Categories
Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

Jalan Di Kelapa Gading Berubah Jadi Sungai


Salah satu wilayah yang kebanjiran cukup parah adalah Kelapa Gading di Jakarta Utara. Kawasan mahal ini terkepung banjir dengan ketinggian bervariasi, sehingga lalu lintas lumpuh. Rangga Syahputra, salah seorang pengguna jalan, mengirimkan foto banjir ke pasangmata.com. Dia mengambil foto banjir di bagian depan Mal Kelapa Gading. Banjir cukup tinggi sehingga sulit dilewati kendaraan. Dua pemotor yang nekat menerobos harus mendorong motornya karena kendaraannya mogok.

“Banjirnya cukup parah di Kelapa Gading,” tulis Rangga, Senin (9/2/2015) pukul 14.00 WIB. Adi, seorang pengguna jalan lainnya, juga mengirimkan foto banjir yang cukup tinggi di Jl Boulevard Timur di depan sekolah Al-Azhar Kelapa Gading. Ketinggian banjir hingga mencapai kap mesin mobil.

Meski banjir cukup tinggi, masih banyak mobil yang nekat menerobos banjir di kawasan tersebut. Tingginya banjir membuat setiap ada mobil yang melintas di lokasi ini menimbulkan gelombang seperti di sungai. Adi mengirimkan foto banjir ini pada pukul 11.50 WIB.

Foto lainnya yang menunjukkan parahnya banjir di kawasan ini dikirimkan Alam. Terlihat ada dua kendaraan yang nekat menerobos bajir di Jl Gading Nias arah ke Kelapa Gading. “Jalan Gading Nias menuju Boulevard Kelapa Gading banjir setinggi lutut orang dewasa,” kata Alam pukul 11.08 WIB.

Hilman Mubarok juga mengirimkan foto banjir di Jalan Boulevard Barat, di depan tugu Summarecon. Banjir ini mencapai seperut orang dewasa. Hilman mengirim foto ini pada pukul 10.36 WIB.

Categories
Jalan Jakarta Banjir

Banjir Di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih Gagal Disedot Karena Tidak Ada Tempat Buang Airnya


Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat ikut turun tangan mengatasi banjir di Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih. 1 Unit mobil pemadam kebakaran telah tiba di kawasan tersebut, tepatnya di depan kampus Universitas Yarsi. Namun petugas masih belum melakukan penyedotan air. Mereka kebingungan ke mana akan membuang air yang disedot.

“Mau dibuang ke mana. Kalinya penuh semua,” kata salah seorang petugas pemadam kebakaran, Andi di Jl Letjend Suprapto, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015). Menurut Andi, Kali Sunter yang berada tak jauh dari lokasi tersebut telah meluap. Sehingga jika pihaknya tetap melakukan penyedotan akan sia-sia.

“Di mana-mana banjir. Jadi percuma mau disedot, nggak bisa buangnya,” tutupnya. Genangan di jalur lambat Jalan Letjend Suprapto mencapai 40 centimeter. Kendaraan tak dapat melintas di ruas tersebut. Pihak kepolisian mengarahkan para pengendara untuk melintas melalui jalur Bus Trans Jakarta. Lalu lintas di Jalan Letjend Suprapto di kedua arah padat merayap.

Hujan yang tidak berhenti sejak semalam menyebabkan banjir tinggi di daerah Jl Cempaka Putih Tengah, Jakarta Timur. Banjir tersebut juga menutup akses ke Rumah Sakit Islam Jakarta. “Banjir di depan RSI tinggi sekali. Kami ketakutan akhirnya putar balik. Tidak bisa masuk sampai depan Rumah Sakit,” kata Febri yang hendak mengantarkan putranya sekolah di belakang komplek RSI, Senin (9/2/2015) pukul 09.33 WIB.

Menurut Febri, jalan masuk bagian tengah RSI tertutup banjir yang lebih tinggi. Banyak warga dan pedagang kaki lima meminta dirinya dan pengendara lainnya untuk mundur atau putar arah. “Adik saya sampai keluar dan masuk ke area banjir karena banyak mobil yang nekat masuk padahal saya mau putar balik,” tambah Febri yang melihat air sudah sampai sebetis kaki orang dewasa.

“Saya dapat kabar dari pihak sekolah kalau rumah-rumah kawasan Cempaka Putih Tengah tidak kena banjir namun terkepung banjir dari segala arah”, ungkap Febri yang kemudian membatalkan niat mengantar sekolah anaknya. Selain Jakarta Barat dan Utara, titik-titik banjir juga tampak di Jakarta Timur. Kendaraan tetap bisa melintas pelan-pelan. Pantaua, Senin (9/2/2015) pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, genangan 30-40 cm sudah terlihat di Jl DI Panjaitan dan Jl Raya Bekasi Cakung tepatnya di depan Pasar Cakung. Underpass Pasar Gembrong juga terganang air sehingga kendaraan yang melintas tak bisa terlalu melaju kencang.

Di depan gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, juga ada genangan setinggi 30 cm. Di Jl Raya Bogor tepatnya di lampu merah HEK ada genangan setinggi 40 cm, pengendara diimbau untuk berhati-hati karena jalanan dalam kondisi licin. Sementara itu, di Manggarai perbatasan antara Pondok Gede dan Jakarta juga terdapat genangan. Ketinggian air di pintu air Manggarai hingga pukul 11.00 WIB setinggi 770 cm dengan status siaga 3.

Categories
Transportasi

Atap Bus TransJakarta Ternyata Bocor Saat Hujan


Bus Transjakarta seharusnya bisa menjadi solusi utama warga Jakarta dalam beraktivitas di tengah hujan yang tak berhenti dan kemacetan. Namun, sepertinya impian merasakan bus TransJ yang nyaman masih jauh dari harapan. Khususnya bagi penumpang di koridor 6. Memburuknya moda transportasi primadona Jakarta ini terlihat di salah satu bus TransJakarta koridor 6 (Dukuh Atas-Ragunan)‎, Senin (9/2/2015). Kondisi yang sedang hujan deras tak lantas membuat penumpang TransJakarta merasakan lega saat memasuki bus.

Pasalnya, lantai bus berwarna abu-abu ini basah oleh tetesan air hujan yang merembes masuk melalui dinding dan membasahi lantai. Hasilnya, hampir seluruh lantai bagian bus untuk laki-laki terlihat basah. Penumpang harus berhati-hati untuk berjalan agar tak terpeleset dan jatuh. Rembesan air juga tampak di bagian plafon bus.

Bus-bus ini jauh berbeda kondisinya dengan bus-bus yang beroperasi di koridor 1 (Kota-Blok M). Di koridor itu, seluruh bus yang digunakan sudah bus gandeng dengan kondisi bus yang baik. Penderitaan penumpang TransJakarta koridor VI tak berhenti dari kondisi bus yang buruk namun sarana dan prasarana halte yang tidak layak. Misalnya saja di halte TransJakarta Buncit Indah. Plafon tangga terlepas sehingga warga yang hendak menuju halte TransJ akan kebasahan di musim hujan seperti ini.

Tentu tak hanya bus koridor 6 yang kondisinya memburuk. Masih banyak bus TransJ yang sebenarnya sudah tak layak pakai dan membuat penumpang tak nyaman namun tetap harus beroperasi. Alasannya, kontrak dengan operator yang belum selesai serta masih kurangnya armada bus sementara jumlah penumpang sangat besar. Kondisi ini tentu sangat ironis jika dibandingkan dengan impian Gubernur DKI Jakarta yang menginginkan warganya beralih dari kendaraan mobil pribadi ke transportasi umum.

Pembelian bus dan perbaikan sarana dan prasaran yang anggarannya masuk dalam APBD 2015 pun terkendala dengan belum disetujuinya APBD 2015 ‎oleh Kemendagri dengan alasan masih ada dokumen yang harus diperbaiki.

Categories
Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

Air Danau Sunter Meluap Hingga Tutupi Jalan


Jakarta diguyur hujan sejak 7 jam terakhir dengan intensitas sedang menuju tinggi. Imbasnya adalah meluapnya Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, yang ketinggian air saat ini sejajar dengan tinggi jalan. Pantauan detikcom di Jalan Danau Sunter Selatan, Senin (9/2/2015), hanya terlihat hamparan air di wilayah tersebut. Intensitas hujan di wilayah ini juga masih tinggi.

Tinggi genangan air dari arah Kemayoran menuju Kepala Gading mencapai 40 cm. Belasan motor terlihat mogok karena mencoba melintasi genangan air dan belasan pemotor lainnya memilih untuk berhenti menunggu surutnya air. Beberapa kendaraan roda empat mencoba menarabas jalan dengan menaikkan laju kecepatan kendaraannya.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah Kepala Gading menuju Kemayoran terlihat sangat sepi. Ketinggian air diperkirakan setinggi 60 cm. Hanya kendaraan roda empat yang terlihat melintas meski jumlahnya dapat dihitung jari.

8 Anggota kepolisian dari Polsek Tanjung Priok terlihat berjaga-jaga. “Mulai banjir tinggi sekitar sejam yang lalu,” ujar Kapolsek Tanjung Priok Kompol Mohammad Iqbal di lokasi banjir. Menurut Iqbal, berdasarkan informasi yang diterimanya wilayah Kepala Gading juga masih terendam air. “Itu wilayah yang paling parah,” ucapnya.

Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, banjir. Imbasnya, mobil-mobil yang ada di Tol Wiyoto Wiyono tak bisa turun di titik Gerbang Tol Sunter karena teradang banjir di Jl Yos Sudarso. Banyak warga terjebak di dalam mobil. Susahnya! Hal ini diceritakan, Andi Kuliem, yang temannya warga Cipinang hendak menuju ke Gedung Graha Kirana Sunter, Jakarta Utara. Lantaran jalan arteri sekeluar Tol Wiyoto Wiyono di Gerbang Tol Sunter tepatnya di Jalan Yos Sudarso banjir, mobil-mobil banyak yang tidak bisa dan tidak berani keluar menembus banjir.

Akibatnya, mobil-mobil itu bertahan di gerbang tol. “Sudah 5 jam. Masih hujan di sana, belum surut. Masih di mobil,” kata Andi menyampaikan kabar temannya itu. Andi menambahkan, temannya ‘sengsara’ selama di dalam mobil. “Menahan lapar, menahan pipis. Maju nggak bisa, mundur nggak bisa,” jelas Andi yang absen masuk kantor karena sedang tidak sehat ini. Dia juga mengirimkan gambar temannya Harry yang melalui Kelapa Gading dan nasibnya juga sama, terjebak banjir. Pun teman Andi, Andry, yang memotret kondisi banjir di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mereka berkantor di Sunter dan rutin melewati kedua wilayah itu.

Categories
Jakarta Banjir

Rel Stasiun Sudirman Kebanjiran … KRL Berhenti Beroperasi


Selain jalanan, banjir juga mulai menggenangi rel di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Akibat genangan ini perjalanan KRL dari Manggarai arah Tanah Abang yang melintasi stasiun strategis di kawasan segitiga emas ini menjadi terhambat. “Stasiun Tanah Abang mulai tidak melayani perjalanan ke Bogor karena ada genangan air di Stasiun Sudirman,” tulis Mamet di pasangmata.com, Senin (9/2/2015) pukul 11.30 WIB.

Mamet sempat mengirimkan foto sebuah kereta yang tak bergerak di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terlihat pintu-pintu kereta itu terbuka dan banyak penumpang yang duduk-duduk di stasiun tersebut.

Announcer PT KAI di sejumlah stasiun juga memberikan informasi adanya genangan itu. Melalui pengeras suara petugas menyatakan KRL dari Bogor arah Tanah Abang tak bisa dioperasikan karena Stasiun Sudirman banjir sehingga tak bisa dilintasi kereta. Pengumuman ini misalnya diperdengarkan saat detikcom tengah berada di Stasiun Pondok Cina, Depok.

Banjir yang melanda Jakarta sejak subuh tadi membuat rel kereta terendam di sekitar Stasiun Kampung Bandan. Akibatnya CommuterLine rute Bogor-Jatinegara hanya berangkat sampai Stasiun Duri. Hingga pukul 11.30 WIB, air yang menggenangi rel kereta itu masih belum surut. Posisi air bertahan di ketinggian 4 cm hingga 5 cm dari atas rel.

Karena kendala ini, maka CommuterLine dari arah Bogor tujuan Stasiun Jatinegara, tidak bisa melintas sampai tujuan. Berhenti di Stasiun Duri. “Ada genangan banjir. CommuterLine dari Bogor dan Depok, hanya sampai Stasiun Duri,” kata seorang petugas melalui pengeras suara di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2014) siang. Banjir ini juga menyebabkan kendala dari arah sebaliknya. Kereta tujuan Bogor dari Jatinegara hanya sampai Stasiun Kebayoran, seterusnya kereta kembali lagi ke Jatinegara.

Categories
Aneh Dan Lucu Jakarta Banjir

Napak Tilas Janji dan Kerja Keras Ahok Soal Banjir Di Jakarta


Hujan deras mengguyur Jakarta sejak dini hari hingga pagi ini membuat beberapa wilayah Jakarta tergenang air, dan berimbas kemacetan di sejumlah titik. Bahkan Gedung E di Komplek Balai Kota DKI Jakarta tadi malam sempat kebanjiran. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) memprediksi, Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi sepanjang hari ini. Dari satelit terlihat satu sel awan-awan besar berada di Barat Ibu Kota.

Humas BNPB Sutopo Purwo mengatakan, hingga pukul 06.00 WIB tadi, ada 49 genangan di Jakarta. Masing-masing 22 titik di Jakarta Pusat, 18 di Jakarta Barat, 4 di Jakarta Timur, dan 2 di Jakarta Selatan. Tinggi genangan antara 10-80 cm. Di Jalan Thamrin dan Jl. Medan Merdeka Barat masih tergenang banjir 10-50 cm. Daerah yang terendam banjir paling tinggi ada di Jl. Batu Ceper Raya 60-80 cm.

Dijelaskan Sutopo, titik genangan ini timbul akibat drainase perkotaan yang kurang mampu mengalirkan air permukaan ke sungai. Banyak masalah terkait drainase seperti kecilnya kapasitas, sedimentasi, tertutup sampah dan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam beberapa kesempatan pernah mengungkap soal pembenahan masalah banjir Jakarta. Ia berkata, pihaknya telah bekerja keras dengan melakukan berbagai langkah. Ahok optimististis, jika Jakarta hujan, dirinya menjamin tak akan lebih dari sehari pasti surut.

Berikut 3 pernyataan Ahok soal Banjir:
1. Ahok Soal Banjir: Kita Udah Siap, Nggak Akan Lama
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkata, pihaknya telah mengantisipasi puncak musim hujan pada Februari ini. Katanya, banjir tak akan berlangsung lama karena langkah-langkah antisipasi telah dilakukan. “Kita udah jaga. Besok kan puncak. Saya pikir puncak bisa sampai mendekati Imlek, sampai mendekati Imlek tanggal 10-an. Kita udah siap kok. Banjir juga nggak akan lama. Kecuali sabotase ya,” kata Ahok saat diwawancarai wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015) sore.

“Genangan baru sebetulnya hampir nggak ada. Kurangnya udah lebih banyak,” sebut Ahok menambahkan. Suami Veronica Tan ini berkata, sistem pompa penyedot air sudah siap, meski belum sempurna. Namun untuk di jalur Selatan, masih terkendala banyaknya rumah-rumah kumuh di pinggiran sungai yang belum dibebaskan. “Tapi yang selatan, karena volume sungainya semua nggak cukup, pasti meluap. Yang repot selatan sebetulnya, karena selatan sungainya rata-rata ditutupi rumah-rumah mewah sampai kumuh. Yang harusnya lebar sungai 20 meter, 12 meter, tinggal 3-4 meter ya masalah. Nah, itu kita akan terus usahakan bongkar. Tidak ada pilihan,” jelas Ahok.

Sementara itu, 9 waduk baru yang direncanakan dibangun Pemprov DKI Jakarta belum selesai. Kata mantan Bupati Belitung Timur ini, kebanyakan masih terkendala dengan pembebasan lahan. “Belum (berfungsi-red). Baru gali. Pembebasan lahan juga masalah, yang Marunda. Makanya saya bilang sama mereka, kerjakan aja yang udah ada. Yang kita mau kerjakan tahun ini pemasangan tanggul. Kita tidak ingin rob masuk,” imbuh Ahok.

2. Jika Jakarta Hujan Tak Lebih dari Sehari Pasti Surut
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengundang Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan para dubes Indonesia makan malam di Balai Kota. Pada kesempatan itu, ia juga bicara soal penanganan banjir.

“Kalau bapak ibu perhatikan sekarang kalau hujan saya jamin tidak lebih dari 1 hari pasti surut, karrna bagian tengah semua sudah beres. Ini tengah, Istana, Glodok, sampai sini (Balai Kota-red) nggak bakalan banjir. Kecuali ada yang sabotase,” kata Ahok di ruang Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015) malam.

Ahok menjelaskan penanganan banjir di Jakarta Pusat sudah rampung. Sedangkan di Jakarta Barat dan Timur, dan Selatan masih ada kendala. Meski begitu, menurutnya, kalaupun dilanda banjir, tak akan berlangsung lama. “Timur dan Barat kita butuh 2-3 tahun untuk bereskan. Selatan memang masalah karena jalannya diduduki, sungainya jadi sempit. Tapi kalau dia banjir meluap pun nggak akan lama, karena utara yang rendah ini sudah beres,” ucap Ahok.

3. Ahok Curiga Sabotase
Hujan mengguyur sejak semalam menimbulkan genangan di sejumlah titik Ibu Kota. Bahkan, genangan air juga sempat terlihat di kawasan Balai Kota dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat dini hari tadi. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) curiga ada sabotase. Ahok berkata, dirinya heran kenapa wilayah Istana Merdeka sempat tergenang air. Apalagi menurutnya koneksi CCTV yang terpasang di pintu air Masjid Istiqlal terputus. “Tadi saya kebangun jam 02.00 WIB karena hujan langsung cek CCTV, ternyata CCTV Istiqlal mati. Saya curiga kerendam nih pasti Istana kerendam,” ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015).

“Saya nggak tahu sabotase atau sengaja, saya nggak berani menduga. Tapi saya suudzon. Kamu hitung saja logika sekarang Pluit semua sauran begitu baik, Manggarai begitu rendah kita buka terus, Istiqlal kita buka mana mungkin banjir. Makanya saya begitu lihat CCTV Istiqlal connection lost, saya sudah curiga. Ada apa tiba-tiba. Istiqlal itu harus selalu rendah posisinya, kalau dia mulai tinggi buangnya ke sini, ke Tangki, ke Gajah Mada-Hayam Wuruk. Gajah Mada-Hayam Wuruk begitu rendah airnya, pasar ikan begitu baik pompanya kenapa nggak mau ke situ,” sambung Ahok.

Bagi Ahok, tidak ada alasan kawasan Monas, Istana Merdeka, Balai Kota, dan sekitarnya bisa terendam banjir. Menurutnya, kawasan Jakarta Pusat tidak mungkin digenangi air karena sudah dibenahi. Ahok pun tengah menunggu jawaban dari jajarannya soal permasalahan tersebut. “Saya lagi minta mereka jawab ke saya ini. Saya mau dengar jawaban, nggak ada alasan Monas-Istana kerendam. Ini juga kerendam kan semalam, masuk ini. Makanya saya nggak tahu. Sama kayak kasus Sunter, dia bilang nggak sengaja. Ya sudahlah kalau ini mau dibilang nggak sengaja,” tutupnya.

Categories
Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

53 Titik Banjir Yang Membuat Jakarta Yang Dipimpin Ahok Lumpuh Hari Ini


Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak pagi tadi mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Genangan air dan banjir ini mengakibatkan kemacetan di sejumlah titik yang terdampak. Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya ada 53 titik di DKI Jakarta yang tergenang hingga mengalami banjir. Berikut titik penyebarannya berdasar keterangan Kabag Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto sampai pukul 11.00 WIB tadi, Senin (9/2/2015).

Wilayah Jakarta Pusat:
1. Gunung Sahari, Pintu Besi (50 cm)
2. Sebelum gerbang Tol Cempaka Putih (20 cm)
3. Jl Letjen Suprapto (20 cm)
4. Jl Ahmad Yani depan Gudang Garam (30 cm)
5. Jl Batu Tulis (40 cm)
6. Jl Krekot Bundar (40 cm)
7. Jl Latuse (40 cm)
8. Jl Mangga Besar Raya (50 cm)
9. Jl Karang Anyer (30 cm)
10. Gunung Sahari 1 (40 cm)
11. Jl Krosela (30 cm)
12. Jl Benyamin Sueb (200 cm)
13. Landasan Pacu Utara (150 cm)
14. Jl Kwitang 1 (30 cm)
15. Jl Percetakan Negara (50 cm)
16. Jl Cempaka Putih Tengah (40 cm)

Wilayah Jakarta Utara:
1. Jl Yos Sudarso depan Ajinomoto arah utara (40-50 cm)
2. Jl Parangtritis Pademangan Barat (30-40 cm)
3. Jl Karang Bolong Ancol Barat (20-30 cm)
4. Setelah Flyover Cempaka Putih (40-50 cm)
5. Kebon Baru arah Utara (25-30 cm)
6. Kelapa Gading (50-60 cm)
7. Depo Motor Sunter (35 cm)
8. Kampung Gusti (30 cm)
9. Kapuk Raya (40 cm)
10. Depan WTC Mangga Dua (20-30 cm)
11. Depan Gerbang Tol Sunter (20 cm)

Wilayah Jakarta Barat:
1. Jl Arjuna Selatan (30 cm)
2. Depan Universitas Trisakti (40-50 cm)
3. Jl Panjang depan Mc Donald (25 cm)
4. Pintu Air Cengkareng (50 cm)
5. Depan Universitas Tarumanegara (60 cm)
6. Jl Meruya Utara sebelum Pospol (30 cm)
7. Pasar Patra Duri Kepa (40 cm)
8. Pasar Puri Cengkareng lajur kiri (40 cm)
9. Jl Kyai Tapa (20 cm)
10.Depan RS Siloam (40 cm)

Wilayah Jakarta Selatan:
1. Lotte Mart (30 cm)
2. Setelah TL Kuningan arah Barat (20 cm)
3. TL Bungur arah Pondok Indah (20 cm)
4. Pasar Jagal Buncit (100 cm)
5. Jl M Saidi Raya Pesanggrahan (20 cm)
6. Jl Bank (70 cm)
7. Depan Atmajaya jalur lambat (70 cm)
8. Kolong Semanggi arah Senayan (30 cm)
9. Depan Balai Kartini (30 cm)

Wilayah Jakarta Timur:
1. TL Matraman arah Tambak (30 cm)
2. Depan BNN (30 cm)
3. Kawasan Industri Pulo Gadung (25 cm)
4. TL Arion Rawamangun (50 cm)
5. Depan Pengadilan Lama Jaktim (40 cm)
6. Jl Raya Bekasi depan Palad (40 cm)

Sementara itu, Budiyanto juga melaporkan data ketinggian pintu air di Jakarta hingga pukul 11.00 WIB tadi, berikut datanya:
1.Pintu Air Manggarai 770cm
2.Pintu Air Depok 125cm
3.Pintu Air Katulampa 40cm.

Banjir mulai merambat ke pusat kota Jakarta. Tak tanggung-tanggung hingga mencapai kawasan ring 1. Genangan terlihat di sekitar bundaran Patung Kuda/Indosat yang berada di sekitar Monas. Akibat banjir ini lalu lintas menjadi kacau. “Hujannya masih deras sehingga membuat bundaran Patung Kuda tergenang,” kata Budi, Senin (9/2/2015) pukul 12.00 WIB. Budi menjepret banjir tersebut dari lantai 13 gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Terlihat ruas jalan ini tertutup bajir sehingga membuat lalu lintas menjadi tersendat.

Kawasan Istana Kepresidenan tak luput dari banjir yang datang akibat tingginya curah hujan. Jalan di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, air menggenang setinggi 30 cm dan semakin dalam saat menuju lampu merah pertigaan ke Harmoni. Pantauan di lokasi, Senin (9/2/2015) pukul 12.25 WIB, saat melewati depan Istana terlihat air setinggi mata kaki orang dewasa. Melewati lampu merah pertigaan depan Istana ke arah Harmoni air semakin tinggi yakni mencapai 50 cm.

Para pemotor memilih untuk mematikan mesin dan mendorong motor mereka agar tidak mogok. Sebagian lagi memilih menerabas genangan dan ada juga yang berakhir dengan mati mesin karana terendam air. Mereka akhirnya meminggirkan motornya dan memeriksa kondisi kendaraan yang mogok itu. Sejumlah polisi yang mengenakan jas hujan terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas di dekat lampu merah. Hujan juga masih mengguyur dengan lebat. Sementara itu, di Jalan Medan Merdeka Barat tak terlihat kendaraan yang melintas. Jalan di depan Kemenko PMK dan Gedung Mahkamah Konstitusi itu juga tak luput dari banjir.

adan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang dan lebat masih akan mengguyur Jakarta hingga sore hari. Hujan ini akan semakin meluas ke wilayah di luar Jakarta. “Hujan disertai kilat, petir dan angin kencang pada pukul 11.00 WIB di wilayah sebagian besar Jabodetabek. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan meluas ke wilayah Tangerang, Bekasi, Cibubur, Cileungsi, Citeko, Ciawi, Cisarua, Bogor dan sekitarnya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat, Senin (9/2/2015) pukul 11.45 WIB.

Dengan kondisi seperti itu diperkirakan banjir berpotensi meningkat di beberapa tempat. Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana DKI Jakarta dan Posko BNPB terus memantau perkembangan banjir Jakarta. BNPB telah mendirikan 28 Posko Taktis yaitu 25 posko di Jakarta, 2 posko di Bekasi dan 1 posko di Tangerang. “Personel BNPB, SRC PB, Menwa, dan Senkom Polri dengan dukungan logistik dan peralatan membantu aparat setempat dalam penanganan banjir. BNPB telah menyiapkan 3.600 personel TNI dan 614 personel Polri untuk antisipasi banjir jika diperlukan,” jelas Sutopo.

Hingga saat ini kondisi sungai-sungai di Jakarta masih aman, belum ada pernyataan darurat bencana banjir dari Gubernur DKI Jakarta. Belum juga ada warga yang diungsikan karena banjir. Berikut tinggi muka air di pintu air yang ada di Jabodetabek pada pukul 10.00 WIB:

Katulampa 40 cm/H (siaga 4).
Depok 120 cm/H (siaga 4).
Manggarai 770 cm/H (siaga 3).
Karet 550 cm/H (siaga 2).
Krukut Hulu 130 cm/H (siaga 4).
Pesanggrahan 115 cm/H (siaga 4).
Angke Hulu 75 cm/H (siaga 4).
Cipinang Hulu 115 cm/G (siaga 4).
Sunter Hulu 50 cm/G (siaga 4).
Pulo Gadung 650 cm/H (siaga 3).
Waduk Pluit -20 cm/H.
Pasar Ikan 210 cm/H (siaga 2).

Keterangan: H = Hujan, G = Gerimis.

Categories
Jakarta Banjir

Ahok Oh Ahok … Ini Daerah Jakarta Yang Masih Kebanjiran Akibat Hujan Sebentar


Hujan yang mengguyur daerah Jakarta membuat beberapa wilayah di Jakarta Selatan terendam banjir. Salah satunya di daerah Pondok Labu yang terendam banjir hingga setinggi 1 meter. Menurut Petugas Damkar Jakarta Selatan, Muhajir, banjir di deket Kelurahan Pondok Labu tepatnya di RW 3 mencapai 1 meter. “Tadi sempat kita evakuasi karena air meningkat dan membuat kendaraan tidak bisa melewati. Namun, saat ini sudah mulai surut,” ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (25/11/2014).

Selain di Pondok Labu, Muhajir mengatakan di Jalan Petogokan juga terendam. Namun, air juga sudah mulai surut di daerah tersebut. “Untuk daerah Mampang ketinggian airnya juga sudah surut,” tambah Muhajir. Banjir melanda Jalan Bango RT14 RW3, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ketinggian air yang meredam daerah tersebut hingga 90 centimeter.

“Saat ini semakin tinggi, sudah sampai lutut orang dewasa,” ujar Indra saat dihubungi, Selasa (25/11/2014). Menurut salah satu warga, Indra rumahnya mulai terendam sejak Senin (24/11/2014) pukul 20.30 WIB. sampai saat ini, banjir masih merendam wilayah tersebut. Indra menuturkan, akibat tingginya air, kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut. Petugas juga tidak terlihat untuk memberi bantuan.

“Sampai saat ini belum ada bantuan apa-apa,” tutupnya. Hujan yang mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya sejak sore menimbulkan genangan air di beberapa tempat, termasuk di Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jaksel. Air yang menggenang membuat pemotor kewalahan untuk melintasi jalan.

Menurut keterangan salah satu warga, Timo, air naik sekitar pukul 20.00 WIB. Air yang menggenang setinggi 20 cm tersebut membuat pemotor kewalahan. Sebabnya, tak sedikit yang mengalami mogok di tengah genangan air ketika melintas. “Naik tadi kira-kira jam delapan lah. Nih sampe masuk bengkel saya,” tutur Timo, pemilik bengkel di Jl Margasatwa Raya RT 03/07, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2014).

Timo mengatakan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak sore hari membuat air kali Jagakarsa ini naik. Karena posisi jalan yang lebih rendah daripada aliran air, air kali itu pun mengalir ke jalan raya. Pantauan di lokasi, beberapa pengendara motor memang terjebak di tengah jalan karena mogok. Warga sekitar pun beramai-ramai membantu mendorong agar motor tersebut tak menghalangi jalur kendaraan lain yang melintas.

Tak sedikit pula pemotor yang akhirnya putar balik setelah melihat genangan air tersebut. Salah seorang pemotor, Yudi, mengaku lebih baik memutar lewat jalur Ciganjur untuk pulang ke rumahnya di daerah Gandul, Cinere. “Muter aja mas. Tinggi itu, malas kalau mogok harus dorong,” ungkapnya. Hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya, beberapa wilayah di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur mulai terendam banjir.

Menurut Ketua RW 2, Kampung Pulo, Kamaludin air hampir setinggi mulai merendam beberapa rumah di pinggiran kali, tepatnya di RW 2 dan RW 3. “Yang dipinggiran memang sudah tergenang. Tapi belum menyebar, karena di tempat saya belum tergenang,” ujarnya. Kamaludin mengatakan, banjir yang menggenang rumah warga di pinggiran dikarenakan air kiriman dari Depok. “Soalnya dari Katulampa belum ada laporan,” terangnya.

Selain di Kampung Pulo, banjir juga sempat merendam Jalan Glatik, Citayem, Depok pada sore hari. Namun, sejak pukul 21.45 WIB tadi banjir sudah mulai surut. “Sekarang sudah surut. Tadi sore sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan karena ketinggian air hingga sepinggang,” tutup Misro salah satu saksi di lapangan.

Categories
Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

Daftar Titik Yang Masih Banjir Di Jakarta


Selepas hujan deras tadi malam, banjir mulai menggenangi Jakarta. Dari pantauan TMC Polda Metro Jaya, setidaknya terdapat 14 titik banjir yang dilaporkan warga sejak pukul 00.00 hingga 07.17 WIB pagi ini, Kamis, 20 November 2014. Berikut ini titik-titik yang masih banjir tersebut:

1. Gunung Sahari depan Lantamal, banjir tercatat pukul 07.17 WIB.
2. Ruas Jalan Kampung Melayu, Tebet, arah jalan layang Kampung Melayu, banjir terjadi pukul 07.16 WIB.
3. Daerah gedung Peluru, Jakarta Selatan, banjir terpantau pukul 07.08 WIB.
4. Jalan KH Abdullah Syafei, Casablanca, ke arah Terminal Kampung Melayu/Prumpung depan Alfamidi, banjir pukul 07.06 WIB.
5. Kampung Melayu, Bukit Duri, Tebet, banjir tercatat pukul 06.34 WIB.
6. Jalan sepanjang Cililitan menuju Jalan Dewi Sartika, banjir terjadi pukul 06.31 WIB.
7. Kampung Melayu arah Gembong.
8. Kampung Pulo, Jakarta Timur, banjir pukul 05.32 WIB.
9. Di depan SMA 8, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, banjir tercatat pukul 05.30 WIB.
10. Di Belakang Masjid Al-Hawi, Kampung Keramat, belakang Condet, Jakarta Timur, banjir setinggi 20-40 sentimeter terjadi pukul 05.27 WIB.
11. Di Pasar Induk Kramat Jati dan pertigaan Hek, banjir setinggi 20 sentimeter terpantau pada pukul 05.26 WIB.
12. Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta Timur, banjir pukul 05.17 WIB.
13. Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, banjir terjadi pukul 05.16 WIB.
14. Jalan Raya Bogor, depan halte Transjakarta Pasar Induk Kramat Jati, banjir tercatat pukul 02.48 WIB.

Categories
Jakarta Banjir

Hari Sabtu Jakarta Akan Kembali Di Landa Banjir …


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Jakarta digenangi banjir pada Sabtu, 22 November 2014. Akibat banjir ini, Gunung Sahari dan kawasan sepanjang hilir Sungai Ciliwung Lama diprediksi kembali tergenang. Kepala BMKG Andi Eka Satya menjelaskan, pada Jumat, 21 November 2014, wilayah Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi akan diguyur hujan dengan intensitas lebat, di atas 100 milimeter per hari.

Pada puklul 13.00, hujan mula-mula akan turun dengan intensitas sedang, 6-10 mm per tiga jam atau 48-80 mm per hari. Kemudian pada pukul 16.00, wilayah Tangerang akan diguyur hujan dengan intensitas lebat, 10-15 mm per tiga jam atau 80-120 mm per hari. “Baru pada pukul 19.00 akan terjadi hujan lebat di wilayah Bogor dan sekitarnya,” katanya saat Kamis, 20 November 2014. Hujan yang turun akan semakin lebat hingga mencapai puncak pada pukul 22.00.

Andi melanjutkan, air hujan yang turun dari pukul 19.00-22.00 tersebut kemudian akan mengalir ke Pintu Air Katulampa. “Sembilan jam sesudah itu, akan sampai Jakarta. Dan ditengarai pada Sabtu, 22 November 2014, keesokan harinya, Jakarta diperkirakan akan banjir lagi,” katanya. Menurut Andi, hujan yang akan turun besok memiliki intensitas dan curah yang sama dengan hujan pada Rabu pekan ini. Andi juga menyebutkan, akibat hujan lebat ini, air laut akan pasang hingga 1 meter.

Akibatnya, kata dia, sejumlah daerah yang tergenang hari ini, seperti Gunung Sahari dan 13 titik lainnya, akan kembali kebanjiran. Berdasarkan pantauan, akibat hujan lebat kemarin, hari ini sejumlah titik di Jakarta tergenang banjir. Dari pemantauan pada pukul 00.00 hingga 07.00, empat belas titik di Ibu Kota kebanjiran.

Di antaranya Gunung Sahari, Kampung Melayu, Gedung Peluru, Casablanca, Bukit Duri, Cililitan, Kampung Pulo, Condet, Pasar Induk Kramat Jati, Tanjung Sayang-Cawang, Pejaten, dan Jalan Raya Bogor. Teuku Iskandar, Kepala Balai Besar Ciliwung Cisadane, mengatakan dampak banjir hari ini meluas karena beberapa daerah yang tergenang itu bukan langganan banjir. Menurut Iskandar, penyebab banjir ini adalah debit kiriman air yang cukup tinggi, yakni 190 sentimeter, dari Pintu Air Katulampa di Bogor.

Air yang mengalir, kata Iskandar, dikirim Katulampa ke dua pintu air di Jakarta, yakni Manggarai dan Ciliwung Lama. Pintu Air Manggarai tak memiliki beban mengalirkan berkubik-kubik air tersebut ke hilir Muara Angke dengan melewati Kali Roxy dan Kali Hitam Sunter. Tapi, Pintu Air Kali Ciliwung Lama, yang bermuara di Ancol dan hanya berkapasitas 50-70 kubik, ternyata tak mampu menampung. Apalagi, kata dia, hilir Sungai Ciliwung Lama mengalami penyempitan. Karena itu, ketika baru 40 kubik air yang mengalir, Gunung Sahari sudah tergenang banjir.

Iskandar menambahkan, jika hujan dengan curah hujan yang sama seperti kemarin kembali turun di Jakarta, selain Gunung Sahari, beberapa daerah lain juga terancam terendam banjir. Antara lain Kampung Pulo, Rawajati, dan Kebon Baru. Soalnya, tiga daerah ini terhubung dengan Sungai Ciliwung. Daerah di sepanjang hilir Sungai Ciliwung Lama hingga Ancol juga menghadapi ancaman serupa.

Permukiman warga di bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir setinggi 4 meter, Kamis, 20 November 2014. Banjir terjadi setelah Kali Ciliwung meluap. Di hulu, muka air di Bendung Katulampa, Bogor, mencapai 190 sentimeter alias siaga 2 pada Rabu malam, 19 November 2014.

Camat Jatinegara Syofian mengatakan air mulai merendam rumah warga di delapan RW sejak pukul 06.00 WIB. “Ketinggian banjir berkisar 30-400 sentimeter, radius 15 meter dari bantaran kali,” ujar Syofian, Kamis, 20 November 2014. “Banjir paling tinggi di RT 03 dan 04 RW 03.”

Sebanyak 5.152 keluarga dengan 16.366 jiwa terdampak banjir. “Tapi hanya 432 warga yang mengungsi,” tuturnya. Mereka tersebar di beberapa pengungsian, yakni 230 jiwa di kantor Suku Dinas Kesehatan, 76 jiwa di RS Hermina, 39 jiwa di Masjid Attawabin, 57 jiwa di Musala Al-Awabin, dan 30 jiwa di pos RW 03. “Bantuan berupa seribu roti dari PMI sudah dibagikan untuk sarapan,” katanya.

Saat ini Unit Pemadam Kebakaran, Sudin Sosial, Sudin Kesehatan, PMI, kepolisian, dan TNI bersiaga di sekitar Kampung Pulo. Tim evakuasi dengan perahu karet mulai menyisir dari Kali Ciliwung untuk mengevakuasi warga yang masih ada di dalam rumah. Banjir yang merendam Kampung Pulo juga meluber ke Jalan Jatinegara Barat. Ketinggian air di Jalan Jatinegara Barat mencapai 10-40 sentimeter. Akibatnya, Jalan Jatinegara Barat ditutup sementara dan dialihkan ke Jalan Jatinegara Timur.