Monthly Archives: March 2014

Kyai Al-Bajigur Bikin Perahu Bahtera Ala Nabi Nuh Diatas Bukit Di Madura


Pondok Pesantren Salafiyah Al-Bajigur di Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak berbeda dengan kebanyakan pondok pesantren di Pulau Madura. Yang terlihat tak lazim, di pesantren ini ada pondok Al-Majnun atau pondok khusus orang gila. Menurut pengurus pesantren, K.H. Abdurrahman, Al-Bajigur berdiri pada 23 Desember 1995. “Awalnya cuma tiga orang santri,” katanya beberapa waktu lalu. Kini santri Al-Bajigur mencapai sekitar 700 orang, baik putra maupun putri.

Untuk pondok Al-Majnun sendiri, berdiri tiga tahun kemudian atau pada 1998. Waktu itu ada warga yang datang padanya meminta bantuan agar keluarganya yang stres disembuhkan, kata Abdurrahman. “Alhamdulilah, sembuh setelah saya obati. Sejak itu banyak orang stres dibawa ke sini,” katanya. Kiai yang akrab disapa Bajigur ini, mengaku lupa berapa banyak orang gila yang disembuhkan. “Ratusan orang”.

Pola pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan orang stres adalah terapi kerohanian, lanjut dia. Sekali waktu, pasien sakit jiwa yang disebutnya dengan istilah Santri Luar Biasa (SLB) diberi minuman jamu tradisional. Untuk pasien berat seperti hilang ingatan, Kiai Abdurrahman, juga menggunakan media hewan untuk terapi. “Saya kadang pakai sarang laba-laba untuk meringankan pusing pasien. Hilang ingatan itu kan biasanya diawali sakit kepala,” kata Abdurrahman.

Terapi lainnya, adalah membebaskan para santri stres melakukan kegiatan seperti yang dilakukan di rumah atau sebelum dimasukkan ke pesantren, lanjut dia. “Ada yang bertani, ada juga yang ikut jadi kuli bangunan. Kadang diarahkan untuk buat kerajinan tangan,” ujarnya. Terapi ini, menurut Abdurrahman, penting karena bertujuan agar mereka bisa kembali ke kehidupan normal. “Dengan bebas berkegiatan, otot saraf mereka menjadi tidak kaku, sehingga tidak gampang stres,” katanya lagi. Tidak hanya dari Madura, santri luar biasa di Al-Bajigur kini juga banyak dari Pulau Jawa.

Abdurrahman membuat heboh warga Kabupaten Sumenep karena ulah anehnya yang meniru Nabi Nuh. Dia membuat perahu kayu di atas Bukit Lanjuk. Menurut kiai yang akrab disapa Kiai Bajigur ini, ide membuat perahu muncul saat dirinya berangkat umrah pada 2013. Saat melakukan ibadah tawaf, Kiai Bajigur merasa lautan begitu dekat. Dia kemudian terbayang punya perahu, lengkap dengan alat tangkap ikan dan kotak atau boks untuk menyimpan ikan.

kapal kayu buatan KH Abddurahman, pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Albajigur, Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tampak megah dengan warna biru putih dominan. Dari pengamatan Tempo, Ahad 23 Maret 2014, dinding kapal bagian depan terpampang nama perahu tersebut dalam bahasa Arab “Rafa’tut Thoir” atau Burung Laut.

Dari segi model dan bentuknya, perahu Kiai Abdurrahman yang akrab disapa Kiai Bajigur itu sama dengan kapal rakyat kebanyakan di Kabupaten Sumenep. Bedanya, perahu Kiai Bajigur dilengkapi ruang nahkoda seluas kurang 2X3 meter terletak dibagian belakang kapal. Kapal ini memiliki tiga dek : dek pertama untuk ruang mesin dan barang, dek dua untuk penumpang, dan dek tiga nahkoda. Panjang kapal 15 meter dan lebarnya tiga meter. Disinggung soal inspirasi Nabi Nuh, karena membuat perahu di atas bukit Lanjuk, Kiai Bajigur tertawa lebar. “Saya ini bukan nabi,” katanya.

Menurut dia pembuatan perahu ini tanpa maksud apa pun, bahkan belum tahu mau diapakan perahu tersebut setelah selesai dibuat. “Pokoknya nyemplung laut dulu,” katanya. Kiai Bajigur menegaskan, bukan dirinya yang membuat perahu tersebut. “Saya hanya ide,” katanya. Menurut dia, perahu itu dikerjakan 7 orang ahli perahu dari Jawa dan Kecamatan Saronggi Sumenep. Waktu pengerjaan selama hampir lima bulan, menelan biaya Rp 400 juta. “Uangnya dari belas kasih Allah,” kata kiai berambut gondrong itu

KH Abdurrahman membuat heboh warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sudah lebih dari dua bulan namanya diperbincangkan warga karena ulah anehnya yang meniru Nabi Nuh. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Bajigur di Desa Tenonan, Kecamatan Manding, ini membuat perahu di atas Bukit Lanjuk.

Menurut kiai yang akrab disapa Kiai Bajigur ini, ide membuat perahu muncul saat dirinya berangkat umrah pada 2013. Saat melakukan ibadah tawaf, Kiai Bajigur merasa lautan begitu dekat. Dia kemudian terbayang punya perahu, lengkap dengan alat tangkap ikan dan boks untuk menyimpan ikan. “Saya wujudkan angan itu sepulang umrah,” katanya, Sabtu, 22 Maret 2014.

Perahu Nuh ala Kiai Bajigur itu dibuat sejak bulan Muharam atau November 2013. Karena tak punya lahan, Kiai Bajigur memutuskan membuat perahunya di atas Bukit Lanjuk, tak jauh dari pesantrennya. Perahu itu dikerjakan oleh tujuh orang ahli pembuat perahu. “Lima bulan perahu selesai, anggarannya sekitar Rp 400 juta,” ujarnya.

Karena ide pembuatan perahu spontan, Kiai Bajigur mengaku tidak tahu perahu itu akan dipakai untuk apa. Yang penting, kata dia, lewat perahunya itu, orang bisa mengingat lagi kisah Nabi Nuh. “Yang penting diturunkan dulu dari bukit dan nyemplung ke laut,” ujarnya sambil tertawa. Perahu Kiai Bajigur itu telah dibawa ke laut Pantai Slopeng pada Jumat, 21 Maret 2014. Ratusan orang, terutama warga Desa Tenonan, bergotong royong memindahkan perahu tersebut dengan cara tradisional, yaitu perahu digerakkan memakai alas kayu gelondongan.

Selain karena perahunya, Kiai Bajigur juga dikenal warga karena mayoritas santri di pesantrennya adalah orang yang mengalami gangguan jiwa.

Advertisements

Liburan Panjang Nyepi … Tiket Pesawat dan Kereta Habis


Libur panjang menyambut hari raya Nyepi yang jatuh bersamaan dengan akhir pekan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Akibatnya, maskapai penerbangan kebanjiran penumpang. Menurut juru bicara PT Garuda Indonesia, Pujobroto, tingkat okupansi atau keterisian penumpang pesawat maskapainya mencapai 100 persen. “Kali ini, lebih dari akhir pekan biasa, saat okupansi pesawat maksimal 80 persen,” kata dia, Sabtu, 29 Maret 2014.

Hal yang sama dialami Citilink, anak usaha Garuda dalam jasa penerbangan murah. Juru bicara Citilink, Benny Butar-butar mengatakan penumpang pesawatnya membludak dengan level okupansi di atas 85 persen. Selain pesawat, tiket kereta api dari Jakarta untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur habis terjual. Juru bicara PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasi I, Agus Komarudin, mengatakan rata-rata tiket terjual 100 persen mulai Jumat, 28 Maret, sampai Ahad, 30 Maret 2014. “Intinya perjalanan kereta api dari Jakarta menuju beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur habis,”

Agus mengatakan, hingga kemarin sore, tiket kereta api untuk sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut telah terjual 25.821 lembar. Namun, untuk tujuan Jawa Barat seperti Bandung, masih tersisa sedikit. “Tiket ke Bandung masih ada 150 kursi,” ujarnya. Dalam sehari, pemberangkatan kereta dari Daop I ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencapai 56 perjalanan. “Itu semua kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi,” ujarnya.

Jelang perayaan Hari Raya Nyepi, tiket kereta api dari Jakarta untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur habis terjual. Kepala Humas PT Kereta Api (KAI) Daop I Agus Komarudin mengatakan rata-rata tiket terjual 100 persen mulai Jumat, 28 Maret, sampai Ahad, 30 Maret 2014. “Intinya perjalanan kereta api dari Jakarta menuju beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur habis terjual 100 persen,” kata Agus saat dihubungi, Sabtu, 29 Maret 2014.

Agus mengatakan, hingga kemarin sore, tiket kereta api untuk sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut telah terjual 25.821 lembar. Namun, untuk tujuan Jawa Barat seperti Bandung, masih tersisa sedikit. “Tiket ke Bandung itu posisi masih ada 150 seat,” ujarnya. Namun sebenarnya Agus agak ragu untuk mengatakan tiket habis terjual. Sebab, selain secara manual, penjualan tiket juga dilayani lewat online. Dengan demikian tak jarang, misalnya dua jam sebelum keberangkatan, ada penumpang yang membatalkan tiket. “Jadi kalau saya katakan habis, ya, relatif sebenarnya,” ujarnya.

Libur panjang menyambut hari raya Nyepi yang jatuh bersamaan dengan akhir pekan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Akibatnya, maskapai penerbangan kebanjiran penumpang terutama untuk beberapa rute daerah wisata. Menurut juru bicara PT Garuda Indonesia, Pujobroto, jalur penerbangan yang cukup padat adalah dari Jakarta menuju Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Bali. Pujo mengatakan tingkat keterisian pesawat (okupansi) untuk libur Nyepi kali ini mencapai 100 persen. Berbeda dengan momen liburan sebelumnya, saat okupansi mencapai 80-90 persen.

Maskapai penerbangan Citilink Indonesia juga melayani penumpang lebih banyak dari biasanya. Juru bicara Citilink, Benny Butarbutar mengatakan, okupansi pesawat dari Jakarta menuju Denpasar berada di atas 90 persen. Kota-kota tujuan favorit lainnya berada di Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. “Hampir seluruh rute kami mengalami peningkatan di atas 80 persen,” ujarnya.

Kendati demikian, Benny mengatakan Citilink tidak menambah armada untuk melayani lonjakan penumpang. Sebab penumpang masih bisa diangkut dengan armada reguler. Selain pesawat, tiket kereta api dari Jakarta untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur habis terjual. Juru bicara PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasi I, Agus Komarudin, mengatakan rata-rata tiket terjual 100 persen mulai Jumat, 28 Maret, sampai Ahad, 30 Maret 2014. “Intinya perjalanan kereta api dari Jakarta menuju beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur habis,”

Dalam sehari, pemberangkatan kereta dari Daop I ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencapai 56 perjalanan. “Itu semua kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi,” ujarnya.

Daftar Biro Haji dan Umrah Bodong


Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah dilaporkan menelantarkan jemaah mereka di pelosok Indonesia sepanjang 2012-2014. Menurut data yang dihimpun, setidaknya ada delapan biro yang melakukan penipuan kepada para jemaahnya. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan ada dua jenis modus penipuan yang dilakukan biro. Pertama, penipuan yang mengakibatkan jemaah gagal berangkat dan kedua, penelantaran jemaah.

Ada lima kasus sepanjang dua tahun terakhir, terkait dengan biro yang gagal memberangkatkan jemaahnya. Pada 2012, Biro Aman Tour and Travel di Wonosobo, Jawa tengah, gagal memberangkatkan 28 jemaahnya. Mereka menipu para jemaah dan meninggalkannya begitu saja di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Kasus lain, di Gowa dan Bone, Sulawesi Selatan, 234 warga gagal berangkat umrah. Mereka ditipu Biro Travel Karya Abadi karena tak dapat terbang dan tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pada 2013, ada dua kasus biro gagal memberangkatkan jemaahnya. Terjadi di Surabaya dengan korban 500 orang, tanggung jawab Biro Padang Arafah, Surabaya. Dan kasus lain terjadi di Jakarta, 194 orang jemaah dari Gorontalo gagal berangkat ke Tanah Suci dan hanya sanggup terbang hingga Jakarta.

Kasus terakhir terjadi 2014 melibatkan calo perorangan di Riau. Ia meraup untung Rp 8 juta setelah berhasil mengelabui 60 orang di Batam untuk pergi berumrah. Meski sama-sama ditipu, tiga kasus lain setidaknya memiliki nasib baik. Lima kelompok ini mengalami penelantaran seusai diterbangkan biro ke Tanah Suci dari wilayah masing-masing. Dua kasus terjadi pada 2013 silam. PT Gema Arofah, Jakarta, sempat menelantarkan 98 jemaah di Kuala Lumpur, Malaysia. Meski bisa lanjut terbang ke Arab Saudi, di sana mereka tak mendapat akomodasi memadai.

Kasus yang sama menimpa 49 orang jemaah yang mendaftar di Biro Nuansa Inti Semesta, Jakarta. Mereka terlantar di Arab Saudi karena tak dibelikan tiket pulang oleh biro perjalanan. Kasus terakhir terjadi 2014 dengan skala lebih besar. 500 orang dari Semarang sempat tertahan selama enam hari di Bandara Soekarno Hatta. Meski akhirnya mereka bisa berangkat, di Arab Saudi mereka tak mendapat kejelasan pelaksanaan umrah dan akomodasi memadai.

Anggito siap menindak biro-biro perjalanan tipu-tipu itu. “Setidaknya ada 15 penyelenggara umrah bermasalah. Sudah satu perusahaan yang izinnya kami bekukan,” ujarnya. Tak hanya penghentian kegiatan, Anggito juga mengancam akan mengkriminalisasikan biro umrah tersebut. “Kami rajin beri laporan pada polisi kalau ada kasus penipuan,” ujarnya.

Biro perjalanan umrah jumlahnya menjamur sejak sepuluh tahun terakhir. “Dulu perusahaan penyelenggara umrah cuma 15, sekarang banyak sekali,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Indonesia Baluki Ahmad. Menurut data Kementerian Agama, kini biro yang tercatat di kementeriannya mencapai 570 perusahaan. Biro perjalanan umrah dianggap sebagai ladang bisnis berpangsa besar.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu, perkembangan ini dipicu pertumbuhan peminat umrah yang terus meroket tiap tahun. Jemaah umrah yang diberangkatkan tahun lalu mencapai 750 ribu orang. Padahal tahun-tahun sebelumnya hanya Rp 150-200 ribu orang. “Tahun ini kami perkirakan angkanya mencapai satu juta orang,” ujarnya. Tingginya minat ini menurut ia karena tradisi keislaman masyarakat Indonesia yang masih kuat. Faktor lain adalah lamanya antrean berangkat haji, sehingga masyarakat lebih memilih untuk berhaji kecil.

Meski menjamur, bukan mudah mendirikan biro umrah. Pengusaha perlu mendapat izin dari Kementerian Agama. Syaratnya, perusahaan itu selama dua tahun sebelumnya harus menjadi agen wisata umum. Mereka juga wajib menyetor biaya Rp 150 juta sebagai jaminan. Dua tahun terakhir Fulus Pengantar ke Rumah Tuhan, metode pembiayaan baru menyelusup di bisnis ini, yakni sistem multilevel marketing. Penyelenggara umrah kini bisa dilakukan secara perorangan. Banyak orang bekerja sebagai agen haji ke perusahaan penginduk yang menerapkan metode multilevel marketing atau bekerja sendiri.

Modusnya, mereka bekerja sama dengan penyelenggara haji resmi dan mengajukan visa ke perusahaan penyedia visa. “Ini ilegal, saat kami sidak ke Cengkareng beberapa waktu lalu banyak yang seperti ini,” ujar ia. Pembiayaan haji sistem multilevel marketing yang menginduk ke perusahaan resmi pun layak diwaspadai. Belakangan, sistem ini marak dimanipulasi, padahal sejak 1995, metode pembiayaan yang diinisiasi oleh PT Arminareka Perdana ini adem ayem.

Banyak pengaduan calon jemaah ditipu oleh agen perjalanan umrah. Mereka dijanjikan berangkat umrah dengan panjar hanya Rp 3,5 juta. Lalu uangnya dibawa kabur. “Banyak yang mengatasnamakan kami. Di kami, kalau mau umrah hanya dua cara, bayar cash atau jual produk umrah kami sehingga dapat keuntungan untuk bisa digunakan umrah,” ujarnya. Minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah semakin melejit. Sejumlah biro perjalanan kini tumbuh bak cendawan. Banyak di antaranya ternyata perusahaan ‘bodong’. Mereka menipu sejumlah pelanggan yang hendak bertamu ke rumah Tuhan itu.

Laporan tentang sejumlah modus penipuan yang dilakukan biro umrah. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Indonesia Baluk Ahmad untuk berbagi tips agar tak tertipu bisnis umroh abal-abal. Mari teliti sebelum tertipu. Cara krusial yang perlu dilakukan calon anggota jemaah adalah memeriksa ulang detail paket yang ditawarkan, yakni soal kewajaran biaya. Harga wajar berumroh adalah US$ 1.850, jika harga yang ditawarkan di bawah itu, harus diwaspadai, mungkin itu penipuan.

Calon jemaah juga diminta aktif untuk merinci biaya perjalanan selama berumroh. Tiket pesawat pulang-pergi senilai Rp 11-17 juta untuk kelas ekonomi. Biaya penginapan di Mekah dan Madinah pun hanya berkisar Rp 600 ribu-1,5 juta per kamar per malam. Dengan catatan tiap kamar bisa dihuni 34 orang. Biaya pengurusan visa ditaksir hanya bernilai sekitar Rp 750 ribu-1,1 juta. Biaya fiskal sekitar Rp 750 ribu, dan biaya administrasi biro perjalanan yang wajar hanya Rp 500 ribu-1 juta.

Ada beberapa biaya lain yang tak bisa ditaksir dari awal, antara lain biaya makan, transportasi lokal, penjemputan khusus, dan pemandu. Untuk hal-hal ini, biaya bervariasi tergantung paket yang ditawarkan biro perjalanan. Calon jemaah bisa meminta biro untuk menyediakan rincian hak dan kewajiban jemaah. Bila biro tak mau mencantumkan, waspadai kemungkinan terjadinya penelantaran jemaah selama di tempat tujuan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan siap mengambil langkah tegas terhadap penipuan biro haji kecil ini. “Secara umum modusnya ada dua, kriminal murni dan penelantaraan jemaah,” ujarnya. Untuk dua kasus tersebut, Anggito berjanji akan menindak tegas. Ia menyatakan sudah menandatangani nota kerja sama dengan Mabes Polri untuk menyelidiki kasus-kasus penipuan

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan salah satu modus utama penipuan perjalanan umrah masuk lewat pintu pengajian ibu-ibu. “Paling banyak bergerak secara individu, mereka masuk dengan cara itu,” ujarnya.

Calo umrah ‘bodong’ ini pun mengiming-imingi ibu-ibu berumrah murah. “Rp 15 juta, itu kan murah banget,” ujarnya. Calon jemaah dtawarkan hotel bintang tiga, dekat Masjidil Haram, dekat Masjid Nabawi. Setelah uangnya diterima, kabur orangnya,” ujarnya. Anggito menegaskan ini adalah bentuk penipuan murni, dan laporan kasus seperti ini langsung diteruskan ke polisi.

Kasus-kasus yang ditangani oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah terkait dengan biro resmi yang berizin, namun menelantarkan jemaahnya. Salah satu kasus terjadi di Jakarta. PT Gema Arofah, biro perjalanan umrah yang mengantongi izin Kementerian Agama dilaporkan menelantarkan 98 jemaahnya tanpa akomodasi memadai di Tanah Suci.

Namun Anggito menyatakan jika belum ada travel resmi yang sengaja beritikad seperti itu. “Yang terjadi ketidaksengajaan dan ketidaktelitian,” ujarnya. Namun ia mengaku ada beberapa biro perjalanan yang tak menepati janji, terutama soal akomodasi. “Itu yang akan kami tindak tegas,” ujarnya menjawab pertanyaan terkait janji biro umrah memberi hotel bintang lima, nyatanya dikorting dua. Namun ia menyatakan berurusan dengan orang Arab bukan hal yang mudah. “Kadang sudah booking hotel, tapi sampai sana hotelnya diserobot karena ada yang datang lebih dulu dan bayar I,” ujarnya masih mencoba melindungi penyelenggara travel umrah resmi. tersebut.

Rombongan jemaah umrah asal Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur tak kuasa menahan tangis. Mereka kembali ke kampungnya tanpa sempat menyentuh Tanah Suci. Padahal biaya perjalanan sebesar Rp 17,5 juta telah dibayarkan ke Biro Harta Mulia Sejahtera. “Tak hanya uang hilang, kami pun malu setengah mati,” ujar Sumarmo, salah satu korban.

Sumarmo, pensiunan TNI Angkatan Laut itu sudah lama bermimpi pergi ke Tanah Suci. Umrah menjadi pilihan karena berhaji perlu lama mengantre. Tawaran datang ketika ia mengikuti majelis taklim di Pesantren Robithotul Ulum, Jatirejo. CV Harta Mulia Sejahtera menawarkan paket lebih murah sekitar 2,5 juta dibanding biro lain untuk keberangkatan umrah.

Sumarmo tak curiga, karena pada tahun sebelumnya, tokoh agama di tempat pengajiannya diberangkatkan ke Mekkah dan Madinah dengan pelayanan amat baik. Ia bersama 100 jemaah lainnya dijanjikan berangkat 22 Januari 2014. Dari Mojokerto mereka menempuh perjalanan darat ke Surabaya, Jawa Timur, lalu terbang ke Jakarta. Di Ibu Kota mereka mulai kaget. Makan dan menginap, bayar sendiri. Kejadian ini berulang hingga tiga hari, jemaah pun resah. Mereka meminta pihak Harta Mulia Sejahtera bertanggung jawab. Perusahaan itu menolak bertanggung jawab.

Direktur perusahaan, Hartono menyatakan dokumen keberangkatan tak lagi diurus pihaknya, melainkan oleh PT Religi, sebuah agen perjalanan di Jakarta. Hal ini memancing kemarahan para jemaah, mereka lalu membawa ini ke ranah hukum. Perusahaan itu dilaporkan ke Polres Mojokerto dengan dugaan menyelewengkan dana jemaah senilai Rp 1,36 miliar.

Dari penelusuran, memang rupanya CV Harta Mulia Sejahtera dan PT Religi tak terdaftar sebagai biro perjaanan tak berizin di Kementerian Agama. Menurut Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad, penipuan perjalanan haji mulai marak sejak dua tahun lalu. Modusnya adalah menarik biaya lebih murah, namun keberangkatan tak dalam waktu secepat-cepatnya. Sejumlah tokoh agama diberangkatkan terlebih dahulu agar konsumen lain percaya.

Para tokoh diberi pelayanan memuaskan sehingga bisa memberi promosi baik bagi perusahaan kepada jemaahnya. Saat pengikutnya siap berangkat tahun berikutnya, perusahaan sudah tak bisa lagi dilacak keberadaannya

Ramai Ramai Menonton Caleg Wanita Mandi Di Sungai Karena Ritual


Dua pekan lalu, Miftahul Jannah menjadi perhatian masyarakat luas. Acara mandi yang dilakukannya di Sungai Tempuk, Alas Ketonggo menjadi penyebabnya. Bagi kebanyak orang, modal mandi yang dilakukan perempuan berjilbab ini memang tidak lazim.

Ia mandi di sungai yang airnya berwarna keruh kecokelatan. Air bercampur lumpur halus itu bagi kebanyakan orang jelas akan membuat kotor kulit.

Keanehan lain, terlihat dari cara mandi yang dilakukan Miftahul Jannah. Ia beredam lengkap dengan seluruh pakaian dan jilbabnya. Sambil berendam menghadap arus, kedua telapak tangannya menyatu di depan dada, dengan posisi ujung jari-jari menyentuh dagu. Mirip sekali dengan posisi orang yang sedang semedi atau melakukan ritual khusus.

Kesan ritual langsung muncul. Sebab masyarakat sekitar paham betul, sungai tersebut merupakan tempat keramat dan biasa digunakan ritual.

Kesan itu makin kuat setelah diketahui perempuan yang biasa dipanggil Miftah tersebut adalah calon legislatif (caleg) DPRD Ngawi. Apalagi sebelum Miftah, sudah ada puluhan bahkan ratusan caleg melakukan ritual serupa di sungai yang diyakini pernah menjadi tempat persembunyian Raja Majapahit, Raden Brawijaya V tersebut.

Fenomena memburu kekuatan gaib ala Miftahul Jannah itu tidak hanya ada di Ngawi. Tapi hampir di semua daerah di Jatim bisa ditemukan. Hanya bentuk dan caranya yang berbeda-beda.

Bagi caleg, berbagai upaya memang perlu dijalani untuk memuluskan langkah. Ada yang mengandalkan kekuatan dan nalar politik murni. Ada juga yang mengedepankan modal finansial. Tapi tidak sedikit pula yang berburu kekuatan adiluhung ataui supranatural untuk mengalahkan pesaing-pesaingnya.

Umumnya ritual mistis itu dilakukan setelah mendapat saran dari dukun, paranormal, guru spiritual, atau sebagian ada yang memanggilnya kiai. Mereka ini diyakini bisa melakukan penerawangan, mirip lembaga survei di alam yang memotret alam nyata.

Nah dari penerawangan itulah diketahui, peluang caleg bisa mulus dengan syarat melakukan sejumlah kegiatan dan ritual.

Biasanya mereka melakukan ritual itu dengan sembunyi-sembunyi, karena malu dengan usaha di luar nalar. ”Konsultasi ke paranormal atau penasihat spiritual memang masih dianggap aib. Jadi kita jaga rapat-rapat identitas pasien kami. Ini masalah privasi,” kata Ki Sabdo Jagad Royo, spiritualis asal Surabaya.

Kasus Korupsi Videotron Milik Anak Menteri Syarief Hasan … Office Boy Jadi Tersangka


Kasus korupsi videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menuai banyak keganjilan. Kasus yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tersebut menetapkan tiga tersangka di mana satu di antaranya seorang office boy PT Imaje Media Jakarta. Hendra Saputra, satu tersangka dalam kasus tersebut, kini berada di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Cipinang. Dia merupakan office boy di perusahaan milik anak Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. Tetapi entah bagaimana namanya bisa muncul menjadi seorang Direktur PT Imaje Media Jakarta dan dianggap menjadi orang yang bertanggungjawab atas kasus korupsi tersebut.

Berbincang dengan Tribunnews.com, pengacara Hendra Saputra, Ahmad Taufik menjelaskan kliennya sudah bekerja pada perusahaan Riefan Avran selama empat tahun. Tugasnya setiap hari adalah membersihkan kantor tempat Rivan bekerja, kemudian menjemput anak dan istri majikannya di apartemen untuk sekolah dan ke kantor. “Awalnya dia digaji Rp 800 ribu, belakangan gajinya naik menjadi Rp 1,2 juta,” ucap Ahmad melalui sambungan teleponnya, Rabu (26/3/2014).

Sebagai office boy, Hendra memang bekerja tidak melalui perusahaan outsorcing tetapi langsung bekerja pada perusahan Riefan yang berkantor di Fatmawati, Jakarta Selatan. Gajinya yang pas-pasan membuat Hendra memilih tinggal di kantor Riefan setiap hari kerja. “Karena rumahnya di Bogor, ia pulang hanya Sabtu Minggu saja. Bila pulang setiap hari gajinya bisa habis buat ongkos,” ungkapnya. Ahmad pun menceritakan bagaimana nama kliennya bisa tercantum dalam akte perusahaan PT Imaje Media Jakarta sebagai Direktur. Suatu ketika disodori sebuah akte untuk ditanda tangan. Ia tidak tahu akte yang ditanda tangannya tertera namanya sebagai direktur. Ia tidak membaca secara cermat karena diminta cepat untuk mengirimkan surat ke Kementrian. “Penandatanganan tersebut pun bukan dilakukan di depan notaris,” ucapnya.

Ada dua nama perempuan yang saat itu meminta Hendra menandatangan akte tersebut. Ketiga wanita tersebut dikatakan Ahmad dekat dengan Riefan. “Mereka sering rapat bertiga dengan Riefan,” ujarnya. Mengenai rekening atas nama Hendra yang dijadikan penampungan uang proyek pengadaan videotron tersebut, dikatakan Ahmad, kliennya saat itu diminta majikannya untuk membuka rekening atas nama Hendra sendiri. Tidak tahu tujuan pembuatan rekening tersebut. “Ia pura-pura menyuruh membuka rekening, tapi uangnya diambil oleh Riefan,” ucapnya.

Hendra Takut Dibunuh
Setelah kematian tersangka atas nama Hasnawi Bachtiar, Hendra mulai ketakutan bila akan bernasib sama dengan tersangka videotron lainnya yang meninggal tanpa sebab yang jelas. Meskipun tidak ada ancaman dari pihak-pihak tertentu, tetapi kematian Hasnawi Bachtiar mengganggu psikologisnya. “Sejak kematian tersangka Bachtiar, hal tersebut menimbulkan rasa takut kepada Hendra,” ucap Ahmad Taufik.

Bagaimana pun, Hendra merasa menjadi incaran pelaku sebenarnya dalam kasus tersebut untuk menghilangkan jejak. “Tentu dia takut karena pelaku sebenarnya bukan dia,” katanya. Di tengah ketakutannya kemudian, Hendra pun menghubungi keluarganya sampai akhirnya meminta bantuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ahmad berharap, LPSK bisa secepatnya mengambil kliennya guna memberikan rasa aman. “Bila tidak segera diambil bisa berbahaya,” katanya.

Meskipun dilanda ketakutan, Hendra tetap bersikap seperti biasa di dalam tahanan. Ia makan makanan yang diberikan pihak Lapas karena tidak memiliki pilihan lain. “Makan tetap makan yang disediakan Lapas, karena memang tidak ada makanan lain di sana,” ungkapnya. Hendra menjadi tersangka korupsi kasus pengadaan videotron di Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Awalnya Hendra ditahan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian pada 26 Februari 2014 dipindah ke Rutan Cipinang.

Dalam kasus korupsi proyek senilai Rp 23,4 miliar ini kejaksaan menduga terjadi penyimpangan yang diduga dimainkan PT Imaje Media Jakarta perusahaan yang diduga milik Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan.
Dalam kasus ini negara telah dirugikan sebesar Rp 17 miliar, dan telah menetapkan 3 orang tersangka. Dua tersangka merupakan pejabat di Kemenkop dan UKM, mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen Hasnawi Bachtiar dan Anggota Panitia Lelang Kasiyadi, serta Hendra Saputra yang diangkat menjadi Direktur PT IMJ.

Tersangka Bachtiar merupakan tahanan Kejati DKI Jakarta yang dititipkan di Rutan Cipinang. Bachtiar yang notabene adik ipar Menkop dan UKM Syarif Hasan telah meninggal. Kematiannya pun menimbulkan kejanggalan. Bachtiar diduga tewas di Rutan Cipinang, namun dibantah oleh Kejati DKI Jakarta, bahwa dia meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Keramat Jati karena sakit. Sebelumnya tersangka lainnya yakni Kasiyadi juga dikabarkan meninggal dunia.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan pihaknya takkan main-main dalam mensupervisi penyidikan dugaan korupsi pengadaan videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Abraham engultimatum, pihaknya akan menindaklanjuti jaksa yang terindikasi ‘bermain’ saat menyidik kasus itu.

“Kalau dia (jaksa) main-main, dia 86, jaksanya yang kita tarik,” kata Abraham di KPK, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Adapun kasus itu tengah diselidiki di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus tersebut, Kejati sudah menetapkan tiga tersangka yakni Hasnawi Bachtiar, pejabat pembuat komitmen di Kemenkop dan UKM, Hendra Saputra, office boy yang namanya dijadikan direktur PT Imaji Media, sera Kasiyadi, anggota panitia lelang. PT Imaji Media merupakan perusahaan milik Riefan Avrian, putra Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. Namun, dia tak dijadikan tersangka kendati melakukan penipuan dengan menempatkan Hendra sebagai direktur.

Abraham pun menegaskan, tak takut buat mentersangkakan Riefan jika ditemukan dua alat bukti. “Kita nggak takut sama anak menteri,” imbuhnya. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan pihaknya takkan main-main dalam mensupervisi penyidikan dugaan korupsi pengadaan videoton di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Abraham menyebut, jaksa yang main-main menyidik kasus itu akan ditindaklanjuti. “Kalau dia (jaksa) main-main, dia 86, jaksanya yang kita tarik,” kata Abraham di KPK, Jakarta, Rabu (19/3/2014). Kasus itu sendiri kini tengah diselidiki di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus tersebut, Kejati sudah menetapkan tiga tersangka yakni Hasnawi Bachtiar, pejabat pembuat komitmen di Kemenkop dan UKM, Hendra Saputra, office boy yang namanya dijadikan direktur PT Imaji Media, sera Kasiyadi, anggota panitia lelang.

PT Imaji Media sendiri merupakan perusahaan milik Riefan Avrian, putra Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. Namun, dia tak dijadikan tersangka kendati melakukan penipuan dengan menempatkan Hendra sebagai direktur. Abraham pun menegaskan, tak takut buat mentersangkakan Riefan jika ditemukan dua alat bukti. “Kita nggak takut sama anak menteri,” katanya.

Hasnawi Bachtiar, tersangka dugaan korupsi pengadaan videotron Kementerian Koperasi dan UKM, meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. “Iya benar (Hasnawi Bachtiar, red) meninggal di RS Kramat Jati pada Selasa (18/3) malam,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Waluyo di Jakarta, Rabu.

Kendati demikian, ia menyebutkan pihaknya belum mengetahui penyebab meninggal dunianya tersangka tersebut.
Waluyo mengaku belum mendapatkan diagnosa penyakit yang diderita almarhum Hasnawi Bachtiar. Hasnawi Bachtiar terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit dari Rumah Tahanan (Rutan) Kejati DKI Jakarta setelah mengeluhkan gangguan kesehatan.

Dalam kasus itu, Kejati DKI Jakarta juga telah menetapkan Direktur PT Image Media Jakarta, Hendra Saputra sebagai tersangka. Hendra Saputra dijerat Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus itu terjadi pada tahun 2012 di Sekretariat Kemenkop dan UKM saat pengadaan dua unit videotron yang dimenangkan oleh perusahaan tersangka dengan harga Rp23,4 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan, yakni pemenang lelang sudah dikondisikan, harga terlalu tinggi nilainya, dan pekerjaan tidak dilakukan sesuai dengan kontrak. Selain itu, kata dia, jenis barang tidak sesuai dengan kontrak dan bahkan ada sebagian pekerjaan dilakukan secara fiktif. Akibatnya, keuangan negara dirugikan sebesar Rp17,114 miliar.

Daftar Media TV dan Online Di Indonesia Yang Berpihak dan Sembunyikan Kebenaran


Ketua Dewan Pers Bagir Manan meminta sejumlah pemilik media untuk menghormati etika jurnalistik. Alasannya, kata dia, para pemilik yang terjun ke dunia politik menggunakan medianya sebagai sarana mengkampanyekan diri. “Dengan menghormati etika jurnalistik berarti mereka ikut menjaga pers yang sehat,” kata Bagir seusai acara Menakar Independensi dan Netralitas Jurnalisme dan Media Indonesia di gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 26 Maret 2014.

Masalahnya, sejumlah media yang dimiliki elite partai menunjukkan ada indikasi tak independen dan tak netral terkait dengan berita politik menjelang pemilihan umum 9 April nanti. Hasil penelitian Masyarakat Peduli Media menunjukkan adanya keberpihakan media terhadap pemiliknya. Peneliti dari Masyarakat Peduli Media, Muzayin Nazaruddin, memberikan dua contoh media televisi yang berpihak ke pemiliknya, yakni TV One milik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Metro TV milik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

TV One, kata Muzayin, lebih banyak menyiarkan Partai Golkar dan Aburizal Bakrie dibanding partai dan calon presiden lainnya. “Demikian pula Metro TV yang lebih banyak menampilkan Surya Paloh dan narasumber dari Partai NasDem,” ujarnya. Keberpihakan tak hanya terjadi di televisi, tapi juga media cetak. Muzayin memaparkan Rakyat Merdeka memberi porsi pemberitaan dominan bagi Dahlan Iskan, pemilik Jawa Pos Group. “Dalam pemberitaan di Rakyat Merdeka, figur Dahlan Iskan selalu digambarkan secara positif,” ucapnya.

Media Indonesia pun begitu. Media Indonesia, kata Muzayin, cenderung memberitakan Partai NasDem secara positif. “Jadi, Media Indonesia dan Rakyat Merdeka cenderung berpihak kepada pemiliknya,” tutur Muzayin. Peneliti dari Pemantau Regulasi dan Regulator Media, Amir Efendi Siregar, menyatakan hal yang senada dengan Muzayin. Dalam hasil penelitian PR2M, media massa, baik cetak maupun elektronik yang dimiliki politikus, sering digunakan untuk kepentingan pribadi.

Amir mencontohkan RCTI, Okezone.com, dan koran Seputar Indonesia. “Observasi yang dilakukan peneliti menemukan bahwa liputan-liputan di media dalam kelompok MNC tidak hanya bias pemilik, tapi juga ada tendensi untuk menyembunyikan kebenaran,” kata Amir. Karena itu, Muzayin dan Amir merekomendasikan kepada Dewan Pers untuk membuat regulasi demi menjamin independensi media. Dewan Pers selayaknya juga memberi teguran kepada media yang melanggar prinsip-prinsip independensi dan netralitas.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengkritik sejumlah media massa yang lebih gencar memberitakan calon presiden ketimbang pemilihan umum legislatif yang sudah ada di depan mata, terutama media yang pemiliknya ikut bertarung pada Pemilu 2014. Dalam pemaparannya di gedung Dewan Pers, Selasa, 18 Maret 2014, Bagir menyoroti empat stasiun televisi yang dimiliki pemuka partai politik. “Pers tidak boleh menggoyahkan kebebasan dan independensi, sekadar menjadi alat keberpihakan kepentingan politik sesaat,” kata Bagir.

Keempat stasiun televisi yang disoroti Bagir adalah MetroTV milik Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh; TVOne dan ANTV milik Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie; serta MNCTV, RCTI, dan GlobalTV milik calon wakil presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo. Bagir meminta media-media tersebut mengedepankan indepedensi dan integritas sehingga adil dalam memberitakan pemilu ataupun menayangkan iklan politik.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia mencatat empat partai yang melanggar aturan iklan kampanye. Dalam aturan yang berlaku, setiap partai politik hanya boleh beriklan dalam 10 spot per hari dengan durasi 30 detik untuk televisi dan 60 detik untuk radio. Partai yang melanggar ketentuan itu adalah :

– Partai NasDem yang mengambil 12 spot iklan di MetroTV ;
– Partai Gerindra yang mengambil 14 spot iklan di TransTV ;
– Partai Hanura yang mengambil 13 spot di RCTI, 13 spot di MNCTV, dan 15 spot di GlobalTV; serta
– Partai Golkar yang mengambil 14 spot di TVOne, 15 spot di ANTV, dan 16 spot di Indosiar.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan meminta sejumlah pemilik media untuk menghormati etika jurnalistik. Alasannya, kata dia, para pemilik yang terjun ke dunia politik menggunakan medianya sebagai sarana mengampanyekan diri. “Dengan menghormati kode etik jurnalistik berarti mereka ikut menjaga pers yang sehat,” kata Bagir seusai acara Menakar Independensi dan Netralitas Jurnalisme dan Media Indonesia di gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 26 Maret 2014.

Bagir menyatakan para pemilik media berhak mendapatkan manfaat dari medianya. Asalkan penggunaannya proporsional bagi orang lain. “Apa itu proporsional? Artinya, dalam batas yang wajar dan dimengerti publik,” kata mantan Ketua Mahkamah Agung itu. Namun, kata Bagir, Dewan Pers tidak akan membuat regulasi agar independensi media tetap terjaga. Karena sudah ada Undang-Undang Pers. “UU ini sudah mengatur prinsip-prinsip itu, independensi, keberimbangan, dan sebagainya,” ujar Bagir.

Hasil penelitian Masyarakat Peduli Media menunjukkan adanya keberpihakan media terhadap pemiliknya. Peneliti dari Masyarakat Peduli Media, Muzayin Nazaruddin, memberikan dua contoh media televisi yang berpihak ke pemiliknya, yakni TV One dan Metro TV. TV One, kata Muzayin, lebih banyak menyiarkan Partai Golkar dan Aburizal Bakrie dibanding partai dan calon presiden lainnya. “Demikian pula Metro TV yang lebih banyak menampilkan Surya Paloh dan narasumber dari Partai Nasional Demokrat,” ujarnya.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengkritik dan menyoroti pemberitaan pemilihan umum di sejumlah media massa. Mereka dinilai lebih gencar memberitakan kandidat calon presiden ketimbang pemilihan legislatif yang sudah di depan mata. Kritik ini terutama menyoroti media yang pemiliknya ikut bertarung. Bagir berharap pemberitaan tidak malah berfokus pada calon presiden, tapi ke pemilihan legislatif. “Rakyat kurang informasi soal pemberitaan pemilu legislatif. Bagaimana informasi sampai jelas pada 9 April itu nanti?” kata Bagir di gedung Dewan Pers, Selasa, 18 Maret 2014.

Bagir mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan informasi tentang kualitas calon legislator. Apalagi saat ini dalam surat suara tidak dimuat gambar calon sehingga membuat masyarakat semakin buta. Selain itu, Bagir meminta redaksi media yang dimiliki para petinggi partai tetap mengedepankan independensi dan integritasnya. Mereka harus adil dalam memberitakan partai peserta pemilu dan ketika mereka beriklan di media tersebut. “Pers tidak boleh menggoyahkan sendiri kebebasan dan independensi sekadar menjadi alat keberpihakan kepentingan politik sesaat,” ujarnya.

Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia mencatat empat partai melanggar aturan iklan kampanye di televisi dan radio. Lembaga ini mengatur setiap partai mendapat kesempatan beriklan di sepuluh spot per hari selama 30 detik di televisi dan 60 detik di radio. “Mereka mengambil spot melebihi aturan,” ujar Yuda Riksawan, ketua lembaga ini. Selanjutnya mereka akan mengirimkan teguran ke lembaga penyiaran, sedangkan penindakan partai akan ditangani Badan Pengawas Pemilu.

“Menjadi wartawan adalah pilihan, sehingga harus dijalankan dengan integritas,” ujar Bagir Manan di kantor Dewan Pers, Selasa, 18 Maret 2014. Bagir khawatir, ketika menjadi calon legislator atau terlibat dalam tim sukses, seorang jurnalis menjadi tidak obyektif dan independen. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa mempengaruhi penulisan berita oleh jurnalis itu. Menjadi jurnalis, kata dia, harus bisa independen dengan cara memberitakan peristiwa atau fakta yang sesuai dengan suara hati dan menghasilkan berita yang akurat.

Deklarasi Hari Pers Nasional 2014 di Bengkulu menyerukan beberapa poin ihwal pemilihan umum. Salah satunya, yakni poin keempat, berbunyi, “Pers Indonesia juga harus menjadi wasit dan pembimbing yang adil, menjadi pengawas yang teliti dan saksama terhadap pelaksanaan pemilu, dan tidak justru sebaliknya menjadi ‘pemain’ yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media”.

Mantan Ketua Mahkamah Agung ini mengatakan dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai legislator termasuk hak asasi manusia dan tidak ada undang-undang yang melarang pencalonan itu. “Namun demi integritas profesi, mundur adalah pilihan bijak,” ujarnya.

Dokter Kapten Arief Di Keroyok Oleh 9 Perwira TNI Karena Kecewa Dengan Hasil Diagnosa


Kapten Arief, dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta, dikeroyok oleh Letnan Satu D dan delapan perwira berpangkat Letnan sampai Mayor, Rabu, 12 Maret 2014, lalu. Menurut sumber, akibat pengeroyokan itu Arief mengalami luka pendarahan di bagian kepala serta luka dalam di liver dan ginjal. “Ia sekarang dirawat di Rumah Sakit AU Hardjolukito, Yogyakarta,” kata sumber tersebut kepada Tempo, Selasa, 25 Maret 2014.

Kasus ini awalnya dipicu oleh hasil diagnosis dokter Arief yang menunjukkan ada masalah di jantung Letnan D. Untuk memastikan masalah, dokter merekomendasikan Letnan D diperiksa di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta karena alat di rumah sakit ini lebih canggih. “Letnan D disarankan datang ke RSPAD bersama dokter Arief,” kata sumber itu.

Namun keduanya datang pada hari yang berbeda. Letnan D datang pada pada hari Senin, 10 Maret 2014. Sedangkan Arief datang esok harinya karena dalam surat perintahnya tertera tanggal 11 Maret 2014. Sampai di Jakarta, Arief tidak bertemu dengan D. Selang sehari, sumber itu melanjutkan, Arief datang ke kantornya di Yogyakarta seperti biasanya. Namun, ketika di kantin sekitar pukul 12.00, ia tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh sembilan perwira. Mereka memukul Arief di bagian tengkuk, perut, dan anggota badan lainya menggunakan botol teh.

Menurut sumber tersebut, motif Letnan D mengeroyok Arief karena kecewa dengan diagnosis yang menyatakan jantungnya bermasalah. “Kalau jantung bermasalah, pelaku tidak bisa terbang dan itu pemicu dia memukul korban,” ujar sumber tersebut. Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto membenarkan adanya kasus penganiayaan terhadap Kapten Arief oleh sembilan perwira. “Kami sudah dengar dan dokter Arief memang jadi korban,” kata Hadi saat dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus penganiayaan Kapten Arief oleh sembilan perwira. Arief adalah dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI AU Pangkalan Adisucipto, Yogyakarta. “Kami masih mencari pelakunya. Masih kami kejar,” kata Hadi saat dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

Menurut Hadi, sampai saat ini belum satu pun pelaku penganiayaan Arief yang ditangkap. Arief masih terbaring di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito, Yogyakarta. Kapten Arief, dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Adisucipto, dikeroyok oleh Letnan Satu D dan delapan perwira berpangkat Letnan sampai Mayor, Rabu, 12 Maret 2014.

Akibat pengeroyokan itu, Arief mengalami luka pendarahan di bagian kepala serta luka dalam di lever dan ginjal. Menurut sumber Tempo, kekerasan ini dipicu oleh Letnan D yang kecewa dengan diagnosis dokter Arief, yang menyatakan jantungnya bermasalah. “Kalau jantung bermasalah, pelaku tidak bisa terbang, dan itu pemicu dia memukul korban,” ujarnya. Menurut sumber tersebut, Letnan Satu D dan pelaku lainnya sudah ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan. Mereka telah dipulangkan ke skuadron masing-masing. “D sudah dipulangkan ke Madiun,” ucapnya.

Sumber lain mengatakan kasus pengeroyokan ini telah sampai ke meja Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto. Bahkan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia telah memerintah untuk menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, Polisi Militer TNI AU masih menyelidiki kasus tersebut.