Category Archives: Jalan Jakarta Banjir

Lalu Lintas Depan Mal Taman Anggrek Kacau Akibat Mobil Lakukan Contra Flow


Banjir yang terjadi di depan Citraland membuat sejumlah pengendara berputar balik. Mereka melawan arus sejak di depan Mal Taman Anggrek. Lalu lintas pun kacau. Hal ini terlihat di sepanjang Jl S Parman, Jakarta Barat, sejak pagi hingga siang, Senin (9/2/2015). Mobil-mobil yang tadinya hendak ke arah Kebon Jeruk akhirnya berputar balik. Padahal mereka berada di lajur yang berlawanan.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas tidak terkendali. Mobil-mobil yang putar balik melewati jalur bus TransJakarta hingga menerobos kerumunan kendaraan yang datang dari arah sebaliknya. Polisi pun mengalihkan arus sejak pintu tol Tomang. Kendaraan yang hendak mengarah ke Kebon Jeruk diminta masuk tol, termasuk motor. Air juga masih menggenang di beberapa ruas jalan, hingga ke area parkiran basement Mal Taman Anggrek.

Kawasan di depan Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, juga tergenang banjir. Bahkan air masuk ke dalam parkiran di lantai dasar. TMC Polda Metro Jaya mengabarkan, banjir di depan mal Taman Anggrek terlihat hingga Jl S Parman, Senin (9/2/2015). Belum jelas berapa ketinggian air, namun diperkirakan lebih dari 30 cm.

Zaki, salah seorang pembaca yang berada di sekitar mal melihat air sampai masuk ke area parkiran. Air masuk lewat samping parkiran. Laporan Zaki juga diamini oleh pengunjung mal lainnya di akun media sosial Path. “Sampai sekarang masih banjir,” kata Zaki saat dihubungi. Lalu lintas pun macet yang mengarah ke Jl S Parman. Bagi Anda yang hendak melintas sebaiknya waspada dan mencari jalur alternatif lain.

Jalan Di Kelapa Gading Berubah Jadi Sungai


Salah satu wilayah yang kebanjiran cukup parah adalah Kelapa Gading di Jakarta Utara. Kawasan mahal ini terkepung banjir dengan ketinggian bervariasi, sehingga lalu lintas lumpuh. Rangga Syahputra, salah seorang pengguna jalan, mengirimkan foto banjir ke pasangmata.com. Dia mengambil foto banjir di bagian depan Mal Kelapa Gading. Banjir cukup tinggi sehingga sulit dilewati kendaraan. Dua pemotor yang nekat menerobos harus mendorong motornya karena kendaraannya mogok.

“Banjirnya cukup parah di Kelapa Gading,” tulis Rangga, Senin (9/2/2015) pukul 14.00 WIB. Adi, seorang pengguna jalan lainnya, juga mengirimkan foto banjir yang cukup tinggi di Jl Boulevard Timur di depan sekolah Al-Azhar Kelapa Gading. Ketinggian banjir hingga mencapai kap mesin mobil.

Meski banjir cukup tinggi, masih banyak mobil yang nekat menerobos banjir di kawasan tersebut. Tingginya banjir membuat setiap ada mobil yang melintas di lokasi ini menimbulkan gelombang seperti di sungai. Adi mengirimkan foto banjir ini pada pukul 11.50 WIB.

Foto lainnya yang menunjukkan parahnya banjir di kawasan ini dikirimkan Alam. Terlihat ada dua kendaraan yang nekat menerobos bajir di Jl Gading Nias arah ke Kelapa Gading. “Jalan Gading Nias menuju Boulevard Kelapa Gading banjir setinggi lutut orang dewasa,” kata Alam pukul 11.08 WIB.

Hilman Mubarok juga mengirimkan foto banjir di Jalan Boulevard Barat, di depan tugu Summarecon. Banjir ini mencapai seperut orang dewasa. Hilman mengirim foto ini pada pukul 10.36 WIB.

Banjir Di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih Gagal Disedot Karena Tidak Ada Tempat Buang Airnya


Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat ikut turun tangan mengatasi banjir di Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih. 1 Unit mobil pemadam kebakaran telah tiba di kawasan tersebut, tepatnya di depan kampus Universitas Yarsi. Namun petugas masih belum melakukan penyedotan air. Mereka kebingungan ke mana akan membuang air yang disedot.

“Mau dibuang ke mana. Kalinya penuh semua,” kata salah seorang petugas pemadam kebakaran, Andi di Jl Letjend Suprapto, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015). Menurut Andi, Kali Sunter yang berada tak jauh dari lokasi tersebut telah meluap. Sehingga jika pihaknya tetap melakukan penyedotan akan sia-sia.

“Di mana-mana banjir. Jadi percuma mau disedot, nggak bisa buangnya,” tutupnya. Genangan di jalur lambat Jalan Letjend Suprapto mencapai 40 centimeter. Kendaraan tak dapat melintas di ruas tersebut. Pihak kepolisian mengarahkan para pengendara untuk melintas melalui jalur Bus Trans Jakarta. Lalu lintas di Jalan Letjend Suprapto di kedua arah padat merayap.

Hujan yang tidak berhenti sejak semalam menyebabkan banjir tinggi di daerah Jl Cempaka Putih Tengah, Jakarta Timur. Banjir tersebut juga menutup akses ke Rumah Sakit Islam Jakarta. “Banjir di depan RSI tinggi sekali. Kami ketakutan akhirnya putar balik. Tidak bisa masuk sampai depan Rumah Sakit,” kata Febri yang hendak mengantarkan putranya sekolah di belakang komplek RSI, Senin (9/2/2015) pukul 09.33 WIB.

Menurut Febri, jalan masuk bagian tengah RSI tertutup banjir yang lebih tinggi. Banyak warga dan pedagang kaki lima meminta dirinya dan pengendara lainnya untuk mundur atau putar arah. “Adik saya sampai keluar dan masuk ke area banjir karena banyak mobil yang nekat masuk padahal saya mau putar balik,” tambah Febri yang melihat air sudah sampai sebetis kaki orang dewasa.

“Saya dapat kabar dari pihak sekolah kalau rumah-rumah kawasan Cempaka Putih Tengah tidak kena banjir namun terkepung banjir dari segala arah”, ungkap Febri yang kemudian membatalkan niat mengantar sekolah anaknya. Selain Jakarta Barat dan Utara, titik-titik banjir juga tampak di Jakarta Timur. Kendaraan tetap bisa melintas pelan-pelan. Pantaua, Senin (9/2/2015) pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, genangan 30-40 cm sudah terlihat di Jl DI Panjaitan dan Jl Raya Bekasi Cakung tepatnya di depan Pasar Cakung. Underpass Pasar Gembrong juga terganang air sehingga kendaraan yang melintas tak bisa terlalu melaju kencang.

Di depan gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, juga ada genangan setinggi 30 cm. Di Jl Raya Bogor tepatnya di lampu merah HEK ada genangan setinggi 40 cm, pengendara diimbau untuk berhati-hati karena jalanan dalam kondisi licin. Sementara itu, di Manggarai perbatasan antara Pondok Gede dan Jakarta juga terdapat genangan. Ketinggian air di pintu air Manggarai hingga pukul 11.00 WIB setinggi 770 cm dengan status siaga 3.

Air Danau Sunter Meluap Hingga Tutupi Jalan


Jakarta diguyur hujan sejak 7 jam terakhir dengan intensitas sedang menuju tinggi. Imbasnya adalah meluapnya Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, yang ketinggian air saat ini sejajar dengan tinggi jalan. Pantauan detikcom di Jalan Danau Sunter Selatan, Senin (9/2/2015), hanya terlihat hamparan air di wilayah tersebut. Intensitas hujan di wilayah ini juga masih tinggi.

Tinggi genangan air dari arah Kemayoran menuju Kepala Gading mencapai 40 cm. Belasan motor terlihat mogok karena mencoba melintasi genangan air dan belasan pemotor lainnya memilih untuk berhenti menunggu surutnya air. Beberapa kendaraan roda empat mencoba menarabas jalan dengan menaikkan laju kecepatan kendaraannya.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah Kepala Gading menuju Kemayoran terlihat sangat sepi. Ketinggian air diperkirakan setinggi 60 cm. Hanya kendaraan roda empat yang terlihat melintas meski jumlahnya dapat dihitung jari.

8 Anggota kepolisian dari Polsek Tanjung Priok terlihat berjaga-jaga. “Mulai banjir tinggi sekitar sejam yang lalu,” ujar Kapolsek Tanjung Priok Kompol Mohammad Iqbal di lokasi banjir. Menurut Iqbal, berdasarkan informasi yang diterimanya wilayah Kepala Gading juga masih terendam air. “Itu wilayah yang paling parah,” ucapnya.

Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, banjir. Imbasnya, mobil-mobil yang ada di Tol Wiyoto Wiyono tak bisa turun di titik Gerbang Tol Sunter karena teradang banjir di Jl Yos Sudarso. Banyak warga terjebak di dalam mobil. Susahnya! Hal ini diceritakan, Andi Kuliem, yang temannya warga Cipinang hendak menuju ke Gedung Graha Kirana Sunter, Jakarta Utara. Lantaran jalan arteri sekeluar Tol Wiyoto Wiyono di Gerbang Tol Sunter tepatnya di Jalan Yos Sudarso banjir, mobil-mobil banyak yang tidak bisa dan tidak berani keluar menembus banjir.

Akibatnya, mobil-mobil itu bertahan di gerbang tol. “Sudah 5 jam. Masih hujan di sana, belum surut. Masih di mobil,” kata Andi menyampaikan kabar temannya itu. Andi menambahkan, temannya ‘sengsara’ selama di dalam mobil. “Menahan lapar, menahan pipis. Maju nggak bisa, mundur nggak bisa,” jelas Andi yang absen masuk kantor karena sedang tidak sehat ini. Dia juga mengirimkan gambar temannya Harry yang melalui Kelapa Gading dan nasibnya juga sama, terjebak banjir. Pun teman Andi, Andry, yang memotret kondisi banjir di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mereka berkantor di Sunter dan rutin melewati kedua wilayah itu.

53 Titik Banjir Yang Membuat Jakarta Yang Dipimpin Ahok Lumpuh Hari Ini


Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak pagi tadi mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Genangan air dan banjir ini mengakibatkan kemacetan di sejumlah titik yang terdampak. Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya ada 53 titik di DKI Jakarta yang tergenang hingga mengalami banjir. Berikut titik penyebarannya berdasar keterangan Kabag Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto sampai pukul 11.00 WIB tadi, Senin (9/2/2015).

Wilayah Jakarta Pusat:
1. Gunung Sahari, Pintu Besi (50 cm)
2. Sebelum gerbang Tol Cempaka Putih (20 cm)
3. Jl Letjen Suprapto (20 cm)
4. Jl Ahmad Yani depan Gudang Garam (30 cm)
5. Jl Batu Tulis (40 cm)
6. Jl Krekot Bundar (40 cm)
7. Jl Latuse (40 cm)
8. Jl Mangga Besar Raya (50 cm)
9. Jl Karang Anyer (30 cm)
10. Gunung Sahari 1 (40 cm)
11. Jl Krosela (30 cm)
12. Jl Benyamin Sueb (200 cm)
13. Landasan Pacu Utara (150 cm)
14. Jl Kwitang 1 (30 cm)
15. Jl Percetakan Negara (50 cm)
16. Jl Cempaka Putih Tengah (40 cm)

Wilayah Jakarta Utara:
1. Jl Yos Sudarso depan Ajinomoto arah utara (40-50 cm)
2. Jl Parangtritis Pademangan Barat (30-40 cm)
3. Jl Karang Bolong Ancol Barat (20-30 cm)
4. Setelah Flyover Cempaka Putih (40-50 cm)
5. Kebon Baru arah Utara (25-30 cm)
6. Kelapa Gading (50-60 cm)
7. Depo Motor Sunter (35 cm)
8. Kampung Gusti (30 cm)
9. Kapuk Raya (40 cm)
10. Depan WTC Mangga Dua (20-30 cm)
11. Depan Gerbang Tol Sunter (20 cm)

Wilayah Jakarta Barat:
1. Jl Arjuna Selatan (30 cm)
2. Depan Universitas Trisakti (40-50 cm)
3. Jl Panjang depan Mc Donald (25 cm)
4. Pintu Air Cengkareng (50 cm)
5. Depan Universitas Tarumanegara (60 cm)
6. Jl Meruya Utara sebelum Pospol (30 cm)
7. Pasar Patra Duri Kepa (40 cm)
8. Pasar Puri Cengkareng lajur kiri (40 cm)
9. Jl Kyai Tapa (20 cm)
10.Depan RS Siloam (40 cm)

Wilayah Jakarta Selatan:
1. Lotte Mart (30 cm)
2. Setelah TL Kuningan arah Barat (20 cm)
3. TL Bungur arah Pondok Indah (20 cm)
4. Pasar Jagal Buncit (100 cm)
5. Jl M Saidi Raya Pesanggrahan (20 cm)
6. Jl Bank (70 cm)
7. Depan Atmajaya jalur lambat (70 cm)
8. Kolong Semanggi arah Senayan (30 cm)
9. Depan Balai Kartini (30 cm)

Wilayah Jakarta Timur:
1. TL Matraman arah Tambak (30 cm)
2. Depan BNN (30 cm)
3. Kawasan Industri Pulo Gadung (25 cm)
4. TL Arion Rawamangun (50 cm)
5. Depan Pengadilan Lama Jaktim (40 cm)
6. Jl Raya Bekasi depan Palad (40 cm)

Sementara itu, Budiyanto juga melaporkan data ketinggian pintu air di Jakarta hingga pukul 11.00 WIB tadi, berikut datanya:
1.Pintu Air Manggarai 770cm
2.Pintu Air Depok 125cm
3.Pintu Air Katulampa 40cm.

Banjir mulai merambat ke pusat kota Jakarta. Tak tanggung-tanggung hingga mencapai kawasan ring 1. Genangan terlihat di sekitar bundaran Patung Kuda/Indosat yang berada di sekitar Monas. Akibat banjir ini lalu lintas menjadi kacau. “Hujannya masih deras sehingga membuat bundaran Patung Kuda tergenang,” kata Budi, Senin (9/2/2015) pukul 12.00 WIB. Budi menjepret banjir tersebut dari lantai 13 gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Terlihat ruas jalan ini tertutup bajir sehingga membuat lalu lintas menjadi tersendat.

Kawasan Istana Kepresidenan tak luput dari banjir yang datang akibat tingginya curah hujan. Jalan di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, air menggenang setinggi 30 cm dan semakin dalam saat menuju lampu merah pertigaan ke Harmoni. Pantauan di lokasi, Senin (9/2/2015) pukul 12.25 WIB, saat melewati depan Istana terlihat air setinggi mata kaki orang dewasa. Melewati lampu merah pertigaan depan Istana ke arah Harmoni air semakin tinggi yakni mencapai 50 cm.

Para pemotor memilih untuk mematikan mesin dan mendorong motor mereka agar tidak mogok. Sebagian lagi memilih menerabas genangan dan ada juga yang berakhir dengan mati mesin karana terendam air. Mereka akhirnya meminggirkan motornya dan memeriksa kondisi kendaraan yang mogok itu. Sejumlah polisi yang mengenakan jas hujan terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas di dekat lampu merah. Hujan juga masih mengguyur dengan lebat. Sementara itu, di Jalan Medan Merdeka Barat tak terlihat kendaraan yang melintas. Jalan di depan Kemenko PMK dan Gedung Mahkamah Konstitusi itu juga tak luput dari banjir.

adan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang dan lebat masih akan mengguyur Jakarta hingga sore hari. Hujan ini akan semakin meluas ke wilayah di luar Jakarta. “Hujan disertai kilat, petir dan angin kencang pada pukul 11.00 WIB di wilayah sebagian besar Jabodetabek. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan meluas ke wilayah Tangerang, Bekasi, Cibubur, Cileungsi, Citeko, Ciawi, Cisarua, Bogor dan sekitarnya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat, Senin (9/2/2015) pukul 11.45 WIB.

Dengan kondisi seperti itu diperkirakan banjir berpotensi meningkat di beberapa tempat. Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana DKI Jakarta dan Posko BNPB terus memantau perkembangan banjir Jakarta. BNPB telah mendirikan 28 Posko Taktis yaitu 25 posko di Jakarta, 2 posko di Bekasi dan 1 posko di Tangerang. “Personel BNPB, SRC PB, Menwa, dan Senkom Polri dengan dukungan logistik dan peralatan membantu aparat setempat dalam penanganan banjir. BNPB telah menyiapkan 3.600 personel TNI dan 614 personel Polri untuk antisipasi banjir jika diperlukan,” jelas Sutopo.

Hingga saat ini kondisi sungai-sungai di Jakarta masih aman, belum ada pernyataan darurat bencana banjir dari Gubernur DKI Jakarta. Belum juga ada warga yang diungsikan karena banjir. Berikut tinggi muka air di pintu air yang ada di Jabodetabek pada pukul 10.00 WIB:

Katulampa 40 cm/H (siaga 4).
Depok 120 cm/H (siaga 4).
Manggarai 770 cm/H (siaga 3).
Karet 550 cm/H (siaga 2).
Krukut Hulu 130 cm/H (siaga 4).
Pesanggrahan 115 cm/H (siaga 4).
Angke Hulu 75 cm/H (siaga 4).
Cipinang Hulu 115 cm/G (siaga 4).
Sunter Hulu 50 cm/G (siaga 4).
Pulo Gadung 650 cm/H (siaga 3).
Waduk Pluit -20 cm/H.
Pasar Ikan 210 cm/H (siaga 2).

Keterangan: H = Hujan, G = Gerimis.

Daftar Jalan dan Daerah Jakarta Dilanda Banjir Besar … Belum Ada Aksi Berarti Dari Gubernur Ahok


Banjir menggenangi kawasan Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara. Banjir yang cukup tinggi ini membuat kendaraan sulit melintas. Akibat genangan ini motor masuk ke dalam ruas tol Wiyono Wiyono. Dodonan, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan arus lalu lintas di atas ruas Tol Wiyoto Wiyono cukup ramai oleh motor. Para pemotor ini melintas di bagian kiri ruas tol ini. Kendaraan roda dua ini kebanyakan melintas dari Sunter hingga ke Tanjung Priok.

“Ini banjirnya yang cukup dalam ada di sekitar MOI (Mall of Indonesia), sehingga kendaraan roda dua naik ke tol,” kata Sujari, petugas tol Citra Marga, Jumat (23/1/2015) pukul 11.15 WIB. Sujari mengatakan, jika banjir sudah surut maka motor akan kembali melintas di jalur arteri. “Nanti kalau sudah surut akan lewat jalur arteri lagi,” katanya.

Banjir mulai melanda sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya akibat hujan deras mengguyur semalaman. Akibatnya, beberapa ruas jalan pun tidak bisa dilalui oleh pengendara pagi ini. Seperti informasi yang didapat dari NTMC Polri, Jumat (23/1/2015), akibat air yang menggenang cukup tinggi, Jalan Ceger Raya arah Jakarta tidak bisa dilalui. Ada beberapa wilayah lainnya yang mengalami hal serupa.

“Di depan Untar Jakbar ketinggian sampai 70 cm. untuk Boulevard Kelapa Gading juga tidak bisa dilalui karena banjir sampai 40 cm,” ujar petugas call center NTMC, Yudi saat dikonfirmasi. Yudi juga menyatakan, ruas jalan lain yang tak bisa dilalui terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, karena ketinggian banjir mencapai 100 cm, dan di jalan samping Polsek Matraman hanya bisa dilalui oleh 1 jalur yaitu jalur Busway. Sementara itu Jalan Arteri KBN Cilincing pun tidak bisa dilalui, sehingga Tol JORR exit Rorotan/KBN ditutup. Pengendara disarankan NTMC Polri untuk putar balik.

Sementara itu informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, ruas jalan tergenang banjir adalah di di epan Shelter Busway Artha Gading dan Jalan Gaya Motor Sunter, Jalan Yos Sudarso jalur lambat depan Ajinotomo sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan depan Citraland arah Grogol dan Jalan Letjend Jenderal Suprapto arah Senen (seberang Cempaka Mas) tergenang banjir namun masih bisa dilalui. Sebuah mobil pun di Jalan S Parman arah Slipi mogok dan harus diderek akibat memaksa melewati banjir.

Kemacetan parah terjadi di perempatan Kelapa Gading, Jakarta Utara akibat adanya genangan air di sejumlah tempat di sekitarnya. Keadaan bertambah parah karena traffic light di perempatan tersebut mati. Seperti yang terlihat pada Jumat (23/1/2015) pagi hari ini. Traffic light di empat penjuru jalan pada perempatan itu semuanya mati.

Alhasil, semua arus kendaraan bertemu di perempatan Kelapa Gading, menimbulkan situasi semrawut. Mulai dari bus besar, angkot, bajaj dan pemotor terlibat dalam situasi kemacetan ini. Ada tiga petugas Polantas yang mengurai kemacetan di perempatan ini. Namun Pak Polisi tak bisa berbuat banyak lantaran arus kendaraan dari empat penjuru arah yang langsung nyelonong ke perempatan. Kondisi bertambah parah lantaran ada sejumlah pemobil dari arah Kelapa Gading yang memilih putar balik kembali ke perempatan. “Katanya banjir di sana, jadi kita puter balik,” kata seorang pemobil.

Jalan raya di wilayah Sunter, Jakarta Utara, dilanda oleh banjir sejak pagi tadi dan menyebabkan lalu lintas tersendat. Kondisi pun diperparah dengan adanya pohon tumbang di dekat Danau Sunter. Informasi mengenai pohon tumbang didapat dari TMC Polda Metro Jaya melalui akun twitternya, Jumat (23/1/2015). Akibat tumbangnya pohon di dekat Danau Sunter ini, jalanan yang masih tergenang banjir itu pun tidak bisa dilewati kendaraan.

Banjir sendiri masih melanda wilayah Sunter dan sekitarnya. Genangan air yang cukup tinggi di wilayah Kelapa Gading juga belum surut. Banyak kendaraan yang mogok karena memaksa untuk melintas. Akibat banjir, kondisi lalu lintas dari Jalan Benyamin Sueb (Kemayoran) menuju Danau Sunter utara terpantau padat. Sementara itu masih menurut keteragan TMC Polda Metro Jaya, genangan air yang cukup tinggi di Jalan Yos Sudarso pun menyebabkan sepeda motor dialihkan masuk ke Tol Sunter arah Priok 1.

Hujan yang mengguyur Jabodetabek sejak dini hari membuat Jalan Joglo banjir setinggi 40 centimeter. Akibatnya kemacetan panjang hingga Jalan HOS Cokrominoto, Ciledug tidak terhindarkan. Pantuan di lokasi, Jumat (23/1/2015) akibat dari banjirnya Jalan yang menuju Jakarta Barat ini beberapa kendaraan roda dua dan empat memaksakan kendaraannya. Terlihat beberapa kendaraan mogok dan harus dibantu di dorong.

Akibat dari banyak kendaraan yang berhenti, kemacetan panjang hingga 5 kilometer terjadi. Kemacetan terjadi dari arah Ciledug menuju Jakarta Barat dan sebaliknya. “Air mulai naik 04.30 WIB. Setinggi paha orang dewasa,” jelas Iman di lokasi. Saat ini di lokasi tidak terlihat adanya petugas kepolisian untuk membantu lalu-lintas.

Jakarta pagi ini dikepung banjir akibat hujan deras semalaman. Akibatnya, perjalanan kereta api pun terganggu. Dikutip dari akun twitter @commuterline, Jumat (23/1/2015), perjalanan KA 1471 dan KA 1479(Depok-Jatinegara) berhenti sampai Kampung Bandan. Sementara itu KA 1475(Bogor-Jatinegara) hanya sampai Stasiun Duri. Selain itu perjalanan KA antara Kampung Bandan-Kemayoran sementara di tutup karena banjir.

Hujan deras di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Banjir pun mulai memasuki pemukinan warga seperti yang terjadi di wilayah Sunter, Kemayoran, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi pembaca di pasangmata.com, Ili Sarmili, air mulai memasuki rumahnya pada pukul 03.00 WIB, Jumat (23/1/2015). Sebagian warga di lingkungannya yang berada di Jalan Delta Serdang RT 002/007, Kemayoran, Jakarta Pusat, disebut Ili sudah mulai mengungsi.

“Tadi air masuk rumah sekitar jam 03.00 WIB. Kalau di jalan sampai 50 cm, di dalam rumah sekitar 15 cm. Warga sebagian sudah ada yang mengunsi, sebagian memilih bertahan di rumah,” ujar Ili saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (23/1/2015). Wilayah lingkungan di rumah Ili sendiri memang sudah langganan banjir setiap tahunnya karena daerahnya yang rendah. Namun untuk tahun musim penghujan sekarang, baru kali ini pemukiman di rumahnya terkena imbas banjir.

“Ini bisa sampai 3-4 RT yang kena. Posisi di sini memang rendah dan dekat Kali Sentiong dan Kali Sunter. Warga sekarang berjaga, banyak yang keluar jalan,” kata Ili. Sementara itu banjir juga menggenangi pemukiman lainnya di Jakarta Utara. Seperti informasi dari pembaca pasangmata lainnya, Virez, banjir setinggi 30 cm melanda pemukiman warga di RW 04 Pasar Ular, Plumpang. Air setinggi 50-70 cm juga tergenang di Jalan Mundu, Lagoa.

Daftar Jalan Jakarta Yang Masih Terendam Banjir Sejak Ahok Jadi Gubernur


Sejumlah ruas jalan di Jakarta tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur sejak semalam. Ketinggian air berkisar 20-50 sentimeter. Dari informasi TMC Polda Metro Jaya pada Jumat 23 Januari 2015, berikut ruas jalan yang tergenang.

– Jalan Letjen S.Parman (depan Citraland arah Grogol), Jakarta Barat. Ketinggian air 30 sentimeter.
– Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat. Ketinggian air 10-15 sentimeter.
– Jalan Letjen Suprapto (arah Senen), Jakarta Pusat. Ketinnggian air 30-40 sentimeter.
– Jalan Raya Plumpang Semper, Jakarta Utara. Masih bisa dilintasi kendaraan.
– Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara. Ketinggian air 40-50 sentimeter.
– Jalan Yos Sudarso (dekat Astra Sunter), Jakarta Utara. Ketinggian air 75 sentimeter. Tidak bisa dilalui kendaraan.
– Jalan Boulevard Kelapa Gading Jakarta Utara. Ketinggian air 40 sentimeter.
– Jalan Papanggo Raya, Jakarta Utara. Ketinggian air 10-20 sentimeter.
– Jalan Gaya Motor Sunter, Jakarta Utara. Ketinggian sekitar 60 sentimeter. Tidak bisa dilalui kendaraan.
– Jalan Swasembada Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Ketinggian air 30 sentimeter.
– Jalan Wijaya Timur Petogogan Jakarta Selatan. Ketinggian air sekitar 60 sentimeter.
– Jalan Pedongkelan Jakarta Timur. Ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Kendaraan dialihkan ke jalur cepat.