Category Archives: Sistem Pertahanan

8 Insiden Kecelakaan Hercules di Indonesia


Jatuhnya pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015), bukanlah insiden pertama. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya sebelumnya sudah ada tujuh kecelakaan pesawat Hercules. Kecelakaan kali ini tercatat sebagai insiden kedelapan.

Berikut catatan kecelakaan pesawat Hercules berbagai tipe yang terjadi di Indonesia:

3 September 1964, Selat Malaka
Hercules C-130 milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) bernomor registrasi T-1307 dan dipiloti Letkol Djalaludin Tantu dinyatakan hilang setelah mengalami putus kontak saat melakukan operasi Dwikora. Diperkirakan, pesawat yang membawa 47 anggota Pasukan Gerak Tjepat itu jatuh di perairan Selat Malaka, akibat terbang rendah untuk menghindari radar lawan.

16 September 1965, Long Bawang, Kalimantan Timur
Pesawat Hercules C-130 AURI nomor registrasi T-1306 jatuh tertembak pasukan sendiri. Menurut informasi, sebelum pesawat yang dipiloti Mayor Soehardjo dan Kapten Erwin Santoso itu terjatuh, sejumlah penumpang dan awak sempat terjun dari pesawat dan selamat.

21 November 1985, Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Pesawat intai maritim model Hercules C-130 milik TNI AU jatuh di kawasan Embusan Sigedang, Gunung Sibayak. Pesawat bernomor ekor T-1322 ini menabrak gunung dalam perjalanan rute Medan-Padang dan menewaskan 10 awak pesawat.

5 Oktober 1991, Condet, Jakarta Timur
Kecelakaan yang menelan 135 korban tewas ini terjadi setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, saat perayaan HUT Ke-46 ABRI. Hercules C-130 milik TNI AU bernomor A-1234 ini dipiloti Mayor Syamsul.

20 Desember 2001, Lhokseumawe, Aceh Utara
Hercules L-100 milik TNI AU bernomor registrasi A-1329 itu terbakar karena pendaratan overshoot atau tak sempurna di Lapangan Udara Malikul Saleh. Pesawat yang dipiloti Kapten Rida Hermawan itu diketahui mengangkut 80 penumpang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

11 Mei 2009, Jayawijaya, Papua
Lantaran satu bannya lepas, Hercules C-130 milik TNI AU tergelincir dan mengalami kecelakaan di landasan pacu Bandar Udara Wamena. Ban yang lepas dikatakan mengenai seorang warga.

20 Mei 2009, Magetan, Jawa Timur
Kecelakaan dialami pesawat Hercules L-100-30 bernomor registrasi A-1325, yang mengangkut sejumlah tentara dan keluarganya. Pesawat yang dipiloti Mayor Penerbang Danu Setiawan ini menabrak permukiman dan ladang sebelum akhirnya terbakar dan menewaskan 98 penumpang dan 2 warga setempat.

30 Juni 2015, Medan, Sumatera Utara
Pesawat Hercules C-130 yang mengangkut logistik jatuh menimpa ruko-ruko di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat baru saja lepas landas dari Lapangan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Dua menit kemudian, atau pada pukul 11.50 WIB, pesawat tersebut jatuh.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Hercules C-130 Di Jalan Djamin Ginting Medan


Pesawat Hercules jatuh di Jl Djamin Ginting, Medan. Pesawat ini terbang dari Lanud Suwondo. Menurut KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna, pesawat membawa 12 awak. “Pesawat membawa 12 penumpang,” terang Marsekal Agus, Selasa (30/6/2015).

Berikut kronologi jatuhnya pesawat Hercules A1310 type C-130:

Pukul 11.48 WIB
– Pesawat take off dari runway 23 Suwondo.
– Kemudian saat akan ditransfer ke Medan APP, pilot request RTB

Pukul 11.50 WIB
– Pesawat berbelok ke kanan dan crashed di Pancur Batu sebelum kontak dengan medan APP

Pesawat ini diketahui sedang melakukan penerbangan militer. Pesawat ini hendak terbang ke Pangkal Pinang. Pesawat jatuh menimpa rumah, hotel, dan ruko. Ada 12 kru di dalam pesawat Hercules C130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara. Mereka terdiri dari 3 penerbang, satu navigator dan delapan teknisi.

“Ada 12 kru, terdiri dari 3 penerbang, satu navigator dan delapan teknisi,” kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna saat dihubungi, Selasa (30/6/2015). Misi pesawat hendak berangkat ke sejumlah pangkalan TNI. Pesawat jatuh sekitar pukul 11.50 WIB. Pesawat menimpa rumah dan hotel Berastapi. Belum diketahui berapa korban jiwa akibat kejadian ini. Yang pasti ada korban tewas dibawa ke RS Adam Malik.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna menganalisis sementara penyebab jatuhnya pesawat Hercules di permukiman penduduk di Jl Djamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Ada dua analisis yang mungkin terjadi. “Ada dua analisa kira-kira, pada saat belok kurang speed, sehingga terjadi trouble. Lalu mungkin ada yang rusak,” kata Agus saat dihubungi via telepon, Selasa (30/6/2015). “Kira-kira seperti itu, setiap pesawat Hercules trouble after take off pasti ada sesuatu yang rusak,” sambung Agus menegaskan.

Meski demikian, lanjut Agus, pihaknya masih menunggu penyelidikan untuk menyimpulkan peristiwa kecelakaan itu. Hercules itu diketahui buatan tahun 1964. Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya sebelumnya menyatakan bahwa pesawat jatuh setelah terbang dua menit dari Lanud Soewondo, Polonia, Medan. Pesawat Hercules yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, sedang dalam operasi. Pesawat itu dalam operasi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM).

“Pesawat ini melaksanakan operasi PAUM. PAUM itu adalah Penerbangan Angkutan Udara Militer,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriyatna, Selasa (30/6/2015).PAUM adalah penerbangan pesawat TNI AU dari satu daerah ke daerah lain. Operasi ini sebenarnya operasi rutin.Soal pesawat Hercules yang jatuh, Agus mengatakan pesawat itu terawat dengan baik. Meski diproduksi tahun 1964, pesawat itu dirawat dengan baik karena merupakan andalan TNI AU untuk mengangkut logistik dan personel. “Ini pesawat all weather, andalan kita untuk pesawat angkut,” ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna mengatakan Hercules C-130 yang jatuh di permukiman penduduk Jalan Djamin Ginting, Medan, buatan tahun 1964.”Kalau produksi pesawat Hercules tahun 1964,” kata Agus, Selasa (30/6/2015). Pesawat Hercules jatuh sekitar pukul 12.14 WIB. Pesawat ini diketahui membawa logistik, hendak terbang ke pangkalan-pangkalan militer termasuk ke Natuna dan Pangkal Pinang. Hercules yang merupakan buatan AS ini sangat diandalkan untuk mengangkut personel dan logistik.

Tim SAR Medan langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat Hercules C130 yang jatuh di Jl Djamin Ginting, Medan. Namun hingga saat ini SAR masih belum mendapat informasi tentang korban.

“Personel kami sudah meluncur ke lokasi karena dekat dengan kantor. Jumlah korban belum ketahuan karena dijaga ketat polisi dan diberi police line jadi tidak bisa sembarangan ke lokasi,” kata anggota Tim SAR Sisar Tumit, Selasa (29/6/2015). Sisar menyebutkan bahwa pesawat menimpa hotel di kawasan Simalingkar tersebut. Namun dia belum dapat mengonfirmasi bagaimana kondisi bangunan yang tertimpa.

“Kejadian tadi sekitar pukul 12.00 WIB kebetulan dekat kantor dan kami lihat asapnya. Kami langsung ke TKP,” imbuh Sisar. Sementara itu Kepala SPKT Polresta Medan AKP Sitanggang sudah berada di lokasi. Namun Sitanggang belum dapat memberikan keterangan lengkap. “Nanti akan saya hubungi kembali,” kata Sitanggang. Pihak TNI AU telah menginformasikan bahwa pesawat Hercules membawa 12 prajurit. Bagaimana kondisi mereka belum diketahui, demikian juga dengan kemungkinan adanya korban jiwa dari penduduk sipil.

Pesawat Hercules yang jatuh di atas Jalan Jamin Ginting, Medan sempat meledak di udara sebelum jatuh. Staf Hotel Golden Eleven sempat mendengar ledakan di atas hotel itu. “Sebenarnya meledak di atas Golden Eleven, cuma tidak tahu, terlempar ke arah depan,” kata staf Hotel Golden Eleven, Evrida Karina saat dihubungi, Selasa (30/6/2015). Evrida menggambarkan, lokasi kecelakaan pesawat Hercules itu di seberang hotelnya, namun selisih 2 rumah. “Ada 1 rumah yang tertimpa, usaha pijat BS II,” kata dia.

Dia menyaksikan bahwa pesawat Hercules itu menimpa kabel listrik. Kini, ada asap membumbung. “Ledakan pertama besar, selanjutnya ledakan-ledakan kecil. Letupan-letupan begitu,” imbuhnya. Jalan Jamin Ginting sudah ditutup. Polisi, pemadam kebakaran, ambulans sudah ada di lokasi. Warga masih berkerubung.

Jadwal Buka Tutup Penerbangan Nasional Selama KTT Asia Afrika


PT Angkasa Pura II mengatur jadwal penerbangan di sejumlah bandar udara untuk menyambut kedatangan para delegasi asing peserta 60 Tahun Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). Akan ada penutupan jadwal penerbangan pada bandara-bandara di bawah kewenangan PT Angkasa Pura II untuk keperluan tersebut.

Dalam pernyataan resmi perseroan yang diterima pada Sabtu (18/4/2015), PT Angkasa Pura II menyatakan bahaw bandara yang akan dijadikan lokasi penyambutan itu adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta serta Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung. Sementara itu, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang disiapkan sebagai lokasi parkir pesawat kenegaraan dari para delegasi apabila diperlukan.

Berkenaan dengan itu, PT Angkasa Pura II melakukan penyesuaian jadwal penerbangan komersial. “Seiring dengan penerbangan VVIP dalam rangka KTT Asia-Afrika, di Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan penyesuaian jadwal penerbangan komersial pada 19 hingga 23 April 2015 dan 25 April 2015,” tulis perseroan dalam pernyataan resmi.

Khusus pada 24 April 2015, Bandara Halim Perdanakusuma dibuka untuk penerbangan sipil pada pukul 05.00 hingga 05.30 WIB, kemudian ditutup pada pukul 05.30 hingga 18.00 WIB. Penerbangan dibuka kembali pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB dan kembali ditutup pada 21.00 WIB hingga 05.00 WIB pada 25 April 2015.

Penutupan sementara untuk penerbangan sipil juga dilakukan di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung. Jadwal penerbangan sipil komersial akan ditutup pada 23 April pukul 16.00 WIB hingga 24 April pukul 21.00 WIB.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta akan menyambut kedatangan para delegasi asing dari 109 negara pada 19 April 2015. Sementara itu, Bandara Internasional Husein Sastranagara di Bandung akan menyambut delegasi asing pada 23 April 2015.

Pesawat F-16 TNI AU Terbakar dan Meledak Di Bandara Halim Perdanakusumah


Pesawat F-16 terbakar dan meledak di Lanud Halim Perdanakusumah. Pesawat itu terbakar sesaat sebelum pilot mencoba untuk take off. Seorang perwira menengah yang bertugas di Lanud Halim Perdana Kusumah mengatakan pesawat itu sedang akan tinggal landas di Lanud Halim. Namun pesawat gagal naik ke atas karena muncul ledakan dari bagian belakang.

“Pesawat bablas. Gagal naik,” ujar perwira itu, Kamis (16/4/2015). Pilot yang mengemudikan pesawat itu Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono. Sang pilot berhasil menyelamatkan diri meski mendapatkan sejumlah luka. “Saat ini sedang dirawat,” ujar perwira tersebut. Sebuah pesawat F-16 dengan nomor ekor 1643 pada pukul 08.15 pagi tadi gagal terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat gagal take off karena muncul api di bagian ekor.

“Pesawat kemudian berhenti, pilot turun dan api dipadamkan,” kata Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto ketika dikonfirmasi, Kamis (16/4/2015). Jet buatan AS tersebut dipiloti oleh Letnan Kolonel Pnb Firman Dwi Cahyono. Berdasarkan foto-foto yang beredar di Twitter, kebakaran yang menimpa pesawat itu cukup hebat. Api berkobar, asap hitam membumbung. Terdapat juga foto pesawat yang telah berhasil dipadamkan dengan busa warna putih yang tampak bertebaran.

Saat ini, menurut Hadi, pesawat tempur F-16 itu sudah ditarik ke hanggar. Menurut informasi yang dikumpulkan, pesawat tersebut sedianya akan atraksi fly pass di depan Presiden Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, bertepatan dengan pemberian gelar ‘warga kehormatan’ kepadanya. Atraksi tetap dilakukan, namun hanya oleh 1 pesawat F-16 saja. Sementara, pilot Firman Dwi Cahyono menderita luka-luka setelah menyelamatkan diri dari pesawat.

Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono berhasil menyelamatkan diri dari pesawat F-16 terbakar yang dipilotinya. Namun perwira menengah itu terluka. “Mendapatkan luka di siku kiri mengelupas, punggung belakang panas, leher luka, luka kecil di siku kanan,” ujar seorang perwira yang bertugas di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2015).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pesawat tempur F-16 yang terbakar di Bandara Halim saat ini sudah ditarik ke hanggar. “Saat ini pesawat sudah ditarik ke hanggar,” kata Hadi saat dikonfirmasi Kamis (16/4/2015). Hadi belum menjelaskan musabab pesawat tersebut terbakar. Rencananya Dinas Penerangan Umum TNI AU akan segera memberikan keterangan tertulis kepada media.

Menurut informasi yang dikumpulkan, pesawat tersebut sedianya akan melakukan fly pass di hadapan Presiden Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, bertepatan dengan pemberian gelar ‘warga kehormatan’ kepadanya. Atraksi tetap dilakukan, namun hanya oleh 1 pesawat F-16 saja. Sebuah pesawat tempur F-16 terbakar saat hendak lepas landas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kepulan asap dari kebakaran pesawat tempur buatan AS ini terlihat dari jarak yang cukup jauh.

“Sempat terdengar ledakan yang cukup keras,” kata salah seorang saksi mata peristiwa itu Kamis (16/4/2015). Warga itu sempat mengirimkan foto kepulan asap akibat terbakarnya pesawat tempur tersebut ke pasangmata.com. Terlihat kepulan asap dari kebakaran pesawat ini cukup pekat. “Pesawatnya mau terbang terus terbakar, tapi tak tahu ada korban apa enggak akibat kejadian itu,” katanya. Seorang perwira TNI AU mengatakan pilot pesawat itu bisa menyelamatkan diri. Namun pilot pesawat ini mengalami sejumlah luka akibat insiden ini.

Rumah Panglima TNI Jenderal Moeldoko Ditabrak Mobil


Kepala Kepolisian Sektor Metro Menteng Ajun Komisaris Besar Polisi Gunawan membenarkan pengemudi Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi B-8-RMY yang menabrak pagar rumah Panglima TNI Moeldoko adalah tetangga Moeldoko sendiri. Pengemudi mobil itu tinggal di Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut dia, pengemudi Pajero berwarna hitam itu bernama Rajendra Suryo Mayera Yamin. “Dia anak seorang pengusaha,” ujarnya, Ahad, 4 Januari 2015. Kecelakaan tersebut, tutur Gunawan, terjadi karena mobil yang dikemudikan Rajendra hilang kendali sehingga menabrak pagar rumah dinas Moeldoko yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Kecelakaan tadi malam, kata Gunawan, disebabkan oleh jalanan licin oleh air hujan. “Tak ada sabotase dalam kecelakaan itu,” ujarnya. Gunawan menuturkan kasus tersebut sekarang tengah diselidiki oleh Kesatuan Lalu Lintas Polisi Resor Metro Jakarta Pusat. Saat mengunjungi rumah Rajendra di Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, pemilik rumah sedang tak ada. Rumah tersebut dijaga dua petugas Polsek Menteng.

Sedangkan kondisi pagar rumah Moeldoko yang panjangnya hampir 3 meter melengkung akibat tertabrak. Di sisi rumah tampak bekas reruntuhan pagar yang telah dirapikan. Sedangkan serpihan bagian depan mobil penabrak belum dibersihkan. Rumah dinas Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Jalan Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, ditabrak seorang pemuda pada 3 Januari 2015 sekitar pukul 22.59 WIB. Dari foto yang diunggah akun resmi Traffic Management Centre Kepolisian Daerah Metro Jaya di Twitter, @TMCPoldaMetro, tampak sebuah mobil Pajero Sport berwarna Hitam menabrak pagar depan rumah dinas yang dikawal anggota TNI.

Sejauh ini, TNI tidak menganggap serius peristiwa penabrakan tersebut. “(Pemeriksaan) hanya oleh polisi saja. Itu kecelakaan lantas,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya, Ahad, 4 Januari 2015. Fuad memastikan TNI tak ikut campur dalam penanganan kasus tabrakan tersebut, meski melibatkan dan berpotensi membahayakan pimpinan tertinggi TNI. Peristiwa yang tak menimbulkan korban jiwa tersebut hanya digolongkan sebagai kecelakaan lalu lintas tanpa motif ancaman. “Itu hanya kecelakaan biasa,” ujar Fuad.

Berdasarkan dua foto yang diunggah akun TMC, mobil Pajero yang dikendarai seorang pemuda tampak rusak parah di bagian depan setelah menabrak pagar putih rumah dinas Moeldoko. Kaca mobil di beberapa bagian juga tampak pecah. Sedangkan pelaku atau pengendara diklaim selamat dan menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Kepolisian masih menangani kasus penabrakan rumah dinas Panglima TNI Mayjen Moeldoko di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Petugas Call Center National Traffic Management Center (NTMC) Lantas Polri mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.54 WIB, Sabtu, 3 Januari 2014. “Kini sudah dalam penanganan Polri,” ujarnya saat dihubungi, Ahad, 4 Januari 2015.

Dia menjelaskan, setelah peristiwa tabrakan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Diponegoro lancar. Sebelumnya, jalanan di sekitar Taman Suropati sempat macet, seperti diungkapkan akun Twitter @daniellaayu, Sabtu malam, “Pantesan macet sekitar tamsur,,ternyata ada pajero nyusruk ke rumah orang..and pintu… (at Taman Suropati).”

Berdasarkan foto yang diunggah TMC Polda Metro lewat akun Twitter @TMCPoldaMetro, kondisi mobil berwarna hitam tersebut melintas pembatas jalan dan menabrak pagar putih rumah dinas Panglima TNI. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya menuturkan pengendara mobil tersebut seorang pemuda, yang sebelumnya sempat menabrak sebuah mobil tak jauh dari jalan di kawasan tersebut. “Ada anak muda mobilnya kepleset. Dia nabrak mobil, lantas membanting setir, sehingga kena pagar rumah,” kata Fuad. Fuad memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. “Tidak ada korban. Pengendara sudah dibawa polisi untuk diperiksa. Dan dia bilang, dia bertanggung jawab atas kejadian tersebut.”

Sejauh ini, ujar Fuad, TNI menganggap peristiwa itu sebagai kecelakaan biasa. “Biasa aja, enggak ada masalah. Itu kecelakaan biasa. Pagar pun langsung kami perbaiki,” tutur Fuad. Saat ini polisi sudah mengevakuasi Pajero berwarna hitam tersebut. Menurut Fuad, Panglima TNI Moeldoko pun tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah, karena kecelakaan bisa terjadi di mana pun dan pada siapa saja.

Ribuan Pengunjung Serbu Pameran Alutsista TNI


Ribuan warga DKI Jakarta hari ini memadati pameran alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI yang digelar di Silang Monas, Jakarta. Acara ini digagas oleh TNI Angkatan Darat dalam rangka memperingati hari Juang Kartika ke-69. Warga antusias melihat pameran tersebut. Salah satu pengunjung, Lindawati (36) warga Ceger Jakarta Timur mengajak kedua anaknya. Linda bela-belain naik Transjakarta dari Taman Mini bersama kedua tetangganya yang juga membawa anak-anaknya.

“Dua kali transit, mau lihat pameran ini. Anak-anak kan biasanya senang,” ujar Linda di Monas, Jakarta, Sabtu (13/12). Apalagi, kata Linda, pameran ini masuknya tidak bayar alias gratis. Hiburan seperti ini yang diminatinya setelah harga bahan pokok naik karena BBM. “Sekarang semuanya naik waktu BBM dinaikkan sementara UMP tidak mau dinaikan oleh Ahok, minimal pameran begini buat refreshing mbak. Pusing, menghilangkan pusing,” ujar Linda.

Selain Linda, ada pula pengunjung yang datang dari Makassar. Anto (47) sengaja datang dari Makassar untuk menyaksikan pameran ini. Pameran ini merupakan yang ketiga diadakan tahun ini. Sebelumnya, juga pernah diadakan pada acara puncak HUT TNI ke-69 di Armatim Ujung, Surabaya dan di HUT Ke-65 Kodam V Brawijaya, bulan lalu.

Di dalamnya, dipamerkan 200 unit peralatan tempur. Seperti helikopter, persenjataan infanteri, kavaleri, tank Leopard, artileri medan, artileri pertahanan udara dan Penerbad. Pameran dibuka dari tanggal 12 hingga 16 Desember. Mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Pantauan merdeka.com, banyak orangtua turut serta membawa anak-anaknya melihat pameran ini. Tak ketinggalan pula pasangan muda mudi yang turut mengabadikan foto mereka di belakang alutsista TNI.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara penutupan pameran alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang digelar TNI AD dalam rangka memperingati hari Juang Kartika Ke-69, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014). Setibanya di lokasi, Jokowi langsung berkeliling menggunakan panser anoa. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB dengan mengenakan pakaian putih hitam. Kedatangannya langsung menyedot ribuan orang yang ada di lokasi pameran.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI M Munir mengatakan, pameran ini digelar sebagai bagian dari pertanggungjawaban terhadap anggaran yang telah diberikan kepada TNI AD. Munir berharap, melalui pameran ini, masyarakat semakin merasa dekat dengan TNI. Masyarakat, kata dia, bisa semakin memiliki kebanggaan terhadap TNI dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.

Pameran ini digelar mulai 12-15 Desember 2014 dan merupakan pameran alutsista ketiga yang digelar TNI pada tahun 2014. Sebelumnya, pameran serupa pernah diadakan pada acara puncak HUT Ke-69 TNI di Armatim Ujung, Surabaya, dan di HUT Ke-65 Kodam V Brawijaya pada Jumat (8/10/2014). Dalam acara ini, masyarakat bisa melihat dan berfoto bersama dengan 200 unit peralatan tempur yang dipamerkan, di antaranya tank leopard, helikopter, persenjataan infanteri, kavaleri, artileri medan, artileri pertahanan udara, dan penerbad (penerbang AD).

Selain pameran alutsista, acara ini juga dimeriahkan dengan pagelaran kesenian dari Satuan Jajaran Kodam Jaya dan Komam III/Siliwangi, panjat tebing, lomba fotografi, pengenalan pakaian TNI AD dari masa ke masa, dan menampilkan berbagai macam sajian kuliner. Tank Leopard turut ‘diparkir’ di silang Monas dalam rangka pameran Alutsista TNI AD. Ketika rombongan Presiden Joko Widodo melintas, tank buatan Jerman ini berhasil mencuri perhatian presiden RI ketujuh itu.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu sedianya hendak menuju stand Kopassus di silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014), menggunakan mobil golf. Ia ditemani Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayjen Andika Perkasa yang menyetir mobil golf itu. Jokowi juga ditemani Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Numantyo. Mobil putih kecil itu melaju menuju stand Kopassus. Namun di tengah perjalanan ‘kecil’ itu, moncong kaliber 120 mm menarik perhatian Jokowi.

Ia tiba-tiba meminta mobil golf itu berhenti, ia turun dan mendekati kendaraan yang memiliki kanon besar itu. Ternyata kanon itu adalah milik Tank Leopard II, tank kelas berat milik TNI AD. Tanpa sambutan dan ‘permisi’, Jokowi langsung naik ke atas tank dengan bobot 62 ton itu. Ia melihat ke dalam palka yang terbuka, dan mengintip jeroan tank tersebut.

Kemudian KSAD Jenderal Gatot menyusul Jokowi ke atas tank. Ia pun tampak menjelaskan berbagai hal terkait tank tersebut, dan Jokowi tampak menyimak dengan seksama. Selama 10 menit berada di atas Leopard, Jokowi turun dan kembali ke mobil golf. Lalu ia melanjutkan perjalanan menuju stand Kopassus untuk memberikan pandangannya terkait alutsista TNI. Dalam debat capres Pilpres lalu, Jokowi sempat mempertanyakan soal pembelian tank Leopard yang dikabarkan terlalu berat bobotnya untuk jalanan Indonesia. Namun setelah diuji coba di beberapa kota, tank itu mampu leluasa berlalu lalang di jalanan.

Situasi Kota Enarotali Mencekam Setelah Masyarakat Serang Markas Polisi dan Koramil


Situasi Kota Enarotali, Paniai, Papua, belum sepenuhnya kondusif. Warga berkumpul tak jauh dari Mapolsek dan Koramil Madi, Enarotali. Sebelumnya, mereka menyerang kedua markas institusi tersebut. Menurut informasi, 4 warga tewas dan 22 terluka dalam kejadian tersebut. “Sampai saat ini anggota TNI dan polisi masih terus berjaga-jaga,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistiyo Pudjo, Senin (8/12/2014).

Pudjo menjelaskan, penembakan warga bermula saat seseorang berkendara tanpa lampu, Minggu (7/12) malam. Ia ditegur warga dan marah. Tak lama berselang, orang itu datang bersama teman-temannya dan berkelahi dengan masyarakat. “Di lokasi tersebut sempat terjadi penembakan 3 kali oleh kelompok yang baru datang,” jelas Pudjo.

Peristiwa itu berlanjut pada pukul 02.30 wit. KPUD Paniai dibakar. Pelaku belum diketahui. Pagi harinya, terdengar rentetan tembakan. Anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi, mundur ke Polsek dan Polres. Ratusan orang kemudian menyerbu Koramil Paniai dan Polsek Paniai Timur. “Saat terjadi hujan batu dan panah. 3 anggota Polsek luka dan 3 anggota Koramil luka 3 mobil masyarakat dan 1 mobil TNI rusak berat, kaca-kaca Polsek dan Koramil hancur,” kata Pudjo.

Pujo belum bisa mengkonfirmasi soal tewasnya 4 warga dan 22 terluka. Kepolisian akan berkoordinasi dengan bupati, tokoh agama dan tokoh setempat. Terjadi penyerangan di Polsek dan Koramil Paniai, Papua. Insiden dipicu oleh peristiwa Minggu (7/12/2014) sekitar pukul 20.00 Wit, dimana ada seseorang tidak dikenal nekat berkendara tanpa lampu. Polisi mengimbau agar masyrakat tidak mudah terprovokasi.

“Kepolisian meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi atau diprovokasi oleh oknum atau sekelompok oknum yang menghendaki jatuh korban dari masyarakat atau TNI, mengapa ada perkelahian, mengapa ada pembakaran, mengapa ada kode berondong dari atas gunung, hal itu perlu direnungkan oleh masyarakat agar tidak terprovokasi,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistyo Pudjo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/12/2014).

Tiga anggota Polsek mengalami luka. Juga tiga anggota Koramil luka. “Tiga mobil masyarakat dan 1 mobil TNI rusak berat di Koramil. Kaca-kaca di Polsek dan Koramil hancur,” kata Pudjo. Informasi yang berkembang terdapat empat orang dari masyarakat meninggal dunia. Namun hal tersebut belum terkonfimasi. “Saat ini polisi belum dapat mengecek ke rumah sakit,” kata Pudjo.

Aparat selanjutnya melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan bupati, tokoh agama dan juga masyarakat. “Besok akan segera di kirimkan tim dari Polda ke lokasi di pimpin Kabid Propam. Mengenai jumlah korban dari masyarakat yang di provokasi sedang dilakukan pengecekan karena masih simpang siur dan belum memperoleh data dari rumah sakit,” jelasnya.