Monthly Archives: June 2011

Kronologo Lengkap Bom Meledak Di ATM Bank BNI Bandung Pagi Dini Hari


Sebuah anjungan tunai mandiri di Jalan Dipatiukur Bandung milik BNI rusak parah akibat ledakan yang terjadi pada Kamis (30/6/2011) dini hari. Tidak ada korban dalam kejadian yang disaksikan dua orang satpam Arminto dan Ahmad Sulaeman.

Menurut pantauan Kompas, ATM milik BNI hancur lebur dan seisi ruangan gosong. Pintu aluminium steel ATM terlempar sampai sepuluh meter di depannya. Dua ATM di sebelahnya yakni milik Bank BJB dan BRI masih utuh.

Dalam kejadian itu, belum dipastikan kerugian yang timbul namun menurut Kepala Polda Jabar Irjenpol Putut Eko Bayuseno tidak ada uang yang hilang dari kotak penyimpanan ATM.

Putut menyangkal bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh badan peledak kimia meski dia mengungkapkan bahwa pemicu ledakan itu adalah bensin dalam kemasan botol air mineral dengan sumbu yang pendek.

“Menurut analisa sementara, api membuat pendingin udara kortsleting dan menyebabkan ledakan yang mendorong pintu terlempar jauh,” kata Putut.

Dia belum bisa memastikan bahwa tindakan tersebut terkait dengan kedatangan Wakil Presiden RI Boediono hari ini serta Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Minggu

Di antara serpihan anjungan tunai mandiri milik Bank BNI yang hancur lebur akibat ledakan yang terjadi pada Kamis (30/6/2011) dini hari di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, tersebar sejumlah kertas seperti selebaran yang berisi pesan yang diduga terkait dengan ledakan. Kertas-kertas itu berserakan di halaman Toko Rabbani, dekat pintu aluminium.

Pesan dalam kertas itu seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. Berikut pesan tersebut:

“(Lambang bintang) International Conspiracy for Revenge PT Indomining (BIMA) telah lakukan represi brutal terhadap masyarakat lokal. PT Jogja Mangasa Internasional ingin mengenyahkan 50 ribu petani Kulonprogo. Petani Takalar terancam dirampas lahannya dan semua ini dilakukan secara brutal, termasuk penembakan, teror, pelecehan seksual, serta berbagai penindasan yang tidak pernah kita dengar dari media massa. Tak heran bahwa perusahaan-pemodal-birokrat ini tidak perduli apapun selain hanya menebalkan kantong mereka! Penyerangan kami terhadap ATM (Bank) merupakan target penting dikarenakan bank senantiasa terlibat dalam pendanaan ekstraksi sumber daya alam serta penindasan masyarakatnya atas nama kapital! Kami tidak berniat untuk melukai siapapun, perusakan terhadap benda bukanlah kekerasan! Tiada ampun bagi penindas! Tiada ampun bagi negara dan kapitalisme! Negara, institusi militer, polisi, sert pemodal adalah teroris yang sebenarnya!”

Seperti diberitakan, sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank BNI di Jalan Dipatiukur, Bandung, meledak dini hari tadi. Tidak ada korban dalam kejadian yang disaksikan dua orang petugas satpam, yaitu Arminto dan Ahmad Sulaeman.

Menurut pantauan Kompas, ATM milik BNI hancur lebur dan seisi ruangan gosong. Pintu aluminium steel ATM terlempar sampai sepuluh meter di depannya. Dua ATM di sebelahnya, yakni milik Bank BJB dan BRI, masih utuh.

Sebuah ledakan keras terjadi di Anjungan Tunai Mandiri 24 jam Bank BNI di halaman samping toko busana muslim Rabbani simpang Jalan Dipati Ukur-Singaperbangsa Kota Bandung pada Kamis pagi 30 Juni 2011 dinihari. “Sekitar jam 02.15 (WIB) tiba-tiba terdengar ledakannya keras banget. Saya lari ke lokasi ada api besar, berantakan,” ujar Ahmad Sulaeman, petugas pengamanan toko, di lokasi kejadian, Kamis dinihari.

Ahmad, 22 tahun, mengaku saat ledakan terjadi ia sedang berjaga bersama petugas lainnya, Harminto, di tenda bazar obral toko sekitar 40 meter dari lokasi. Mengetahui terjadi ledakan, kedua petugas itu sigap memadamkan api dengan alat pemadam dalam kemasan tabung.

“Di depan pintu ATM banyak kertas ukuran HVS putih bertebaran. Saya nggak tahu isinya apa karena kertasnya langsung diamankan polisi,” kata Ahmad.

Ahmad juga menyebutkan kamera monitor toko yang biasa memantau area ATM dari luar sejak malam harinya rusak dan tak menyala. Namun, beberapa saat sebelum ledakan, ia sempat mengontrol lokasi anjungan tunai mandiri dan tak melihat hal mencurigakan.

“Belum diketahui apakah uang ATM dirampok atau tidak. Kami masih menunggu rekaman kamera di dalam ATM dan pemeriksaan pihak BNI,” tandas Ahmad.

Ahmad juga mengaku sesaat setelah ledakan ia sempat melihat sebuah sedan melintas dari arah Jalan Singaperbangsa atau arah dekat lokasi ATM yang diledakkan. Namun, ia tak bisa memastikan apakah itu mobil pelaku atau bukan. “Sedan warna putih,” katanya.

Pantauan Tempo, di halaman samping toko Rabbani terdapat tiga gerai ATM, yakni ATM Bank BRI, Bank Niaga, dan BNI. ATM yang diledakkan berlokasi di ujung luar dan paling dekat ke Jalan Singaperbangsa.

Pintu kaca ATM BNI tampak porak-poranda dan serpihan pecahan kacanya berserakan hingga beberapa meter ke depan. Bagian atas mesin ATM tampak rusak, namun masih menempel di dalam gerai.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi sudah memasang police line di sekitar area samping ATM BTN hingga sekitar 20 meter di depan pintu ATM. Para petugas identifikasi atau Inafis serta polisi reserse kriminal lainnya dari Kepolisian Resor Kota Besar Bandung tampak berkumpul di sekitar lokasi.

“Motif serta penyebab dan jenis ledakan masih dalam penyelidikan,” ujar seorang perwira reserse kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung di lokasi kejadian.

Program Wisata Menyusuri Kali Ciliwung Dengan Perahu Di Condet


PEKAN ini anak-anak mulai liburan sekolah. Kemana ya berlibur yang asyik tapi juga juga murah dan bermanfaat? Jawabnya ada di Ciliwung. Sungai yang membelah kota Jakarta ini kini bisa menjadi salah satu tujuan wisata. Sejak hari Minggu kemarin (26/6) Bang Jumari dan kawan-kawannya dari KPC (Komunitas Peduli Ciliwung) Tanjungan membuka program wisata Ciliwung, yakni dengan menyusuri Sungai Ciliwung menggunakan perahu karet bermesin.

Dengan sebuah perahu karet yang bisa dinaiki 12 anak, Bang Jumari akan membawa anak-anak menyusuri Sungai Ciliwung mulai dari dermaga KPC Tanjungan yang terletak di Jalan Sungai Ciliwung I, Condet, Jakarta Timur melawan arus kemudian menyusur searah arus sungai. Anak-anak sekitar KPC sudah menikmati dan kegiatan ini sangat menyenangkan mereka.

Program Wisata Ciliwung ini sudah lama direncanakan dan menjadi dambaan banyak pihak. KPC Tanjungan yang mendapat bantuan perahu dari sebuah perusahaan beberapa kali sudah melakukan uji coba, dan sejak hari Minggu kemarin program Wisata Ciliwung ini resmi dilaksanakan. Sambil menyusuri Sungai Ciliwung anak-anak akan dijelaskan sejarah Sungai Ciliwung, kisah-kisah manis ketika air sungai masih bersih dan juga kisah sedih yang mesti dijadikan pelajaran akibat meluapnya sungai ini yang mengakibatkan banjir besar dan merendam ribuan rumah yang berada di sekitar Sungai Ciliwung tahun 2006 lalu.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan hiburan, tapi kami juga ingin menanamkan nilai-nilai agar anak cinta lingkungan,” ujar Jumari, Ketua KPC Tanjungan, sambil mengemudikan perahu motornya. Untuk bisa menikmati wisata Ciliwung ini anak-anak cukup membayar tiket Rp 2.000 (dua ribu rupiah) saja. Selain itu anak-anak juga bisa bertanya tentang koleksi pohon yang ada di sekitar saung KPC yang asri. Para relawan lingkungan KPC Tanjungan juga dengan senang hati menjelaskan jenis-jenis pohon yang ada, cara pembuatan kompos dan sebagainya.

Program wisata Ciliwung ini sejalan dengan program yang sedang didorong oleh Pemda DKI Jakarta yang mengupayakan Ciliwung sebagai sungai yang bersih yang bisa dijadikan area wisata bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Program wisata ini juga didukung oleh PPMJ (Pusat Pemberdayaan Masyarakat Jakarta, JGM (Jakarta Green Monster dan Yayasan Astra Honda Motor. Info lebih lanjut tentang wisata ini bisa menghubungi KPC Tanjungan Jalan Ciliwung I RT 09/RW06, Condet, Jakarta Timur, telp 021-95176190 atau 0858-80554736

Kulit Tohari Warga Surabaya Mendadak Berubah Menjadi Sekeras Beton


Kelainan yang dialami Tohari ini cukup aneh. Sekujur kulitnya tiba-tiba mengeras seperti papan kayu. Akibatnya, tubuh pria 35 tahun ini menjadi kaku. Geraknya pun terbatas. “Sekarang saya tidak bisa menengok dengan memutar leher,” kata Tohari saat ditemui di rumah orang tua angkatnya, Wahyudi, di Jalan Nginden III No.4 Surabaya, Selasa, 28 Juni 2011.

Tidak hanya kesulitan memutar leher, Tohari juga sukar membuka mulut karena rahangnya terasa menebal. Tak heran bila bapak satu anak ini butuh waktu lama untuk makan dan minum. “Mulut saya hanya bisa membuka separo, tidak bisa bebas seperti dulu,” imbuh lelaki asal Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk ini.

Tohari juga tidak bisa tidur dengan leluasa. Sebab untuk mengubah posisi rebahan, dia cukup kesulitan. Sehingga sepanjang malam Tohari hanya tidur dalam posisi telentang. Ketika Tempo memegang tubuhnya, daging Tohari terasa keras seperti semen kering sehingga tidak bisa dicubit.

Tohari tidak tahu penyakit apa yang sedang dia derita. Sebab kelainan itu muncul sejak 2006 atau sepulang dari bekerja di Jakarta. Saat hendak potong rambut, tukang cukurnya kaget karena rambut Tohari mengeras. “Saya baru sadar kalau terserang kelainan tubuh,” ungkap Tohari.

Dia mencoba menyembuhkan kelainan itu dengan berobat ke juru sembuh alternatif. “Sudah tak terhitung saya berobat ke penyembuhan alternatif, bahkan sampai ke Banten segala. Tapi tak ada perkembangan,” kata Tohari.

Pada 2008 Tohari mencoba berobat ke Rumah Sakit Umum Nganjuk. Tapi, menurutnya, dokternya ikut bingung melihat penyakitnya. Setahun kemudian Tohari ke dokter spesialis syaraf dan kulit Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya. Di sana, selain diberi obat-obatan medis Tohari juga dikasih obat herbal. “Sejauh ini tidak ada perubahan,” ucapnya.

Kini Tohari sudah tidak bisa berdiri tegak. Tubuhnya membungkuk, tangannya makin lama makin bengkok karena sulit diluruskan. Kelainan tubuhnya ini juga berpengaruh pada penis Tohari. Menurut dia, sejak terserang kelainan itu “burung” nya makin mengkerut dan mengeras. “Tapi masih bisa ereksi,” kata dia.

Tas dan Sepatu Adalah Target Favorit di Midnight Sale Senayan City dan Plaza Semanggi Di Jakarta Great Sale 2011


Sejumlah mal di Jakarta serempak menggelar program belanja hingga larut malam pada Jumat (24/6/2011). Pengunjung mal yang kebanyakan perempuan antusias berburu aksesori di Senayan City dan Plaza Semanggi. Program diskon hingga 80 persen dimanfaatkan warga Jakarta untuk berbelanja kebutuhan tas, dompet, dan sepatu.

Plaza Semanggi memulai program belanja hingga larut malam ini pada pukul 21.00. Salah satu destinasi belanja yang ramai pengunjung adalah Centro Department Store dengan program “Centro Hot Sale”. Hanya dalam satu jam, antrean di kasir semakin menumpuk. Pengunjung juga masih asyik memilah dan memilih produk, terutamanya sepatu perempuan. Maklum, harga yang ditawarkan menggiurkan. Diskon besar dalam rangka merayakan HUT ke-484 Jakarta ini menjadi momen tepat untuk menambah koleksi sepatu. Memenuhi kebutuhan perempuan dalam berpenampilan.

Sepatu perempuan dengan ragam model dan ukuran tersedia. Pelayanan pramuniaga yang memudahkan pengunjung memilih sepatu membuat para penggemar belanja dengan nyaman berlama-lama. Diskon sepatu 20-70 persen bikin pengunjung yang kebanyakan perempuan ini betah.

Mutiara Firdaus (27), karyawati yang berkantor di kawasan Sudirman, menyegerakan mampir ke Plaza Semanggi sepulang bekerja. “Saya baru tahu kalau Plaza Semanggi menggelar midnight sale dari internet. Lalu saya segera mampir ke sini karena memang ada sepatu yang sudah lama saya incar,” akunya kepada Kompas Female saat ditemui seusai menyelesaikan transaksinya.

Bagi Mutiara, sepatu penting untuk perempuan bekerja. Perempuan yang memilih membeli sandal flat ini sengaja berbelanja saat midnight sale untuk memanfaatkan diskon yang menguntungkan. Mutiara yang singgah berbelanja ke mal ditemani pasangannya ini mengaku sering membeli sepatu untuk menunjang penampilannya. “Koleksi sepatu penting sebagai variasi untuk kebutuhan pekerjaan,” akunya.

Program “Late Night Sale” yang diikuti 144 tenant Plaza Semanggi berakhir Sabtu (25/6/2011) pukul 24.00.

Senayan City surganya tas perempuan
Jika sepatu menjadi sasaran belanja perempuan di Plaza Semanggi, lain lagi di Senayan City. Mal favorit di kawasan Senayan Jakarta Selatan ini menamakan program belanjanya “The Phenomenal Midnight Shopping”. Pengunjung setia Senayan City antusias memilih ragam model tas dan dompet di Debenhams. Maklum, Debenhams sebagai salah satu achor tenant Senayan City yang menawarkan potongan harga hingga 70 persen + 25 persen. Produk tas koleksi Debenhams kembali menjadi incaran penggemar fashion.

Untuk memenuhi hasrat belanja pengunjung setianya, Senayan City menggelar program belanja hingga larut malam ini selama tiga hari. Mulai pukul 20.00 hingga 24.00, Jumat sampai Minggu (24-26 Juni 2011), pengunjung mal dimanjakan dengan diskon hingga 80 persen. Lebih dari 265 gerai di Senayan City berpartisipasi memeriahkan acara yang digelar untuk merayakan HUT ke-484 Jakarta ini.

“Hampir semua tenant ikut serta dalam program midnight sale ini. Kebanyakan memang produk fashion. Senayan City juga menyediakan undian berhadiah mobil melalui program Shopper Surprises. Belanja semakin menarik dengan sejumlah hiburan, seperti perkusi, akustik, dan yang paling menarik adalah kehadiran tokoh Transformers di Main Atrium Senayan City lantai satu. Kehadiran karakter film Transformers ini diadakan untuk memeriahkan liburan sekolah,” jelas Veri Y Setiady, Marketing Director Senayan City, di sela konferensi pers program “Transformers 3: Dark of the Moon” di Senayan City, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

Selain belanja fashion, pengunjung Senayan City juga bisa berwisata kuliner di restoran dan kafe yang memberikan penawaran menarik selama midnight shopping. Apalagi menyambut ulang tahun Senayan City kelima pada 2011 ini, pengunjung bisa berkesempatan mendapatkan ragam hadiah yang menggoda. Sebut saja satu mobil Mercedes Benz E300 Elegance, paket wisata ke Singapura, laptop, Blackberry, dan lima voucher belanja di Debenhams. Pengunjung yang berbelanja minimum
Rp 500.000 per struk di Mal Senayan City berhak mendapatkan satu lembar kupon undian. Program Shoppers Surprises ini digelar sejak 1 Juni dan berakhir 30 November 2011.

Wali Kota Bogor Diani Budiarto Secara Resmi Menikahi ABG Umur 19 Tahun


Kabar seputar pernikahan Wali Kota Bogor Diani Budiarto dengan Siti Indriyani (19), yang resepsinya digelar di salah satu rumah mewah di Cluster Panorama, perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (23/6/2011) pagi, akhirnya dibenarkan Wali Kota Bogor melalui Kepala Bagian Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus.

Dalam keterangan pers yang dilaksanakan di sebuah rumah makan di Jalan Salak, Kota Bogor, Jumat (24/6/2011) siang, Asep Firdaus menjelaskan bahwa berita pernikahan Wali Kota Diani untuk keempat kalinya itu adalah benar. “Wali Kota telah menikah lagi, itu memang benar dan beliau telah sah menikah,” ujar Asep kepada wartawan.

Asep mengatakan, Wali Kota Bogor telah sah menikah, baik secara agama maupun negara. Namun, Asep keberatan dengan sebutan anak baru gede (ABG) terhadap istri Wali Kota tersebut. Menurut Asep, istri yang baru dinikahi Diani tidaklah berusia 18 tahun, tetapi sudah menginjak 19 tahun.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan ABG. Badannya juga sangat layak jika disejajarkan dengan badan Wali Kota yang memang besar,” katanya.

Menurut dia, masalah pernikahan adalah urusan pribadi seseorang. Keputusan yang diambil Wali Kota, kata Asep, sudah dipikirkan dengan matang. Pernikahan itu sah dan patut diberi apresiasi. Pasalnya, kata Asep, daripada berbuat zina lebih baik dilakukan secara sah, baik agama maupun negara.

“Saya berpendapat bahwa seseorang seperti Diani Budiarto berani terbuka untuk menikah lagi daripada melakukan hal-hal yang negatif. Ini patut dihargai. Lain dari itu, Diani sudah tidak lagi terikat PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Pasalnya, Diani telah pensiun menjadi pegawai negeri sipil sejak empat bulan lalu, walaupun masa jabatannya sebagai wali kota baru akan berakhir pada 2014,” kata Asep.

Saat ditanya apa yang melatarbelakangi pernikahan tersebut, Asep tidak memberikan jawaban pasti. Saat ditanya apakah Diani menikah untuk menolong gadis tersebut, Asep juga enggan menjelaskan. “Pokoknya beliau menikah secara sah,” katanya.

Sejak Kamis (23/6/2011), tersiar kabar Wali Kota Diani Budiarto kembali menikah. Wanita yang dinikahi orang nomor satu di Kota Bogor itu adalah Siti Indriyani (19), warga Jakarta Selatan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, resepsi pernikahan Diani dengan Siti digelar di perumahan mewah Bogor Nirwana Residence, amis pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Proses pernikahan tersebut dilakukan sangat tertutup. Bahkan wartawan dilarang mendekati pintu gerbang Cluster Panorama di perumahan tersebut oleh sejumlah sekuriti berpakaian safari dan beberapa orang yang memakai batik.

Menurut pantauan wartawan di lokasi tersebut, dari jarak sekitar 100 meter dari jalan utama, tampak tenda yang dipasang di depan salah satu rumah mewah di Cluster Panorama tersebut. Hilir-mudik mobil mewah yang masuk ke lokasi Cluster Panorama menjadi pemandangan tersendiri, termasuk dua bus pariwisata Big Bird yang dipenuhi penumpang berpakaian batik yang keluar dari lokasi tersebut. Wartawan juga sempat mendapati mobil Honda CRV hitam nopol F 1678 BE, yang selama ini digunakan Wali Kota, masuk ke lokasi perumahan mewah itu.

Selain itu, demi kerahasiaan pernikahan orang nomor satu di Kota Bogor ini, semua tamu undangan khusus diwajibkan mengenakan batik.

Musyawarah Daerah Pengusaha Real Estate Indonesia REI Jawa Timur Berakhir Ricuh Dengan Baku Hantam


Pertemuan para pengusaha semestinya berjalan teratur-rapi, dan para pesertanya berpenampilan necis-berkelas karena mereka umumnya orang-orang dari kalangan menengah-atas serta terdidik. Namun, apa yang terjadi dalam pertemuan para pengusaha real estat/properti Jatim di Surabaya, Rabu (22/6), jauh dari pemandangan seperti itu.

Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 Real Estat Indonesia (REI) Jatim sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan sejak registrasi/pendaftaran peserta. Ada sejumlah orang yang hendak tanda tangan untuk daftar hadir sebagai peserta, dianulir oleh panitia dan dinyatakan tidak bisa jadi peserta. Statusnya mendadak berubah, ada yang hanya sebagai peninjau, dan bahkan ada yang tidak didaftar sama sekali.

Jika menjadi peninjau, meskipun boleh memasuki arena musda, tapi mereka tidak memiliki hak suara. Padahal, hak suara inilah yang paling menentukan, terutama pada agenda utama musda, yakni pemilihan pengurus REI Jatim periode 2011-2014.

Mereka yang berubah status itu terkejut. Terutama setelah mereka tahu bahwa di antara orang-orang yang terdaftar sebagai peserta ternyata penampilannya mencurigakan. Mereka juga dituding memakai kartu peserta orang-orang yang dianulir.

Jumlah orang mencurigakan yang berhasil masuk arena musda di Hotel Shangri-La ini diperkirakan hampir ratusan. Mereka umumnya berpakaian batik dengan warna hampir seragam, beberapa memakai celana jins sederhana dan sepatu kets (seperti yang dipakai anak sekolah), serta tingak-tinguk berada di ruang ballroom mewah hotel bintang lima.

Fafan Lukita dari PT Fajar Andika Harta menyatakan, dia termasuk di antara 20 orang dari Banyuwangi yang dianulir kepesertaannya saat akan mengisi daftar hadir di musda kemarin. Selain dari Banyuwangi, ada beberapa orang lain dari Jombang dan Surabaya yang gagal jadi peserta musda.

”Sepertinya ada kecurangan dan tidak fair,” kata Fafan di arena musda.

Ada empat nama yang muncul sebagai kandidat ketua REI Jatim periode 2011-2014. Namun, Ketua REI Jatim incumbent Henry J Gunawan dan Erlangga Satriagung (anggota BPP REI Pusat) banyak disebut-sebut sebagai dua kandidat terkuat.

Ketua Panitia Musda Nurwakhid menuturkan, dari total 464 anggota yang memenuhi syarat, terdapat 408 anggota yang memiliki hak suara. Dari Jumlah itu, hanya 318 suara diambil dari kehadiran anggota.

Meski ada protes, toh situasi masih relatif terjaga sehingga acara pembukaan musda oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI, Setyo Muharso, berlangsung sesuai rencana.

Saat jeda pembukaan sekitar pukul 12.00 WIB, tanda-tanda ketidakberesan itu rupanya sudah tercium oleh para pengurus dan kubu-kubu kandidat yang saling bersaing. Karena itu, waktu rehat digunakan oleh panitia dan para kandidat ketua REI untuk bermusyawarah secara tertutup dengan pihak kepolisian. Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab yang datang ke lokasi, ikut memantau rapat tertutup yang diadakan di sebuah ruangan di lantai 12 Shangri-La.

Sementara itu, di depan ballroom sekitar 25 orang yang berpakaian safari gelap berjaga-jaga. Kemudian dilakukan pengusiran terhadap para peserta ‘palsu’ yang jumlah sekitar 100 orang. Mereka yang datang berombongan dengan dua bus itu digiring keluar ballroom, dan kemudian dibawa polisi keluar hotel.

“Pengembang palsu keluar, keluar!” teriak salah seorang peserta yang menyaksikan.

Setelah berada di sekitar parkir hotel, ada beberapa peserta ‘palsu’ itu yang ngibrit menuju jalan raya Mayjen Sungkono, dan langsung mencegat angkutan umum untuk pergi.

Ada peserta yang kemudian mengaku blak-blakan bahwa mereka bukan dari komunitas pengusaha REI, tapi sekadar disuruh untuk datang ke Musda REI. Dia disuruh oleh orang yang mengaku sebagai pendukung salah-satu kandidat.

Setelah rapat tertutup panitia dan kubu para kandidat, pada pukul 14.30 WIB sidang pleno I dalam rangka musda dimulai. Para kandidat kuat Erlangga Satriagung dan Henry Gunawan kembali memasuki ballroom.

Henry enggan melayani pertanyaan wartawan. Bahkan ketika dimintai klarifikasi soal masuknya peserta siluman, Henry mengatakan bahwa semua yang diundang memiliki hak suara. Ia tak memberi jawaban ketika ditanyakan apakah peserta siluman tersebut suruhan orang kubunya. Henry justru balik bertanya,”Siapa yang mengerahkan massa?”

Sidang pleno I pun akhirnya dilangsungkan. Di sinilah keributan kembali terjadi. Karena saat sidang dibuka oleh Taufik Iman Santoso, sejumlah peserta interupsi. Sebagian besar memprotes karena sebagai peserta yang sah hanya mendapat jatah sebagai peninjau. Sidang pun akhirnya diskors sementara.

“Untuk peserta yang belum teregister harap segera menghubungi panitia dan sidang diskors selama 15 menit,” kata Taufik.

Emosi peserta kongres tersulut ketika peserta protes tidak ada panitia yang melayani peserta. Karena situasi sudah semakin panas, peserta meminta agar Henry selaku Ketua DPD REI Jatim mengambil alih sidang. Namun permintaan tersebut tidak ditanggapi, bahkan Henry pergi meninggalkan arena sidang.

Melihat itu, emosi peserta memuncak. Seperti ada yang mengomando, sejumlah peserta langsung maju ke hadapan meja sidang. Aksi cek-cok pun terjadi hingga berakhir dengan saling baku hantam.

“Ketua DPD harus bertanggung jawab, karena situasi sudah tidak menentu. Hai, Henry jangan lari,” teriak salah satu peserta.

Sejumlah petugas kepolisian yang berjaga di luar ruangan langsung masuk ke ruangan sidang dan melerai kericuhan tersebut. Dua orang yang diduga penyulut kericuhan itu langsung diamankan petugas.

Melihat Henry pergi, Taufik bermaksud menggantikan posisi pemimpin sidang. Sayangnya peserta tetap menolak. Bahkan, sebagian peserta tak sabar dengan menyeret Taufik ke luar arena sidang.

Melihat kegaduhan tersebut, sejumlah pria berseragam safari ikut melerai peserta, dan sebagian juga terlihat bersitegang dengan peserta yang lain.

Melihat situasi yang kian ricuh petugas keamanan meminta semua pria berpakaian safari tersebut keluar meninggalkan hotel. “Yang berpakaian safari cepat keluar!” teriak salah satu petugas. Para pria bersafari itu diduga dikerahkan oleh salah-satu kubu kandidat.

Setelah buntu hingga sekitar pukul 16.30, panitia kembali melanjutkan sidang Pleno I. Sesuai permintaan peserta, akhirnya pimpinan sidang Nurwakhid memutuskan untuk menunda sidang pleno pada Kamis (23/6) hari ini, dan menyerahkan sidang ke DPP REI.

Sementara itu, beberapa peserta nyeletuk bahwa Musda REI Jatim ini tak ubahnya seperti kongres PSSI, yang mengalami kebuntuan beberapa kali akibat ricuh di arena kongres.

Aktivitas Gunung Semeru Mulai Meningkat Tajam Dengan 30-60 Letusan Per Hari


Aktivitas Gunung Semeru sepekan terakhir ini dilaporkan mulai meningkat. Warga di lereng gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu kian sering mendengar suara letusan Semeru. Warga di dua desa, yaitu Desa Supiturang dan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, mulai sering mendengar gunung itu ‘batuk-batuk’.

Mochamad Ashari, warga Desa Supiturang, mengatakan sejak sepekan terakhir ini, warga sering mendengar suara letusan dari gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini. “Sering kali terjadi pada malam hari,” katanya. Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum itu menyebutkan suara letusan yang cukup dahsyat terjadi pada Jumat pagi pekan lalu.

“Suaranya memang sangat keras. Warga desa juga sempat khawatir,” katanya. Suara letusan kembali terdengar pada Jumat malam. “Berlanjut lagi pada Minggu malam dan Senin pagi,” katanya. Warga kadang sampai tidak tidur karena suara dentuman yang sering terjadi.

Ashari menambahkan, warga cukup waspada dalam menghadapi ancaman letusan Gunung Semeru. “Terutama warga Desa Supiturang, yang memiliki riwayat terkena bencana letusan Gunung Semeru,” ucapnya. Bapak empat anak ini juga menambahkan, masih ingat betul bagaimana bencana letusan Gunung Semeru pada 1994 yang terjadi pada pukul 03.00 WIB.

Becermin pada kejadian tersebut, warga Supiturang, kata dia, selalu tanggap terhadap setiap gejala yang terjadi pada Gunung Semeru. Hal yang sama juga dikatakan Karyati, warga Desa Oro-oro Ombo. “Letusan pada Jumat lalu juga sangat keras terdengar hingga ke desa kami,” katanya. Sebelumnya, kata anggota relawan Palang Merah Indonesia desa setempat ini, jarang terjadi letusan seperti itu. “Namun, warga tidak terlalu khawatir. Bagi warga, itu merupakan hal yang biasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamat Gunung Api Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Suparno, mengatakan aktivitas Gunung Semeru masih tetap di level waspada.

Ihwal suara letusan kuat disertai semburan material abu vulkanik pada Jumat merupakan karakter asli Gunung Semeru. “Itulah karakter asli Semeru,” katanya. Hal itu, dia melanjutkan, baik bagi Gunung Semeru yang belakangan ini sangat jarang mengeluarkan letusan. Dia mengatakan belakangan ini masih didominasi embusan dan bukan letusan. “Letusan itu tingkatan di atas embusan,” ujarnya. Embusan Gunung Semeru biasanya disertai dengan suara serta keluarnya uap air atau material vulkanik berupa abu.

Suparno menambahkan, akibat meningkatnya intensitas letusan dan embusan Semeru, kubah lava di kawah Jonggring Saloka kini mulai berguguran. Guguran ini, kata dia, nantinya akan tergelontor oleh air hujan.

Suparno menjelaskan bentukan kubah lava di kawah Jonggring Saloka Gunung Semeru ini muncul karena ada dorongan energi dari dalam seiring dengan adanya gempa tremor harmonik. Lava yang ada di dalam terdorong ke permukaan kawah akibat tremor harmonik Gunung Semeru ini. Dijelaskan Suparno, hal ini kemudian membentuk kubah lava di kawah Jonggring Saloka. “Ketika ada letusan agak kuat, kubah lava tersebut berguguran,” katanya.

Jumlah letusan dan embusan saat ini 30-60 kali per hari. Jumlah ini terhitung masih kecil dibanding lima tahun sebelumnya yang setiap hari bisa lebih dari 60 kali letusan dan embusan. Sebelumnya, Gunung Semeru mengeluarkan letusan setiap 15-20 menit. “Namun, kini jarang sekali ada letusan,” ujarnya.