Category Archives: Terorisme

Daftar Nama Pejabat Indonesia Yang Jadi Target Pembunuhan ISIS


Sejumlah pejabat sipil dan militer di Indonesia termasuk di dalam daftar target pembunuhan oleh jaringan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Informasi itu dirilis Daily Mirror, Kamis (9/6/2016), dengan merujuk informasi dari kelompok peretas pro-ISIS, United Cyber Caliphate (UCC), yang diperoleh grup media Vocativ.

Grup media Vocativ mengkhususkan dirinya dalam usaha menyelidiki sisi-sisi tersembunyi dari web. Namun, media ini tak mau memberikan nama-nama target serangan ISIS itu. Daftar nama-nama target ditulis dalam bahasa Inggris dan Arab sebagaimana diungkap oleh grup media tersebut. Menurut Daily Mirror, yang mengacu pada grup media Vocativ, kelompok peretas pro-ISIS telah merilis 8.318 warga Amerika Serikat pada “daftar target pembunuhan”.

Bersama para pejabat militer dan pemerintah, pengusaha, dan selebriti AS, terdapat juga nama-nama warga Kanada, Australia, dan Inggris. Mereka itu terdiri dari 7.848 warga AS, 312 warga Kanada, 39 warga Inggris, dan 69 warga Australia. Mereka menjadi target prioritas.

Detail target
Kelompok peretas UCC yang pro-ISIS itu merilis tidak saja nama-nama target, tetapi juga termasuk rincian alamat, kontak surat elektronik, pada aplikasi layanan pesan rahasia. ISIS mendesak para pendukungnya untuk “mengikuti ” mereka yang telah terdaftar dan “membunuh mereka sebagai balas dendam bagi umat Islam”. Demikian lapor Daily Mirror.

Para peretas pro ISIS relah merilis daftar nama, alamat, dan kontak surat elektronik orang-orang yang menjadi target pembunuhan oleh militan ISIS Daftar yang terungkap itu merupakan deretan terpanjang yang pernah dirilis kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dan telah didistribusikan kepada militan mereka di berbagai negara target.

Namun, secara keseluruhan, target yang tercantum dalam daftar ISIS juga berasal dari berbagai negara, yakni Indonesia, China, Korea Selatan, Belgia, Brasil, Estonia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, Irlandia, Israel, Italia, Jamaika, Selandia Baru, Trinidad dan Tobago, serta Swedia. Sebagian besar mereka (yang menjadi target) adalah pejabat militer atau pemerintah atau orang-orang terkenal di mata publik, seperti keluarga raja atau selebriti.

Vocativ menemukan daftar target ISIS itu pada layanan aplikasi pesan bernama Telegram, awal pekan ini. Namun, Vocativ menolak merinci nama-nama target pembunuhan ISIS itu. Sebuah laporan dari perusahaan intelijen AS, Flashpoint, menyebutkan, UCC dibentuk pada April 2015 setelah beberapa kelompok peretas Islam radikal lain bergabung.

Advertisements

Daftar Nama Anggota Polri Yang Dapat Penghargaan Karena Jasanya Pada Teror Bom Thamrin


apolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada 16 anggota Polri di sela-sela Rapim Polri 2016. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang berjasa saat peristiwa teror bom dan penembakan di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu). Penghargaan tersebut diberikan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No: KEP/68/1/2016 tanggal 24 Januari 2016 soal pemberian penghargaan pada 16 anggota Polri yang berjasa di kasus bom Thamrin.

Penghargaan yang diberikan kepada ke 16 anggota Polri ini berupa kenaikan pangkat satu tingkat, selain itu juga pin perak dan pin emas. Mereka semua diberi penghargaan karena terlibat langsung melumpuhkan teroris atau menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Termasuk lima anggota kami yang jadi korban Thamrin juga dapat penghargaan, semoga cepat diberi kesembuhan,” kata Badrodin dalam pidatonya di acara Rapim di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Selasa (26/1/2016).

Berikut nama ke-16 anggota Polri yang mendapat penghargaan:

1. Aiptu Deni Mahieu, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

2. Aiptu Suhadi, anggota Satgatur Ditlantas Polda Meto Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

3. Aiptu Dodi Maryadi, anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

4. Aiptu Budiono, anggota Propam Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

5. Brigadir Suminto, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Bripka.

6. Kombes Martuani Sormin, Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

7. AKBP Ahmad Untung S, Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

8. AKBP Dedi Tabrani, Kapolsek Menteng mendapat pin emas.

9. IPDA Tamat Suryani, Gadik Penyelia Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

10. Bripda Wiliyansyah, driver Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

11. Aiptu Purwanto, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

12. Brigadir Fery Aldunan Afriandi, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

13. Brigadir Heryanto Panjaitan, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

Situasi Jakarta Pasca Serangan Teroris Di Thamrin


ekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (14/1/2016), ledakan terjadi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Seorang saksi mata, Husaeni (52), pegawai Bank Syariah Mandiri yang kebetulan melintas di kawasan itu dari arah Monas, mendengar ledakan itu. “Saya kaget mendengar ledakan itu. Orang-orang lari berhamburan keluar. Saya lihat ada beberapa orang tergeletak di dekat Starbucks,” ujar dia.

Kira-kira berselang tiga menit, Husaeni melihat seorang anak muda, memakai kaus dan celana jeans, berdiri di tengah jalan, dekat pos polisi Sarinah. Anak muda itu menenteng senapan laras pendek, kemudian menembak secara membabi buta ke segala arah. Seorang polisi tertembak. “Polisi itu lari ke arah saya sambil berteriak minta tolong dan memegang perutnya,” kata Husaeni.

Husaeni kemudian membopong polisi itu dan membawanya ke dekat Hotel Sari Pan Pasific. Sekitar empat ledakan dan aksi baku tembak terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 10.50 WIB. Demikian dilaporkan wartawan Kompas TV, Pieter Chandra, di lokasi kejadian. “Ledakan pertama terjadi di pos polisi, kemudian terjadi tembak-tembakan antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku,” kata Pieter.

Menurut dia, saat terjadi baku tembak yang terjadi hingga di seputaran Jalan Sabang, beberapa ledakan kembali terjadi. Akibat ledakan dan baku tembak tersebut, terdapat korban, tetapi belum bisa dipastikan mengenai jumlah dan identitasnya. Salah satunya disebut-sebut awak media. “Dari informasi kepolisian, salah seorangnya awak media,” sebut dia.

Namun dia tidak bisa memastikan mengenai indentitasnya, karena Kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dengan memindahkan masyarakat untuk menjauhi lokasi. Setidaknya ada 3 jenazah yang tergeletak di samping pos polisi tempat ledakan. Saat menolong polisi itu, ia mengaku mendengar kira-kira tiga ledakan lagi dari arah pos polisi Sarinah, tetapi tidak sebesar ledakan yang pertama.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta warga Ibu Kota untuk tidak lagi takut terhadap ancaman teroris setelah ledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) kemarin. Tak hanya warga, ia juga meminta wisatawan untuk tidak takut berkunjung ke Jakarta. “Ya warga (Jakarta) enggak usah takut dong. Gue aja kerja seperti biasa,” kata Basuki di Balai Kota, Jumat (15/1/2016).

Selain itu, Basuki mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan bangsa Indonesia tidak boleh kalah dengan teroris. Sebab, tujuan utama teroris adalah untuk membuat rasa takut bangsa Indonesia. “Kita enggak boleh kalah dan enggak boleh takut. Kita harus berani gitu lho. Presiden justru tunjukkin bahwa kita enggak usah khawatir (ancaman bom),” kata Basuki. Ledakan bom dan baku tembak di Sarinah kemarin menewaskan tujuh orang, lima di antaranya pelaku dan melukai puluhan orang lainnya. Banyak calon wisatawan mancanegara khususnya dari Eropa yang bertanya mengenai situasi Jakarta pasca ledakan bom di kawasan Sarinah Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Mereka datang ke paviliun Indonesia di pameran pariwisata Vakantiebeurs yang berlangsung 12-17 Januari 2016 di Utreach Belanda. Deputy Director untuk Promosi Wilayah Eropa Kementerian Pariwisata RI, Maria Mayabubun, Jumat (15/1/2016), mengatakan dalam pameran Vakantiebeurs, Indonesia mengandeng 10 tour operator atau travel agent, tiga hotel, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Disbudpar Provinsi Maluku.

Sementara itu Sifa dan Robert Feddes, travel agent Indonesia yang ada di Belanda mengakui bahwa mereka mendapat pengarahan kalau ada pertanyaan dari tamu mengenai bom di Jakarta dapat memberikan info bahwa Indonesia aman. Negara Belanda pun tidak mengeluarkan peringatan tanda bahaya untuk mengadakan perjalanan ke Indonesia bagi warganya yang ingin berwisata ke Indonesia. Dalam pameran pariwisata Vakantiebeurs, Kementerian Pariwisata menampilkan kesenian untuk mendukung promosi pariwisata di antaranya kolaborasi Kendang dari Yogyakarta dengan Sasando dari Kupang dan dua penari dari Jakarta.

Salah satu dari penari membawakan beberapa lagu dari Benyamin S dan Ida Royani seperti lagu “Ujan Gerimis”, “Abang Pulang” dan “Tarian” yang ditampilkan di antaranya tarian dari Jakarta dan Kalimantan. Andi Dina Noviana menjadi korban ledakan bom di kedai kopi Starbucks Coffee, Gedung Cakrawala, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Warga Pademangan, Jakarta Utara, itu mengaku sempat terlempar dari kursinya pada saat ledakan di kedai kopi itu. “Ada ledakan kencang, saya kelempar. Begitu kelempar saya jatuh, saya bangun lagi, tapi sudah berantakan semua, gelap, ada asap,” kata Dina kepada KompasTV di kediamannya, Kamis. “Banyak orang jatuh semua. Saya coba lari, bangun dari sana, loncat dari jendela yang kacanya sudah pecah.”

“Keluar jendela, jatuh, lagi, denger ada ledakan lagi, orang kocar-kacir. Saya sudah penuh darah.” Dina mengalami luka di bahunya. Dia meminta tolong kepada orang-orang di sekitar situ. “Pundak saya dapat 12 jahitan,” kata Dina yang masih terbaring. Selain luka di bahu, Dina menderita luka di tangan dan kaki. Telinganya pun terus berdenging. Selain nama Gedung Sarinah yang menguasai topik perbincangan pasca-ledakan bom di pos polisi Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016), nama bangunan tinggi lain yang menyita perhatian publik adalah Menara Cakrawala.

Menara Cakrawala atau juga dikenal sebagai Skyline Building adalah hasil kolaborasi strategis berskema gabungan ventura antara PT Jakarta Setiabudi International Tbk dengan investor asal Jepang, Itochu Corporation. Struktur yang didesain 18 lantai ini mulai dibangun pada tahun 1974, bersamaan dengan peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari) atau demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial pada 15 Januari 1974.

Menara Cakrawala yang hanya sepelemparan batu dari Gedung Sarinah merupakan proyek konstruksi Itochu perdana di Indonesia. Bangunan ini dilengkapi dengan tempat parkir bawah tanah berkapasitas 450 kendaraan. Sedangkan nett leaseable area (NLA) atau area bersih yang bisa disewakan kepada para tenant seluas 17.800 meter persegi.

Menurut portal jual beli properti rumah123.com, harga sewa (rental rate) gedung ini sekarang berada pada level Rp 250.000 per meter persegi per bulan, atau Rp 6,250 juta per bulan, atau Rp 75 juta per tahun. Saat ini, Menara Cakrawala dikelola dan dioperasikan oleh PT Skyline Building sekaligus rumah bagi perusahaan-perusahaan Jepang macam Tokyu Land Indonesia yang berkantor di lantai 9. Sementara di bagian bawah menara ini terdapat peritel food and beverage seperti Starbucks Coffee, Burger King, dan Pizza Hut serta fasilitas hiburan Djakarta Theater dan Lotus Department Store.

Dalam teror penembakan dan ledakan bom Kamis kemarin, Menara Cakrawala turut menjadi saksi bisu.
Menurut kronologi serangan teror yang dilansir Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, tiga tersangka pelaku melarikan diri ke gerai Starbucks yang berada di bagian bawah gedung ini. “Saya bareng dua korban juga perempuan, kepala bocornya.” Sarinah. Nama (brand) ini menjadi perbincangan dan trending topic selepas jam 10.50 WIB Kamis (14/1/2016) saat bom meledak di pos polisi, perempatan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Baca: Topik Pilihan)

Sarinah adalah properti multifungsi yang terdiri dari pusat perbelanjaan dan perkantoran. Strukturnya dirancang 15 lantai setinggi 74 meter. Gedung komersial ini mulai dibangun pada tahun 1962 dan diresmikan empat tahun kemudian oleh Presiden RI pertama, Soekarno. Sarinah merupakan pusat perbelanjaan sekaligus pencakar langit pertama di Indonesia. Peritel perdananya adalah Sarinah Department Store yang beroperasi pada 15 Agustus 1966.

Penamaan gedung ini diambil dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil. Saat itu, Soekarno menggagas pembangunan properti komersial ini, menyusul lawatannya ke sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat belanja modern.
Gagasan Soekarno juga sekaligus pencanangan berdirinya PT Sarinah (Persero) tepat pada 17 Agustus 1962. Gedung Sarinah yang saat ini berdiri sejatinya dibangun dengan biaya pampasan perang pemerintah Jepang.

Pada awal berdirinya Sarinah, situasi makro ekonomi Indonesia dalam keadaan yang sangat buruk. Oleh sebab itu Sarinah diharapkan akan menjadi stimulan, mediator dan alat distribusi serta berfungsi sebagai stabilisator ekonomi. Selain itu, Sarinah juga diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan usaha perdagangan eceran (ritel) serta berpartisipasi dalam perubahan struktur perekonomian Indonesia.

Sesuai dengan namanya, Sarinah telah membantu kepentingan masyarakat kecil sebagai mitra usaha. Hingga saat ini cukup banyak mitra binaan Sarinah baik perorangan, perusahaan maupun koperasi. Dalam perjalanannya, Sarinah mengalami pasang surut. Bahkan pada tahun 1984 gedung Sarinah pernah mengalami kebakaran. Namun karena didorong oleh keinginan untuk melayani masyarakat, Sarinah yang telah menjadi aset nasional bangkit kembali.

Sebagai mitra usaha kecil, terutama pengrajin, Sarinah ingin berperan lebih besar dalam memperkenalkan produk nasional ke mancanegara lewat ekspor yang semakin ditingkatkan dari waktu ke waktu. Adapun peritel lain yang mengisi pusat perbelanjaan dan perkantoran Sarinah saat ini adalah Inul Vizta, Mc Donalds, Dunkin Donuts, Hoka-Hoka Bento, KFC, Chillis, Hot Planet, Roti Boy, dan A Cup of Java. Menyusul iRadio, Sari Valas, Hero, Alfa Express, Mr Pax, Indosat, TX Travel, dan Day’s Trans.

Indonesia Siaga I Teror Pada Bulan Desember 2015


Pengamanan area publik di Indonesia akan ditingkatkan seiring maraknya ancaman aksi teror jelang akhir tahun. Peningkatan pengamanan akan dilakukan termasuk di bandara-bandara internasional yang ada di daerah-daerah. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian. “(Fokus pengamanan) bukan kota, kita menyangkut pada area publik yang kita anggap bisa mungkin untuk itu (teror). Sehingga kita juga melakukan pengamanan misalnya semua bandar udara, khususnya internasional, untuk lebih berjaga-jaga,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, mantan Kepala KSP itu juga berkata bahwa ancaman teror akhir tahun tidak hanya menimpa Indonesia. Ancaman serupa juga kabarnya dialami negara-negara lain. Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso siang tadi. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Ia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura. Siaga I merujuk kepada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam siaga I, ancaman nyata dapat terjadi sewaktu-waktu, bisa dari dalam atau luar negeri. Oleh karena itu, pengamanan akan melibatkan keseluruhan personel untuk mengamankan dari potensi ancaman.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan teroris di lima berbeda di Indonesia, di antaranya Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik. Mereka ditangkap dalam waktu 3 hari, yaitu pada 18, 19, dan 20 Desember lalu. Mereka diduga merencanakan aksi teror kepada masyarakat berupa peledakan bom rakitan. Markas Besar Polri menyatakan ada total sembilan orang terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tepat pada akhir pekan lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut mereka berniat melakukan serangan besar-besaran Desember ini.

“Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah),” kata Anton, Senin (21/12). Anton tidak menjelaskan kelompok radikal lain apa yang dia maksud. Namun, informasi yang dihimpun menyebut sasarannya adalah kelompok Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru.

Dia mengatakan para teroris sudah menarget beberapa kota besar di Indonesia. Tanpa merinci, Anton mengatakan kota incaran itu adalah dua kota di Jawa, satu kota di Sumatera dan satu kota di Kalimantan. Selain itu, kata Anton, para teroris juga berniat mengincar kantor polisi, tempat ibadah, pejabat Detasemen Khusus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan pemerintah. Sementara itu, menurut Anton, teroris yang ditangkap di Jawa Timur bukan kelompok ISIS seperti yang ditangkap di tempat lainnya. Menurutnya, mereka tergabung dengan jaringan yang lebih dulu ada di Indonesia, Jamaah Islamiyah.

Serangan besar-besaran ini, kata Anton, dilakukan untuk menarik perhatian dunia internasional. “Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia.” Lima teroris yang diduga terkait dengan ISIS di antaranya adalah Riswandi dan Yudinon Syahputra yang ditangkap di Majenang; Zaenal dan Asep Urip yang ditangkap di Tasikmalaya; dan Abu Jundi alias Abdul Karim yang ditangkap di Sukoharjo.

Sedangkan kelompok teroris yang ditangkap terkait jaringan Jamaah Islamiah di antaranya adalah M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Di Kotabaru, Driyorejo, Gresik petugas juga menangkap Joko Ardiyanto yang merupakan buron terkait jaringan tersebut. “Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga 1,” kata Anton. Ketika ditanyai mengapa ancaman meningkat pada akhir tahun, Anton tidak bisa menjelaskan. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya kelompok teroris lain yang masih belum tertangkap. Namun, dia meminta masyarakat tenang karena Polri sudah melakukan pengawasan dan akan langsung menindak setiap indikasi teror.

Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi serius pernyataan siaga satu ancaman teror dalam menghadapi Hari Natal 2015. Untuk mengantisipasi bom meledak di gereja seperti yang terjadi tahun 2000 di Pekanbaru, Polda Riau menerjunkan intelijen dan patroli 24 jam selama Operasi Lilin tahun ini. Guntur menjelaskan, saat ini Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau telah memulai kegiatan patroli selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya teror dari kelompok radikal.

“Tak hanya Brimob, seluruh satuan yang ada di Polda, mulai dari intelijen dan petugas patroli sudah menyebar untuk melakukan antisipasi dini menjelang Natal dan tahun baru,” kata Guntur, Senin (21/12), seperti dikutip dari Antara. Menurut Guntur, Polda Riau tidak mau kejadian pada tahun 2000 terulang lagi. Pada saat itu, ada bom meledak di sebuah gereja di Pekanbaru dan menewaskan empat orang. “Apalagi saat ini, sudah ada ancaman yang disebar kelompok radikal untuk melakukan aksi. Untuk mencegah itu, Brimob melakukan patroli selama 24 jam,” ungkap Guntur.

Pada malam Natal tahun 2000, sebuah bom meledak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 2.740 personel dalam upaya pengamanan 1.066 gereja pada perayaan Natal 2015 juga telah disiagakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru hari ini mengatakan, penempatan personel pada setiap gereja akan berbeda bergantung tingkat kerawanannya.

“Intinya kami siapkan pola tertentu yaitu akan dilakukan penebalan pada setiap gereja sesuai tingkat kerawanan,” Guntur menjelaskan, setiap personel dilengkapi dengan senjata lengkap. “Di samping gereja, Polda Riau juga mengamankan 85 pusat perbelanjaan, 50 objek wisata, dan 83 lokasi pergantian tahun baru,” ujarnya. Namun demikian, Guntur mengimbau masyarakat untuk tidak resah. Masyarakat diajak bekerja sama mencipatakan keamanan dan ketertiban dengan melaporkan gerakan sekelompok orang yang mencurigakan.

“Kalau ada sekelompok orang yang mencurigakan bisa dilaporkan kepada polisi. Kepolisian akan bergerak cepat karena sekarang siaga satu. Apapun laporan yang berpotensi menciptakan gangguan akan ditindak dengan cepat,” tutur Guntur. Tak ketinggalan, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatra Barat, juga memastikan siap mengamankan perayaan Natal dengan meningkatkan pengamanan dua geraja di Kecamatan Panti. Kapolres Pasaman Ajun Komisaris Besar Agoeng S Widayat di Lubuk Sikaping hari ini mengatakan, Pasaman memiliki dua gereja yaitu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan gereja Katolik. Kedua gereja tersebut berlokasi di Kejorongan Murni Panti.

“Dua gereja itu akan diamankan 24 jam. Di lokasi juga akan didirikan pos pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan saat perayaan Natal,” kata Agoeng. Polres Pasaman akan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan untuk kegiatan pengamanan. Pengamanan kedua gereja perlu ditingkatkan mengingat lokasinya berada di pinggir jalan lintas Sumatra. “Kami siap mengamankan perayaan natal ini, demikian juga dengan tahun baru 2016, terutama di lokasi keramaian,” ujarnya.

Angggota Komisi III DPR Dossy Iskandar meminta kepada kepolisian untuk tidak lagi menyepelekan laporan dari masyarakat atau media setelah penetapan status Siaga I di seluruh wilayah Indonesia diberlakukan. “Kepolisian tidak boleh lagi menyepelekan laporan-laporan. Setiap laporan, diterima. Apalagi dari media, itu tidak boleh lagi diacuhkan seolah hal biasa,” kata Dossy. Dossy melihat, selama ini kepolisian kerap kali mengabaikan laporan masyarakat atau pemberitaan di media terkait potensi ancaman keamanan. Komisinya juga disebut sudah mengingatkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait hal tersebut.

Selain itu, Politikus Partai Hanura itu berharap agar kepolisian tidak terpancing dengan godaan dari Negara Islam Suriah (ISIS) yang melakukan ancaman secara terbuka ke berbagai pihak. Dossy berharap agar kepolisian tetap bekerja profesional dan sesuai dengan standar operasi yang berlaku. “Kami berharap aparat kepolisian tidak terpancing terhadap manuver-manuver kelompok tertentu yang mencoba memancing atau menantang polisi. Saya berharap aparat keamanan tetap dewasa,” ucap Dossy.

Meski begitu, Dossy sepakat dengan langkah penetapan status Siaga I oleh kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN). Walaupun, belum ada jaminan aparat keamanan tidak akan kecolongan lagi setelah Status Siaga I ditetapkan. “Saya pikir setidaknya dengan penetapan ini, tingkat kewaspadaan menjadi tinggi,” ujar Dossy. Adapun terkait dana operasional kepolisian terkait status Siaga I ini, Dossy berkata tidak ada tambahan yang akan diberikan Komisi Hukum DPR. Senab menurutnya tidak ada permintaan mengenai hal itu dan polisi disebutnya telah memiliki dana kontijensi yang cukup setelah anggarannya disahkan Komisi Hukum DPR.

Potensi ancaman terorisme jelang Natal dan Tahun Baru 2016 diklaim terjadi di seluruh negara. Atas dasar itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berkata bahwa status Siaga I ditetapkan di Indonesia akhir tahun ini. “Ancaman itu kelihatannya global. Jadi bukan hanya kita saja yang siaga. Jadi jangan berpikir Indonesia saja, tapi itu terjadi dimana-mana,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (21/12). Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso kemarin. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Densus 88 Gerebek Dua Rumah Terduga Teroris di Mojokerto


Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Polri mendapat peringatan dari badan intelijen Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), dan Kepolisian Australia terkait teroris-teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror semalam. Badrodin mengatakan, para teroris yang ditangkap itu adalah pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berencana mengebom sejumlah tempat di Indonesia.

“Karena itu kami tangkap duluan, kami cegah,” kata Badrodin, Minggu (20/12). Sebagian dari teroris yang tertangkap itu sudah bergabung dengan ISIS, sedangkan sebagian lainnya hanya simpatisan. Menurut Badrodin, saat ini masih ada beberapa teroris lain yang masih diburu. “Kami harap masyarakat waspada dan lapor jika ada hal yang mencurigakan,” ujarnya. Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap enam orang dari dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat mengatur kegiatan terorisme.

Penggerebekan pertama terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Empunala Nomor 78 Kota Mojokerto, sekitar pukul 19.00 WIB Sabtu kemarin. Dalam aksi tersebut Desus 88 mengamankan tiga pria dewasa, satu wanita, dan dua anak-anak. Salah satu yang menjadi tersangka dalam penggerebekan itu adalah Indraji, warga dari Dusun Notog, Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pria ini tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Dalam penggerebekan itu, Tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut. Selain penggerebekan di Jalan Empunala, Densus 88 juga merangsek masuk ke rumah warga terduga teroris lainnya. Tersangka bernama M Choirul Amin (38) menyewa rumah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dia ditangkap bersama sejumlah barang sitaan seperti buku jihad dan surat keterangan pindah palsu.

Kapolsek Trowulan AKP Sulkan mengatakan, penggerebekan ini adalah pengembangan yang didapat dari hasil penangkapan di Jalan Empunala 78. Selain buku jihad dan dokumen palsu, Tim Densus 88 juga menyita satu set komputer, sebuah laptop, dua hardisk, satu set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, tiga kardus ponsel Samsung, dan dua bilah pisau. Namun lagi-lagi tidak ditemukan bahan peledak di lokasi kedua ini.

“Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada,” kata Sulkan. Badrodin beberapa waktu lalu menyatakan ada ancaman ISIS ke Indonesia yang mungkin terjadi bulan Desember ini. Ancaman ini, kata dia, bukan yang pertama kali diterima Indonesia. “Sekarang ada ancaman, tiga bulan lalu juga ada. Karena itu kami meningkatkan pengamanan,” kata Badrodin. Satuan antiteror Desus 88 mengamankan enam orang yang diciduk dari dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat mengatur kegiatan terorisme.

Penggerebekan pertama terjadi di Sukoharjo, tepatnya di di Jalan Empunala No 78 Kota Mojokerto, pada Sabtu (19/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam aksi tersebut Desus 88 mengamankan tiga pria dewasa, satu wanita dan dua anak-anak. “Benar (ada penangkapan). Mengenai jaringan dan keterlibatannya apa, Densus 88 yang lebih tahu tentang itu. Densus juga sudah memeriksa rumah kontrakan yang bersangkutan di Kecamatan Bulu, Sukoharjo,” ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai. Salah satu tersangka dalam aksi penggerebekan itu adalah Indraji, warga dari Dusun Notog, Desa/Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pria ini tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Dalam penggerebekan itu tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut. Menurut warga Indraji adalah sosok yang aktif dalam kegiatan sosial. Rumah yang ia sewa dari pemilik dr Nurul yang selama ini dipakai sebagai Rumah Terapi bagi warga.

Selain penggerebekan di Jalan Empunala, tim Densus 88 juga merangsek masuk ke rumah warga terduga teroris lainnya yang menyewa rumah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tersangka bernama M Choirul Amin (38) diamankan bersama sejumlah barang sitaan seperti buku jihad dan surat keterangan pindah palsu. Menurut Kapolsek Trowulan, AKP Sulkan, penggerebekan ini adalah hasil pengembangan yang didapat dari hasil penangkapan di Jalan Empunala 78.

Selain buku jihad dan dokumen palsu, tim Densus 88 juga mengamankan satu set komputer, sebuah laptop, 2 hardisk, 1 set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, 3 kardus HP Samsung, dan 2 bilah pisau. Namun lagi-lagi tidak ditemukan bahan peledak di lokasi kedua ini. “Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada,” kata Sulkan

Leopard Wisnu Kumala Pembom Mal Alam Sutera Setelah Peras Manajemen Senilai 100 Bit Coin


Pelaku pengeboman di Mal Alam Sutera, Kota Tangerang berhasil ditangkap polisi. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumala warga Serang, Banten. Identitas pelaku diungkap oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian saat konferensi pers tentang bom toilet Mal Alam Sutera di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Dalam konferensi pers ini Kapolda didampingi Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Si tersangka berada di belakang Tito, memakai baju kaos putih dan tangannya diikat tali. Leopard bekerja di PT Masindo Utama perusahaan yang bergerak di bidang servis dan jasa instalasi untuk Industri telekomunikasi Indonesia. Tim dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 mengamankan Leopard pada Rabu (28/10/2015) di kediamannya di Perumahan Banten Indah Permai, Kota Serang, Banten. Polisi menyebut Leopard merakit bom di dalam kamar tidurnya. Saat penangkapan polisi mengamankan berbagai barang yang diduga digunakan untuk merakit bom tersebut.

Warga yang tinggal di Perumahan Banten Indah Permai, Serang, Banten, tidak percaya ada tetangganya yang menyimpan bom aktif di rumah. Mereka tidak menyangka warga di kawasan tempat tinggal mereka, Leopard Wisnu Kumala (27) atau LO, menaruh bom di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, Rabu (28/10/2015). “Kemarin tiba-tiba ramai euy, polisi pada datang semua ke sini. Ternyata Si Leo yang ditangkap. Saya mah enggak nyangka dia punya bom aktif juga di rumahnya itu. Seram banget, ya,” kata tetangga LO, Mukhlis (33).

Warga lain yang ikut menyaksikan saat polisi ramai-ramai datang ke rumah Leo, Agus (32), juga sempat takut ketika tahu ada bom aktif. Rumahnya hanya beberapa meter dari rumah Leo.”Enggak kebayang itu gimana kalau tiba-tiba meledak. Bom yang di mal itu saja kayaknya heboh banget, untung di sini enggak meledak juga,” tutur Agus. Leo tinggal bersama istri dan satu anak perempuannya yang masih berusia dua tahun.

Menurut pantauan Kompas.com, rumah Leo kini sudah dikosongkan dan dipasangi garis polisi. Sejumlah polisi tampak menjaga rumah itu. Kemarin malam, tim gabungan dari Densus 88/Anti Teror dan Polda Metro Jaya telah membawa Leo yang ditangkap di sekitar Mall Alam Sutera. Pemuda itu diringkus beberapa saat setelah bom yang dipasangnya meledak di toilet kantin karyawan di lantai lower ground (LG). Leo yang dikawal Densus ke rumahnya menunjukkan bahan bom aktif berdaya ledak tinggi yang disimpan di dalam rumah. Usai mengamankan bahan bom aktif, polisi membawa istri dan anak Leo untuk dimintai keterangan.

Wakil Kepala Densus 88 Komisaris Besar Martinus Hukom memastikan pelaku bom Mall Alam Sutera, Tangerang, sudah diamankan oleh jajarannya. Sementara ini, pelaku yang berinisial LO masih dalam perjalanan dari rumahnya di Kompleks Banten Indah Permai, Serang, ke Markas Densus di Depok, Jawa Barat. “Akan kami bawa ke tempat Densus di Kelapa Dua untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Martinus, Rabu (28/10/2015) malam.

Bersama dengan LO, Densus dan Polda Metro Jaya yang ke lokasi turut mengamankan satu bahan bom aktif yang sudah dijinakkan oleh tim Gegana. Adapun bentuk bom aktif itu dibungkus dengan kotak rokok. Bahan bom itu berdaya ledak besar. Berdasarkan pengakuan sementara, LO menggunakan sedikit bahan dari dalam kotak rokok tersebut untuk mengebom toilet kantin karyawan di Lower Ground (LG) Mall Alam Sutera, siang tadi.

Ledakannya pun berdaya rendah, karena bahan yang digunakan hanya sedikit. LO sendiri ditangkap masih di sekitaran Mall Alam Sutera beberapa saat setelah kejadian. Saat ditangkap, LO sedang mengendarai sepeda motor. Polisi yang menangkapnya harus melepas tembakan ke kaki LO hingga LO ditangkap dan dibawa ke rumahnya yang ada di Serang, Banten. Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, LO memiliki masalah pribadi dengan manajemen Mall Alam Sutera. Sejumlah bukti telah dikantongi aparat untuk diperiksa lebih lanjut. LO juga disebut-sebut mengebom toilet Mall Alam Sutera beberapa kali untuk melakukan pemerasan terhadap Mall Alam Sutera.

Meski demikian, pihak manajemen Mall Alam Sutera belum mau berkomentar soal itu. Saat ditanya, perwakilan manajemen yang mengaku bernama Wawan belum bersedia menanggapi pernyataan tersebut. Leopard Wisnu Kumala ternyata sudah 4 kali meletakkan bom di Mal Alam Sutera. Setelah beraksi, dia memeras melalui email. Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/10/2015), terungkap cara-cara Leopard memeras, yakni sesudah bom meledak, dia akan mengirimkan email ke pihak mal.

Ternyata Leopard mengaku bahwa pihak mal sudah sempat membayar sejumlah uang. Bukan dengan rupiah melainkan dengan bitcoin. “100 Bitcoin,” demikian katanya kala ditanya berapa yang pihak Mal Alam Sutera telah bayar. 1 Bitcoin sekitar Rp3,2 juta. Berarti 100 bitcoin setara dengan Rp 320 juta. Leopard memiliki 5 bom aktif yang siap diledakkan. Di rumahnya, polisi menemukan satu sisa bom. Rencananya, bom tersebut juga akan diledakkan di mal Alam Sutera. Aksi perdana pelaku bom di Mal Alam Sutera dilakukan pada 6 Juli 2015. Namun bom itu tak meledak. Bom diletakkan di supermarket dan dekat kaleng pembasmi nyamuk agar efeknya lebih dahsyat.

Polisi meneliti ratusan rekaman CCTV untuk melacak pelaku pengeboman di mal Alam Sutera, termasuk saat kejadian 6 Juli 2015 lalu. Saat itu, tersangka yang diketahui bernama Leopard Wisnu Kumara tersebut sempat clingak-clinguk di sejumlah lokasi.Setelah berputar-putar di mal, Leopard yang berjaket hitam dan membawa tas ransel akhirnya memilih supermarket Food Hall. Namun dia tak bisa langsung menaruh bom karena ada seorang wanita yang sedang belanja. Baru berselang beberapa menit, dia menyimpan bom di belakang tumpukan obat nyamuk.

“Ditaruh di belakang kaleng Baygon, bukan hanya ledakan bomnya tapi akan mengeluarkan racun begitu,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015).Apa maksudnya diletakkan di belakang kaleng obat nyamuk? “Biar efeknya lebih dahsyat,” ucap tersangka yang dihadirkan di jumpa pers.Rekaman CCTV 6 Juli tersebut menjadi titik awal pengungkapan kasus ini. Menurut polisi, wajah pelaku terekam jelas dari video tersebut. Pelaku pengeboman di Mal Alam Sutera, Kota Tangerang berhasil ditangkap polisi. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumara warga Serang, Banten.

Identitas pelaku diungkap oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian saat konferensi pers tentang bom toilet Mal Alam Sutera di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).Dalam konferensi pers ini Kapolda didampingi Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Si tersangka berada di belakang Tito, memakai baju kaos putih dan tangannya diikat tali. Leopard bekerja di PT Masindo Utama perusahaan yang bergerak di bidang servis dan jasa instalasi untuk Industri telekomunikasi Indonesia.

Tim dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 mengamankan Leopard pada Rabu (28/10/2015) di kediamannya di Perumahan Banten Indah Permai, Kota Serang, Banten. Polisi menyebut Leopard merakit bom di dalam kamar tidurnya. Saat penangkapan polisi mengamankan berbagai barang yang diduga digunakan untuk merakit bom tersebut. Leopard Wisnu Kumala ternyata sudah 4 kali meletakkan bom di Mal Alam Sutera. Setelah beraksi, dia memeras melalui email.

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/10/2015), terungkap cara-cara Leopard memeras, yakni sesudah bom meledak, dia akan mengirimkan email ke pihak mal. Ternyata Leopard mengaku bahwa pihak mal sudah sempat membayar sejumlah uang. Bukan dengan rupiah melainkan dengan bitcoin. “100 Bitcoin,” demikian katanya kala ditanya berapa yang pihak Mal Alam Sutera telah bayar. 1 Bitcoin sekitar Rp3,2 juta. Berarti 100 bitcoin setara dengan Rp 320 juta.

Bom Meledak Di Kantin Mall Alam Sutera


Sebuah ledakan terjadi di lingkungan Mall Alam Sutera, Tengerang, pada pukul 12.05 Waktu Indonesia Barat (WIB). Lokasi kejadian berada di toilet pelanggan kantin karyawan lantai LG Mall Alam Sutera. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal menyatakan seorang saksi bernama Deni menceritakan kejadian ledakan di dalam toilet tersebut. “Kronologi kejadian menurut keterangan saksi saudara Deni, selaku Supervisor Area Mall Alam Sutera menerangkan bahwa yang bersangkutan mendengar suara ledakan jam 12.05 WIB di dalam toilet customer kantin karyawan lantai LG Mall Alam Sutera saat bersama Bapak Edi selaku Komandan Pengamanan area Mall Alam Sutera,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan sejauh ini ada satu orang luka akibat ledakan yang terjadi di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, siang tadi. “Korban luka atas nama saudara Fian seorang Karyawan Kantin Borneo yang mengalami luka bakar dan kena serpihan di kaki sebelah kiri,” ujar Iqbal melalui pesan singkat kepada media, Rabu (28/10). Iqbal juga menjelaskan korban tersebut telah dilarikan ke Rumah Sakit Omni untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi beberapa saat lalu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Ajun Komisarus Besar Sutarmo memastikan bahwa ledakan berasal dari sebuah bom. Dari hasil olah tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian, ledakan bersumber dari toilet kantin bawah Mall Alam Sutera. Kepala Kepolisian Sektor Cipondoh, Tangerang, Komisaris Paryanto, menyatakan polisi saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi ledakan bom di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten.

“Kami sibuk olah TKP,” kata Paryanto. Menurutnya, polisi saat ini tengah mengamankan lokasi sekaligus menyisir Mall Alam Sutera dan sekitarnya untuk mencari benda-benda mencurigakan. Ledakan bom terjadi siang ini pukul 12.50 WIB di toilet kantin bagian bawah mal tersebut. Sejauh ini dilaporkan ada satu korban terluka. “Informasi awal dua orang luka,” ujar Paryanto. Sementara Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo mengatakan korban luka ringan satu orang.

Ini kali kedua bom meledak di Mall Alam Sutera. Sebelumnya pada 9 Juli lalu, bom juga meledak di mal ini, di lokasi yang sama, yakni toilet kantin bawah mal. Jenis ledakan kedua ini pun, menurut Sutarmo, mirip dengan ledakan pertama. Pada ledakan pertama itu, polisi menyita tas hitam yang berisi materi dan partikel bom rakitan. Ledakan bom pertama itu, menurut Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, kemungkinan terkait ISIS. Pelaku, kata dia, ialah laki-laki. Namun polisi tidak mempublikasikan hasil rekaman CCTV pada ledakan bom pertama itu ke publik. Sebuah ledakan terjadi di Mall Alam Sutera, Tangerang, pada pukul 12.50, Rabu (28/10). Belum ada keterangan pasti asal ledakan itu.

Namun saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo membenarkan soal adanya kejadian tersebut. “Betul. Sekitar pukul 12.50 WIB. Saat ini sedang dalam pemeriksaan,” kata Sutarmo. Menurut keterangan dari kepolisian hingga kini masih dalam penyelidikan awal. Saat ini kepolisian masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara. “Ada korban, satu orang luka ringan,” kata Sutarmo.
Sebuah bom meledak di Mall Alam Sutera, Tangerang Rabu (28/10) siang sekitar pukul 12.50 WIB. Dari hasil olah tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian, ledakan bersumber dari toilet kantin bawah mal.

“Sedang dilakukan olah tempat kejadian perkara, (ledakannya) berasal dari toilet,” kata Kepala satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Ajun Komisarus Besar Sutarmo. Hingga saat ini Sutarmo mengatakan ada satu korban luka ringan. Sang korban saat ini masih dalam perawatan, sehingga belum teridentifikasi. Sutarmo menduga jenis ledakan itu disinyalir hampir mirip dengan ledakan sebelumnya yang terjadi di tempat yang sama pada 9 Juli 2015 lalu. Saat itu Mal Alam Sutera juga sempat dibom, tepatnya di toilet di lantai dasar. “Tempatnya hampir sama dengan kejadian lalu,” ujarnya.,

Tidak ada korban jiwa dari kejadian terdahulu, tetapi bagian dalam toilet rusak parah. Polisi sempat mengamankan sejumlah tas hitam yang diduga berisi materi dan partikel dari bom yang diduga bom rakitan. “Ada kemiripan dan menyerupai. Korban satu luka ringan di kaki,” ujar Sutarmo. Ledakan yang terjadi di salah satu toilet di area kantin karyawan Mall Alam Sutera pada pukul 12.05 WIB dipastikan tidak mengganggu operasional pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Jalur Sutera Barat Kav.16, Tangerang, Jawa Barat, tersebut.

“Kami sudah serahkan ke pihak berwenang. Kami tidak menutup mal, operasional berjalan seperti biasa,” ujar Mei, Customer Service Mall Alam Sutera saat dihubungi. Dia menjelaskan, ledakan yang terjadi di sudut timur lantai Lower Ground mal itu hanya menyebabkan kerusakan minor pada bagian toilet. Dipastikan juga bahwa lokasi ledakan saat ini berbeda dengan lokasi ledakan bom yang terjadi pada 9 Juli 2015 silam.

“Iya tadi kejadiannya di toilet kantin di lantai LG, sudut timur. Berbeda dengan yang dulu,” kata Mei. Diketahui ledakan pada awal Juni lalu terjadi di Lantai Ground sudut barat mal. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran di area Mal Alam Sutera. Sedangkan satu korban luka yang terkena serpihan ledakan kini telah dilarikan ke Rumah Sakit Omni Alam Sutera. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto memastikan hal tersebut. “Korban tadi dibawa ke ruang perawatan atau klinik Mall Alam Sutera dulu,” ujarnya.