Category Archives: Kreatif

Lima Siswi Pingsan Dan Kerasukan Setelah Masuk Rumah Setan Indonesia Di D’Mall Lantai 2

Lebih dari lima orang pingsan setelah masuk masuk ke Rumah Setan Indonesia (RSI). Bahkan satu di antaranya mengalami kerasukan setelah beberapa saat pingsan di RSI tersebut, D’Mall Lantai II, Jalan Margonda Raya Depok, Sabtu Malam, 28 April 2012.

Putri Rahmawati, 16 tahun, pingsan dan kerasukan setelah lari keluar dari pintu RSI. Siswi kelas 1 SMA Budhi Warman II, Kalisari, Pasar Rebo, ini berteriak histeris dengan mata melotot kepada teman-temannya. Putri datang bersama 14 orang teman kelasnya. “Padahal dia pernah masuk ke sini minggu lalu dan pingsan,” kata teman Putri, Ibnu Panji, 16 tahun, kepada Tempo di RSI, Sabtu, 28 April 2012.

Putri langsung dibopong oleh petugas RSI dan teman-temannya ke tempat yang sudah disediakan. Menurut Ibnu, mereka sengaja datang ke D’Mall tersebut untuk mencoba RSI. “Kami tahu karena ditempel di dinding mading sekolah,” katanya.

Ibnu sendiri baru pertama kali masuk RSI. Ia mengaku ruangan RSI memang gelap dan lorongnya berliku-liku. Mereka yang berjalan tiba-tiba digodain oleh berbagai setan gadungan. “Yang seram suara dan baunya. Jadi kaget,” katanya.

Senasib dengan temannya, Ela Kritiawati, 16 tahun, dan Anfiani Dwihapsari, 16 tahun, juga menangis dan pingsan dikejar keluar oleh para hantu gadungan itu. Mereka siuman sekitar 10 menit pingsan. “Setannya pada narik-narik dan keluarin suara,” kata Ela.

Warga Cibubur, Rt 09/ 5, ini mengaku tobat masuk rumah penuh kuntilanak dan pocong itu. Ia pun berharap para setan gadungan dalam RSI tidak berlebihan dalam menggoda. “Kalau bisa nakutin aja, jangan colek dan narik-narik,” katanya.

Petugas keamanan D’Mall Depok, Faizal Hirnima, mengatakan pelanggan yang pingsan dan sakit akan ditangani langsung oleh awak RSI. Faizal mengklaim kejadian seperti itu sudah dijamin oleh pihak RSI tersebut. “Biasanya mereka punya kru khusus,” katanya.

Sementara dari pengelola RSI, Gito, 47 tahun, mengklaim pihaknya memiliki sekitar tujuh kru untuk menangani yang sakit. Mereka yang sakit akan langsung mendapat perawatan khusus. Gito juga mengaku memang target mereka adalah pelanggannya histeris dan pingsan. “Target kami memang pingsan, kalau biasa saja tidak menarik,” katanya.

Dari pantauan, di atas pintu masuk RSI memang ada tulisan berupa imbauan agar yang memiliki penyakit khusus, seperti jantung, tidak diperkenankan masuk. Suasana RSI malam ini juga ramai. Ratusan orang mengantre untuk mendapatkan jatah melewati ruang-ruang RSI dan dipermainkan oleh hantu gadungan. “Bayarannya pada hari biasa Rp 10 ribu per orang. Sedangkan Sabtu dan Minggu Rp 15 ribu,” kata Gito.

Nongkrong Di Cafe Kini Menjadi Bagian Dari Gaya Hidup

Nongkrong di cafe atau restoran siap saji usai bubaran sekolah, kuliah atau pulang kerja, belakangan ini merupakan tren gaya hidup remaja dan eksekutif.

Anak muda dan nongkrong adalah dua hal yang sudah melekat. Di sekolah-sekolah usai jam pelajaran, di kampus-kampus di antara jam kuliah, bahkan di kantor-kantor sepulang jam kantor, akan mudah dijumpai kelompok-kelompok remaja dan orang muda duduk-duduk di cafe atau resto.

Hobi anak-anak muda di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Surabaya, Makassar dan kota-kota besar lain di Indonesia agaknya hampir sama, suka ngobrol, nongkrong sambil makan bersama rekan-rekan mereka. Apalagi kalau harga makanan murah dan enak.

Di Jakarta, tak hanya pada akhir pekan saja para remaja memadati resto dan cafe, namun sepulang sekolah pun, sebagian dari mereka suka nongkrong. Baju seragam sekolah mereka lapis dengan jaket atau sweater.

Topik obrolan mereka bisa “ngalor-ngidul” mulai dari rapat membicarakan kegiatan atau kepanitiaan, mendiskusikan topik-topik yang dianggap serius, “ngerumpi” tentang “cewek/cowok, bos di kantor” sampai bertukar cerita-cerita lucu yang mengundang tawa.

Dengan semakin tingginya daya beli masyarakat segmen ini, cafe dan restoran cepat saji makin kebanjiran pembeli. Juga diuntungkan lagi dengan kemacetan di kota-kota besar yang semakin parah yang membuat anak-anak muda malas untuk pergi ke lokasi-lokasi yang rawan macet di pusat kota.

Lokasi yang strategis, harga murah, tempat yang nyaman, menu minuman dan makanan yang variatif, serta cara penyajian yang berbeda dari restoran cepat saji biasa membuat resto tertentu seperti 7-Eleven menjadi salah satu tempat nongkrong favorit anak muda di Jakarta.

Iwan seorang pegawai swasta misalnya, mengaku kerap mampir di resto-resto seperti itu sehabis pulang kerja sambil menunggu kemacetan pada jam-jam sibuk terurai. “Daripada terjebak macet, capek, boros bensin, lebih baik nongkrong dulu dengan beberapa teman. Toh sampe ke rumah sama saja, sudah malam,” katanya.

Hanya saja pengeluaran jadi boros, “Ya minimal beli minuman dan makanan kecil. Tapi jika dikonversi dengan beli bensin yang lebih banyak karena macet, akhirnya sama saja,” kata eksekutif muda yang berkantor di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta itu.

Menurut penelitian The Nielsen Regional Retail Highlights, ramainya kawula muda mengunjungi resto-resto seperti itu karena konsep tempat dianggap sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia, khususnya ibukota Jakarta.

Kisaran harga makanan/minuman yang tidak terlalu mahal dan tempat yang nyaman menjadi alasan utama masyarakat memilih untuk nongkrong di sana ketimbang di mal-mal ibukota.

Suasana santai pun menjadi daya tarik tersendiri. Para pelanggan misalnya dapat datang dengan sendal jepit dan celana pendek.

Juga akses wi-fi yang cepat semakin menambah kenyamanan pengunjung yang kebanyakan ABG (anak SMA-kuliahan) serta eksekutif muda. Tetapi memilih makan di restoran cepat saji dan dilanjutkan dengan ngopi di kafe mendorong orang menjadi konsumtif. Harga kopi saja berkisar Rp 18.000 hingga Rp 30.000 per gelas.

“Sesekali sih boleh saja,” kata psikolog Ieda Purnomo Sigit Sidi, “tetapi bila kegiatan itu menjadi kebiasaan, wah kantong bisa jebol. Uang saku pelajar kan terbatas dan masih berasal dari orangtua.”

Membeli gaya

Menurut Ieda, orangtua perlu mencegah kecenderungan para remaja yang mengarah ke konsumerisme, dengan sikap berani, tidak menyerah dan bilang `tidak’ kepada anak-anak yang terus menerus minta tambahan uang saku. “Sekali dikasih, nanti dia akan minta lagi. Lama-lama kebiasaan itu akan terbawa sampai si anak dewasa”.

“Dengan cara itu, ortu mendidik anaknya bersikap rasional, tidak asal mengeluarkan uang. Ini bukan soal punya atau tidak punya uang. Sikap konsumtif jelas tidak benar,” kata dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

“Tetaplah memberi kepercayaan kepada anak remaja kita untuk membelanjakan uangnya dan biarkan sesekali dia salah, agar bisa belajar dari kesalahan itu. Namun, jangan sampai mereka jadi keterusan, tak ada kontrol,” ujarnya.

Sementara Kassandra, aktivis pada Himpunan Psikologi Indonesia mengingatkan, untuk menghindarkan diri dari pola hidup konsumtif, orangtua harus mengajarkan anak menghargai uang sedini mungkin. “Jangan ketika sudah remaja, baru dikenalkan cara menghargai uang”.

Idealnya, orangtua memperkenalkan konsep uang kepada anak sejak berusia sekitar enam tahun. Caranya, antara lain, dengan memberi mainan jenis mata uang dan nilai nominalnya.

“Ketika beranjak remaja, ajaklah mereka berbelanja, lalu memberi uang saku mingguan atau bulanan untuk mengajari si remaja mengelola sendiri keuangannya. Pada tahap ini ortu harus mengontrol secara ketat, jangan kalau si anak bilang uang habis, ortu lalu memberi tambahan uang begitu saja,” kata Kassandra.

Sementara pengamat sosiologi, Abdul Kholek menyebutkan, ada fenomena yang berkembang dalam masyarakat dunia ketiga termasuk Indonesia yaitu kecenderungan terjadinya perubahan gaya hidup akibat dari ekspansi industri pangan yang dimanifestasikan ke dalam bentuk restoran siap saji.

Generasi muda lebih suka makan dan menghabiskan waktu ke cafe dan resto untuk menyantap makanan-makanan ala barat yang siap saji. Hal ini sejalan dengan pendapat George Ritzer bahwa dampak fast-food sampai pada tataran luas yang begitu mendalam pada berbagai posisi.

“Ada rasa yang beda ketika mereka memasuki dan makan di tempat-tempat yang identik dengan pangan elit. Tidak hanya rasa tetapi mereka membeli pola dan gaya hidup, agar mereka menjadi orang modern inilah efek sampingan dari pencitraan media melalui iklan-iklan,” kata Kholek.

Ia mengutip pendapat sosiolog Susongko bahwa ada penciptaan norma baru di masyarakat seolah-olah orang akan menjadi udik dan ketinggalan zaman bila belum pernah menyantap pizza, hamburger, dan berbagai produk pangan lainnya.

Produk itu dianggap pangan elit oleh sebagian besar masyarakat .

Jadi menurut Kholek, masuknya makanan siap saji berimplikasi tidak hanya pada sektor ekonomi ditandai pada matinya dan terhimpitnya bisnis-bisnis makanan lokal, tetapi juga mengubah gaya hidup dalam masyarakat di negara berkembang.

Seperti kata pengamat sosial ini, pergeseran dan perubahan gaya hidup berpengaruh cukup signifikan khususnya pada generasi muda menjadi gaya hidup yang instan, perilaku konsumtif dan juga konsumerisme.

Tiap Hari Rabu Ladies Night Gratis Minuman Bagi Wanita

Bagi perempuan yang menyukai cocktail, jangan melewatkan kesempatan di Jackrabbit Cuisine & Libations. Pasalnya, setiap Rabu, Jackrabbit akan membuka pintu lebar-lebar untuk kaum hawa mencicipi minumannya secara gratis. Namanya, ladies night.

Ladies Night itu berlaku pukul 22.00-24.00. Anda bisa minum sepuas-puasnya, terutama aneka cocktail, seperti lychee martini, cosmopolitan, dan vodca. “Bebas tanpa biaya apa pun, tidak perlu memesan makan dulu, tinggal datang dan minum tanpa batas. Tapi, mereka hanya boleh mengambil minuman langsung dari bartender tanpa dilayani pelayan,” tutur Marketing Communication Jackrabbit Cuisine & Libations, Wibi Hananto.

Jika Anda ingin menyantap makanan lainnya, Anda tak perlu khawatir harganya akan menguras kocek. Harga makanan yang ditawarkan cukup masuk akal, antara Rp 40.000 – Rp 100.000 per porsi untuk hidangan pembuka. Sedangkan menu utamanya antara Rp 95.000 – Rp 125.000 per porsi. diterapkan untuk menu utama. Menu penutup dipatok antara Rp 40.000 – Rp 55.000 per porsi.

Tapi, jika Anda hanya ingin berbincang-bincang ringan dengan menyesap minuman, Jackrabbit akan memanjakan Anda dengan soft drink hingga minuman beralkohol.

Jika Anda ingin hang out di Jackrabbit, jangan lupa dengan waktu bukanya. Ada dua pembagian waktu bukanya, yakni Minggu-Selasa dari pukul 11.00-24.00. Sedangkan Rabu-Sabtu dari pukul 11.00-02.00. “Entertaint kami ada live DJ yang memainkan house music, yang ada pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu,” kata Wibi lagi.

Kini Pertunjukan Striptease Dengan Diiringi DJ Wanita Yang Juga Telanjang Hadir Di Riau

Polda Riau menangkap basah lima wanita penghibur dalam keadaan tanpa busana di salah satu klub hiburan malam di Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa dinihari. Mereka diduga kuat sebagai pekerja striptease (tarian telanjang) dan ditangkap bersama dua orang disk jokey yang juga dalam keadaan tanpa busana ketika ditangkap.

“Penggerebekan dilakukan pada Selasa dini hari (21/2/2012) sekitar pukul 02.30 WIB. Lima penari dan dua DJ yang juga perempuan ini ditangkap dalam kondisi bugil atau tanpa busana sama sekali,” kata Kabid Humas Polda Riau S Pandiangan di Pekanbaru, Selasa.

Pandiangan mengatakan, saat ini ketujuh wanita tersebut tengah menjalani proses pemeriksaan di Mapoda Riau di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Hasil pemeriksaan sementara, petugas menetapkan dua tersangka yakni wanita yang berprofesi sebagai DJ dalam lokasi hiburan malam tersebut, masing-masing berinisial AM (22) asal Blitar dan tersangka IF (22) asal Jakarta. “Sementara lima lainnya masih menjadi saksi,” katanya.

Keduanya dapat dikenakan Pasal 36 Undang-Undang nomor 44 KUHP tahun 2008 tentang pornografi yang disaksikan secara bebas di muka umum.

“Sementara untuk lima wanita yang berprofesi sebagai penari, sampai saat ini masih berstatus saksi dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari petugas,” katanya.

Dari hasil penelusuran, lima penari dan dua DJ tersebut diringkus saat menari tanpa busana di lokasi hiburan malam “Grand Launching Exclusive Club Pekanbaru” di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Club ini menurut informasi sejumlah sumber, buka setiap malamnya mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Tiket untuk menyaksikan striptease di klub itu dijual dengan harga Rp75 ribu per orang.

Bila Ingin Memata Matai Pasangan Yang Suka Selingkuh Kini Detektif Swasta Tumbuh Subur Di Indonesia

Saling curiga mewarnai kehidupan warga kota besar, terutama mitra bisnis, calon pasangan hidup, dan suami istri yang tidak harmonis. Membongkar rahasia yang sulit dibongkar, peranan detektif swasta menawarkan jawaban kaum metropolis itu.

Bisnis penjual jasa investigasi ini makin marak, tidak hanya di Jakarta, juga di Bandung, Bali, dan Surabaya. Iklan layanan jasa ini mudah dicari di internet. Tinggal menulis kata ‘detektif swasta’ di mesin pencari, maka akan muncul sejumlah nama penjual jasa inventigasi. Beberapa memiliki website sendiri. Tetapi ada juga yang menggunakan domain gratisan seperti di blogspot atau malah pasang iklan secara pribadi.

Dalam laman website mereka, berbagai jasa investigasi disebutkan, mulai dari pencarian orang hilang, mencari rekam jejak mitra bisnis, jatidiri berikut catatan hitam putih orang yang akan Anda nikahi, kejujuran pasangan hingga keamanan properti dan aset yang ada.

Mereka juga mengkalim bekerja profesional dan melengkapi diri dengan aneka alat penunjang modern serta piawai di bidang teknologi informasi. Pencarian tak hanya di kota besar di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri.

Meini, pemilik Bali Eye Privacy Investigation Agency (Bepia), mengatakan, sejak beroperasi pada 2008, tercatat 180 kasus telah ditangani di Jakarta, Bali, dan Surabaya. Dari jumlah itu, sebagian besar adalah masalah rumah tangga seperti perselingkuhan, di samping kasus ketidakpercayaan pada mitra bisnis. “Kami selektif menerima kasus karena kami tak mau berbenturan dengan tugas polisi,” katanya melalui telepon, Rabu (11/1) siang. “Kalau ada klien datang dengan kasus pidana, maka kami sarankan untuk lapor polisi saja.”

Wanita yang mengaku mendalami investgasi dengan mengambil kursus di Inggris ini mengatakan bisnis yang dijalankannya terdaftar di Kementrian Perdagangan dan Industri sebagai pemberi jasa layanan data dan informasi. Dalam bertugas, 10 agen yang ada di perusahaannya diakui lebih banyak bergerak dalam pencarian data dan informasi disamping memata-matai. Kerapkalli, seorang agen harus ke polisi untuk mencari data jejak kejahatan klien.

Setiap agen, lanjutnya, bertugas menginvestigasi, termasuk diam-diam memotret, lalu melaporkannya ke klien. “Bukan menangkap apalagi memukuli orang yang kami amati. Kalaupun klien meminta hal itu, kami menolak dan menyarankan untuk melapor ke polisi saja,” ujar pimpinan agen yang juga menugaskan detektif-nya sampai ke luar negeri ini.

Meini memasang tarif investigasi Rp2,5 juta untuk sehari (8 jam kerja). Jika diperlukan investigasi khusus, seperti menginap di hotel atau pergi keluar korta atau keluar negeri, biaya akan dibebankan pada klien. “Sejumlah klien kami adalah public figure, tapi kami saling menjaga rahasia karena kepercayaan adalah yang utama,” ujarnya.

BELUM BERIZIN
Kasus perselingkuhan dan skandal asmara juga menjadi objek penyelidikan jasa detektif yang dikelola Riky, lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Sarjana Komunikasi ini membuka layanan jasa itu sejak setahun lalu dan sudah sembilan kasus diselesaikan. “Kami belum menerima kasus pidana lantaran khawatir akan berbenturan dengan polisi,” kata Riky yang membuka iklan dengan nama detektif swasta di www.88DB.com

Dibantu dua rekannya, Riky membuka jasa detektif di kawasan Dago, Bandung, Jabar. Kendati kasus yang ditangani hanya urusan asmara, Riku mengaku kerap harus berkoordinasi dengan polisi. “Misalnya untuk meminta bantuan melacak nomor telepon. Ketika ada kendala pengintaian karena harus masuk ke tempat dengan keanggotaan khusus, kami kerap meminta bantuan polisi,” ungkap lajang asal Bandung ini.

Sebagai biaya atas jasanya, Riky mematok Rp1,3 juta per kasus untuk tiga hari. “Harga itu diluar akomodasi seperti penginapan dan sarana lain,” katanya lagi. Ia mengaku klien datang setelah melihat iklan di internet, tapi kasus yang diterima hanya berputar di sekitar Bandung saja.

TANPA KONTRIBUSI
Dalam pandangan Reza Indragiri, psikolog forensik Universitas Bina Sarana Informatika, keberadaan detektif swasta di Indonesia belum jelas. Di satu sisi, polisi juga tak membuka celah keberadaan penyidik partikelir itu. “Jika ada detektif swasta, kemungkinan masih seperti debt collector saja sifatnya,” katanya.

Detektif swasta, sambungnya, hanya melakukan tugas pada orang yang memberi order dan tak berkontribusi pada kepolisian dalam mengungkap masalah kejahatan. “ Beda dengan di luar negeri, detektif swasta membantu tugas kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan detektif swasta dalam arti sesungguhnya di Jakarta belum ada. Kalaupun ada hanya melacak masalah perselingkuhan, bukan masalah kriminal. “Mereka tidak bisa melakukan proses hukum seperti aparat kepolisian,” ujarnya.

Mabes Angkatan Laut Gelar Berbagai Perlombaan Binaraga

– Dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) gelar olahraga bersama dan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh personel TNI AL dari berbagai Satuan pada Jumat (23/12) di Lapangan Trisila Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

Diawali dengan lomba Push Up dan Sit Up masal yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio,M.M dan diikuti oleh skitar 500 personel Mabesal baik dari militer maupun Pegawai Negeri Sipil TNI AL, dilanjutkan dengan pertandingan Panco antara personel, diteruskan lomba tarik tambang yang diikuti oleh Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dan anggota Jalasenastri Mabesal dan kotama TNI AL, pertandingan memasak yang diikuti para anggota Jalasenastri dan diakhiri dengan pertandingan Body Contest dari para atlet Bina Raga Angkatan Laut seluruh Satuan TNI AL.

Untuk pertandingan Panco sebagai juara pertama dimenangkan oleh Kopral Dua (Kopda) Bambang, diposisi kedua diraih oleh Sersan Mayor Masyur, dan ditempat ketiga diraih Kopda Pendi.

Sedangkan untuk pertandingan Body Contest yang diikuti oleh 16 peserta dari seluruh Satuan TNI AL sebagai juara pertama dimenangkan oleh Prajurit Satu (Pratu) Mar Acep Pebrianto dari Pasmar I, posisi kedua diperoleh Prajurit Kepala (Praka) Mar Agus Santoso, sedangkan pada posisi ketiga diisi Kopral Dua (Kopda) Chairul Saleh dari Komando lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta.

Selain menggelar berbagai pertandingan olahraga, dalam rilis yang dikirim Dispen Al, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan dengan penampilan dari Dara Laut Band yang membawakan beberapa lagu dimana seluruh personel Band tersebut merupakan personel Kowal TNI AL.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio,M.M, Ketua umum Jalasenastri Ny Lilik Soeparno didampingi Wakil Ketua Umum Ny Penny Marsetio, para Pangkotama TNI AL, para Asisten Kasal, dan Kepala Dinas serta pejabat teras Mabesal lainnya

Tips Mengemudi Yang Aman Bagi Pengendara Mobil dan Sepeda Motor Saat Musim Hujan

Jakarta dan mungkin juga beberapa kota besar lainnya sudah masuk musim hujan. Ketika intensitas guyuran air dari langit meningkat saat mengendarai mobil, ada hal yang perlu diwaspadai bagi pengendara. Minimnya kewaspadaan akan berakibat kecelakaan. Berikut tips mengemudi aman saat hujan.

1. Kurangi kecepatan
Saat mengemudi mendadak, turun hujan dengan lebatnya. Secara psikologis, emosi akan berubah karena banyak hal yang harus dikontrol dari dalam kabin. Seperti menyalakan wiper atau lampu kota (bila jarak pandang berkurang) sebagai alat bantu melihat kondisi jalan dan juga memberi isyarat, baik kepada kendaraan di depan maupun belakang.

2. Tetap di jalur yang tidak tergenang
Genangan cenderung berada di tepian jalan karena merupakan bagian yang paling rendah. Meski ketinggian air sebatas mata kaki, usahakan tetap melintas di jalur yang kering. Pasalnya, semua kotoran yang ada di jalan akan menuju area yang tergenang. Andai kata sampai benda tajam masuk ke kaliper rem, misalnya, hal itu akan merusak piringan dan komponen lainnya.

3. Jaga jarak aman
Ketika di depan ada genangan air, jangan langsung diterabas. Pelajari kondisi dan ketahui genangan terendah (jika seluruh jalan tertutup air). Selanjutnya, amati mobil yang sedang menerjang genangan untuk mengetahui kondisinya. Bila hendak melewati, bisa dengan mengikuti mobil di depan (sebaiknya sejenis), tetapi jaga jarak (sekitar 10 meter) agar bisa menghindar ketika kendaraan yang diikuti terjebak lubang atau sesuatu yang bisa merugikan mobil Anda.

4. Hindari penggunaan rem saat deselerasi
Saat menerjang genangan, jaga kecepatan (jangan ngebut). Ketika ingin mengurangi kecepatan, sebaiknya cukup dengan melepaskan kaki dari pedal gas. Soalnya, jika dalam kondisi yang tidak tepat, maka gejala slip bisa timbul akibat rem mengunci. Terlebih lagi jika ketinggian air sampai merendam seluruh perangkat rem, jangan langsung percaya pada performa rem karena cenderung masih basah.

Lolos dari genangan, periksa kepakeman rem dengan menekan pedal rem perlahan dan bertahap beberapa kali. Tentu, ini dilakukan dalam kondisi mobil melaju.

5. Genggam setir
Kala melewati genangan, genggam setir dengan erat. Pasalnya, bila terjadi aquaplanning, arah mobil bisa berpindah karena kehilangan traksi. Lain hal jika setir terpegang dengan erat. Selain bisa merasakan gejala aquaplanning, mobil pun bisa diarahkan dengan benar.

Musim hujan saat ini menjadi “momok” bagi pengendara sepeda motor. Ketika menghadapi kondisi itu, yang pasti perjalanan tidak nyaman dan tidak lancar. Apalagi sampai mengalami mogok, ke tempat tujuan pun jadi terlambat.

Ini ada beberapa pentujuk (tips), cara berkendara dalam situasi hujan, yang intinya tidak mengubah gaya Anda.

Kaca helm bening

Sebelum jalan, pastikan jaket sudah tersedia di bagasi. Sebaiknya pergunakan model setelan (celana dan baju) bukan terusan seperti jubah. Kemudian kenakan sarung tangan anti-hujan (terbuat dari bahan kulit) dan sepatu yang telapaknya tidak licin, sehingga lancar saat pengoperasian tuas persneling dan menginjak pedal rem.

Pergunakan helm full-face (kepala tertutup) bukan model half-face yang bisa membasahi muka dan busanya jadi basah dan lembab. Trus, pelapis kaca dilepas agar pandangan jadi jernih.

Setelah perlengkapan pada badan, pastikan kondisi sepeda motor dalam ke adaan baik. Periksa jarak tekan pedal rem (belakang) tidak terlalu jauh, termasuk juga handel rem depan.

Ketika berkendaraan di jalan licin, perhatian utama pada kendaraan adalah traksi. Karena, umumnya pengedara tidak mengetahui berapa kuat daya cengkeram ban, baik saat mengerem atau manuver di tikungan. Makanya, pemilik sepeda motor harus mengetahui kondisi kedua ban. Jika kondisi kembangan ban tinggal 50 persen, jangan melakukan pengereman dengan keras dan menikung dengnan kecepatan tinggi.

Santai dan fokus

Saat berkendara, sebaiknya santai dan fokus. Jangan sekali-sekali kedua kaki lepas dari pedal (menggantung karena jaga-jaga bila kendaraan terguling). Lalu, letakan jari-jari kaki pada pedal, tujuannya untuk mengontrol bila terjadi sesuatu.

Kontrol dan teknik

Berkandaraan saat hujan, kuncinya fokus pada kecepatan dan perubahan arah, kemudian pengereman serta buka-tutup pedal gas. Menaik-turunkan gigi persneling lakukan dengan halus dan jaga putaran mesin.

Begitu juga mengerem. Bila dilakukan dengan keras, kendaraan bukannya cepat malah lama baru berhenti. Hati-hati bila menggunakan rem depan (sebisanya tidak digunakan) di trek licin, apalagi kecepatan di atas 50 km per jam kala menikung pula.

Nah, dengan petunjuk ini, semoga perjalanan Anda jadi nyaman saat hujan.

Setelah Film Eat, Pray, Love Kini Film Hollywood I, Alex Cross Akan Syutting Di Bali

Setelah film Eat, Pray, Love (EPL) yang dibintangi Julia Robert, satu lagi film produksi Hollywood mengambil syuting di Pulau Bali.

Pengambilan ganmbar film I, Alex Cross yang disutradarai Rob Cohen disaksikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Kompleks Villa Champuan, Desa Jasri, Kecamatan Karangsem Bali, Sabtu (22/10).

Saat dikonfirmasi di sela-sela pengambilan gambar tersebut manta Menteri Perdagangan tersebut menegaskan, jika Indonesia menginginkan berbagai produksi film terkenal dunia mengambil syuting di Bali.

“Setelah Julia Robert dengan EPL-nya, maka kini Bali mendapat kesempatan lagi dengan sebuah film terkenal Hollywood lainnya berjudul I. Alex Cross, yang mengambil gambarnya di Bali. Walaupun durasinya lebih pendek dibanding dengan EPL-nya Julia Robert, tetapi tetap memberikan dampak besar bagi Bali,” ujarnya.

Untuk mempermudah pengambilan gambar di Indonesia, Kementerian Pariwisata akan mempermudah seluruh proses perizinan pengambilan gambar tersebut. “Selama ini memang banyak keluhan soal regulasi yang berbelit-belit, namun ke depannya kita akan menerapkan proses satu pintu selesai. Kita ingin agar banyak film besar produksi Hollywood syuting di Bali dan di Indonesia umumnya karena ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia dan Bali khususnya,” ujarnya.

Film tersebut dibintangi Matthew Fox, Edward Burns, Rahel Nichols, Jessalyn Wanlim. Pengambilan gambar dilakukan selama 40 hari di Amerika Serikat dan tiga hari di Karangasem. Film ini melibatkan 35 tenaga lokal dan 20 pemain lokal yang berperan sebagai polisi.

Dalam film tersebut dikisahkan Alex Cross, seorang detektif sedang memburu penjahat yang membunuh isterinya. Ternyata, sang pembunuh tersebut menghindari dari sang detektif hingga ke Bali. Penjahat yang diperankan Jean Reno akhirnya tertangkap di sebuah villa yang ada di sebuah pedesaan di Karangasem Bali.

250 Peserta Ikut Lomba Goyang Nonstop 20 Jam Dalam Rangka Ulang Tahun ke-20 MNCTV

Sebanyak 250 peserta pria – wanita dari beberapa daerah di Indonesia ikut dalam Lomba Goyang Nonstop 20 Jam di lapangan parkir MNCTV. Mereka beradu goyang dangdut dan ketahanan stamina mulai dari pukul 03.00 dini hari hingga pukul 23.00 WIB.
Semakin lama tantangan semakin sulit. Karena setiap tiga jam tingkat kesulitan dalam bergoyang bertambah tinggi, seperti joget berpasangan, joget dengan balon, joget dengan satu kaki dan sebagainya.

Mereka joget diiringi lagu-lagu dangdut yang diputar melalui CD dan lagu yang dinyanyikan langsung para artis pendukung acara, seperti Ayu Ting Ting, Julia Perez, Nita Thalia, Uut Permatasari, Ernie AB, Ira Swara dan lainnya.

“Lomba Goyang Nonstop 20 Jam ini adalah rangkaian kemeriahan ulang tahun ke-20 MNCTV, yang puncak acaranya pada 20 Oktober 2011 nanti, kata Theresia Ellasari, Humas MNCTV.

Dari 250 peserta semakin lama jumlahnya terus berkurang. Selain stamina yang drop, juga bergoyang yang monoton atau tak mematuhi aturan hingga didiskualifikasi. Akhirnya dipilih 20 peserta di babak final untuk masuk babak grand final sebanyak 3 peserta.

“17 finalis yang kalah tetap mendapa hadiah masing-masing Rp1 juta. Sedangkan untuk juara 1 mendapat Rp15 juta, juara 2 Rp7,5 juta dan juara 3 Rp5 juta,” terangnya.

Ketiga finalis tersebut kemudian bertarung untuk merebut gelar terbaik dan terkuat bergoyang selama 20 jam di panggung Goyang Penuh Cinta, yang dipandu Olga Syahputra, Deswita Maharani, Marsya Manopo dan Indra Bekti. Akhirnya juara pertama direbut oleh Rina dari Grogol, Jakarta Barat, juara 2 Inna Lestari (Cakung) dan juara 3 adalah Farihin Al-Fahrizqi (Brebes).

Menariknya, para artis pun ikut lomba goyang. Mereka beradu goyangan sambil membawakan lagu andalan masing-masing dalam satu panggung. Seperti Ayu Ting Ting yang bergoyang ala Uut Permatasari dengan kaki diangkat satu, dan Uut Permatasari bergoyang meniru 3 Macan dan lainnya.

Melestarikan Kain Tradisional dari Kulit Kayu Asal Sulawesi

Suara kayu beradu seolah membelah ruang seluas 100 meter persegi yang digunakan pameran bersama aneka kain Nusantara 2011 di Museum Sulawesi Tengah, Palu.

Suara yang mirip bunyi kentongan ditabuh itu berasal dari kegiatan yang dilakukan Fatimah, pembuat kain kulit kayu yang berasal dari Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

Fatimah melakukan aksinya di atas papan kayu berukuran 2×2 meter dengan tinggi sekitar 30cm.

Pengunjung yang datang silih berganti di dalam ruangan itu selalu menghentikan langkahnya beberapa saat untuk menyaksikan Fatimah memukul kulit kayu Malo (ficus sp) menggunakan balok batu sebesar bungkus rokok atau disebut batu ike.

Kulit kayu sepanjang sekitar 1,5 meter dan lebar 10cm itu dipukul-pukul dengan batu ike secara merata di atas papan kayu.

Farida menjelaskan proses pembuatan kain kulit kayu itu memerlukan waktu sekitar satu pekan. Untuk pemukulan kulit menggunakan batu ike berlangsung sekitar dua hari.

Kulit kayu yang telah melebar kemudian dicuci untuk menghilangkan getah. Proses pemukulan kemudian dilanjutkan tapi menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu agar tidak robek.

Setelah memperoleh lebar kain yang diinginkan, kemudian kain kulit kayu itu dikeringkan.

“Tidak dijemur di bawah matahari langsung, tapi diangin-anginkan saja supaya tidak mudah rusak,” katanya.

Kain kulit kayu itu selanjutnya disetrika menggunakan batang kayu yang disebut pompao. Kain kulit kayu itu tidak boleh terkena air karena akan mudah sobek.

Pakaian ini hanya digunakan untuk kegiatan adat, seperti pernikahan, penyambutan tamu, atau acara lainnya.

Pembuat kain kulit kayu itu pada umumnya dilakukan oleh kaum perempuan usai masa panen padi.

Saat ini di Desa Pandere, yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah, terdapat 12 pembuat kain kulit kayu.

Keterampilan membuat kain kulit kayu itu diperoleh warisan secara turun-temurun dari orangtuanya.

“Anak saya juga sudah belajar membuat kain kulit kayu, tapi hasilnya belum bagus sehingga saya yang menghaluskannya,” kata Farida yang kesehariaannya membantu suaminya di sawah.

Pembuatan kain kulit kayu di Desa Pandere sudah ada sejak ribuan tahun silam.

Di Sulawesi Tengah sendiri hanya di Kabupaten Sigi yang terdapat pengrajin kain kulit kayu. Itupun hanya di dua kecamatan, yakni Gumbasa dan Kulawi.

Farida mengatakan, kain kulit kayu yang diproduksi masyarakat Kulawi lebih tebal dan kasar karena terbuat dari kulit pohon beringin.

Kain kulit kayu biasanya dibuat baju lengan pendek, celana pendek, serta penutup kepala.

Pakaian kulit kayu itu pada umumnya berwarna coklat, sesuai aslinya, dan tidak bermotif. Sebagian lainnya berwarna hitam karena direndam lumpur hitam selama beberapa hari.

Dari mulut ke mulut
Saat ini kerajinan kain kulit kayu di Sulawesi Tengah sudah dikenal seluruh masyarakat, meski hanya berawal dari informasi mulut ke mulut.

Farida mengatakan, kain kulit kayu 2×1 meter dihargai Rp200 ribu, sedangkan pakaian yang sudah jadi dihargai Rp100 ribu.

Jika ada orang yang berminat membeli kain kulit kayu, bisa langsung datang ke Desa Pandere atau Kulawi.

“Kita bisa langsung membelinya sekaligus melihat proses pembuatannya,” kata Farida yang sudah bisa membuat kain kulit kayu sejak puluhan tahun silam.

Warga Desa Pandere sebenarnya tidak mengharapkan penghasilan dari membuat kain kulit kayu. Para perempuan hanya membuat kain itu pada waktu senggang atau setelah panen padi sembari menunggu musim tanam.

“Kita hanya ingin melestarikan kerajinan nenek moyang, agar tidak punah,” kata Farida yang sudah pergi ke sejumlah tempat di Tanah Air untuk ikut pameran membuat kain kulit kayu.

Saat ini sejumlah kain kulit kayu asal Sulawesi Tengah sudah terdapat di sejumlah museum di Indonesia.

Ketika memasuki ruang VIP Bandara Mutiara Palu, pengunjung juga bisa menyaksikan busana terbuat dari kain kulit kayu yang dipajang di pintu masuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah Suaib Djafar mengatakan, kain kulit kayu itu merupakan salah satu ciri khas provinsi beribu kota Palu ini.

“Kalau kita tidak menjaga dan melestarikan budaya itu, siapa yang akan melakukannya. Masak mau berharap pada orang lain,” katanya