Category Archives: Gempa Bumi

15 Wilayah Berstatus Siaga Tsunami akibat Gempa di Maluku


Gempa berkekuatan 7,3 Skala Ritcher yang mengguncang wilayah Halmahera dan sekitarnya, Sabtu (15/11/2014) pagi, berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah tersebut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengingatkan, ada 15 daerah yang berstatus siaga maupun waspada tsunami akibat gempa tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu siang, Sutopo mengatakan agar pemerintah daerah yang berstatus siaga tsunami itu memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Adapun daerah yang berstatus waspada diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Berikut status wilayah terhadap berpotensi tsunami akibat gempa tersebut.
1. Halmahera, Maluku (Siaga)
2. Halmahera Utara, Maluku Utara (Siaga)
3. Kepulauan Sula, Maluku Utara (Siaga)
4. Bolaangmongondow bagian selatan, Sulawesi Utara (Siaga)
5. Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Siaga)
6. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Siaga)
7. Minahasa Bagian Selatan, Sulawesi Utara (Siaga)
8. Minahasa-Selatan Bagian Selatan, Sulawesi Utara (Siaga)
9. Minahasa Utara bagian selatan, Sulawesi Utara (Siaga)
10. Minahasa Utara bagian utara, Sulawesi Utara (Siaga)
11. Gorontalo bagian utara, Gorontalo (Waspada)
12. Buru, Maluku (Waspada)
13. Seram bagian barat, Maluku (Waspada)
14. Halmahera Selatan, Maluku Utara (Waspada)
15. Kota Ternate, Maluku Utara (Waspada)

Gempa tersebut terjadi pada pukul 09.31 WIB dengan pusat gempa pada kedalaman 48 km utara Laut Maluku dan 158 km timur laut Bitung atau 160 km barat laut Ternate. Sutopo mengatakan, gempa tersebut terasa kuat di Sitaro. “Masyarakat berhamburan keluar. Belum ada informasi korban maupun kerugian,” kata Sutopo.

Posko BNPB masih melakukan pengecekan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah terdampak. Sutopo menyebutkan, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika telah melaporkan kepadanya dan menginstruksikan agar Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana disiapkan beserta pesawat terbang dan logistik. Pendataan terus dilakukan dan akan disampaikan jika ada perkembangan lebih lanjut.

Tsunami dalam skala kecil dan tidak berbahaya telah terjadi di pesisir pantai Manado pascagempa dengan kekuatan 7,3 SR yang mengguncang Sulawesi Utara, Sabtu (15/11/2014) tadi pagi.

Data yang diperoleh dari BMKG menyebutkan, tsunami akibat gempa telah terdeteksi di Manado pada pukul 10.55 WITA dengan ketinggian 0,03 meter. Sebelumnya tsunami dengan ketinggian 0,9 meter juga terjadi di Jailolo, pulau Halmahera, Maluku Utara.

Di Manado, beberapa bangunan dilaporkan mengalami keretakan akibat guncangan gempa yang sempat membuat sebagian besar warga tersebut panik. Sebagian bangunan di lantai 7 Hotel dan Plaza Lion yang terletak di kawasan Bahu dan berada di area reklamasi pantai Manado ambruk. Sebagian dindingnya runtuh ke bawah dan menimpa sebuah kendaraan yang terparkir. Akibat gempa dan ambruknya sebagian dinding tersebut, tamu dan pengunjung gedung panik serta berhamburan keluar.

“Saking paniknya ada yang hanya mengenakan handuk dan tanpa sandal. Saya kebutulan sedang berbelanja di Fres Mart dekat situ,” ujar Laura, seorang warga. Selain Hotel Lion, bangunan lainnya yang ikut retak adalah Hotel Arya Duta di ruas jalan Boulevard Manado. Beberapa dindingnya terlihat retak akibat guncangan gempa.

Gempa yang dirasakan hampir seluruh warga di wilayah Sulawesi Utara itu sontak meramaikan jejaring sosial warga baik melalui timeline Facebook, Path maupun status di Blackberry Messenger.

Facebook Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan menayangkan foto saat dirinya ikut membantu evakuasi pasien Rumah Sakit Siloam yang berada satu gedung dengan Hotel Arya Duta. Banyak warga mengakui ketakutan karena baru kali ini merasakan gempa yang cukup lama dan kuat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi 7,3 Skala Richter di Halmahera telah berakhir. “Peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir,” kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Jakarta, Sabtu (15/11/2014). Meski dinyatakan telah berakhir dan berada pada status peringatan terendah, namun masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa diminta untuk tetap waspada.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di Halmahera Utara dan sekitarnya. Peringatan dini tsunami dikeluarkan setelah terjadi gempa dengan magnitude 7,3 SR pada pukul 09.31 WIB dengan lokasi 1.95 Lintang Utara, 126.46 Bujur Timur dengan kedalaman 48 kilometer laut Bitung atau 160 km barat laut Ternate.

Gempa 7,3 SR elah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di kilometer Tengah Bolaang Mongondow pada pukul 10.08 WIB. BMKG mencatat terjadi kenaikan riak gelombang laut Pantai Sorong setinggi 30 cm namun tidak konklusif tsunami. Pemutakhiran data BMKG menyebutkan telah terdeteksi gelombang dengan ketinggian 0,9 meter di Jailolo pada pukul 09.43 WIB pascagempa.

Ternate Di Guncang Gempa 7.3 Ritcher Berpotensi Tsunami dan Terasa Sampai Manado


Warga Ternate panik saat terjadi dua kali gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter pada Sabtu, 15 November 2014. Data yang dihimpun, gempa pertama terjadi di 132 kilomemter barat daya Halmahera Barat. Tepatnya berada pada 1.94 Lintang Utara dan 126.50 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, pukul 09.31 WIT. Berselang beberapa detik, gempa susulan dengan kekuatan yang sama kembali terjadi. Pusat gempa di 137 kilometer barat daya Halmahera Barat pada 1.95 Lintang Utara dan 126.46 Bujur Timur dengan kedalaman 48 kilometer.

Wayan, petugas BMKG Ternate, mengatakan gempa tersebut dan terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan. Kekuatannya pun tercatat cukup besar dan dirasakan di wilayah Ternate, Tidore, Halmahare dan Sulawesi Utara. “Gempa ini juga dirasakan hingga ke wilayah Maluku,” kata Wayan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter di kawasan perairan Maluku Utara. Pada situs resminya, bmkg go id, pusat gempa berada di laut, 132 kilometer sebelah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa pada 15 November 2014 pada pukul 09.31 WIB atau sekitar 11.31 WIT itu terjadi di 1,93 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur. Hingga kini, belum ada informasi apakah gempa itu mengakibatkan bangunan rusak atau korban jiwa. Gempa tersebut kabarnya dirasakan hingga ke Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa yang berpusat di perairan Maluku Utara dirasakan selama 2 detik. “Di Manado, gempa dirasakan cukup kuat selama 5-7 detik,” katanya melalui keterangan pers yang diterima pada 15 November 2014.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter di kawasan perairan Maluku Utara. Pada situs resminya, bmkg go id, pusat gempa berada di laut, 132 kilometer sebelah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa pada 15 November 2014 pukul 09.31 WIB atau sekitar 11.31 WIT itu terjadi di 1,93 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kata Sutopo, gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Sitaro. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. “Saat ini masyarakat masih berada di luar rumah dan berangsur normal,” katanya. Di Ternate dan Kabupaten Sula, gempa dirasakan kuat. Belum ada laporan tsunami dan kerusakan hingga pukul 10.25 WIB. Di Halmahera Barat, gempa juga terasa keras. Namun, di sepanjang pantai pesisir, belum ada laporan tsunami hingga pukul 10.45 WIB. Ada-tidaknya kerusakan pun belum dilaporkan.

Berdasarkan analisis dari Pacific Disaster Center, tsunami dengan tinggi gelombang 0,3-1 meter akan mencapai beberapa wilayah pesisir Indonesia. Perkiraan 0,5 jam mencapai pantai Manado dan Ternate. Selanjutnya, 1-2 jam kemudian mencapai pantai Maluku, Papua, dan Sulteng. Daerah yang berstatus siaga tsunami dan sudah dikonfirmasi adalah Halmahera, Talaud, dan Bolaang Mongondow Selatan. Daerah-daerah tersebut merasakan getaran gempa yang kuat.

Pemantauan tsunami dan dampak gempa masih terus dilakukan oleh Posko BNPB ke BPBD yang wilayahnya berpotensi terdampak. “Gempa 7,3 SR telah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di 93 km tengah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada pukul 10.08 WIB,” kata Sutopo.

Kepala BMKG telah melaporkan peringatan dini kepada Kepala BNPB. Kepala BNPB langsung menuju Pusdalops BNPB dan telah menginstruksikan jajaran BNPB untuk persiapan gerakan ke daerah bencana dengan menyiapkan pesawat terbang, logistik, dan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu darurat. Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter, Sabtu, 15 November 2014, sekira pukul 10.30 Wita mengguncang Manado, Sulawesi Utara. Gempa ini sendiri membuat para peserta ujian CAT CPNS untuk wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berhamburan ke luar gedung Badan Kepegawaian Negeri (BKN) Regional karena kuatnya gempa tersebut.

Pantauan di lokasi, ratusan peserta ujian yang menggunakan baju putih-hitam itu tampak memilih berada di lapangan parkir gedung. (Baca: BMKG: Gempa 7,3 SR di Perairan Maluku.) Nela, 20 tahun, salah satu peserta ujian, mengaku gempa yang terjadi sangat kuat sehingga membuatnya bersama teman-temannya panik dan memilih langsung ke luar ruangan.

“Gempa yang terjadi sangat kuat. Badan saya seperti diguncang kemudian dibanting. Belum saya lihat bangunannya goyang kuat sekali, dan kaca seperti mau pecah,” kata Nela, yang diiyakan sejumlah peserta lainnya. Namun ada beberapa peserta yang tetap berada di dalam ruangan walaupun aktivitas mengisi jawaban di komputer tak dilaksanakan.

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter berpusat di Laut Maluku Utara dengan titik gempa pada kedalaman 10 kilometer. Dari keterangan BMKG, lokasi gempa terjadi di 132 kilometer barat laut Halmahera Barat, 152 kilometer tenggara Sitaro, 156 kilometer barat laut Ternate, dan 180 kilometer barat laut Sofifi.

BMKG sendiri memberikan keterangan waspada tsunami untuk wilayah Maluku Utara, Kepulauan Sula, Bolmong Selatan, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara.

Tasikmalaya Diguncang Gempa 5,5 Skala Richter


Gempa bumi 5,5 skala Richter mengguncang wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad, 22 Juni 2014. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 8,16 derajat Lintang Selatan dan 107,89 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 12 kilometer.

Pusat gempa berada di 75 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya. Gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Tidak ada potensi tsunami,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin saat dihubungi, Ahad, 22 Juni 2014.

Kundang mengatakan pihaknya masih mengecek dan menunggu laporan dari tim tanggap bencana di pelosok daerah ihwal kerusakan akibat gempa. “Sedang dicek,” katanya. Kepala Satuan Polair Polres Tasikmalaya Ajun Komisaris Komarudin menjelaskan, gempa bumi yang terjadi Ahad siang hanya gempa biasa. “Tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Ihwal timbulnya riak di perairan pantai selatan, Komarudin mengatakan hal itu biasa saja. Jika air naik, justru umumnya tidak ada potensi tsunami. “Kalau air surut, harus waspada,” ujarnya.

Aceh Kembali Diguncang Gempa Berskala 6.4 Ritcher


Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang Provinsi Aceh pukul 08.02, Ahad, 18 Mei 2014. Pusat gempa berada 342 kilometer arah barat daya Kabupaten Aceh Jaya pada kedalaman 15 kilometer. “Tidak ada potensi tsunami,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat.

Menurut Sutopo, gempa tersebut dirasakan selama beberapa detik di Meulaboh dan daerah lain di Aceh Jaya. Berdasarkan laporan dari lapangan, katanya, gempa terasa berkekuatan sedang hingga cukup kuat. Berdasarkan peta guncangan gempa, intensitas gempa berskala III-IV Mercalli intensity scale (MMI). Dengan kekuatan sebesar ini, gempa terasa seperti getaran akibat truk yang melintas di jalan raya.

Akibat guncangan mendadak tersebut, kata Sutopo, sebagian masyarakat berhamburan keluar rumah. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh, ujarnya, masih melakukan pengecekan di lapangan. Adapun aktivitas masyarakat telah kembali seperti normal.

Lokasi gempa pagi ini bersumber dari wilayah yang berdekatan dengan lokasi gempa 8,5 Skala Richter yang terjadi pada 11 April 2012. Pusat gempa berada di bagian luar dari daerah pertemuan lempeng Hindia Australia dengan Eurasia atau outer rise earthquake. Mekanisme gempa diperkirakan bersumber dari sesar geser. Bukan sesar naik sehingga tidak menimbulkan potensi tsunami. (Baca: Gempa 8.9 SR, Warga Aceh Berhamburan).

Sutopo mengimbau masyarakat tetap waspada karena gempa kali ini muncul tanpa didahului tanda-tanda. Masyarakat dianjurkan segera keluar dari bangunan dan berkumpul di tempat aman jika gempa kembali terjadi.

Maluku Tenggara Kembali Diguncang Gempa 5 Skala Ritcher


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,0 skala Richter, di barat laut Maluku Tenggara Barat, Jumat dini hari, pukul 03.29 WIB.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, lokasi gempa 5,0 SR itu berada pada wilayah dengan koordinat Lintang 6.66 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 129.30 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 208 km. Lokasi gempa ini berada di Laut Banda; 252 km barat laut Maluku Tenggara Barat; 345 km timur laut Maluku Barat Daya; 351 km tenggara Ambon; dan 2.501 km tenggara Jakarta.

BMKG menegaskan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,0 skala Richter, Selasa, pukul 08.05 WIB, di 215 km timur laut Maluku Barat Daya. Disebutkan, gempa dengan kedalaman 10 km tersebut tepatnya pada posisi 7.07 LS-128.20 BT, dan tidak berpotensi tsunami.

Gunung Merapi Runtuh Diguncang Gempa Kebumen


Dampak gempa 6,2 SR yang berpusat di Kebumen ternyata dirasakan meluas. Bahkan sampai meruntuhkan sejumlah titik di Gunung Merapi, Yogyakarta. “Informasi dari pos pengamatan Gunung Merapi, pasca gempa terjadi runtuhan material di kawah sebanyak 2 kali,” kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam siaran pers, Sabtu (25/1/2014).

Akibat goncangan gempa yang cukup kencang terbentuk beberapa rekahan. Rekahan bisa bertambah jika terjadi gempa susulan. “Terjadi sesar (rekahan) baru sekitar 1,5 meter di bawah Kali Opak dan Kali Oyo. Diprediksi masih akan ada gempa susulan dengan intensitas lebih kecil,” katanya.

Sementara situasi di Kebumen terpantau aman. Tidak ada tanda-tanda tsunami. “Garis pantai aman, namun cuaca setempat pasca gempa mendung tebal, potensi hujan besar,” ungkapnya. Gempa ini mengakibatkan 3 rumah dan 1 masjid roboh. Berdasar data Kemenkes tidak ada korban jiwa akibat gempa ini.

Gempa 6,2 SR yang melanda Kebumen diikuti oleh lima kali gempa susulan. Namun gempa-gempa tersebut memiliki magnitude yang semakin kecil. “Hingga pukul 15.20 WIB, berdasarkan pantauan kami ada 5 kali gempa susulan setelah gempa pertama pada pukul 12.14 WIB,” kata petugas Ruang Operasional Gempa BMKG, Novita di Kantor BMKG, Jl. Angkasa 2, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2014).

Lima gempa susulan tercatat pada pukul 12.48 WIB dengan magnitude 4,2 SR, pukul 12.54 WIB dengan magnitude sebesar 3,6 SR, pada pukul 13.03 WIB magnitude 3,8 SR, pukul 13.18 WIB dengan magnitude 3,3 SR dan pada pukul 13.58 WIB dengan magnitude 4,1 SR. “Kecenderungan magnitude semakin kecil dan getarannya tidak dirasakan oleh warga,” lanjut Novita.

BMKG merevisi skala besaran gempa dari 6,5 SR menjadi 6,2 SR. Kedalaman gempa juga direvisi dari 48 km ke 79 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. “Setelah menerima laporan dari berbagai stasiun pemantauan, update per jam 12.38 WIB, informasi magnitude 6,2 SR posisi di 8,22 LS-109,22 BT dengan kedalaman 79 km,” kata petugas ruang operasional gempa BMKG, Novita sebelumnya..

Selain di Jakarta, gempa juga dirasakan warga di Bandung, Jawa Barat bahkan Malang, Jawa Timur. Gempa 6,2 SR berpusat di 104 km barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Apa penyebab gempa dengan kedalaman 79 km ini dan tidak menimbulkan dampak tsunami ini?

“Lempeng Indo Australia dan Eurasia selalu bergerak 6-10 cm per tahun. Pergerakan antar 2 lempeng, ada daerah-daerah yang akan patah karena tidak tahan. Itu sebenarnya. Lokasi gempa ini sumber pertemuan dari dua lempeng,” ujar Suharjono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG ketika dihubungi, Sabtu (25/1/2014).

Menurut Suharjono, gempa tersebut merupakan proses normal. Gempa itu sebagai bentuk pelepasan energi dari pertemuan lempeng. Sebelumnya BMKG merevisi skala besaran gempa dari 6,5 SR menjadi 6,2 SR. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Setelah menerima laporan dari berbagai stasiun pemantauan, update per jam 12.38 WIB, informasi magnitude 6,2 SR posisi di 8.22 LS-109.22 BT dengan kedalaman 79 km,” kata petugas ruang operasional gempa BMKG, Novita ditemui di kantor BMKG, Jalan Angkasa 2, Kemayoran, Jumat (25/1/2014). “Setelah itu terjadi 4 kali gempa susulan. BMKG tidak memperingatkan adanya peringatan tsunami,” sambung Novita.

Goncangan gempa paling dekat adalah Kroya. Sebuah ibu kota kecamatan di Cilacap atau kurang lebih 10 km dari bibir laut. Skala intensitas di Jogja, Purbalingga, Tasikmalaya, Bantul, Pangandaran dan Cilacap sebesar 3-4 MMI.

“Kota Cirebon 2-3 MMI,” ujar Novita. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI langsung mengeluarkan dampak gempa 6,2 SR yang berpusat di 104 km barat daya Kebumen. Gempa 6,2 SR di Kebumen ini merobohkan 3 rumah dan 1 masjid, tapi tidak ada korban jiwa.

“Sehubungan gempa di Jawa, maka tadi BTKL (Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan) dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) langsung melaporkan situasi kepada saya melalui email, sesuai SOP yang sudah kami susun internal agar P2PL mengantisipasi masalah penyakit pada bencana,” kata DirJen P2PL Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (25/1/2014).

Berdasarkan laporan dari KKP Semarang, gempa yang berpusat di Kebumen itu terasa di sepanjang Pantura, meliputi Tegal, Pekalongan, Jepara, Pati, sampai Rembang. Gempa juga dirasakan di Kota Semarang dalam intensitas ringan. Dari daerah ini dilaporkan tidak ada kerusakan. Sementara BBTKL DIY melaporkan bahwa garis pantai aman. Hasil pemantauan tim SAR tidak ada air laut surut, aktivitas masyarakat kembali normal. Untuk wilayah Kabupaten Bantul dilaporkan ada 3 rumah roboh. Tidak ada korban jiwa. Sementara Kota Yogyakarta juga aman, tidak ada kerusakan.

Cilacap dilaporkan aman. Tim SAR Kebumen melaporkan aman, namun cuaca pasca gempa mendung tebal dan berpotensi hujan besar. Sementara itu Kabupaten Banyumas di Kecamatan Kranggan, Desa Pekencen, ada 1 musala roboh, tidak ada korban jiwa.

Gempa 6,2 SR yang melanda Kebumen menyebabkan sebuah Masjid Jami At-Taqwa di Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah Ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Habis selesai salat dhuhur, sudah kosong, terus semua gerak-gerak dan masjid dengan cepat ambruk,” kata Palupi Andriani, seorang saksi mata, saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (25/1/2014).

Akibat peristiwa ambruknya masjid tersebut menyebabkan sebuah teras rumah yang berada disebelahnya ikut tertimpa bangunan masijd. “Sekitar pukul 12.00 WIB ada gempa sedikit-sedikit makin kencang, tahu-tahu brugg..langsung ambruk keras banget, untung sudah ke luar semua,” ujar Rizal, warga sekitar.

Sementara menurut Kades Kranggan, Pujiantoro mengatakan kejadian sekitar pukul 12.15 WIB, akibat gempa menyebabkan pilar penyangga masjid tidak stabil hingga akhirnya ambruk. “Ada gempa, tidak ada aktivitas salat, hanya rumah sebelah saja yang terkena, saat gempa langsung rubuh,” ujarnya.

Saat ini warga bersama pihak kepolisian, Koramil serta perngkat desa setempat masih berkoordinasi untuk membersihkan sisa puing-puing bangunan masjid yang ambruk. Dari informasi sementara dari Trantib Kecamatan Pekuncen pasca gempa terdapat 1 masjid ambruk dan 1 rumah Desa Kranggan, Desa Tumiyang 17 rumah rusak, Pasir Lor 10 rumah, Karang Klesem 6 Rumah.

Gempa Skala 6,5 Ritcher Guncang Kebumen Dan Yogyakarta Terasa Hingga Jakarta


Getaran gempa yang cukup kuat juga dirasakan warga Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu, 25 Januari 2014, sekitar pukul 12.14 WIB. Menurut Yudi, seorang warga, selain cukup besar, gempa juga dirasakan cukup lama. “Lamanya sekitar setengah menit,” katanya. Dia mengaku sempat ke luar rumah karena panik, dan baru kembali melanjutkan pekerjaannya setelah tak ada lagi getaran. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menjelaskan belum ada laporan kerusakan akibat gempa. “Lokasinya jauh, di Kebumen,” katanya.

Menurut website Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan 6,5 skala Richter. Pusat gempa berada di 8,48 Lintang Selatan-109,17 Bujur Timur, atau 104 kilometer barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Kedalaman gempa 48 kilometer. Kundang menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan sukarelawan tanggap bencana di daerah pelosok. “Terus siaga, kami masih menunggu laporan dari daerah,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Tasikmalaya Ajun Komisaris Komarudin menjelaskan, dari hasil pantauan petugas, kondisi perairan selatan Tasikmalaya masih normal. Riak air sempat terjadi, tapi tidak menimbulkan gelombang besar. “Cuma beberapa detik, tidak menimbulkan tsunami. Aktivitas nelayan juga sudah kembali normal,” katanya.

Gempa dirasakan di Yogyakarta, warga berhamburan ke luar rumah. Gempa dirasakan 2 kali selama beberapa detik yang posisinya di daerah Gejayan, Deresan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta merasakan gempa pada Sabtu (25/1/2014) pukul 12.15 WIB. Goncangannya selama beberapa detik, disusul kemudian goncangan kedua. Kaca dan pintu rumah bergerak-gerak. Warga berhamburan.

Gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter mengguncang Kebumen dan kota lain di sekitarnya. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Getaran cukup kuat terasa, sepeda motor sampai bergoyang,” ujar Sunardi, warga Desa Semondo, Kecamatan Gombong, Kebumen, Sabtu, 25 Januari 2014. Gempa terjadi pada pukul 12.14 WIB dengan kedalaman 48 kilometer. Pusat gempa berada di 104 kilometer arah barat daya Kebumen. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Selain di Kebumen, getaran gempa juga terasa di lereng Gunung Slamet. Gempa juga terasa di Yogyakarta dan Magelang. “Galon sampai miring-miring,” kata Sarihanda, warga Pabuaran, Banyumas. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kebumen Muhyidin mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan. “Gempa terjadi sekitar 1-2 menit,” katanya. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di 104 kilometer barat daya Kebumen, Jawa Tengah, dengan kedalaman pusat gempa 48 kilometer.

Gempa tersebut mengejutkan warga Yogyakarta sehingga banyak yang ke luar rumah, khawatir terjadi sesuatu akibat gempa tersebut. “Gempa! Lindu!” teriak warga sambil berlarian ke luar rumah.

Gempa yang dirasakan di Yogyakarta ternyata berkekuatan 6,5 Skala Richter. Gempa ini berpusat di 104 Km barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Berdasarkan info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di twitter, gempa terjadi pada Sabtu (25/1/2014) pukul 12.14″20 WIB dengan kedalaman pusat gempa 48 km. Sari (52), seorang guru SD di Kota Cilacap, Jawa Tengah juga merasakan gempa 6,2 SR yang berpusat di Kebumen. Dia sadar ada gempa setelah motor yang hendak ditumpanginya nyaris roboh ke tanah.

“Waktu itu saya sedang akan naik sepeda motor. Tiba-tiba motornya kaya mau jatuh gitu. Dua teman saya sepeda motornya nyaris jatuh, rebah ke tanah. Waktu itu baru sadar ternyata gempa. Tapi nggak berasa ada gempa susulan,” kata Sari saat berbincang, Sabtu (25/1/2014). Guru SD di kawasan Kebon Manis, Cilacap, Jawa Tengah ini tak melihat gedung sekolahnya retak-retak. Warga di sekitar SD tempatnya mengajar juga tak berhamburan keluar. “Saya baru tahu pusat gempanya di Kebumen setelah di rumah,” kata dia.

Warga di Kebumen dan Yogyakarta, Jawa Tengah, berhamburan tatkala gempa 6,5 SR. Warga Jakarta ikut merasakan gempa tersebut. Lalu apa penyebabnya? “Penyebabnya karena faktor besarnya gempa, gempanya agak dalam yaitu 6,5 SR,” ujar Kabid Gempa Bumi BMKG Wandono, Sabtu (25/1/2014).

Gempa di Kebumen ini juga dirasakan di Ciamis dan Bandung. “Karena besar yakni 6,5 SR, makanya banyak dirasakan di berbagai tempat,” ucap dia. Wandono belum mendapat laporan daerah mana saja yang ikut merasakan gempa. Dia juga masih menganalisa dan mengumpulkan data tentang gempa ini. Warga di Warung Buncit Jakarta Selatan merasakan gempa yang cukup kuat. Warga di Grogol juga ikut merasakan gempa tersebut. Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, selain di Jakarta, gempa dirasakan yaitu Solo, Bandung, Tasikmalaya, Banjarnegara.

Siang ini, gempa melanda sejumlah wilayah di Yogyakarta. Getaran gempa tersebut terasa sampai Jakarta. Gempa ini dirasakan di lantai 4 Gedung Aldevco Octagon, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2014). Getaran gempat cukup kencang. Karyawan di lantai 4 gedung tersebut sampai turun ke halaman karena merasakan guncangannya.

Pembaca detikcom di Jakarta Barat juga merasakan gempa ini. “Gempa terasa cukup kencang,” kata salah seorang pembaca detikcom yang tinggal di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Pusat gempat dan skala getarannya sampai sekarang belum diketahui. Gempa yang berpusat di barat daya Kebumen pada 6,5 skala Richter terasa sampai Surakarta. Masyarakat Surakarta merasakan gempa sekitar pukul 12.20 selama setengah menit.

Gempa membuat warga menghentikan aktivitasnya dan mencari tempat yang aman, terutama yang sedang beraktivitas di dalam ruangan. Di kantor Radio Republik Indonesia Surakarta, misalnya, saat terjadi gempa, para pegawai berhamburan ke luar kantor. “Semua pegawai langsung keluar saat terjadi gempa. Semua kumpul di belakang kantor,” kata salah seorang karyawan RRI Surakarta, Mulato, Sabtu, 25 Januari 2014.

Saat gempa, Mulato sedang bersiap menuju ruang siaran. Tiba-tiba dia merasakan lantai seperti bergoyang. Lalu dia melihat rekannya mulai berlarian ke luar kantor. Saat tiba di halaman belakang kantor, dia melihat menara pemancar bergoyang cukup keras. Namun, tidak berselang lama, situasi mulai normal. “Setelah itu para pegawai kembali beraktivitas di dalam kantor,” ujarnya.

Gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter mengguncang daerah selatan Jawa Tengah, tepatnya di 104 kilometer barat daya Kebumen, Jawa Tengah, atau 147 kilometer barat daya Yogyakarta, pada Sabtu, 25 Januari 2014, pukul 12.14 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pusat gempa berada di bagian dalam lempeng Eurasia di luar zona subduksi lempeng Hindia Australia-Eurasia. “Pusat kedalaman gempa di Samudra Hindia sedalam 48 kilometer. Tidak ada potensi tsunami,” kata Sutopo kepada Tempo, Sabtu.

Sutopo menjelaskan gempa dengan guncangan kuat atau berintensitas VI MMI dirasakan di sepanjang pantai selatan mulai dari Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo. “Gempa dirasakan sangat keras selama sekitar 30 detik,” ujarnya. Di Kebumen, gempa dirasakan sekitar 20 menit. Gempa juga dirasakan di Yogyakarta, Solo, Boyolali, Klaten, Magelang, Sragen, hingga Semarang. “Di Yogyakarta, gempa dirasakan keras selama 10 detik. Perabotan rumah, seperti kulkas, bergeser dari posisinya,” kata Sutopo.

Gempa ini membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah. “Di Desa Krandegan, Kecamatan Bacan, Purworejo, satu rumah roboh dan beberapa lainnya rusak,” ujarnya. Sedangkan untuk korban jiwa dan kerusakan rumah lainnya masih didata. “Laporan korban jiwa belum ada, BPBD masing-masing daerah masih melakukan pengecekan,” ujarnya.