Monthly Archives: January 2012

Daftar 18 Mobil Yang Menjadi Korban Kecelakaan Tabrakan Beruntun Di Tol Jagorawi


Polisi masih menyelidiki peristiwa tabrakan beruntun di Tol Jagorawi KM 11,800. Penyebab awal peristiwa ini diduga karena bus penumpang Laju Utama remnya blong sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya.

“Saat itu rem busnya blong sehingga menabrak mobil-mobil yang ada di depannya,” kata Kepala Induk PJR Jagorawi Kompol Bestari Harahap kepada detikcom, Senin (30/1/2012).

Bestari mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 08.30 WIB. Saat itu lalu lintas di ruas Tol Jagorawi dari Cibubur arah Jakarta sedang padat. Tiba-tiba saja dari belakang bus bernomor polisi B 7455 BW tersebut menabrak mobil-mobil yang ada di depannya.

“Tidak ada korban dalam peristiwa itu hanya kerugian material saja,” katanya.

Bestari mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Unit Laka Polres Jakarta Timur. Menurutnya sedang ada pembicaraan mengenai kasus kecelakaan itu. “Kalau tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, bisa ditempuh ke jalur pengadilan,” katanya.

Polisi masih menyelidiki tabrakan beruntun belasan mobil di KM 11,800 Tol Jagorawi. Ada 18 mobil yang terlibat tabrakan beruntun tersebut, namun hanya 13 kendaraan yang dibawa ke kantor polisi.

“Memang ada 18 mobil yang terlibat tabrakan, namun hanya 13 kendaraan yang dibawa ke kantor. Sisanya bisa meneruskan perjalanan,” kata Kepala Induk PJR Jagorawi, Kompol Bestari Harahap, kepada detikcom, Senin (30/1/2012).

Bestari mengatakan lima kendaraan lainnya langsung meninggalkan lokasi kecelakaan karena tidak mengalami kerusakan parah. “Tidak parah, jadi mereka langsung jalan,” katanya.

Berikut ini adalah 13 mobil yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di tol tersebut :

1. Bus bernomor polisi B 7455 BW
2. Suzuki X over bernopol B 284 ALI
3. Toyota Innova bernopol B 1350 KFN
4. Toyota Yaris bernopol F 1630 CH
5. Mitsubishi Boks bernopol B 9821 GG
6. Nissan Grand Livina bernopol B 1768 EFK
7. Toyota Kijang GL bernopol F 1323 BE
8. Toyota Yaris bernopol B 8736 Z
9. Daihatsu Minibus RV bernopol F 1047 HK
10. Toyota Rush bernopol B 1654 NFW
11. Toyota Avanza bernopol B 1586 SOX
12. Isuzu Panther bernopopl F 1577 FQ
13. Nisan tronton boks bernopol B 9052 YE

Kecelakaan beruntun ini diduga akibat bus bernopol B 7455 BW remnya blong dan menabrak belasan mobil yang saat itu sedang melintasi Tol Jagorawi. Saat ini pengemudi bus itu masih diperiksa petugas. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menimbulkan kerugian materi saja.

Advertisements

Jalan Tol Jakarta Cikampek Putus Total Karena Demo Buruh


Putusnya Tol Cikampek akibat diblokir massa buruh menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Tidak hanya di Tol Cikampek dan sekitarnya, dampak kemacetan juga terjadi di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Dari pertigaan Gadog, kendaraan sudah berhenti,” Hardanto, Direktur Bisnis Kompas, melaporkan lewat telepon, Jumat (27/1/2012) sore. Hardanto terpaksa memilih jalur Puncak untuk menuju ke Bandung karena tidak bisa melalui Tol Cipularang.

Ia mengatakan, kemacetan panjang terasa sepanjang jalur Puncak menuju Bandung. Akibatnya, perjalanan dari Jakarta ke Bandung harus ditempuh lebih lama dari biasanya.

“Tadi berangkat dari Jakarta pukul 12.00, sampai di Cipanas pukul 16.00. Biasanya paling cuma dua jam,” ujar Hardanto. Saat berita ini ditulis, ia sudah sampai di Cianjur, dan arus lalu lintas kembali lancar.

Hingga sore ini, pintu Tol Bekasi Timur dari arah Jakarta masih ditutup akibat demo buruh di Cikarang. Tol Cikampek arah Jakarta di KM 13 Bekasi Barat menjadi buntut kemacetan di tol arah Jakarta.

Kendaraan dari arah Jakarta keluar di Tol Bekasi Barat memasuki jalan utama Kota Bekasi. Kemacetan terjadi di simpang Rawa Panjang, Jalan Cut Meutiah, Terminal Bus Kota Bekasi, simpang Bulak Kapal menuju Tambun dan Cibitung.

Warga kesulitan mendapat angkutan umum ke Jakarta lantaran angkutan umum dari Jakarta terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. Antrean juga terjadi di Tol Cikunir menuju Tol Jakarta-Cikampek. Buntut kemacetan mulai dari KM 41+200 gerbang Tol Jatiasih 1.

Seperti diberitakan, para buruh di Bekasi hari ini kembali menggelar unjuk rasa menolak putusan PTUN Jabar yang mengizinkan sebagian permohonan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tentang upah minimum kabupaten/kota (UMK), khususnya UMK Kabupaten Bekasi. Putusan dibacakan kemarin.

Sebelumnya, berhari-hari para buruh di Bekasi sudah turun ke jalan dan beberapa kali memblokir Tol Jakarta-Cikampek. Ketika itu, mereka menuntut agar Apindo mencabut gugatannya ke PTUN soal UMK itu.

Unjuk rasa buruh pabrik di Bekasi, Jawa Barat, berlangsung di lima titik, Jumat (27/1/2012). Lokasinya meliputi Jalan Teuku Umar, Jababeka 1, Hyundai, Ejiep, dan MM2100.

Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya transportasi yang mengambil jalur melalui Cikarang Barat. Termasuk tertutupnya akses Tol Cibitung dan Cikarang Barat.

Di Jalan Teuku Umar, misalnya, seluruh transportasi macet total, tidak bergerak sama sekali. Diperkirakan unjuk rasa akan berlangsung hingga sore.

Unjuk rasa diisi dengan orasi dan bernyanyi bersama. Aksi tersebut menuntut agar Apindo Jawa Barat menarik kembali gugatannya soal penyesuaian upah minimum tahun 2012.

ERP Dengan Tarif Rp. 21.000 Per Mobil Akan Diberlakukan Di Semua Jalur Busway


Sistem jalan berbayar alias electronic road pricing (ERP) segera berlaku di Jakarta, dan bisa diterapkan pula di kota-kota besar lain di Tanah Air. Payung hukumnya berupa peraturan pemerintah tentang pemungutan ERP akan terbit dalam waktu dekat ini.

Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah merampungkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) ini. Saat ini, menurut Sekretaris Jenderal Kemkeu, Ki Agus Badarudin, , RPP itu telah diserahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) untuk menyinkronkan dengan aturan lain.

Dalam RPP itu, pemerintah menetapkan pendapatan ERP sebagai retribusi daerah. Hal ini sesuai dengan UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB). Objek retribusi mencakup kendaraan bermotor, baik perseorangan maupun angkutan barang. “Pembahasan ini sudah melibatkan Direktorat Jenderal Pajak,” ungkap Ki Agus kepada KONTAN, belum lama ini.

Beleid itu juga mengatur penerapan konsep ear marking. Yakni, pendapatan daerah dari pungutan ERP ini akan digunakan lagi untuk bidang transportasi. Jadi, pendapatan yang berasal dari ERP akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur transportasi, seperti memperbaiki jalan raya, maupun pembenahan sarana transportasi lainnya.

ERP di semua busway

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Udar Pristono, menyatakan, Jakarta akan segera menyiapkan pelaksanaan ERP begitu beleid ERP terbit. “Payung hukum ini memang yang kami tunggu selama ini,” ujar dia. Dia berharap Kementerian Keuangan mengawal pembahasan RPP di Kemkumham agar prosesnya berlangsung cepat tanpa hambatan.

Udar menyatakan, pelaksanaan ERP di Jakarta akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan diberlakukan pada semua jalur three in one, termasuk Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Jalur three in one mencakup Jalan Sisimangaraja, Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan Jalan Majapahit.

ERP tahap awal juga akan berlaku di Jalan Gajah Mada, Pintu Besar Selatan, Pintu Besar Utara, Hayam Wuruk, serta sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jalan Gatot Subroto-Jalan Gerbang Senayan.

Penerapan ERP tahap kedua akan diperluas hingga meliputi seluruh jalur busway. Tapi, penerapan lanjutan mengacu perkembangan pelaksanaan tahap pertama.

Jam operasional ERP berlangsung pukul 07.00 WIB-10.00 WIB, dan sore hari mulai pukul 16.30 WIB-19.30 WIB. “Di luar jam itu, kendaraan tidak akan dikenai tarif,” kata Udar. Adapun besaran tarif ERP berkisar mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 21.000 per kendaraan, tergantung jenis kendaraannya.

Ramalan Peruntungan 12 Shio Anda Di Tahun Imlek Naga Air 2012


Tahun 2012 adalah Tahun Naga. Menurut perhitungan kalender lunar (Yin Li atau Imlek), awal tahun jatuh pada 23 Januari 2012, tetapi berdasarkan kalender Hsia, awal tahun jatuh pada 4 Februari 2012. Perhitungan menurut kalender bulan menjadi tradisi dan senantiasa dirayakan, sedangkan perhitungan berdasarkan Hsia tidak banyak diketahui orang.

Banyak orang ingin mengetahui apakah tahun mendatang akan memberikan keberuntungan bagi dirinya atau tidak. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus diketahui lebih dahulu, bahwa dalam astrologi Cina terdapat lima unsur (elemen), yaitu logam, air, kayu, api, dan tanah. Teori ini dipakai untuk menjelaskan mengapa seseorang akan lebih beruntung dari orang lain secara lebih terperinci.

Sementara itu dalam perhitungan Capjie Shio (12 Horoskop), seringkali perhitungan tersebut dibuat sederhana saja. Jadi, langsung disimpulkan shio mana yang baik peruntungannya dan shio mana yang kurang baik peruntungannya di tahun tersebut.

Karena Naga itu hap (cocok) dengan shio Monyet, Tikus, dan Ayam, maka banyak orang mengatakan ketiga shio itulah yang mempunyai keberuntungan besar. Di lain pihak, Naga Chiong besar dengan shio Anjing mendatangkan perpisahan (bisa dengan nyawa, kesehatan, harta atau dengan pasangan).

Naga Chiong kecil dengan shio Kelinci mendatangkan pengkhianatan dan sakit hati. Sementara Naga Chiong kecil dengan shio Naga akan mendatangkan saling hukum, atau membuat keputusan yang salah kemudian menyesali. Oleh karena itu, kedua orang yang memiliki ketiga horoskop itu dikatakan akan mengalami kemalangan.

Tentu saja perhitungan seperti itu terlalu sempit. Perhitungan seperti itu sebenarnya terlalu menggeneralisasi fenomena yang terjadi, sehingga kebenarannya memiliki probabilitas yang rendah.

Tahun Naga kali ini merupakan Tahun Naga Air (Ren Chen). Berdasarkan teori, Naga mempunyai kandungan elemen Tanah, Kayu, dan Air. Sesungguhnya Naga adalah “gudangnya air”. Karena yang dibawa oleh Naga di tahun 2012 ini adalah Naga Air, maka air akan melimpah besar sekali. Jika diibaratkan, tahun 2012 ini seperti bendungan yang jebol dan air melimpah keluar.

Peruntungan Berdasarkan Waktu Lahir
Tidak ada seorang-pun yang pernah melihat naga. Dalam berbagai gambaran, orang-orang menceritakan makhluk seperti naga, tetapi tidak pernah melihat secara utuh. Ada yang hanya melihat ekornya dan ada yang hanya melihat kepalanya. Oleh karena itu tahun Naga selalu diartikan sebagai tahun misterius; sulit menebak apa yang bakal terjadi di tahun ini.

Lalu bagaimana caranya kita mengetahui tahun 2012 (Naga Air) ini membawa keberuntungan atau tidak? Unsur-unsur yang dimiliki seseorang, tergantung pada saat kelahirannya. Dengan mengetahui tanggal lahir, kita bisa memprediksi unsur-unsur apa dari ke lima elemen itu yang paling menonjol di diri kita.

Berikut ini kami memberikan pedomannya: dengan melimpahnya air pada tahun 2012 ini, maka mereka yang paling beruntung adalah orang yang memerlukan elemen air. Sebaliknya, mereka yang kurang beruntung adalah orang yang sudah memiliki banyak air dan tambahan air, karena hal itu menyebabkan keberuntungan menjauh darinya.

Nah, sekarang bagaimana cara mengetahui apakah kita membutuhkan air atau tidak? Pertama, dari shio (tahun lahir). Mereka yang berunsur api atau kandungannya, yaitu ber-shio Ular, Kuda, Kambing, dan Macan akan lebih diuntungkan. Sebaliknya yang memiliki kandungan air, yaitu shio Babi, Tikus, dan Naga. Sementara itu, shio lain bisa dikatakan netral.

Kedua, dari bulan lahir. Mereka yang dilahirkan pada bulan/musim Semi (Maret dan April) dan bulan/musim Panas (Mei, Juni, dan Juli) lebih beruntung, karena memerlukan air untuk mengimbanginya. Sedangkan mereka yang dilahirkan pada musim dimana banyak unsur air, yaitu November, Desember, dan Januari, dianggap kurang beruntung karena sudah memiliki banyak unsur air. Tahun 2012 yang berlimpah air ini menjadi tahun yang banyak halangan. Sementara itu, perhitungan berdasarkan hari/tanggal lahir agak sulit dikemukakan di sini, karena harus dikonversikan ke kalender Imlek/Hsia terlebih dahulu.

Ketiga, dari jam lahir. Mereka yang dilahirkan pada pagi dan siang hari memiliki unsur Kayu dan Api yang banyak. Oleh karena itu, tahun 2012 yang mengandung banyak unsur air, akan menjadi berkah dan rezeki. Sebaliknya, mereka yang lahir pada malam hari, antara jam 21:00 hingga 03:00 dini hari memiliki banyak unsur air, sehingga tahun ini kurang beruntung bagi mereka.

Dengan mengetahui aturan di atas, maka dengan cepat kita bisa menghitung, apakah kita beruntung atau kurang beruntung menghadapi tahun Naga Air ini. Sebagai contoh, apakah seseorang yang lahir pada tanggal 9 Februari 1969 jam 12:00 akan beruntung?

Jawabannya sebagai berikut: tahun 1969 adalah tahun Ayam (menurut Kalender Hsia) dan tahun Monyet (menurut Kalender Imlek). Baik Ayam atau Monyet adalah shio yang hap (serasi) dengan Naga.

Dari tahun lahir ini, sudah pasti ada faktor keberuntungan yang memihak kepada dirinya. Bulan Februari adalah dimulainya musim Semi, dimana unsur Kayu sangat dominan. Karena Kayu memerlukan Air untuk tumbuh, maka orang yang lahir pada musim Semi akan memiliki peruntungan yang baik.

Selanjutnya, lahir pada siang hari jam 12:00, ketika matahari sedang panas-panasnya, membuat orang ini sangat memerlukan Air, untuk mengimbangi Api yang dimiliki dalam jam lahirnya itu. Maka jawabannya, dia akan beruntung di tahun Naga Air ini.

Sekarang Anda bisa mengerti, bahwa perhitungan keberuntungan itu tidak hanya melihat horoskop (tahun lahir) atau shio-nya saja. Semua elemen yang ada di dalam data lahir seseorang mempunyai faktor yang harus diperhitungkan.
Selamat menyambut Tahun Naga Air.

Kronologis Xenia B 2479 XI Yang Menabrak Mati 9 Orang Di Depan Gambir Dan Dikemudikan Afriani Susanti Yang Sedang Pakai Shabu


Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Antoni Wijaya menceritakan bagimana asal-muasal kecelakaan maut yang menewaskan delapan pejalan kaki. “Pada mulanya korban melaju dari arah utara ke selatan sepanjang Jalan Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat,” kata AKP Antoni. Alfriani Susanti, tersangka pengendara itu, menceritakan kepada polisi bahwa begitu mendekati Kementerian Perdagangan, dirinya menurunkan kecepatan.

Saat itu tersangka hendak berbelok ke arah ke Tugu Tani. “Makanya kecepatan diturunkan,” kata Ajun Komisaris Antoni. Tapi tersangka mengaku merasakan ada keanehan di rem mobil Xenia miliknya. Dia panik dan membanting mobil ke kiri.

“Kebetulan itu adalah trotoar, sedang ramai pejalan kaki,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Jakarta Pusat ini. Dia menuturkan saksi memberi keterangan seketika itu mobil menabrak pejalan kaki dari arah belakang. Dia mengatakan saat ini berkas dilimpahkan ke Polisi Daerah Metro Jaya karena termasuk kecelakaan menonjol yang menewaskan lebih dari 3 orang. “Kami juga sedang mendalami penyebab lain dari kecelakaan ini seperti human error,” katanya.

Sebelumnya seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Afriani Susanti, 29 tahun, mengendarai Xenia bernomor polisi B 2479 XI dan menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais Gambir Jakarta Pusat. Dalam kejadian ini 8 orang dilaporkan meninggal dunia. Mobil Xenia warna hitam B 2479 XI menabrak 12 pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais–depan PLN, Gambir Jakarta Pusat, arah Tugu Tani pada Ahad 22 Januari 2012 pukul 11.12 WIB.

Wakil Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan delapan orang korban meninggal dunia. Mereka terdiri dari tiga perempuan, empat laki-laki, serta seorang anak kecil berusia sekitar 2,5 tahun.

Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Masih belum diketahui identitas para korban. Korban luka-luka berjumlah empat orang dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Pengendara mobil Xenia bernomor polisi B 2479 XI ternyata seorang wanita. Ia mengangkut tiga orang penumpang dalam kendaraannya. Namun kepolisian sampai kini belum mengungkapkan identitasnya.

“Pengendara mobil tersebut adalah seorang wanita dan di dalam mobil tersebut ada 3 penumpang,” katanya. Saat ini wanita tersebut beserta penumpangnya sudah diamankan di Unit Kecelakaan Lalu Lintas Jakarta Pusat. Xenia B 2479 XI menabrak 12 pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais Gambir Jakarta Pusat. Menurut seorang petugas TMC Polri kepada Tempo, kejadian yang menewaskan delapan orang tersebut terjadi sekitar pukul 11.12 WIB.

Delapan orang yang meninggal dunia tersebut terdiri dari 4 laki-laki, 3 anak-anak, dan seorang balita berusia 2,5 tahun. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Adapun empat orang yang terluka langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Pengendara mobil penabrak 12 orang pejalan kaki tak membunyikan klakson menjelang kejadian. Mobil Xenia itu dikendarai Afriani Susanti, wanita 29 tahun. “Dia warga Tanjung Priok, Jakarta Utara,” kata Kepala Unit Kecalakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Antoni Wijaya kepada Tempo.

Sebelumnya sebuah mobil Xenia bernomor polisi B 2479 XI menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais Gambir Jakarta Pusat. Menurut seorang petugas TMC Polri saat dihubungi Tempo mengatakan kejadian yang menewaskan 8 orang tersebut terjadi sekitar pukul 11.12 WIB.

Delapan orang yang meninggal tersebut terdiri dari 4 laki-laki, 3 anak-anak, dan seorang balita berusia 2,5 tahun. “Sedangkan 4 orang luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto” kata petugas tersebut. Polisi mengumumkan hasil tes darah dan urine terhadap pengemudi Daihatsu Xenia B 2479 XI, Afriani Susanti, 29 tahun, dan ketiga kawannya, yaitu Arisendi, 34 tahun; Deny M, 30 tahun, dan Adistina, 26 tahun. Hasilnya, baik Afriani, si sopir Xenia maut, dan ketiga kawannya positif memakai sabu-sabu.

“Hasil uji urine terbukti memakai ekstasi jenis sabu. Semuanya memakai,” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin, 23 Januari 2012.

Seperti diketahui, mobil Daihatsu Xenia yang disopiri Afriani melaju kencang dan menghantam 12 pejalan kaki di trotoar dan halte di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Mobil baru berhenti setelah menabrak halaman kantor Kementerian Perdagangan.

Akibat tabrakan maut itu, sembilan orang tewas, dan empat terluka. Para korban itu mayoritas adalah warga yang baru saja pulang berolahraga di Monas. Sembilan orang yang tewas yakni Moch Hudzaifah al Ujay, 16 tahun, Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (16), Ari (2,5), Nanik Riyanti (25), Fifit Alfia Fitriasih (18), dan Wawan (17). Sementara empat orang luka yakni Siti Mukaromah (30), Keny (8), Indra (11), dan Teguh Hadi Purnomo (30).

Menurut Rikwanto, Afriani menyetir melebihi batas maksimum kecepatan di daerah itu. Karenanya, sangat masuk akal pengemudi hilang konsentrasi dan tak bisa mengendalikan kendaran saat oleng.

Akibatnya, Afriani menabrak pejalan kaki yang berada di trotoar dan halte kemudian baru berhenti setelah memasuki halaman kantor Kementerian Perdagangan. “Menghantam beberapa pejalan kaki, halte busway, pembatas besi, beton, dan masuk ke halaman Kementerian perdagangan” ujarnya.

Hasil penyidikan sementara, ditemukan indikasi Afriani tidak mengantongi SIM dan STNK. Penyidik akan mendalami keterangan Afriani yang mengaku tidak membawa dokumen kendaraan karena sedang diperpanjang. Polisi juga akan memeriksa kelengkapan surat kendaraan Afriani melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya.

Afriani dianggap melanggar sejumlah ketentuan hukum, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 soal Lalulintas dan Angkutan Darat Pasal 283 UU tentang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar atau terganggu konsentrasinya. Lalu Pasal 287 ayat 5 tentang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara. Terakhir Pasal 310 ayat 1-4 mengenai orang atau kendaraan yang mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia. Ancamannya, enam tahun penjara.

Polisi akhirnya mengecek kondisi rem mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI yang dikemudikan Afriani Susanti, 29 tahun. Sebelumnya pengemudi mengaku kalau rem mobil yang dikendarainya tak berfungsi sehingga menabrak pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.

Kepala Subdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto menuturkan, polisi akhirnya mencoba menjalankan mobil itu. Setelah dites, ternyata rem mobil berfungsi dengan baik.” Remnya jalan, berfungsi dengan baik” kata Sudarmanto, Minggu 22 Januari 2012.

Meski kondisi mobil sudah dites ulang, Sudarmanto masih menunggu hasil uji balistik Puslabfor terhadap kondisi “xenia” maut itu. “Kami harus tunggu dulu bukti scientific-nya,” katanya.

Tabrakan maut itu terjadi ketika mobil Xenia bernomor polisi B 2479 XI menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais Gambir Jakarta Pusat. Menurut seorang petugas TMC Polri saat dihubungi Tempo mengatakan kejadian yang menewaskan 9 orang tersebut terjadi sekitar pukul 11.12 WIB.

Para korban tewas itu sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional (Monas). Mobil yang dikendarai Afriani itu melaju kencang, oleng dan sampai akhirnya menghantam para pejalan kaki di trotoar dan halte. Mobil baru behenti setelah meringsek masuk halaman kantor Kementerian Perdagangan.

Delapan orang tewas adalah Moch Hudzaifah al Ujay (16), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (16), Ari (2,5), Nanik Riyanti (25), dan Fifit Alfia Fitriasih (18), dan Wawan (17). Nanik tengah mengandung tiga bulan dan Mohammad Akar, 22 tahun. Adapun empat orang luka yakni Siti Mukaromah (30), Keny (8), Indra (11), dan Teguh Hadi Purnomo (30).

Polisi menduga Afriani Susanti, pengemudi mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI yang mengalami tabrakan maut di Jalan Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat Minggu 22 Januari 2012 itu menyetir dengan kecepatan di atas 70 kilometer/Jam. Akibatnya hilang konsentrasi dan oleng. “Saat menyetir, pengemudi tidak memiliki SIM dan STNK” kata Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto di Jakarta, Minggu 22 Januari 2012.

Menurut Sudarmanto, Afriani melebihi batas maksimum kecepatan di daerah itu. Karenanya, sangat masuk akal pengemudi hilang konsentrasi dan tak bisa mengendalikan kendaran saat oleng. Akibatnya, Afriani menabrak pejalan kaki yang berada di trotoar dan halte kemudian baru berhenti setelah memasuki halaman kantor Kementerian Perdagangan. “Menghantam beberapa pejalan kaki, halte busway, pembatas besi, beton dan masuk ke halaman Kementerian perdagangan” ujarnya.

Hasil penyidikan sementara, menurut Sudarmanto, ditemukan indikasi Afriani tidak mengantongi SIM dan STNK. Penyidik akan mendalami keterangan Afriani yang mengaku tidak membawa dokumen kendaraan karena sedang diperpanjang. Polisi juga akan memeriksa kelengkapan surat kendaraan Afriani melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya.

Afriani dianggap melanggar sejumlah ketentuan hukum, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 soal Lalulintas dan Angkutan Darat Pasal 283 UU tentang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar atau terganggu konsentrasinya. Lalu pasal 287 ayat 5 tenang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara. Terakhir Pasal 310 ayat 1-4 mengenai orang atau kendaraan yang mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia. Ancamannya, enam tahun penjara.

Tabrakan maut mobil Xenia yang dikendarai Afriani Susanti, 29 tahun, telah merenggut nyawa sembilan korban. Minggu, 22 Januari 2012 di Internet beredar tayangan video rekaman setelah kejadian. Video itu diambil dari sebuah ponsel. Video ini menyebar lewat BlackBerry Messenger dan Internet.

Dalam video tersebut terlihat tiga korban tergeletak mengenaskan di trotoar. Lalu tayangan beralih kepada tiga mayat lelaki yang bergelimpangan di jalan.

Video itu juga menayangkan kepanikan seorang ayah yang menggendong anaknya yang tewas. Dia ke sana ke mari mengecek jenazah korban apakah masih hidup atau tidak. Sejumlah orang yang menyaksikan kejadian itu sampai berteriak-teriak, “Ya Allah, Pak, itu anaknya,” kata seseorang yang menyaksikan insiden tersebut.

Rekaman video itu menayangkan mayat-mayat korban yang diletakkan dalam mobil pick up dan hendak dibawa polisi. Mayat-mayat itu ditumpuk seperti karung. Rekaman video itu juga menampilkan wanita pengemudi Xenia, Afriani. Dia memakai baju terusan warna biru dengan motif seperti bunga. Dia juga memakai kardigan putih. Tampak sosoknya agak gemuk.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Antoni Wijaya menceritakan bagaimana asal-muasal kecelakaan maut yang menewaskan sembilan pejalan kaki itu. “Pada mulanya korban melaju dari arah utara ke selatan sepanjang Jalan Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat,” kata AKP Antoni. Saat itu tersangka hendak berbelok ke arah ke Tugu Tani. “Makanya kecepatan diturunkan,” kata Ajun Komisaris Antoni. Tapi tersangka mengaku merasakan ada keanehan di rem mobil Xenia miliknya. Dia panik dan membanting mobil ke kiri.

“Kebetulan itu adalah trotoar, sedang ramai pejalan kaki,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat ini. Tabrakan maut pun tak terhindarkan.

Saluran Mampet Penyebab Jalan Gajah Mada Selalu Kebanjiran


GENANGAN air selalu jadi langganan di Jalan Gajah Mada di depan halte Duta Merlin dan depan Gajah Mada Plaza di wilayah Kelurahan Petojo Utara, Gambir Jakarta Pusat. Hal itu akibat tidak optimalnya saluran air di kawasan tersebut. Kondisi ini sangat mengganggu aktifitas warga khususnya para pengguna jalan, karena jalan jadi menyempit dan menimbulkan kemacetan.

Genangan juga terjadi di kawasan Jalan Pembangunan III, akibat saluran air tidak berfungsi. “Kondisi ini sudah berlangsung lama,” kata Uki, warga, Jumat.

Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Petojo Utara, Ramli Jontang, ketika dimintai tanggapannya mengatakan masalah genangan air di Jalan Gajah Mada yang masuk wilayah RW 01 dan depan Duta Merlin di RW 07 pihak LMK belum bisa mengurasnya karena keterbatasan dana.

Apalagi, kawasan tersebut merupakan jalan protokol sehingga menjadi tangungjawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Sehingga, upaya yang dilakukan LMK adalah melaporkan masalah tersebut ke pihak kelurahan untuk diajukan ke instansi terkait.

LEWAT MUSRENBANG
Sedangkan genangan air di Jalan Pembangunan III, akibat saluran air dari Jalan Alaydrus ke lokasi tersebut terputus, sehingga tidak bisa berjalan lancar. “LMK tidak mampu menangani saluran tersebut, karena menjadi kewenangan Sudin PU Tata Air,” jelas Ramli.

Namun, LMK akan berusaha mencarikan jalan keluarnya dengan mengajukan masalah tersebut sebagai usulan program dalam pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tahun 2012. “Kami akan ajukan masalah tersebut dalam musrenbang, agar langsung ditangani oleh isntansi terkait,” jelasnya

Adra Soraya Ramadani Pasien Flu Burung Meninggal Karena Salah Ambil Sample Darah


Ketua Pusat Riset Universitas Airlangga tentang Flu Burung (Avian Influenza-zoonosis Reseach Center), C. A. Nidom mengemukakan dua asumsi penyebab tak tertolongnya Adra Soraya Ramadani, 5 tahun, pasien terinfeksi flu burung. Menurut dia, ada dua kemungkinan sebab berubahnya status negatif flu burung Soraya menjadi positif hingga balita itu meninggal 16 Januari lalu.

Pertama, ada kekeliruan pengambilan sampel. Karena waktu demam Soraya berdekatan dengan masa terinfeksinya sang paman, Puguh Dwi Yanto yang lebih dulu meninggal. Ia kemungkinan terkena paparan virus bersamaan dengan pria 23 tahun tersebut. “Berarti harusnya saat sampelnya diambil, virus sudah ada,” ujar Nidom, ketika dihubungi, Sabtu 21 Januari 2012.

Sehingga, harusnya hasil uji PCR balita itu positif. Kalau hasilnya negatif, berarti, “Ada kekeliruan dalam pengambilan. Pengambilannya enggak benar,” kata Nidom. Ia menjelaskan, ini terkait teknik pengambilan sampel. Selain sampel darah, pengambilan sampel ludah ataupun lendir pasien flu burung juga perlu dilakukan melalui nasofaring atau bagian antara hidung dan tenggorokan.

Adalah alat berbentuk seperti cotton bud panjang dimasukkan ke hidung sampai ujung dipakai untuk ambil sampel ini. Atau bisa juga melalui mulut, dimasukkan sampai menyentuh antil-antil. “Kalau pengambilannya benar, bisa dapat,” terangnya.

Asumsi kedua Nidom, virus si tubuh Soraya sudah masuk sampai ke paru-paru sehingga tidak terdeteksi saat pengambilan sampel. “Bisa jadi virusnya sudah berkembang merusak organ, sudah masuk ke bagian paru-paru,” urainya. Perjalanan virus, kata Nidom, berawal dari hidung, tenggorokan, masuk ke paru-paru, lalu naik ke hidung lagi.