Monthly Archives: July 2011

Waspada … Inilah Daftar Lengkap Modus Kejahatan Terbaru Menjelang Bulan Puasa Ramadhan


Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai modus operandi kejahatan baru yang diprediksi bakal muncul selama bulan Suci Ramadhan sampai Lebaran tiba. Salah satunya mengirim bingkisan parcel. “Selain mengirim parcel, bisa juga dengan berpura-pura mengantar kartu ucapan atau yang lain yang berkenaan dengan suasana bulan Ramadhan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, dihubungi Sabtu (30/7) malam.

Modus kejahatan dengan memanfaatkan suasana bulan yang penuh berkah dan pengampunan ini bakal marak terjadi. Biasanya pelaku mengincar lokasi-lokasi kawasan perumahan yang selalu ditinggal pergi penghuni dan hanya ada pembantunya saja.
Pihak kepolisian, kata Baharudin, mengimbau kepada para pemilik rumah untuk selalu mengingatkan pembantunya untuk selalu waspada. Jika menerima tamu dalam keadaan seorang diri di rumah, sebaiknya perhatikan betul, apakah tamu tersebut dikenal.

“Kalau nggak kenal, jangan dibiarkan masuk ke halaman rumah. Lalu cek siapa pengirim barang tersebut dan apa jenis barangnya. Setidaknya pembantu di rumah bisa menghubungi majikannya untuk menanyakan kiriman barang tersebut,” papar Baharudin.

Sebagai perwira menengah yang bertugas di bidang Kamtibmas, mantan Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara ini juga mengimbau kepada petugas keamanan perumahan untuk meningkatkan pengamanan. Jika ada orang yang hendak mengirim barang atau keperluan lain dengan tujuan bertamu, periksa identitas dan periksa barang bawaannya

Puluhan Kapal Ojek Muara Angke Transportasi Ke Pulau Seribu Dinilai Tak Aman


Kapal-kapal tradisional yang biasa beroperasi mengangkut wisatawan dan warga dari Muara Angke ke Kepulauan Seribu ternyata banyak yang tak memenuhi standar keamanan pelayaran. Keselamatan wisatawan dan warga Kepulauan Seribu jadi taruhan.

“Kalau dilihat dari aspek teknis keamanannya, kapal-kapal itu bisa tidak layak laut. Tapi kondisi ini sering diabaikan operator kapal,” kata Kepala Administrasi Pelabuhan Muara Angke Khairul Saleh ketika dihubungi, Sabtu, 30 Juli 2011.

Kapal-kapal yang biasa mengangkut penumpang dari Muara Angke ke Kepulauan Seribu, biasa disebut Kapal Ojek. Ia mencontohkan kapal-kapal kayu itu tak memiliki sistem navigasi dan jumlah pelampung tak cukup. Selain itu kapal-kapal tradisional ini juga dinilai tak cocok menerabas hingga ke tengah laut. “Kalau untuk angkutan antar pulau di Kepulauan Seribu bisa,” katanya.

Khairul melanjutkan, konstruksi kapal juga tak sesuai peruntukkan. Kapal-kapal ini lebih tepat mengangkut barang daripada mengangkut penumpang. “Jenis kapalnya saja tidak jelas,” katanya.

Kondisi ini diperparah dengan sikap pemilik kapal yang tak memahami batas quota penumpang. Masing-masing kapal rata-rata hanya sanggup menampung 57-90 penumpang. Namun pada akhir pekan, satu kapal bisa mengangkut lebih dari 100 penumpang.

Khairul mengakui penertiban kapal-kapal ini tak mudah. Sebab, kata dia, hanya kapal-kapal inilah yang bisa diakses warga Kepulauan Seribu untuk menyeberang ke Jakarta. Sehingga menghentikan kapal-kapal itu berarti membuat warga Kepulauan Seribu terisolasi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, kata Khairul, pernah memberikan solusi. Kapal-kapal yang sebenarnya tak memenuhi standar keamanan ini diberikan sertifikat melaut. Sertifikat diberikan meski secara struktur kapal-kapal itu lebih tepat digunakan sebagai kapal pengangkut barang, bukan kapal penumpang.

Saat ini, Khairul melanjutkan, setidaknya ada 29 kapal di Muara Angke yang telah mengantongi sertifikat itu. Namun meski bersertifikat, pengelola kapal sering mengangkut penumpang melebihi batas yang diizinkan. “Pengeola membawa alat pengaman sebanyak-banyaknya seolah-olah boleh membawa penumpang sebanyak-banyaknya,” kata Khairul.

Seringnya kelebihan penumpang karena kapal-kapal yang tersedia tak bisa menampung warga dan wisatawan. Setiap akhir pekan, kata Khairul, sedikitnya ada 2 ribu pelancong yang menyeberang. “Sementara kapal yang melayani hanya 29,” kata dia.

Membludaknya wisatawan yang berakhir pekan di Kepulauan Seribu, diakui Rasyid, salah seorang pengelola kapal. Ia mengatakan kapal miliknya maksimal mengangkut 60 orang. Namun di akhir pekan, ia bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

Jika hanya mengangkut penumpang sesuai kuota yang ditetapkan, kata Rasyid, pihaknya rugi. “Kalo ada 100 penumpang dan yang saya angkut cuma 60 orang, gimana dengan yang 40. Rugi juga saya. Kalo diangkut semua salah juga saya,” katanya.

Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Lutfi mengakui jika kapal-kapal yang beroperasi dari Muara Angke ke Kepulauan Seribu tak didesain untuk mengangkut penumpang. Kapal-kapal itu, kata dia, aslinya adalah kapal barang yang dimodifikasi jadi kapal penumpang. “Saya usulkan agar dipersentase saja berapa persen untuk barang dan berapa persen untuk penumpang,” katanya.

Buku Petunjuk Guide Pariwisata Lombok Diluncurkan Demi Visit Lombok Sumbawa 2012.


Sebuah buku guide pariwisata berjudul “Lombok, Enaknya ke Mana” telah diluncurkan belum lama ini di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Buku yang ditulis oleh Yusak Anshori dan Adi Kusrianto itu memberikan panduan (guide) bagi para turis mengenai tempat-tempat wisata menarik di Lombok, yang dikenal memiliki banyak pantai indah dan budaya yang eksotik.

Bagi Yusak dan Adi ini merupakan buku guide pariwisata kedua yang ditulisnya setelah buku pertama berjudul “Surabaya Enaknya ke Mana”.

Potensi pariwisata Lombok yang natural dan indah telah menarik perhatian kedua penulis, selain karakteristik masyarakat Jawa Timur dan Lombok yang hampir sama.

Yusak Anshori yang seorang praktisi dan akademisi pariwisata mengatakan,“Kami ingin mensinergikan kesamaan karakter masyarakat Jatim dan NTB dengan SDP (sumber daya pariwisata) yang dapat saling melengkapi untuk berpromosi bersama.”

Jumlah penerbangan langsung Surabaya dan Lombok juga sangat mendukung sinergi kedua daerah ini. Potensi pariwisata Lombok sungguh luar biasa, disamping pantainya yang indah juga memiliki budaya dan keindahan alam yang eksotik.

Oleh karena itu promosi harus lebih digalakkan khususnya dengan cara membuat guide book seperti buku “Lombok: Enaknya ke Mana” ini, kata Yusak dalam siaran pers.

Yusak berharap, dengan guide book semacam ini diharapkan wisatawan dan calon wisatawan tidak mengalami kesulitan untuk memilih obyek-obyek wisata yang disukai dan dapat mengelola waktunya secara lebih efisien.

Sementara Adi Kusrianto menambahkan “potensi wisata Lombok sebenarnya bukan hanya alam dan budaya, wisata kulinernya pun memiliki potensi yang sangat besat untuk di kembangkan”.

Dr.TGH.M.Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, di dalam testimoninya mengatakan bahwa ”Buku ini merupakan sebuah kontribusi positif bagi pengembangan kebudayaan dan pariwisata Nusa Tenggara Barat yang semakin membesarkan harapan Pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat bahwa pariwisata akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat martabat serta daya saing daerah”.

Ketua Lombok Sumbawa Tourism Board sekaligus Ketua ASITA Nusa Tenggara Barat, Awan Aswibawana mengatakan, buku itu merupakan bentuk usaha untuk mempromosikan Lombok khususnya untuk pasar domestik yang jumlah kunjungannya terus meningkat.

“Karena isinya sangat jelas dan gamblang, buku ini patut dimiliki oleh siapa saja yang ingin maupun merencanakan mengunjungi Lombok,” katanya.

Yusak mengaku sangat senang karena bukunya disambut sangat antusias tidak hanya oleh pemerintah daerah tetapi juga masyarakat NTB. Ia mengharapkan buku itu dapat membantu suksesnya pariwisata Lombok menyongsong Visit Lombok Sumbawa 2012.

Perbedaan Model Catwalk dan SPG Adalah Banyak Cowok Dengan Tangan Iseng Suka Pegang Pegang


Enak mana ya buat peragawati, berlenggak-lenggok di panggung atau berpose dengan mobil baru? Salah satu model kendaraan di IIMS, Cecilia Septriana, punya komentar soal itu. “Masing-masing ada kesulitannya, tapi untuk model kendaraan, kita wajib tahu seluk beluk mobilnya,” kata Cecilia.

Dia mengatakan, di catwalk seorang peragawati tak boleh terpeleset sedangkan saat menjadi model kendaraan, yang bersangkutan juga harus paham dengan mobil yang dipromosikan. “Minimal tahulah sedikit-dikit,” kata Cecilia yang memilih berhenti kuliah untuk konsentrasi di dunia modelling karena kuliah lebih sulit dan bikin pusing.

Tantangan lain menjadi model untuk kendaraan adalah siap mental menghadapi berbagai tipe pengunjung. “Pernah ada pengunjung, pertama-tama nanyain mobil tapi selanjutnya bilang ‘mbak kalau nyewa loe semalam berapa sih,” katanya. Kesal sudah pasti, tapi hanya bisa di dalam hati, kata Cecilia.

Udara yang semakin panas tidak mengeringkan semangat Jessica dan Tata, dua sales promotion girl di salah satu booth outdoor IIMS. Bagi Jessica, gadis berusia 22 tahun yang sedang menyelesaikan tugas akhir kuliah, hawa panas tak terlalu jadi masalah.

“Senang-senang aja sih,” tuturnya. Gadis yang mengaku gemar plesiran itu cuma sedikit memikirkan kulitnya yang setiap hari harus berhadapan dengan panas yang menyengat saat siang. “Bayangin aja, udah pakaiannya kaya gini, gimana nggak gosong,” tukas Jessica.

Rekannya, Tata, menganggap sengatan sinar matahari tak terlalu masalah. “yang parah, kalau ada pengunjung tidak sopan, sudah tidak punya uang buat beli mobil dan tidal punya tata krama pula, cowok apaan tuh” katanya. Tata, mahasiswi teknik planologi, mengemukakan pernah ‘digerayangi’ seorang pengunjung saat foto bersama dengan latar belakang kendaraan yang mereka promosikan.

“Foto ‘bareng’ sih boleh saja, tapi nggak usah pake pegang-pegang daerah sensitif dong’,” kata mahasiswi semester tujuh yang gemar goyang salsa itu. Apa yang terpikir pertama kali oleh mereka jika telah menyelesaikan tugas selama pameran? “Tidur!” seloroh keduanya penuh semangat

Buruh Wanita Pabrik PT Ching Luh Indonesia Alami Kesurupan Massal


Ratusan buruh pabrik sepatu, PT Ching Luh Indonesia, yang memproduksi sepatu merek Adidas, di Jalan Raya Serang, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (29/7), mengalami kesurupan. Saking banyaknya yang kesurupan, manajemen akhirnya memulangkan buruh bagian produksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Kota, ratusan buruh di bagian produksi itu kesurupan secara beruntun sejak jam 08.00. Karena yang mengalami kesurupan makin banyak, pihak manajemen memulangkan buruh bagian produksi ke tempat kos masing-masing.

Sedangkan buruh yang kesurupan ditangani pihak manajemen dengan memanggil dua orang ustadz, untuk menyembuhkannya. Bahkan pihak manajemen terpaksa membeli tiga ekor kambing ukuran sedang, dan menyembelihnya, dengan tujuan mengusir roh jahat yang ada di pabrik milik investor Taiwan itu.

Menurut para buruh yang dipulangkan, peristiwa kesurupan di pabrik yang memiliki 12.800 orang karyawan itu, sudah sering kali terjadi. Namun kesurupan kali ini adalah yang terbanyak. “Kamis kemarin sudah ada 35 orang yang kesurupan pada jam 17.00. Tapi kesurupan Jumat ini yang paling banyak,” ujar Ani, buruh yang ditemui Warta Kota.

Para buruh yang kesurupan mereka pada berteriak dengan kata-kata yang tidak jelas. “Tidak jelas mas yang dikatakan. Mereka pada berteriak saja, ada yang seperti orang histeris, menanggis dan guling-guling,” tandas Ani.

Menurut Rudi, bagian produksi lainnya, penyeban kesurupan itu memang belum jelas. Namun peristiwa kesurupan sering terjadi sejak PT Ching Luh Indonesia, menambah line produksi, yang berdampak pada perluasan lahan pabrik. “Sudah setahun terakhir ini jadi sering kesurupan. Mungkin di area baru ini banyak setannya. Karena kata teman-teman kalau malam ruang produksi seram. Sudah ada yang ganggu,” ucapnya.

Akibat peristiwa kesurupan itu aktivitas produksi sempat terganggu. Aktivitas kembali normal pada jam 13.00. Setelah dua orang ustadz berhasil mengendalikan mahluk halus yang ada. Sementara itu pihak manajemen melarang wartawan meliput peristiwa kesurupan tersebut. “Tidak boleh masuk mas. Karena ini masalah internal kami,” ucap seorang petugas sekuriti pabrik.

Kesurupan massa juga pernah menimpa buruh PT Samudra Biru di Jalan Raya Bogor, Cibinong, Kota Bogor, 23 Juni lalu.
Penyebab kesurupan di kedua pabrik itu tak terungkap hingga sekarang.

Dokter spesialis syaraf RSUD Dr. Soetomo, Bambang Wijasa Wiradinata pernah mengatakan, terlepas dari unsur mistik, kesurupan terjadi ketika seseorang berada di alam bawah sadarnya. Dalam kondisi itu mereka lalu mengalami disosiasi, trance, konversi, histeria, dan split personality. Gejala itulah yang oleh orang awam dikenal sebagai ‘kesurupan.’ Kesurupan biasanya mudah menyerang mereka yang sedang dalam kondisi tertekan atau stres tinggi, dan labil secara kejiwaan. Biasanya wanita

Dua Tahun Sari Menikah Dengan Suami Yang Ternyata Wanita – Selama Menikah Masih Perawan Karena Berhubungan Intim Hanya Bagian Atas Saja


Johny alias Jonathan terduduk lemas di ruang tahanan Kepolisian Resor Gowa saat ditemui siang ini. Dia menyesali perbuatannya memalsukan jati dirinya ke semua orang, termasuk istrinya Wa Ode Nurmalasari, yang telah dua tahun dinikahinya. Kedok perempuan beridentitas laki-laki ini terbongkar saat hendak menikah untuk kedua kalinya dengan perempuan asal Gowa, Sulawesi Selatan.

“Saya sangat menyesal. Saya tak sanggup menahan malu ini. Kalau seperti ini saya selalu berpikir mau bunuh diri,” kata Johny kepada Tempo. Ia ditangkap aparat kepolisian di Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, kemarin malam.

Selama ini, Johny menggunakan nama Jonathan di buku nikahnya. “Nama asli saya memang Johny, begitu saya dipanggil,” ujarnya. Selama menikah dengan Sari, warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dia tak diketahui identitasnya sebagai berjenis kelamin sama dengan istrinya. “Istri saya tidak tahu, dia baru tahu belakangan,” ujarnya.

Sejak menikahi Sari pada 2009, Johny mengaku hanya berhubungan dengan istrinya dengan cara menyentuh bagian atas tubuh Sari. “Kami tidak pernah berhubungan intim. Saya juga tidak pernah memakai alat bantu,” katanya.

Jati diri Johny terbongkar setelah warga yang berprofesi sebagai wiraswasta ini hendak menikahi salah seorang perempuan di Gowa. Johny mengaku perkenalannya dengan perempuan itu berawal dari pesan pendek. “Saya sudah tujuh bulan menjalin hubungan, tapi belum sempat saya nikahi,” katanya.

Namun, niat Johny sirna lantaran keluarga calon mempelai curiga dengan jati dirinya. Alhasil, Johny dipaksa untuk melepaskan seluruh pakaiannya dan diketahui berjenis kelamin perempuan. Hal itulah sekaligus membongkar rahasia Johny ke istrinya selama ini.

Sari sendiri mengaku tak percaya bahwa orang yang dinikahinya selama dua tahun ternyata berjenis kelamin perempuan. Meski demikian, sejak dulu Sari sempat curiga, namun tetap menjalani rumah tangganya dengan normal. “Saya tetap jalani saja meski ada sedikit kecurigaan. Saya tak percaya suami saya ternyata perempuan,” ujarnya.

Kecurigaan Sari muncul lantaran sejak menikah memang tak sekalipun ia melihat alat kelamin suaminya. Alasannya karena suaminya risih, termasuk saat Sari hendak menyentuh bagian dada suaminya.

Kepala Unit Khusus Polres Gowa, Inspektur Dua Hambali, mengatakan akibat perbuatannya yang memalsukan identitas, Johny dijerat Pasal 266 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pemalsuan Identitas. “Saat ini tersangka masih kami tahan,” katanya.

Tips Menjadi SPG IIMS Indonesia International Motor Show Dengan Bayaran 1 Juta Perhari Plus Plus


Jadi sales promotion girl di IIMS ternyata tak cuma modal tampang, badan dan dandan. Fisik juga harus oke karena harus tetap fit berdiri berjam-jam mendampingi kendaraan yang mereka “kawal”.

“Cuapek boooo, berdiri dari pagi hingga jam 9 malam dan tak terlihat lelah, itu tantangan,” kata Inez Maharani, salah satu SPG kendaraan Eropa. Dia bilang para SPG punya 45 menit untuk istirahat shift.

Inez mengaku pameran tersebut baru pertama kali diikutinya namun dunia modelling bagi dia sudah jadi hal yang biasa. Mahasiswi arsitektur itu juga menggeluti dunia tarik suara.

Kata Inez, beberapa rekannya sesama SPGl menyewa apartemen tak jauh dari lokasi pameran sehingga bisa beristirahat cukup. Sepatu hak tinggi yang mereka pakai tentu membuat kaki mereka cukup pegal.

“Tapi gue balik ke rumah, lebih enak tidur di rumah,” kata perempuan keturunan Sumatera Barat itu.

Apa beda berpose untuk fotografer profesional dengan tampil di depan pengunjung yang merupakan masyarakat umum? “Tidak ada beda sih, cuma pengunjung kadang ada yang iseng goda-goda , bahkan ada yang bilang, mbak nikah sama saya yuk,” kata Inez lalu tertawa.

“Gue senyum aja, tapi dalam hati gue, enak aja loe ! orang gue udah punya cowok,” katanya. Soal honor selama pameran , Inez mengatakan setiap hari mendapatkan lebih dari Rp1 juta.