Pilot Garuda Kapten Ramdanto Meninggal Dunia Saat Terbangkan Pesawat


Pilot pesawat Garuda Indonesia GA4819, Kapten Ramdanto, meninggal dunia di pesawat sebelum melakukan pendaratan. Namun kopilot berhasil mendaratkan pesawatnya dengan selamat.

Pesawat yang mengangkut 70 penumpang itu terbang dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Sultan Salahudin, Bima, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 14.45 WIT, Ahad, 31 Agustus 2014. Sekitar 15 menit sebelum mendarat, kopilot Stenly memberitahukan bahwa kapten pilot mengalami sesak napas. Pemberitahuan itu sekaligus meminta izin untuk pendaratan dengan satu pilot.

Menurut Supervisor Distrik Garuda Indonesia Idham, 15 menit setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat, Ramdanto meninggal berada di dalam pesawat. “Berdasarkan keterangan dari para awak pesawat, sebelum berangkat, pilot telah mengeluh merasa kurang sehat,” ujar Idham, Ahad, 31 Agustus 2014.

Jenazah almarhum segera dibawa ke Klinik Sari Farma, Kota Bima. Hasil pemeriksaan oleh Dr Irma adalah pilot tersebut mendapat serangan jantung. “Ciri-cirinya sepertinya mendapatkan serangan jantung,” ujar Irma. Kepala Kepolisian Resor Kota Bima Ajun Komisaris Besar Beny Basir Warmansyah langsung memantau keadaan almarhum di Klinik Sari Farma. “Kami belum bisa komentar dulu.”

Profile Serda Siwi Putri Ningtyas Anggota Kopassus Wanita Indonesia


Puluhan pasukan penerjun payung Gabungan TNI Polri menghiasi langit Jakarta dalam rangka perayaan Independence Day di silang Monas. Salah satu prajurit Kopassus Serda Siwi Putri Ningtyas yang cantik menjadi daya tarik tersendiri.

Usai mendarat sukses di hadapan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasukan itu terjun merapikan parasutnya di sisi selatan Monas. Di antara para prajurit pria, Serda Siwi Putri Ningtyas menjadi sasaran foto perserta Independece Day.

“Mbak boleh foto bersama tidak?” ujar salah satu penonton, Minggu (31/8/2014). “Oh silakan,” tutur Siwi. Siwi memakai baju Kopassus lengkap dengan baret merah. Senyumnya selalu merekah. Tidak hanya ibu-ibu dan anak-anak, kaum laki-laki juga tak malu untuk meminta foto bersama.

“Gimana ya agak cagung aja tadi apalagi ini pertama kalinya saya ikut demo terjun payung dalam event besar seperti ini,” ujar Siwi saat berbincang. Siwi merasa bangga lantaran mewakili satu-satunya wanita di pasukan Kopassus di acara terjun payung. Sebagai pasukan penerjun wanita, ia baru 145 kali terjun bebas.

“Untuk event besar seperti ini baru pertama kali, dibanding senior saya baru 145 kali terjun itu sedikit pengalamannya,” ujar wanita yang sudah setahun berkarier di Kopassus. Sebagai prajurit, Siwi mengaku juga memiliki rasa takut. Namun, ketakutan itu dianggapnya sebagai tantangan.

“Untuk takut adalah hal yang wajar, selanjutnya kita tinggal menikmati aja dan harus bisa berpikir tenang,” tutup wanita yang sudah memiliki kekasih ini.

Benteng Pendem Obyek Wisata Baru Di Cilacap


Kusbatterij Op De Land Tong Te Tjilatjap atau yang lebih dikenal dengan Benteng Pendem menjadi salah obyek wisata menarik di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Benteng yang masih banyak menyimpan misteri ini konon terhubung langsung dengan pulau Nusakambangan.

Terletak di ujung tenggara Kabupaten Cilacap tepatnya di pantai Teluk Penyu, benteng tersebut dibangun pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1861 sampai 1879. Benteng ini dibangun di bawah gundukan tanah yang di atasnya ditumbuhi pepohonan perdu sehingga menjadi pertahanan tersembunyi karena jika dari kejauhan hanya nampak seperti bukit. Oleh karena itu warga sekitar menyebutnya Benteng Pendem (terpendam).

Tiruan dari benteng Rhijnauwen di Belanda itu memiliki luas 10,5 Ha. Namun di bagian utara yaitu seluas 4 Ha masih menjadi misteri dan belum tergali karena tanahnya dimanfaatkan untuk kawasan tangki penampungan minyak Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap di Area 70.

Dalam sejarahnya, Belanda menggunakan benteng tersebut untuk pertahanan yang terlindungi oleh pulau Nusakambangan. Benteng itu dibangun di lokasi strategis perdagangan di pulau Jawa bagian selatan. Para pejuang Indonesia atau semua yang dianggap musuh oleh Belanda kala itu dibawa di sana untuk diinterogasi dan disiksa lalu dipenjara.

Pada tahun 1942 hingga 1945, tentara Dai Nippon memanfaatkannya selama Jepang menduduki Indonesia. Setelah Jepang angkat kaki, tentara Belanda kembali mengambil alih benteng hingga 1950. Benteng tersebut sempat tak terurus hingga akhirnya dijadikan markas TNI Pasukan Banteng Loreng dan tempat latihan Resimen Para Komando Angkatan Darat pada tahun 1952 hingga 1965.

Selama 21 tahun, Benteng Pendem telantar hingga akhirnya tahun 1986 dibangun dermaga kapal dan kawasan tangki Pertamina seluas 4 Ha. Kemudian November 1986, seorang pengusaha bernama Ady Wardoyo melakukan penggalian dan menata lingkungan Benteng Pendem hingga akhirnya dibuka sebagai tempat wisata tanggal 28 April 1987. Dari bangunan yang sudah ditemukan, semua konstruksinya menggunakan batu bata merah dan konstruksi beton bertulang.

Saat berwisata ke Benteng Pendem, pengunjung akan masuk lewat gerbang yang sebenarnya adalah bagian belakang benteng, karena bagian depannya berbatasan langsung dengan kawasan tangki Pertamina. Di luar bangunan benteng yang berbentuk segi lima itu, terdapat parit yang dulunya mengelilingi benteng dan memiliki kedalaman 2 meter hingga 3 meter. Namun kini parit itu sudah mengalami pendangkalan dan sebagian sudah digali.

Di dalam lingkungan benteng, bangunan pertama yang ditemui adalah 14 kamar barak seluas 9,04 meter x 5,02 meter dan dua sumur di depannya. Lalu berlanjut ke sisi barat terdapat dua ruang klinik berukuran 8,7 meter x 3,7 meter dan 5,2 meter x 3,7 meter. Klinik ini merupakan tempat paling akhir dibangun yaitu tahun 1879.

Ruangan lain yang rata-rata berbentuk sama adalah ruang penyimpanan senjata, ruang gudang amunisi, ruang akomodasi, dan ruang dapur. Bersebelahan dengan ruang senjata, ada penjara yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua ruang interogasi yang menghimpit ruang penjara masing-masing berukuran 4 meter x 3,4 meter x 2,2 meter. Di ruang interogasi tersebut masih tersisa besi di dinding tempat pejuang Indonesia dipasung dan dicecar pertanyaan.

Di tepi parit yang mengelilingi benteng terdapat empat benteng pertahanan jarak dekat yang terletak di bagian barat sisi utara dan tepi utara dengan 24 ruang perlindungan dan 37 lubang untuk menembak. Kemudian di bagian barat sisi selatan dan tepi selatan terdapat 22 ruang perlindungan dan 41 lubang untuk menembak.

Sementara itu ada juga 11 landasan meriam dengan diameter 6,1 meter di atas bangunan benteng sebelah timur dan selatan yang tertutup tanah. Di landasan meriam tersebut terdapat pintu yang untuk masuk ke tangga yang menghubung ke gudang senjata di bawahnya.

Tempat yang masih menjadi misteri adalah terowongan yang terletak di bagian selatan. Panjang terowongan yang berhasil digali mencapai 113,94 meter dengan lebar 3,1 meter dan panjang 2,4 meter sampai 4,9 meter. Konon terowongan tersebut terhubung langsung dengan pulau Nusakambangan tepatnya di pantai Pasir Putih.

Benteng tersebut masih cukup diminati wisatawan baik lokal maupun asing. Menurut salah satu pemandu wisata, Totok (40), wisatawan asing rata-rata dari Belanda yang ingin membuktikan peninggalan sejarah itu.

“Biasanya mereka ingin membuktikan kalau benteng ini benar-benar masih ada,” kata Totok kepada detikcom.

Lingkungan benteng pun sudah dilengkapi permainan anak-anak seperti ayunan, perosotan, dan patung-patung dinosaurus. Namun Totok menyayangkan pihak tidak bertanggung yang mencoret-coret tembok.

“Kadang itu orang pacaran seenaknya memberi ‘kenang-kenangan’ berupa coretan di tembok. Kami kesulitan mengawasi karena kurang jumlah karyawan,” tandasnya.

Lokasi Benteng Pendem, terletak di dekat pantai dengan berbagai macam sajian kuliner pedagang di sana. Jadi jika pengunjung sudah puas dan lelah mengelilingi benteng, bisa langsung menyantap hidangan laut ditemani dengan minuman kelapa muda yang segar sambil menikmati angin laut.

Rekayasa Pengalihan Arus Lalu Lintas Akibat Pembangunan MRT Halte Depan Sarinah


Proyek Massa Rapid Transit (MRT) telah mulai pada tahap pengecoran dinding stasiun bawah tanah. Pengerjaan pembangunan dinding Diaphragm Wall (D-Wall) ini akan mengganggu pengendara di Jakarta. Untuk itu pihak-pihak terkait tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas. Tahapan pekerjaan D-Wall diawali dengan pembuatan Guide Wall yang sudah dimulai sejak April 2014 yang dilanjutkan dengan penggalian tanah pada jalur Guide Wall. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan tulangan beton berupa rangka besi dan berlanjut dengan pengecoran. Pembangunan D-Wall ini direncanakan akan berlangsung hingga Maret 2015.

“Ada 4 tahap rekayasa lalu lintas nantinya, dari bulan ini sampai medio Maret tahun depan. Kita juga sudah meminta ijin untuk pembongkaran jembatan penyeberangan orang di depan Sarinah,” ujar Wakadishub Benyamin Bukit di Hotel Pullman, Jl. MH Thamrin, Jakpus, Jumat (29/8/2014).

Keterangan tersebut diberikan Benyamin sebelum pengecoran D-Wall yang dilakukan pertama di Stasiun bawah tanah Bundaran HI. Adapun rekayasa lalu lintas yang telah dikoordinasikan oleh PT MRT, Dishub DKI Jakarta, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, adalah sebagai berikut:

24 Juli–20 Oktober 2014, penggalian dan pengecoran D-Wall di sisi Timur;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) terdiri dari 3 lajur normal dan 2 lajur contra flow dan 1 lajur Busway (shared lane).
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway (shared lane).

21 Oktober 2014–10 Januari 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall di sisi Barat;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dan 1 lajur Busway (shared lane).
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway contra flow.

11 Januari – 10 Februari 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall untuk ventilasi di sisi Barat;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dan lajur Busway.
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dengan 2 lajur normal dan 1 lajur contra flow dan lajur Busway (shared lane).

11 Februari –15 Maret 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall untuk ventilasi di sisi Timur;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dengan 2 lajur normal dan 3 lajur contra flow dan lajur Busway.
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway.

Petugas Dirlantas Polda Metro Jaya yang bertanggung jawab dalam rekayasa lalu lintas ini, AKP Panto Griyanto menyatakan buka-tutup arus lalu lintas di sekitar jalur pembangunan D-Wall ini tergantung dari jenis pekerjaan proyek. PT MRT disebut Panto akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran kepolisian.

Kami berkoordinasi dengan pihak MRT. Biasanya memberi tahu kami bahwa ini jalan akan ditutup dan tidak akan ditutup mati. Semuanya berkoordinasi (kapan dan mana) ini dibuka-ditutup,” kata Panto dalam kesempatan yang sama.

Menurut Panto, tidak semua lajur akan ditutup. “Nggak, umpamanya ada alat-alat berat dan (jalan) harus ditutup mereka juga mengadakan rapat dengan kita. Baik tim pihak Dishub, Dirlantas, sama pihak MRT. Jadi saling berkoordinasi,” lanjutnya.

Jenis rekayasa yang akan dilakukan dikatakan Panto tergantung permintaan dari PT MRT. Kemungkinan yang akan terjadi dijelaskan Panto hanya penyempitan jalan dengan pengurangan lajur, bukan pengalihan lalu lintas total.

“Pengurangan lajur, misalnya dari yang tadinya 4 menjadi 3, kadang menjadi 2. Jadi untuk dimaklumi masyarakat ini demi kemajuan Ibukota ke depannya lebih baik lagi. Kepadatan akan berkurang dengan adanya MRT,” tutup Panto.

Profile Florence Sihombing Mahasiswi S2 UGM yang Jadi Ratu BBM Di Twitter


Florence Sihombing, mahasiswi S2 yang sedang berkuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menjadi trending topic dunia di jejaring sosial Twitter peringkat kedua. Florence menghebohkan dunia jejaring sosial setelah aksinya menyerobot antrean saat ingin mengisi BBM di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, Rabu, 27 Agustus 2014. Florence yang ingin mengisi BBM jenis Pertamax 95 menyerobot antrean panjang pengendara mobil. Florence berdalih dirinya tak harus antre di jalur sepeda motor karena tak ingin membeli BBM bersubsidi seperti pengendara lainnya.

Dalam akun jejaring sosial Path miliknya, Florence menulis kekesalannya atas klaim diskriminasi yang dilakukan petugas SPBU. Ia yang tetap tak diperbolehkan mendesak antrean ini akhirnya pergi tanpa mengisi BBM di sana.

Banyak pengguna Internet yang memaki-maki sikap Florence ini. Akibatnya, Florence pun menjadi pembicaraan terbanyak di Twitter hari ini, Kamis, 28 Agustus 2014. Selain itu, tagar bertuliskan #UsirFlorenceDariJogja juga menjadi trending topic keempat di Indonesia saat ini. Terkait dengan sikap Florence ini, pada pukul 16.00 WIB tadi, ada demo spontanitas orang Yogyakarta di Bundaran UGM yang menuntut pengusiran dia dari kampus tersebut. Hal ini diungkapkan oleh akun Twitter @11111AN.

Hingga kini, nama Florence pun banyak dicari di Twitter. @florenceje_, @florencje_, florence, florencje_, dan florence jogja adalah beberapa kata kunci yang paling banyak ditulis oleh akun pengguna Twitter di Indonesia. Hingga saat ini, Florence belum memberikan pernyataan lanjutan terkait dengan sikapnya tersebut dan tulisan berupa cercaan terhadap Yogyakarta di akun Twitter dan Path miliknya.

Dosen di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Heribertus Jaka Triyan A., mengatakan kampus akan mengenakan sanksi kepada Florence Sihombing, mahasiswi S2 Jurusan Kenotariatan UGM terkait dengan tindakannya yang telah mencemarkan nama baik Kota Yogyakarta. Menurut Heribertus, sanksi akademis menanti Florence dalam waktu dekat.

“Seluruh mahasiswa FH UGM, tolong hati-hati dalam berbicara. Sanksi akademis akan dikenakan kepada Anda jika bicara Anda ngawur dan merendahkan harkat dan martabat orang lain dan pihak lain,” kata Heribertus dalam status akun jejaring sosial Facebook miliknya, Kamis, 28 Agustus 2014.

Kemarin, Rabu, 27 Agustus 2014, Florence yang ingin mengisi BBM jenis Pertamax 95 menyerobot antrean panjang pengendara mobil. Dalam akun jejaring sosial Path miliknya, Florence menulis kekesalannya atas klaim diskriminasi yang dilakukan petugas SPBU. Florence yang tetap tak diperbolehkan mendesak antrean ini akhirnya pergi tanpa mengisi BBM di sana.

Florence menuliskan kata-kata celaan di akun Path miliknya yang membuat marah orang-orang Yogyakarta. “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja,” tulis Florence. Tulisan itu di-repath berulang kali dan menuai kemarahan masyarakat Yogyakarta.

Heribertus juga mengatakan status tersebut ditujukan secara khusus kepada Florence akibat sikap mahasiswinya yang dinilai mencemarkan nama baik almamater. “Tunggu Sdri FS, mhs MKN…temuan akan kami tindaklanjuti,” tulis Heribertus di statusnya. Menurut Heribertus, ia beserta jajaran dosen FH akan memanggil Florence dan meminta penjelasan terkait dengan tulisan-tulisannya dalam jejaring sosial yang menghina Kota Pelajar. “Pokoknya, FH akan ambil tindakan tegas. Tunggu saja!” kata Heribertus.

Florence Sihombing, mahasiswi S2 Jurusan Kenotariatan Universitas Gadjah Mada, akhirnya meminta maaf melalui akun jejaring Path miliknya. Hal itu dilakukan menyusul ramainya pembicaraan tentang dirinya di jejaring sosial karena sikap Florence yang mencela Kota Pelajar itu. “Saya beserta keluarga dan teman-teman yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas kata-kata di Path,” kata Florence dalam Path miliknya, Kamis, 28 Agustus 2014.

Florence juga meminta maaf kepada pihak kampusnya, khususnya Fakultas Hukum beserta dosen dan akademisi FH UGM, atas tindakannya tersebut. Namun, Florence mengatakan bahwa dirinya tak pernah membawa nama UGM perihal sikapnya tersebut. “Saya tidak tahu oknum tak bertanggung jawab yang mendramatisir dan menyebarluaskan status Path saya,” kata Florence.

Ia pun menuliskan bahwa dirinya akan mengusut pemberitaan media online detik.com karena pemberitaan yang keliru terkait sikapnya tersebut. Menurut Florence, dirinya sedang dalam proses penyelesaian dengan penulis dan editor media online tersebut.

Florence juga berjanji bahwa dia tak akan mengulangi perbuatannya lagi atas cuitan-cuitan dan tulisannya yang menjelek-jelekkan kota dan warga Yogyakarta. “Saya menyesal,” kata Florence. Nama Florence dikenal setelah ramai diperbincangkan di Internet. Pasalnya, Florence memaki kota pelajar tersebut dalam jejaring sosial Path dan Twitter dengan kata-kata celaan yang membuat marah warga Yogyakarta. “Jogja miskin, tolol dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja,” tulis Florence.

Rektor Universitas Gadjah Mada Pratikno mengatakan sanksi yang akan diberikan kepada Florence Sihombing, mahasiswi S-2 dari Fakultas Hukum UGM, akan diserahkan kepada komite etik fakultas tersebut. Menurut dia, komite FH UGM yang tahu hukuman paling tepat untuk Florence. “Saya telah membicarakan hal ini dengan Dekan FH UGM, dan dia akan berdiskusi dengan jajaran akademisi untuk memberikan sanksi kepada Florence,” kata Pratikno saat dihubungi, Kamis malam, 28 Agustus 2014.

Pratikno menambahkan, Florence akan dipanggil oleh fakultasnya pekan depan untuk dimintai keterangan mengenai sikapnya yang dinilai mencela Kota Yogyakarta dalam jejaring sosial miliknya. Komite Etik FH UGM, kata dia, akan meminta penjelasan terkait dengan bukti yang telah mereka kumpulkan dari cuitan maupun tulisan Florence lainnya.

Florence Sihombing adalah mahasiswi yang terdaftar dalam program magister kenotariatan UGM. Nama Florence dikenal setelah ramai diperbincangkan di Internet. Pasalnya, Florence memaki kota pelajar tersebut dalam jejaring sosial Path dan Twitter dengan kata-kata celaan yang membuat marah warga Yogyakarta. “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja,” tulis Florence.

Salah satu dosen Fakultas Hukum UGM, Heribertus Jaka Triyan A., turut menanggapi sikap Florence melalui Facebook. “Seluruh mahasiswa FH UGM, tolong hati-hati dalam berbicara. Sanksi akademik akan dikenakan kepada Anda jika bicara Anda ngawur dan merendahkan harkat dan martabat orang lain dan pihak lain,” tulis Heribertus dalam status akun jejaring sosial Facebook miliknya, Kamis, 28 Agustus 2014.

Heribertus mengatakan status tersebut ditujukan secara khusus kepada Florence akibat sikap mahasiswi tersebut yang dinilai mencemarkan nama baik almamater. “Tunggu Sdri FS, mhs MKN…temuan akan kami tindak lanjuti,” Heribertus melanjutkan dalam statusnya.

Gara Mesin Mobil Hidup Saat Isi Bensin SPBU Sentul Terbakar Habis


Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-16813 yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Sentul City, Desa Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hangus terbakar pada Jumat, 29 Agustus 2014. Akibat kebakaran itu, tiga orang menderita luka bakar. Satu unit mobil Toyota Avanza dan satu unit mesin pengisian bahan bakar ikut hangus.

“Korban menderita luka bakar yang cukup serius di tangan dan kakinya. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Didik Purwanto kepada Tempo.

Ketiga korban yang mengalami luka bakar dan saat ini mendapat perawatan di RSU Husada Cibinong tersebut adalah Ujang Toni, 55 tahun; Miftah, 40 tahun, dan Supria, 12 tahun.

Kebakaran berawal dari kedatangan Miftah yang mengendarai Toyota Avanza bernomor polisi B 2430 IPT. Dia langsung mengarahkan kendaraan ke pompa nomor satu. Saat proses pengisian sedang berjalan, Miftah menyalakan mesin. “Diduga saat itu ada api yang memercik dan menyambar bensin,” kata Didik.

Api dengan cepat membakar badan Avanza dan menyambar Miftah. Supria, anak Miftah yang berada di dalam mobil, juga turut menjadi korban. Beruntung mereka sempat melarikan diri dan menjauh dari korban api. “Ujang, operator SPBU, turut tersambar api,” kata Didik.

Api semakin membesar dan sempat terdengar ledakan. Suara ledakan itu terdengar hingga radius 1 kilometer. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan enam unit mobil pemadam untuk menjinakkan api.

Warga Kayuringin Bekasi diserang Tomcat


Wabah serangga pengganggu kembali muncul, sebanyak enam orang yang bermukim di Perumnas 1, Kapling Agraria, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi dikabarkan terkena serangan Tomcat. Akibatnya, mereka mengalami gatal-gatal. “Padahal sudah terpasang AC (Air Conditioner) di kamar saya. Tapi masih bisa masuk,” kata Abdullah Surjaya (31) pria yang terkena serangan Tomcat saat berbincang, Kamis (28/8).

Ia mengaku serangan Tomcat terjadi sejak sepekan lalu. Sudah banyak warga yang terserang serangga satu ini, mulai dari anak kecil, pemuda, maupun orang tua. Mereka mengeluh gatal di bagian tangan, leher, kaki, serta badan. “Kebanyakan leher dan tangan,” kata Abdullah.

Akibat gigitan Tomcat, ia mengaku merasakan gatal-gatal. Kemudian, Abdullah pun langsung ke rumah sakit untuk mengobati gigitan serangga. “Oleh dokter diberi salep dan obat antibiotik,” kata dia.

Abdullah mengatakan, setelah mengetahui ada tomcat masuk ke tempat tinggalnya, ia langsung membersihkan seluruh ruangan. Tapi, tak lama kemudian muncul lagi. “Masuknya lewat Hexos,” kata dia.