekan ini. Akibatnya banjir mengepung Ibu Kota dari segala arah. Tingginya intensitas hujan sebanding dengan blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebelum musim penghujan Jokowi maksimal blusukan dua kali sehari, yaitu siang dan sore sebelum pulang rumah. Kali ini dalam sehari, dia bisa blusukan 4 kali sehari. Dini hari, pagi, siang, bahkan sore sebelum pulang ke rumah.

Meningkatnya intensitas blusukan ini membuat para wartawan kewalahan. Bagaimana tidak, pukul 05.30 WIB kebanyakan sudah bersiap di rumah dinas Jokowi, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, Jokowi punya jamu khusus warisan nenek moyang untuk blusukan. Ini memunculkan pertanyaan dari wartawan mengenai rahasianya.

“Pak kok tetep seger sih blusukan terus?” kata seorang wartawan ketika Jokowi sudah di dalam mobil. Dia membuka rahasianya kepada wartawan sebelum pulang ke rumahnya dari Balai Kota pada Selasa, 21 Januari 2014.

Jokowi meminta sopirnya berhenti sebentar. Dia menyempatkan dirinya menjawab pertanyaan nyeleneh itu. “Ya jamulah, racikan sendiri,” kata Jokowi.

Wartawan mendesak agar Jokowi mau memberi tahu rahasia nenek moyangnya itu. “Nih beli temulawak Rp 10 ribu dapat sekantung kresek gede,” ujarnya. Kemudian ambil satu batang temulawak. Dipotong-potong. “Set, set, set, set,” kata Jokowi sambil memotong-motong jarinya.

Jokowi kemudian mengatakan, temulawak tersebut selanjutnya direbus bereng kacang hijau. Tambahkan gula jawa dan sedikit jahe. “Biar wangi terus minum rutin, pasti sehat selalu,” ujarnya. “Jaga kesehatan lho,” pesannya kepada wartawan. Lalu Jokowi ngacir.

Hati Hati Menjelang Natal dan Tahun Baru Banyak Ayam Potong Berformalin Beredar Di Pasar Bekasi


Warga Kota Bekasi diminta waspada terhadap peredaran ayam potong berformalin. Pasalnya, menjelang Natal dan Tahun Baru peredaran ayam potong berformalin di sejumlah Pasar tradisional Kota Bekasi mulai marak.

Penggunaan formalin ini, diungkap sejumlah pedagang ayam potong, untuk membuat ayam awet hingga seminggu. “Kalau nggak laku hari ini bisa dijual besok atau lusa dengan kondisi tidak bau,” kata Fendi Pradana, sati pedagang ayam potong di Pasat Baru Kota Bekasi.

Ia mengaku kesal karena beberapa rekannya menjual ayam potong berformalin tersebut. “Saya sudah minta agar mereka jangan jual ayam berformalin karena berbahaya buat kesehatan, Tapi rekan-rekan saya itu tetap membandel. Yah sudahlah, itu urusan mereka,” kata Fendi kesal.

Meski tahu pelakunya, namun Fendi enggan menunjukkan pedagang yang menjual ayam berformalin. “Memang nggak semua pedagang di pasar ini jual ayam berformali, hanya ada beberapa saja,” ujarnya.

Fendi hanya menunjukkan cara mudah mengenali daging ayam dengan bahan pengawet. Ciri-cirinya, daging ayam pucat dan tidak dikerubung lalat. “Dagingnya tahan lama,” jelas Fendi.

Namun sebagian besar pedagang, kata dia, tidak tahu menahu proses pemberian bahan pengawet. Biasanya mereka membeli dari tengkulak atau perusahaan penyalur ayam potong sudah dalam kondisi berbahan pengawet. “Kebanyakan ayam tersebut didatangkan dari luar Bekasi,” katanya.

Agar pembeli tidak rugi, Fendi menyarankan memilih daging yang masih segar. Seperti di potong di tempat saat melakukan transaksi, kulit ayam berwarna kuning ketika disiram air panas untuk dicabut bulunya, dan dagingnya merah.

Harga daging ayam sejak sepekan lalu, mulai naik rata-rata Rp 2.500 per kilogram untuk daging ayam besar. Harga sebelumnya Rp 16 ribu menjadi Rp 18.500 per kilogram.

Sebelumnya, harga daging ayam ukuran sedang rata-rata Rp 14.800 menjadi 16.000 per kilogram. “Kemungkinan akan naik terus sampai perayaan Natal dan tahun baru nanti,” katanya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Edy Kadarusman, mengakui sudah banyak mendengar kabar soal maraknya ayam berformalin beredar di sejumlah pasar di Kota Bekasi.

Edy berencana menggelar inspeksi ke sejumlah pasar, pada Senin pekan depan (19/12). Seperti pasar Baru, pasar Kranji, Pondokgede, Jatiasih, dan pasar Jatisampurna.

Pancake Kue Sederhana Dengan Ditaburi Apa Saja


Bahan utama pembuatan pancake adalah tepung terigu, susu, gula, mentega, air, telur, plus pengembang. Cara memasaknya pun sederhana, tinggal menuangkan adonan ke wajan dan kadang cukup satu sisi saja yang bersentuhan dengan wajan.

Untuk menikmatinya, pancake yang masih hangat dapat diguyur sirup, madu, aneka selai, atau cukup bertabur gula halus dan olesan mentega. Pancake dapat pula dinikmati bersama es krim, cokelat leleh, buah-buahan, keju, jus buah kental, dan kacang-kacangan.

Selain pancake manis, ada pula pancake asin (savoury) yang cocok dipadukan sayuran, ikan, jamur, telur, daging sapi, sosis, dan daging ayam. Tentu saja lengkap dengan kucuran saus tomat, mayones, atau saus lainnya. Untuk pancake jenis ini, takaran gula dapat ditiadakan atau hanya dipakai sedikit saja.

Dari bahan baku sama, dapat dibuat hidangan berbeda dengan nama yang lain. Maka, lazim menjumpai dalam daftar menu pancake sejajar dengan waffle. Namun, waffle lebih sering disajikan manis dengan sirup, madu, mentega, atau es krim.

Penganan ini dapat disantap kapan saja, untuk sarapan sampai makan malam. Layak menjadi hidangan pembuka, utama, hingga penutup. Bahkan, pancake dapat pula menjadi kudapan. Cocok disajikan untuk anak balita dan orang dewasa.

Meski banyak orang menganggap pancake hidangan khas Barat, sesungguhnya hidangan sejenis dan masih berkerabat dengan pancake ada di berbagai pelosok dunia. Hanya saja, namanya berbeda-beda.

Di Perancis, misalnya, mereka membuatnya dalam versi tipis dan menyebutnya crepe. Di Jerman, ada pancake yang terbuat dari kentang. Negeri Belanda menyebut pancake dengan pannenkoek.

Di Italia, mereka menyebutnya crespelle. Mereka juga senang mengisi pancake dengan keju ricotta dan cokelat lalu menggorengnya. Mereka menyebut sajian ini cannoli.

Sementara di Afrika, banyak negara mengenal pancake dengan nama pannekoek. Hidangan ini disajikan bersama taburan gula dan bubuk kayu manis.

Di Amerika Utara, pancake kerap disebut hotcake, griddlecake, atau flapjacks. Lain halnya di Meksiko, mereka menamainya cajeta.

Di Benua Asia, banyak negara memiliki pancake khas negara masing-masing. Sebut saja India yang memiliki beberapa jenis pancake, yakni pooda, cheeela, dosa, dan uttapam.

Vietnam pun memiliki beberapa macam pancake, yakni banh xeo dan banh khot di bagian selatan serta banh can dan banh khoai di Vietnam tengah.

Di Nepal, umumnya cenderung savoury pancake yang disebut chataamari yang disajikan dengan daging dan telur. ”Negeri Embun Pagi” alias Korea Selatan memiliki jeon, pajeon, bindaetteok, kimchijeon, dan hotteok.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sajian yang berkeluarga dengan pancake di Nusantara adalah kue dadar dan serabi. Sama seperti pancake, kue dadar dan serabi dapat disajikan asin atau manis.

Apa pun namanya, pancake termasuk hidangan yang mudah dibuat termasuk bagi pemula untuk urusan dapur, mudah dikombina- sikan dengan bahan lain, dan siapa pun bakal mencicipi. Sekalipun hanya berupa pancake dasar dengan sedikit lelehan mentega dan seoles sirup atau madu sebagai pemanis, lidah dijamin bakal tergoda. Hmmmm, enak!

Robot Dapat Menjadi Teman Diet Yang Baik


Empat Kebiasaan Buruk yang Bikin Cepat Tua

Tidak hanya kebiasaan marah yang membuat cepat tua, seperti sering disebut-sebut orang. Ternyata, empat kebiasaan buruk, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tiga gelas per hari, berolahraga kurang dari dua jam per minggu, dan makan sayur serta buah kurang dari tiga porsi sehari, dapat membuat seseorang lebih tua 12 tahun tahun dari usianya. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui studi selama dua puluh tahun terhadap 4.886 orang dewasa di Inggris yang dipilih secara acak. Sebanyak 314 orang yang dipelajari itu mempunyai empat kebiasaan buruk tersebut dan 91 di antara mereka meninggal selama masa penelitian itu. Sebaliknya, 387 dari responden tersebut sama sekali tidak mempunyai keempat kebiasaan itu dan hanya 32 di antaranya yang meninggal dunia. Secara keseluruhan, kematian disebabkan penyakit jantung dan kanker. Mereka yang menjalani empat kebiasaan buruk itu juga lebih tua dari orang-orang sebaya dengan cara hidup sehat. ”Tidak perlu upaya ekstrem untuk masuk kategori hidup sehat, yang penting konsisten dan menghindari faktor risiko,” ujar ketua tim peneliti Elisabeth Kvaavik dari Universitas Oslo. Temuan itu juga tidak berarti bahwa dengan menjalani pola hidup sehat, seseorang akan hidup lebih lama dari lainnya. Akan tetapi, dengan menghindari faktor risiko, setidaknya meningkatkan peluang berumur panjang,” ujarnya

Wisata Kuliner Sarapan Nasi Liwet Mbah Dasi


Mbah Dasi tahun depan akan genap berusia 80 tahun. Saat ini ia sudah lebih dari 35 tahun berjualan nasi liwet setiap pagi di emperan sebuah toko di Ngapeman, di Jalan Gajah Mada, Solo, Jawa Tengah. Mari sarapan nasi liwet Mbah Dasi. Frans Sartono

Sega atau nasi liwet di Kota Solo dulu dijajakan berkeliling kampung oleh ibu-ibu sebagai sarapan pagi. Para penjual kebanyakan berasal dari Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Solo.

Ibu-ibu penjual nasi liwet saat itu menggunakan jarik atau kain dan kebaya. Mereka membawa dagangan dengan cara menggendongnya. Dalam gendongan itu, terdapat panci besar yang dipagari daun pisang mengelilingi panci. Di dalam panci berisi nasi liwet berikut kelengkapannya, yaitu daging ayam dan telur. Penjual nasi liwet juga menenteng panci berisi sambal goreng jipan atau labu siam.

Mbah Dasi yang berasal dari Desa Duwet, Baki, adalah tipikal penjual nasi liwet seperti itu. Dia dulu ider atau berjualan keliling. Namun, sejak tahun 1975, Mbah Dasi mangkal tetap di utara perempatan Ngapeman, Solo. Lokasinya saat ini berada persis di seberang Hotel Novotel dan Hotel Ibis di Jalan Gajah Mada.

Rasa nasi liwet Mbah Dasi masih ”orisinal” dan otentik khas sega liwet (m)Baki yang gurih. Penyajiannya pun masih menggunakan pincuk, tempat makan dari daun pisang. Pembeli bisa makan dengan sendok, tapi bisa menggunakan suru, alat menyuap nasi dari daun pisang. Sambil duduk bersila di tikar, atau dengan dingklik plastik kita bisa sarapan nasi liwet sambil mengobrol dengan Mbah Dasi yang ramah.

”Ini ayam kampung. Menawi mboten ayam kampung lengganane sami mlayu—kalau bukan ayam kampung, pelanggan pada lari,” kata Mbah Dasi dengan bahasa Jawa halus sambil menyuwir-nyuwir daging ayam yang dimasak dengan bumbu opor sehingga terasa gurih.

”Pakai telur satu atau separuh,” tanyanya sopan kepada pembeli—dalam bahasa Jawa halus pula.

Pembeli itu minta telur separuh. Mbah Dasi lalu membelah telur pindang menggunakan sehelai serat benang yang diikatkan pada pegangan panci blirik berwarna abu-abu. Ia tidak menggunakan pisau untuk memotong telur.

Gurih plus gurih

Sarapan nasi liwet adalah menikmati sensasi rasa serba gurih dengan gradasi kegurihan yang berbeda dari setiap unsurnya. Unsur utamanya adalah gurihnya nasi liwet yang dimasak dengan santan kelapa. Untuk 5 kilogram beras, Mbah Dasi memerlukan 4 butir kelapa. Air parutan kelapa itu diperas ditambah air hingga lima rengkot atau rantang (1 rengkot setara dengan 1 liter). Air perasan kelapa itu digunakan untuk ngaru atau memasak nasi. Beras yang sudah lunak kemudian ditanak.

Kegurihan lain datang dari sambal goreng jipan atau labu siam encer yang dimasak menggunakan kaldu ayam kampung sehingga terasa gurih segar. Sambal goreng jipan Mbah Dasi bisa dikatakan tidak pedas meski di dalamnya disertakan cabai merah utuh. Namun, Mbah Dasi menyertakan dua cabai merah bagi penyuka rasa pedas.

Pelengkap makan lain adalah endok kukus atau sepotong telur yang dibuat dari adonan telur yang dikukus dalam daun pisang. Telur kukus itu disajikan hanya seukuran separuh ujung jari.

Yang paling khas, dan paling gurih, dari nasi liwet adalah kumut atau semacam kepala santan. Kumut dibuat dari santan kental yang direbus tanpa diaduk. Pada tingkat suhu tertentu, kepala santan akan naik ke atas dan jadilah kumut nikmat saat terkecap lidah itu.

Sepincuk nasi dengan ayam separuh dan suwiran ayam itu berharga Rp 6.000. Seperti kebanyakan penjual nasi liwet, Mbah Dasi juga menjual ketan yang dibubuhi bubuk kedelai. Kita boleh memilih ketan dengan juruh atau cairan manis yang terbuat dari gula jawa, atau dengan parutan kepala.

Mbah Dasi mulai berjualan sejak pukul 06.00. Biasanya dagangan akan habis sampai pukul 10.00. Ia mulai menyiapkan masakan sejak pukul 01.00 dini hari dan selesai memasak pada pukul 04.00. Kapan tidurnya, Mbah? ”Wah, nggih sak kobere—ya sesempatnya,” katanya.

Pukul 04.15 ia berangkat naik becak langganannya bernama Pardi. Untuk biaya becak pulang-pergi dari Baki ke tempat mangkal di Ngapeman sejauh sekitar 10 kilometer itu, ia membayar Rp 25.000. Begitulah selama lebih dari tiga dekade, Mbah Dasi berjualan nasi liwet melayani orang sarapan pagi dari generasi ke generasi. Kisah ”balada” Mbah Dasi menjadi bumbu tersendiri yang menjadikan nasi liwetnya bertambah gurih.