Categories
Kebodohan Mega Tokoh Indonesia

Sitti Hikmawatty Yang Menyatakan Wanita Berenang Bersama Pria Dikolam Renang Bisa Hamil Ternyata Tamatan UI Universitas Indonesia


Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty meminta maaf atas ucapannya tentang ‘wanita berenang bersama pria bisa hamil’ yang menuai kontroversi. Jubir Presiden Jokowi bidang sosial, Angkie Yudistia, mendorong agar para pejabat berhati-hati dalam menyampaikan pendapat.

“Kita tentu mendorong agar seluruh pimpinan lembaga negara untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, meskipun mengatasnamakan pribadi,” kata Angkie dalam keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).

Angkie mengatakan pernyataan yang dilontarkan pejabat sebaiknya harus berdasarkan data. Angkie mengingatkan dampak negatif jika pernyataan yang keliru sudah telanjur dilontarkan. Tentu akan lebih bijak ketika setiap opini yang disampaikan disesuaikan dengan data serta naskah akademik yang baik,” ujar Angkie.

“Karena apa pun yang disampaikan otomatis akan menjadi perhatian publik. Kita harus bisa mengukur dampak baik serta akibat buruk dari setiap pernyataan yang dilontarkan ke masyarakat,” imbuhnya. Sebelumnya, Sitti sudah meminta maaf atas kekeliruannya tersebut. “Iya. Bu Hikmah sampaikan (maaf) di grup komisioner,” kata Ketua KPAI Susanto saat dimintai konfirmasi, Minggu (23/2).

Berikut ini pernyataan Sitti terkait pernyataannya mengenai kehamilan di kolam renang:

1. Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat
2. Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut
3. Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya.

Demikian, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terima kasih.

Komentar tersebut berasal dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty, membuat heboh akibat statemen berenang sekolam bisa hamil.

Ejekan dan ledekan terhadap KPAI pun muncul akibat statemen Sitti. Lalu bagaimana profil Siti Hikmawati? Apa pendidikan Sitti Himawatty? Alumni mana Sitti Hikmawatty? Ini selengkapnya.

Nama lengkap Siti Hikmawati adalah DR. Sitti Hikmawatty, S.St, M.Pd.

Dikutip dari laman kpai.go.id, Sitti Hikmawatty Lahir di Kota tentara Cimahi, Oktober 1970. Hikma adalah anggota KPAI Periode 2017-2022 yang terpilih mewakili unsur Dunia Usaha, saat ini dipercaya menjadi Komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza).

Alumni Akademi Gizi Bandung Depkes RI, kemudian melanjutkan kekhususan bidang Gizi klinik yang diselesaikan di Universitas Indonesia, melanjutkan pendidikan Magisternya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sejak di bangku sekolah menengah, ikut aktif di banyak organisasi baik organisasi intra sekolah maupun ekstra sekolah. Memasuki dunia mahasiswa juga tetap aktif dalam berbagai organisasi dan senat Mahasiswa, termasuk juga organisasi profesi ditekuninya dengan serius.

Penerima beasiswa dari University of Philippines Diliman, Quezon City, Philippnes ini sangat menyukai dunia seni karena ia percaya bahwa seni berperan besar pada masalah resiliensi (kelenturan) otak manusia.

Sejak lulus kuliah, berkhidmat di RS Al Islam Bandung untuk kemudian hijrah mendampingi suami ke Jakarta, dan bertugas di RS Medika Permata Hijau Jakarta, serta praktek di sebuah klinik Gastro enterolog, Jakarta. Dalam kesempatan mempersiapkan kontingen Indonesia di Sea Games XIII di Chiang Mai, Thailand, Hikma direkrut bergabung menangani gizi atlit di beberapa cabang olah raga oleh KONI Pusat.

Sempat mengajar di UHAMKA, kemudian memilih untuk lebih konsentrasi dulu di domestik mengasuh sendiri putra-putrinya, Hikma memilih menjadi penulis lepas hingga terakhir menjadi editor di MIMS Asia untuk bidang kesehatan anak. Dengan bekal pendidikan yang berkonsentrasi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Hikma juga didaulat menjadi senior konsultan “Duniaku Pintar: di Semarang, Jawa Tengah, dan banyak melakukan kegiatan terkait anak, di dalam maupun di luar negeri, baik untuk suatu event maupun seminar/workshop dimana Hikma juga berkontribusi sebagai pembicara / narasumber.

Diluar bidang profesi yang digelutinya, Hikma terakhir dipercaya menjadi Tenaga Ahli di MPR RI. Sebagai Pembina Yayasan Neurosenso, yayasan yang bergerak dalam penanganan anak berkebutuhan khusus, Hikma tetap membawa misinya untuk mengangkat isu permasalahan anak di parlemen, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang saat ini mengalami kenaikan angka kejadian yang sangat signifikan.

Menyinggung bidang Kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya, maka sesuai pasal 8 Undang-undang No. 35/2014 : “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial”, diperkuat dengan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang No.36 Tahun 2009, tentang kesehatan “Setiap bayi dan anak berhak terlindungi dan terhindar dari segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan yang dapat mengganggu kesehatannya”.

Maka dalam era saat ini yang disebut sebagai era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Hikma melihat bahwa dalam hal implementasinya terdapat berbagai persoalan faktual yang ditemukan dan harus dicarikan solusinya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, antara lain: melakukan review terhadap kebijakan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dinilai masih memiliki celah/blind spot terhadap sisi perlindungan anak, terutama melihat persoalan yang muncul dimasyarakat terkait pelayanan kesehatan yang belum memberikan perlindungan kepada anak baik dari sisi redistribusi dan penyediaan sarana/prasarana medis untuk anak yang belum merata akibat mahalnya pembiayaan kesehatan dan akses kepesertaan yang telah merugikan hak sipil dari anak untuk mendapatkan layanan kesehatan dalam jaminan sosial,.

Selain hal tersebut di atas, semangat untuk melakukan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih kearah promotif dan prefentif juga menjadi pilihan utama dibandingkan pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitative, terutama dalam mempersiapkan ledakan penduduk yang diharapkan bisa menjadi bonus demografi dan bukan sebaliknya.

Ibunda dari Muhammad Faatih Syauqi H, Rifqi Alhakim HP, Aqila Hanan HP, dan Ahmad Rizqi Syahputra H, adalah istri (alm) dr. H. Gunawan Bambang D.(cc)

 

 

Categories
Aneh Dan Lucu Kebodohan Mega Lain Lain Transportasi

Logika Terbalik Motor Pembuat Kemacetan


Masalah kemacetan terjadi karena pertambuhan luas jalan tidak sama dengan pertumbuhan kendaraan. Secara kasat mata lebih mudah melihat banyaknya motor daripada mobil tetapi luas jalan yang dipakai mobil bisa sampai 10 kali luas yang dipakai oleh motor.

Belum lagi “subsidi” parkir dimana luas sewa lahan untuk parkir mobil hanya dua kali motor dengan logika aneh bahwa yang parkir hanya roda. Jadi yang memiliki roda empat harus membayar dua kali yang punya hanya dua roda. Padalah lahan yang dipakai oleh roda empat bisa menampung 6-10 yang beroda dua.

Kebijakan yang mengedepankan jumlah roda dan bukan luas lahan inilah yang menyebabkan kesemrawutan kendaraan dijalan raya karena logika penerapannya memang semrawut.

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Nurhayati Monoarfa, melontarkan wacana pembatasan sepeda motor di jalan nasional. Nurhayati ingin ruang gerak sepeda motor dibatasi untuk mengatasi kesemrawutan kendaraan di jalan raya. Ia mengatakan bahwa jalan nasional di seluruh dunia tak diperkenankan untuk motor, khususnya yang di bawah 250 cc.

“Itu mungkin yang harus kita atur kendaraan roda dua ini. Di area mana sajakah yang boleh roda dua untuk melintas. Yang pasti, jika berkaca dari jalan nasional di seluruh dunia, tidak ada roda dua melintas. Di manapun, di seluruh dunia kecuali di atas 250 cc. Di jalan kabupaten, kota, provinsi juga tidak ada. Tetapi, adanya di jalan-jalan

perumahan atau di jalur-jalur yang memang tidak dilintasi kendaraan umum. Itu yang mungkin akan kita atur dalam Undang-undang,” terang Nurhayati yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Minggu (23/2/2020).

Wacana itu pun mendapat tanggapan dari seorang bikers bernama Dedi Saeful Anwar. Menurut Dedi, ungkapan tersebut kurang tepat. “Alangkah baiknya pemangku regulasi harus lebih paham dan teliti lagi dalam mengutarakan sesuatu, terlebih (ini akan) digodok menjadi sebuah regulasi yang tertuang dalam undang-undang,” kata Dedi.

Lanjut Dedi menambahkan, melarang sepeda motor di bawah 250 cc untuk melintas di jalan nasional adalah suatu hal keliru. Sebab faktanya, banyak motor berkapasitas mesin di bawah 250 cc yang sudah melanglang buana melintasi jalan nasional di berbagai belahan dunia.

“Bila dilihat di lapangan, nyatanya ungkapan tersebut salah besar. Petualangan menggunakan motor memang sudah lama terjadi, terlebih semakin marak para overlander motorcycle dunia untuk menjelajah belahan dunia menggunakan motor berbagai tipe dan cc,” kata pria yang juga pendiri Historian Ride tersebut.

“Saya contoh kan tidak jauh-jauh. Seperti Gerard Elferink (warga Belanda) yang memutuskan pulang dari Bali ke Belanda menunggangi motor bebek 125cc saja. Belum lama ini juga Pak Lilik ke Arab Saudi menggunakan matic 155cc. Jelas ini membuktikan bahwa cc dibawah 250cc juga masih bisa melewati berbagai jalan nasional di dunia,” sambungnya.

Dedi setuju terhadap pelarangan motor melintas jalan nasional jika saja Indonesia sudah memiliki banyak jalan bebas hambatan.

“Bila kelak Indonesia sudah mempunyai banyak jalur High Way seperti di Negara lain, saya sependapat bila ada batas minimal cc contoh 150cc ke bawah tidak boleh masuk, karena faktor keselamtan,” kata Dedi.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memberi tanggapan terhadap wacana larangan motor melintas di jalan nasional. Menurut Djoko, wacana tersebut kurang tepat. Yang lebih tepat adalah membatasi kapasitas mesin motor.
“Kalau anggota DPR berkehendak, (wacana itu-red) bisa saja dimasukkan dalam revisi UU LLAJ. Tapi menurut saya yang lebih tepat adalah membatasi kapasitas silinder (mesin-red) sepeda motor,” kata Djoko.

Lanjut Djoko, kapasitas mesin sepeda motor yang diproduksi di Indonesia seharusnya tidak lebih dari 100 cc atau sekecil-kecilnya 80 cc.

Dengan begitu, pengendara motor yang melakukan perjalanan jarak jauh melintasi jalan nasional akan berkurang.”Otomatis nantinya akan berkurang naik motor jarak jauh,” terang Djoko.

Djoko menambahkan, wewenang penetapan spesifikasi teknis kendaraan harus dialihkan dari Kementerian Perindustrian ke Kementerian Perhubungan dengan cara revisi UU LLAJ.

“Ini juga terkait dengan masih tingginya angka kecelakaan. Karena selama ini sudah terbukti Kemenperin ciptakan sepeda motor yang banyak mematikan (pengendaranya-red) di jalan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nurhayati Monoarfa, melontarkan wacana pembatasan motor di jalan raya.

“Itu mungkin yang harus kita atur kendaraan roda dua ini. Di area mana saja kah yang boleh roda dua untuk melintas. Yang pasti, jika berkaca dari jalan nasional di seluruh dunia, tidak ada roda dua melintas. Di manapun, di seluruh dunia kecuali di atas 250 cc,” papar Nurhayati seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Minggu (23/2/2020).

Nurhayati mengungkapkan usulan itu saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) , di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020). RDPU itu digelar bersama pakar guna membahas masukan Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dan RUU Revisi UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Categories
Pencinta Lingkungan

Daftar Perumahan Batan Indah Serpong Yang Terpapar Radioaktif


Warga Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, dilarang mendekat ke sebuah area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J di lingkungan perumahan itu. Beberapa serpihan radioaktif telah ditemukan di area itu dan upaya dekontaminasi belum berhasil menurunkan tingkat paparan radiasi hingga ke bawah batas normal.

“Untuk alasan keselamatan warga diimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli,” ujar Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan, melalui keterangan tertulis pada Jumat, 14 Februari 2020.

Menurut Indra, laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah Blok H, I, J, dan lapangan voli Blok J terukur pada batas normal. Sebelumnya tim Bapeten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional menyimpulkan telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut.

Kontaminasi diketahui setelah uji fungsi pemantauan radioaktivitas lingkungan pada 30-31 Januari lalu. Garis pembatas langsung dibentangkan dan sampel tanahnya diuji begitu diketahui area tersebut memiliki kenaikan nilai paparan radiasi hingga di atas normal.

Pada 7-8 Februari lalu, tim gabungan mencari sumber yang diduga penyebab kenaikan laju paparan tersebut. Hasilnya, tim menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif lalu mengevakuasinya. Tapi, setelah pemetaan ulang, ditemukan tingkat paparan masih di atas nilai normal. Itu sebabnya ada kesimpulan kontaminasi menyebar.

Tim Bapeten dan Batan lantas mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi. Sampel ini diteliti untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau pencemaran.

Tim Batan juga melakukan dekontaminasi dengan pengerukan tanah dan pemotongan pohon dan tanaman. Laju paparan radioaktif tercatat mengalami penurunan yang signifikan. Kendati begitu, angkanya masih di atas nilai normal sehingga perlu dekontaminasi kembali. Indra mengatakan Batan juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa warga di sekitar lokasi. Tapi hasil ini belum diterangkan lebih detil.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan mengungkapkan tim gabungan Bapeten dan Batan telah melakukan upaya pencarian sumber yang jadi penyebab kenaikan nilai paparan radiasi di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif.

“Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal,” tulis Indra Gunawan dalam pernyataan yang diterima.

“Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut, dan perlu dilakukan kegiatan dekontaminasi dengan cara pengambilan/pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi.”

“Untuk alasan keselamatan, warga dihimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli.” Lihat juga: Radiasi Terdeteksi di Dekat Kampung Atlet Olimpiade 2020. Kenaikan nilai radiasi radioaktif ini ditemukan di lingkungan tanah kosong di samping lapangan voli blok J. Sedangkan laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J terukur pada batas normal.

Pengukuran nilai radiasi radioaktif ini dilakukan pada tanggal 30-31 Januari 2020 oleh Bapeten dengan menggunakan unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS-MONA) di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut di atas, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.Tim Batan dan Bapeten telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau terjadi pencemaran.

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan mengalami penurunan yang signifikan, namun masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal. “Tim BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.”

Zat Cs 137 diduga adalah unsur radioaktif yang mencemari kawasan permukiman di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Ternyata, Cs 137 adalah unsur yang sama dengan yang menyebar ke dunia akibat bencana nuklir Chernobyl.

Ledakan akibat kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl terjadi pada 26 April 1986 di kawasan Ukraina, saat itu masih menjadi kawasan Uni Soviet. Peristiwa itu menjadi bencana terparah sepanjang masa, mengubah daerah yang tadinya padat penduduk menjadi kota hantu, dan membuat zona terlarang seluas 2.600 kilometer persegi.

Cs 137 adalah salah satu unsur radioaktif. Cs adalah lambang dari sesium, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai cesium. Belum diketahui bagaimana Cs 137 bisa lepas ke kawasan permukiman penduduk itu. Dilansir dari situs National Cancer Institute, Departemen Kesehatan dan Pelayanan Manusia Amerika Serikat (AS), Cs 137 muncul akibat produksi spontan lewat fisi nuklir. Apa pula itu fisi nuklir? Fisi adalah pembelahan inti atom menjadi inti-inti atom baru yang lebih ringan sambil melepaskan energi.

Dilansir situs Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), peluruhan inti atom Cs 137 itu sendiri punya waktu yang relatif panjang ketimbang unsur radioaktif lainnya. Waktu ini disebut sebagai ‘waktu paro/waktu paruh (half-life)’. Cs 137 punya waktu paro 30 tahun.

Zubaidah Alatas, Mukh Syaifudin, dan Siti Nurhayati dari BATA menjelaskan lewat penelitiannya, Cs 137 adalah salah satu radionuklida yang dihasilkan oleh percobaan senjata nuklir di atmosfer, bisa mengontaminasi manusia dan lingkungan, masuk ke tubuh baik lewat makanan maupun pernapasan. Cs 137 adalah hasil fisi bahan bakar uranium atau plutonium di reaktor nuklir, sehingga kemampuan dalam menangani seseorang yang terkontaminasi radionuklida tersebut sangat diperlukan pada kecelakaan instalasi nuklir.

Wilayah Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) ditemukan paparan radioaktif. Kondi si di titik paparan radioaktif masih dibatasi menggunakan garis perimeter.

Di Blok I, Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (15/2/2020), ada garis perimeter berwarna kuning bertuliskan ‘Daerah Radiasi Dilarang Melintas’ dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Garis perimeter tersebut diikatkan ke sejumlah pohon yang melingkari sebidang tanah.

Ada sebuah gundukan tanah yang ditutupi oleh terpal warna biru di tengah rimbun pohon. Gundukan tanah tersebut tepat berada di tengah sebidang tanah yang digarisi perimeter. Sepuluh meter dari gundukan tanah tersebut, ada sebuah alat berat yang ditutupi plastik terpal juga. Alat berat tersebut juga termasuk yang diberi garis perimeter.

Keberadaan sebidang tanah diberi garis perimeter yang terpapar radioaktif tak jauh dari rumah warga. Hanya berjarak sekitar lima meter dari sebidang tanah yang terpapar radioaktif dengan rumah warga. Di sekitar sebidang tanah tersebut, sejumlah warga berjualan makanan dan minuman. Ada pula sebuah lapangan voli dan kantor rukun warga (RW).

Sebelumnya, lima orang warga diperiksa untuk dijadikan sampel setelah ditemukan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (Tangsel).  “Warga yang akan diperiksa akan didata dulu, supaya nanti bergantian karena terbatasnya fasilitas Batan. Kita akan ambil sample 5 orang warga dulu,” kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Indra Gunawan.

Lima orang warga di periksa untuk dijadikan sampel setelah ditemukan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (Tangsel). Pemeriksaan itu akan dilakukan bergantian oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

“Warga yang akan diperiksa akan didata dulu, supaya nanti bergantian karena terbatasnya fasilitas Batan. Kita akan ambil sample 5 orang warga dulu,” kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Indra Gunawan kepada detikcom, Jumat (14/2/2020) malam.

Indra mengatakan, paparan radio aktif yang berlebihan bisa membuat seseorang mengalami kemandulan dan kanker. Namun dampak kesehatan itu tak langsung dapat terlihat dan dirasakan dalam kurun waktu singkat.

“Cuma kan efeknya sifatnya tidak spontan, itu yang malah jadi bahaya karena aware kita terhadap radiasi, beda dengan terbakar, udah gitu dia tidak berbau, tidak berasa, membuat kita tidak bisa deteksi ada paparan radiasi berlebihan di sekitar kita kecuali menggunakan alat,” ucap Indra.

Sebelumya, Bapeten melakukan uji fungsi pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (Mobil RDMS-MONA) dengan memantau radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek. Pada Januari 2020, Bapeten melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Categories
Aneh Dan Lucu Kriminalitas

Tohap Silaban, Pemobil yang Ajak Polisi Duel Jadi Tersangka


Tohap Silaban, pengendara mobil yang mengajak duel polisi di Jalan Tol Angke, Jakarta Barat, ditangkap. Tohap kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah (tersangka-red),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Tengku Arsya Khadafi saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020).

Kompol Arsya mengatakan, kasus ini akan dirilis di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, siang nanti pukul 14.00 WIB. Tohap Silaban ditangkap di kediamannya di Bekasi Barat, Sabtu (8/2/2020) dini hari. Tohap langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat.

Setiba di Polres Jakarta Barat, tangan pelaku tampak diborgol. Tidak ada perlawanan dari Tohap. Kompol Arsya meminta pelaku kooperatif menjalani pemeriksaan polisi. “Saat ini Anda ditangkap sesuai keterangan terkait dengan tindak pidana 335 dan 212. Bisa mengerti? Nanti terkait hak Anda sebagai tersangka akan kita berikan, sekarang kooperatif, ikuti prosedur,” kata Arysa kepada pelaku saat tiba di Polres Jakarta Barat, yang terekam dalam sebuah video.

Tohap Silaban sebelumnya ditangkap karena mengajak duel polisi. Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Tol Angke ke arah timur pada pukul 09.30 WIB, Jumat (7/2). Saat itu, Bripka Rusdi dan Brigadir Eko Budiarto tengah berpatroli dan melihat banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan tol.

Diduga kuat, kendaraan-kendaraan tersebut berhenti di bahu tol untuk menunggu waktu ganjil-genap selesai. Untuk diketahui, ganjil-genap pada pagi hari berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB. Anggota PJR tersebut kemudian membunyikan sirene untuk menghalau kendaraan-kendaraan tersebut. Namun, hanya mobil Toyota Agya bernopol B-2340-SIH yang tidak mau jalan.

Anggota PJR kemudian menanyakan surat-surat kendaraan kepada pengemudi tersebut yang diketahui merupakan Tohap Silaban sambil menjelaskan bahwa dilarang berhenti di bahu tol, kecuali dalam keadaan darurat. Pada saat itu anggota PJR juga hendak menilang pengemudi tersebut. Namun Tohap tidak terima. Dia mendorong, mencekik, hingga mengajak duel anggota PJR tersebut. Kejadian ini direkam oleh Brigadir Eko sebagai laporan kepada pimpinannya. Dalam video yang beredar, Tohap tampak sangat emosional saat itu.

“Ya udah tilang… tilang… tilang…,” teriak Tohap sambil mendorong Rusdy.

“Pukul… pukul…,” jawab Rusdy.

“Hah… copot baju lu. Ayo tilang, jangan banyak omong lu. Lu tilangin gua cari lu ntar,” tantang Tohap lagi. Tohap Silaban kemudian dilaporkan usai insiden tersebut. Tohap dilaporkan atas tindak pidana melawan petugas. “Karena memang melanggar Pasal 212 KUHP, di mana isinya tentang ancaman kekerasan terhadap pejabat bertugas dengan ancaman 1 tahun (penjara),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/2) malam.

Pasal 212 KUHP berisi tentang ‘Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.’

Tohap Silaban, pengendara mobil yang mengajak duel polisi di Jalan Tol Angke, Jakarta Barat, tak berkutik saat ditangkap. Pelaku terlihat pasrah ketika digelandang ke Polres Jakarta Barat. Pelaku ditangkap di kediamannya di Bekasi Barat, Sabtu (8/2/2020) dini hari. Tohap langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat.

Setiba di Polres Jakarta Barat, pelaku tampak diborgol. Tidak ada perlawanan dari Tohap. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi meminta pelaku kooperatif menjalani pemeriksaan polisi. “Saat ini Anda ditangkap sesuai keterangan terkait dengan tindak pidana 335 dan 212. Bisa mengerti? Nanti terkait hak Anda sebagai tersangka akan kita berikan, sekarang kooperatif, ikuti prosedur,” kata Arysa kepada pelaku saat tiba di Polres Jakarta Barat, yang terekam dalam sebuah video.

Pelaku kemudian langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus, secara terpisah mengatakan Tohap masih diperiksa polisi. “Lagi diperiksa,” kata Yusri.

Pelaku ditangkap karena mengajak duel polisi. Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Tol Angke ke arah timur pada pukul 09.30 WIB, Jumat (7/2). Saat itu, Bripka Rusdi dan Brigadir Eko Budiarto tengah berpatroli dan melihat banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan tol. Diduga kuat, kendaraan-kendaraan tersebut berhenti di bahu tol untuk menunggu waktu ganjil-genap selesai. Untuk diketahui, ganjil-genap pada pagi hari berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB.

Anggota PJR tersebut kemudian membunyikan sirene untuk menghalau kendaraan-kendaraan tersebut. Namun, hanya mobil Toyota Agya bernopol B-2340-SIH yang tidak mau jalan. Anggota PJR kemudian menanyakan surat-surat kendaraan kepada pengemudi tersebut sambil menjelaskan bahwa dilarang berhenti di bahu tol, kecuali dalam keadaan darurat. Pada saat itu anggota PJR juga hendak menilang pengemudi tersebut.

Namun pengemudi itu tidak terima. Dia mendorong, mencekik, hingga mengajak duel anggota PJR tersebut. Kejadian ini direkam oleh Brigadir Eko sebagai laporan kepada pimpinannya. Dalam video yang beredar, pengemudi tampak sangat emosional saat itu. “Ya udah tilang… tilang… tilang…,” teriak pengemudi tersebut sambil mendorong Rusdy.

“Pukul… pukul…,” jawab Rusdy. “Hah… copot baju lu. Ayo tilang, jangan banyak omong lu. Lu tilangin gua cari lu ntar,” tantang pengemudi itu lagi.

Categories
Aneh Dan Lucu Kriminalitas Taat Hukum

Polisi Tangkap Pengemudi yang Pamer Kelamin di Gatot Subroto


Polisi menangkap pengemudi mobil yang memamerkan kelamin dan masturbasi di dalam mobil di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pelaku yang teridentifikasi bernama Jarmaden Sinaga (48) itu ditangkap di Jati Sampurna, Bekasi. “Pelaku yang diamankan JS pada Minggu, 26 Januari 2020 sekitar pukul 03.00 WIB,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Jarmaden Sinaga ditangkap oleh Polres Jakarta Selatan di Jalan Melati 7 Nomor 1, Kelurahan Jati Sampurna, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi. Barang bukti yang diamankan polisi adalah mobil Xenia warna abu-abu hingga handphone.

Yusri menerangkan, Jarmaden Sinaga melakukan masturbasi dan memamerkan alat kelaminnya saat mengemudi mobil. Awalnya dia memperlambat laju kendaraan dan berhenti di depan saksi. Jarmaden membuka kaca mobilnya dan memperlihatkan aksinya memainkan kelamin. “Pada tanggal 23 Januari 2020, di tempat kejadian perkara, pelaku mempertontonkan alat kelaminnya dan melakukan masturbasi di dalam mobil dengan cara membuka kaca mobil pelaku,” jelas dia.

Yusri mengatakan tersangka diduga melakukan tindak pidana pornografi. Akibat perbuatan tersebut, tersangka dikenai Pasal 36 jo 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008.

Sebelumnya, aksi seorang pria pengemudi mobil memamerkan kelamin dan masturbasi di pinggir Jalan Gatot Subroto, Jakarta, viral di media sosial. Pria tersebut dilacak polisi. Dalam tayangan video yang viral, dinarasikan pelaku mempertontonkan alat vital kepada kaum wanita. Pelaku tersebut tiba-tiba menepikan mobilnya di pinggir jalan dan menghampiri korban yang sedang menunggu kendaraan. Pelaku terlihat mengemudikan mobil Daihatsu Xenia bernopol B-2135-TKT.

Salah satu wanita, CA (21), yang melihat aksi pelaku sempat mengira pelaku hendak menanyakan alamat. “Iya dia buka kaca, tadinya ngiranya dia mau nanya alamat,” kata CA saat dihubungi.

Peristiwa itu dialami oleh CA pada Kamis (23/1) malam lalu. Saat itu, CA bersama tiga temannya sedang menunggu taksi sepulang bekerja di sebuah apartemen di bilangan Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. “Tiba-tiba ada mobil minggir, kirain mau tanya alamat. Awalnya nggak ngeh, terus ada temen aku ngelihat kok tangannya naik-turun,” ucap CA.

Menurut CA, pelaku melakukan aksinya dalam hitungan beberapa menit. Pelaku kemudian pergi dengan mobilnya setelah menyadari aksinya direkam oleh teman CA. “Dia baru pergi pas dia sadar temen aku ngevideoin, baru deh dia pergi,” katanya.

CA mengaku sengaja menyebarkan video tersebut ke media sosial sebagai sanksi sosial untuk memberikan efek jera kepada pelaku. “Akhirnya divideoin aja biar diviralin, biar kapok orang yang gitu-gitu,” ujar CA. CA sendiri berharap pelaku yang melakukan tindakan asusila itu ditangkap polisi. Sebab, tindakan pelaku menimbulkan keresahan, terutama bagi kaum wanita dan anak-anak.

“Iya harapannya seperti itu sih (ditangkap), biar nggak terulang lagi kayak gitu-gitu,” imbuhnya.

Meski begitu, CA tidak melaporkan aksi pelaku ini ke polisi. Namun CA mengaku siap apabila diminta polisi memberikan keterangan. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnomo mengatakan pihaknya akan menyelidiki video viral tersebut. “Iya nanti akan kita selidiki,” kata Bastoni saat dihubungi secara terpisah.

Bastoni mengatakan pihaknya akan melacak pelaku. Polisi akan mencari pelaku lewat pelat nomor kendaraannya yang sempat terekam kamera. “Iya nanti akan dicek pemilik kendaraan tersebut,” ujarnya.

Bastoni mengatakan perbuatan pelaku tergolong pidana, yaitu melakukan tindakan asusila di depan umum. “Iya betul, melanggar Pasal 281 KUHP ancaman 2 tahun penjara,” imbuh Bastoni.

Berkat kesigapan kerja keras Polisi menangkap pengemudi mobil yang memamerkan kelamin dan masturbasi di dalam mobil di Jalan Gatot Subroto. Pelaku berhasil diidentifikasi bernama Jarmaden Sinaga (48) itu ditangkap di Jati Sampurna dan akan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Salut Pak Polisi

Categories
Kriminalitas

Kakek Bawa Cucu Kerumah Sakit Ditabrak Pemobil Hingga Tewas Dengan Dalih Dikira Perampok


Eduard Situmorang (75) yang menumpang mobil Toyota Calya bergegas membawa cucunya yang sakit ke rumah sakit. Mobilnya menyalip Honda City yang dikendarai Ashari (36). Mereka salip-salipan, lalu kakek itu menegur hingga akhirnya tewas tertabrak Ashari.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa 4 April 2017 lalu. Kejadian berawal saat Eduard menumpang mobil Toyota Cayla bernopol B 1208 COE yang dikemudikan putranya, Arlon Situmorang. Di saat bersamaan, mobil Honda City melaju dari arah Sagiang menuju Tangerang.

Mobil Eduard kemudian menyalip kedaraan Ashari. Tidak terima disalip, mobil Honda City itu kembali mengejar mobil Cayla dan menyalipnya. Salip-salipan pun terjadi, hingga akhirnya Eduard turun dari mobil.

Eduard turun dari mobil berniat hendak menegur Ashari. Saat itu, posisi Eduard sudah berhenti di depan mobilnya. Tragisnya, Eduard ditabrak Ashari hingga tewas. “Kan dia sudah lihat korban berdiri, kenapa masih ditabrak juga. Kakek ini buru-buru karena bawa cucunya yang lagi sakit step,” ujar Kasat Lantas Wilayah Tangerang AKBP Ojo Ruslani.

Usai menabrak, Ashari tancap gas alias kabur dan dikejar warga. Ashari panik lalu menabrak motor dan mobil Toyota Avanza yang ada di depannya, hingga akhirnya Ashari memberhentikan mobilnya. Warga yang emosi kemudian memukuli Ashari. Ashari lalu diamankan warga sekitar 200 meter dari lokasi semula saat menabrak Eduard.

Saat ini, Ashari sudah diamankan di Polsek Karawaci, Tangerang. Ashari beralasan menabrak Eduard karena mengira hendak merampoknya. “Alasannya karena mengira kalau korban mau merampok dia, tetapi kan korban juga nggak bawa senjata, kalau alasannya dia begitu,” ujar Kapolsek Karawaci Kompol Munir Yaji.

Akibat dari perbuatannya, Ashari dijerat dengan pidana pembunuhan. Dia dikenai Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan orang lain tewas. Eduard Situmorang tewas seketika setelah ditabrak pengemudi mobil Honda City di Jl Gatot Subroto, Karawaci, Tangerang. Kakek berusia 75 tahun itu saat itu membawa cucunya yang sedang sakit.

“Kakek ini buru-buru karena bawa cucunya yang lagi sakit step,” ujar Kasat Lantas Wilayah Tangerang AKBP Ojo Ruslani. Saat itu Eduard menumpang mobil Toyota Cayla bernopol B 1208 COE yang dikemudikan putranya, Arlon Situmorang. Di saat bersamaan, mobil Honda City melaju dari arah Sagiang menuju Tangerang.

“Karena buru-buru, mobil Cayla ini menyalip mobil Honda City,” ujarnya. Tidak terima disalip, mobil Honda City itu kembali mengejar mobil Cayla dan menyalipnya. Salip-salipan pun terjadi, hingga akhirnya Eduard turun dari mobil. “Kakek ini bermaksud menegur pengemudi mobil Honda City, Ashari (36), tetapi malah ditabrak hingga tewas,” ungkapnya.

Setelah menabrak Eduard, Ashari kemudian melarikan diri. Warga kemudian berhasil mengamankannya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Ashari kini diamankan di Polsek Karawaci. Eduard Situmorang (75) tewas tertabrak mobil Honda City yang dikendarai Ashari (36). Pengemudi mobil Honda City itu beralasan menabrak Eduard karena mengira korban hendak merampoknya.

Tidak hanya itu, Ashari juga menabrak kendaraan lainnya saat mencoba melarikan diri karena panik. Belajar dari peristiwa tersebut, Kasatlantas Polres Tangerang AKBP Ojo Ruslani mengimbau kepada pengendara supaya mengontrol emosinya saat berkendara.

“Imbauan saya lebih ke menjaga emosi saat berkendara. Kehati-hatian itu boleh, tetapi emosi mesti dikontrol,” ujar Ojo. Ojo menyayangkan insiden tersebut. Peristiwa bermula dari salip-menyalip antara mobil yang dikemudikan Ashari dengan mobil Toyota Cayla yang ditumpangi Eduard.

“Saya mengimbau kepada seluruh pengendara agar lebih berhati-hati dan menjaga emosi saat macet, atau saat salip-menyalip. Kalaupun ada kecurigaan dia akan dirampok, kenapa mesti balap-balapan? Kalau memang ada ketakutan, mestinya tidak menyalip,” jelas Ojo.

Ojo juga menyarankan kepada pengendara untuk menghubungi kantor polisi terdekat apabila ada kejadian yang mencurigakan. “Lebih baik juga kita melapor ke kantor polisi terdekat jika ada kejadian,” pungkas Ojo. Sebelumnya, peristiwa itu terjadi di Jl Gatot Subroto, Karawaci, Tangerang pada Selasa (4/4) lalu. Sebelumnya, mobil Calya yang ditumpangi korban salip-salipan dengan mobil pelaku.

Tidak terima disalip mobil korban, pelaku menyalipnya kembali. Aksi saling salip pun terjadi. Sampai akhirnya Eduard turun dari mobil lalu ditabrak pelaku. Eduard saat itu bersama putranya dan juga cucunya. Arlon, putra Eduard buru-buru menyalip mobil Honda City karena sedang membawa anaknya atau cucu Eduard ke rumah sakit.

Saat ini, Ashari sudah diamankan di Polsek Karawaci. Akibat dari perbuatannya, Ashari dikenakan dengan pidana pembunuhan. “Yang bersangkutan kami kenai Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan orang lain tewas,” kata Kapolsek Karawaci Kompol Munir Yaji

Polsek Karawaci telah mengamankan Ashari (36), pengemudi mobil Honda City yang menabrak mati Eduard Situmorang (75). Ashari dijerat dengan pidana pembunuhan.

“Yang bersangkutan kami kenai Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan orang lain tewas,” ucap Kapolsek Karawaci Kompol Munir Yaji.

Munir menjelaskan pihaknya menerapkan pasal pembunuhan karena melihat adanya unsur kesengajaan menghilangkan nyawa korban dalam insiden tersebut. Korban posisinya saat itu berada di depan mobil tersangka.

“Korban sudah berdiri di depan mobil tersangka, tetapi tetap ditabrak dengan alasan mengira korban hendak merampok. Padahal. korban juga tidak membawa senjata apa-apa, kalau alasannya mau merampok,” paparnya.

Ashari kini ditahan di Mapolsek Karawaci. “Sudah kami tahan,” tuturnya.

Eduard turun dari mobil Toyota Calya lalu menghampiri mobil pelaku. Dia saat itu bermaksud untuk menegur pelaku. Namun pelaku langsung menabraknya hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi di Jl Gatot Subroto, Karawaci, Tangerang pada Selasa (4/4) lalu. Sebelumnya, mobil Calya yang ditumpangi korban salip-salipan dengan mobil pelaku.

Tidak terima disalip mobil korban, pelaku menyalipnya kembali. Aksi saling salip pun terjadi. Sampai akhirnya Eduard turun dari mobil lalu ditabrak pelaku.

Eduard saat itu bersama putranya dan juga cucunya. Arlon, putra Eduard buru-buru menyalip mobil Honda City karena sedang membawa anaknya atau cucu Eduard ke rumah sakit. Ashari (36), pengemudi Honda City B 1006 CES berusaha melarikan diri setelah menabrak Eduard Situmorang (75). Ashari mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan hingga menabrak motor dan mobil di dekat lokasi.

“Setelah nabrak kakek itu, mobil Honda City ini kabur dan dikejar warga,” ujar Kasat Lantas Wilayah Tangerang AKBP Ojo Ruslani.Saat dikejar warga, Ashari panik. Dia lalu menabrak sejumlah kendaraan yang ada di depannya.”Setelah dikejar warga, dia sempat menabrak motor dan mobil Toyota Avanza, baru setelah itu berhenti mobilnya,” ungkapnya.Warga yang emosi kemudian memukuli Ashari. Ashari diamankan warga sekitar 200 meter dari lokasi semula saat menabrak Eduard.

“Sekarang orangnya diamankan di Polsek Karawaci karena kalau kami lihat tidak ada unsur laka lantasnya, tetapi lebih kepada pidananya,” tandasnya. Eduard Situmorang tewas setelah ditabrak Ashari, pengemudi mobil Honda City bernopol B 1006 CES. Kakek itu ditabrak saat turun dari mobil Toyota Cayla B 1208 COE dan hendak menegur pelaku.

“Jadi awalnya itu kan mobil Honda City ini disalip mobil Cayla, enggak terima mobil Honda City ini lalu ngejar si kakek,” ujar Kasat Lantas Wilayah Tangerang AKBP Ojo Ruslani. Karena disalip oleh mobil Honda City, mobil Cayla yang dikemudikan oleh anak Eduard kemudian kembali menyalipnya. Setelah itu, Eduard turun dari mobil dan menghampiri mobil Honda City.

“Setelah dua kali kejar-kejaran, turunlah si kakek ini dari mobil Cayla. Saat itu hendak menegur pengemudi mobil Honda City itu,” ungkapnya. Ashari menabrak Eduard dengan kencang. Eduard terpental ke jalan dan kepalanya terbentur aspal. Eduard tewas seketika di lokasi kejadian. “Kemudian setelah menabrak itu mobil Honda City kabur dan bisa diamankan oleh warga 200 meter dari lokasi kejadian,” tutupnya.

Categories
Demokrasi Taat Hukum

Kesiapan TNI dan Polri Dalam Hadapi Adanya Upaya Makar


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan jajarannya bersama Polri siap menghadapi upaya makar yang diduga disusupkan dalam aksi 2 Desember. Gatot menyebut prajurit TNI sudah disiagakan membendung upaya-upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah. “Saya juga sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih, disiapkan yang sehat. Untuk diketahui masyarakat NKRI, bahwa prajurit TNI sejak dia masuk, dididik, disumpah. Para prajurit saya sudah memenuhi syarat-syarat dari agama apa pun yang dianut untuk melakukan jihad. Saya peringatkan, prajurit saya bukan penakut,” kata Gatot dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).

Gatot menegaskan hal ini dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Polri memang mensinyalir upaya makar yang tengah direncanakan terkait aksi damai 2 Desember di Jl Jenderal Sudirman-Jl MH Thamrin, Jakpus. “Masyarakatnya harus tenang, jangan ada sekelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab membuat masyarakat tidak tenang. Itu untuk kelompok yang berjihad dengan senjata akan kami lawan dengan tidak bersenjata, tangan kosong, sama-sama kita jihad,” imbuh Gatot.

Menurut Gatot, penindakan hukum harus dilakukan agar tidak ada kelompok massa yang melakukan pelanggaran. Karena itu TNI dan Polri bekerjasama mengantisipasi gangguan ketertiban umum. “Prajurit saya sepakat, tidak boleh negara ini disibukkan hal-hal yang tidak penting. Kita di NKRI ada undang-undang nasional tidak ada yang lain. Saya tegaskan prajurit TNI sudah siap, sama-sama dengan aparat Kepolisian menjaga ketertiban, keamanan. Ini yang saya perintahkan ke Pangkotama,” sambungnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium adanya agenda makar dalam rencana demonstrasi lanjutan yang digelar pada 2 Desember mendatang. Tito juga melarang aksi 2 Desember itu agar ketertiban umum tidak terganggu.

Berikut pernyataan lengkap Tito yang disampaikan di Lobi Gedung Utama Mabes Polri, Jl Trunjoyo, Kebayoran Baru, Senin (21/11/2016). Turut hadir dalam kesempatan ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang, rekan-rekan semua. Jadi baru saja kami dengan Bapak Panglima TNI memberikan arahan melalui video conference kepada pejabat utama di Mabes Polri, sebagian juga pejabat utama dari Mabes TNI dan diikuti oleh para Kapolda, para Pangdam dan seluruh Pangkotama seluruh Indonesia. Intinya adalah antisipasi tanggal 25 November dan tanggal 2 Desember.

Aksi tanggal 25 November dan 2 Desember. Informasi yang kita terima 25 November akan ada aksi unjukrasa di DPR. Namun ada upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuk ke DPR dan berusaha untuk dalam tanda petik meguasai DPR. Aksi ini bagi kami dan Bapak Panglima sudah diatur dalam Undang-undang mulai 104 sampai 107 dan lain-lain dilarang. Itulah perbuatan kalau bermaksud menguasai DPR maka itu melanggar hukum. Kalau itu bermaksud menggulingkan pemerintah itu ada pasal makar. Oleh karena itu, kita akan melakukan pencegahan dengan memperkuat gedung DpR MPR. Sekaligus juga confirm rencana-rencana konsolidasi pengamanan . Kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur sesuai aturan undang-undang. Kita akan tegakkan hukum, baik yang melakukan maupun yang menggerakkan.

Yang kedua, menyikapi tanggal 2 Desember. Ada sejumlah elemen melakukan penyebaran pers rilis. Akan ada kegiatan yang disebut Bela Islam Ketiga. Itu dalam bentuk gelar sajadah, Salat Jumat di Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan serta Bundaran HI. Kita sampaikan di sini bahwa kegiatan tersebut diatur pada Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak kontitusi dari warga. Namun tidak bersifat absolut.

Ada empat batasan dalam Undang-undang itu yang tidak boleh.
Yang pertama, tidak boleh menggannggu hak asasi orang lain, termasuk memakai jalan, kalau jalan protokol itu tidak boleh dihalangi.

Yang kedua, tidak menganggu ketertiban umum, sangat jelas bahwa itu jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu. Ibu-ibu yang melahirkan, mau berangkat ke RSCM bisa tergangu. Yang sakit bisa terganggu, yang mau bekerja juga bisa terganggu. Sopir taksi, angkutan, dan lain-lain bisa terganggu. Disamping itu, juga bisa memacetkan Jakarta, karena di jalan protokol, hari Jumat lagi. Itu menganggu ketertiban publik. Dalam penilaian kami kepolisian, oleh karena itu maka kami akan melarang kegiatan itu.

Melarang, kalau dilaksanakan akan kita bubarkan. Kalau tidak mau dibubarkan kita akan lakukan tindakan, ada ancaman hukuman dari Pasal 221, 212 KUHP sampai 218 KUHP. Yaitu melawan petugas. Kalau melawan satu orang 212 KUHP, melawan lebih dari tiga orang 213 KUHP, melawan sampai ada korban luka dari petugas 214 KUHP ancamannya berat, itu diatas lima tahun, tujuh tahun kalau ada korban luka dari petugas.

Oleh karena itu, Kapolda Metro akan melakukan maklumat pelarangan itu dan kemudian akan diikuti kapolda-kapolda lain yang kantong -kantong massa yang mengirim akan dikeluarkan maklumat dilarang berangkat bergabung dengan kegiatan yang melanggar undang-undang tersebut. Dan kemudian akan dilakukan tindakan

Sekali lagi, terkait kasus ini, Kasus Basuki Tjahaja Purnama sudah mendekati tahap akhir Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mencium bau upaya makar di balik rencana aksi demonstrasi 2 Desember nanti. Presiden Jokowi menyatakan Polri dan TNI memang bertugas untuk mengamankan negara dari upaya subversif semacam itu.

“Ya itu tugasnya Polri dan TNI untuk waspada,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).Untuk itu, Polri dan TNI melaksanakan tugasnya pada kali ini. Pada prinsipnya, segala hal yang membahayakan negara harus dideteksi sejak dini.”Yang membahayakan NKRI, yang membahayakan demokrasi kita, itu tugasnya Polri dan TNI,” kata Jokowi. Jokowi mengingatkan agar semua pihak menghormati peraturan perundang-undangan yang ada. Bila itu dilaksanakan, situasi bakal baik.

“Dan semuanya harus merujuk pada ketentuan hukum yang ada,” kata Jokowi yang duduk di samping Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini. Sebelumnya Jenderal Tito menegaskan aksi 2 Desember punya tujuan terselubung. Aksi ini diduga Polri ingin berupaya menjatuhkan pemerintah. “Dan agenda politik lain itu di antaranya melakukan makar,” ujar Tito yang hadir bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.,” kata Tito kepada wartawan usai jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan pihaknya ikut menjaga keamanan terkait aksi unjuk rasa yang mengarah ke upaya makar. Gatot memastikan kesiapan prajurit mengadapi kelompok yang berupaya menjatuhkan pemerintahan. “Bila ada tindakan makar, maka itu bukan tugas kepolisian saja. Itu urusan TNI juga. Saya juga sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih disiapkan yang sehat,” kata Gatot dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).

Gatot mengatakan, TNI dan Polri bekerjasama terkait dengan pengamanan kondisi nasional utamanya Ibu Kota. Koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan antisipasi rencana aksi damai 2 Desember yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. “Kerja sama intelijen TNI dan Kepolisian untuk melihat, mencari, menemukan siapapun yang mengajak demo baik sutradara dan aktor-aktornya. Diidentifikasi dan diyakinkan betul, apabila ada perbuatan yang melanggar hukum, mereka yang bertanggung jawab, yang mengajukan izin kepada kepolisian, mereka bertanggung jawab. Kami akan mengikuti terus 24 jam,” tutur Gatot.

Gatot mengatakan, keamanan dan kenyamanan warga harus diutamakan. Karenanya aksi-aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban dilarang dan akan ditindak tegas bila tetap digelar. “Kami perintahkan semua Pangkotama bertugas melindungi masyarakat. Apabila ada penjarahan, saya tanya pada Kapolri, masyarakat yang melihat (namun) membiarkan kena hukum. Apalagi aparat (bila membiarkan), sehingga jangan takut bertindak tegas,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan aksi 2 Desember punya tujuan terselubung. Aksi ini diduga Polri ingin berupaya menjatuhkan pemerintah. “Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintah,” katanya.”Kalau masih terjadi demo, apalagi menutup jalan. Saya yakin masyarakat semua cerdas, dan saya dapat informasi ini bukan lagi pada proses hukum (Ahok) lagi. Agenda politik lain itu di antaranya melakukan makar,” katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bila ada demonstrasi susulan yang menutup jalan ada agenda makar. Anggota Komisi III Partai Demokrat Didik Mukriyanto menyebut sebaiknya polisi bisa langsung mengambil tindakan.

“Apabila menjalankan tugas dan kewenangannya polri merasakan ada pihak-pihak yang menganggu keamanan negara saya pikir tidak perlu berwacana lagi, langsung saja polri ambil tindakan. Karena kewenangan yang diberikan oleh UU,” kata Didik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Didik mengingatkan tugas polisi adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dia menyebut dalam konteks menyampaikan aspirasi, polisi tetap harus melindungi masyarakat karena itu bagian dari tugasnya. “Tentu kapolri dalam konteks menghadirkan rasa aman tentu juga harus profesional menyikapi segala hal. Kalau dihubungkan dengan kegiatan masyarakat menyampaikan aspirasi tentu diberikan ruang yang cukup, diberikan pengamanan dan kenyamanan karena siapapun masyarakatnya itu tanggung jawab Polri,” tegasnya.

Soal ada pihak yang memanfaatkan demo susulan untuk tindakan makar, Didik mengingatkan polisi untuk segera bertindak. Dia menyebut polisi jangan hanya berwacana dan melempar isu yang akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. “Jadi saya mengimbau kepada Pak Kapolri kita dukung sepenuhnya apa yang menjadi tugas dan kewenangannya sepanjang di dalam menjalankan tugas kewenangannya juga berdasarkan asas hukum dan UU yang ditetapkan,” terang pria yang menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu.

“Jadi saya meminta Polri sebagai aparat keamanan masyarakat berikanlah saja agar masyarakat merasa aman, nyaman di dalam menjalankan tugasnya, kemudian menduga, menyebarkan informasi dan melihat ada upaya merugikan bangsa ini terkait tindakan makar lakukanlah tindakan jangan berwacana. Karena justru akan menimbulkan kegaduhan, kekhawatiran publik, jadi jangan seperti pengamat, jadi polri lakukan tugasnya,” tutup dia.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya mendapatkan informasi ada upaya dan rapat-rapat khusus yang dilakukan oleh pihak tertentu. Tito menyebut jika ada demo lagi maka aksi itu diduga punya agenda makar.

Categories
Demokrasi

Kisah Duka Korban Penggusuran Di Rusunawa Jatinegara Yang Kini Makin Miskin


Denli Nirwana penghuni Rusunawa Jatinegara Barat harus menelan pil pahit semenjak kepindahannya dari Kampung Pulo. Pasalnya salah satu anaknya kini putus sekolah akibat biaya hidup yang tinggi. Lelaki yang memiliki empat anak itu sudah pensiun dari pekerjaanya sebagai bunker service Pertamina di Tanjung Priok. Sudah hampir setahun ini dirinya tinggal di Rusunawa tersebut. “Foto rumah saya menjadi kenangan yang selalu saya simpan,” kata Denli dalam perbincangan Selasa (18/10/2016).

Dulu dia mengaku memiliki rumah seluas 200 meter persegi di Kampung Pulo dengan luas bangunan 13 x 13 meter persegi. Denli tinggal bersama empat anaknya, dua di antaranya telah menikah. “Rumah itu saya bangun dengan susah payah dan dalam waktu sekejap rata jadi tanah oleh Beckho. Dapat gantinya hanya Rusunawa ini, tapi kalau saya bilang ini bukan pengganti tapi ini kontrakan,” paparnya.

Setelah pensiun, kini untuk menutupi biaya hidup dia berdagang es kelapa di Rusun. “Saya pikir kok seperti ini nasib, pensiun kerja dapat rumah kecil dan harus tinggal bertumpuk. Yang seharusnya tinggal nyantai di usia senja. Waktu itu (setelah digusur) bicara dengan istri kita harus jalankan saja dulu walau pun dengan sangat terpaksa karena tidak ada pilihan,” bebernya.

Tidak terpikir dalam benak Denli setiap bangun tidur harus memikirkan sisihkan uang Rp 10 ribu perhari di masa tuanya. Uang itu pun digunakan untuk bayar sewa Rusun. “Sekarang begitu melek mata, ini selalu berpikir bagaimana cara dapat duit untuk sewa, belum lagi bayar listrik dan air,” kata Denli. Hingga satu peristiwa yang tidak dibayangkan terjadi, anak bungsunya Irgi yang sekarang kelas 2 SMP harus putus sekolah. Hal itu dikarenakan tidak ada kesanggupan untuk mencari uang dari mana.

“Jujur saya sedih, anak saya putus sekolah semenjak pindah ke sini, sedangkan kakaknya yang kelas 1 SMA harus jadi buruh di toko. Yang membuat saya sedih ketika anak saya yang bungsu minta bilang ke saya ‘Papa udah tua harus nyari duit dengan dagang es kelapa, sekarang biar Irgi berhenti dulu, Irgi kerja aja di warnet’. Batin nggak bisa dibohongi, Gimana rasanya selaku orang tua. Saya ini memang tidak gampang menangis tapi hati meringis dengar omongan anak seperti itu,” paparnya.

Ketika disinggung soal KJP sebagai kompensasi, Denli mengaku tidak pernah membuat. Lantaran ketika pembagian KJP di Kampung Pulo dirinya masih sanggup untuk nafkahi anak dan istrinya. “Waktu itu saya masih kerja. Saya juga tidak ngajuin karena sadar kalau peruntukan KJP untuk masyarakat tidak mampu, Cuma saya tidak nyangka kalau kondisi saya menjadi seperti ini setelah digusur. Saya sendiri sebetulnya sepakat dengan program gubernur karena sangat membantu khususnya bagi masyarakat tidak mampu demi jenjang pendidikan,” pungkasnya.

Penghuni Rusunawa Jatinegara Barat tak hanya mengeluhkan kondisi unit yang bocor dan tembok yang retak. Mereka juga mengeluhkan kondisi kakus dengan keran air yang tidak dapat dijangkau. Persoalan kamar mandi ini sekilas hanya masalah sepele. Namun bagaimana rasanya ketika buang air besar, lalu keran jauh dari jangkauan. Hal itulah yang dirasakan pada umumnya warga eks Kampung Pulo di Rusunawa Jatinegara Barat.

Kamar mandi yang mereka miliki berukuran 1,5 x 3 meter persegi dengan kloset jongkok dan keran air serta shower yang sulit dijangkau dengan tangan. “Biasanya kalau mau buang air besar harus ngisi ember dulu dengan air baru didekatkan dengan kloset, masalahnya keran air cuma satu yaitu dekat shower,” kata Wajri ketua RT 9 di Rusunawa Jatinegara Barat dalam perbincangan, Selasa (18/10/2016).

Wajri mempertanyakan konsep kamar mandi di Rusunawa tersebut. Terlebih tidak adanya keran air dekat kloset akan menyulitkan bagi penghuninya yang berusia lansia. “Sekarang kalau kita yang sehat mungkin tidak sulit, tapi bagaimana kalau yang tinggal adalah lansia? jangankan lansia bagaimana kalau anak-anak yang buang air besar sedangkan orang tuanya sakit,” keluh Wajri.

Sementara Himan (58) penghuni Rusunawa di lantai 15 juga mengeluhkan kondisi kloset yang jauh dengan keran air. Hingga akhirnya dia berinsiatif memodifikasi keran air di kamar mandi. “Saya terpaksa mengeluarkan uang Rp 200 ribu untuk membuat keran air supaya dekat dengan kloset,” kata Himan.Tak sedikit penghuni rusun lainnya yang meniru konsep kamar mandi Himan. Namun ada juga pasrah dan gunakan ember untuk menampung air. “Mungkin cuma beberapa saja yang ngikutin kayak begitu karena kondisinya mayoritas mereka yang tinggal di sini hanya buruh dan kuli panggul di pasar,” imbuhnya pria yang buka warung kelontong di unit rusunnya.

Setahun lalu warga yang tinggal di Bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo di Jakarta Timur direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara Barat. Mereka direlokasi agar terbebas dari banjir yang selalu menimpa hampir setiap tahun. Alih-alih bebas dari banjir, warga relokasi Kampung Pulo di Rusun Jatinegara Barat malah sering tempat tinggalnya bocor. Walhasil unit yang mereka tempati pun terkena banjir akibat bocor. Denli adalah salah satu penghuni di Tower A lantai 16 yang paling merasakan dampak bocor. Akibat bocor tersebur unit yang dia tempati selalu ‘kebanjiran’ ketika datang hujan.

“Kalau dibilang tinggal Kampung Pulo kebanjiran, di sini (lantai 16) saya malah selalu kebanjiran. Sekarang setiap hujan turun, itu air pada ngocor dari sela-sela tembok. Ini lantai unit sampai basah semua. Belum lagi bagian tembok yang banyak retak-retak, padahal bangunan ini baru berumur dua tahun. Bagaimana nanti kalau udah bertahun-tahun,” kata Denli.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Fauzi penghuni rusun tower B di lantai 16. Unit rusun yang di tempati kerap kebanjiran ketika hujan mengguyur wilayah Kampung Melayu. “Unit saya juga bocor parah, air itu rembes dari atas. Bagian atas rusun ini memang dak beton. Jadi air hujan itu langsung rembes ke tembok,” kata Fauzi. Fauzi mengatakan hampir rata-rata unit rusun di lantai 16 mengeluhkan masalah yang sama. Alhasil penghuni lantai 16 pun merasa tidak nyaman untuk tinggak di unit tersebut.

Baik Denli maupun Fauzi sudah melaporkan kebocoran itu ke pengelola. Namun perbaikan yang dilakukan tidak maksimal. “Seperti ini, bocor itu cuma diplester pakai semen, sedangkan kalau ada lubang pipa yang jadi tempat tetesan air hanya ditambal dengan lem dan itu sama saja bohong,” kata Denli. “Sudah disampaikan tapi jawabannya selalu nanti-nanti saja, ya akhirnya jadi begini kondisi ruangan yang kebocoran jadi berjamur gini,” Fauzi menambahkan.

Warga relokasi dari Kampung Pulo, Jakarta Timur baru kurang lebih satu tahun menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara Barat. Namun kini mereka sudah dihantui kekhawatiran. Musababnya adalah retak di sejumlah dinding dan tiang dari Rusun. Keretakan itu lambat laun kian parah. “Dulu retaknya nggak separah ini tapi sekarang jadi begini makin lebar terus. Seolah-olah betonnya mekar makin lebar,” kata Wajri yang juga ketua RT 8 RW 9 di Rusun Jatinegara Barat dalam perbincangannya.

Wajri dan keluarganya tinggal di lantai 10 di tower A. Penghuni, kata Fauzi, kian tambah khawatira saat terjadi gempa bumi beberapa waktu lalu. Dia sendiri merasa goncangan itu terasa kuat di lantai 10. “Akhirnya warga pada panik dan turun ke bawah. Mulai saat itu ini bangunan banyak yang retak. Kalau di lihat dari sisi luar itu tower B terdapat plesteran buat nutupi keretakan,” kata dia. Meski tinggal di lantai 10, Fajri dan keluarganya juga ikut terkena bocor saat hujan datang. Bocornya memang tak separah di lantai 16.

“Saya tinggal di lantai 10, kalau dibilang bocor mungkin tidak separah lantai 16, karena hanya bocornya di kamar mandi itupun karena rembesan dari kamar mandi di unit atas,” kata Wajri. Rembesan air juga dirasakan oleh Nafis yang tinggal di lantai 9. “Ya kondisinya jadi seperti ini, tembok itu pada berjamur dan keropos,” kata dia sambil menunjukkan salah satu dinding yang keropos di unitnya. Pengelola Rusunawa Jatinegara Barat mengakui adanya unit Rusun yang bocor dan retak pada bagian bangunan. Perbaikan sendiri tidak dapat berjalan maksimal lantaran pengelola tidak memiliki anggaran renovasi.

“Memang betul apabila dibilang ada bocor khusunya di lantai 16 itu. Sebetulnya bocor itu karena lapisan dak di atas itu, sehingga ketika air hujan langsung rembes ke tembok,” kata Kabag Tata Usaha Rusunaw Jatinegara Barat, Sarkim Sukarya ketika dikonfirmasi, Selasa (18/10/2016).

Categories
Taat Hukum Tokoh Indonesia

Marwah Daud Anggota ICMI Minta Dimas Kanjeng Untuk Tunjukan Kemampuan Ganda Uang Di Depan Publik


Marwah Daud mengamini dirinya merupakan santri dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sejak 2011 dia sudah bergabung dengan Dimas Kanjeng, dan kini menjadi Ketua Yayasan. Marwah menuturkan, sebelum bergabung dengan Dimas Kanjeng, dia mempelajari dahulu mengenai sepak terjang padepokan itu. Demikian juga, Marwah berdoa memohon petunjuk.

“Saya pelajari 1 tahun, saya juga istikharah,” jelas Marwah, Selasa (27/9/2016). Bagi Marwah, bukan keputusan mudah akhirnya bergabung dengan Dimas Kanjeng yang kini disangka kasus pembunuhan dua santrinya. “Saya rasional sekali, saya pertaruhkan nama besar organisasi ada ICMI, MUI, saya di kerukunan Warga Sulsel, asosiasi penerima beasiswa Habibie, saya juga lulusan Amerika. Kemudian keluarga saya, anak saya. Yang saya takut kalau saya meninggal kemudian bagaimana. Jadi saya pelajari benar,” urai dia.

Jadi keputusan matang diambil Marwah. Dia tak begitu saja bergabung dengan Dimas Kanjeng dari Probolinggo yang dikenal bisa menggandakan uang. “Saya kemudian dipertemukan dengan beliau, orangnya humble, masih muda, usia 40-an tahun. Dan saya diperlihatkan karomahnya,” tutur dia.

Hanya santrinya yang diperlihatkan kemampuan Dimas Kanjeng soal mengambil uang itu. Di YouTube sudah beredar bagaimana Dimas Kanjeng mengambil uang dari balik badannya. “Saya istikharah dan pelajari, kemudian ternyata yang namanya Sunan Bonang itu bisa mengubah daun menjadi emas. Dan ini adalah karomah yang diberikan Allah kepada orang yang dipilihnya,” tegasnya.

Dimas Kanjeng sendiri menurut Marwah tak sembarangan dan asal saja menunjukkan karomahnya. Jadi Marwah menilai, sosok Dimas Kanjeng dipilih Tuhan dengan karomah. “Di zaman nabi Sulaiman juga ada manusia suci yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis,” sambung dia. “Jadi yang di YouTube, saya melihat langsung. Kemudian saya tanya tokoh agama, mereka mengatakan itu ada jin ada tuyul,” lanjutnya.

Namun hasil istikharah, Marwah yakin dengan sosok Dimas Kanjeng. Dia pun kerap hadir pada pengajian, shalawat, khataman Alquran dan lainnya. Marwah punya cita-cita uang yang didapatkan dari Dimas lewat kemampuannya digunakan membiayai pendidikan anak Indonesia dan kalangan tidak mampu. “Dan saya berpikir ini mungkin jalannya membantu orang lain. Beliau sendiri tidak bisa mempergunakan uangnya, kalau digunakan sendiri akan sakit,” bebernya.

Bagaimana dengan proses hukum dan tuduhan pada Dimas? “Itu kami serahkan kepada hukum. Tapi tolong jaga nama baiknya, perlakukan dengan baik,” tutup Marwah yang kenal Dimas Kanjeng dari temannya. Marwah Daud, tokoh perempuan yang juga merupakan anggota ICMI meyakini klaim Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bisa menarik uang. Seharusnya akademisi seperti Marwah tak percaya begitu saja terhadap klaim itu.

“Penggandaan uang potensial menjadi kejahatan penipuan yang menimbulkan keresahan sosial. Akademis sebaiknya menjauhi cara berpikir yang takhayul,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat dihubungi, Rabu (28/9/2016). Busyro mengatakan, rasionalitas dan kerja keras harus dikendepankan di era seperti sekarang ini. Percaya terhadap hal-hal di luar akal sehat, salah satunya seperti yang menjadi klaim Dimas Kanjeng bisa menggandakan uang, merupakan langkah mundur.

Busyro mengatakan rasionalitas dalam bekerja secara profesional itu menjadi modal penting untuk berkompetisi dalam dunia kerja. Hal-hal berbau takhayul dengan klaim yang tidak masuk akal, akan merusak iklim kerja profesional tersebut. “Sehingga diperlukan iklim dan budaya yang kondusif untuk mendidik masyarakat terbiasa kerja keras dan mengindari cara-cara takhayul yang melawan nalar sehat dan kemampuan teknologi bangsa modern,” kata Busyro. Marwah merupakan Ketua Yayasan Dimas Kanjeng.

Dimas mengklaim memiliki karomah yang mana bisa membuatnya menggandakan uang. Dia sempat medapatkan sejumlah pengikut di padepokannya. Belakangan banyak pengikutnya yang mulai sadar. Para pengikut yang kecele akhirnya mengadu ke polisi. Kini, ada 21 posko pengaduan telah dibuka polisi untuk masyarakat yang menjadi korban Padepokan Dimas Kanjeng. Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto mengatakan tindakan Dimas Kanjeng ini dikategorikan penipuan bermodus penggandaan uang. Dia memperkirakan jumlah korban penipuan Dimas Kanjeng mencapai ribuan orang. Kerugiannya ditaksir miliaran rupiah.

Polisi bahkan akan menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk menyelidiki keaslian dan jumlah serta asal uang Dimas Kanjeng. Marwah Daud Ibrahim yakin Dimas Kanjeng memiliki kemampuan menarik uang. Marwah yang mengaku sebagai santri Dimas Kanjeng ini juga mendorong agar penarikan uang dibuktikan di depan publik. “Saya menyarankan ke penasihat hukum sebaiknya diberi kesempatan di depan wartawan atau polisi. Ini agar tidak disebut sebagai penipuan,” jelas Marwah, Rabu (28/9/2016).

Marwah mengungkapkan, dia tiga kali melihat kemampuan Dimas Kanjeng menghadirkan uang. Yang pertama uang keluar dari tangannya, kedua uang muncul di peti yang awalnya kosong, dan ketiga uang bertumpuk di ruangan yang sebelumnya kosong. “Demi rasul saya melihat sendiri. Dan di dalam ruangan kosong kemudian di kunci lalu beliau ditutup, nggak ada orang lain dan beberapa lama kemudian ada uang,” jelas dia.

Ada juga ketika sedang istigosah, tiba-tiba Dimas Kanjeng menyampaikan kalau ada uang, lalu ada di peti. Namun memang uang ini tidak bisa digunakan sepenuhnya, hanya digunakan terbatas. Uang yang menumpuk itu juga kemudian raib lagi. “Jadi memang dikatakan belum waktunya,” tegas pendiri ICMI ini yang juga aktif di Habibie Center.

“Dan awalnya saya nggak percaya, tapi saya lihat dengan mata kepala sendiri. Saya ini orangnya rasional, ya tapi kalau Allah berkehendak,” tegas dia. Polda Jatim menyita uang yang ditemukan di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun belum diketahui jumlah pastinya. Uang tersebut bukan disita dari bungker milik Kanjeng.

“Kalau tentang (uang) di bungker belum tahu. Tapi kemarin saat penggeledahan dan penangkapan memang ditemukan uang berserakan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (28/9/2016). Argo mengatakan, uang tersebut ditemukan di ruangan Dimas Kanjeng. Polisi pun menyitanya sebagai barang bukti dan dibawa ke polda.

“Saat kita kumpulkan disaksikan ketua RT dan Kepala Desa sama lawyernya (Dimas Kanjeng) yang diamankan ke koper,” tuturnya. Ia menegaskan, uang itu disita dan dimasukkan ke koper karena khawatir dapat hilang. Namun, sampai saat ini, polisi belum mengetahui berapa jumalh uang yang berserakan dan dimasukkan ke dalam koper.

“Sampai sekarang belum dibuka dan belum tahu berapa isinya,” jelasnya. Terkait mencari keberadaan bungker beserta isinya, rencananya minggu depan penyidik akan mendatangi padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Categories
Demokrasi Taat Hukum

Menanti Keberanian Ahok Melakukan Pembuktian Terbalik Soal Harta Setelah Sandiaga Uno Sanggup


Kandidat calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menantang para rivalnya di Pilgub DKI 2017 melakukan pembuktian harta terbalik. Tantangan itu diterima Sandiaga Salahudin Uno. Kapan relisasinya? Pakar hukum tata negara Refly Harun menyambut baik jika Ahok dan Sandiaga benar-benar melakukan pembuktian harta terbalik.

“Tak ada kewajiban di undang-undang untuk melakukannya. Namun walau tidak ada kewajiban, kalau memang ingin melakukannya, ya bagus. Ini dapat membuka era baru transparansi,” kata Refly saat dihubungi lewat telepon, Selasa (13/9/2016). Ahok dalam berbagai kesempatan memang seringkali melontarkan pembuktian harta terbalik bagi para pejabat. Menurutnya, ini penting agar mengetahui bahwa sosok tersebut benar-benar bersih dan layak memimpin.

Tantangan pembuktian harta terbalik ini juga dilontarkan Ahok bagi para penantangnya di Pilgub DKI 2017. “Justru harusnya kalau mau bikin rata pertandingan, semua harus bisa buktikan hartanya dari mana. Baru rata,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/9) lalu. Menurut Ahok, mekanisme pembuktian harta terbalik terhadap para calon bisa lebih efektif dibanding menerapkan kewajiban cuti kampanye. Cara ini disebutnya efektif menjauhkan calon dari penyimpangan, dalam hal ini korupsi.

Ahok menjelaskan, pembuktian harta terbalik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan Ratifikasi PBB Melawan Korupsi. Dia usul, bila calon gubernur gagal melewati mekanisme pembuktian harta terbalik, maka calon yang bersangkutan bisa didiskualifikasi. “Gampang banget kok semua yang jadi calon harus bisa buktikan hartanya dari mana, pernah kerja apa dulu, hartanya dari siapa, biaya hidupmu berapa, punya Lamborghini, Land Rover, Mercedes, begitu banyak. Apartemen di mana-mana, usaha di mana-mana, bayar pajak enggak jelas. Enggak boleh ikut langsung begitu loh,” ujar Ahok saat itu.

Sandiaga Uno menerima tantangan Ahok ini. “Yuk buka-bukaan habis-habisan! Aku siap,” kata Sandiaga saat berbincang, Senin (12/9/2016). Sandiaga bahkan siap membuktikan pajak-pajaknya, demikian juga diharapkannya Ahok harus melakukan hal yang sama. Sandiaga bahkan ingin Ahok juga buka-bukaan soal seluk-beluk dana kampanye. “Juga sekalian pajak 10 tahun terakhir,” ujar Sandiaga. Dia menantang Ahok untuk berani membuktikan dana kampanye yang dia dapati berasal dari jalur yang benar. “Dana kampanye setahun terakhir, yang direct (langsung) maupun indirect (tak langsung),” kata dia.

Sandiaga menegaskan, dirinya siap meladeni tantangan Ahok melakukan pembuktian harta terbalik kapan saja. Terlepas dari itu, dirinya juga akan melaporkan hartanya dan dana kampanye secara resmi. “Akhir September atau awal Oktober akan saya sampaikan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan dana kampanye,” ujar Sandiaga. Lalu kapan Ahok dan Sandi melakukan pembuktian harta terbalik ini?

Kandidat calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menantang calon kepala daerah berani melakukan pembuktian terbalik atas asal muasal harta mereka. Ahok berpendapat dari pembuktian tersebut masyarakat dapat menilai transparansi dan integritas yang dimiliki para calon kepala daerah ini.

Dalam undang-undang sendiri, belum ada mekanisme yang mengatur tentang pembuktian harta terbalik ini. Hal tersebut juga tidak dianggap sebagai kewajiban untuk dilaporkan. “Enggak ada (mekanisme pembuktian harta terbalik) karena itu kan bukan kewajiban dan tidak diatur di undang-undang,” ujar pengamat hukum tata negara Refly Harun saat dihubungi. Refly mengatakan, pembuktian harta terbalik baru bisa dilakukan apabila sudah masuk ke ranah peradilan, yakni dengan pembuktian terbalik terbatas.

“Itu ketika ada kasus di pengadilan, misalnya seseorang didakwa dengan tindak pidana pencucian uang dan ditengarai hartanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain KPK dan jaksa yang membuktikan, dia juga berusaha membuktikan apakah harta tersebut halal,” kata Refly menjelaskan makna dari pembuktian terbalik terbatas. Hingga saat ini masalah harta kekayaan calon kepala daerah diurus oleh institusi yang berwenang, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan harta kekayaan dapat melalui Laporan Hasil Keuangan Pejabat Negara (LHKPN).

“Ini kan untuk maju dalam pilkada, kewajibannya cuma menyerahkan laporan harta kekayaan, tetapi bukan melaporkan dari mana sumber hartanya tersebut,” kata Refly. Meski tak ada kewajiban di undang-undang, Refly mengapresiasi jika Ahok dan Sandiaga benar-benar mau membuka data harta kekayaan masing-masing. “Ini dapat membuka era baru transparansi,” ucapnya.

“Maksudnya, kalau dia mau mengungkapkan harta kekayaannya, ya bagus saja, bagi publik itu juga bagus, karena itu kan mengenai asal harta kekayaan yang dipunya calon kepala daerah. Jadi harus dibedakan ya, (pembuktian harta terbalik) tidak ada kewajibannya dalam undang-undang,” sambungnya.

Ahok menekankan pentingnya pembuktian harta terbalik dari para calon gubernur. Mekanisme pembuktian harta terbalik terhadap para calon bisa lebih efektif dibanding menerapkan kewajiban cuti kampanye, agar menjauhkan calon dari penyimpangan, dalam hal ini korupsi. “Justru harusnya kalau mau bikin rata pertandingan, semua harus bisa buktikan hartanya dari mana. Baru rata,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/9) lalu.

Ahok memandang substansi DPR selaku pembikin Undang-undang Pilkada yakni agar para calon bisa bertanding secara adil, entah calon itu petahana atau bukan. Maka calon petahana harus cuti supaya sama dengan calon lainnya, agar ‘lapangan tanding menjadi rata’, tak ada yang lebih tinggi. “Kalau mau ‘saingan rata’ bukan kasih cuti. Kepala daerah yang korup kemudian cuti maka lebih enak dia dapat uang banyak juga. Dia bisa kerahkan semua. Di dalam juga bisa dikerahkan kalau kong-kalikong,” kata