Gubernur Anies Baswedan Marah Besar Karena Tidak Mampu Kendalian Pegawai Negeri Sipil PNS DKI


Sebanyak 239 ASN Pemprov DKI kena marah Gubernur Anies Baswedan gegara seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Pemprov DKI pun menjelaskan alasan anak buah Anies itu tak mematuhi instruksi. “Ada beberapa yang kita tanyakan alasannya sakit, belum siap dokumennya, dan lain-lain,” kata ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Maria Qibtya, kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Maria mengatakan sanksi untuk masalah ratusan ASN mengabaikan instruksi ini masih dibahas. “Terkait disiplin ada aturan tersendiri PP 53/2010, namun terkait sanksi untuk masalah ini masih dalam bahasan tim,” jelas Maria. Maria mengatakan instruksi tersebut sifatnya wajib dilaksanakan. Dia menyebut ada 17 jabatan eselon 2 yang dilelang.

“Jadi mestinya yang memenuhi syarat wajib mendaftar. Ada 17 jabatan eselon 2 yang dilelang. Diminta semua yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Nah ini 239 tidak mendaftar,” katanya.

Sebelumnya, Anies merasa malu lantaran ada instruksi yang tak dilaksanakan. Anies mengumpulkan anak buahnya yang bermasalah di lapangan Balai Kota. “kita, saya dan Anda berseragam, membawa perintah konstitusi di dalam sebuah birokrasi. Ketaatan terhadap perintah menjadi penting dan bila perintah tak bisa dilaksanakan maka laporkan tak bisa dilaksanakan, bukan diam berharap tak jadi masalah. Ini masalah. Ini masalah bapak, ibu. Dan yang dikumpulkan di sini yang bermasalah,” kata Anies.

Anies meminta kepada jajarannya agar seluruh instruksi dijalankan dengan baik. Anies sudah meminta inspektorat DKI untuk membuat daftar nama ASN yang bekerja tanpa memperhatikan instruksi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan marah ada instruksi yang tak dijalankan oleh pegawainya di Balai Kota. ASN yang tak mematuhi instruksi itu dikumpulkan Anies di lapangan. Awalnya Anies menyinggung soal adanya instruksi Sekda DKI soal pendaftaran seleksi terbuka jabatan tinggi pratama atau eselon II. Dari catatan administrasi diketahui ada 239 ASN yang memenuhi syarat. Namun, Anies menyebut ASN yang memenuhi syarat itu tidak mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka itu.

“Kita, saya dan Anda berseragam, membawa perintah konstitusi di dalam sebuah birokrasi. Ketaatan terhadap perintah menjadi penting dan bila perintah tak bisa dilaksanakan maka laporkan tak bisa dilaksanakan, bukan diam berharap tak jadi masalah. Ini masalah. Ini masalah, Bapak-Ibu. Dan yang dikumpulkan di sini yang bermasalah,” kata Anies di depan Blok G Balai Kota, Jakarta, Senin (10/5/2021).

“Malu sesungguhnya kita, saya ingin sampaikan, malu sesungguhnya, malu kenapa ada instruksi tak dilaksanakan. Siang hari ini pesan untuk semua bahwa setiap ada instruksi harus dilaksanakan. Bukan dilewatkan, yang berkumpul di sini yang melewatkan, beruntung Bapak-Ibu pakai masker, tak terlihat wajahnya, coba kalau difoto Bapak-Ibu wajah Bapak-Ibu terekam sebagai pribadi yang tak jalankan instruksi,” sambung Anies.

Anies menegaskan agar seluruh instruksi yang diberikan segera dilaksanakan. Anies meminta para ASN memahami instruksi yang diberikan. “Jadi ini bukan jadi eselon dua, ikut pansel, ini soal perintah dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Karena itu, hari ini saya ingatkan kita berada dalam organisasi dan organisasi ini punya tata cara dan organisasi ini bekerja mengikuti prosedur dan semua perintah dipahami dilaksanakan, dilaporkan. Pahami laksanakan dengan baik, laporkan, tapi tak boleh instruksi diabaikan,” ujarnya.

Anies sudah meminta inspektorat membuat daftar para ASN yang bekerja tanpa memerhatikan instruksi. Anies mengingatkan lagi pentingnya budaya disiplin. “Kalau instruksi diabaikan sekali, dua kali, tiga kali, itu jadi kebiasaan mengabaikan instruksi, jadi budaya mengabaikan instruksi. Bila instruksi dilaksanakan, maka budayanya disiplin melaksanakan instruksi. Perhatikan, camkan, laksanakan semua instruksi dengan baik, laporkan pelaksanaannya dengan baik, tolong dicamkan jadi pelajaran dan jangan diulang,” kata Anies.

Guru Honorer Sukabumi Yang Lumpuh Sehabis Vaksinasi Ternyata Mengidap Guillain Barre Syndrome


Guru honorer asal Sukabumi dilaporkan mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai vaksinasi COVID-19 tahap kedua. Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengatakan hasil investigasi menunjukkan guru Susan mengidap guillain barre syndrome (GBS).
“Diagnosis dari DPJP RSHS: guillain barre syndrome,” katanya.

Prof Hindra menerangkan kondisi GBS yang dialami guru Susan tidak terkait dengan vaksin COVID-19. Tidak cukup bukti untuk menunjukkan adanya keterkaitan KIPI dengan imunisasi yang diberikan. Dikutip dari laman CDC, sindrom Guillain-Barre (GBS) adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf, menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan. Meskipun penyebabnya tidak sepenuhnya dipahami, sindrom ini sering kali terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.

Kelemahan dan kesemutan biasanya merupakan gejala pertama.

Sensasi ini bisa menyebar dengan cepat, akhirnya melumpuhkan seluruh tubuh. Dalam bentuk yang paling parah, sindrom Guillain-Barre adalah keadaan darurat medis. Kebanyakan orang dengan kondisi tersebut harus dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan.

Belum ada obat yang diketahui untuk sindrom Guillain-Barre, tetapi beberapa perawatan dapat meredakan gejala dan mengurangi durasi penyakit. Meskipun kebanyakan orang sembuh dari sindrom Guillain-Barre, angka kematiannya adalah 4-7 persen. Antara 60-80 persen pengidapnya mampu berjalan dalam enam bulan. Pasien mungkin mengalami efek yang menetap, seperti kelemahan, mati rasa atau kelelahan.

Pernah dikaitkan dengan vaksin

Di masa lalu, vaksinasi (terutama vaksin flu yang digunakan di AS selama wabah flu babi tahun 1976) dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom Guillain-Barré. Tetapi penelitian menemukan kecil kemungkinan bisa terkena kondisi ini setelah vaksinasi.

Untuk mempelajari apakah vaksin baru menyebabkan GBS, CDC biasanya akan membandingkan tingkat kejadian GBS pada populasi biasa dengan tingkat GBS yang diamati pada orang usai vaksinasi. Ini membantu untuk menentukan apakah suatu vaksin dapat menyebabkan lebih banyak kasus.

Hindra menerangkan dari hasil diagnosa dokter penanggung jawab pasien (DPJP), Susan mengalami guillain barre syndrome. Kondisi tersebut merupakan penyakit saraf. “Diagnosis dari DPJP RSHS: guillain barre syndrome,” katanya. Sebelumnya, Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta negara untuk hadir dalam kasus guru Susan yang mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai vaksinasi COVID-19 tahap dua.

Hal ini diungkap Dudung Nurullah Koswara, Ketua PB PGRI yang mengatakan sebagai guru honorer Susan sudah menjalankan program pemerintah dengan mengikuti vaksinasi tahap satu dan dua. “Bu Susan ini sudah mengikuti program pemerintah, vaksin kesatu dan kedua artinya dia aparatur pendidikan walaupun belum ASN dia melayani masyarakat dia sudah mengikuti program pemerintah dia tidak nyinyir dia vaksin satu ikut vaksin dua ikut setelah vaksin kedua dia sakit,” ungkap Dudung kepada detikcom, Sabtu (1/5/2021).

Kehadiran negara dijelaskan Dudung sangat diperlukan untuk memberikan jaminan perlindungan kepada Susan. “Maka negara harus hadir, memberikan jaminan perlindungan secara psikologis secara finansial dan secara masa depan bu Susan,” jelasnya. Sebagai seorang guru, Dudung juga menilai peranan Susan amatlah penting sebagaimana guru-guru lainnya di Indonesia. Guru adalah salah satu pertahanan negara.

“Guru adalah pertahanan negara melalui proses pencetakan SDM jadi guru ini strategis semua mulai dari guru, wartawan, masyarakat siapapun yang menggiring kepada dunia edukasi sesungguhnya sudah menularkan kekuatan pertahanan negara melalui sumberdaya manusia. Jadi untuk guru secara makro mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan lagi terutama guru-guru honorer kemudian secara kasuistis Bu susan di jamin terutama oleh pemerintah . Pemerintah mana? Terutama pemerintah terdekat, Pemkab Sukabumi yang lebih spesifik lagi dinas kesehatan kabupaten Sukabumi harus sangat melindungi,” pungkas Dudung.

Apartemen Baru Dikawasan Bintaro


Bintaro Park View Apartemen siap huni di Jakarta Selatan memberikan PROMO harga diskon menarik dengan + FREE PPN 10% dan unit sudah FULL FURNISH. Apartemen Bintaro ParkView dijual dengan harga mulai dari Rp. 393 juta untuk tipe studio dan Rp. 647 jutaan untuk tipe 2BR-A setelah diskon 5% dan gratis PPN 10%.

Bintaro Park View menawarkan kelebihan tersendiri untuk dijadikan investasi apartemen baru di Selatan Jakarta tahun 2021 dengan Lokasi strategis di Selatan Jakarta serta berjarak hanya 14 menit dari SCBD TB Simpatupang dimana terdapat berbagai perkantoran multinasional, dan 20 menit dari mall Pondok Indah Jakarta Selatan. Dikembangkan oleh developer terpercaya sejak 1983 yaitu Duta Putra Land. Unit apartemen siap huni darn FULLY FURNISH. Bisa langsung ditempati ataupun disewakan. Mudah disewakan mengingat lokasi strategis dekat dengan SCBD TB Simatupang dan berbagai internasional school. Cara bayar flexible dengan pilihan cash keras, 12x bertahap atau KPA. Bonus smart door lock system.

Furniture Untuk Tipe Studio

  • 1 Lemari Pakaian 2 pintu
  • 1 Tempat Tidur Queen Size 160 x 200
  • 1 Mattress 160 x 200 + Bantal Guling
  • 1 Set Meja Makan + 2 Kursi
  • 1 Meja Samping
  • 1 Lemari Dapur Atas & Bawah
  • 1 Kompor Gas 2 Tungku – Azalea by Tecnogas
  • 1 Air Conditioner 3/4 PK -MIDEA
  • 1 Water Heater 15 liter – Azalea by Tecnogas
  • 1 TV 32 Inch 1 Lemari Pakaian 2 pintu

Furniture Untuk Tipe 2BR

  • 1 Tempat Tidur Queen Size 160 x 200
  • 1 Mattress 160 x 200 + Bantal Guling
  • 1 Tempat Tidur Single Size 100 x 200
  • 1 Mattress 100 x 200 + Bantal Guling
  • 1 Set Meja Makan + 4 Kursi
  • 1 Sofa 2 Seat + Meja
  • 1 Meja Samping
  • 1 Lemari Dapur Atas & Bawah
  • 1 Kompor Gas – 2 Tungku – Azalea by Tecnogas
  • 3 Air Conditioner 3/4 PK – 2 unit, 1/2 PK – 1 unit -MIDEA
  • 1 Water Heater 15 liter – Azalea by Tecnogas
  • 1 TV 40 Inch

Fasilitas Apartemen Bintaro Park View. Berbicara mengenai fasilitas, apartemen Bintaro ParkView sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap bagi penghuninya. Sebut saja seperti:

  • One access security gate dan 24 hours CCTV
  • Leisure park + children playground
  • Piano park
  • Outdoor gym
  • Zen garden
  • Fitness room
  • Function room
  • Kios dan food court
  • Swimming pool dengan daybeds.
  • Outdoor sitting space dan kids pool.
  • Convenience store

Lokasi Apartemen Bintaro Park View. Lokasi apartemen Bintaro ParkView di Jakarta Selatan, dimana dekat dengan berbagai fasilitas pendukung yang sangat lengkap. Sebut saja seperti:

Pendidikan: Jakarta Internasional School (JIS), Perguruan Henricus Don Bosco Pondok Indah, BPK Penabur, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Pembangunan Jaya, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.
Perbelanjaan: Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange, Pondok Indah Mall, Mitra 10, Ace Hardware
Rumah sakit: RS Pondok Indah, RS dr Suyoto, RS PI Bintaro Jaya, RS Premier Bintaro, RSUP Fatmawati .
Golf Course Pondok Indah.

Jika anda sedang mencari apartemen baru di Jakarta Selatan dengan budget harga dibawah Rp. 400 jutaan* dengan unit sudah FULL Furnished dan siap huni, coba hubungi sales apartemen Bintaro ParkView untuk sekarang juga. Dapatkan PROMO DISKON HARGA dan Gratis PPN10% sekarang juga !

Lurah Kayu Putih Minta Tajkil Ke Pengusaha Atas Instruksi Pemprov DKI Pimpinan Anies Baswedan


Beredar surat edaran Lurah Kayu Putih, Jakarta Timur (Jaktim) yang meminta pengusaha sekitar untuk menyediakan tajkil untuk warga. Lurah menegaskan edaran itu tidak bersifat paksaan. Dalam edaran itu, perusahaan retail dapat menyediakan 150 boks makanan ke warga kurang mampu setiap hari. Edaran ini juga ramai disebarkan di WhatsApp group (WAG).

Lurah Kayu Putih Artika Ristiana mengatakan surat itu sesuai Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Nomor 40 Tahun 2021 tentang rangkaian kegiatan Ramadhan 1442H/2021 di provinsi DKI Jakarta. Program itu adalah kolaborasi sosial pangan.

“(Ini tentang) kolaborasi Ramadhan. Surat (perusahaan menyediakan takjil) ini dibuat sesuai Insekda No 40/2021 tentang Rangkaian Kegiatan Ramadan 1442 H di Provinsi DKI Jakarta, salah satunya adalah Kolaborasi Sosial Berskala Besar Pangan (KSBB Pangan),” kata Artika saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Kelurahan Kayu Putih, kata dia, menindaklanjuti Insekda Nomor 40 Tahun 2021 ini dengan melakukan rapat bersama stakeholder terkait. Setelah dilakukan rapat, surat itu diedarkan ke para perusahaan. “Kemudian memang jumlah (150 boks makanan) itu, jumlah itu sesuai dengan yang disampaikan tingkat pimpinan juga. Jadi bukan saya menetapkan jumlahnya segitu, nggak. Itu memang dari provinsi kemudian kita sampaikan,” tambahnya.

Lurah kayu Putih itu menyebut penyediaan takjil ini benar-benar ditujukan ke warga kurang mampu. Kegiatan pembagian takjil ini, sambungnya, dilakukan seluruh kelurahan di DKI Jakarta. “Kegiatan kolaborasi Ramadhan seperti apa sih? Kegiatan kolaborasi Ramadhan adalah kegiatan kelurahan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di tempat di mana kita berada untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatannya berupa apa? Yaitu berupa berbagi menu buka puasa dengan warga sekitar, khususnya di tempat kumuh dan miskin di wilayah yang saya pimpin, kayak gitu.

“Terus jadi itu nggak hanya kepada Superindo saja, saya juga (edarkan) kepada semua perusahaan. Dan ini tidak hanya di Kayu Putih, ini kegiatan kolaborasi Ramadhan, dilaksanakan oleh seluruh kelurahan di wilayah DKI Jakarta, semuanya. Ada Insekda-nya Nomor 40 Tahun 2021,” kata Artika.

Artika menegaskan kegiatan ini bukanlah paksaan. Edaran itu, katanya hanya sebatas imbauan. “Oh nggak (paksaan) dong. Ini kan berupa ajakan dan imbauan. Jadi nggak ada unsur paksaan,” kata Artika. Artika juga mengklaim pengusaha tak keberatan dengan surat edaran itu. Malah, menurut Artika, perusahaan dan toko retail di Kayu Putih antusias ikuti program ini. Artika memberikan foto dokumentasi kegiatan pemberian takjil dari salah satu perusahaan pada Minggu (26/4). Terlihat, ada puluhan makanan box yang diterima Kelurahan Kayu Putih.

“(Makanan boks) ini (merupakan) support dari toko buah All Fresh yang begitu antusias dengan giat kolaborasi Ramadhan,” ujar Artika.

Perusahaan Sediakan Takjil Tak Hanya di Kayu Putih, tapi Se-Jakarta

Camat Pulo Gadung, Bambang Pangestu, angkat bicara mengenai surat edaran perusahaan diminta untuk membagikan takjil ke warga itu. Bambang menekankan kegiatan itu adalah program se-Provinsi DKI Jakarta.

“Iya jadi (kegiatan itu) tepatnya berupa imbauan atau ajakan. Yang pertama kita itu melaksanakan kegiatan sosial berskala besar (KSBB). Yang pertama itu. Yang kedua kita memiliki tujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” kata Bambang, saat dihubungi, Minggu (2/5). Kegiatan ini, kata Bambang, dilakukan bukan hanya di Kelurahan Kayu Putih, melainkan semua kelurahan di DKI Jakarta. Bambang mengatakan kegiatan ini dilakukan selama bulan Ramadhan.

“Ya jadi sekali lagi, ini kegiatan sosial berskala besar. Kita mengajak memang pada pengusaha ataupun pada warga yang mampu untuk berkolaborasi. Jadi kolaborasi, KSBB itu adalah kolaborasi sosial berskala besar. Jadi kami mengajak kepada pengusaha atau warga yang mampu untuk menyediakan makan bagi warga yang tidak mampu, dan kami tidak, ini hanya berupa ajakan atau imbauan. Bukan berupa paksaan. Bagi perusahaan yang mungkin keberatan dan sebagainya, itu nggak ada masalah bagi kita,” jelasnya.

Dia pun menerangkan soal perusahaan yang diminta menyediakan takjil sebanyak 150 boks makanan. Bambang menyebut perusahaan tidak diminta untuk menyediakan 150 boks makanan. Bambang menjelaskan tiap kelurahan diharapkan dapat menerima 150 boks makanan dari KSBB ini. Takjil yang diterima ini, lanjutnya, nantinya akan dibagikan ke warga yang kurang mampu.

“Ada juga yang memang (perusahaan/warga mampu) tidak bersedia (memberikan takjil ke warga setempat). Ada juga tadi yang saya bilang, dia hanya menyumbang nasi 10 kotak, nasi kotak gitu, takjil, ya kita jalankan. Kita laksanakan gitu. Jadi memang kita, kita itu satu kelurahan itu 150 per hari, ya. Jadi bukan 1 perusahaan yang (menyediakan) 150 (boks makanan) per hari, atau bukan perorangan. Bukan, bukan (1 perusahaan 150 boks makanan). Targetnya kita 150 itu per hari, per kelurahan,” tambahnya.

“Iya setiap hari kita (selama bulan puasa melaksanakan kegiatan ini). Kan biasanya mulai jam-jam 16.00 WIB nanti kita turun ke bawah, ke kantong-kantong kemiskinan lah. Atau kantong-kantong yang memang mereka, warga yang nggak mampu. Kalau di Kayu Putih seperti di Pulo Nangka, Kampung Pedongkelan, di RW 7, itu kan masih banyak masyarakat yang kehidupannya menengah ke bawah,” ucap Bambang.

Antigen Bekas Kimia Farma Libatkan Hingga Business Manager


Kasus penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu terdapat sejumlah fakta baru. Teranyar, polisi menyebut ada sekitar 9 ribu orang telah menggunakan alat tes antigen bekas itu.

Saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka, salah satunya

  • Manager Kimia Farma yaituBusiness Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45)
  • Kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19)
  • Costumer Service di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20)
  • Karyawan bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan
  • Karyawan bagian admin hasil swab, R (21).

“Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi bahwa kegiatan penggunaan cotton buds swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan oleh para karyawan dari Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini No 1 Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumut, dilakukan sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu Internasional Airport,” ucap Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dalam konferensi pers di Medan, Kamis (29/4/2021).

Polisi memperkirakan dalam sehari ada 250 orang melakukan tes antigen di laboratorium yang dikelola oleh Kimia Farma di Kualanamu. Setengahnya diduga menjadi korban penggunaan alat tes antigen bekas. “Kita masih terus dalami. Yang jelas satu hari ada kurang-lebih 100-150 dan 200 penumpang yang melakukan tes swab ini. Paling kalau kita hitung 100 saja setiap hari, kalau 3 bulan saja sudah 90 kali 100, udah 9.000 orang,” ujar Panca.

Polisi memperkirakan eks manajer Kimia Farma meraup keuntungan mencapai Rp 1,8 miliar sejak 2020.

“Kita masih menghitung ini. Yang jelas kurang-lebih yang kita hitung kalau dari Desember 2020 kurang-lebih sementara perkiraan kita Rp 1,8 miliar sudah masuk kepada yang bersangkutan,” kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Jumat (30/4/2021). Polisi menyebutkan pihaknya terus mendalami perkiraan keuntungan tersebut. Panca menyebut pihaknya sudah menyita uang Rp 149 juta dari hasil kejahatan tersebut sejauh ini.

“Yang jelas ini ada Rp 149 juta yang kita sita dari tangan tersangka,” ucap Panca.

Panca menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, kegiatan penggunaan cotton bud swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan karyawan dari laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Medan, sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu.

“Yang menyuruh melakukan pendaurulangan atau penggunaan cotton bud swab antigen adalah PM selaku BM (business manager) kepada karyawan yang bekerja di laboratorium Kimia Farma Bandara Kualanamu dan kepada SR selaku kurir serta DP (CS di laboratorium),” sebut Panca. Para pelaku dijerat Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Polisi menetapkan eks Business Manager Kimia Farma Jalan Kartini Medan, PM, dan empat bawahannya sebagai tersangka kasus tes antigen pakai alat bekas di Bandara Kualanamu. PM diduga menjadi dalang penggunaan alat tes antigen bekas. Pengumuman status tersangka terhadap lima orang itu disampaikan oleh Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra, di Polda Sumut, Kamis (29/4/2021). PM dan empat anak buahnya turut hadir. PM terlihat menggunakan masker serta baju hitam. Dia juga terlihat menggunakan baju tahanan berwarna oranye.

Kegagalan Pengawasan SOP Kimia Farma atau Kejahatan Terorganisasi

Polisi menduga mereka mendapat keuntungan Rp 30 juta tiap harinya. Menurut polisi, penggunaan alat tes antigen bekas ini telah dilakukan sejak Desember 2020 dan diduga telah menyebabkan 9 ribu orang menjadi korban.

“Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi bahwa kegiatan penggunaan cotton buds swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan oleh karyawan dari Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini No 1 Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumut, dilakukan sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu Internasional Airport,” ucap Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dalam konferensi pers di Medan.

Kimia Farma juga telah buka suara. Kelima tersangka itu telah dipecat dari perusahaan.

“Kimia Farma memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam kasus penggunaan kembali alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara,” ujar PT Kimia Farma dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4). “Namun yang dilaporkan ke Bandara dan pusat kantor laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Medan, adalah sekitar 100 orang, kemudian sisanya sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat PM dari hasil penggunaan cotton bud swab antigen bekas, di mana rata-rata hasil dari keuntungan penggunaan cotton buds swab antigen bekas yang dibawa Saudara SR ke PM yaitu sekitar Rp 30 juta, yang akan digunakan untuk PM dan lembur karyawan laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Medan,” tutur Panca.

Polisi menetapkan 5 mantan pegawai Kimia Farma menjadi tersangka kasus alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Para tersangka juga diduga memalsukan hasil tes negatif pasien. Hasil itu terungkap saat tanya-jawab Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dengan sejumlah petugas laboratorium yang dikelola Kimia Farma di Kualanamu saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021). Para petugas yang ditanya itu masih menjadi saksi.

Awalnya Panca menanyakan cara membedakan alat tes antigen bekas dengan yang baru. Salah satu saksi menjelaskan di mana alat tes antigen bekas ditandai dengan adanya staples dan double tape pada bungkusnya. Sedangkan, bungkus alat tes antigen yang baru masih disegel.

Saksi juga mengaku bahwa stik tes antigen bekas itu diantar kurir yang telah menjadi tersangka ke laboratorium di Bandara Kualanamu. Stik tes antigen bekas itu telah dicuci dengan alkohol lebih dulu, dikemas, lalu dipakai lagi ke pasien lain. Petugas itu juga mengaku cotton buds yang baru hanya dipakai jika stok cotton buds bekas habis. Panca kemudian bertanya apakah mereka pernah membuat hasil tes antigen tanpa diperiksa atau tidak. Salah satu pegawai lain yang jadi saksi mengakui hal itu pernah terjadi.

“Ada nggak yang cuma dicolok saja terus tidak diperiksa?” tanya Panca.

“Pernah,” ucap salah satu pegawai.

Berdasarkan pengakuan, pegawai itu awalnya bekerja sesuai aturan. Namun dia diminta salah satu pegawai yang jadi tersangka untuk mengabaikan aturan demi menafkahi anak istri dan hobi belanja mereka. Saksi mengatakan salah satu tersangka langsung menerbitkan hasil tes negatif meski sampel swab tidak diperiksa. Hal itu kerap terjadi jika kondisi calon penumpang yang ingin tes antigen sedang ramai.

Cara Menangkal Fitnah Tetangga Yang Berhati Dengki


Nama Wati, seorang ibu warga Depok, belakangan viral menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, dirinya sempat menuduh tetangganya hidup dari pesugihan babi ngepet lantaran tak pernah terlihat bekerja.
“Dari kemarin saya sudah pantau, Pak, orang ini. Ini dia berumah tangga dia nganggur tapi uangnya banyak. Saya sudah lewat rumahnya, udah saya lemparin sesuatu di depan rumah biar ketahuan,” tutur bu Wati dalam potongan video viral.

Menghadapi nyinyiran tetangga yang tak benar adanya tentu kerap mengganggu. Bagaimana sih cara mengatasinya dengan bijak?

Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum, ‘korban’ sebaiknya tetap tenang meski kerap dituduh yang tidak-tidak. Sebisa mungkin menghindari serangan balik dengan melakukan tindakan serupa. Hal ini menurut Rahma, bisa berbuntut panjang. Terlebih jika berlanjut ke jalur hukum, ada risiko saat melaporkan ke pihak yang berwajib, ‘korban’ bisa kembali dituntut lantaran melakukan hal serupa.

“Lebih baik, kumpulkan bukti dan lapor pada pihak-pihak yang dapat membantu misalnya ketua RT atau kantor polisi,” kata Rahma. “Jika posisi kita hanya mendengar atau melihat, sebaiknya tidak gegabah memberikan judgement. Kumpulkan data dan fakta berita tersebut agar dapat disikapi dengan tepat,” pesannya.

Viral cerita penangkapan babi ngepet di Depok yang belakangan dipastikan polisi cuma hoax. Rupanya, sang ustaz yang mengarang cerita tersebut membeli babi di toko online agar dirinya bisa terkenal usai mengaku-ngaku berhasil menangkap babi ngepet. Tak sedikit warga yang langsung percaya fenomena babi ngepet meskipun kerap dipastikan hal semacam ini tidak mungkin terjadi. Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center menyebut ada beberapa kemungkinan penyebab di balik kepercayaan fenomena babi ngepet.

Pertama, cara berpikir seseorang. Menurut Rahma, cara berpikir logis setiap orang tentu berbeda, ada sebagian orang tidak mampu berpikir kritis, tanpa ingin mencari tahu informasi lebih lanjut. Dan hanya mau mempercayai orang yang secara fisik dekat dengan mereka (tetangga). Pada akhirnya, orang tersebut hanya ‘menelan’ mentah-mentah dan ikut termakan informasi hoax.

Ada juga kepercayaan keluarga atau lingkungan yang ditanamkan sehingga menginternalisasi sebagai keyakinan sehingga berprinsip siapa lagi yang akan menolong bila bukan tetangga. Padahal dalam banyak hal tetangga adalah sumber berita bohong

Alasan lainnya, disebut Rahma sama seperti motif sang ustaz yang membuat hoax penangkapan babi ngepet di Depok. Disebutnya, bentuk perilaku mencari perhatian atau mencari keuntungan tertentu juga bisa menjadi dasar pertimbangan kepercayaan mereka yang bertentangan dengan ilmu agama.

Selain itu, lingkungan bergaul dan wawasan seseorang berpengaruh besar sebagai faktor persepsi mereka terkait fenomena babi ngepet. Diberitakan sebelumnya, kronologi hoax cerita penangkapan babi ngepet sudah direncanakan para pelaku juha-jauh hari.

“Tersangka ini bekerja sama dengan kurang-lebih delapan orang, mengarang cerita tersebut, seolah-olah babi ngepet itu benar. Ternyata itu rekayasa tersangka dan teman-temannya,” jelas Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar.

Kepada warga, Adam Ibrahim menggambarkan babi ngepet itu berkalung dan kepalanya diikat tali merah. “Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang,” lanjutnya.

Ustad Adam Ibrahim Beli Babi dan Sebarkan Hoax Babi Ngepet Di Bedahan Depok


Polisi menetapkan Ustad Adam Ibrahim sebagai tersangka kasus penyebaran hoax terkait isu babi ngepet yang membuat heboh warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Apa motif Adam Ibrahim menyebarkan hoax? “Tujuan mereka supaya lebih terkenal di kampungnya,” kata Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4/2021).

Imran menyebutkan bahwa Adam Ibrahim adalah tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya. “Karena ini merupakan salah satu tokohlah, tapi tidak terlalu terkenal. Tokoh masyarakat aja ya, majelisnya nggak juga sih, ini hanya pengajian biasa,” ujarnya.

Imran mengatakan Adam Ibrahim mengarang cerita soal babi ngepet atau babi jadi-jadian itu. Ia membuat cerita seolah-olah ada babi ngepet di kampungnya, setelah mendapatkan laporan adanya sejumlah warga yang kehilangan uang. “Kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang sejuta, ada yang dua juta,” katanya.

Peristiwa hilangnya uang sejumlah warga ini terjadi sejak awal Maret 2021. Akan tetapi, fakta soal hilangnya uang-uang warga ini juga belum jelas. “Itu tidak jelas, itu menurut mereka. Sekarang logikanya kalau kehilangan ya lapor polisi saja,” ucapnya. Cerita itu direkayasa oleh Adam Ibrahim dan 7 orang lainnya. Namun, sejauh ini baru Adam Ibrahim yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada tersangka, ada saksi. Sementara tersangka masih satu AI (Adam Ibrahim),” imbuhnya. Atas penyebaran berita hoax ini, Adam Ibrahim dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Berikut bunyi pasal tersebut:

“Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.”

Sebelumnya, isu babi ngepet ini membuat heboh warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Pihak kepolisian dari Polsek Sawangan mendatangi lingkungan RT 2 RW 4 Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Rabu (28/4/2021). Polisi terlihat menemui Ustaz Adam Ibrahim dan warga sekitar. Mereka berbincang soal babi itu. Polisi bersama Ustaz Adam dan sejumlah warga lainnya berjalan kaki ke sebuah perkebunan tak terpakai. Ternyata, perkebunan itu merupakan tempat bangkai hewan diduga babi ngepet itu dikubur.

“Saya juga kurang tahu, baru tahu ini (bangkai babi) dipindahkan,” ujar Adam.

Seorang warga yang membawa cangkul kemudian menggali tanah dan sekantong plastik warna merah diangkat. Di balik plastik warna itu terbungkus dan terlihat badan serta kepala babi yang kemarin dibunuh. Polisi kemudian langsung mengambil alat ukur untuk mengukur panjang babi yang mati itu. Polisi pun menegaskan bangkai tersebut benar-benar babi.

Ustaz Adam Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax soal babi ngepet di Sawangan, Depok. Adam Ibrahim mengarang cerita hingga menyiapkan seekor babi untuk menyempurnakan kisahnya itu. “Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pecinta binatang dengan harga Rp 900 ribu, ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu,” jelas Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4/2021).

Adam Ibrahim bekerja sama dengan 7 warga lainnya. Mereka menyusun skenario hingga mengatur peran masing-masing agar warga percaya soal babi ngepet atau babi jadi-jadian ini. “Kemudian dirapatkan oleh tim mereka kurang lebih delapan orang,” katanya.

Mereka mengarang cerita seolah-olah melihat sosok manusia yang tiba-tiba berubah menjadi babi. “Mereka mengarang seolah-olah ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, dua orang pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi. Padahal itu tidak benar,” jelasnya. Tidak hanya itu, Adam Ibrahim dkk juga menggambarkan ‘babi ngepet’ ini berkalung dan ikat kepala merah.

“Itu semua bohong, tidak benar,” ucapnya. Isu babi ngepet ini membuat heboh warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Babi itu ditangkap warga karena dituduh mencuri uang-uang warga. Setelah ditangkap, warga kemudian memotongnya dan menguburkannya. Memotong dan menguburkan ‘babi ngepet’ itu juga sudah masuk dalam skenarionya.

“Sudah itu sudah juga. Supaya skenario ini nyambung, dari awal sampai akhir itulah peran-peran orang tertentu sudah diatur dan dikubur di tempat tertentu dan sudah dipindah,” tuturnya. Belakangan, polisi mengungkap isu soal babi ngepet itu sebetulnya tidak pernah ada. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa babi ngepet ini hanya karangan Adam Ibrahim.

Adam Ibrahim terpikir mengarang cerita soal babi ngepet ini karena mendapat laporan adanya sejumlah warga yang sering kehilangan uang. Untuk meredam keresahan warga soal hilangnya uang-uang warga ini, Adam Ibrahim kemudian mengarang soal babi ngepet.

Bahan Peledak Ditemukan Di Markas FPI Petamburan. Munarman Ditangkap Densus


Eks Sekum FPI Munarman ditangkap polisi. Pengacara Habib Rizieq Shihab itu ditangkap di rumahnya di Pamulang oleh Densus 88 anti teror. “Pada hari Selasa (27/4) sekira jam 15.30 WIB. Tim Densus 88/AT menangkap pengacara HRS Munarman, SH di Perumahan Modern Hills, Cinangka – Pamulang, Tangerang Selatan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui pesan singkat, Selasa (27/4/2021).

Argo menjelaskan, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Selain itu, lanjut Argo, Munarman diduga menyembunyikan informasi perihal terorisme. “Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme,” jelasnya.

Berikut 3 Fakta Penangkapan Munarman oleh Densus 88:

Munarman Ditangkap dalam Kasus Baiat di Tiga Kota

Munarman diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota. Polri belum menjelaskan secara detail peran Munarman dalam proses baiat teroris. “(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Ramadhan menuturkan penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Ramadhan juga menyebut Densus 88 Antiteror menggeledah eks markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. “Penangkapannya dilakukan kurang-lebih pukul 15.00 WIB, dan saat ini sedang dilakukan penggeledahan di Petamburan,” tutur Ramadhan.

Polisi melakukan penggeledahan di bekas kantor DPP FPI yang berada di daerah Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain itu, rumah Munarman di Pamulang pun digeledah polisi. “Iya benar ada penggeledahan di Petamburan III benar,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi, Selasa (27/4/2021). Rumah yang berada di Pondok Cabe, Pamulang digeledah. “Belum (dibawa Munarman). Penggeledahannya pasti ada surat,” ujar pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Munarman, Selasa (27/4/2021). Aziz belum mengetahui penangkapan Munarman terkait perkara apa. Saat ini Aziz dan tim kuasa hukum sudah berada di kediaman Munarman.

Polisi Temukan Bahan Peladak di Sekre FPI

Densus 88 Antiteror menggeledah eks kantor sekretariat Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat. Densus 88 menemukan sejumlah bahan peledak, yakni triacetone triperoxide (TATP). “Terakhir ada beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP. Cairan TATP ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4/2021).

TATP ini identik dengan yang ditemukan Densus 88 di rumah terduga teroris yang beberapa lalu digeledah di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi. “Ini juga akan didalami oleh Puslabfor tentang isi kandungan cairan tersebut,” jelas Ramadhan.

Eks Sekum FPI Munarman ditangkap oleh Densus 88 diduga kerana peristiwa baiat ISIS. Tim kuasa hukum Munarman membantah kliennya terlibat ISIS. “Bahwa terhadap tuduhan keterlibatan Klien Kami dengan ISIS, sejak awal Klien Kami dan Ormas FPI telah secara jelas membantah keras, karena menurut Klien Kami tindakan ISIS tidak sesuai dengan yang diyakini oleh Klien Kami,” tulis kuasa hukum Munarman, Hariadi Nasution, dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Menurut Hariadi, Munarman tidak setuju dengan ISIS. Bahkan Munarman, diseut Hariadi, menolak aksi-aksi terorisme. “Bahwa Klien Kami justru pada beberapa kesempatan selalu memperingatkan kepada masyarakat luas akan bahaya situs-situs dan atau ajakan-ajakan yang mengarah kepada aksi-aksi terorisme dan tindakan inkonstitusional lainnya,” ujarnya.

Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror lantaran diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota. Polri belum menjelaskan secara detail peran Munarman dalam proses baiat teroris. “(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Ramadhan menuturkan penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Ramadhan juga menyebut Densus 88 Antiteror menggeledah eks markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. “Penangkapannya dilakukan kurang-lebih pukul 15.00 WIB, dan saat ini sedang dilakukan penggeledahan di Petamburan,” tutur Ramadhan.

Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman ditangkap Densus 88. Munarman ditangkap dengan dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Munarman ditangkap kemarin, Selasa (27/4), pukul 15.00 WIB. Dia ditangkap di rumahnya, di Pamulang, Tangerang Selatan. Saat ditangkap Munarman sempat menolak. Dia menyebut penangkapannya tidak sesuai hukum.

“Ini tidak sesuai hukum ini,” kata Munarman dengan suara cukup keras saat dibawa sejumlah anggota Densus 88 menuju mobil. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kemudian memberikan penjelasan terkait penangkapan Munarman itu. Argo mengungkapkan, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan terorisme. “Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme,” kata Argo melalui pesan singkat.

Selain itu, penangkapan Munarman juga berkaitan dengan aktivitas baiat teroris yang dilakukan di tiga kota. Tiga kota tersebut yakni Jakarta, Makassar dan Medan. “(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Buntut penangkapan itu, rumah Munarman digeledah. Selain itu, eks markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat juga ikut digeledah. Dari eks markas FPI, sejumlah benda mencurigakan diamankan. Salah satunya adalah cairan triacetone triperoxide (TATP) atau bahan peledak yang dikenal dengan mother of satan.

“Dan ada beberapa botol plastik yang berisi TATP. Ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak, yang mirip dengan yang ditemukan di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu. Ini akan didalami oleh Puslabfor tentang isi dari kandungan cairan tersebut,” ungkap Ahmad.

Usai Badai … Danau Seluas 2 Hektar Muncul Di Kota Kupang


Badai siklon tropis Seroja membuat lahan pertanian di RT 14 RW 06 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berubah menjadi danau. Luas area yang menjadi danau baru tersebut seluas 2 hektare.

“Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis Seroja melanda daerah ini. Pada Senin (5/4) pagi kami melihat air semakin meluas dan mengenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasan genangan air semakin meluas,” kata Hendrik Lasa, warga RT 14 RW 06, Kelurahan Sikumana, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4/2021).

Lahan pertanian yang menjadi danau adalah lahan palawija. Seluruh tanaman, seperti jagung, kacang, buncis, dan kepala, yang siap panen pun terendam.

Henrik bercerita, selama puluhan tahun tinggal di kawasan itu, belum pernah mengalami peristiwa seperti ini. “Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah,” katanya.

Menurut dia, ketinggian air danau terus bertambah. Air mengalir dari mata air Tangkolo dan sumber mata air baru di kawasan itu disebut semakin banyak.

“Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah. Kami khawatir bisa berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana apabila air danau ini terus bertambah tinggi,” kata Hendrik Lasa.

Sementara itu, Batz Sebaneno (38), warga lainnya, mengatakan sejak danau terbentuk sejumlah sumber mata air baru muncul dalam rumah penduduk. “Kami sudah tidak bisa masak dalam dapur karena air muncul dalam rumah sejak danau ini terbentuk. Bahkan di depan rumah kami juga ada muncul sumber mata air baru,” katanya.

Sudah Sujud Menyembah Sambil Minta Maaf, Perawat RS Siloam Sriwijaya Tetap Dianiaya


Pihak Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menyesalkan aksi penganiayaan terhadap seorang perawat, Christina Remauli (27), yang videonya kemudian beredar di media sosial. Penganiaya perawat tersebut sempat mengaku sebagai polisi. Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, mengatakan Christina mengalami memar di perut dan wajah akibat kejadian itu.

“Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami, manajemen RS Siloam sangat menyesali perbuatan pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat,” kata Tata ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/4/2021).

Peristiwa itu, kata Tata, awalnya terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu anak pelaku dirawat di lokasi kejadian. Karena sudah diperbolehkan pulang, korban mencabut selang infus. “Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus,” imbuhnya.

Namun, sambung Tata, hal yang tak diinginkan terjadi. Saat itu ibu pasien menggendong pasien hingga tangan pasien mengeluarkan darah. “Melihat itu, perawat kami langsung mengganti plester yang berdarah, sembari menghentikan darah di tangan pasien. Saat kejadian pelaku tidak berada di lokasi,” bebernya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku datang dan memanggil perawat tersebut. Sang istri kemungkinan menceritakan kejadian tersebut kepada pelaku. “Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku juga memaksa korban bersujud meminta maaf. Di saat yang bersamaan pelaku juga menendang perut korban. “Pelaku juga memaksa perawat kamu bersujud meminta maaf, di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut kami sempat menghalangi dan melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar,” ujar Tata.

Tata mengatakan pelaku yang merupakan orang tua pasien itu sempat mengaku sebagai anggota polisi. “Kebetulan dalam kamar yang sama itu berada anggota polisi. Dia mencoba memperingatkan pelaku yang juga mengaku sebagai anggota polisi, untuk tidak main hakim sendiri,” ungkap Tata.

Sebelumnya, aksi penganiayaan terhadap perawat sebuah rumah sakit (RS) di Palembang viral di medsos. Atas kejadian itu, korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. Korban lalu melapor ke Polrestabes Palembang dan diterima kepolisian dengan Nomor: LP/682/IV/2021/SPKT/Polrestabes Palembang/PoldaSumsel.

“Informasinya benar, dari laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang, kejadian itu terjadi sebuah rumah sakit yang beralamat di kawasan Ilir Barat I, Palembang. Laporan korban sudah diterima dan ditindak lanjuti Unit Reskrim” kata Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah, Jumat (16/4).

Video penganiayaan terhadap perawat sebuah rumah sakit (RS) swasta di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut terlihat seorang perawat perempuan diduga dianiaya keluarga pasien hingga memar di perut dan wajah.

“Informasi benar, dari laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang, kejadian itu terjadi sebuah rumah sakit yang beralamat di kawasan Ilir Barat I, Palembang,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah ketika dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (16/4/2021). Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Perawat yang diduga jadi korban penganiayaan tersebut bernama Christina Remauli (27).

Dalam video terlihat beberapa pegawai RS menyaksikan peristiwa tersebut. Tampak juga ada petugas keamanan yang mencoba melerai. Selain itu, ada pria berpakaian biasa yang mengaku polisi juga mencoba melerai keributan. Kepada polisi, Christina mengaku dipanggil ke ruang perawatan nomor 6026 di RS tersebut. Lalu dia ditanya soal cara melepas infus di tangan anak yang dirawat di ruangan tersebut.

Namun belum sempat korban menjawab, terlapor langsung memukul wajah Christina. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, terlapor tetap memukul kembali wajah korban. Kejadian itu didengar petugas keamanan RS dan langsung menenangkan pelaku. Kemudian juga datang perawat lain yang menggantikan korban untuk menangani pasien.

Saat itu korban berlutut di depan pelaku sambil meminta maaf. Namun terlapor tetap menendang perut dan menjambak rambutnya. Atas kejadian itu, korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. Korban lalu melapor ke Polrestabes Palembang dan diterima kepolisian dengan Nomor: LP/682/IV/2021/SPKT/Polrestabes Palembang/PoldaSumsel.

“Laporannya sudah diterima dan ditindaklanjuti Unit Reskrim,” tutur Abdullah.