Tag Archives: Ebony Tower

Pembunuh Holly Angela Ternyata Debt Collector


El Rizki Yudhistira, 34 tahun, pria yang diduga menganiaya Holly Angela, bekerja sebagai penagih utang. Hal tersebut disampaikan adik Rizki, Bani Ikhsan, kepada polisi ketika melapor, Sabtu malam lalu. “Kata adiknya, ia bekerja sebagai debt collector,” ujar Kapolsek Pancoran Kompol I Nengah Adi Putra, Senin, 7 Juli 2013.

Sabtu malam lalu, Bani dan dua kerabat lainnya mendatangi Polsek Pancoran setelah melihat foto yang disebar polisi. Bani, yang berasal dari Lampung, mendatangi Polsek Pancoran untuk memastikan bahwa pelaku pembunuh Holly Angela adalah kakaknya. Kemudian ketiganya membawa dokumen administrasi Rizki ke RS Cipto Mangunkusumo.

Setelah melakukan identifikasi fisik, keluarga yakin bahwa Mr. X adalah Rizki. Berdasarkan data sidik jari yang dibawa Bani, polisi memastikan bahwa pria yang lompat dari lantai 9 gedung Ebony Apartemen Kalibata City adalah Rizki. “Ternyata cocok,” ujar ia. Akhirnya, identitas Mr. X yang samar selama seminggu terkuak.

Nengah menyatakan akan mendalami kasus ini dari keterangan adik Rizki. Ia belum bisa memastikan apakah penganiayaan Holly terkait dengan utang atau tidak. “Masih kami dalami. Belum disimpulkan ke arah sana,” ujarnya.

Rizki diduga melakukan penganiayaan dengan mengikat dan memukuli Holly dengan lempengan besi sepanjang 50 sentimeter di muka wanita asal Magelang itu. Holly sempat minta tolong pada keluarganya. Ketika tiba di kamar apartemennya, keluarga, penghuni, dan satpam mendobrak pintu kamar Holly.

Mereka menemukan Holly dalam kondisi telungkup bersimbah darah. Holly kemudian tewas setelah mendapat perawatan di RS Tria Dipa, Pancoran, Jakarta Selatan.

Saksi menuturkan pintu balkon kamar Holly dalam keadaan terbuka. Tak lama dari kejadian tersebut, seorang pria ditemukan tewas akibat melompat di taman Tower Ebony. Ia diduga panik ketika satpam menggedor kamar dan mencoba melarikan diri.

Polisi akhirnya mengungkap identitas pria yang melompat dari lantai sembilan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Ia adalah pria asal Karang Tengah, Lampung, bernama El Rizki Yudhistira, 34 tahun.

“Dari keterangan pihak keluarga, kami cocokkan dengan sidik jari, ternyata identik,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Noviana Tursanorrohmad, Senin, 7 Juli 2013. Menurut dia, pada Sabtu malam lalu, tiga orang pihak keluarga mendatangi Polsek Pancoran karena merasa foto Mr. X mirip dengan anggota keluarganya.

“Yang datang paman, adik, dan iparnya,” ujar Kompol Noviana. Ketiganya mengaku melihat foto Rizki di sejumlah media, dan datang ke Jakarta untuk memastikan jenazah keluarganya itu. Ketiganya lalu dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo dan memastikan bahwa Mr. X adalah Rizki.

Noviana mengatakan selanjutnya pihak keluarga akan membawa jenazah ke Lampung. Saat ini jenazah masih bersemayam di Rumah Duka RS Cipto Mangunkusumo. “Akan dibawa hari ini,” ujarnya.

Rizki diduga melakukan penganiayaan pada Holly dengan mengikatnya lalu memukulinya dengan lempengan besi sepanjang 50 sentimeter di muka wanita asal Magelang itu. Holly sempat minta tolong pada keluarganya. Ketika tiba di kamar apartemennya, keluarga, penghuni, dan satpam mendobrak pintu kamar Holly. Mereka menemukannya dalam kondisi telungkup bersimbah darah. Holly kemudian tewas setelah mendapat perawatan di RS Tria Dipa, Pancoran, Jakarta Selatan.

Saksi menuturkan pintu balkon kamar Holly dalam keadaan terbuka. Tak lama setelah kejadian tersebut, seorang pria ditemukan tewas akibat melompat di taman Tower Ebony. Ia diduga panik ketika satpam menggedor kamar, lalu mencoba melarikan diri.

Holy Angela Tewas Di Tower Ebony Apartemen Kalibata Saat Yang Sama Seorang Bunuh Diri Dengan Lompat Dari Lantai 9


Pihak pengelola Tower Ebony Apartemen Kalibata City, mengatakan tidak ada kamera pengawas CCTV di lantai 9. Di kamar E. 09 AT itu, Holly Angela ditemukan kritis karena luka penganiayaan. “CCTV tidak ada di lantai 9,” kata petugas pengelola, Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2013). Menurut dia, CCTV hanya berada di lobi tower apartemen. “Jadi yang terpantau yang di lobi,” imbuhnya.

Dia menyebut orang yang bisa masuk ke tower Ebony harus memiliki kartu akses. Tapi dia mengakui tamu bisa masuk berbarengan pemilik unit. Diberitakan sebelumnya, Holly Angela yang akhirnya meninggal dunia di RS Tria Dipa mengalami luka sobek dan memar. “Ada 3 luka sobek di kepala korban akibat benda tajam,” kata Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin saat dikonfirmasi terpisah.

Selain itu ditemukan luka memar di kedua tangan dan di punggung korban. Holly Angela ditemukan kritis oleh petugas keamanan dan kemudian dibawa ke RS Tria Dipa hingga akhirnya meninggal dunia. Pada saat yang bersamaan pria yang belum diketahui identitasnya lompat dari kamar yang sama. Si Mr x tewas dengan luka sobek di bagian dahi, patah tulang rusuk pada dada kanan.

Sejumlah saksi menyebut dugaan si pelompat lebih dulu menganiaya Holly Angela. “Diperkirakan pelaku setelah membunuh korban dia langsung lompat,” kata petugas keamanan Kalibata City yang ditemui di RS Tria Dipa. Tapi polisi masih menyelidiki kaitan dua kasus dalam lokasi yang sama ini. Garis polisi masih terpasang di kamar E 09 AT milik Holly Angela di Tower Ebony Apartemen Kalibata City. Ada 2 satpam yang menjaga di sekitar kamar di lantai 9 tersebut.

Pantauan detikcom sekitar pukul 07.22 WIB, Selasa (1/10/2013), garis polisi juga membentang di lorong pintu kamar. Selain garis polisi, di depan pintu juga diletakkan sebuah sapu ijuk sebagai penghalang.

Masih terlihat bercak darah serta jejak sepatu di pintu kamar tersebut. Suasana sekitar TKP sepi. Selain itu juga ada jejak darah yang sudah kering di lantai depan kamar korban.

Selain kamar yang menjadi lokasi pembunuhan, kamar E 09AE yang berada tepat di depan lokasi kamar juga ikut disegel polisi. “Ya, kedua kamar ini yang dipasangi police line,” kata seorang petugas keamanan saat ditemui di lokasi.

Selain itu, 3 orang petugas keamanan disiagakan didepan lorong masuk kamar. Holly Angela ditemukan kritis sebelum akhirnya meninggal karena dianiaya. Siapa pelakunya belum diketahui tapi diduga Mr x yang lompat bunuh diri dari pelataran kamar yang sama.

Holly Angela dianiaya hingga tewas di kamarnya di Tower Ebony apartemen Kalibata City, Jaksel. Diduga pembunuh Holly adalah Mr X yang kemudian bunuh diri dengan melompat dari kamar yang sama yakni 09 AT.

“Ada 3 luka sobek di kepala korban akibat benda tajam,” kata Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2013). Selain itu ditemukan luka memar di kedua tangan dan di punggung korban. Holly Angela ditemukan kritis oleh petugas keamanan dan kemudian dibawa ke RS Tria Dipa hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara Mr X yang tewas melompat dari lantai 9 mengalami luka sobek di bagian dahi, patah tulang rusuk pada dada kanan. Jasad keduanya dibawa ke RSCM. Siapa Mr X yang diduga menganiaya Holly Angela sebelum lompat bunuh diri di apartemen Kalibata City, Jaksel, belum terungkap. Apa hubungan Holly Angela dengan Mr X menjadi misterius.

Suami Holly Angela diketahui berada di Australia. Informasi ini didapatkan dari ibu angkat Holly Angela yang datang ke RS Dipa, Jalan Pasar Minggu, Jaksel. Keterangan ini kemudian disampaikan petugas keamanan Kalibata City berinisial I yang juga berada di RS Dipa.

“Tadi suaminya di Australia dihubungi yang mengaku ibu angkat itu. Dia ngga dapat tiket, baru pagi pagi ini dia berangkat dari Australia,” kata si petugas, Selasa (1/10/2013). Dari foto yang didapatkan, suami Holly Angela bertubuh gemuk dengan kumis. Petugas keamanan meyakini orang dalam foto itu berbeda dengan pria yang tewas melompat dari lantai 9 tower Ebony setelah menganiaya Holly Angela.

Holly juga sebelum kejadian juga diketahui menelpon ibu angkatnya sekitar pukul 22.39 WIB, Senin (30/9). “Holly telepon ibu angkatnya dia bilang sudah di rumah (apartemen). Tapi setelah itu, Holly menjerit terus telepon mati,” kata si petugas. Holly Angela ditemukan kritis di kamarnya. Tangannya terikat ke belakang dengan kepala tersungkur di lantai. Ada kucuran darah di sekitar kepalanya.

Petugas keamanan apartemen sebelumnya mendapat informasi dari pemilik unit di lantai 9 Tower Ebony. Kata tetangga, ada suara berisik dari kamar ibu beranak satu tersebut.

Holly Angela kata petugas bukan penghuni baru apartemen. Tapi dia tak tahu bila Holly Angela kerap membawa tamu laki-laki ke kamarnya. “Siapa itu ngga tahu, apa memang (Mr X) ada di situ atau gimana,” tuturnya.

Soal kunjungan tamu, pihak apartemen memberi syarat agar pengunjung melapor. “Kalau mau menginap harus lapor dulu ke security dan tukar KTP,” ujarnya.

“Tapi kunci kamar 09 AT cuma dia (Hollly Angela) yang pegang,” imbuh petugas.

Curiga dengan kondisi Holly, pada pukul 22.41 WIB, ibu angkat mengirim pesan singkat. “Ada apa Holly,” begitu isi SMS yang terkirim. Tak ada jawaban dari wanita kelahiran Magelang itu

Romi Ditusuk Gara Gara Menagih Uang Sewa Apartemen Kalibata City Tower Ebony


Romi (21) berjibaku seorang diri dengan pelaku penusukan yang hendak ditagih sewa di Kalibata City. Sambil berlumuran darah, dia berlari ke kantor tempatnya bekerja lalu meminta tolong. Dewi, pemilik ‘Dewi Property’, perusahaan penyewaan apartemen tempat Romi bekerja menceritakan kronologi kejadian usai penusukan. Kala itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (22/7), di tower Ebony lantai tujuh.

“Saya mau dibunuh, tolong!” kata Dewi menirukan ucapan Romi saat kejadian di ruang kerjanya di Kalibata City Tower B, Jaksel, Selasa (23/7/2013). Kala itu, Romi berlumuran darah karena ditusuk di bagian punggung bawah oleh pelaku. Sempat berjibaku sejenak dan disekap, Romi akhirnya bisa menyelamatkan diri lewat tangga darurat.

“Dia terus keluar, teriak-teriak. Tapi orang sebelah walaupun sempat lihat, tapi malah langsung masuk (unit),” jelasnya. Romi juga sudah mengadukan peristiwa yang dialaminya pada petugas keamanan apartemen, namun tak langsung mendapat respons. Hingga akhirnya dia berjalan seorang diri menuju kantornya di tower B.

“Terus saya langsung telepon polisi,” ungkapnya. Saat ini kunci apartemen diamankan oleh polisi. Penyidikan juga masih berjalan. Pelaku yang diduga masih berusia muda sudah diidentifikasi ciri-cirinya. Romi (21), penagih sewa apartemen di Kalibata City, ditusuk oleh pria misterius. Dia sempat mendapat perawatan di RS Budi Asih, namun kini sudah diperbolehkan pulang.

Seorang petugas jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Budi Asih mengatakan, Romi dibawa pada Senin (22/7) malam. Dia mengalami luka tusuk di punggung bagian bawah. “Cuma dirawat sejam aja, sekarang sudah pulang kok,” ujar petugas tersebut saat ditemui detikcom di RS Budi Asih, Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2013). Keluarga Romi dan bos broker properti tempatnya bekerja sudah menjenguk. Kini, Romi dirawat di rumah.

Penusukan ini terjadi sekitar pukul 20.45 WIB di tower Ebony lantai 7, tepatnya di unit 07AA. Saat itu, Romi hendak menagih uang sewa kontrakan apartemen. Namun dia disambut oleh seorang pria yang marah-marah lalu menusuknya.

Polisi sedang menyelidiki kasus ini. Sementara sang pelaku yang terakhir terlihat mengenakan baju berwarna putih tersebut masih dicari. Romi (21) menjadi korban penusukan di apartemen Kalibata City, Jaksel. Dia seharusnya membawa pulang uang sewa kontrakan, namun yang terjadi malah harus mendapat perawatan di RS Budi Asih.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran AKP Suroto menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Lokasi penusukan berada di lantai 7 unit E 07AA tower Ebony, Kalibata City.

Berikut kronologi kejadiannya:
Senin 22 Juli 2013
Pukul 20.55 WIB

Romi datang ke apartemen Kalibata City. Dia hendak menagih uang sewa kontrakan di lantai 7 apartemen atas perintah pemilik bernama Dewi. Bukannya mendapat bayaran sewa, Romi malah diserang. Adu jotos pun tak terhindarkan. Hingga akhirnya pria asal Rawajati itu pun ditusuk di bagian punggung bawah. Pelaku langsung melarikan diri.

Pukul 23.00 WIB
Polisi tiba di lokasi. Korban langsung dilarikan ke RS Budi Asih. Tak ada CCTV di lokasi kejadian.

Pukul 24.00 WIB
Informasi beredar di kalangan penghuni apartemen. Diduga pelaku masih bersembunyi di sekitar apartemen. Pelakunya memakai kaos putih dan celana jeans. Usianya di bawah 40 tahunan. Cerita soal penusukan di apartemen Kalibata City masih berlanjut. Bos properti tempat korban Romi (21) bekerja, angkat bicara. Dia menyebut, Romi sempat disekap setelah ditusuk pelaku.

Dewi, pemilik usaha ‘Dewy Property’ yang menyewakan apartemen di Kalibata City kaget begitu mendengar pegawainya ditusuk. Dia tak pernah menyangka bakal ada tindakan keji seperti itu di wilayah apartemen. “Ceritanya mau ambil uang deposit. Pagi itu ngomongnya entar sore, pas sore, bilangnya cuma ada Rp 1,5 juta. Menunda-nunda gitulah,” cerita Dewi di kantornya, Kalibata City Tower B, Jaksel, Selasa (23/7/2013).

Dewi Properti menyewakan ratusan unit di Kalibata City. Tarifnya untuk per hari Rp 450 ribu, dua hari Rp 400 ribu, lalu untuk sebulan Rp 4,5 juta. Dewy punya tujuh pegawai, termasuk Romi. “Awalnya diketuk nggak dibuka-buka. Pas disuruh masuk, langsung ditusuk punggungnya. Romi langsung melawan. Setelah itu dibius, entah disekap atau mau dibunuh,” sambungnya.

Berdasarkan cerita Romi, bau obat bius memang terasa di ruangan tersebut. Namun pemuda asal Padang itu akhirnya mampu melarikan diri. “Romi sekarang sudah pulang dan bisa rawat jalan sekarang. Dia minta rawat jalan biar bisa istirahat,” jelasnya. Penusukan ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Pancoran. Pelaku yang disinyalir masih berusia muda itu dicari. Tak lama setelah insiden penusukan terhadap petugas penagih uang sewa, Romi (21), di Kalibata City, para penghuni lain ikut bergerak mencari pelaku. Bersama petugas keamanan, mereka menyisir seluruh sudut apartemen.

Bima Marzuki, salah seorang penghuni apartemen di tower Flamboyan, langsung mendatangi lokasi penusukan begitu mendengar kabar insiden tersebut. Di sana, dia melihat puluhan petugas keamanan berkumpul mencari pelaku. Warga lain pun ikut membantu.

“Kita kan sempat nyari-nyari, ada yang nyisir tangga darurat, tapi nggak ketemu,” kata Bima. Menurut keterangan polisi, pelaku memang langsung kabur usai menusuk Romi. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan Romi, namun dia tak berdaya karena mengalami luka. Bima dan beberapa warga lain hingga semalam masih menduga pelaku bersembunyi di sekitar area apartemen. Karena itu, dia sempat memberi imbauan agar para penghuni tetap waspada.

Berdasarkan keterangan rekan Romi yang bekerja di broker Dewi Property, Bima mengantongi ciri-ciri pelaku. Menurut dia, pria penusuk itu berusia muda, di bawah 40 tahun. Pelaku mengenakan baju putih, rambut belah tengah dan perawakannya kurus. “Kita nggak tahu posisi yang terakhir dia di mana,” ujarnya.

Para warga mendapat informasi, pelaku penusukan adalah rekan wanita penyewa apartemen yang saat kejadian sedang di luar kota. Tak ada yang tahu identitas pria tersebut. “Tak ada CCTV di situ. Semalam juga kita mau dobrak, tapi saya bilang tunggu polisi dulu. Lagi pula kuncinya sudah dibawa oleh Ibu Dewi (Dewi Property-red),” jelasnya.

Kini, para penghuni apartemen hanya bisa berharap agar kejadian ini tidak terulang. Petugas keamanan di sekitar lokasi pun diminta agar lebih sigap.