Categories
Kriminalitas

Preman Penguasa Cengkareng Sejak 2010 Berhasil Di Tangkap Polisi


Fransisco Soares Recardo Alias BobyTim Pemburu Preman Berhasil mengangkap tangan kanan Hercules, Fransisco Soares Recardo Alias Boby (45) di Karawang, Jawa Barat. Boby ditangkap atas tiga laporan yang diterima kepolisian di Polres Jakarta Barat. Menurut Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran, Boby ditangkap Senin (28/10) pukul 04.00 WIB. Boby ditangkap karena adanya 3 jenis laporan. “Kita akan proses berdasarkan tiga laporan yang kita terima. Yaitu pemerasan, pengeroyokan, dan kepemilikan senjata api ilegal,” ujar Fadil kepada wartawan di Polres Jakara Barat, Rabu (30/10/2013). Sebelumnya, Hengki mengatakan, Boby telah memeras ratusan warga di sana sejak tahun 2010. Menurut laporan ada sebanyak ratusan KK yang menjadi korban pemerasan. “Dari 2010 sudah ada sekitar 200an warga disana diperas,” ujar Hengki di ruangannya, Senin (28/10/2013).

Fadil mengatakan, Boby merupakan DPO yang selama ini menjadi pemimpin premanisme di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. “Dengan pasal yang berlapis tersangka dituntut 20 tahun penjara,” ujar Fadil. Sebelumnya Kasat Reskrim Jakarta Barat, Hengki Haryadi mengatakan, Boby telah memeras warga di sana sejak tahun 2010. Menurut laporan ada sebanyak ratusan KK yang menjadi korban pemerasan.

Hengki mengatakan, polisi berhasil mengumpulkan seratusan kuitansi sebagai bukti transaksi korban kepada pelaku. Dan kisaran uang yang diminta oleh Boby dan kawanannya di daerah itu dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta. “Mereka minta uang keamanan, sewa tempat dan kontrak tempat dan selain meras dalam bentuk uang dia juga minta barang-barang di toko bangunan dan itu tidak dibayar,” ujar Hengki.

Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat berhasil menangkap tangan kanan Hercules, Fransisco Soares Recardo Alias Boby (45). Boby ditangkap terkait kasus pemerasan yang dilakukannya di Kapuk pulo, RT5 RW10 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Boby tiba di Polres Jakarta Barat dengan kawalan ketat anggota Tim Pemburu Preman yang dipimpin Kasat Reskrim Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi. Boby datang mengenakan kaos putih dengan tangan diikat.

Hengki mengatakan, Boby ditangkap Senin (28/10) di daerah Karawang. “Dia ditangkap lalu kita lakukan pengembangan untuk mencari bukti-bukti lain,” ujar Hengki di Polres Jakarta Barat setelah Boby tiba, Rabu (30/10/2013).

Dalam pengembangan, polisi berhasil menemukan 26 peluru dan beberapa senjata api yang digunakan untuk mengancam korban. “Kita temukan 5 pistol dan kuitansi-kuitansi pemerasan yang dilakukan Boby,” imbuh Hengki. Ditangkap di hotel bersama istri keduanya,” ujar Hengki kepada wartawan di Polres Jakarta Barat, Rabu (30/10/2013). Hengki memastikan Boby mengakui semua perbuatannya terkait pemerasan sejak tahun 2010 di kawasan Cengkareng, Jakbar. “Dari 2010 sudah ada sekitar 200an warga disana diperas,” ujar Hengki.

Bila tidak memberikan uang, maka akan diusir. Para pelaku juga mengancam dengan senjata tajam. Dalam catatan kepolisian, Boby juga buronan kasus lain. Saat Hengki menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Boby diduga sebagai pelaku yang menyembunyikan Kill Bill alias Irene Tupessy, terpidana kasus penyerangan RSPAD Februari tahun lalu. Polisi juga mencurigai, lahan di Cengkareng yang digunakan sebagai sarang preman merupakan lahan bermasalah.

“Selama ini mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu yang menjadi alat memeras masyarakatt walaupun belakang ini mereka bermetamorfosis,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran, Rabu (30/10/2013).

Selain melakukan pemerasan uang, Boby juga melakukan pemerasan bahan bangunan. “Jadi dia benar-benar hidup dari aksi pemerasan ini,” ujar Fadil. Dengan adanya penangkapan ini, polisi semakin semangat memberantas premanisme di Jakarta Barat. Boby ditangkap di Karawang, Jawa Barat di dalam sebuah hotel bersama istri keduanya. Boby ditangkap karena menjadi pimpinan kasus pemerasan di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat sejak tahun 2010.

Categories
Jakarta Banjir

Daftar Wilayah Jakarta Yang Banjir Saat Idul Fitri 2013


Curah hujan yang tinggi pada Rabu (7/8) sore kemarin di kawasan Bogor dan Jakarta mengakibatkan meningkatnya debit air di sungai. Akibatnya Jakarta berpotensi mengalami banjir di hari pertama lebaran.

“Banjir diperkirakan akan menggenangi beberapa daerah di Jakarta,” ujar Kepala Seksi Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Bambang Surya Putra dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (8/8/2013).

Bambang mengatakan, berdasarkan pantauan terakhir BPBD pukul 23.00 WIB, Rabu (7/8), mulai terjadi kenaikan debit air di beberapa pintu air. Diantaranya di pintu air Pesanggarahan yang mencapai ketinggian 300 meter dengan status siaga 2.

“Diperkirakan dari Pesanggarahan, air akan sampai ke pintu air Cengkareng dalam waktu 4,5 jam,” kata Bambang.

Posisi itu mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta Selatan seperti Lebak Bulus, Pondok Indah, Pondok Pinang, Bintaro dan Cipulir terancam banjir. Begitu juga untuk kawasan Jakarta Barat, seperti Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Kelapa Dua, Kedoya Selatan, Rawa Buaya, Kembangan, Green Garden, Cengkareng, Kapuk dan Kedaung.

Ketinggian air di pintu air Depok juga meningkat . Diperkirakan air akan tiba di Kalibata, Jakarta Selatan dalam waktu 6 jam.

“Diperkirakan akan menggenangi kawaan Kalibata, Cawang, Bidara Cina, Bukit Duri dan Kampung Melayu,” terang Bambang.

Bambang mengatakan, Kepala BPBD DKI Ery Basworo telah memerintahklan jajarannya untuk berkoordinasi dengan lurah dan SKPD terkait dalam antisipasi penanganan banjir. BPBD juga tetap membuka layanan call center 24 jam di nomor 164.

“Call center 164 untuk menampung pengaduan masyarakat dan bantuan,” ujar Bambang