Category Archives: Sistem Pertahanan

Daftar Nama Pejabat Indonesia Yang Jadi Target Pembunuhan ISIS


Sejumlah pejabat sipil dan militer di Indonesia termasuk di dalam daftar target pembunuhan oleh jaringan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Informasi itu dirilis Daily Mirror, Kamis (9/6/2016), dengan merujuk informasi dari kelompok peretas pro-ISIS, United Cyber Caliphate (UCC), yang diperoleh grup media Vocativ.

Grup media Vocativ mengkhususkan dirinya dalam usaha menyelidiki sisi-sisi tersembunyi dari web. Namun, media ini tak mau memberikan nama-nama target serangan ISIS itu. Daftar nama-nama target ditulis dalam bahasa Inggris dan Arab sebagaimana diungkap oleh grup media tersebut. Menurut Daily Mirror, yang mengacu pada grup media Vocativ, kelompok peretas pro-ISIS telah merilis 8.318 warga Amerika Serikat pada “daftar target pembunuhan”.

Bersama para pejabat militer dan pemerintah, pengusaha, dan selebriti AS, terdapat juga nama-nama warga Kanada, Australia, dan Inggris. Mereka itu terdiri dari 7.848 warga AS, 312 warga Kanada, 39 warga Inggris, dan 69 warga Australia. Mereka menjadi target prioritas.

Detail target
Kelompok peretas UCC yang pro-ISIS itu merilis tidak saja nama-nama target, tetapi juga termasuk rincian alamat, kontak surat elektronik, pada aplikasi layanan pesan rahasia. ISIS mendesak para pendukungnya untuk “mengikuti ” mereka yang telah terdaftar dan “membunuh mereka sebagai balas dendam bagi umat Islam”. Demikian lapor Daily Mirror.

Para peretas pro ISIS relah merilis daftar nama, alamat, dan kontak surat elektronik orang-orang yang menjadi target pembunuhan oleh militan ISIS Daftar yang terungkap itu merupakan deretan terpanjang yang pernah dirilis kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dan telah didistribusikan kepada militan mereka di berbagai negara target.

Namun, secara keseluruhan, target yang tercantum dalam daftar ISIS juga berasal dari berbagai negara, yakni Indonesia, China, Korea Selatan, Belgia, Brasil, Estonia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, Irlandia, Israel, Italia, Jamaika, Selandia Baru, Trinidad dan Tobago, serta Swedia. Sebagian besar mereka (yang menjadi target) adalah pejabat militer atau pemerintah atau orang-orang terkenal di mata publik, seperti keluarga raja atau selebriti.

Vocativ menemukan daftar target ISIS itu pada layanan aplikasi pesan bernama Telegram, awal pekan ini. Namun, Vocativ menolak merinci nama-nama target pembunuhan ISIS itu. Sebuah laporan dari perusahaan intelijen AS, Flashpoint, menyebutkan, UCC dibentuk pada April 2015 setelah beberapa kelompok peretas Islam radikal lain bergabung.

Daftar Nama Anggota Polri Yang Dapat Penghargaan Karena Jasanya Pada Teror Bom Thamrin


apolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada 16 anggota Polri di sela-sela Rapim Polri 2016. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang berjasa saat peristiwa teror bom dan penembakan di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu). Penghargaan tersebut diberikan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No: KEP/68/1/2016 tanggal 24 Januari 2016 soal pemberian penghargaan pada 16 anggota Polri yang berjasa di kasus bom Thamrin.

Penghargaan yang diberikan kepada ke 16 anggota Polri ini berupa kenaikan pangkat satu tingkat, selain itu juga pin perak dan pin emas. Mereka semua diberi penghargaan karena terlibat langsung melumpuhkan teroris atau menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Termasuk lima anggota kami yang jadi korban Thamrin juga dapat penghargaan, semoga cepat diberi kesembuhan,” kata Badrodin dalam pidatonya di acara Rapim di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Selasa (26/1/2016).

Berikut nama ke-16 anggota Polri yang mendapat penghargaan:

1. Aiptu Deni Mahieu, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

2. Aiptu Suhadi, anggota Satgatur Ditlantas Polda Meto Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

3. Aiptu Dodi Maryadi, anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

4. Aiptu Budiono, anggota Propam Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

5. Brigadir Suminto, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Bripka.

6. Kombes Martuani Sormin, Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

7. AKBP Ahmad Untung S, Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

8. AKBP Dedi Tabrani, Kapolsek Menteng mendapat pin emas.

9. IPDA Tamat Suryani, Gadik Penyelia Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

10. Bripda Wiliyansyah, driver Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

11. Aiptu Purwanto, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

12. Brigadir Fery Aldunan Afriandi, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

13. Brigadir Heryanto Panjaitan, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

Kronologi Jatuhnya Pesawat T-50i Golden Eagle Di Airshow Gebyar Dirgantara Yogyakarta


Musrifah (33) menjadi saksi mata jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle yang sedang beraksi di acara Gebyar Dirgantara 2015 di Yogyakarta siang tadi. Suara dentuman keras seperti bom, membuatnya takut. “Suaranya bum! Seperti bom kencang sekali,” ujar Musrifah di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Ribuan penonton yang sedang menyaksikan begitu kaget dengan kejadian ini. Meski begitu, beberapa di antaranya ada yang berlarian menuju titik jatuhnya pesawat.

Asap hitam tampak membumbung tinggi.”Orang-orang lari ke pesawat yang jatuh. Tapi saya sama anak-anak langsung pulang. Anak-anak takut,” imbuhnya.Beberapa saat setelah pesawat T50-i jatuh, pesawat-pesawat lain yang masih di udara mendarat secara bertahap. Kemudian pertunjukan aerobatic langsung dihentikan. “Terus yang lain turun (landing) satu persatu,” kata Mus. Usai insiden jatuhnya pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI Angkatan Udara di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta, kini bandara itu kembali beroperasi normal.

Edwin Wibowo, General Affair and Communication PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adisucipto, menyatakan bahwa ketika insiden terjadi, bandara sempat ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi. Namun bandara kini telah kembali beroperasi. Begitu pula dengan penerbangan komersial. “Sempat closed, kira-kira setengah jamlah. Tapi sekarang penerbangan sudah kembali normal,” kata Edwin, Minggu (20/12). Jet tempur T-50 TNI AU jatuh sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Kecelakaan terjadi saat pesawat sedang beratraksi di Yogya Airshow yang dikunjungi sekitar lima ribu pengunjung. Acara pun langsung dihentikan.

Saat bandara sempat ditutup pagi tadi, terdapat sejumlah penerbangan yang terpaksa ditunda. “Satu-dua penerbangan ada yang delay. Kalau tidak salah Citilink,” kata Edwin tanpa merinci berapa lama penundaan penerbangan tersebut terjadi. Edwin menolak memaparkan proses evakuasi pesawat yang sempat membuat bandara ditutup. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Bandara Adisucipto. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara menyatakan pesawat T-50 jatuh karena ada problem pada mesin ketika melakukan atraksi. Problem itu diduga menyebabkan mesin mati di udara.

Yogya Airshow merupakan bagian dari rangkatan kegiatan Gebyar Dirgantara Hari Ulang Tahun Sekolah TNI Angkatan Udara ke-70. Acara yang mestinya penuh sukacita itu kini berakhir sedih dengan wafatnya dua prajurit TNI AU. Letkol Penerbang Marda dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi tewas di tempat. Satu dari dua pilot T-50 Golden Eagle yang tewas dalam kecelakaan pesawat supersonik milik TNI AU itu di Yogyakarta hari ini merupakan Komandan Skadron Udara Tempur 15 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Dia adalah Letkol Penerbang Marda Sarjono.

Marda menjabat sebagai Danskadron Udara 15 sejak 23 Oktober 2014. Ini adalah skadron yang khusus mengoperasikan pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle hasil pengembangan industri penerbangan Korea Selatan bersama perusahaan penerbangan AS Lochkeed Martin.Berdasarkan keterangan dari situs resmi TNI di tni.mil.id, Letkol Penerbang Marda Sarjono merupakan salah satu dari enam penerbang TNI AU yang dikirim ke Korea Selatan untuk secara khusus mempelajari teknis pengoperasian T-50.Dia juga yang membawa jet tempur itu dari Korea Selatan ke Indonesia untuk memperkuat armada udara TNI.

Marda merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1997. Sebelum menjadi Komandan Skadron Udara 15, ia menjabat Kepala Standardisasi dan Evaluasi (Kastandeval) Wing 3 Lanud Iswahjudi.Selain Marda, satu pilot lainnya yang tewas ketika T-50 yang mereka awaki terjun bebas dari langit ialah Kapten Penerbang Dwi Cahyadi. Pesawat itu sesungguhnya sedang melakukan atraksi dalam Yogya Airshow yang digelar pagi tadi, Minggu (20/12). “Dua pilot kami meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, membawa kabar duka.

Ini bukan kali pertama pilot-pilot TNI AU jatuh karena kecelakaan pesawat. Pukul 14.00 siang ini, Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna akan menggelar konferensi pers resmi terkait kecelakaan T-50 di Yogya itu.TNI Angkatan Udara membentuk Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) menyusul musibah yang menimpa salah satu jet tempur mereka. T-50i Golden Eagle jatuh saat sedang menggelar aksi aerobatik pada Gebyar Dirgantara 2015 di Pangkalan Udara Adisucipto, Yoyakarta, pagi tadi.

“Guna mengetahui penyebab kecelakaan, Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang saat ini sedang bekerja melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12).Dalam proses investigasi tersebut, Korea Selatan juga akan dilibatkan sebagai negara pembuat jet tempur ringan T-50i Golden Eagle. Indonesia membeli T-50i dari Korea Aerospace Indrustries (KAI) pada tahun 2013.“Kami pasti akan libatkan (Korea Selatan) dalam investigasi,” ujar Dwi.

Tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. Seluruh unsur itu akan diteliti hingga dapat disimpulkan penyebab kecelakaan. T-50i Golden Eagle yang dipiloti Komandan Skadron Udara 15 Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi selaku radar interceptor officer, jatuh di pinggiran kesatrian Akademi Angkatan Udara Yogyakarta dan menewaskan dua awak di dalamnya.

Sebelum jatuh, pesawat tempur ringan itu melakukan manuver terbang rendah di atas ribuan pengunjung Yogya Airshow –bagian dari rangkaian acara Gebyar Dirgantara. Jatuhnya T-50i itu langsung membuat kegiatan Yogya Airshow yang dihadiri sekitar lima ribu pegunjung dihentikan. TNI Angkatan Udara menyatakan jet tempur ringan Golden Eagle T-50i yang jatuh di Yogyakarta pagi tadi adalah pesawat yang baru dibeli tahun 2013 atau sekitar tiga tahun lalu.

Golden Eagle T-50i adalah pesawat latih tempur buatan Korea Selatan, yakni Korea Aerospace Industries, hasil pengembangan bersama perusahaan Amerika Serikat Lookheed Martin. Pesawat ini hadir di Indonesia menggantikan Hawk MK-53. “Pesawatnya relatif baru, buatan Korea yang datang ke Indonesia 2012-2013,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12). Sebelum lepas landas, pesawat T-50i itu juga melewati berbagai pemeriksaan rutin, bahkan sempat melakukan atraksi yang memukau ribuan pengunjung sebelum musibah terjadi.

Untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle, pemerintah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. “Sore ini beliau akan langsung berangkat ke Yogya,” ujar Dwi. Tim investigasi rencananya akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode yang disebut 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. “Semoga dalam waktu dekat kita sudah mengetahui penyebabnya, dan dapat menyimpulkan langkah yang akan diambil selanjutnya,” kata Dwi. Dalam proses investigasi, TNI AU akan melibatkan Korea Selatan sebagai pemasok pesawat Golden Eagle T-50i.

Jet tempur Golden Eagle T-50 milik TNI jatuh di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta pada Minggu (20/12). Sebelum insiden ini terjadi, berbagai varian jet tempur ini rencananya akan digunakan untuk keperluan latihan militer di sejumlah negara. Pesawat Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Ini adalah pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang bisa mencapai kecepatan supersonic.

Pertama kali dirakit untuk keperluan militer Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF), jet tempur T-50 Golden Eagle merupakan pengembangan dari jet tempur KTX-2, pesawat serang yang ringan dan kerap digunakan dalam latihan militer, yang dirilis sekitar tahun 1992. Spesifikasi pesawat kemudian disesuaikan dengan keperluan akrobatik dalam latihan tempur dan dikembangkan menjadi beberapa varian, yaitu TA-50, T-50B, dan FA-50. Jet T-50B kerap menjadi pesawat serang yang memimpin latihan tempur Korsel.

Jet tempur T-50 dirancang untuk memberikan pelatihan bagi calon pilot dan penerbang militer pemula, sebelum mereka dapat menerbangkan jet tempur yang lebih canggih, seperti pesawat F-16, F-22 dan F-35 yang sering digunakan dalam latihan militer bersama. Pesawat ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak 1990, namun baru mulai diproduksi masal oleh Korea Selatan pada 2003. Dua tahun kemudian pesawat baru bisa dikirimkan ke negara-negara pemesan.

Tak hanya Indonesia, Angkatan Udara Filipina juga akan menggunakan jet tempur tipe ini untuk latian tempur. Pada akhir Maret 2014, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengumumkan pembelian 12 jet serang ringan varian dari TA-50, yakni FA-50 senilai US$421 juta, atau sekitar Rp5,8 triliun. Pengiriman pesawat ke Filipina dijadwalkan akan dilakukan pada Desember 2015 dan berakhir pada 2017. Filipina juga dikabarkan akan menambah sekitar 12 jet tempur tipe FA-50, namun belum ada rincian informasi soal hal ini.

Irak juga telah bernegosiasi untuk mengakuisisi jet tempur T-50 untuk latihan militer,. Pertama kali ketika menyatakan minatnya pada KTT Korea-Irak di Seoul pada 24 Februari 2009, Irak menandatangani kontrak akuisisi 24 jet tempur varian T-50IQ pada Desember 2013. Akuisisi ini dilengkapi dengan pembeluan peralatan tempur dan pelatihan pilot selama 20 tahun. Pengiriman pertama jet tempur T-50IQ ke Irak akan dimulai pada April 2016 dan dijadwalkan kelar selama 12 bulan selanjutnya.

Thailand juga akan menggunakan jet tempur varian T-50 yang akan digunakan untuk menggantikan pesawat L-39 Albatros yang telah menua. Pembelian jet tempur ini diumumkan pada Septermber 2015 ketika Thailand lebih memilih membeli jet buatan Korsel ini ketimbang jet tempur buatan China, Hongdu L-15. Pengiriman jet tempur T-50 ke Thailand akan dimulai pada Maret 2018. Sejumlah negara lain, seperti Spanyol, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Brunei, Pakistan, Vietnam dan Taiwan juga telah menunjukkan minat mereka untuk membeli jet tempur T-50 berserta variannya, meski belum ada penandatanganan kontrak.

Korea Selatan juga dilaporkan akan mencoba untuk menjual jetm tempur T-50s dan membeli jet tempur F-35. Jet tempur T-50 merupakan salah satu pesaing dalam program TX yang dibuka oleh Angkatan Udara AS. Jika lolos dalam program ini, Korsel memiliki kesempatan untuk mengekspor 300 hingga 1.000 pesawat tipe tersebut beserta variannya. Di Indonesia Golden Eagle T-50 sudah mendarat sejak akhir 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Dilihat dari spesifikasinya Golden Eagle T-50 memang termasuk salah satu pesawat tempur canggih. Bobotnya yang ringan, mesin yang kencang, membuat pesawat ini cocok dijadikan pesawat latih lanjutan bagi pilot pesawat tempur.Menurut catatan Wikipedia pesawat ini memiliki panjang 13 meter dengan lebar mencapai 9,45 meter dengan kecepatan maksimum mencapai 1.600 KM per jam.Sebagai pesawat tempur ringan Golden Eagle T-50 juga memiliki persenjatan yang lengkap, ada gatling gun tiga laras yang bisa menyemburkan 2.000 peluru setiap menitnya serta beragam macam rudal dan roket.

Berkat semua kecanggihanya itu Golden Eagle T-50 Golden Eagle dianggap layak untuk selalu tampil dalam berbagai acara kedirgantaraan, bersanding dengan pesawat super lainnya seperti F16 dan Sukhoi Su-30. Pesawat TNI AU jenis T50i Golden Eagle jatuh dan menewaskan dua pilot di dalamnya. Sebelum jatuh, pesawat sempat menabrak gedung Akademi Angkatan Udara (AAU) yang berada di lingkungan Lanut Adisutjipto.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pukul 09.40 WIB pada saat melakukan akrobatik udara di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Pesawat menabrak gedung AAU sebelum menyentuh tanah dan terbakar. Para penumpang pesawat komersial di Bandara Adisutjipto mendengar ledakan dari pesawat tersebut setidaknya dua kali. Kecelakaan yang menewaskan perwira TNI AU ini menyebabkan airshow dalam rangka Gebyar Dirgantara yang dimulai Sabtu kemarin ditutup lebih cepat. TNI Angkatan Udara menyatakan akan melibatkan pihak Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan dalam tim investigasi terkait jatuhnya pesawat tempur jenis T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan keterlibatan pihak Korea Selatan pasti dilibatkan di dalam tim investigasi.

“Ya, pasti dong. Kita akan libatkan di dalam tim investigasi di dalam tim TNI,” kata Dwi saat jumpa pers di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).Dia mengatakan saat ini TNI AU sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. Pembentukan tim investigasi ini instruksi langsung Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna. “Tim investigasi sudah di Yogya,diketuai langsung Wakil KSAU. Beliau yang akan pimpin tim investigasi untuk cari tahu, menemukan hal yang menyebabkan (kecelakaan) bisa terjadi,” ujar Dwi.

Rencananya, Kepala Staf TNI AU juga akan berangkat menuju Yogyakarta untuk melihat langsung lokasi. “Kepala Staf TNI AU, bila cuaca bagus atau sore ini atau secepatnya, beliau akan berangkat ke Yogya,” tuturnya.TNI AU kehilangan dua prajurit terbaiknya: Letkol Marda Sarjono dan Kapten Dwi Cahyadi. Keduanya gugur saat pesawat tempur latih T50i Golden Eagle yang mereka awaki jatuh dan terbakar saat beratraksi di airshow di Yogyakarta.

“Saya mewakili TNI AU menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya dan (yang gugur) ditempatkan di tempat yang mulia, gugur dalam tugas,” ujar Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus dalam jumpa pers di Kantor Danlanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015) siang.Sebelum terbang, kedua pilot itu sempat berpose. Salah satu fotonya tampak mereka berfoto bertiga dengan seorang pria.Marda adalah Komandan Skadron 15 Madiun. Dia merupakan pilot yang membawa pesawat T50i ke Lanud Adisutjito untuk pertama kalinya pada Agustus 2015 sejak pesawat itu dimiliki Indonesia pada 2014.

Saat Marda terbang ke Yogya dalam rangka untuk static show di hadapan pejabat militer Thailand yang juga tertarik memiliki pesawat tersebut.T50i merupakan pesawat tempur ringan yang menjembatani ke pesawat yang berteknologi lebih canggih seperti F16 dan Sukhoi. T50i buatan Korsel dibeli Indonesia untuk menggantikan Hawk 53 buatan Inggris. Ketika Hawk 53 pensiun, Marda sempat diabadikan wartawan melakukan salam perpisahan mengharukan dengan pesawat tempur yang biasa dikemudikannya itu dengan mencium bodi pesawat itu.

Pilot Angkatan AL Amerika Tidak Berkutik Ketika Dipaksa Mendarat Oleh Sukhoi TNI AU Di Tarakan


Pilot asal Amerika Serikat James Patrick Murphy tak berkutik begitu dipaksa mendarat di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Senin 9 November 2015. Anggota Angkatan Laut AS berpangkat letnan kolonel menurut saja ketika digelandang ke ruang AirNav bandara untuk diinterograsi oleh TNI Angkatan Udara.

Patrick Murphy melintasi wilayah udara Indonesia menggunakan pesawat propeler first engine Cesna. “Dia (pilot) sedang cuti dalam penerbangan ini,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman, Kolonel Andi Gunawan kepada wartawan di Balikpapan. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto menambahkan,pilot Patrick Murphy sendirian saat menerbangkan Cessna. “Pilotnya warga negara Amerika Serikat. Dia anggota tentara Angkatan Laut Amerika,” kata Dwi ketika digubungi di Jakarta.

Pada pukul 14.31 Waktu Indonesia Tengah, TNI AU menyergap pesawat asing yang tak izin sewaktu melintasi wilayah udara RI. Pesawat Cessna yang dipiloti James Patrick Murphy dipaksa mendarat di Bandara Juwata, Tarakan. Setelah diperiksa, Patrick Murphy mengaku memang tak punya izin melintas. Dia terbang dengan rute Hawai – Filipina – Malaysia – Singapura. Saat melintas udara Indonesia, Patrick Murphdua digiring dua jet tempur Sukhoi dari Skuadron TNI AU Makassar. “Kami sudah menghubungi Kedutaan Amerika Serikat,” kata Dwi.

Pesawat Cessna Patrick Murph dan dua Sukhoi TNI AU kini masih terparkir di apron Bandara Juwata Tarakan. TNI AU, menurut Dwi, prihatin dengan pelanggaran wilayah udara yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Utara. Sejak Januari lalu, sudah terjadi belasan pelanggaran wilayah udara di langit Tarakan.

Dua pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara memaksa pesawat asing mendarat di Bandara Juata Tarakan, Kalimantan Utara, Senin, 9 November 2015. Pesawat asing tipe Propeller First Engine Cessna dipiloti Letnan Kolonel James Patrick Murphy dari US Navy melintasi wilayah udara Indonesia di area perbatasan Filipina–Malaysia tanpa izin melintas. Kejadiannya pukul 14.31 waktu Indonesia tengah. “Pesawat TNI AU yang memaksa pesawat asing tersebut mendarat di wilayah Indonesia,” kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Mulawarman Kolonel Andi Gunawan, Senin, 9 November 2015.

Andi menjelaskan, operasi penyergapan pesawat asing ini dilakukan dua Sukhoi dari Komando Pertahanan Udara Nasional Skuadron TNI AU Makassar yakni Mayor Penerbang Anton Pallaguna dan Mayor Penerbang Baskoro.
ersonel TNI AU, kata Andi, langsung mengamankan warga Amerika Serikat ini di ruang AirNav Bandara Juwata Tarakan. Mereka diinterogasi secara tertutup tentang alasan melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin.

James Patrick Murpy mengaku saat melintasi wilayah RI sedang dalam penerbangan rute Hawai–Filipina–Singapura. Begitu masuk wilayah udara Indonesia, radar 225 Tarakan menangkap ada pergerakan pesawat tanpa kode. Obyek tersebut langsung dilaporkan k Makassar. Saat itu juga pengejaran dilakukan dari skuadron tempur. TNI AU Tarakan sudah menuntaskan pemeriksaan terhadap pilot AS tersebut. Proses berikutnya menunggu keputusan Kementerian Luar Negeri RI untuk melepaskan warga negara Amerika ini. “Dia (pilot) sedang cuti dalam penerbangan ini,” papar Andi.

Sebelumnya TNI AU pernah memaksa pesawat pemerintah Arab Saudi mendarat di Bandara El tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, karena melintas tanpa izin.

HUT TNI ke 70 Diadakan Di Cilegon Berlangsung Meriah


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginginkan agar perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 TNI dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Dia minta ada perwakilan masyarakat yang ikut serta dalam parade alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI pada acara puncak HUT TNI, Senin lusa. Hal itu ia sampaikan saat mengevaluasi sejumlah hal dalam geladi bersih perayaan HUT ke-70 TNI di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10/2015). “Pangdam nanti seleksilah masyarakat. Pada saat defile menggunakan tank, rakyat naik di tank itu juga,” ujar Gatot di depan para kepala staf TNI dan empat ribuan personel TNI yang turut dalam geladi bersih.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) juga mengusulkan agar perwakilan masyarakat itu turut memeriahkan acara dengan mengibarkan bendera merah-putih. Adapun para personel TNI tetap sikap hormat selama parade berlangsung. “Enggak apa-apa begitu, kan agar ini sesuai dengan tema kita, yakni bersama rakyat, TNI kuat,” kata Gatot.

Peringatan HUT ke-70 TNI tahun 2015 diselenggarakan dengan tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian”. Geladi bersih HUT TNI dilakukan hari ini mulai pukul 09.00 WIB. Sejumlah atraksi diperagakan pasukan, mulai dari baris berbaris, mobilisasi alat utama sistem persenjataan, atraksi terjun payung, skenario penyerangan dengan medan tepi pantai hingga aksi bela diri. Acara tersebut selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

Adapun puncak peringatan HUT TNI digelar pada 5 Oktober 2015 di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara. Perayaan HUT Ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, pada Senin (5/10/2015), berbeda dibandingkan dengan perayaan-perayaan tahun sebelumnya.

Masyarakat diberikan keleluasaan pada puncak perayaan. Menurut pantauan, panitia HUT TNI menyediakan tempat bagi warga yang hadir untuk duduk di panggung utama. Di sana, mereka tampak duduk berbaur dengan perwira menengah dan tinggi TNI serta tamu undangan. Dengan itu pula, mereka tak perlu berpanas-panasan. Meski demikian, ada yang tetap duduk di area yang disediakan, yakni di sebelah kiri dan kanan panggung utama.

Sementara itu, banyak perwira menengah dan tinggi TNI yang tidak kebagian tempat di panggung utama lantas diarahkan oleh panitia untuk mengambil posisi di bawah panggung utama dan sekitarnya. Bahkan, ada yang berdiri di bibir dermaga. Berada di luar area panggung utama tentunya harus rela berpanas-panasan daripada berada di panggung yang tertutup atap.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Tatang Sulaiman mengatakan, hal itu merupakan ide dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. “Kemarin, Panglima TNI memberikan arahan kepada kami untuk merealisasikan tema HUT TNI secara konkret bahwa kebersamaan dengan rakyat itu yang bagaimana. Ya inilah hasilnya,” ujar Tatang saat berbincang, Sabtu pagi.

Tema peringatan HUT Ke-70 TNI tahun ini adalah “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”. Ada beberapa perubahan dalam perayaan HUT TNI 2015 yang diminta langsung oleh Panglima. Pertama, harus ada perwakilan masyarakat saat parade alat utama sistem persenjataan. Kedua, harus ada perwakilan masyarakat di kapal perang dan sebagainya.

Masyarakat umum turut menonton gladi bersih HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10/2015). Mereka terhibur dengan sajian atraksi-atraksi personel TNI. Lia Rahmawati (28) misalnya. Warga Depok, Jawa Barat itu awalnya hanya ingin berwisata di pantai kawasan Cilegon bersama keluarga. Namun, dia penasaran dengan apa yang terjadi di dermaga tersebut. “Dari jalan kan kelihatan banyak tank sama mobil tempur, anak saya penasaran, ada acara apaan, makanya lihat-lihat dulu,” ujar Lia saat berbincang, Sabtu siang.

Sang putra, Aldo Ramadhan (7), mengaku sangat tertarik melihat kendaraan tempur yang terparkir berderet di pelataran dermaga. Ia meminta untuk dinaikan di kap mobil itu untuk diabadikan momennya. Rifai (46) juga demikian. Dia, istri dan dua anaknya tak mengetahui bahwa Cilegon akan dijadikan pusat peringatan HUT TNI. Awalnya, mereka yang merupakan warga Jakarta Timur hanya ingin berwisata di pantai setempat sekaligus mengunjungi sanak famili di Cilegon.

“Untung juga ada atraksi begini. Kalau cuma lihat pantai saja kan jadi biasa saja. Ya dapat bonuslah,” ujar dia. Dari sejumlah atraksi yang ditampilkan para personel TNI, Rifai mengaku paling senang melihat atraksi bela diri. Dia kagum melihat para personel TNI tersebut beradu otot dan menghancurkan bata, besi dan material lain hanya menggunakan tangan kosong. “Kali-kali saja anak saya terinspirasi mau jadi tentara juga,” ujar dia.

Irna Watik (58), berbeda dengan Lia dan Rifai. Dia adalah warga Cilegon asli. Rumahnya hanya berjarak satu kilometer dari area gladi bersih HUT TNI. Dia mengaku sudah jauh-jauh hari mengetahui bahwa dermaga itu akan dijadikan pusat peringatan HUT TNI.

Watik mengaku senang kampung halamannya dijadikan pusat acara TNI. Dia pun mengajak cucunya untuk melihat atraksi TNI. “Dari kemarin cucu sudah minta beliin baju loreng. Kata dia buat ikutan acara tentara, gitu,” ujar Watik. Gladi bersih HUT TNI dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Tema peringatan HUT ke-70 TNI tahun 2015 ini adalah “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiiri dan Berkepribadian.” Sejumlah atraksi diperagakan pasukan, mulai dari baris berbaris, mobilisasi alat utama sistem persenjataan, atraksi terjun payung hingga bela diri. Hingga pukul 10.51 WIB, acara itu masih berlangsung.

Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara dan Nomer 12 Di Dunia


Global Firepower (GFP) adalah sebuah situs yang menyediakan analisis kekuatan militer sebagian besar negara di dunia. Situs ini memberi informasi 100 negara dengan militer terkuat dengan basis 50 faktor berbeda. Faktor-faktor yang digunakan untuk menilai kekuatan militer sebuah negara ialah seperti jumlah penduduk, usia warga yang bisa menjadi personel militer, anggaran militer, jumlah peralatan militer, konsumsi BBM, utang luar negeri, dan banyak pengukur lainnya.

Misalnya, jumlah populasi sebuah negara menjadi awal penilaian daftar ini. Secara umum, semakin besar populasi sebuah negara, kekuatan militer negara itu akan semakin besar. Agar penilaian ini adil, kapabilitas sebuah negara mengembangkan dan memiliki persenjataan nuklir tidak menjadi faktor penilai. Semua penilaian menunjukkan kemampuan militer sebuah negara jika terjadi perang konvensional baik perang darat, udara, maupun laut.

Setelah melakukan analisis menggunakan 50 basis penilaian itu, GFP menentukan, untuk 2015, negara dengan militer terkuat di dunia masih dipegang Amerika Serikat, diikuti Rusia dan China di peringkat kedua dan ketiga. Sementara itu, India dan Inggris menduduki peringkat keempat dan kelima negara-negara dunia dengan militer paling mumpuni. Negara Asia lain yang menduduki posisi 10 besar adalah Korea Selatan di peringkat ketujuh dan Jepang di peringkat kesembilan.

Lalu, di mana posisi Indonesia? Dengan 50 basis penilaian yang sangat ketat itu, GFP menempatkan Indonesia menjadi negara dengan militer terkuat ke-12 di dunia. Posisi Indonesia ini tepat di bawah Israel (11) dan di atas Australia (13). Dengan posisi ini, Indonesia juga lebih kuat dibanding beberapa negara Eropa, seperti Polandia, Ceko, atau Denmark.

Arti lain dari posisi ke-12 ini berarti secara militer Indonesia merupakan negara paling kuat di Asia Tenggara. Negara terkuat kedua di Asia Tenggara ditempati Thailand yang secara global menempati peringkat ke-20, diikuti Vietnam (21), Singapura (26), Malaysia (35), Filipina (40), Myanmar (44), Kamboja (96), dan Laos (117). Sementara itu, lima negara dengan kekuatan militer terbawah dalam daftar ini adalah Libya, Zambia, Mali, Mozambik, dan Somalia.

Marinir Gelar Latihan Bersama dengan US Marine di Situbondo


Latihan bersama kemiliteran antar-negara terus dilakukan Indonesia. Seperti yang tengah dilakukan oleh Korps Marinir bersama pasukan Uniterd States Marine Corps (USMC).

Kegiatan latihan bersama (Latma) pasukan marinir Indonesia dengan Amerika Serikat ini sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali. Untuk tahun ini Latma digelar di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karengtekok, Situbondo selama 2 minggu dimulai sejak Senin (3/8) kemarin.

“Ini latihan teknis ya, teknis pertempuraan, keterampilan, meningkatkan profesional prajurit. Ini bersama US Marine selama 2 minggu, ini sebelumnya juga sudah ada,” ungkap Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana di Mako Marinir, Kwitang, Jakpus, Kamis (6/8/2015).

Latma Amphibious Exercise ini merupakan bagian dari latihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2015. Masing-masing satuan mengirimkan satu batalyon pasukannya.

“US Marine 1 batalyon mereka bawa. Kita juga sama, yang jelas kita saling persahabatan di sana, ikatan psikologis, kerjasama di sana,” kata Buyung.

Berdasarkan keterangan dari Dispen Korps Marinir, awal Latma ini bisa dibilang cukup dramatis. Pasalnya kedatangan prajurit US Marine dilakukan dengan cara mendarat di pantai Banongan menggunakan kendaraan tempur amfibi yaitu 14 unit Assault Amphibious Vehicle (AAV), 2 unit Landing Craft Air Cushion (LCAC) dan 5 perahu karet.

“Ya kita membandingkan antara alutsista kita dengan alutsista dia. Kita lihat dari sistem persenjataan, dari peralatan tempurnya. yang jelas kalau Marinir kita mutlak adalah pasukan amfibi, jadi 2 alam darat dan laut,” jelas Buyung.

Kegiatan Latma disebut Buyung bertujuan untuk meningkatkan kerjasama internasional antar pasukan militer, khususnya Marinir. Selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit ketika dihadapkan pada tuntutan tugas ke depan.

“Ua seperti itu, untuk meningkatkan profesional prajurit kita harus menimba ilmu lah dari mereka. Kita ada juga latihan bersama dengan negara-negara lain seperti dari Australi, bahkan kemarin dengan 18 negara dalam wadah Asean, 2 tahun lalu,” Buyung menjelaskan.

Adapun materi Latma pada CARAT 2015 adalan meliputi menembak senapan, menembak malam hari, menembak Mortir 60 mm, Sniper, operasi darat termasuk serangan, lorong reaksi, jungle survival dan patroli tempur. Materi ini digelar di Puslatpur Korps Marinir Baluran.

“Kita sudah familiar di daerah situ, dan itu juga daerah latihan yang tanahnya tanah TNI AL. Jadi tidak akan ada komplain dari masyarakat,” jawab Buyung saat ditanyai mengenai pemilihan lokasi latihan.

Materi lain yang akan dilatihkan oleh kedua pasukan marinir tersebut adalah raid amfibi, observasi gelombang dan pengintaian pantai akan dilaksanakan di Pantai Banongan, Situbondo. Selain latihan, prajurit amfibi dari kedua negara ini akan menggelar kegiatan kesenian, olahraga bersama, dan fun game. Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan marines brotherhood.

“Dengan tentara AS, Marinir juga kemarin baru saja latihan bersama dengan pasukan dari SEAL. Kalau dengan SEAL itu latihan bersama pasukan-pasukan khusus yang ada di Marinir. Satuan khusus dari TNI AL,” tutup Buyung.