Daftar Nama Anggota Polri Yang Dapat Penghargaan Karena Jasanya Pada Teror Bom Thamrin


apolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada 16 anggota Polri di sela-sela Rapim Polri 2016. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang berjasa saat peristiwa teror bom dan penembakan di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu). Penghargaan tersebut diberikan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No: KEP/68/1/2016 tanggal 24 Januari 2016 soal pemberian penghargaan pada 16 anggota Polri yang berjasa di kasus bom Thamrin.

Penghargaan yang diberikan kepada ke 16 anggota Polri ini berupa kenaikan pangkat satu tingkat, selain itu juga pin perak dan pin emas. Mereka semua diberi penghargaan karena terlibat langsung melumpuhkan teroris atau menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Termasuk lima anggota kami yang jadi korban Thamrin juga dapat penghargaan, semoga cepat diberi kesembuhan,” kata Badrodin dalam pidatonya di acara Rapim di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Selasa (26/1/2016).

Berikut nama ke-16 anggota Polri yang mendapat penghargaan:

1. Aiptu Deni Mahieu, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

2. Aiptu Suhadi, anggota Satgatur Ditlantas Polda Meto Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

3. Aiptu Dodi Maryadi, anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

4. Aiptu Budiono, anggota Propam Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

5. Brigadir Suminto, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Bripka.

6. Kombes Martuani Sormin, Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

7. AKBP Ahmad Untung S, Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

8. AKBP Dedi Tabrani, Kapolsek Menteng mendapat pin emas.

9. IPDA Tamat Suryani, Gadik Penyelia Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

10. Bripda Wiliyansyah, driver Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

11. Aiptu Purwanto, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

12. Brigadir Fery Aldunan Afriandi, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

13. Brigadir Heryanto Panjaitan, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

Situasi Jakarta Pasca Serangan Teroris Di Thamrin


ekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (14/1/2016), ledakan terjadi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Seorang saksi mata, Husaeni (52), pegawai Bank Syariah Mandiri yang kebetulan melintas di kawasan itu dari arah Monas, mendengar ledakan itu. “Saya kaget mendengar ledakan itu. Orang-orang lari berhamburan keluar. Saya lihat ada beberapa orang tergeletak di dekat Starbucks,” ujar dia.

Kira-kira berselang tiga menit, Husaeni melihat seorang anak muda, memakai kaus dan celana jeans, berdiri di tengah jalan, dekat pos polisi Sarinah. Anak muda itu menenteng senapan laras pendek, kemudian menembak secara membabi buta ke segala arah. Seorang polisi tertembak. “Polisi itu lari ke arah saya sambil berteriak minta tolong dan memegang perutnya,” kata Husaeni.

Husaeni kemudian membopong polisi itu dan membawanya ke dekat Hotel Sari Pan Pasific. Sekitar empat ledakan dan aksi baku tembak terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 10.50 WIB. Demikian dilaporkan wartawan Kompas TV, Pieter Chandra, di lokasi kejadian. “Ledakan pertama terjadi di pos polisi, kemudian terjadi tembak-tembakan antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku,” kata Pieter.

Menurut dia, saat terjadi baku tembak yang terjadi hingga di seputaran Jalan Sabang, beberapa ledakan kembali terjadi. Akibat ledakan dan baku tembak tersebut, terdapat korban, tetapi belum bisa dipastikan mengenai jumlah dan identitasnya. Salah satunya disebut-sebut awak media. “Dari informasi kepolisian, salah seorangnya awak media,” sebut dia.

Namun dia tidak bisa memastikan mengenai indentitasnya, karena Kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dengan memindahkan masyarakat untuk menjauhi lokasi. Setidaknya ada 3 jenazah yang tergeletak di samping pos polisi tempat ledakan. Saat menolong polisi itu, ia mengaku mendengar kira-kira tiga ledakan lagi dari arah pos polisi Sarinah, tetapi tidak sebesar ledakan yang pertama.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta warga Ibu Kota untuk tidak lagi takut terhadap ancaman teroris setelah ledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) kemarin. Tak hanya warga, ia juga meminta wisatawan untuk tidak takut berkunjung ke Jakarta. “Ya warga (Jakarta) enggak usah takut dong. Gue aja kerja seperti biasa,” kata Basuki di Balai Kota, Jumat (15/1/2016).

Selain itu, Basuki mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan bangsa Indonesia tidak boleh kalah dengan teroris. Sebab, tujuan utama teroris adalah untuk membuat rasa takut bangsa Indonesia. “Kita enggak boleh kalah dan enggak boleh takut. Kita harus berani gitu lho. Presiden justru tunjukkin bahwa kita enggak usah khawatir (ancaman bom),” kata Basuki. Ledakan bom dan baku tembak di Sarinah kemarin menewaskan tujuh orang, lima di antaranya pelaku dan melukai puluhan orang lainnya. Banyak calon wisatawan mancanegara khususnya dari Eropa yang bertanya mengenai situasi Jakarta pasca ledakan bom di kawasan Sarinah Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Mereka datang ke paviliun Indonesia di pameran pariwisata Vakantiebeurs yang berlangsung 12-17 Januari 2016 di Utreach Belanda. Deputy Director untuk Promosi Wilayah Eropa Kementerian Pariwisata RI, Maria Mayabubun, Jumat (15/1/2016), mengatakan dalam pameran Vakantiebeurs, Indonesia mengandeng 10 tour operator atau travel agent, tiga hotel, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Disbudpar Provinsi Maluku.

Sementara itu Sifa dan Robert Feddes, travel agent Indonesia yang ada di Belanda mengakui bahwa mereka mendapat pengarahan kalau ada pertanyaan dari tamu mengenai bom di Jakarta dapat memberikan info bahwa Indonesia aman. Negara Belanda pun tidak mengeluarkan peringatan tanda bahaya untuk mengadakan perjalanan ke Indonesia bagi warganya yang ingin berwisata ke Indonesia. Dalam pameran pariwisata Vakantiebeurs, Kementerian Pariwisata menampilkan kesenian untuk mendukung promosi pariwisata di antaranya kolaborasi Kendang dari Yogyakarta dengan Sasando dari Kupang dan dua penari dari Jakarta.

Salah satu dari penari membawakan beberapa lagu dari Benyamin S dan Ida Royani seperti lagu “Ujan Gerimis”, “Abang Pulang” dan “Tarian” yang ditampilkan di antaranya tarian dari Jakarta dan Kalimantan. Andi Dina Noviana menjadi korban ledakan bom di kedai kopi Starbucks Coffee, Gedung Cakrawala, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Warga Pademangan, Jakarta Utara, itu mengaku sempat terlempar dari kursinya pada saat ledakan di kedai kopi itu. “Ada ledakan kencang, saya kelempar. Begitu kelempar saya jatuh, saya bangun lagi, tapi sudah berantakan semua, gelap, ada asap,” kata Dina kepada KompasTV di kediamannya, Kamis. “Banyak orang jatuh semua. Saya coba lari, bangun dari sana, loncat dari jendela yang kacanya sudah pecah.”

“Keluar jendela, jatuh, lagi, denger ada ledakan lagi, orang kocar-kacir. Saya sudah penuh darah.” Dina mengalami luka di bahunya. Dia meminta tolong kepada orang-orang di sekitar situ. “Pundak saya dapat 12 jahitan,” kata Dina yang masih terbaring. Selain luka di bahu, Dina menderita luka di tangan dan kaki. Telinganya pun terus berdenging. Selain nama Gedung Sarinah yang menguasai topik perbincangan pasca-ledakan bom di pos polisi Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016), nama bangunan tinggi lain yang menyita perhatian publik adalah Menara Cakrawala.

Menara Cakrawala atau juga dikenal sebagai Skyline Building adalah hasil kolaborasi strategis berskema gabungan ventura antara PT Jakarta Setiabudi International Tbk dengan investor asal Jepang, Itochu Corporation. Struktur yang didesain 18 lantai ini mulai dibangun pada tahun 1974, bersamaan dengan peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari) atau demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial pada 15 Januari 1974.

Menara Cakrawala yang hanya sepelemparan batu dari Gedung Sarinah merupakan proyek konstruksi Itochu perdana di Indonesia. Bangunan ini dilengkapi dengan tempat parkir bawah tanah berkapasitas 450 kendaraan. Sedangkan nett leaseable area (NLA) atau area bersih yang bisa disewakan kepada para tenant seluas 17.800 meter persegi.

Menurut portal jual beli properti rumah123.com, harga sewa (rental rate) gedung ini sekarang berada pada level Rp 250.000 per meter persegi per bulan, atau Rp 6,250 juta per bulan, atau Rp 75 juta per tahun. Saat ini, Menara Cakrawala dikelola dan dioperasikan oleh PT Skyline Building sekaligus rumah bagi perusahaan-perusahaan Jepang macam Tokyu Land Indonesia yang berkantor di lantai 9. Sementara di bagian bawah menara ini terdapat peritel food and beverage seperti Starbucks Coffee, Burger King, dan Pizza Hut serta fasilitas hiburan Djakarta Theater dan Lotus Department Store.

Dalam teror penembakan dan ledakan bom Kamis kemarin, Menara Cakrawala turut menjadi saksi bisu.
Menurut kronologi serangan teror yang dilansir Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, tiga tersangka pelaku melarikan diri ke gerai Starbucks yang berada di bagian bawah gedung ini. “Saya bareng dua korban juga perempuan, kepala bocornya.” Sarinah. Nama (brand) ini menjadi perbincangan dan trending topic selepas jam 10.50 WIB Kamis (14/1/2016) saat bom meledak di pos polisi, perempatan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Baca: Topik Pilihan)

Sarinah adalah properti multifungsi yang terdiri dari pusat perbelanjaan dan perkantoran. Strukturnya dirancang 15 lantai setinggi 74 meter. Gedung komersial ini mulai dibangun pada tahun 1962 dan diresmikan empat tahun kemudian oleh Presiden RI pertama, Soekarno. Sarinah merupakan pusat perbelanjaan sekaligus pencakar langit pertama di Indonesia. Peritel perdananya adalah Sarinah Department Store yang beroperasi pada 15 Agustus 1966.

Penamaan gedung ini diambil dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil. Saat itu, Soekarno menggagas pembangunan properti komersial ini, menyusul lawatannya ke sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat belanja modern.
Gagasan Soekarno juga sekaligus pencanangan berdirinya PT Sarinah (Persero) tepat pada 17 Agustus 1962. Gedung Sarinah yang saat ini berdiri sejatinya dibangun dengan biaya pampasan perang pemerintah Jepang.

Pada awal berdirinya Sarinah, situasi makro ekonomi Indonesia dalam keadaan yang sangat buruk. Oleh sebab itu Sarinah diharapkan akan menjadi stimulan, mediator dan alat distribusi serta berfungsi sebagai stabilisator ekonomi. Selain itu, Sarinah juga diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan usaha perdagangan eceran (ritel) serta berpartisipasi dalam perubahan struktur perekonomian Indonesia.

Sesuai dengan namanya, Sarinah telah membantu kepentingan masyarakat kecil sebagai mitra usaha. Hingga saat ini cukup banyak mitra binaan Sarinah baik perorangan, perusahaan maupun koperasi. Dalam perjalanannya, Sarinah mengalami pasang surut. Bahkan pada tahun 1984 gedung Sarinah pernah mengalami kebakaran. Namun karena didorong oleh keinginan untuk melayani masyarakat, Sarinah yang telah menjadi aset nasional bangkit kembali.

Sebagai mitra usaha kecil, terutama pengrajin, Sarinah ingin berperan lebih besar dalam memperkenalkan produk nasional ke mancanegara lewat ekspor yang semakin ditingkatkan dari waktu ke waktu. Adapun peritel lain yang mengisi pusat perbelanjaan dan perkantoran Sarinah saat ini adalah Inul Vizta, Mc Donalds, Dunkin Donuts, Hoka-Hoka Bento, KFC, Chillis, Hot Planet, Roti Boy, dan A Cup of Java. Menyusul iRadio, Sari Valas, Hero, Alfa Express, Mr Pax, Indosat, TX Travel, dan Day’s Trans.

Jalur Khusus Motor Terbukti Mampu Turunkan Angka Kecelakaan … Tapi Relakah Mobil


Masalah kecelakaan jalan raya bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga negara lain, salah satunya Malaysia. Upaya-upaya nyata dilakukan negeri jiran tersebut untuk bisa menurunkan angka kecelakaan.Salah satu yang dilakukan Malaysia yaitu memisahkan jalur sepeda motor dengan kendaran roda empat. Sistem ini diberlakukan sudah sejak 1980, dan sudah berlangsung hingga saat ini.

Informasi ini didapat dari sebuah materi presentasi diskusi bersama Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) akhir tahun 2014 lalu, milik Bambang Susantono, mantan Wakil Menteri Perhubungan (2010-2014).

Dari hasil evaluasi yang dilakukan di Malaysia diketahui bahwa jalur khusus sepeda motor, dapat menurunkan tingkat kecelakaan sepeda motor sebesar 39 persen dan tingkat fatalitas hingga 83 persen. Dari angka tersebut, bisa dikatakan bahwa cara ini cukup efektif turunkan angka kecelakaan.

Kemudian pada 2012, Inggris ikut mengaplikasikan jalus khusus untuk sepeda motor. Sistem ini kembali terbukti menurunkan tingkat kecelakaan sepeda motor, kemacetan dan mengurangi polusi di Inggris. Diharapkan ke depannya sistem tersebut bisa diadopsi Indonesia. Tapi relakan pengendara mobil yang notabene kebanyakan orang kaya melihat perlakuan khusus bagi pemotor tersebut? Karena selama ini pengendara mobil sudah terbiasa diberikan perlakuan khusus seperti subsidi parkir oleh pemotor (dengan luas area parkir per mobil yang 6 kali luas parkir pemotor tapi biayanya hanya 2 kali), jalan layang khusus mobil, jalan tol dsb.

Sehingga angka kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda motor ataupun kendaraan roda empat bisa berkurang dengan signifikan. Karena selain Malaysia, Inggris sendiri sudah membuktikan efek positif dari sistem jalur khusus tersebut.

Indonesia Siaga I Teror Pada Bulan Desember 2015


Pengamanan area publik di Indonesia akan ditingkatkan seiring maraknya ancaman aksi teror jelang akhir tahun. Peningkatan pengamanan akan dilakukan termasuk di bandara-bandara internasional yang ada di daerah-daerah. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian. “(Fokus pengamanan) bukan kota, kita menyangkut pada area publik yang kita anggap bisa mungkin untuk itu (teror). Sehingga kita juga melakukan pengamanan misalnya semua bandar udara, khususnya internasional, untuk lebih berjaga-jaga,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, mantan Kepala KSP itu juga berkata bahwa ancaman teror akhir tahun tidak hanya menimpa Indonesia. Ancaman serupa juga kabarnya dialami negara-negara lain. Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso siang tadi. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Ia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura. Siaga I merujuk kepada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam siaga I, ancaman nyata dapat terjadi sewaktu-waktu, bisa dari dalam atau luar negeri. Oleh karena itu, pengamanan akan melibatkan keseluruhan personel untuk mengamankan dari potensi ancaman.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan teroris di lima berbeda di Indonesia, di antaranya Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik. Mereka ditangkap dalam waktu 3 hari, yaitu pada 18, 19, dan 20 Desember lalu. Mereka diduga merencanakan aksi teror kepada masyarakat berupa peledakan bom rakitan. Markas Besar Polri menyatakan ada total sembilan orang terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tepat pada akhir pekan lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut mereka berniat melakukan serangan besar-besaran Desember ini.

“Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah),” kata Anton, Senin (21/12). Anton tidak menjelaskan kelompok radikal lain apa yang dia maksud. Namun, informasi yang dihimpun menyebut sasarannya adalah kelompok Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru.

Dia mengatakan para teroris sudah menarget beberapa kota besar di Indonesia. Tanpa merinci, Anton mengatakan kota incaran itu adalah dua kota di Jawa, satu kota di Sumatera dan satu kota di Kalimantan. Selain itu, kata Anton, para teroris juga berniat mengincar kantor polisi, tempat ibadah, pejabat Detasemen Khusus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan pemerintah. Sementara itu, menurut Anton, teroris yang ditangkap di Jawa Timur bukan kelompok ISIS seperti yang ditangkap di tempat lainnya. Menurutnya, mereka tergabung dengan jaringan yang lebih dulu ada di Indonesia, Jamaah Islamiyah.

Serangan besar-besaran ini, kata Anton, dilakukan untuk menarik perhatian dunia internasional. “Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia.” Lima teroris yang diduga terkait dengan ISIS di antaranya adalah Riswandi dan Yudinon Syahputra yang ditangkap di Majenang; Zaenal dan Asep Urip yang ditangkap di Tasikmalaya; dan Abu Jundi alias Abdul Karim yang ditangkap di Sukoharjo.

Sedangkan kelompok teroris yang ditangkap terkait jaringan Jamaah Islamiah di antaranya adalah M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Di Kotabaru, Driyorejo, Gresik petugas juga menangkap Joko Ardiyanto yang merupakan buron terkait jaringan tersebut. “Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga 1,” kata Anton. Ketika ditanyai mengapa ancaman meningkat pada akhir tahun, Anton tidak bisa menjelaskan. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya kelompok teroris lain yang masih belum tertangkap. Namun, dia meminta masyarakat tenang karena Polri sudah melakukan pengawasan dan akan langsung menindak setiap indikasi teror.

Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi serius pernyataan siaga satu ancaman teror dalam menghadapi Hari Natal 2015. Untuk mengantisipasi bom meledak di gereja seperti yang terjadi tahun 2000 di Pekanbaru, Polda Riau menerjunkan intelijen dan patroli 24 jam selama Operasi Lilin tahun ini. Guntur menjelaskan, saat ini Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau telah memulai kegiatan patroli selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya teror dari kelompok radikal.

“Tak hanya Brimob, seluruh satuan yang ada di Polda, mulai dari intelijen dan petugas patroli sudah menyebar untuk melakukan antisipasi dini menjelang Natal dan tahun baru,” kata Guntur, Senin (21/12), seperti dikutip dari Antara. Menurut Guntur, Polda Riau tidak mau kejadian pada tahun 2000 terulang lagi. Pada saat itu, ada bom meledak di sebuah gereja di Pekanbaru dan menewaskan empat orang. “Apalagi saat ini, sudah ada ancaman yang disebar kelompok radikal untuk melakukan aksi. Untuk mencegah itu, Brimob melakukan patroli selama 24 jam,” ungkap Guntur.

Pada malam Natal tahun 2000, sebuah bom meledak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 2.740 personel dalam upaya pengamanan 1.066 gereja pada perayaan Natal 2015 juga telah disiagakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru hari ini mengatakan, penempatan personel pada setiap gereja akan berbeda bergantung tingkat kerawanannya.

“Intinya kami siapkan pola tertentu yaitu akan dilakukan penebalan pada setiap gereja sesuai tingkat kerawanan,” Guntur menjelaskan, setiap personel dilengkapi dengan senjata lengkap. “Di samping gereja, Polda Riau juga mengamankan 85 pusat perbelanjaan, 50 objek wisata, dan 83 lokasi pergantian tahun baru,” ujarnya. Namun demikian, Guntur mengimbau masyarakat untuk tidak resah. Masyarakat diajak bekerja sama mencipatakan keamanan dan ketertiban dengan melaporkan gerakan sekelompok orang yang mencurigakan.

“Kalau ada sekelompok orang yang mencurigakan bisa dilaporkan kepada polisi. Kepolisian akan bergerak cepat karena sekarang siaga satu. Apapun laporan yang berpotensi menciptakan gangguan akan ditindak dengan cepat,” tutur Guntur. Tak ketinggalan, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatra Barat, juga memastikan siap mengamankan perayaan Natal dengan meningkatkan pengamanan dua geraja di Kecamatan Panti. Kapolres Pasaman Ajun Komisaris Besar Agoeng S Widayat di Lubuk Sikaping hari ini mengatakan, Pasaman memiliki dua gereja yaitu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan gereja Katolik. Kedua gereja tersebut berlokasi di Kejorongan Murni Panti.

“Dua gereja itu akan diamankan 24 jam. Di lokasi juga akan didirikan pos pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan saat perayaan Natal,” kata Agoeng. Polres Pasaman akan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan untuk kegiatan pengamanan. Pengamanan kedua gereja perlu ditingkatkan mengingat lokasinya berada di pinggir jalan lintas Sumatra. “Kami siap mengamankan perayaan natal ini, demikian juga dengan tahun baru 2016, terutama di lokasi keramaian,” ujarnya.

Angggota Komisi III DPR Dossy Iskandar meminta kepada kepolisian untuk tidak lagi menyepelekan laporan dari masyarakat atau media setelah penetapan status Siaga I di seluruh wilayah Indonesia diberlakukan. “Kepolisian tidak boleh lagi menyepelekan laporan-laporan. Setiap laporan, diterima. Apalagi dari media, itu tidak boleh lagi diacuhkan seolah hal biasa,” kata Dossy. Dossy melihat, selama ini kepolisian kerap kali mengabaikan laporan masyarakat atau pemberitaan di media terkait potensi ancaman keamanan. Komisinya juga disebut sudah mengingatkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait hal tersebut.

Selain itu, Politikus Partai Hanura itu berharap agar kepolisian tidak terpancing dengan godaan dari Negara Islam Suriah (ISIS) yang melakukan ancaman secara terbuka ke berbagai pihak. Dossy berharap agar kepolisian tetap bekerja profesional dan sesuai dengan standar operasi yang berlaku. “Kami berharap aparat kepolisian tidak terpancing terhadap manuver-manuver kelompok tertentu yang mencoba memancing atau menantang polisi. Saya berharap aparat keamanan tetap dewasa,” ucap Dossy.

Meski begitu, Dossy sepakat dengan langkah penetapan status Siaga I oleh kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN). Walaupun, belum ada jaminan aparat keamanan tidak akan kecolongan lagi setelah Status Siaga I ditetapkan. “Saya pikir setidaknya dengan penetapan ini, tingkat kewaspadaan menjadi tinggi,” ujar Dossy. Adapun terkait dana operasional kepolisian terkait status Siaga I ini, Dossy berkata tidak ada tambahan yang akan diberikan Komisi Hukum DPR. Senab menurutnya tidak ada permintaan mengenai hal itu dan polisi disebutnya telah memiliki dana kontijensi yang cukup setelah anggarannya disahkan Komisi Hukum DPR.

Potensi ancaman terorisme jelang Natal dan Tahun Baru 2016 diklaim terjadi di seluruh negara. Atas dasar itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berkata bahwa status Siaga I ditetapkan di Indonesia akhir tahun ini. “Ancaman itu kelihatannya global. Jadi bukan hanya kita saja yang siaga. Jadi jangan berpikir Indonesia saja, tapi itu terjadi dimana-mana,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (21/12). Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso kemarin. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Cara Kota Bogor Atas Kepadatan


Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memindahkan pusat ekonomi secara bertahap ke daerah pinggiran. Salah satunya dengan pembangunan TOD (transit oriented development) Sukaresmi. Untuk mendukung kawasan bisnis baru tersebut, Pemkot Bogor bakal membangun stasiun baru yang terhubung dengan kereta commuter line Jakarta-Bogor di kawasan tersebut. Sukaresmi juga akan terhubung dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah dikembangkan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kawasan seluas 22 hektare tersebut akan dikembangkan jadi kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, terminal, hotel, dan area komersial lain. “Sukaresmi ini akan kita jadikan hotel, mal, perkantoran dan lainnya. Tujuannya, geser kesibukan dari pusat ke pinggiran. Pusat kota peruntukannya untuk heritage, kayak Balai Kota dan Istana Presiden,” jelas Bima ditemui di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Bima memperkirakan, kawasan yang masuk Kecamatan Tanah Sereal ini bisa menarik investasi US$ 142,32 juta. Menurutnya, sudah ada perusahaan properti yang berminat menanamkan modalnya di Sukaresmi. Kawasan pinggiran lain yang tengah ditawarkan ke investor, lanjut Bima, adalah rencana kawasan Terminal Agrobisnis Rancamaya. Kawasan seluas 9 hektar ini ditawarkan untuk dikembangkan menjadi pasar induk sayur, penginapan (cottage), gudang, dan wisata agro. Total investasinya diperkirakan US$ 19,42 juta.

“Rancamaya ini kita khususkan untuk investor yang mau bangun pusat sayur mayur, jadi pasar induk supaya sayur masuk ke sini saja. Kemudian ada cottage karena wilayahnya kan sejuk, urban farming untuk agrowisata,” ujar Bima. Bima mengungkapkan, saat ini minat investasi di kedua kawasan tersebut, plus imvetasi parkir sudah mencapai Rp 7 triliun.

Keberadaan jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Bogor saat ini dinilai terlalu banyak. Tak berlebihan jika Bogor memiliki cap sebagai kota sejuta angkot. Angkot yang saat ini berjumlah sekitar 8.000 ini malah membuat kemacetan di beberapa ruas jalan. Walikota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, mulai tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara bertahap akan menghapus beberapa trayek angkot di ‘Kota Hujan’.

“Penertiban angkot secara bertahap, akan kita tata, kita lakukan perampingan atau re-routing supaya trayek-trayek angkot nggak berhimpit. Karena dari 8 ribu angkot di Kota Bogor hanya 40% yang menjangkau wilayah kota saja. Kita akan re-routing agar bisa menjangkau 80% Kota Bogor,” kata Bima ditemui di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2016).

Menurut Bima, mobil angkot yang terkena penghapusan tersebut, pihaknya akan menggantinya menjadi plat hitam. Bersamaan dengan penghapusan trayek angkot, dibangun pula rute bus rapid transit (BRT) Trans Pakuan. “Ada koridor-koridor utama yang akan diploting untuk menjadi percontohan konversi dari angkot ke Bus Trans Pakuan. Ada satu koridor pada 2016 yang kita akan fokuskan sehingga angkot diganti menjadi Trans Pakuan. Ini menuju moda transportasi BRT supaya nggak ada lagi (angkot) di pusat kota,” jelasnya.

Tahap awal yang akan dimulai tahun depan, Bima akan menghapus 3 trayek angkot yang bersinggungan dengan BRT rute Bubulak ke pusat kota. “Angkot nanti akan dikurangi. Jadi angkot nanti akan diplathitamkan sehingga jumlah angkot berkurang dan jumlah trayek lebih menyebar. Angkot itu ke depannya akan menjadi feeder di pinggir saja,” papar Bima.

Jika tahap pertama sukses, lanjut Bima, pihaknya akan menambah jadi 7 koridor lagi. Trayek angkot yang bersinggungan pun juga akan dihapus. “Ada 7 koridor yg sudah jadi master plan, tapi 2016 kita butuh pengadaan bis. Tujuh koridor itu nggak bisa dipenuhi semua karena kita butuh sekitar 400 bis. 2016 akan fokus di satu koridor dulu,” katanya. Bima menuturkan, meski trayeknya dihapus, Dia meyakini tidak akan banyak timbul konflik dengan pemilik angkot. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan menawarkan supir angkot menjadi supir BRT.

“Tidak (konflik), karena angkot ini jumlahnya banyak dan sama-sama terjebak (macet). Mereka setorannya berat karena persaingan semakin keras. Justru dengan sistem yang baru kita optimis akan memberikan win win solution bagi semua. Karena supir angkot nanti akan bekerja dalam moda transportasi yang baru. Sebagai contoh 3 angkot jadi 1 bus, bisa jadi 3 supir itu bekerja dalam tiga shift di 1 bus,” tutupnya. “Sudah ada pembicaraan dengan investor, total investasi yang masuk baru-baru ini dari Rancamaya, Sukaresmi, dan parkir Rp 7 triliun,” tutupnya.

RJ Lino Direktur Utama PT Pelindo II Jadi Tersangka KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat kemarin telah menetapkan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), RJ Lino, sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Qual Container Crane (QCC) tahun 2010. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Lino masih bekerja seperti biasa dan masih menempuh jalur hukum. Apa sikap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai perwakilan pemerintah untuk mengawasi Pelindo II?

Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan, Kementerian BUMN masih mengikuti proses hukum terkini. “Kami kalau mengenai hal itu, kami sedang menunggu. Tentunya kami mengikuti proses hukum,” kata Rini, usai acara peluncuran ATM Himbara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015). Terkait opsi memberhentikan Lino pasca berstatus tersangka, Rini masih menunggu rekomendasi dari Dewan Komisaris Pelindo II.

“Kami menunggu laporan dari Komisaris Pelindo II. Jangan lupa, Pelindo II itu korporasi. Korporasi tidak terlepas dari Direksi dan Komisaris. Kita sedang memproses dari Dewan Komisarisnya,” tuturnya. Rini menyampaikan, pihaknya tidak akan melindungi Lino bila dalam proses persidangan terbukti bersalah. “Kita ikuti hukumnya. Kita lihat kesalahannya apa. Kita tidak ada yang dilindung-lindungi,” kata Rini.

Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, Lino tetap kerja dan masuk kantor seperti biasa. Lino membantah dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Dirut Pelindo II. “Saya masih ngantor seperti biasa. Tidak benar saya mengundurkan diri. Kita kerja benar, dan kita harus melawan,” jelas Lino.

Menurut Lino, dirinya tetap bekerja dengan maksimal dan berusaha agar penetapannya sebagai tersangka di KPK tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. “Sejauh ini kami mengikuti peraturan dari BUMN, sejauh aktivitas saya tidak mengganggu perusahaan, tidak akan diberhentikan. Tapi saya tetap ikuti aturan hukum yang berlaku,” tegas Lino. Seperti diketahui, Lino ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Lino tidak kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dan akan menjalani semua proses hukum di KPK.

Pagi ini beredar pesan yang mengatasnamakan Lino, dalam pesan tersebut, disebut disinggung soal pengunduran diri Lino sebagai Dirut Pelindo II. Berikut isi pesan tersebut. Dalam pesan tersebut, Lino memberikan semangat kepada para pegawainya agar tetap bekerja keras dan semangat. Lino meminta seluruh staf dan karyawan Pelindo II untuk menjaga dan merawat perusahaan tersebut. Selain itu, dia juga mengatakan akan berkonsultasi dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno soal posisinya sebagai Dirut Pelindo II.

Jadwal KRL Kota-Tanjung Priok Terbaru


PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai hari ini kembali mengoperasikan KRL untuk lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. S‎etiap hari akan ada enam perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota ke Tanjung Priok maupun sebaliknya memakan waktu kurang lebih 20 menit. Harga tiketnya Rp 2.000 untuk sekali perjalanan. “Satu hari kita operasikan 3 kali PP, dengan tarif sesuai tarif KRL Rp 2.000, untuk jarak tempuh kurang lebih 20 menit,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwi Atmoko, saat peresmian KRL Kota-Priok di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Pengoperasian kembali lintasan KRL Kota-Priok ini dimungkinkan setelah sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan prasarana di lintas tersebut sehingga dapat kembali melayani KRL. Berikut Jadwal Perjalanan KRL Lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok PP:

Keberangkatan Stasiun Jakarta Kota:
1. KA 2318, berangkat pukul 11.40 WIB
2. KA 2322, berangkat pukul 13.05 WIB
3. KA 2326, berangkat pukul 14.25 WIB

Keberangkatan Stasiun Tanjung Priok:
4. KA 2319, berangkat pukul 12.30 WIB
5. KA 2323, berangkat pukul 13.55 WIB

6. KA 2331, berangkat pukul 16.30 WIB

Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Kota ke Stasiun Tanjung Priok resmi mulai beroperasi kembali hari ini. Jalur kereta Tanjung Priok ke Kota ini sempat mati suri selama 26 tahun sejak 1989. Sejak 2007 pemerintah sudah berencana menghidupkan jalur ini lagi dan baru terealisasi di akhir 2015.”Mulai hari ini, 21 Desember 2015, kami membuka kembali pelayanan KRL Kota-Tanjung Priok. Ini sudah cukup lama dulu digagas 2007 membuka kembali jalur ke Priok ini. Sekarang bagus stasiunnya dan sekarang sudah kita bisa fungsikan, hari ini bisa memulai mengoperasikan KRL Kota-Tanjung Priok,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwi Atmoko, saat ditemui di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada awal Desember 2015 berencana menangaktifkan kembali pengoperasian jalur KRL Commuter Line rute Stasiun Kota-Stasiun Tanjung Priok. Namun, rencana ini masih tertunda karena sepanjang jalur KRL belum steril. Warga masih menempatkan barang hingga adanya bangunan liar di sepanjang rel. “Kita lagi penertiban. Nanti, 3 hari lagi kita evaluasi. Apakah bisa langsung aktifkan atau belum,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko, di Sela acara Forum Transportasi di Hotel Mercure, Hayam Muruk, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Meski belum beroperasi secara normal melayani warga Jabodetabek, Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) hari ini berencana kembali melakukan ujicoba jalur. Langkah ini dilakukan sebelum KRL resmi dioperasikan. Targetnya, KRL rute Kota-Priok bisa beroperasi sebelum akhir 2015. “Hari ini KRL akan dioperasikan untuk ujicoba namun tanpa penumpang. Ini tujuannya menginformasikan ke warga bahwa KRL akan segera beroperasi,” tambahnya.

Saat beroperasi, KRL hanya dioperasikan pagi dan sore hari. Hermanto beralasan, pihaknya masih membentuk pasar agar masyarakat tahu bila Priok-Kota memiliki pilihan transportasi massal berbasis rel. Ke depan, frekuensi akan ditingkatkan seiring tingginya minat penumpang. “Rencana baru pagi dan sore. Ini masih melihat potensi. Paling tidak nantinya masyarakat ada pilihan,” sebutnya.

Sementara itu, Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunnisa menyebut, pihaknya bakal ditugaskan sebagai operator. Dari sisi KCJ, pihaknya telah menyiapkan dari sisi sistem e-ticketing. “Untuk Tanjung Priok perjalanan KRL per harinya direncanakan ada 4 per hari. Kesiapan dari e-ticketing seperti dua buah gate dan loket juga sudah dilengkapi oleh KCJ sebagai operator sarana. Untuk kapan pastinya akan beroperasi KCJ masih menunggu penugasan atau keputusan akhir dari KAI dan satker Kemenhub,” tambahnya.

Hermanto menambahkan, KRL Kota-Priok akan beroperasi pulang-pergi 3 kali sehari untuk tahap awal. Harga tiketnya Rp 2.000. Lama perjalanan dari Stasiun Kota ke Tanjung Priok kira-kira 20 menit. “Satu hari kita operasikan 3 kali PP, dengan tarif KRL Rp 2.000, untuk jarak tempuh kurang lebih 20 menit,” ‎paparnya. Selain melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi umum ke Tanjung Priok, pengoperasian KRL Kota-Priok juga bertujuan untuk mengamankan aset-aset negara. “Tujuan dari pengoperasiannya untuk memberikan pelayanan masyarakat untuk transportasi dariKota-Priok, lalu untuk mengamankan aset Kemenhub mengenai rel dan lahan sekitarnya supaya tidak di kuasai boleh orang-orang yang tidak dikenal,” tutupnya.

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) hari ini resmi mengoperasikan Kembali KRL jurusan Jakarta Kota-Tanjung Priok. Pengoperasian kembali lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok dilakukan usai PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan prasarana di lintas tersebut sehingga dapat kembali melayani KRL. Setiap hari akan ada enam perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Tetapi dalam setiap perjalanan tersebut KRL hanya akan berhenti di 3 stasiun, yaitu Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan (Atas), dan Stasiun Tanjung Priok.‎

Untuk sementara, KRL akan melintas langsung alias tidak berhenti di Stasiun Ancol karena stasiun tersebut masih dalam proses pembenahan.‎ Dengan demikian, masyarakat yang ingin pergi jalan-jalan ke Ancol belum bisa menggunakan KRL ini. “Stasiun tersebut belum dioperasikan karena saat ini masih dalam proses revitalisasi dan perpanjangan peron,” kata Manager Corporate Communication PT KCJ, Eva Chairunnisa, saat ditemui di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015). Eva berharap masyarakat tidak kecewa. Pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kehadiran kembali KRL sebagai salah satu pilihan transportasi publik dari dan ke kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk ikut menjaga sarana dan prasarana perkeretaapian di lintas ini.

Untuk pengoperasian KRL Kota-Priok ini, KCJ telah menyiapkan berbagai sarana pelayanan penumpang di Stasiun Tanjung Priok, mulai dari loket, gate e-ticketing, toilet, musholla, serta petugas pelayanan, keamanan, maupun kebersihan. “Perjalanan dari stasiun Jakarta Kota menuju Tanjung Priok maupun sebaliknya akan ditempuh dalam waktu 20 menit,” Eva menambahkan.