Ahok Amuk Lagi Ketika Temui Gunung Uang Di Balai KIR Jakarta Barat


Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok murka di Balai Uji KIR. Ahok bahkan menutup balai uji KIR Kedaung, Jakbar. Ahok melihat ada dugaan tindakan korupsi. “Kita kan langsung stop hari ini. Jadi semua hari ini yang sudah daftar mau uji KIR tidak bisa lagi dilakukan, karena sudah tidak ada gunanya kan. Ini namanya bohong-bohongan. Dia harus stop, dan kami akan perbaiki serah terima ini, karena kadang BPKD kan mempersulit orang menerima. Jadi mau menyerahkan barang ke DKI kan pun mungkin mesti menyogok. Sama seperti bus TransJ kemarin, dimainin berbulan-bulan,” murka Ahok di balai uji KIR, Rabu (23/7/2014).

Ahok akan memperbaiki balai uji KIR. Pegawai yang bandel akan langsung dipecat. Dahulu balai uji KIR memang dikelola swasta dan kini sudah diserahterimakan ke Pemprov DKI. “Itu kami akan perbaiki, dan yang di sini akan kami periksa. kalau enggak mau kerjaama, kita akan pecat. Supaya ada shock therapy. Kita caranya gampang saja, kalau dia ditanya bilang enggak tahu, saya juga enggak mau taHu. Pecat saja udah. Kalau dia gugat ya kita ladeni saja, kita telusuri saja duitnya, lapor ke jaksa dan polisi lagi,” urai Ahok.

Ahok menjelaskan, KPK sudah memberi data lengkap, termasuk CCTV yang tergambar berapa setoran untuk uji KIR. “Ini kan nipu orang kan namanya, betulkan. Orang ini bukan KIR lagi, saya juga punya truk banyak. Mana ada KIR beneran. Salam tempel-salam tempal lewat semua. Kalau urus sendiri nggak beres. Kalau lewat biro jasa cepat,” tutupnya.

Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke balai uji KIR di Kedaung Angke, Jakarta Barat. Ahok sidak bersama dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjijanto dan Zulkarnain. Pantauan], Rabu (23/7/2014), di salah satu ruangan yang ada di kantor tersebut, Ahok mendapati salah satu petugas yang memakai seragam Dishub. Di depannya tertumpuk segepok uang senilai Rp 8 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Ahok pun menginterogasinya karena terbukti menyimpan setumpuk uang di kantong jaket hitamnya. “Dapat berapa kamu dalam sehari?” tanya Ahok. “Bisa dapat Rp 27 juta pak,” sahut pegawai bernama Agung di depan Ahok dan di hadapan Ahok dan Sekda Saefullah, Wakadishub Benyamin Bukit, kepala Inspektorat DKI serta dua pimpinan KPK. Kemudian dia menanyakan dari mana asal uang tersebut. Namun karena tak dapat menjelaskannya, Ahok menjadi geram. Kemudian dengan nada marah dia memerintahkan agar petugas tersebut dipecat.

Apalagi belakangan dia mengaku bukan pegawai Dishub melainkan karyawan perusahaan swasta yang sebelumnya jadi operator di balai uji KIR itu. Agung mengaku dia adalah calo alias penyedia biro jasa. “Pakai baju Dishub biar rapi saja,” ucapnya. “Semua PNS yang terlibat pasti tau ada bagi-bagi duit. Semua harus dipecat saja, supaya kapok,” kata Ahok berang. Tetapi petugas tersebut tak tampak menyesal justru malah senyum-senyum.

Masih dengan nada meninggi, Ahok bilang modus korupsi di PNS selalu motifnya memanfaatkan pegawai honorer agar mereka tetap ‘bersih’. “Selalunya permainannya begini, pasti bilang yang honorer yang main. Kalau honorer kan dipecat dia bisa cari kerja lain. Semua harus diperiksa, tapi kalau dia nggak kasih data, kontraknya diputus dan dia kita polisikan,” ucapnya.

KPK melakukan sidak di kantor balai uji KIR di Kedaung di Jakarta Barat. Cukup mengejutkan ada sejumlah temuan dahsyat di kantor itu. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkannya.

“Kami sudah melakukan pengamatan dan hari ini undang pemerintah daerah. Sebelum Pak Ahok datang kami bersama-sama dengan inspektorat dan Sekda melakukan inspeksi,” jelas Bambang di balai uji KIR di Jakarta Barat, Rabu (22/7/2014).

Bambang mengungkap 4 kesimpulan berikut:
1. 80%-90% Alat di balai uji KIR tidak berfungsi.
2. Bukan hanya tidak berfungsi tapi tidak ada hubungan antara proses pemeriksaan dengan hasil KIR itu. Tidak ada hubungan karena tidak ada sistem yang mengkoneksikan. Tidak ada alat untuk mengkonfirmasi dan formulirnya tidak sesuai dengan pemeriksaan di lapangan.
3. Ada problem strukturalnya. Dulu ini adalah kerjasama antara pemda dengan korporasi tertentu. Setelah kerjasama harusnya ditransfer kepada Pemda ternyata setelah ditransfer alat-alatnya rusak semua. Oleh pemda baru saja diputuskan untuk tidak dilanjutkan prosesnya. Itu sebabnya alat-alat itu tidak diperbaiki dan kalau diperbaiki juga salah karena belum diserahkan kepada Pemda.”Berkaitan dengan itu muncul lagi SDM-nya. Ternyata beberapa orang yang mempunyai pekerjaan fungsional tidak berasal dari lembaga ini. Tapi justru orang-orang swasta yang dulu,” tegas Bambang.
4. KPK temukan ada sistem filing yang sangat manual sehingga tidak bisa dilakukan dengan cepat. Menariknya, kalau sistem KIR yang serius dilakukan butuh waktu 25-30 menit. Tapi dngan sistem file manual itu yamg seharusnya sangat lamban hanya 5 menit selesai.

“Paling menarik adalah putaran uang yang terjadi di sini, kami mengecek antara uang yang ada dan uang yang seharusnya dimasukkan, ada selisih yang sangat besar. Rata-rata terdapat putaran pungutan antara Rp 100 ribu-Rp 200 ribu per kendaraan. Hari ini saja sudah ada 500 kendaraan yang terdaftar. Kemarin ada 700-an. Kalau pakai angka konservatif 500 kendaaraan per hari maka satu hari putaran uangnya hampir Rp 100 juta. Jadi bisa dibayangkan Rp 100 juta kali 25 hari, sebulan misalnya bisa Rp 2,5 M. Itu illegal fee,” tutup Bambang.

Hanya 1 Persen Umat Islam Indonesia Yang Mau Bayar Zakat


Menurut Baznas hanya sekitar 1% saja umat Islam yang sadar dan mau berzakat. Padahal potensi zakat umat 270 trilyun per tahun. Sekitar 4,34 persen dari gross domestic product (GDP) Indonesia. Mewabahnya pandemi berbahaya korupsi dan suap disemua lapisan masyarakat Indonesia dan lemahnya jiwa juang ummat dengan harta untuk agama dan bangsanya. Menyisihkan sebagian harta di jalan Allah adalah bentuk puncak ibadah dalam agama Islam. Infak nyawa adalah badan, sementara infak harta adalah ruh.

Berangkat dari kondisi itu,Yayasan Pusat Peradaban Islam mengajak masyarakat Islam untuk menyalurkan zakat, menyisihkan sedekah dan memberikan infak di jalan Allah melalui program Tabung Infaq. Hal ini dikatakan Chairman Yayasan Pusat Peradaban Islam (YPPI) Ustad Bachtiar Nasir LC, MM dalam acara launching program Tabung Infak di Jakarta, Sabtu 19 Juli 2014.

“Zakat membebaskan diri dari kemiskinan jiwa dan harta. Sedekah membebaskan diri dari musibah dan membahagiakan diri. Infaq juang memuliakan diri, membangun keluarga terhormat dan memajukan bangsa.” kata Ustad Bachtiar Nasir. Bachtiar mengatakan, tabung Infaq merupakan lembaga pengumpul dan pengelola dana infaq umat di bawah YPPI yang didirikan 19 Juli 2014 di Jakarta dengan modal awal Rp 2 miliar.

Tabungan Infaq ini akan dimanfaatkan nantinya untuk membangun universitas Islam untuk kaderisasi ulama. Program kaderisasi dan kepemimpinan ulama akan dimaksimalkan. Selain itu, tabungan ini akan dimanfaatkan untuk memberikan beasiswa pendidikan SMU atau sederajat dan perguruan tinggi. “Banyak lagi manfaatnya, seperti dalam bidang sosial dan kesehatan. Yang jelas kami ingin memberdayakan umat dengan maksimal,” kata Bachtiar yang juga Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Pusat lembaga berkedudukan di Jakarta ini akan memiliki cabang dan perwakilan di seluruh Indonesia.

Ketua Baznas Kota Bogor Ahmad Khotib Malik mengatakan potensi zakat infak dan sedekah di Kota Bogor dalam setahun mencapai Rp 130 miliar. Namun dari jumlah itu, yang dikelola Baznas Kota Bogor sekitar Rp 14 miliar. “Masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya sendiri, tak lewat Baznas,” kata Khotib Malik, Ahad, 13 Juli 2014. Saat ini, menurut dia, tren zakat mulai bergeser dari instansi ke perorangan. Dahulu, menurut Khotib, hampir 75 persen sumber zakat, infak, dan sedekah diperoleh dari kantor dinas atau instansi pemerintahan. “Sekarang sudah beralih ke perorangan,” kata dia.

Sementara penyaluran zakat perorangan ini, Khotib melanjutkan, biasanya diberikan melalui perantara ustad ke anak yatim/piatu di lingkungan masing-masing. “Itu yang tidak kami kelola,” ujarnya. Dia berharap ke depan sosialisasi mengenai Baznas semakin gencar, sehingga zakat, infak, dan sedekah bisa disalurkan melalui lembaga ini. “Karena para ustad dan yatim juga dapat bantuan dari kita di sini,” ucapnya.

Setiap tahun, menurut Khotib, besaran penerimaan ZIS di Kota Bogor yang dikelola oleh Baznas Kota Bogor terus meningkat. Pada 2009 penerimaan ZIS mencapai Rp 2,57 miliar kemudian meningkat menjadi Rp 2,73 miliar di 2010. Tahun berikutnya, penerimaan ZIS turun sedikit menjadi Rp 2,68 miliar, kemudian di 2012 merangkak naik menjadi Rp 2,81 miliar.

Umar Manne Hajar Satpol PP Yang Berani Menanyakan Alasan Haknya Dipotong


Nasib malang kini menimpa HS, 47 tahun, pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang harus menerima bogem mentah dari komandannya sendiri. Penganiayaan ini terjadi karena HS menanyakan alasan pemotongan gaji rekan-rekannya yang masih berstatus honorer pada atasannya yang diketahui bernama Umar Manne.

Jumlah pemotongan gaji para staf honor Satpol PP ini beragam tiap honorer. Namun diakumulasi, totalnya mencapai Rp 78 juta. Penuturan HS, dirinya dianiaya sang komandan di ruangan bos Pol PP Bombana itu, Sabtu, 19 Juli 2014, sekitar pukul 12.15 Wita. Penganiayaan dilakukan di hadapan tiga orang rekan-rekannya sesama staf Satpol PP. Mereka adalah Andi Firman, Ambo Rappe, dan Hikman.

Menurut HS, dirinya dianiaya dua kali pada hari itu juga. “Pertama kali saat saya menghadap mempertanyakan alasan pemotongan gaji honorer, Kasat Pol PP langsung marah dan menyerang saya dengan tinju dan tendangan. Tapi saya langsung menghindar, dan keluar kantor,” ujarnya.

Tanpa sepengetahuan HS, ternyata Kasat Pol PP meminta bantuan aparat kepolisian via telepon selulernya untuk menangkap HS dengan dalih membuat keributan di kantor. “Saya tidak pernah membuat keributan apa-apa di kantor. Itu laporan palsu Umar Mane,” kata HS ketika dikonfirmasi.

Lalu HS sadar, bahwa dirinya telah membuat komandannya naik pitam. Pegawai yang menjabat Kanit Intel di Satpol PP ini pun memberanikan diri untuk minta maaf. Saat HS masuk di ruang kerja atasannya itu, sang Komandan spontan menyerangnya dengan tendangan dan tinju besarnya. Tendangan dengan sepatu kulit sang komandan bersarang telak di dada korban hingga luka memar.

Tidak terima dengan perlakuan sang komandan, HS pun melaporkan Komandannya itu ke Polsek Rumbia, dengan nomor YAN.2.4/19/VII/2014/SPK Sek Rumbia. “Kami sudah periksa saksi-saksi, sisa pemeriksaan pelaku. Tapi kita sudah surati pelaku,” kata Kapolsek Rumbia Ipda Idham Sukri saat dikonfirmasi, Selasa, 22 Juli 2014.

“Kemungkinan satu dua hari ini kita akan periksa pelakunya,” sambungnya. Pelaku penganiyaan ini, kata Idham, akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. “Tapi kita akan liat dulu hasil visumnya. Apakah berat atau ringan,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kasat Pol PP Bombana Umar Manne yang dikonfimasi mengaku sengaja memukul karena stafnya itu karena mabuk di kantornya. “Saya sengaja pukul karena dia (korban) lagi teler,” kata Umar Manne, Selasa, 22 Juli 2014.

KPK Sarankan Pejabat Tolak Parcel Lebaran


Komisi Pemberantasan Korupsi meminta para pejabat atau penyelenggara negara untuk menghindari pemberian maupun penerimaan parsel atau hadiah lainnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Menurut Ketua KPK Abraham Samad, penerimaan hadiah seperti parsel tersebut bisa berpotensi tindak pidana korupsi.

“Pegawai negeri dan penyelenggara negara hendaknya dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menghindari baik permintaan maupun penerimaan gratifikasi baik berupa uang, bingkisan atau parsel, fasilitas dan bentuk pemberian lainnya dari rekanan atau pengusaha atau masyarakat yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban dan tugasnya,” kata Abraham melalui siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (22/7/2014).

Sesuai Undang-undang No 20 tahun 2001 jo UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, pejabat atau penyelenggara negara dilarang menerima hadiah atau gratifikasi yang berkaitan dengan kewenangannya. Jika terpaksa menerima, KPK meminta pejabat atau penyelenggara negara itu melaporkan hadiah yang diterimanya kepada KPK dalam waktu maksimal 30 hari kerja.

Lembaga antikorupsi itu pun menyarankan agar pejabat yang mendapatkan makanan yang mudah kadaluarsa dalam jumlah wajar untuk menyalurkan makanan tersebut kepada panti asuhan, panti jompo, dan pihak lain yang lebih membutuhkan.

“Dengan syarat melaporkan terlebih dahulu kepada masing-masing instansi disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya. Selanjutnya masing-masing instansi melaporkan seluruh rekapitulasi penerimaan tersebut kepada KPK,” kata Abraham.

Selain itu, KPK meminta pimpinan Kementerian atau Lembaga atau Organisasi atau Pemerintahan Daerah dan BUMN atau BUMD untuk menerbitkan surat terbuka atau iklan melalui media massa atau bentuk pemberitahuan publik lain yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan agar tidak memberikan pemberian dalam bentuk apapun kepada para pejabat dan pegawai di lingkungan kerjanya.

Menurut penjelasan pasal 12B UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, gratifikasi meliputi pemberian uang, barang, rabat (potongan harga), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya kepada setiap pegawai negeri dan pejabat penyelenggara negara.

Bagi mereka yang terbukti menerima gratifikasi terancam pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Kalau Pilpres Jujur Orang Pertama yang Datang ke Jokowi adalah Prabowo


Juru Bicara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya, membantah anggapan bahwa pihaknya tidak siap kalah karena menolak hasil pemilu presiden dan menarik diri dari proses rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tantowi mengatakan, Prabowo-Hatta dan timnya akan siap menerima apa pun keputusan KPU jika proses pilpres berlangsung tanpa kecurangan.

“Kalau proses pilpres ini berjalan jujur dan adil, orang pertama yang datang ke Jokowi adalah Prabowo,” kata Tantowi, saat konferensi pers di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam.

Menurut Tantowi, keputusan Prabowo bukan mempermasalahkan hasil pilpres yang memenangkan Jokowi-JK, melainkan proses bagaimana pasangan nomor dua itu ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU. Dia menuding ada kecurangan yang terstruktur dan masif dalam proses pilpres.

“Kami hanya ingin pilpres yang adil, jujur, itu saja,” ujar Tantowi.

Seperti diberitakan, KPU telah menetapkan kemenangan untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla setelah pasangan nomor urut 2 itu unggul dengan memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen. Adapun Prabowo-Hatta hanya memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen.

Monumen Bajra Sandhi Tempat Favorite Wisatawan Di Bali


Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat, Bajra Sandhi, Renon Denpasar, Bali, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selama dua tahun menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Gede Sridarma, menyebutkan jumlah pengunjung yang datang dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Terlihat dari data kunjungan pada tahun 2013 total berjumlah 130.809 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2012 yang hanya 107.069 orang. Sedangkan data kunjungan bulan Januari sampai Juni 2014 total pengunjung sebanyak 81.535 orang. “Ini menandakan monumen ini masih dilirik para wisatawan,” terang Gede.

Dari jumlah total pengunjung yang datang, para pelajar dan mahasiswa lebih dominan, yakni 55,11 persen di tahun 2013.”Prosentasenya pun meningkat, tahun 2012 yang hanya 52,47 persen. Kalau tahun ini (2014), dari Januari sampai Juni kunjungannya didominasi wisatawan asing yakni sebesar 43,81 persen,” terang pria berkumis ini.

Para pengunjung baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum ini tak hanya dari wilayah Bali saja, tetapi juga dari luar Bali seperti Jawa, namun dalam musim tertentu seperti, musim liburan.Tiket masuk untuk wisatawan asing Rp 10.000, wisatawan lokal dewasa Rp 5.000, dan wisatawan lokal siswa sebesar Rp 2.000.

Dari banyaknya kunjungan tersebut, Gede berharap mereka dapat menginformasikan dan mempromosikan ke masyarakat luas tentang keberadaan monumen perjuangan rakyat Bali ini.

“Tentu ke depannya, kami akan melakukan perbaikan dan meningkatkan pelayanan demi menunjang kenyamanan para pengunjung,” tambah Gede

Toraja International Festival Telah Dimulai


Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai wilayah penting dalam peradaban di dunia. Toraja adalah salah satu yang mewakili jejak peradaban megalitik Nusantara yang mengagumkan.

Untuk melihat budaya tersebut , Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja serta Kabupaten Toraja Utara, menggelar Toraja International Festival 2014 (TIF 2014) pada 11-13 Agustus di Desa Kete Kesu yang telah berumur lebih dari 900 tahun.

TIF 2014 akan diwarnai dengan beragam pertunjukan seni, di antaranya Toraja Opera (Madandan dan Manembong) dan pertunjukan seni internasional dari beberapa negara (Inggris, Amerika Serikat, Zimbabwe, dan Korea Selatan). Menurut Franky Raden selaku music director di TIF 2014, kesenian merupakan alat promosi wisata yang efektif sehingga ini akan dikemas dengan sebaik mungkin.

Satu hal yang baru pada TIF 2014 adalah hadirnya coffee corner yang menyajikan kopi Toraja. Ada juga seminar TIF 2014 yang mengangkat isu peran generasi muda dalam pembangunan budaya lokal dan pariwisata. Kain tradisional Toraja yakni tenun sa’dan pun turut dipamerkan.

Ini adalah tahun kedua TIF diselenggarakan setelah mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, turis domestik maupun turis mancanegara pada perhelatan tahun lalu. Wakil Bupati Kabupaten Toraja Utara, Frederik Buntang Rombelayuk mengatakan, terjadi peningkatan kunjungan sejak diselenggarakannya TIF 2013.

Kini jumlah wisatawan yang datang ke Toraja mencapai 199 ribu. Pada awal tahun 2014 hingga Juni, jumlah wisatawan nusantara menyentuh angka 50 ribu sedangkan wisatawan mancanegara di angka 4.500.

“Kami optimis pada akhir tahun nanti wisatawan nusantara mencapai 125 ribu dan wisatawan mancanegara mencapai 40 ribu. Toraja sangat ramai dikunjungi pada Juni hingga September,” jelas Frederik pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Lanjut Frederik, masyarakat Toraja sangat antusias dalam menyambut TIF 2014. Mereka sudah menanti ini sejak lama dan bersedia menjaga keamanan serta ketertiban demi kesuksesan festival tersebut.