Category Archives: Jakarta Banjir

Jalan Bhayangkara Raya Serpong Bintaro Macet Total Karena Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan selama tiga jam lebih menyebabkan Jalan Bhayangkara Raya, Serpong Utara terendam banjir, Senin (14/4/2014) sore. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari arah Graha Raya Bintaro ke Serpong maupun arah sebaliknya.

“Daerah ini sudah sering banjir. Kalau udah gini, pasti macet sampai ke Alam Sutra,” kata Hasyim warga Bhayangkara di depan rumah makan miliknya, Senin. Ditambahkan Hasyim, kondisi selokan yang dangkal karena tertutup tanah dan rumput liar menyebabkan aliran air terganggu sehingga menyebabkan air tergenang.

“Saya terpaksa tutup warung siang ini karena air sudah masuk ke warung. Apalagi kalau mobil lewat, sering ada gelombang gitu dan airnya pasti masuk ke sini,” sambungnya. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini terpaksa sibuk membersihkan warung makan miliknya dari sampah banjir. “Kalau sebulan begini terus, bisa bangkrut saya,” pungkasnya.

Pendapat senada disampaikan Asep, warga Bintaro. “Saya biasa pulang ke rumah lewat daerah sini karena lebih cepat. Daerah ini sering banjir,” kata Asep. Menurut dia, banjir disebabkan karena kondisi tanah yang turun dan tidak ada daerah resapan air sepanjang jalan Bhayangkara. “Kalau dilihat, tanah kayak turun, makanya mudah terendam banjir,” ujarnya.

Baik Hasyim maupun Asep berharap masalah banjir di wilayah tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Pantauan Kompas.com, terdapat sejumlah titik di wilayah Bhayangkara Raya yang terendam banjir setinggi 20-30 cm.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang tiga kilometer lebih dari arah Serpong ke Bintaro maupun sebaliknya. Tidak ada petugas kepolisian yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.

Tanggul Kali Bekasi Di Jatiasih Jebol

Arus deras mengalir dari Kali Bekasi menuju Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Sebabnya, terdapat tanggul yang jebol akibat tergerus arus yang mengalir deras di kali tersebut. “Jebol di bagian bawah membentuk lubang,” kata Dimas Adi Kumara, 26 tahun, warga setempat, Sabtu 22 Februari 2014.

Dimas mengatakan, tanggul tersebut jebol pada Sabtu petang ketika debit Kali Bekasi terpantau meningkat. Jebolnya tanggul itu membentuk lubang berdiameter sekitar dua meter. Akibatnya, arus kali deras mengalir ke perumahan warga. “Ketinggian air sudah mencapai satu meter,” kata warga Blok C 11 tersebut ketika mengabarkan pada Sabtu malam.

Menurut dia, ketinggian terus meningkat dan banjir pun meluas hampir ke seluruh perumahan tersebut. Warga di perumahan itu terkejut dengan datangnya air secara mendadak itu. Mereka lalu mengevakuasi kendaraannya ke lokasi yang lebih tinggi.

Pantauan di lapangan hingga jelang tengah malam, warga masih bertahan di dalam rumah masing-masing. Mereka hanya memindahkan barang-barang seperti perabotan di ke atas lemari, serta ke atau ke lantai dua rumah. “Bertahan di rumah saja,” kata Yudi, 50 tahun.

Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Engkus Kustara, mengatakan, banjir kali ini di luar prediksinya. Karena itu, ia mengatakan, pihaknya dibuat kewalahan untuk membantu evakuasi warga korban banjir. “Debit Kali Bekasi naik dengan cepat,” kata dia.

Sebelumnya kabar tanggul Kali Bekasi yang kembali jebol ditepis. Tanggul yang membatasi antara kali dan perumahan sudah rata dengan air kali. Namun, berdasarkan informasi dari warga, tanggul hanya pecah d bagian atas atau somplak.

Pintu Air Angke Hulu Masih Siaga 1

Cuaca di Jakarta memang cenderung cerah pada Ahad, 23 Februari 2014. Namun masyarakat tetap perlu waspada karena permukaan air di sejumlah titik masih terpantau tinggi. Data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Pengendali Bencana Daerah DKI Jakarta menunjukkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu berada di status siaga 1. Pada Pukul 15.00 WIB, ketinggian air di sana mencapai 195 sentimeter.

Sementara itu, ketinggian air di Pintu Air Karet, Jakarta Pusat mencapai 570 sentimeter atau berstatus siaga 2. Oleh sebab itu masyarakat yang tinggal di area Jakarta Barat dan Jakarta Pusat dihimbau tetap waspada akan ancaman banjir. Terlebih, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut masih ada potensi hujan di Jabodetabek pada sore dan malam hari.

Ketinggian air di pintu lain relatif stabil sejak Ahad pagi. Pintu air Manggarai, dan Pasar Ikan misalnya, tetap berstatus siaga 3. Adapun pintu air Depok, Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Sunter Hulu, Pulogadung, dan Krukut Hulu masih berstatus siaga 4, begitu juga dengan ketinggian air di bendung Katulampa.

Berikut status ketinggian air yang dilansir Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada pukul 15.00 WIB:

- Katulampa 40 cm/M (siaga 4)
- Depok 140 cm/T (siaga 4)
- Manggarai 770 cm/T (Siaga 3)
- Karet 570 cm/M (siaga 2)
- Pesanggarahan 100 cm/M (siaga 4)
- Angke Hulu 295 cm/M (siaga 1)
- Cipinang Hulu 115 cm/M (siaga 4)
- Sunter Hulu 80 cm/M (siaga 4)
- Pulogadung 400 cm/M (siaga 4)
- Waduk Pluit -95 cm/M
- Pasar Ikan 170 cm/M (siaga 3)
- Krukut Hulu 125 cm/M (siaga 4)

Hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, 22 Februari 2014 dini hari hingga malam. Alhasil, beberapa daerah di ibukota terendam banjir. Berikut ini pantauan titik banjir yang diambil dari laman timeline twitter TMC Polda Metro pada kurun waktu pukul 19.00-20.00.

Terdapat Banjir setinggi 20-30 centimeter di Jalan Kemang Selatan 8, Jakarta Selatan. Banjir 30 centimeter juga terjadi di sepanjang 50 meter di depan SPBU dan Pabrik Gelas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Di tempat tersebut masih bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Sedangkan banjir di Jalan Haji Ipin Pondok Labu, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis ranmor. Ketinggiannya, 50-60 centimeter. Banjir di Perumahan Cluster Palma, Alam Sutra Tangerang berketinggian sekitar 50-60 centimetern juga menyebabkan kendaraan tidak bisa lewat. Di Cililitan Kecil dan bawah jembatan Kalibata dari lampu merah Cawang juga sudah tak bisa dilewati karena banjir.

Setelah macet di depan Citra Land akibat banjir sejak Sabtu dini hari, kini di depan Central Park Jalan S. Parman diberlakukan contra flow.

Perumahan Pondok Gede Permai Terendam Banjir Akibat Kali Bekasi Meluap

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya membuat air Kali Bekasi meluap. Akibatnya sejumlah permukiman di bantaran kali kebanjiran. “Air sudah masuk ke permukiman,” kata Ketua Taruna Siaga Bencana, Kota Bekasi, Engkus Kustara, Sabtu, 22 Februari 2014.

Sekitar 1.200 rumah di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi tergenang air dengan ketinggian variasi. “Di belakang sudah mencapai 3 meter, sedangkan di depan 2,5 meter” kata Sekretaris Rukun Warga 8, Widianto , Sabtu, 22 Februari 2014. Seluruh rumah yang terkena banjir itu berada di RW 8, 9, dan 10. Namun demikian, warga mengungsi, sebab rumah warga sudah ditinggikan. Adapun, bagi warga yang tempat tinggalnya tak berlantai dua, menumpang di tempat tetangganya. “Ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga,” kata dia.

Widianto mengatakan, banjir itu mengisolir jalan raya menuju Vila Nusa Indah, Kabupaten Bogor. Sejak air naik, jalan langsung ditutup karena tak dapat dilalui kendaraan. “Di jalan ketinggian mencapai 1,5 meter,” kata dia. “Ditutup sejak sore tadi,” katanya. Sejauh ini belum ada posko pengungsian khusus dari pemerintah. Soalnya, banjir tersebut sangat mendadak. Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan tim Taruna Siaga Bencana, Dinas Sosial, dan aparat TNI/Polri. “Perahu karet sudah ada, untuk membantu evakuasi,” kata Widianto.

Menurut Widianto, diprediksi air tak mengalami kenaikan. Pasalnya, Tinggi Muka Air di hulu pukul 15.00 WIB mencapai 400 sentimeter. Berselang sejam kemudian, TMA sudah turun menjadi 250 sentimeter. Baru pukul 17.00 WIB air tiba di willayah hilir. “Kayaknya stagnan sampai tiga meter,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini belum ada laporan tanggul jebol. Tanggul yang membatasi antara kali dan perumahan sudah rata dengan air kali. Namun, berdasarkan informasi dari warga, terdapat tanggul yang pecah. “Tidak jebol, tapi hanya somplak atas nya saja,” ia menambahkan.

Engkus mengatakan, titik terparah berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih. Banjir di wilayah tersebut sudah mencapai ketinggian dua meter. Bahkan, air sudah mulai ke jalan raya. “Sekarang tengah melakukan persiapan evakuasi,” kata Engkus. Engkus menambahkan, debit air Kali Bekasi mulai naik sejak sore tadi. Air masuk ke perumahan melalui celah lubang tanggul. Namun, semakin malam, air mulai meluap melewati tanggul setinggi dua meter di perumahan itu. “Kiriman dari Bogor melalui Kali Cikeas dan Cileungsi,” kata dia.

Engkus mengatakan, selain di perumahan tadi, sejumlah perumahan sepanjang Kali Bekasi turut kebanjiran. Di antaranya Kemang IFI, Vila Jatirasa, Pondok Mitra Lestari, Pondok Pekayon Indah, Komplek Depnaker, hingga ke perkampungan di sekitar bendung Bekasi. “Permukiman yang di bantaran kali terkena dampaknya,” kata dia.

Karena itu, kata Engkus, warga sudah mulai melakukan evakuasi terhadap barang-barangnya, serta kendaraan untuk dipindahkan ke tempat lebih tinggi. Engkus mengatakan, pihaknya sudah mulai menerjunkan tim untuk membantu evakuasi warga yang kebanjiran.

Bayu Permana Putra, 29 tahun, warga Pondok Mitra Lestari, Jatiasih mengatakan, air bah luapan Kali Bekasi meluap sejak petang tadi. Rumahnya yang terletak di Blok C sudah mulai tergenang hingga selutut orang dewasa. “Mudah-mudahan cepat surut,” katanya.

Banjir kiriman dari Bogor kembali menerjang Kota Bekasi. Akibatnya, pemukiman di bantaran Kali Bekasi kebanjiran. Titik terparah berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih. Ketinggian air mencapai 3 meter.

Sedikitnya terdapat tiga titik tanggul Kali Bekasi yang rusak karena tak mampu menahan derasnya arus kali. Di antaranya di Perumahan Pondok Gede Permai lapisan tanggul sepanjang 20 meter ambrol, sedangkan di Kemang IFI Graha lubang tanggung meluas hingga enam meter.

Di Perumahan Pondok Mitra Lestari bagian bawah tanggul terkikis hingga membentuk lubang berdiameter sekitar 30 sentimetet, memanjang hingga 15 meter. Akibatnya, arus deras mengalir dari celah lubang tersebut membanjiri perumahan setinggi satu meter. “Deres banget arus, air dengan cepat naik,” kata warga, Wandi, 50 tahun, Ahad, 23 Februari 2014.

Ketua Taruna Siaga Bencana, Kota Bekasi, Engkus Kustara, memastikan tak ada tanggul yang jebol. Banjir lebih disebabkan karena debit air yang cukup tinggi di Kali Bekasi. Bahkan, air di Pondok Gede Permai, mencapai 30 sentimeter di atas tanggul. “Karena limpasan air dari kali,” kata Engkus. “Di Kemang IFI tanggul bolong meluas, sama halnya di Pondok Mitra Lestari.”

Selain debit yang cukup tinggi itu, pintu air di Bendung Kali Bekasi terlambat dibuka. Sehingga, air dengan tertahan di hulu mengakibatkan cepat meluap ke pemukiman warga di sepanjang hulu bendungan. “Meluapnya Kali Bekasi karena telatnya dibuka pintu air,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Rahmat mengatakan, pihaknya menganggap petugas pintu air Kali Bekasi tak maksimal dalam mengelola sirkulasi air. Padahal, dirinya telah menginstruksikan petugas pintu air Bekasi untuk membuka seluruh pintu pada pukul 10.00 WIB, kemarin. Tapi, seluruh pintu baru dibuka malah baru pukul 14.00 WIB.

“Ini kedua kalinya pintu air telat dibuka. Pertama waktu banjir 2013 dan kembali terulang sekarang,” katanya. Setelah pintu air dibuka, air tak seluruhnya mengalir. Sebab tertahan oleh tanggul Sifon Kali Bekasi yang belum rampung dicabut. Sehingga masih menutup setelah lebar kali.

Daftar Area Yang Terkena Pemadaman Listrik Karena Banjir Di Jakarta

Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya kemarin mengakibatkan sejumlah wilayah kembali tergenang banjir. PT Perusahaan Listrik Negara memutuskan untuk melakukan pemadaman listrik sebagai upaya menghindarkan masyarakat dari bahaya tersengat listrik akibat banjir.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang, Roxy Swagerino, mengatakan ada 95 gardu distribusi yang dipadamkan. “Wilayahnya mencakup Cikokol, Teluk Naga, Lenteng Agung, Cengkareng, Pondok Gede, Kramat Jati, Serpong, Jatinegara, Bulungan, dan Cikupa,” kata Roxy dalam keterangan tertulis, Ahad, 23 Februari 2014.

Roxy menerangkan listrik dipadamkan demi keselamatan masyarakat sendiri. PLN akan kembali mengalirkan listrik apabila keadaan rumah pelanggan, sekitar rumah pelanggan, ataupun gardu distribusi sudah benar-benar kering dan siap dialiri listrik.

PLN mengimbau masyarakat yang terkena banjir untuk memastikan meter circuit breaker (MCB) dalam posisi mati dan mematikan semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak. Setelah banjir surut dan keadaan aman, keringkan peralatan listrik seperti saklar dan stop kontak yang sempat terendam sebelum digunakan kembali.

Jakarta Akan Diguyur Hujan Sampai Malam … Tangerang Siaga 1

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan membayangi Ibu Kota Jakarta dan kota sekitarnya, Minggu (23/2/2014). Mengutip website BMKG, untuk wilayah Jakarta Pusat, diprediksi akan turun hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga malam hari. Adapun untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan diramal akan turun hujan dengan intensitas sedang dari siang hingga malam hari.

Sementara itu, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, pada pagi hari akan diselimuti awan, dan sore hingga malam hujan diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BMKG juga memprediksi wilayah di sekitar Jakarta juga bakal turun hujan. Seperti Bogor dan Depok, diperkirakan bakal turun hujan dengan intensitas sedang. Untuk Tangerang dan Bekasi, pada siang hari diprediksi hujan dengan intensitas sedang, dan pada malah hari berintensitas ringan.

Diimbau bagi anda warga DKI Jakarta dan sekitarnya yang ingin beraktivitas di akhir pekan, diharapkan membawa payung atau jas hujan bagi pengendara sepeda motor. Ketinggian debit air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Tangerang, Banten, sudah mencapai ketinggian 11,90 meter. Ketinggian tersebut sudah termasuk dalam kategori siaga dua.

Bila ketinggian air kemudian bertambah sekitar 10 cm menjadi 12 meter, kondisi di Pintu Air 10 akan dinyatakan menjadi siaga satu. Sumarto, Kepala Bendung Pasar Baru Tangerang, menjelaskan, sudah hampir semua pintu air di Tangerang dibuka untuk menghadapi kiriman air dari Sungai Ciliwung, Bogor.

“Sekarang sudah tujuh pintu air yang dibuka,” kata Sumarto saat dihubungi pada Sabtu (22/2/2014) malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Naiknya status siaga di Bendung Pasar Baru bermula dari jam 17.00 dengan status siaga 4, kemudian ketinggian air berangsur naik hingga perkembangan terakhir debit air sudah setinggi 11,90 meter dengan status siaga dua.

Sumarto menambahkan, kemungkinan debit air kembali naik memang belum pasti. Laporan terakhir yang diterima Sumarto dari petugas Bendung Katulampa, Bogor, menyatakan ketinggian air di bendungan itu sudah stabil dan cenderung menurun.

Walaupun begitu, tambah Sumarto, bila Bogor kembali diguyur hujan, maka kondisi di Bendung Pasar Baru kemungkinan besar mencapai siaga satu. Sejak Sabtu pagi, Tangerang dan sekitarnya dilanda hujan lebat yang menyebabkan beberapa daerah terendam banjir.

Sejumlah daerah yang paling parah terendam banjir misalnya Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, dengan ketinggian air 1,2 meter, Perum Mutiara Peluit (40 cm), Perum Periuk Damai (30 cm), Perum Alamanda (30 cm), Perum Taman Elang (20 cm), Perum Garden City (1,5 meter), dan Jalan Regency Raya (50 cm).

Sedangkan jalan di kolong jembatan layang Taman Cibodas, Kecamatan Cibodas terendam air setinggi 70 cm. Kemudian di Kecamatan Jatiuwung, Perumahan Purati tergenang hingga kedalaman 30 sentimeter. Sementara itu, daerah yang langsung terkena dampak naiknya debit air di Sungai Cisadane yaitu Pondok Jagung, dengan kedalaman banjir sekitar 50-80 cm.

Daftar Wilayah Di Bantaran Kali Ciliwung Yang Terendam Banjir Lagi Hingga 2-3 Meter

Pemukiman Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, akan tergenang hingga mencapai tiga meter pada Sabtu (22/2/2014) malam ini. Pasalnya, ketinggian air di pintu air Depok mencapai 300 cm. “Tadi sore kami dapat informasi, ketinggian air di pintu air Depok sampai 300 cm, diperkirakan akan sampai di Kampung Pulo sekitar jam 11 atau 12 malam, dengan ketinggian mencapai 3 meter,” kata Bambang Pangestu, Lurah Kampung Melayu, Sabtu malam.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan antisipasi untuk menghadapi banjir dan persiapan tempat untuk pengungsi. “Kami telah siapkan pengungsian, dan lakukan kordinasi dengan beberapa pihak seperti RT, RW, Tagana, Sudin Sosial, dan lainnya, untuk antisipasi banjir ini. Karena pengungsi juga semakin banyak,” katanya.

Sebelumnya, beberapa wilayah di Kampung Melayu sudah tergenang dan di beberapa tempat banjir menggenang hingga kedalaman 2 meter. Sebanyak 101 warga pun telah mengungsi. Inilah wilayah di Kampung Melayu yang telah tergenang banjir. Genangan mencapai 30 sentimeter sampai 200 sentimeter dengan radius 20 meter dari bantaran Kali Ciliwung.

- RW 01 : 5 RT dengan 158 KK atau 396 jiwa
- RW 02 : 11 RT dengan 632 KK atau 1.789 jiwa
- RW 03 : 15 RT dengan 853 KK atau 2.312 jiwa
- RW 04 : 2 RT dengan 75 KK atau 158 jiwa
- RW 05 : 2 RT dengan 74 KK atau 214 jiwa
- RW 07 : 10 RT dengan 412 KK atau 1.691 jiwa
- RW 08 : 8 RT 571 KK dengan 983 jiwa

Total : 7 RW/53 RT dengan 2.775 KK atau 7.543 jiwa yang terdampak banjir

Baru sepekan menikmati rasanya kembali ke rumah pascabanjir, warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi kembali. Rumah mereka kembali dilanda banjir hingga ketinggian 2 meter, Sabtu (2/2/2014).

Berry (41), warga RT 04 RW 03, terpaksa mengungsi ke tempat saudaranya di RW 02 untuk menghindari banjir tersebut. Meski tempat tinggalnya terdiri dari dua lantai, ia memilih mengungsi karena belum ada persiapan saat listrik dimatikan akibat banjir. “Air masuk dari siang, tapi perlahan naik terus, sampai sekarang sudah 2 meter,” kata Berry, Sabtu malam.

Ia mengaku sudah cukup lelah menghadapi banjir tersebut. Sepekan lalu, ia baru saja membersihkan endapan lumpur di rumahnya. “Bersihin lumpurnya aja bisa lebih dari seminggu sendiri,” kata pria yang bekerja di penyedia jasa ekspedisi ini.

Kusir Delman dan Kudanya Tewas di Perumahan Sangrila Dua Karena Terobos Banjir

Dua orang tewas terseret arus deras di Perumahan Sangrila Dua, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2014). Ibnu (19), seorang saksi mata, mengungkapkan dua orang korban tewas tersebut akibat tenggelam. Korban pertama adalah seorang anak kelas VI sekolah dasar yang sedang bermain banjir di perumahan Sangrila Dua. “Kalau yang anak kecil meninggal sekitar jam setengah empat sore (15.30 WIB),” ujarnya.

Sementara itu, korban lainnya yang meninggal sekitar pukul 17.30 WIB adalah seorang pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kusir delman. Pria yang kerap disapa Gondrong itu tewas ketika sedang melintas perumahan Sangrila Dua mengendarai kudanya. “Kusirnya meninggal, kudanya juga mati,” kata Ibnu.

Hingga berita ini diturunkan, kawasan perumahan Sangrila Dua masih dilanda banjir. Air yang menggenangi kawasan perumahan tersebut mencapai 1,5 meter. Sementara, arus lalu lintas di perumahan tersebut masih dilanda kemacetan. Air yang ada di perumahan juga mengalir keluar ke Jalan Ciledug Raya yang membuat kendaraan yang hendak ke Ciledug dan sebaliknya mengalami kemacetan parah.

Perumahan Sangrila Dua dilanda banjir saat hujan terus mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari hingga petang. Kawasan perumahan tersebut memang kerap menjadi langganan banjir karena letaknya bersebelahan dengan sebuah kali. Jasad kuda yang tenggelam bersama sang pemilik Sabtu (22/2/2014) petang masih tergeletak di tengah sawah yang ada di perumahan Sangrila Dua, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (23/2/2014) pagi.

Jasad kuda tersebut masih lengkap dengan tali pedati yang melekat pada tubuhnya. Delman yang berwarna hitam tersebut belum diangkat dari tengah sawah karena air masih cukup tinggi. Warga perumahan Sangrila Dua dan masyarakat sekitarnya ramai melihat jasad kuda naas itu yang masih lengkap dengan delmannya. Pantauan Wartakotalive.com mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak memenuhi lokasi jasad kuda yang belum diangkat ke permukaan tersebut.

Kuda itu merupakan milik Syarifudin (31) yang tak lain kusir delman yang terseret arus banjir. Syarifudin juga turut menjadi korban karena tak mampu menyelamatkan diri saat arus banjir yang cukup deras menyapu dirinya. Untung, seorang saksi mata mengatakan Syarifudin tidak mampu menyelamatkan diri karena arus yang menghantamnya cukup deras. Menurutnya, Syarifudin sempat berenang untuk menyelematkan diri namun nasib berkata lain.

“Kusirnya sebenarnya bisa berenang, tapi dia juga mau nolong kudanya. Mungkin kecapean, akhirnya si gondrong (Syarifudin) tenggelam,” katanya. Pencarian jenazah Syarifudin pun cukup cepat. Menurut Untung tak sampai 30 menit jenazah pria asal Banjar tersebut berhasil ditemukan oleh para pemuda Sangrila Dua yang melakukan evakuasi.

“Jenazahnya cukup cepat ditemuinnya. Setengah jam udah ketemu. Pas ditemuin jenazahnya ada di dasar sawah,” tuturnya. Sebelum Syarifudin, bocah kelas VI sekolah dasar juga menjadi korban banjir di perumahan Sangrila Dua. Bocah bernama Cahya itu juga tewas karena terseret oleh arus yang cukup deras.

Banjir yang kembali melanda kawasan Jakarta Sabtu (22/2) kemarin kembali menelan korban jiwa. Seorang kusir delman dilaporkan tewas tenggelam di Pemancingan Perum Shangrila Indah 2, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jaksel, setelah terbawa arus banjir. “Korban bernama Saripundin (30), warga Mampang RT 4/1 Pancoran Mas, Depok,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan AKP Aswin, Minggu (23/2/2014).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/1) pukul 18.30 WIB. Korban saat itu sedang menuntun delman melewati pinggiran kolam. Warga sudah memperingati, namun sang kusir tetap melaju terjang banjir. “Tiba-tiba kuda mengamuk dan korban tercebur ke dalam kolam,” katanya. Diduga, karena tidak bisa berenang, kusir pun tenggelam. Korban kemudian ditemukan warga dalam kondisi tewas beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.

Di lokasi yang sama, seorang bocah berusia 13 tahun, Cahya Adiputra juga dilaporkan tewas pada Sabtu (22/2) pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban sedang bermain di dekat pemancingan ikan. “Korban lalu tercebur dan tenggelam ditemukan sudah meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga,” pungkasnya.

Jakarta Utara Lumpuh Dilanda Banjir Akibat Hujan Pagi Hari

Hujan deras pagi tadi menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta Utara seperti Pademangan, Kelapa Gading, dan Yos Sudarso, tergenang air hari ini, Rabu, 5 Februari 2014. Namun, hujan bukan jadi satu-satunya penyebab banjir. Menurut Wagiman, penyebab banjir di Jakarta Utara adalah limpasan air dari berbagai kali. Adapun limpasan air itu sendiri karena kiriman air dari hulu. Sebagai contoh, Jalan Yos Sudarso hari ini banjir dari ketinggian rendah hingga setinggi lutut atau antara 10-50 cm karena limpasan dari Kali Sunter. Air dari Kali Sunter sendiri tumpah karena tidak lagi sanggup menampung air kiriman dari Pintu Air Pulo Gadung, Pompa Pulomas, dan Pintu Air Kali Item.

“Jakut itu kan daerah hilir, muaranya sungai. Sementara itu, daerah parkir air sudah hampir tidak ada dan saluran pun lebarnya tidak bertambah,” ujar Wagiman. Meski Jakut dilanda banjir, Wagiman optimis genangan tak bertahan lama. Ia memperkirakan sore atau malam ini air sudah surut karena air pasang juga perlahan turun. Sementara itu, berdasarkan pantauan Tempo, banjir di Jakut hari ini menyebabkan sejumlah pengendara kendaraan bermotor nekat melanggar lalu lintas. Sebagai contoh, motor menghindar genangan dengan masuk tol Wiyoto Wiyono.

Di daerah Pademangan dan Gunung Sahari, bahkan motor melawan banjir dengan menggunakan jalur busway yang berlawanan arah. Mereka sampai berkelit berkali-kali untuk menghindari motor atau mobil dari arah sebaliknya.

Berikut data yang dikompolasi terkait jalur yang tergenang sepanjang hari ini:
-Jalan Yus Sudarso: 10-50cm
-Jalan Boulevard Kelapa Gading: 20-30 cm,
-Jalan Kelapa Nias: 10-25 cm,
-Jalan Kelapa Hibrida: 15-20 cm,
-Jalan Boulevard Barat: 10-30 cm
-Jalan Rawa Indah: 20-40 cm,
-Jalan Kelapa Gading Timur:10-30 cm
-Jalan Gunung Sahari Raya: 10-20cm
-Jalan Kampung Bandan: 20-40 cm

Hujan deras yang mengguyur Jakarta Utara dari Selasa malam membuat genangan di sejumlah titik. Genangan itu membuat layanan transportasi terganggu, bahkan hingga Rabu, 5 Februari 2014. Berdasarkan pantauan genangan tinggi berada di sekitar kawasan Pademangan, Ancol, Mangga Dua, serta Kampung Bandan yang memang menjadi lokasi yang dilewati beragam jalur transportasi.

Layanan transportasi yang terganggu adalah mikrolet, ojek, kereta, dan Transjakarta. Untuk mikrolet dan ojek, hanya sedikit yang mau mengantar penumpang melewati jalur Mangga Dua ataupun Kampung Bandan. Kebanyakan mikrolet dan ojek hanya mau mengantar hingga ITC Mangga Dua. Dari situ, penumpang diminta turun dan berjalan kaki menerobos banjir. Sopir ojek dan angkot mengaku terpaksa melakukan hal itu untuk menjaga kondisi mesin kendaraan mereka.

“Duh, gak berani saya mas kalau diminta sampai Pademangan. Di sana selutut,”ujar Puji (39), tukang ojek di dekat Mangga Dua. Layanan bus Transjakarta, ada empat koridor yang terganggu. Gangguan terjadi di koridor 5, 8, 9,dan 12. Khusus untuk kawasan Jakarta Utara, Koridor 12 jurusan Tanjung Priok-Pluit berhenti operasi sejak pukul 08.15 pagi tadi. Anehnya, tak ada pemberitahuan di halte Transjakarta Kota. Pantauan Tempo, ada sejumlah penumpang transit yang kebingungan kenapa bus tak kunjung datang.

Sementara itu, Humas PT KAI Comuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa rel jalur 9, 10, 11 dan 12 di stasiun Kota tertutup genangan. Hal itu menyebabkan kereta tidak sampai ke Stasiun Jakarta Kota. “Seluruh perjalanan KRL menuju Stasiun Jakarta Kota belum dapat dilakukan. Demikian juga dengan Stasiun Kampung bandan,” katanya.

Perjalanan KRL sendiri harus mengalami perubahan pola operasi akibat ganggu ini. Untuk perjalanan KRL Bekasi – Jakarta Kota, hanya sampai Stasiun Jatinegara karena gangguan persinyalan di Stasiun Jakarta Kota. Sementara itu, perjalanan KRL Bogor – Jakarta Kota hanya sampai Stasiun Manggarai. Untuk perjalanan KRL Bogor – Jatinegara, hanya sampai Stasiun Duri. Sebagai gantinya dijalankan feeder Jatinegara – Pasar senen.

Perubahan operasi ini membuat stasiun Kota dan Kampung Bandan tampak sepi. Berdasarkan pantauan Tempo, hanya ada 3-4 orang di Stasiun Kampung Bandan. Di Stasiun Kota, lebih banyak meskipun tak banyak biasanya.

Orang-orang yang berada di stasiun itu mengaku menunggu kereta listrik karena diperbolehkan pulang cepat sebelum hujan menjadi terlalu deras. Namun, nyatanya, sampai sekarang, belum ada kereta lewat. “Kalau kerera lokomotif sih ada mas, dan memang biasanya bisa,” ujar Aminah, 60 tahun, penumpang.

Daftar Wilayah Di Jakarta Yang Mati Listrik Selama 3 Minggu Karena Banjir

Akibat masih terjadinya banjir dan cuaca buruk sepanjang awal tahun ini, PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang masih melakukan pemadaman sejumlah gardu listrik. “Status pada pukul 08.00 WIB masih terdapat 22 gardu distribusi yang masih dipadamkan,” ujar Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Roxy Swagerino dalam keterangannya, Senin (3/2/2014).Roxy mengatakan, akibat masih padamnya 22 gardu listrik, beberapa wilayah di Jakarta masih dilakukan pemadaman listrik. “Wilayah yang padam yaitu Kramat Jati, Jatinegara, dan Lenteng Agung,” ucap Roxy.

Pemadaman listrik tersebut sudah berlangsung 3 minggu, akibat wilayah tersebut masih tergenang banjir.

“Sudah lebih dari tiga minggu banjir menenggelamkan sebagian wilayah Jakarta dengan tidak memandang status sosial ekonomi. Sementara itu, demi keamanan dan keselamatan masyarakat, PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang masih memutus aliran lisrik dengan memadamkan pasokan dari gardu distribusi. Upaya ini dilakukan mengingat bahaya yang akan ditimbulkan oleh listrik saat air menggenang,” katanya.

Roxy menambahkan lagi, kesiapan wilayah yang listriknya bisa dinormalkan yaitu bila seluruh wilayah yang dilayani dari gardu distribusi tersebut sudah dalam keadaan kering. Tidak itu saja, dari pihak PLN juga memerlukan waktu untuk melakukan pembersihan dan revisi gardu. “Pelanggan juga dimohon melakukan pengecekan dan memastikan instalasi maupun alat-alat elektronik dalam keadaan kering. Jadi, setelah banjir surut, butuh waktu dan proses untuk penormalan gardu distribusi. Apabila terjadi banjir susulan, tidak menutup kemungkinan gardu distribusi yang sudah normal akan kami padamkan kembali,” ucapnya.

Terkait meteran listrik yang rusak akibat banjir, Roxy memastikan PLN siap menganti KWH meter tanpa dipungut biaya atau gratis. “PLN akan mengganti KWH meter pelanggan-pelanggan yang terendam banjir dengan tidak dipungut biaya atau Gratis. PLN mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan kondisi ini dengan memungut biaya penggantian KWH meter,” ungkapnya.

“Petugas PLN akan melakukan survey dan pendataan kepada pelanggan yang KWHnya terendam banjir, selanjutnya dilakukan pengganian secara bertahap. Selain itu bagi masyarakat yang rumahnya terendam dimohon untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap instalasi listriknya dan gunakan instalatir resmi yang sudah terdaftar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center 123, website http://www.pln.co.id, Email pln123@pln.co.id, Facebook PLN 123, dan Twitter @PLN_123,” tutup Roxy.

Turunnya curah hujan di Jakarta berimbas positif terhadap surutnya air di beberapa titik banjir meski ada beberapa daerah yang ketinggian air masih tinggi. Oleh karena itu demi kemanan dan keselamatan pelanggan, PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang masih memutus aliran listrik dengan memadamkan gardu distribusi. Hingga pukul 10.00 WIB, Sabtu (1/2/2014) masih terdapat 33 gardu distribusi yang dipadamkan karena kondisi belum memungkinkan untuk dinyalakan mengingat di wilayah tersebut masih terendam air.

Adapun daerah padam tersebut yaitu;

Kramat Jati
Jatinegara
Bandengan
Lenteng Agung

“Bagi masyarakat di daerah tersebut, mohon kesabaran dan pengertiannya karena pemutusan aliran listrik tersebut demi kemanan dan keselamatan,” kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya dan Tangerang Roxy Swagerino dalam keterangan tertulis. “Setelah banjir surut, mohon pelanggan melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah masing-masing. Pastikan semua sudah kering dan siap untuk dialiri tenaga listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak PLN juga akan melakukan pengecekan terhadap gardu distribusi dan memastikan listrik siap untuk dinyalakan. PLN juga akan mengganti KWH meter pelanggan-pelanggan yang terendam banjir dengan tidak dipungut biaya atau Gratis. PLN menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan kondisi ini dengan memungut biaya penggantian KWH meter. Petugas PLN akan melakukan survey dan pendataan kepada pelanggan yang KWHnya terendam banjir, selanjutnya dilakukan pengganian secara bertahap.

“Selain itu bagi masyarakat yang rumahnya terendam dimohon untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap instalasi listriknya dan gunakan instalatir resmi yang sudah terdaftar,” katanya. PLN kembali menambah pemadaman listrik, akibat hujan yang cukup deras sejak Senin kemarin yang mengakibatkan beberapa daerah kembali tergenang banjir.

“PLN Disjaya dan Tangerang memutuskan aliran listrik dari gardu distribusi sebagai langkah pengamanan, akibat hujan deras yang melanda Jakarta semalam dan mengakibatkan beberapa daerah kembali tergenang banjir,” ujar Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Roxy Swagerino dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/2/2014).

Roxy mengatakkan, PLN meminta masyarakat saat ini memposisikan Mini Circuit Breaker (MCB dalam keadaan off, serta mencabut semua tusuk kontak dan peralatan elektronik yang masih menancap dalam kontak listrik. “Ini sebagai antisipasi awal, mencegah terjadinya bahaya akibat listrik,” ujarnya. Terkait hujan deras yang melanda Jakarta, PLN telah memutuskan aliran listrik dari gardu distribusi sebagai langkah pengamanan.

“Posisi gardu yang dipadamkan sampai dengan pukul 07.00 WIB hari ini yaitu 31 gardu dengan sebaran di Bandengan, Lenteng Agung, Kramat Jati, Jatinegara, Menteng, dan Cikupa,” ungkapnya. Roxy mengatakan, listrik akan kembali dialirkan jika rumah warga dan lingkungannya sudah dalam keadaan kering serta instalasi di rumah sudah siap untuk dialiri listrik. “Selain itu, PLN juga akan melakukan pengecekan terhadap gardu dan memastikan siap untuk mendistribusikan listrik,” ujarnya.