Pemuda Jombang Bunuh Pacarnya Siswa SMK Karena Tahu Pacarnya Bukan Perempuan


Motif pembunuhan sadis siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Jombang, Afifudin Amirullah alias Affy, 17 tahun, akhirnya terungkap. Pembunuhan itu dilatarbelakangi hubungan asmara antara Affy dan Mohamad Rosyid, 18 tahun, warga Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Affy ditemukan tewas di dekat jembatan Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan /Kabupaten Jombang, Senin pagi, 13 April 2015, dengan belasan luka tikaman serta bekas jeratan di leher.

Kepala Kepolisian Sektor Jombang Ajun Komisaris Untung Sugiarto mengatakan Affy dan Rosyid awalnya memang berpacaran. “Sudah dua bulan berpacaran, pelaku tidak tahu jika korban ternyata seorang laki-laki,” ucap Untung, Kamis, 16 April 2015.

Setiap kali bertemu, ujar Untung, Affy yang memang berperilaku gemulai menyembunyikan wajahnya di balik jilbab. “Ketemunya pasti malam hari, dan korban mengenakan jilbab untuk mengelabui pacarnya. Hingga akhirnya jati diri Affy diketahui Rosyid,” tuturnya.

Dalam pergaulan sehari-hari, Affy dikenal sebagai transgender dan suka merias diri. Rosyid yang sebelumnya mengira Affy seorang perempuan akhirnya diberi tahu teman-temannya bahwa pacarnya tersebut seorang lelaki. Rosyid pun marah dan mengajak Affy bertemu pada Minggu malam, 12 April 2015.

“Rosyid normal, bukan penyuka sesama jenis. Pertemuan malam sebelum pembunuhan itu untuk membuktikan apakah Affy memang benar-benar laki-laki,” kata Untung. Setelah tahu pacarnya ternyata pria, Rosyid kecewa dan langsung menghabisi Affy.

Menurut Untung, Rosyid kenal dengan Affy dari seorang temannya. Rosyid tidak satu sekolah dengan Affy, sehingga dia tidak tahu keseharian Affy. “Rosyid putus sekolah dari salah satu sekolah swasta. Dia dikenal sebagai anak nakal,” ujar Untung.

Rosyid tertangkap setelah sepeda motor Affy yang dibawa lari dititipkan ke salah satu temannya di Kecamatan Tembelang. “Temannya lalu melapor ke polisi, hingga akhirnya tersangka kami tangkap,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Harianto Rantesalu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang pribadi milik Affy antara lain telepon genggam dan kamera. Baju Rosyid yang ada bercak darah Affy juga disita sebagai barang bukti. Tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun.

12 Dokter Spesialis Dipecat dari RSUD Banten


Sebanyak 12 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten diberhentikan oleh manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten itu, Kamis, 8 Januari 2015. Belasan dokter spesialis yang diberhentikan itu terdiri atas dokter spesialisas patologi, bedah ortopedi, spesialis anak, kedokteran jiwa, dan laboratorium.

Para dokter spesialis itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah kabupaten/kota di Banten yang diperbantukan di RSUD Banten sejak rumah sakit diresmikan pada Oktober 2013.

Salah seorang dokter menyatakan kecewa atas pemberhentian sepihak oleh manajemen RSUD Banten. Sebab, kata dia, pemberhentian itu tidak menyertakan alasan yang jelas. “Tidak seperti waktu meminta dokter untuk diperbantukan, kami diminta membantu di RSUD Banten. Tapi sekarang kami diberhentikan seperti ini,” kata dokter spesialis bedah ortopedi yang enggan disebut namanya itu. Bahkan, dia melanjutkan, sebagian dokter tidak mendapat surat pemberhentian secara resmi. Pemberhentian hanya disampaikan secara lisan.

Pihak rumah sakit, kata dia, juga sering tidak memenuhi hak para dokter selama bekerja. “Kami tidak dibayar penuh,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Banten Andi Fatmawati membantah tudingan bahwa pihaknya telah memecat 12 dokter spesialis. Menurut Fatmawati, yang sebenarnya terjadi adalah pemberhentian empat dokter PNS yang diminta rumah sakit asal tempat mereka bertugas. “Tidak ada pemecatan dokter. Yang benar itu kontraknya tidak diperpanjang lagi,” ujarnya.

Dugaan Malpraktek di RS Siloam, 4 Dokter Menolak Bayar Uang Damai Rp 500 M


Rumah Sakit Siloam Karawaci memberikan alasan mengapa menolak draf perdamaian di luar pengadilan yang diajukan keluarga Dasril Ramadhan, pasien yang diduga menjadi korban malpraktek rumah sakit itu. Perwakilan dokter RS Siloam yang merawat Dasril, Mangantar Marpaung, menyatakan menolak pencabutan perkara yang bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang sebagai syarat perdamaian. Alasannya, para dokter tidak bersedia membayar ganti rugi yang jumlahnya miliaran rupiah.

“Karena para dokter merasa telah melakukan upaya terbaik dalam menangani pasien. Sejak awal menolak permintaan ganti rugi,” kata Mangantar dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa, 14 April 2015.Menurut Mangantar, permintaan ganti rugi yang disampaikan ayah Dasril Ramadhan, Achmad Haris, sangat fantastis: Rp 500 miliar. Dari angka ini turun ke Rp 100 miliar, kemudian Rp 20 miliar, turun lagi Rp 10 miliar. “Terakhir dalam draf perdamaian Rp 5 miliar.”

Angka Rp 5 miliar, kata Mangantar, sebagai opsi pertama, dan Rp 3,5 miliar ditambah menanggung seluruh sisa biaya pengobatan sebagai opsi kedua. “Para dokter memilih perkara dilanjutkan dan menginginkan proses peradilan sebagai upaya mencari perlindungan hukum,” ujarnya.Rumah Sakit Siloam, kata Mangantar, selama ini proaktif dalam menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. “Sejak mengetahui adanya ketidakpuasan dari keluarga pasien, kami berinisiatif mengadakan pertemuan dengan pihak keluarga untuk menyelesaikan ketidakpuasan tersebut.”

Achmad Haris, ayah Dasril Ramadhan, menggugat Rumah Sakit Siloam sebesar Rp 500 miliar ke Pengadilan Negeri Tangerang karena kecewa dengan layanan rumah sakit itu. Perkara ini sudah memasuki persidangan selama sepuluh bulan. Upaya Haris menempuh jalur damai gagal. Buntutnya, pada Jumat pekan lalu, Haris melaporkan empat dokter RS Siloam ke Polda Metro Jaya. Para dokter dituduh lalai sehingga mengakibatkan pasien terluka atau cacat.

Pesawat F-16 TNI AU Terbakar dan Meledak Di Bandara Halim Perdanakusumah


Pesawat F-16 terbakar dan meledak di Lanud Halim Perdanakusumah. Pesawat itu terbakar sesaat sebelum pilot mencoba untuk take off. Seorang perwira menengah yang bertugas di Lanud Halim Perdana Kusumah mengatakan pesawat itu sedang akan tinggal landas di Lanud Halim. Namun pesawat gagal naik ke atas karena muncul ledakan dari bagian belakang.

“Pesawat bablas. Gagal naik,” ujar perwira itu, Kamis (16/4/2015). Pilot yang mengemudikan pesawat itu Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono. Sang pilot berhasil menyelamatkan diri meski mendapatkan sejumlah luka. “Saat ini sedang dirawat,” ujar perwira tersebut. Sebuah pesawat F-16 dengan nomor ekor 1643 pada pukul 08.15 pagi tadi gagal terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat gagal take off karena muncul api di bagian ekor.

“Pesawat kemudian berhenti, pilot turun dan api dipadamkan,” kata Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto ketika dikonfirmasi, Kamis (16/4/2015). Jet buatan AS tersebut dipiloti oleh Letnan Kolonel Pnb Firman Dwi Cahyono. Berdasarkan foto-foto yang beredar di Twitter, kebakaran yang menimpa pesawat itu cukup hebat. Api berkobar, asap hitam membumbung. Terdapat juga foto pesawat yang telah berhasil dipadamkan dengan busa warna putih yang tampak bertebaran.

Saat ini, menurut Hadi, pesawat tempur F-16 itu sudah ditarik ke hanggar. Menurut informasi yang dikumpulkan, pesawat tersebut sedianya akan atraksi fly pass di depan Presiden Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, bertepatan dengan pemberian gelar ‘warga kehormatan’ kepadanya. Atraksi tetap dilakukan, namun hanya oleh 1 pesawat F-16 saja. Sementara, pilot Firman Dwi Cahyono menderita luka-luka setelah menyelamatkan diri dari pesawat.

Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono berhasil menyelamatkan diri dari pesawat F-16 terbakar yang dipilotinya. Namun perwira menengah itu terluka. “Mendapatkan luka di siku kiri mengelupas, punggung belakang panas, leher luka, luka kecil di siku kanan,” ujar seorang perwira yang bertugas di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2015).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pesawat tempur F-16 yang terbakar di Bandara Halim saat ini sudah ditarik ke hanggar. “Saat ini pesawat sudah ditarik ke hanggar,” kata Hadi saat dikonfirmasi Kamis (16/4/2015). Hadi belum menjelaskan musabab pesawat tersebut terbakar. Rencananya Dinas Penerangan Umum TNI AU akan segera memberikan keterangan tertulis kepada media.

Menurut informasi yang dikumpulkan, pesawat tersebut sedianya akan melakukan fly pass di hadapan Presiden Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, bertepatan dengan pemberian gelar ‘warga kehormatan’ kepadanya. Atraksi tetap dilakukan, namun hanya oleh 1 pesawat F-16 saja. Sebuah pesawat tempur F-16 terbakar saat hendak lepas landas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kepulan asap dari kebakaran pesawat tempur buatan AS ini terlihat dari jarak yang cukup jauh.

“Sempat terdengar ledakan yang cukup keras,” kata salah seorang saksi mata peristiwa itu Kamis (16/4/2015). Warga itu sempat mengirimkan foto kepulan asap akibat terbakarnya pesawat tempur tersebut ke pasangmata.com. Terlihat kepulan asap dari kebakaran pesawat ini cukup pekat. “Pesawatnya mau terbang terus terbakar, tapi tak tahu ada korban apa enggak akibat kejadian itu,” katanya. Seorang perwira TNI AU mengatakan pilot pesawat itu bisa menyelamatkan diri. Namun pilot pesawat ini mengalami sejumlah luka akibat insiden ini.

Profile M Prio Santoso Tersangka Pembunuh Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby


M Prio Santoso alias Rio, tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby bekerja sebagai guru matematika di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat. Bagaimana keseharian Rio? ‎”Perilakunya biasa saja. Kemarin masih mengajar, karena kemarin dia megang kelas XII. Saya saja sampai nggak percaya sampai sekarang,” ujar Ima, staf administrasi di bimbel tersebut, Rabu (15/4/2015).

Menurut Ima, Rio sudah 1,5 tahun kerja di bimbel tersebut. Dia merupakan guru paruh waktu untuk kelas IX sampai XII. Keseharian Rio, menurut Ima, dia tidak tertutup dengan rekan kerjanya, supel banget. Bahkan Rio suka bercanda bila sedang tidak mengajar. “Makanya kayak nggak percaya. Karena orangnya ya gitu nggak memperlihatkan kayak gimana. Dia nggak tertutup juga, biasa ya bercanda dan suka bergaul,” kata Ima.

Ima menerangkan, Rio terakhir mengajar pada Selasa (14/4/2015) kemarin dari pukul 15.00-21.00 WIB. Dia mengajar anak kelas XII. “Ekspresinya normal saja, ngajar masih normal. Nggak kayak ada masalah,” tuturnya.
Namun menurut Ima, Rio di mata muridnya dikenal tegas. “Keseharian baik, sama guru-guru, sama murid juga nggak complain. Cuma dikenal sebagai guru yang tegas. Dalam artian kalau ada anak yang ribut atau main HP di kelas,” ucap Ima.

Di tempat yang sama, Benny Setiawan, pengajar kelas X di bimbel tersebut, masih tidak menyangka atas kelakuan Rio. Sikap Rio menurutnya bertolak belakang dengan kesehariannya. “Kami sangat nggak menyangka sama sekali, karena bertolak belakang dengan keseharian dia karena menurut kami dia profesional dalam mengajar,” kata Benny.

Rio ditangkap polisi tadi pagi. Rio mengaku membunuh Deudeuh karena dikatai wanita pekerja komersil itu bau badan saat berhubungan. Tidak diketahui seberapa sering M Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie (26) menggunakan jasa PSK lewat twitter. Usai menghabisi nyawa Tata, Rio pun masih sempat berselancar di jejaring sosial Twitter untuk mencari wanita lain.

Penelusuran dari akun Twitter milik Rio @santos06yoyo, ‎pria yang bekerja sebagai guru bimbel Matematika di sebuah tempat bimbel di Kedoya, Jakbar itu sering menyapa wanita-wanita yang menjajakan diri lewat Twitter. Rio memfollow 247 akun alter yang mayoritas perempuan dengan profile picture wanita seksi hingga wanita berbusana minim. Dua hari yang lalu, Senin (13/4), Rio masih sempat berkicau. Ia menyapa seorang perempuan di Twitter tersebut.

“dm rate nya donz,” tulis Rio kepada akun alter.

Lewat twitter, Rio berkenalan dengan Deudeuh. Mereka lalu sempat janjian pada Maret 2015. Saat itu, tak ada masalah. Namun baru pada pertemuan kedua, Rio disebut bau badan oleh Deudeuh, hingga akhirnya terjadi pembunuhan.Rio Santoso (24), pembunuh Deudeuh Alfisahrin ‘Tataa Chubby (26) akhirnya buka suara. Ia cerita Deudeuh mengeluhkan bau badan Rio saat asyik berhubungan intim. Rio merasa sakit hati lalu spontan membunuh perempuan cantik itu.

“‎Dia bilang badan lu bau, mau pingsan gue,” kata Rio kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Rio yang mengenakan sweater warna abu-abu ini mengaku tidak pernah ada niatan untuk membunuh Deudeuh. “Spontan saja. Karena saya tersinggung disebut bau badan,” ujarnya. Ketika ditanya alasan mengambil barang-barang milik Deudeuh, Rio diam seribu bahasa sambil tertunduk lemas.

Perbuatan Rio yang mencuri barang-barang milik korban itulah yang membuat polisi tidak yakin jika pembunuhan korban tidak direncanakan. Polisi curiga, tersangka sudah ada niat mengambil barang milik korban sejak awal. “Awalnya tersangka melihat barang-barang korban di atas meja. Kami dalami apakah memang ada motif lain selain karena tersinggung karena barang-barang korban juga diambil,” ujar Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar.

M Prio Santoso alias Rio (24) mengenal Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie (26) lewat situs jejaring sosial Twitter. Melalui Twitter, keduanya berkomunikasi hingga akhirnya bertemu. Diketahui, tersangka juga sudah 2 kali menggunakan ‘jasa’ Tata. Penelusuran, akun Twitter milik Rio @santos06yoyo ‎awalnya menyapa Tata lewat akunjya @Tataa_Chubby tanggal 11 Maret 2015.

“‎@tataa_chubby retweet aaaaah,” tulis Rio memention Tata.

Selanjutnya, tanggal 30 Maret 2015, Rio kembali menyapa Tata.

“@tataa_chubby available jam brp,”.

Terakhir kali, Rio menyapa kembali Tata di Twitter tanggal 1 April 2015. Dalam cuitannya itu, Rio menanyakan masalah bookingan untuk jasa Tata.

“@tataa_chubby hy manis mw bo bsk ada slot?,” cuit Rio.

Tata diketahui menjajakan diri lewat twitter. Pada bionya Tata secara terang-terangan menulis ukuran badannya serta aturan dalam menggunakan jasanya.

Rio merupakan pelanggan yang menggunakan jasa Tata. Polisi menyebut, Rio sudah dua kali menggunakan jasa Tata untuk berhubungan intim. “Pada pertemuan pertama pada Maret 2015, itu tidak ada masalah. Terakhir yang kedua, tanggal 10 April 2015 mereka berhubungan intim hingga mengakibatkan korban tewas,” ujar Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015)Polisi mendatangi tempat kerja M Prio Santoso alias Rio (24) tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat. Rio juga diikutsertakan oleh polisi.

“Ada (Prio) tapi kelihatannya diborgol dan ketutupan sweater,” ujar Benny Setiawan, pengajar kelas X di bimbel tersebut, Rabu (15/4/2015). Benny menyatakan, 7 polisi dan Rio datang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun dia tidak mengetahui barang-barang milik Rio apa saja yang dibawa polisi. “Saya kurang tahu apakah ada barang-barang milik Prio yang diambil oleh polisi,” ucap Benny. Di lokasi kerja Rio, lanjut Benny, polisi juga bertanya-tanya tentang keseharian pria beranak 1 itu. “Polisi nanya sikap dan keseharian dia gimana. Ada semobil gitu 7 orang polisi di sana,” tuturnya.

Polisi menangkap Rio di rumahnya di Bojonggede, Bogor, pukul 03.30 WIB tadi. Rio mengaku membunuh Deudeuh karena tersinggung dihina bau badan saat berhubungan intim. Usai membunuh Deudeuh dengan mencekik, Rio membawa barang-barang mewah Deudeuh seperti HP, Macbook dan uang Rp 2,8 juta.Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby dibunuh M Prio Santoso alias Rio (24) pada Jumat (10/4/2015) lalu di sebuah kosan di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan. Sehari setelah membunuh, Rio tetap mengajar matematika di bimbel kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

“Hari Sabtu itu, dia terakhir ke sini siang. Karena Sabtu dia biasa pulang siang,” ujar Ima, staf administrasi bimbel tempat Rio bekerja di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (15/4/2015). Menurut Ima, Rio tidak mengajar pada Minggu lalu karena libur. Terakhir Rio mengajar pada Selasa (14/4/2015) dari pukul 15.00-21.00 WIB.

“Dia mengajar kelas XII,” kata Ima. Sedang rekan kerja Rio yang lain Benny Setiawan mengatakan mengenai prestasi kerja, Rio masih rata-rata bawah. “Kalau dia, berprestasi sih belum masuk standar kami. Rata-rata bawahlah,” kata Benny.

Dalam sebulan, Benny mengungkapkan, Rio bergaji Rp 3,5 juta. Selain gaji, pengajar di bimbel itu juga mendapat tunjangan berdasarkan banyaknya murid. Selain Rio dan Benny, ada 3 pengajar lainnya. Mereka mengajar dari Senin-Kamis. Sedangkan hari Jumat dan Sabtu merupakan jadwal tambahan.

Setelah Rio ditangkap polisi, murid-murid di bimbel tersebut sempat menanyakan kebenaran hal itu. Namun Benny dan rekan-rekannya sudah menjelaskan semua itu pada murid-murid. “Kami jelaskan maksudnya saat ini fokus saja belajar karena sekarang harus fokus UN. Kalau ini (masalah Rio) kan masalah pribadi,” tutur Benny. Polisi menangkap Rio di rumahnya di Bojonggede, Bogor, pukul 03.30 WIB tadi. Rio mengaku membunuh Deudeuh dengan mencekik karena tersinggung dihina bau badan saat berhubungan intim. M Prio Santoso alias Rio (24) mengambil barang-barang berharga milik Deudeuh Alfisahrin alias Tataa alias Mipie (26), wanita yang dibunuhnya. Barang-barang itu ia simpan karena takut ketahuan.

“Saya simpan saja barang-barangnya, tidak saya jual, takut ketahuan,” ucap Rio kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Barang-barang ‎tersebut yakni 4 buah handphone merek Samsung, 1 unit MacBook, uang Rp 2,8 juta dan satu unit iPad. Barang-barang mewah yang disimpan di kamar Tataa itu ia curi lalu dibawanya pulang.

“Saya bawa pakai tas ransel,” imbuhnya. “Istri saya tak tahu (bawa barang-barang korban),” tuturnya.

Rio menambahkan, barang-barang tersebut dia ambil dari atas meja korban. Ia mengaku sejak awal menemui korban pada Maret 2015 lalu, dirinya sudah melihat barang itu disimpan di atas meja tersebut. “Barang-barangnya tergeletak begitu saja, tertata rapi. Jadi dari awal saya memang tahu ada barang itu,”‎ tambahnya. Pihak kepolisian menaruh curiga jika ‎motif pembunuhan korban oleh tersangka tidak hanya karena masalah sakit hati. Sebab, tersangka mengambil barang-barang milik korban usai menghabisi nyawanya.M Prio Santoso alias Rio (24) membunuh Deudeuh alias Tata (26) karena kesal diejek masalah bau badannya. Selain itu, tersangka juga mengaku sempat dikecewakan dengan ‘service’ Tataa.

“Pada pertemuan pertama saya kecewa dengan servicenya karena tidak sesuai dengan yang dia katakan,” kata Rio kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Tidak hanya itu, Rio juga mengaku kesal karena Tataa sempat mengejek fisiknya. “Dia menghina fisik saya,” imbuhnya. Kekecewaan dan juga rasa sakit hati tersangka atas perkataan korban menumpuk jadi satu. Hingga akhirnya, pada saat keduanya sedang berhubungan intim, korban dicekik oleh tersangka.

“Saya cekik dari belakang,” kisahnya.

Setelah mencekik Tataa, Rio kemudian melilitnya dengan kabel hingga tewas. Dia juga menyumpal mulut sang janda dengan kaos kakinya. Tataa yang masih tanpa busana kemudian hanya ditutupi dengan bedcover. Jenazah Tataa baru ditemukan sehari setelahnya. Kala itu orang yang biasa membantu Tataa membelikan makanan dan minuman, heran melihat wanita itu tak keluar kamar. Karena curiga, kamar pun dibuka hingga akhirnya terungkaplah kasus pembunuhan ini.

Lagi … Lion Air Delay 4 Jam dan Penumpang Terlantar Di Bandara Ngurah Rai Bali


Sekitar 200 penumpang Lion Air tujuan Denpasar-Jakarta terlantar di Bandara Ngurah Rai, Bali. Tanpa alasan yang jelas pesawat mereka diganti dan jadwalnya dimundurkan hingga 4 jam. Berdasarkan keterangan salah seorang penumpang, Ahmad Fadli, awalnya pesawat yang akan ia tumpangi adalah JT33 dengan jadwal penerbangan pukul 18.15 WITA. Akan tetapi pesawatnya kemudian ditukar dengan JT25.

“Jadwal penerbangan JT25 yaitu jam 20.00 WITA. Tapi kemudian ada pemberitahuan bahwa jadwal penerbangan jadi jam 22.00 WITA,” jelas Ahmad, saat dihubungi, Rabu (15/4/2015) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pengumuman pergantian jadwal tersebut disampaikan pihak bandara melalui pengeras suara. Saat Hafid bertanya langsung ke petugas bandara, ia memperoleh keterangan bahwa pesawat JT25 belum sampai di Denpasar.

“Katanya ada masalah di Jakarta. Ini baru dikasih kompensasi snack. Kalau dari pihak Lion belum ada konfirmasi apapun,” tutur Ahmad. “Bagaimana kinerja Pak Jonan ini kok ngawasin begini saja tidak bisa?”

Dua penerbangan Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, mengalami delay dan pembatalan. Penumpang marah-marah karena tak mendapat kejelasan. Dua penerbangan itu jurusan Makassar-Jakarta dan Makassar-Bau Bau. Pesawat yang mengangkut penumpang ke Jakarta harusnya berangkat pukul 11.00 WITA, namun hingga pukul 16.00 WITA pesawat belum juga diterbangkan.

“Delay 5 jam, tapi belum ada penjelasan apa-apa dan belum dapat kompensasi,” kata Khalid salah satu penumpang Lion Air yang mengirimkan foto, Senin (30/3/2015). Terlalu lama menunggu tanpa ada kejelasan membuat para penumpang marah dan meminta agar petugas Lion Air memberikan penjelasan akan nasib mereka.

“Banyak yang marah-marah ke petugas Lion Air. Mereka menunggu 5 jam, ada beberapa yang dipindahkan ke penerbangan lain, tapi penuh dan ada yang tidak terangkut,” kata Khalid. Khalid sendiri merupakan penumpang Lion Air jurusan Bau-Bau, dia harusnya terbang dari Makassar ke Bau-Bau pukul 16.00 WITA. Namun saat check ini, petugas memberitahukan jika penerbangan ke Bau-Bau batal. “Petugasnya bilang tidak terbang karena tidak dapat izin,” ucap Khalid.

Khalid menyayangkan sikap Lion Air yang tetap menjual tiket ke penumpang, padahal mereka tidak bisa melayani penerbangan. “Kenapa dijual tiketnya,” ucapnya. Khalid mengatakan banyak informasi simpang siur soal kejelasan penerbangan ke Bau-Bau. Ada yang bilang penerbangan dibatalkan ada juga yang mengatakan penerbangan delay dan pesawat baru tiba di Makassar pukul 17.30 WITA. “Tapi pesawat nggak mungkin terbang malam, soalnya di Bau-Bau tidak bisa terima kalau landing malam,” kata Khalid.

Untuk penerbangan ke Bau-Bau pihak Lion Air sudah menawarkan 3 pilihan untuk penumpang. Pertama diberangkatkan besok pagi dengan pesawat Lion Air yang lain, kedua refund, ketiga terbang dengan pesawat Garuda esok hari. Para penumpang juga akan diinapkan di hotel. “Ada penumpang yang tetap maksa diterbangkan hari ini, soalnya kegiatan mereka kan malam. Kalau terbang besok sudah telat,” ucap Khalid. Hingga kini para penumpang masih berkerumun di dekat counter check in bandara. Mereka menunggu kabar kepastian nasibnya.

Pesawat Lion Air diduga mengalami masalah saat mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pesawat itu diderek oleh mobil bandara untuk parkir. “Pesawatnya ada di ujung landasan pacu lama, nggak parkir-parkir, saya pikir ada trouble,” ujar Arya pembaca pasangmata.com kepada detikcom, Sabtu (28/3/2015) pukul 01.35 WIB.

Arya mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Dia melihat pesawat tersebut berada di ujung landasan pacu sekitar 30 menit hingga akhirnya diderek pukul 01.30 WITA. Arya sendiri sedang melintas di jalan raya sekitar bandara. Dia melihat pesawat itu dari luar bandara dengan jarak pandang sekitar 100-150 meter.

“Lampu di pesawatnya mati, lalu ditarik mobil bandara,” imbuhnya. Kondisi cuaca di sekitar bandara memang sebelumnya hujan deras. Arya menduga pesawat yang baru landing itu tergelincir karena landasan yang licin. “Mungkin cuaca buruk, karena di sini hujan deras,” tuturnya. Hingga diderek dengan mobil bandara, tidak ada penumpang yang keluar dari pesawat. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Lion Air maupun dari Bandara Syamsuddin Noor. Pihak bandara belum bisa dihubungi.

Profile Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby Wanita Yang Ditemukan Tewas Telanjang Di Kamar Kos Tebet


Deudeuh Alfisahrin ‘Tataa Chubby’ (26) tewas mengenaskan di kosannya dengan kondisi badan tanpa busana dan mulut disumpal kaos kaki dengan jeratan kabel di lehernya. Deudeuh alias Tataa alias Mpie ini memiliki perjalanan hidup yang prihatin. Ibu kandung Deudeuh meninggal sehari setelah melahirkan Deudeuh. Sementara ayahnya juga sudah meninggal. Deudeuh kecil lalu diasuh oleh bibinya di Purwokerto.

“Sampai SMP diasuh bibinya,” kata kakak Ipar Deudeuh, Nurhasanah ditemui di rumahnya di Pancoran Mas, Depok, Rabu (15/4/2015). Nur didampingi oleh kakak kandung Deudeuh, Iqbal. Deudeuh sempat pindah ke Bandung karena bibinya pindah tugas kerja. Saat dia mau masuk ke SMA, Deudeuh pindah ke rumah kakaknya di Depok.

“Di sini mau masuk SMA. Sudah mau sekolah tapi nggak jadi,” ujar Nurhasanah. Namun Nur tidak bisa menjelaskan alasan lebih rinci Deudeuh tak melanjutkan sekolah. Deudeuh malah akhrinya menikah dengan pacarnya yang masih satu kampung itu. “Nikah sampai anaknya lahir, terus udah mulai nggak akur. Mungkin sudah nggak cocok,” katanya

Akhirnya keduanya pisah 4 tahun yang lalu. Mantan suami Deudeuh sudah menikah lagi dan tinggal di Bogor, dia juga pernah diminta polisi untuk menjadi saksi kasus ini. “Anaknya dirawat sama neneknya,” ucap Nur. Anak Deudeuh kini sudah berusia 10 tahun. Nur mengatakan Deudeuh juga jarang menjenguk anaknya, Deudeuh kerja untuk membiayai hidupnya. Sementara untuk biaya anaknya menjadi tanggung jawab mantan suaminya.

Baca Juga : Profile M Prio Santoso Tersangka Pembunuh Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby

“Dia kerja buat sendiri, Epi (panggilan Deudeuh) nggak pernah nyusahin dan minta ke keluarga,” ujarnya. Menurutnya, Deudeuh saat remaja dikenal tomboi, bahkan dia pernah memangkas habis rambutnya hingga botak. Dia juga dikenal tertutup di lingkungan keluarganya, hingga saat meninggal keluarga tak tahu apa pekerjaan Deudeuh sebenarnya.

“Saya tanya pekerjaannya apa, dia bilang pelayanan restoran di Kuningan,” kata Iqbal kakak Deudeuh saat ditemui di tempat yang sama. Keluarga meminta agar pekerjaan Deudeuh tidak terlalu diekspos, mengingat adiknya itu sudah pergi menghadap Tuhan. Dia juga berharap agar pelaku pembunuh Deudeuh diberikan hukum yang setimpal.

“Itu masa lalu, orang kan punya masa lalu yah. Yang penting pelakunya sudah ditangkap dan semoga dibalas hukuman setimpal,” tutup Nurhasanah. Deudeuh dibunuh secara keji oleh Rio Santoso yang merupakan ‘pelanggan’ Deudeuh saat keduanya sedang berkencan. Dari pengakuan sementara, Rio mengaku tersinggung karena diejek bau badan saat berhubungan intim.

Ahli psikologi forensik dari Universitas Indonesia menduga kasus pembunuhan yang menimpa Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, terjadi karena kecelakaan. Menurut dia, ada kemungkinan korban meninggal karena adanya perilaku seksual sadistis dari pelaku sehingga berujung pada kematian. “Polisi bisa menyelidiki apakah ada bukti persenggamaan pada tubuh korban beberapa saat sebelum ia dihabisi,” katanya melalui pesan elektronik, Senin, 13 April 2015.

Reza menjelaskan, jika pembunuhan tersebut dilatarbelakangi balas dendam atau kebencian, lazimnya pada tubuh korban akan ditemukan bekas luka atau pencederaan oleh pelaku. Selain itu, jika memang sejak awal berniat untuk membunuh, pelaku biasanya telah memiliki rencana untuk menyembunyikan tubuh korban. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 11 April 2015. Jasad ditemukan dalam keadaan mulut tersumpal kaus kaki dan terjerat kabel.

Reza berpendapat, melihat interaksi korban di media sosial Twitter, tersirat adanya kebencian terhadap korban. Namun, dia mengimbuhkan, sangat berisiko untuk membunuh korban di kamar kos tempat ia tinggal. Pelaku pembunuhan, Reza mengimbuhkan, bisa siapa saja. “Walau bagaimanapun, polisi tetap perlu menginvestigasi kasus tersebut,” ucapnya. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu. Dia ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki.

Netizen menyebut Deudeuh pemilik akun @tataa_chubby di situs mikroblogging Twitter. Para pengguna akun media sosial itu juga menyatakan Deudeuh merupakan wanita penghibur yang memasarkan dirinya melalui Twitter. Di profil akun @tataa_chubby, tertulis berbagai informasi mengenai cara memesan dan harga per jam untuk “bermain” dengan pemilik akun. “Include room, Rp 350 ribu per jam,” tertulis di profil akun itu. Banyak akun yang terhubung dengan akun @tataa_chubby itu. Di bagian foto di twitter itu, terlihat berbagai ucapan rasa puas setelah berkencan dengan @tataa_chubby.

Tataa memberitahu sebuah foto yang berisikan ucapan puas dari pelanggannya. Foto itu merupakan hasil pesan pendek dia dengan kliennya. Di foto itu yang tertulis pada 7 April lalu berisi, “Itu…, enak banget. Terima kasih ya, Taa.” Tataa pun membalas dengan “Ahahahaha, bikin enek ya, sudah mau pulang lagi. Xiixixixi. Makasih juga, ya.” kata dia di dalam foto itu. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu.

Deudeuh ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Tewasnya Deudeuh banyak direspons pengguna situs mikroblogging, Twitter. Netizen menyebut perempuan itu adalah pemilik akun @tataa_chubby. Banyak doa dilontarkan pengguna Twitter atas meninggalnya Deudeuh. Seperti @ahmadalfarrel. “Terbanglah kupu-kupu malamku, kepakan bebas sayapmu RIP @tataa_chubby,” cuit dia, Senin 13 April 2015.

Lainya, @misstattoo88, dengan nama your bitchy. “#prayfor @tataa_chubby, heaven has new angel,” cuit dia 11 April 2015. Kepala Kepolisian Sektor Metro Tebet, Komisaris I Ketut Sudarma, mengatakan Deudeuh diduga tewas dengan cara tidak wajar.

Namun, polisi belum dapat memastikan bagaimana modus, motif, dan siapa pelaku pembunuhan Deudeuh. “Masih penyelidikan dan belum sampai pada kesimpulan,” kata dia Minggu, 12 April 2015.Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun ditemukan tewas pada Sabtu 11 April lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisinya mengenaskan dengan leher terlilit kabel dan mulut tersumpal kaos kaki di kamar kostnya.

Penjaga kost tempat Deudeuh tinggal, Juliana mengatakan dia terakhir kali melihat perempuan itu pada Jumat 10 April 2015 lalu. “Pagi dan sore saya masih melihat dia,” kata dia, Minggu 12 April 2015. Namun, sosok perempuan itu sudah tak nampak lagi selepas sore. Juliana mengaku sempat mendengar suara gaduh dari kamar Deudeh pada Jumat malam. “Sempat diketuk tapi tak ada jawaban,” ujarnya. Deudeuh baru nampak lagi pada Sabtu malam namun telah dalam kondisi tak bernyawa.

Menurut Juliana, Deudeuh alias Tata sudah sekitar 3 tahun tinggal di kosan tersebut. Perempuan yang beralamat di Depok itu diketahui memang kerap membawa temannya ke kostan. Namun, Juliana tak tahu siapa teman yang terakhir bertemu Deudeuh. “Saya tak melihat,” ujarnya. Suasana kosan Deudeuh tampak sepi. Para penghuni kosan tak ingin menampakkan diri. Garis polisi nampak terpasang di depan kamar Deudeuh yang terletak di lantai 2. Sehari-hari, menurut dia, Deudeuh biasa saja. “Dia lebih sering di kosan,” kata dia.

Justru teman-temannya yang sering datang ke kosan yang tepat berada di pinggir jalan ini. “Teman-teman lelakinya banyak. Sering datang ke sini siang sama sore.” Deuhdeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di sebuah rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Wanita itu diduga meninggal karena dibunuh.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Tebet, Komisaris I Ketut Sudarma, mengatakan jenazah Deuhdeuh ditemukan pada Sabtu malam, pukul 19.00 WIB. Dia ditemukan dalam keadaan telanjang dan tertutup selimut. Leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Deudeuh punya banyak nama, seperti diketahui nama lengkapnya Deudeuh Alfisahrin. Di akun twitternya Alfi Albhayumi, nama panggilannya yang kini bersliweran di berbagai media massa adalah Empi alias Tata.

Kematian janda beranak satu ini menyulut perhatian. Sabtu malam sebelum Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun ditemukan tewas, penjaga dan beberapa penghuni kos sempat mendengar suara gaduh dari kamar Deudeuh pada Jumat 10 April 2015 lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang memberontak untuk melarikan diri.

“Bunyinya gladak gluduk gitu,” kata Juliana, penjaga kost di tempat Deudeuh tinggal, Ahad 12 April 2015. Dia dan beberapa penghuni kost yang merasa heran sempat mencoba mengetuk pintu kamar korban yang berada di lantai 2. “Tapi enggak ada yang menjawab.” Akhirnya, Juliana berhenti mengetuk karena mengira Deuhdeuh mungkin sedang ke luar. “Teman yang di kamar ujung sempat ada yang BBM juga, tapi enggak dijawab,” kata dia.

Namun, kata Juliana, teman kamar di sebelah korban tak mendengar suara ribut. “Di sebelahnya malah enggak dengar suara ribut-ribut,” ujarnya. Sampai keesokan harinya, Deudeuh tak juga muncul dari kamar setelah terakhir terlihat oleh Juliana pada Jumat sore. Padahal biasanya, menurut perempuan 25 tahun itu, Deuhdeuh sering keluar untuk minta dibelikan makanan. “Hari Sabtu itu dia enggak kelihatan sama sekali. Pada nyariin,” kata dia. Apalagi mengingat Deuhdeuh yang lebih sering berada di kosan.

Pada Sabtu malam, Juliana dan sejumlah penghuni kos nekat membuka kamar nomor 28 itu menggunakan kunci duplikat. Mereka kaget melihat sosok Deudeuh terbaring di lantai kamar dekat tempat tidur, tertutupi oleh selimut dengan kaos kaki di mulut dan kabel di lehernya. “Saya langsung turun manggil ibu kos,” kata Juliana.

Penemuan mayat ini dilaporkan ke petugas Kepolisian Sektor Metro Tebet. Petugas, kata Juliana, langsung memeriksa kamar kos sambil menanyai sejumlah rekan korban. “Katanya ada barang punya dia yang hilang,” ujarnya.Farida Nurhidayat, pemilik rumah kos Deudeuh alias Tata Chubby, mengaku sudah lama mengenal perempuan itu. Farida pun mengetahui pekerjaan perempuan bernama Deudeuh Alfisahrin adalah wanita panggilan.

“Tapi, yang saya tahu, dia menerima tamu di luar,” kata Farida Senin, 13 April 2015. Jika pun menerima tamu di kamar kosnya, Farida menduga baru belakangan ini saja. Farida pun tak memprotes atau melarang Deudeuh untuk tinggal di rumah kosnya. “Kos ini memang bebas. Apalagi dia kalau terima tamu juga di luar,” ujar Farida. Farida merasa sudah kenal lama dengan Deudeuh sehingga tak mau mempermasalahkannya.

Deudeuh dikenalnya sebagai perempuan baik. Farida sudah mengenal Deudeuh sejak 2011. “Saya lupa tepatnya kapan. Tapi saya kenal dia ketika Deudeuh pertama kali mau masuk kos sini,” tutur Farida. Farida mengatakan Deudeuh sempat beberapa kali pindah kos setelah menyewa sebuah kamar di kos miliknya. “Dia pernah pindah ke Kuningan dan Kalibata,” kata Farida. Namun, dua kali berpindah-pindah, Deudeuh kembali ke rumah kos milik Farida. “Sudah sekitar satu tahun.”

Selain Deudeuh, menurut Farida, masih ada penghuni kosnya yang berprofesi sama. Namun, yang diketahuinya, mereka tak membawa tamu ke kos. “Cuma dua orang yang kerja seperti itu,” ujar Farida. Farida pun menjadi salah satu orang yang melihat jasad Deudeuh setelah penjaga kos, Juliana, memberi tahunya soal kondisi Deudeuh yang tampak mengenaskan dengan leher terjerat dan mulut tersumpal. “Saya kasih tahu suami. Suami ngasih tahu kamtibmas setempat lalu melapor ke polisi,” kata Farida.

Farida mengaku telah beberapa kali didatangi polisi yang menanyakan mengenai kondisi Deudeuh sebelum ditemukan tewas. “Semalam polisi juga datang lagi,” ujar Farida. Kamar Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, 30 tahun, kini tertutup rapat. Di depan pintu kamar terpasang garis polisi melintang, menandakan tak boleh ada orang yang memasuki kamar itu. Di kamar itulah mayat Deudeuh ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Penjaga kos, Juliana, menuturkan Deudeuh sudah tak kelihatan sejak Jumat sore, 10 April 2015, sampai akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu malam, 11 April 2015. “Biasanya dia keluar untuk beli makan,” kata Juliana, Senin, 13 April 2015. Penjaga kos dan sejumlah penghuni kos pun menaruh curiga. Sebab, pada Jumat malam sempat terdengar suara gaduh dari kamar itu. “Bunyinya gladak-gluduk gitu,” kata Juliana. Bahkan penghuni kamar kos yang berada di ujung lorong lantai 1 bisa mendengar suara berisik itu.

Kamar kos Deudeuh ada di lantai 2. Tepatnya di bagian lain ujung lorong. Di sebelah kirinya tak ada kamar, melainkan sebuah jalan menuju tangga. Di sebelah kanan kamarnya, berjajar tiga pintu kamar lain. Di depannya pun ada beberapa kamar.

Untuk menuju kamarnya, setelah masuk dari pintu depan yang dilapisi teralis, pengunjung perlu melewati sebuah lorong yang tak terlalu lebar. Di kiri-kanannya ada kamar lain. Di bagian kiri setelah sekitar 10 meter dari pintu masuk, ada tangga yang akan mengantar ke lantai 2. Tangganya pun tak terlalu lebar. Dua orang bisa berjalan bersebelahan di sana sambil berimpitan. Naik ke lantai 2, kamar Deudeuh ada di sisi lainnya, menaiki lagi beberapa anak tangga. Kamar Deudeuh tepat di sebelah kanan anak tangga itu.

Suasana rumah kos itu terasa sepi. Apalagi pada setiap kamar tak tersedia jendela yang memungkinkan seseorang mengintip ke bagian dalam kamar kos. Mungkin karena alasan itu jasadnya baru ditemukan satu malam dari Deudeuh terakhir kali terlihat. Dari penuturan Juliana, sehari-hari Deudeuh memang jarang ke luar rumah kos. “Dia sering ada di kos,” ujarnya. Namun dia memang sering menerima tamu di kos. “Teman laki-lakinya banyak.”

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti dari kamar korban. “Barang-barang seperti kaus kaki, kabel, buku, dan lain-lain sedang kami kumpulkan,” katanya.Dia pun sedang meneliti buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh. “Kami juga sudah mengumpulkan sidik jari yang ada di kamar,” ujarnya. Polisi pun mengaku menemukan bekas sperma di kamar, tapi masih dalam penelitian. “Itu harus kami buktikan dulu berdasarkan visum.”

Polisi menduga Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, 30 tahun, sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan. Deudeuh sudah tak kelihatan sejak Jumat sore, 10 April, sampai akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu malam, 11 April 2015. “Sepertinya sudah 12 jam meninggal,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, Senin, 13 April 2015. Namun, untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil otopsi dari mayat perempuan itu.

Mayat perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Lehernya terlilit kabel dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Mayat itu dalam kondisi tanpa busana dan tertutupi selimut. Audie mengatakan polisi menemukan sejumlah barang bukti di kamar kos Deudeuh. Di antaranya, buku catatan dan alat kontrasepsi. “Barang-barang itu masih dalam penyelidikan kami,” ujarnya.

Dari barang-barang tersebut, ada beberapa orang yang kemungkinan melakukan komunikasi terakhir dengan korban atau menjadi pelaku pembunuhan. Terutama dalam buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh. “Namun kami belum mengerucut ke orang tertentu,” tutur Audie. Pada alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP juga terdapat sperma. Polisi masih menyelidiki apakah temuan tersebut terkait dengan kasus kematian Deudeuh. “Itu harus kami buktikan dulu berdasarkan visum,” Audie berujar.

Deudeuh memang dikenal sering kedatangan tamu di kamar kosnya di kawasan Tebet. Pemilik kos pun mengetahui pekerjaan Deudeuh sebagai wanita panggilan. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu. Dia ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki.

Netizen menyebut Deudeuh pemilik akun @tataa_chubby di situs mikroblogging Twitter. Para pengguna akun media sosial itu juga menyatakan Deudeuh merupakan wanita penghibur yang memasarkan dirinya melalui Twitter. Di profil akun @tataa_chubby, tertulis berbagai informasi mengenai cara memesan dan harga per jam untuk “bermain” dengan pemilik akun. “Include room, Rp 350 ribu per jam,” tertulis di profil akun itu. Banyak akun yang terhubung dengan akun @tataa_chubby itu. Di bagian foto di twitter itu, terlihat berbagai ucapan rasa puas setelah berkencan dengan @tataa_chubby.

Tataa memberitahu sebuah foto yang berisikan ucapan puas dari pelanggannya. Foto itu merupakan hasil pesan pendek dia dengan kliennya. Di foto itu yang tertulis pada 7 April lalu berisi, “Itu…, enak banget. Terima kasih ya, Taa.” Tataa pun membalas dengan “Ahahahaha, bikin enek ya, sudah mau pulang lagi. Xiixixixi. Makasih juga, ya.” kata dia di dalam foto itu.