Category Archives: Jakarta Banjir

Tanggul Kali Krukut Jebol … Perumahan Pondok Karya dan Pondok Jaya Kebanjiran dan Di Evakuasi


Tanggul Kali Krukut di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, jebol sekitar pukul 21.00 pada Senin malam, 11 Agustus 2014. Akibat tanggul jebol dan hujan deras, banjir setinggi 80 cm melanda perumahan Pondok Jaya VII dan Pondok Karya, Jakarta Selatan, dengan radius sekitar 500 m. Sedikitnya lima keluarga dievakuasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Musyawardana mengatakan jebolnya tanggul Kali Krukut menyebabkan sekitar 100 rumah tergenang banjir. “Untuk sementara, warga yang rumahnya terkena banjir mengungsi di bangunan sekolah terdekat,” kata Bambang ketika dihubungi, Selasa, 12 Agustus 2014.

Menurut dia, BPBD telah menyediakan posko banjir di Kelurahan Pela Mampang. Selain itu, instansinya juga telah menurunkan perahu karet untuk evakuasi. Bambang mengaku belum tahu penyebab jebolnya tanggul Kali Krukut. Untuk penanganan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perusahaan Umum. “Kami masih akan mengecek ke lokasi hari ini,” ujarnya Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Djoko Sri Margianto, membantah kabar jebolnya tanggul Kali Krukut di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. “Bukan tanggul yang jebol tapi dinding pagar rumah warga yang berdiri di pinggir kali,” kata Tri ketika dihubungi, Selasa 12 Agustus 2014.

Tanggul Kali Krukut dilaporkan jebol akibat hujan deras yang melanda Jakarta sejak Senin siang hingga malam 11 Agustus 2014. Tanggul itu jebol pada pukul 21.00 WIB. Atas informasi itu, Tri menyanggahnya. Menurut dia, dinding yang menahan arus sungai Kali Krukut bukanlah tanggul. “Tidak ada tanggul. Ini berbeda dengan banjir Kanal Barat,” kata Tri.

Tri menjelaskan, dinding penahan arus sungai Kali Krukut runtuh lantaran air meluap akibat hujan deras yang melanda Jakarta Selatan sejak siang hari. Saat ini, pemerintah Jakarta Selatan sudah menangani insiden itu. “Untuk sementara ditutup dengan bronjong dan karung pasir,” kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Musyawardana mengaku menerima laporan warga mengenai jebolnya tanggul Kali Krukut. Akibat peristiwa itu, banjir setinggi 80 cm melanda perumahan Pondok Jaya VII dan Pondok Karya, Jakarta Selatan, dengan radius sekitar 500 m. Sekitar 100 rumah tergenang banjir.

BPBD telah menyediakan posko banjir di Kelurahan Pela Mampang. Selain itu, instansinya juga telah menurunkan perahu karet untuk evakuasi. Bambang mengaku belum tahu penyebab jebolnya tanggul Kali Krukut. Untuk penanganan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perusahaan Umum. Hujan deras pada Senin malam sebenarnya menimbulkan 19 titik banjir di Jakarta. Di antaranya: Jalan Antasari, Kemang Raya, Gandaria, dan Tendean, Jakarta Selatan

Setelah Terpilih Jadi Presiden … Gubernur Jakarta Jokowi Lemparkan Masalah Banjir Pada Wakil Gubernur


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan masih berusaha menyelesaikan semua permasalahan Ibu Kota sebelum ia menduduki jabatan barunya sebagai presiden Republik Indonsia. Salah satu soal itu adalah banjir, yang menjadi problem utama di Jakarta. Jokowi beralasan pemerintah DKI membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak lain untuk mengatasi banjir. “Jakarta tidak bisa menangani sendiri,” kata Jokowi di Balai Kota, Selasa 12 Agustus 2014.

Jokowi menjelaskan, harus ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar semua permasalahan bisa selesai dengan cepat. “Saya sudah sudah bicara dengan Wakil Gubernur terkait hal ini,” ujarnya. Hujan deras sepanjang siang hingga malam Senin, 11 Agustus 2014 menimbulkan 19 titik banjir di Jakarta. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta, Selasa pagi 2 Agustus 2014 ini genangan banjir mulai surut. Kecuali di daerah Pondok Karya dan Pondok Jaya di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Jl Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan.

Jakarta Selatan merupakan daerah yang paling banyak direndam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Selain Jalan Kemang Raya, Jalan Arteri Pondok Indah, Warung Buncit, Jalan Condet Raya, juga tergenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan sebanyak 17 dari 19 titik banjir yang menggenangi Jakarta telah surut pada Selasa, 12 Agustus 2014. Banjir timbul akibat hujan deras sepanjang siang hingga Senin malam, 11 Agustus 2014.

“Pagi ini banjir masih melanda di dua titik, yaitu Pondok Karya dan Pondok Jaya di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta Bambang Musyawardana ketika dihubungi, Selasa, 12 Agustus 2014.

Sembilan belas titik banjir yang sempat menggenangi Jakarta Senin malam adalah:
1. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
2. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.
3. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. H. Nawi Raya (samping Sevel), Jakarta Selatan.
4. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. RS Fatmawati (depan ITC Fatmawati), Jakarta Selatan.
5. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Kemang Raya (sekitar Codefin), Jakarta Selatan.
6. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Rasuna Said (depan Kantor Pos Tendean), Jakarta Selatan.
7. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Condet Raya (depan Masjid Al Hawi), Jakarta Selatan.
8. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ampera raya (depan Medco), Jakarta Selatan.
9. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kemang Raya (depan LPII), Jakarta Selatan.
10. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Mayjend sutoyo (depan Gedung Cawang Kencana), Jakarta Timur.
11. Genangan setinggi 60-80 cm di Jln. Kemang Raya (depan Kemchick), Jakarta Selatan.
12. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Warung Buncit (depan Komplek Pondok Jaya), Jakarta Selatan.
13. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Gandaria, Jakarta Selatan.
14. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kalibata Pulo, Jakarta Selatan.
15. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ragunan Raya (depan Pintu Barat Ragunan), Jakarta Selatan.
16. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
17. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Kramat raya, Jakarta Pusat.
18. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Pejaten Barat, Jakarta Selatan.
19. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Tendean, Jakarta Selatan.

Sementara itu, status ketinggian pintu air di 12 wilayah masih aman. Katulampa 30 cm dengan status siaga 4, Depok 110 cm dengan status siaga 4, Manggarai 640 cm dengan status siaga 4, Karet 440 cm dengan status siaga 4, Krukut Hulu 90 cm dengan status siaga 4, Pesanggrahan 75 cm dengan status siaga 4, Angke Hulu 170 cm dengan status siaga 3, Cipinang Hulu 100 cm dengan status siaga 4, Sunter Hulu 70 cm dengan status siaga 4, Pulo Gadung 380 cm dengan status siaga 4, Waduk Pluit -190 cm, dan Pasar Ikan 145 cm dengan status siaga 4

Bendungan Katulampa Dalam Tahap Siaga 2 Alias Kritis Banjir


Ketinggian air Bendungan Katulampa, kota Bogor mencapai 150 cm malam ini. Hal ini menandakan Bendungan Katulampa berada dalam status siaga II (kritis). Seperti yang dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, ketinggian air Bendungan Katulampa naik drastis sejak pukul 19.00. Satu jam sebelumnya, ketinggian air hanya sekitar 40 cm, tapi naik menjadi 100 cm. Kemudian, air semakin meninggi hingga mencapai 150 cm dua puluh menit kemudian.

Pelaksana Harian Bendungan Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan bahwa hujan yang turun di kawasan Puncak sejak sore tadi yang menjadi penyebabnya. Hujan turun dengan intensitas deras sehingga permukaan air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan.

“Air lama-lama naik dan langsung mencapai siaga III, kemudian siaga II,” kata Andi. Andi mengatakan ketinggian air tidak akan bertambah karena hujan sudah reda di kawasan Puncak. Sementara itu, Andi telah menghubungi petugas pintu air Manggarai, Depok, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Saya harap semua dapat berjaga-jaga dan waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Andi. Diperkirakan air akan memasuki Jakarta esok hari pada pukul 05.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Bambang Musyawardana, mengatakan, institusinya tetap mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada terhadap ketinggian air. Menurut dia, warga tetap harus berjaga walaupun air tidak naik lagi hingga malam ini.

“Saya telah menginfokan warga sekitar pukul 20.00 untuk bersiap-siap karena telah ada sinyal kritis dari Katulampa,” kata Bambang saat dihubungi, Senin, 4 Agustus 2014. Bambang mengatakan, sinyal kritis (siaga II) kembali menjadi siaga III sekitar pukul 22.00 karena ketinggian air saat ini 130 cm. Namun, air yang diperkirakan akan sampai Jakarta dalam tujuh jam ke depan akan tetap dipantau malam ini.

“Hujan di kawasan Puncak sudah berhenti, jadi tinggal tunggu sejauh mana kiriman air akan berdampak bagi warga bantaran Sungai Ciliwung,” kata Bambang. Bambang juga mengatakan, dikarenakan kondisi Jakarta yang tidak terpapar hujan, warga tidak perlu khawatir berlebih terhadap debit air Katulampa. Menurut Bambang, hal ini biasa terjadi jika hujan deras mengguyur kawasan Puncak.

“Besok pagi, air juga akan surut dengan sendirinya,” kata Bambang. Sebelumnya, seperti yang dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, ketinggian air Bendungan Katulampa naik drastis sejak pukul 19.00. Satu jam sebelumnya, ketinggian air hanya sekitar 40 cm, tapi naik menjadi 100 cm.

Kemudian, air semakin meninggi hingga mencapai 150 cm dua puluh menit kemudian. Pelaksana Harian Bendungan Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan bahwa hujan yang turun di kawasan Puncak sejak sore tadi yang menjadi penyebabnya. Hujan turun dengan intensitas deras sehingga permukaan air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan.

Daftar Daerah Di Jakarta Yang Rayakan Lebaran Dalam Suasana Banjir


Hujan deras yang melanda Jakarta dan air kiriman dari Bogor membuat sejumlah wilayah ibukota, khususnya di bagian timur dan selatan dilanda banjir sejak Sabtu malam hingga Minggu (27/7) pagi. Banjir tersebut sangat mengganggu rencana warga yang mempersiapkan Lebaran Senin (28/7) besok. Beberapa panganan yang sudah disiapkan berantakan diterjang banjir. Seperti yang dialami warga Wijaya Timur, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Banjir yang menggenangi rumah warga hingga 120 Cm membuat semua rencana menyambut Lebaran kacau balau,

Banyak juga rumah yang ditinggal penghuni mudik ikut terendam. Diperkirakan banyak barang-barang warga yang terendam terutama barang elektronik. Banjir ini melanda Jeruk Purut Cilandak dengan ketinggian 100 Cm, Perumahan Kebalen, 50 Cm, kawasan Kramat Jati seperti di depan Pool Taksi Blue Bird,

Tidak itu saja banjir juga melanda Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Pemudik sangat terganggu dengan terjangan air sebetis orang dewasa itu. Sementara itu Pasar Cipulir di Jakarta Selatan juga diterjang banjir. Banyak pedagang yang kaget ketika datang pagi ingin membuka kios berharap rejeki di penghujung Ramadhan malah kecewa dan kesal karena kios kebanjiran dan barang dagangan terendam. Banyak juga kios yang sudah ditinggal mudik oleh pemiliknya terendam. Diduga kuat banyak barang dagangan di tempat grosir pakaian itu terendam.

Hal ini akibat meluapnya aliran Kali Pesanggrahan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter (Cm). “Seumur-umur hidup, baru kali ini merayakan Lebaran sambil kebanjiran,” kata Usman, warga Komplek IKPN RW 04 Kelurahan Bintaro. Ia menjelaskan, air dari Kali Pesanggrahan mulai meluap menyusul pengerjaan tanggul normalisasi yang jebol di kawasan tersebut. Usman sekeluarga sudah bergegas mengamankan mobil dan motor ke tempat yang lebih tinggi.

Pada umumnya warga masih bertahan di rumah masing-masing dan berharap air segera surut. Selanjutnya mereka bermaksud berlebaran ke sanak saudara. Lurah Bintaro, Isa Sanuri mengatakan, banjir di wilayahnya melanda 5 RT di 4 RW yakni RW 3, 4, 5, 12 dengan ketinggian sekitar 20 hingga 60 Cm. Sejauh ini belum ada warganya yang mengungsi. “Saya harus tetap berkordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jaksel untuk mempersiapkan posko pengungsian jika ketinggian air terus bertambah,” katanya.

Kampung Pulo Banjir 2 Meter … Manggarai Siaga 3


Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu sore, 26 Juli 2014, membuat ketinggian air di Pintu Air Manggarai meningkat. Pukul 09.00 WIB, Ahad pagi, 27 Juli 2014, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 760 sentimeter atau siaga 3. Naiknya air di Pintu Air Manggarai itu, mengakibatkan banjir di permukiman warga di bantaran Sungai Ciliwung. Di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian banjir mencapai dua meter.

Ketua RT 04 RW 03 Kampung Pulo, Usep Tahrudin, mengatakan air mulai masuk ke permukiman warga pukul 19.00 WIB. “Air terus naik sampai hampir dua meter ini, karena Katulampa-nya juga sempat siaga 3 kemarin,” kata Usep di Gang V Kampung Pulo, Ahad, 27 Juli 2014. Menurutnya, banjir merendam 7 RW dari 8 RW yang ada di Kampung Pulo. “Tapi paling parah di sini, RT 03 dan 04 RW 03, karena berada persis di tepi Kali,” ujarnya. Hingga siang ini, kata Usep, belum ada warga yang mengungsi. Warga, kata dia, khawatir banjir masih akan terjadi pada hari Idul Fitri 1435 Hijriah. “Semoga ini surut dan tidak hujan lagi, biar besok bisa Lebaran,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Tempo, air di Gang V Kampung Pulo yang letaknya persis di bantaran Sungai Ciliwung, mencapai satu setengah sentimeter. Jarak antara air di Gang V dengan Jalan Jatinegara Barat sekitar sepuluh meter. Sebanyak dua buah perahu karet disiagakan untuk warga yang ingin beraktivitas ke luar rumah. Puluhan kendaraan roda dua milik warga yang terdampak banjir juga terpakir di tepi Jalan Jatinegara Barat.

Banjir juga merendam empat RT di RW 11 Bidara Cina, Jatinegara. Ketua RW 11, Lintang, mengatakan banjir mulai masuk rumah warga pukul 22.00 WIB. “Ada 80 KK yang terdampak, ketinggian air sekitar 50 sentimeter,” kata dia. Namun, siang ini, air perlahan sudah mulai surut. “Karena air di Kali Mati (penghubung ke Kali Ciliwung) juga sudah turun,” ujarnya.

Wilayah Jakarta Yang Terkena Banjir Menjelang Sahur


Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan, membuat daerah Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan mengalami banjir. Di lokasi tersebut, banjir mencapai ketinggian 120 centimeter. Belum ada tanda-tanda apakah para warga akan mengungsi atau menunggu air itu surut. Informasi dari Petugas Polsek Kebayoran Baru, Aiptu Parimin, kepada detikcom, Minggu (27/6/2014), pukul 00.20 WIB banjir masih menggenangi 3 RW di daerah Petogogan.

“RW 3 banjir 1,2 meter, RW 2 banjir 1,1 meter dan RW 1 banjir 1 meter,” ucap Parimin. Parimin mengatakan, kemungkinan air akan surut jelang sahur nanti. Penyebab banjir karena hujan deras yang membuat daerah aliran Kali Krukut meluap.

Para warga yang memiliki kendaraan sudah mulai mengungsikan kendaraanya sejak pukul 20.00 WIB. Kendaraan para warga diparkir di pinggir Jalan Wijaya 1, Kebayoran Baru. “Kita juga siagakan petugas untuk jaga kendaraan milik warga,” tutup Parimin.

Banjir yang merendam rumah warga, kecelakaan tunggal dan tawuran ABG mewarnai sahur di Jakarta. Tiga peristiwa ini terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Minggu (27/7/2014), banjir menggenangi pemukiman warga di Kampung Melayu Kecil, Tebet, Jakarta Selatan. Ketinggian air yang mencapai 50 cm menggenangi sebagian rumah warga.

Banjir juga terjadi di daerah Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur. Ketinggian air yang mencapai 40 cm juga menggenangi sejumlah rumah warga sekitar. Sementara itu, aksi tawuran terjadi menjelang imsak, sekitar pukul 04.20 WIB, di sekitar Jl Raya Bogor, tepatnya di dekat Gongseng. Aksi tawuran ini tidak berlangsung lama dan para pengendara yang ingin melintas diharapkan berhati-hati.

Lalu di perempatan Mampang, Jakarta Selatan, terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan Nissan Livina B 1170 TRQ sekitar pukul 04.50 WIB. Belum diketahui penyebab kecelakaan ini dan adanya korban atau tidak. Namun petugas telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.

Hujan 45 Menit … Sebagian Jakarta Terendam Banjir dan Macet Total


Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Berikut ini kawasan yang terendam air berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta:
1. Jl.Panglima Polim, Jakarta Selatan, 20 cm.
2. Jl. Arteri Pondok Indah sebelum Bundaran Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 30 cm.
3. Jl. Gedung Hijau, 30-40 cm.
4. Jl. Prapanca, 10-15 cm.
5. Jl. Bintaro Sektor 1, 30 cm.
6. Jl. Panglima Polim arah Cipete, 20 cm.
7. Jl. Iskandar Muda, depan Gandaria City, 30 cm.
8. Jl. Bangka Jakarta Selatan, 30 cm.
9. Depan Giant Bintaro Sektor 2, 30-40 cm.
10. Jl. Gatot Subroto depan gedung Kemenakertrans, 20 cm.
11. Depan Kuningan City arah Rasuna Said, 25 cm.
12. Belakang gedung MPR/DPR, 15- 20 cm.
13. Depan Gereja Theresia, 15 cm.
14. Jl. Cikini Raya, depan TIM, 15 cm.
15. KH Mas Mansyur Pejompongan, 10 cm.
16. Jl Sudirman, depan Atmajaya-gedung BRI, 20 cm.
17. Jl. Salemba Tengah, 15 cm.
18. Depan Kementerian Pertahanan, Menteng, 20 cm.
19. Jl. Matraman arah Pramuka, 30 cm.
20. Jl. S. Parman, Grogol, 50 cm.
21. Jl. Persimpangan Pos Pengumben, 30 cm.
22. Jl. Patra Raya, Duri Kepa, 30 cm.
23. Depan RS Siloam, Kebon Jeruk, 20 cm.
24. Dekat lampu lalu lintas McD Green Garden, 15 cm.

Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi sebagian wilayah di Menteng, Jakarta Pusat. Ini seperti yang terjadi di Jalan Teuku Cik Ditiro, arah Cikini, Gondangdia, Jakarta Pusat. Banjir terjadi setelah pada Senin siang, 7 Juli 2014, sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan lebat selama 45 menit. “Gara-gara got mampet,” kata Syarif, 35 tahun, seorang juru parkir yang bekerja di lokasi. Menurut dia, baru kali ini banjir di tempat itu terjadi. “Sebelum-sebelumnya enggak pernah, makanya saya kaget bisa begini.”

Berdasarkan pantauan di lapangan, akibat banjir ini, dua mobil jenis minibus dan belasan sepeda motor mogok akibat nekat menerjang genangan. Air menggenangi ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di depan Hotel Marcopolo sepanjang sekitar 15 meter ke arah Cikini. Akibat banjir ini, arus kendaraan dari arah Menteng macet parah. Sebagian pengemudi memilih memutar balik di jalan satu arah tersebut.

Saat ini warga sekitar telah memasang patok kayu untuk menandakan kedalaman air di jalan tersebut. Adapun hujan lebat yang sempat mengguyur sudah mulai reda. Banjir juga menyebabkan Jalan Surabaya ditutup. Genangan disebabkan luapan dari sungai kecil dekat sana. Ruas jalan protokol Sudirman dan Gatot Subroto mengalami kelumpuhan setelah turun hujan deras. Pengendara terjebak di jalanan selama berjam-jam.

Seorang pegawai bank di kawasan Jl Gatot Subroto, Maulana Fajar merasakan kemacetan sejak keluar kantornya hingga ke Jl Jenderal Sudirman. Ia bahkan terjebak selama berjam-jam di dalam mobil. Ironisnya, tak ada petugas yang mengatur kemacetan di lokasi. “Saya dari kantor sejak jam 16.30 WIB tadi, belum sampai ke tempat tujuan,” kata Maulana, Senin (7/7/2014).

Ia sedianya hendak berbuka puasa bersama rekan-rekannya di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Namun, hingga pukul 19.00 WIB tadi, ia belum juga sampai di lokasi tujuan.”Macetnya parah sekali. Ini baru sampai di Sarinah,” kata Maulana pada pukul 19.00 WIB.Pengamatannya, volume kendaraan terjadi di ruas Jl Jenderal Sudirman ke arah Thamrin dan sebaliknya. “Tidak ada polisi yang mengatur, kacau,” ujarnya.

Kemacetan memang sudah langganan di ibu kota Jakarta, terutama di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apalagi ditambah hujan deras dan jam pulang kerja jelang berbuka puasa. Semrawut! Mungkin itu kata-kata yang bisa digambarkan melihat kemacetan di Pasar Tanah Abang. Memang, PKL yang menutup bahu jalan sudah dibersihkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, penyeberang kaki sembarangan, dan motor mobil box yang bongkar muat di Tanah Abang, membuat lalu-lintas sangat macet.

Senin (7/7/2014), tepatnya pada pukul 16.30 WIB, Tanah Abang, diguyur hujan deras. Kemacetan diperparah dengan adanya para pengendara motor yang berteduh di bawah jembatan penghung Blok A. Motor mereka pun diparkir sembarangan dan menutupi 1 jalur. Terdapat sebuah pos polantas di lokasi kemacetan. Tapi apa daya, pos itu disesaki oleh pemotor yang berteduh. Tidak terlihat petugas berseragam polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu-lintas di sini.‎

Kemacetan luar biasa hampir melanda jalan-jalan protokol Jakarta sore hingga lepas maghrib ini. Seperti yang terlihat di ruas Monas yang menuju Thamrin dan Sudirman. “Sudah hampir 40 menit ini tidak bergerak sama sekali,” ujar salah satu pengendara mobil, Pangestu,, Senin (7/7/2014). Pangestu berada di Jl Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Negara berada. Dia hendak berbelok menuju Jl Medan Merdeka Barat lalu menuju Thamrin. “Banyak juga genangan-genangan air bekas hujan tadi. Polisi sudah tidak bisa apa-apa,” lanjutnya.

Informasi yang dikumpulkan, kemacetan ini disebabkan oleh adanya kegiatan di Mapolda Metro Jaya, dekat Jembatan Semanggi. Kegiatan internal kepolisian tersebut mengakibatkan akses menuju Mapolda Metro ditutup sehingga mengakibatkan lalin di sekitarnya, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, tersendat.