Category Archives: Jakarta Banjir

Daftar Daerah Di Jakarta Yang Rayakan Lebaran Dalam Suasana Banjir


Hujan deras yang melanda Jakarta dan air kiriman dari Bogor membuat sejumlah wilayah ibukota, khususnya di bagian timur dan selatan dilanda banjir sejak Sabtu malam hingga Minggu (27/7) pagi. Banjir tersebut sangat mengganggu rencana warga yang mempersiapkan Lebaran Senin (28/7) besok. Beberapa panganan yang sudah disiapkan berantakan diterjang banjir. Seperti yang dialami warga Wijaya Timur, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Banjir yang menggenangi rumah warga hingga 120 Cm membuat semua rencana menyambut Lebaran kacau balau,

Banyak juga rumah yang ditinggal penghuni mudik ikut terendam. Diperkirakan banyak barang-barang warga yang terendam terutama barang elektronik. Banjir ini melanda Jeruk Purut Cilandak dengan ketinggian 100 Cm, Perumahan Kebalen, 50 Cm, kawasan Kramat Jati seperti di depan Pool Taksi Blue Bird,

Tidak itu saja banjir juga melanda Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Pemudik sangat terganggu dengan terjangan air sebetis orang dewasa itu. Sementara itu Pasar Cipulir di Jakarta Selatan juga diterjang banjir. Banyak pedagang yang kaget ketika datang pagi ingin membuka kios berharap rejeki di penghujung Ramadhan malah kecewa dan kesal karena kios kebanjiran dan barang dagangan terendam. Banyak juga kios yang sudah ditinggal mudik oleh pemiliknya terendam. Diduga kuat banyak barang dagangan di tempat grosir pakaian itu terendam.

Hal ini akibat meluapnya aliran Kali Pesanggrahan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter (Cm). “Seumur-umur hidup, baru kali ini merayakan Lebaran sambil kebanjiran,” kata Usman, warga Komplek IKPN RW 04 Kelurahan Bintaro. Ia menjelaskan, air dari Kali Pesanggrahan mulai meluap menyusul pengerjaan tanggul normalisasi yang jebol di kawasan tersebut. Usman sekeluarga sudah bergegas mengamankan mobil dan motor ke tempat yang lebih tinggi.

Pada umumnya warga masih bertahan di rumah masing-masing dan berharap air segera surut. Selanjutnya mereka bermaksud berlebaran ke sanak saudara. Lurah Bintaro, Isa Sanuri mengatakan, banjir di wilayahnya melanda 5 RT di 4 RW yakni RW 3, 4, 5, 12 dengan ketinggian sekitar 20 hingga 60 Cm. Sejauh ini belum ada warganya yang mengungsi. “Saya harus tetap berkordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jaksel untuk mempersiapkan posko pengungsian jika ketinggian air terus bertambah,” katanya.

Kampung Pulo Banjir 2 Meter … Manggarai Siaga 3


Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu sore, 26 Juli 2014, membuat ketinggian air di Pintu Air Manggarai meningkat. Pukul 09.00 WIB, Ahad pagi, 27 Juli 2014, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 760 sentimeter atau siaga 3. Naiknya air di Pintu Air Manggarai itu, mengakibatkan banjir di permukiman warga di bantaran Sungai Ciliwung. Di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian banjir mencapai dua meter.

Ketua RT 04 RW 03 Kampung Pulo, Usep Tahrudin, mengatakan air mulai masuk ke permukiman warga pukul 19.00 WIB. “Air terus naik sampai hampir dua meter ini, karena Katulampa-nya juga sempat siaga 3 kemarin,” kata Usep di Gang V Kampung Pulo, Ahad, 27 Juli 2014. Menurutnya, banjir merendam 7 RW dari 8 RW yang ada di Kampung Pulo. “Tapi paling parah di sini, RT 03 dan 04 RW 03, karena berada persis di tepi Kali,” ujarnya. Hingga siang ini, kata Usep, belum ada warga yang mengungsi. Warga, kata dia, khawatir banjir masih akan terjadi pada hari Idul Fitri 1435 Hijriah. “Semoga ini surut dan tidak hujan lagi, biar besok bisa Lebaran,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Tempo, air di Gang V Kampung Pulo yang letaknya persis di bantaran Sungai Ciliwung, mencapai satu setengah sentimeter. Jarak antara air di Gang V dengan Jalan Jatinegara Barat sekitar sepuluh meter. Sebanyak dua buah perahu karet disiagakan untuk warga yang ingin beraktivitas ke luar rumah. Puluhan kendaraan roda dua milik warga yang terdampak banjir juga terpakir di tepi Jalan Jatinegara Barat.

Banjir juga merendam empat RT di RW 11 Bidara Cina, Jatinegara. Ketua RW 11, Lintang, mengatakan banjir mulai masuk rumah warga pukul 22.00 WIB. “Ada 80 KK yang terdampak, ketinggian air sekitar 50 sentimeter,” kata dia. Namun, siang ini, air perlahan sudah mulai surut. “Karena air di Kali Mati (penghubung ke Kali Ciliwung) juga sudah turun,” ujarnya.

Wilayah Jakarta Yang Terkena Banjir Menjelang Sahur


Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan, membuat daerah Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan mengalami banjir. Di lokasi tersebut, banjir mencapai ketinggian 120 centimeter. Belum ada tanda-tanda apakah para warga akan mengungsi atau menunggu air itu surut. Informasi dari Petugas Polsek Kebayoran Baru, Aiptu Parimin, kepada detikcom, Minggu (27/6/2014), pukul 00.20 WIB banjir masih menggenangi 3 RW di daerah Petogogan.

“RW 3 banjir 1,2 meter, RW 2 banjir 1,1 meter dan RW 1 banjir 1 meter,” ucap Parimin. Parimin mengatakan, kemungkinan air akan surut jelang sahur nanti. Penyebab banjir karena hujan deras yang membuat daerah aliran Kali Krukut meluap.

Para warga yang memiliki kendaraan sudah mulai mengungsikan kendaraanya sejak pukul 20.00 WIB. Kendaraan para warga diparkir di pinggir Jalan Wijaya 1, Kebayoran Baru. “Kita juga siagakan petugas untuk jaga kendaraan milik warga,” tutup Parimin.

Banjir yang merendam rumah warga, kecelakaan tunggal dan tawuran ABG mewarnai sahur di Jakarta. Tiga peristiwa ini terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Minggu (27/7/2014), banjir menggenangi pemukiman warga di Kampung Melayu Kecil, Tebet, Jakarta Selatan. Ketinggian air yang mencapai 50 cm menggenangi sebagian rumah warga.

Banjir juga terjadi di daerah Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur. Ketinggian air yang mencapai 40 cm juga menggenangi sejumlah rumah warga sekitar. Sementara itu, aksi tawuran terjadi menjelang imsak, sekitar pukul 04.20 WIB, di sekitar Jl Raya Bogor, tepatnya di dekat Gongseng. Aksi tawuran ini tidak berlangsung lama dan para pengendara yang ingin melintas diharapkan berhati-hati.

Lalu di perempatan Mampang, Jakarta Selatan, terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan Nissan Livina B 1170 TRQ sekitar pukul 04.50 WIB. Belum diketahui penyebab kecelakaan ini dan adanya korban atau tidak. Namun petugas telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.

Hujan 45 Menit … Sebagian Jakarta Terendam Banjir dan Macet Total


Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Berikut ini kawasan yang terendam air berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta:
1. Jl.Panglima Polim, Jakarta Selatan, 20 cm.
2. Jl. Arteri Pondok Indah sebelum Bundaran Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 30 cm.
3. Jl. Gedung Hijau, 30-40 cm.
4. Jl. Prapanca, 10-15 cm.
5. Jl. Bintaro Sektor 1, 30 cm.
6. Jl. Panglima Polim arah Cipete, 20 cm.
7. Jl. Iskandar Muda, depan Gandaria City, 30 cm.
8. Jl. Bangka Jakarta Selatan, 30 cm.
9. Depan Giant Bintaro Sektor 2, 30-40 cm.
10. Jl. Gatot Subroto depan gedung Kemenakertrans, 20 cm.
11. Depan Kuningan City arah Rasuna Said, 25 cm.
12. Belakang gedung MPR/DPR, 15- 20 cm.
13. Depan Gereja Theresia, 15 cm.
14. Jl. Cikini Raya, depan TIM, 15 cm.
15. KH Mas Mansyur Pejompongan, 10 cm.
16. Jl Sudirman, depan Atmajaya-gedung BRI, 20 cm.
17. Jl. Salemba Tengah, 15 cm.
18. Depan Kementerian Pertahanan, Menteng, 20 cm.
19. Jl. Matraman arah Pramuka, 30 cm.
20. Jl. S. Parman, Grogol, 50 cm.
21. Jl. Persimpangan Pos Pengumben, 30 cm.
22. Jl. Patra Raya, Duri Kepa, 30 cm.
23. Depan RS Siloam, Kebon Jeruk, 20 cm.
24. Dekat lampu lalu lintas McD Green Garden, 15 cm.

Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi sebagian wilayah di Menteng, Jakarta Pusat. Ini seperti yang terjadi di Jalan Teuku Cik Ditiro, arah Cikini, Gondangdia, Jakarta Pusat. Banjir terjadi setelah pada Senin siang, 7 Juli 2014, sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan lebat selama 45 menit. “Gara-gara got mampet,” kata Syarif, 35 tahun, seorang juru parkir yang bekerja di lokasi. Menurut dia, baru kali ini banjir di tempat itu terjadi. “Sebelum-sebelumnya enggak pernah, makanya saya kaget bisa begini.”

Berdasarkan pantauan di lapangan, akibat banjir ini, dua mobil jenis minibus dan belasan sepeda motor mogok akibat nekat menerjang genangan. Air menggenangi ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di depan Hotel Marcopolo sepanjang sekitar 15 meter ke arah Cikini. Akibat banjir ini, arus kendaraan dari arah Menteng macet parah. Sebagian pengemudi memilih memutar balik di jalan satu arah tersebut.

Saat ini warga sekitar telah memasang patok kayu untuk menandakan kedalaman air di jalan tersebut. Adapun hujan lebat yang sempat mengguyur sudah mulai reda. Banjir juga menyebabkan Jalan Surabaya ditutup. Genangan disebabkan luapan dari sungai kecil dekat sana. Ruas jalan protokol Sudirman dan Gatot Subroto mengalami kelumpuhan setelah turun hujan deras. Pengendara terjebak di jalanan selama berjam-jam.

Seorang pegawai bank di kawasan Jl Gatot Subroto, Maulana Fajar merasakan kemacetan sejak keluar kantornya hingga ke Jl Jenderal Sudirman. Ia bahkan terjebak selama berjam-jam di dalam mobil. Ironisnya, tak ada petugas yang mengatur kemacetan di lokasi. “Saya dari kantor sejak jam 16.30 WIB tadi, belum sampai ke tempat tujuan,” kata Maulana, Senin (7/7/2014).

Ia sedianya hendak berbuka puasa bersama rekan-rekannya di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Namun, hingga pukul 19.00 WIB tadi, ia belum juga sampai di lokasi tujuan.”Macetnya parah sekali. Ini baru sampai di Sarinah,” kata Maulana pada pukul 19.00 WIB.Pengamatannya, volume kendaraan terjadi di ruas Jl Jenderal Sudirman ke arah Thamrin dan sebaliknya. “Tidak ada polisi yang mengatur, kacau,” ujarnya.

Kemacetan memang sudah langganan di ibu kota Jakarta, terutama di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apalagi ditambah hujan deras dan jam pulang kerja jelang berbuka puasa. Semrawut! Mungkin itu kata-kata yang bisa digambarkan melihat kemacetan di Pasar Tanah Abang. Memang, PKL yang menutup bahu jalan sudah dibersihkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, penyeberang kaki sembarangan, dan motor mobil box yang bongkar muat di Tanah Abang, membuat lalu-lintas sangat macet.

Senin (7/7/2014), tepatnya pada pukul 16.30 WIB, Tanah Abang, diguyur hujan deras. Kemacetan diperparah dengan adanya para pengendara motor yang berteduh di bawah jembatan penghung Blok A. Motor mereka pun diparkir sembarangan dan menutupi 1 jalur. Terdapat sebuah pos polantas di lokasi kemacetan. Tapi apa daya, pos itu disesaki oleh pemotor yang berteduh. Tidak terlihat petugas berseragam polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu-lintas di sini.‎

Kemacetan luar biasa hampir melanda jalan-jalan protokol Jakarta sore hingga lepas maghrib ini. Seperti yang terlihat di ruas Monas yang menuju Thamrin dan Sudirman. “Sudah hampir 40 menit ini tidak bergerak sama sekali,” ujar salah satu pengendara mobil, Pangestu,, Senin (7/7/2014). Pangestu berada di Jl Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Negara berada. Dia hendak berbelok menuju Jl Medan Merdeka Barat lalu menuju Thamrin. “Banyak juga genangan-genangan air bekas hujan tadi. Polisi sudah tidak bisa apa-apa,” lanjutnya.

Informasi yang dikumpulkan, kemacetan ini disebabkan oleh adanya kegiatan di Mapolda Metro Jaya, dekat Jembatan Semanggi. Kegiatan internal kepolisian tersebut mengakibatkan akses menuju Mapolda Metro ditutup sehingga mengakibatkan lalin di sekitarnya, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, tersendat.

Jalan Bhayangkara Raya Serpong Bintaro Macet Total Karena Terendam Banjir


Hujan deras yang mengguyur wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan selama tiga jam lebih menyebabkan Jalan Bhayangkara Raya, Serpong Utara terendam banjir, Senin (14/4/2014) sore. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari arah Graha Raya Bintaro ke Serpong maupun arah sebaliknya.

“Daerah ini sudah sering banjir. Kalau udah gini, pasti macet sampai ke Alam Sutra,” kata Hasyim warga Bhayangkara di depan rumah makan miliknya, Senin. Ditambahkan Hasyim, kondisi selokan yang dangkal karena tertutup tanah dan rumput liar menyebabkan aliran air terganggu sehingga menyebabkan air tergenang.

“Saya terpaksa tutup warung siang ini karena air sudah masuk ke warung. Apalagi kalau mobil lewat, sering ada gelombang gitu dan airnya pasti masuk ke sini,” sambungnya. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini terpaksa sibuk membersihkan warung makan miliknya dari sampah banjir. “Kalau sebulan begini terus, bisa bangkrut saya,” pungkasnya.

Pendapat senada disampaikan Asep, warga Bintaro. “Saya biasa pulang ke rumah lewat daerah sini karena lebih cepat. Daerah ini sering banjir,” kata Asep. Menurut dia, banjir disebabkan karena kondisi tanah yang turun dan tidak ada daerah resapan air sepanjang jalan Bhayangkara. “Kalau dilihat, tanah kayak turun, makanya mudah terendam banjir,” ujarnya.

Baik Hasyim maupun Asep berharap masalah banjir di wilayah tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Pantauan Kompas.com, terdapat sejumlah titik di wilayah Bhayangkara Raya yang terendam banjir setinggi 20-30 cm.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang tiga kilometer lebih dari arah Serpong ke Bintaro maupun sebaliknya. Tidak ada petugas kepolisian yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.

Tanggul Kali Bekasi Di Jatiasih Jebol


Arus deras mengalir dari Kali Bekasi menuju Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Sebabnya, terdapat tanggul yang jebol akibat tergerus arus yang mengalir deras di kali tersebut. “Jebol di bagian bawah membentuk lubang,” kata Dimas Adi Kumara, 26 tahun, warga setempat, Sabtu 22 Februari 2014.

Dimas mengatakan, tanggul tersebut jebol pada Sabtu petang ketika debit Kali Bekasi terpantau meningkat. Jebolnya tanggul itu membentuk lubang berdiameter sekitar dua meter. Akibatnya, arus kali deras mengalir ke perumahan warga. “Ketinggian air sudah mencapai satu meter,” kata warga Blok C 11 tersebut ketika mengabarkan pada Sabtu malam.

Menurut dia, ketinggian terus meningkat dan banjir pun meluas hampir ke seluruh perumahan tersebut. Warga di perumahan itu terkejut dengan datangnya air secara mendadak itu. Mereka lalu mengevakuasi kendaraannya ke lokasi yang lebih tinggi.

Pantauan di lapangan hingga jelang tengah malam, warga masih bertahan di dalam rumah masing-masing. Mereka hanya memindahkan barang-barang seperti perabotan di ke atas lemari, serta ke atau ke lantai dua rumah. “Bertahan di rumah saja,” kata Yudi, 50 tahun.

Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Engkus Kustara, mengatakan, banjir kali ini di luar prediksinya. Karena itu, ia mengatakan, pihaknya dibuat kewalahan untuk membantu evakuasi warga korban banjir. “Debit Kali Bekasi naik dengan cepat,” kata dia.

Sebelumnya kabar tanggul Kali Bekasi yang kembali jebol ditepis. Tanggul yang membatasi antara kali dan perumahan sudah rata dengan air kali. Namun, berdasarkan informasi dari warga, tanggul hanya pecah d bagian atas atau somplak.

Pintu Air Angke Hulu Masih Siaga 1


Cuaca di Jakarta memang cenderung cerah pada Ahad, 23 Februari 2014. Namun masyarakat tetap perlu waspada karena permukaan air di sejumlah titik masih terpantau tinggi. Data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Pengendali Bencana Daerah DKI Jakarta menunjukkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu berada di status siaga 1. Pada Pukul 15.00 WIB, ketinggian air di sana mencapai 195 sentimeter.

Sementara itu, ketinggian air di Pintu Air Karet, Jakarta Pusat mencapai 570 sentimeter atau berstatus siaga 2. Oleh sebab itu masyarakat yang tinggal di area Jakarta Barat dan Jakarta Pusat dihimbau tetap waspada akan ancaman banjir. Terlebih, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut masih ada potensi hujan di Jabodetabek pada sore dan malam hari.

Ketinggian air di pintu lain relatif stabil sejak Ahad pagi. Pintu air Manggarai, dan Pasar Ikan misalnya, tetap berstatus siaga 3. Adapun pintu air Depok, Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Sunter Hulu, Pulogadung, dan Krukut Hulu masih berstatus siaga 4, begitu juga dengan ketinggian air di bendung Katulampa.

Berikut status ketinggian air yang dilansir Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada pukul 15.00 WIB:

- Katulampa 40 cm/M (siaga 4)
– Depok 140 cm/T (siaga 4)
– Manggarai 770 cm/T (Siaga 3)
– Karet 570 cm/M (siaga 2)
– Pesanggarahan 100 cm/M (siaga 4)
– Angke Hulu 295 cm/M (siaga 1)
– Cipinang Hulu 115 cm/M (siaga 4)
– Sunter Hulu 80 cm/M (siaga 4)
– Pulogadung 400 cm/M (siaga 4)
– Waduk Pluit -95 cm/M
– Pasar Ikan 170 cm/M (siaga 3)
– Krukut Hulu 125 cm/M (siaga 4)

Hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, 22 Februari 2014 dini hari hingga malam. Alhasil, beberapa daerah di ibukota terendam banjir. Berikut ini pantauan titik banjir yang diambil dari laman timeline twitter TMC Polda Metro pada kurun waktu pukul 19.00-20.00.

Terdapat Banjir setinggi 20-30 centimeter di Jalan Kemang Selatan 8, Jakarta Selatan. Banjir 30 centimeter juga terjadi di sepanjang 50 meter di depan SPBU dan Pabrik Gelas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Di tempat tersebut masih bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Sedangkan banjir di Jalan Haji Ipin Pondok Labu, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis ranmor. Ketinggiannya, 50-60 centimeter. Banjir di Perumahan Cluster Palma, Alam Sutra Tangerang berketinggian sekitar 50-60 centimetern juga menyebabkan kendaraan tidak bisa lewat. Di Cililitan Kecil dan bawah jembatan Kalibata dari lampu merah Cawang juga sudah tak bisa dilewati karena banjir.

Setelah macet di depan Citra Land akibat banjir sejak Sabtu dini hari, kini di depan Central Park Jalan S. Parman diberlakukan contra flow.

Perumahan Pondok Gede Permai Terendam Banjir Akibat Kali Bekasi Meluap


Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya membuat air Kali Bekasi meluap. Akibatnya sejumlah permukiman di bantaran kali kebanjiran. “Air sudah masuk ke permukiman,” kata Ketua Taruna Siaga Bencana, Kota Bekasi, Engkus Kustara, Sabtu, 22 Februari 2014.

Sekitar 1.200 rumah di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi tergenang air dengan ketinggian variasi. “Di belakang sudah mencapai 3 meter, sedangkan di depan 2,5 meter” kata Sekretaris Rukun Warga 8, Widianto , Sabtu, 22 Februari 2014. Seluruh rumah yang terkena banjir itu berada di RW 8, 9, dan 10. Namun demikian, warga mengungsi, sebab rumah warga sudah ditinggikan. Adapun, bagi warga yang tempat tinggalnya tak berlantai dua, menumpang di tempat tetangganya. “Ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga,” kata dia.

Widianto mengatakan, banjir itu mengisolir jalan raya menuju Vila Nusa Indah, Kabupaten Bogor. Sejak air naik, jalan langsung ditutup karena tak dapat dilalui kendaraan. “Di jalan ketinggian mencapai 1,5 meter,” kata dia. “Ditutup sejak sore tadi,” katanya. Sejauh ini belum ada posko pengungsian khusus dari pemerintah. Soalnya, banjir tersebut sangat mendadak. Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan tim Taruna Siaga Bencana, Dinas Sosial, dan aparat TNI/Polri. “Perahu karet sudah ada, untuk membantu evakuasi,” kata Widianto.

Menurut Widianto, diprediksi air tak mengalami kenaikan. Pasalnya, Tinggi Muka Air di hulu pukul 15.00 WIB mencapai 400 sentimeter. Berselang sejam kemudian, TMA sudah turun menjadi 250 sentimeter. Baru pukul 17.00 WIB air tiba di willayah hilir. “Kayaknya stagnan sampai tiga meter,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini belum ada laporan tanggul jebol. Tanggul yang membatasi antara kali dan perumahan sudah rata dengan air kali. Namun, berdasarkan informasi dari warga, terdapat tanggul yang pecah. “Tidak jebol, tapi hanya somplak atas nya saja,” ia menambahkan.

Engkus mengatakan, titik terparah berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih. Banjir di wilayah tersebut sudah mencapai ketinggian dua meter. Bahkan, air sudah mulai ke jalan raya. “Sekarang tengah melakukan persiapan evakuasi,” kata Engkus. Engkus menambahkan, debit air Kali Bekasi mulai naik sejak sore tadi. Air masuk ke perumahan melalui celah lubang tanggul. Namun, semakin malam, air mulai meluap melewati tanggul setinggi dua meter di perumahan itu. “Kiriman dari Bogor melalui Kali Cikeas dan Cileungsi,” kata dia.

Engkus mengatakan, selain di perumahan tadi, sejumlah perumahan sepanjang Kali Bekasi turut kebanjiran. Di antaranya Kemang IFI, Vila Jatirasa, Pondok Mitra Lestari, Pondok Pekayon Indah, Komplek Depnaker, hingga ke perkampungan di sekitar bendung Bekasi. “Permukiman yang di bantaran kali terkena dampaknya,” kata dia.

Karena itu, kata Engkus, warga sudah mulai melakukan evakuasi terhadap barang-barangnya, serta kendaraan untuk dipindahkan ke tempat lebih tinggi. Engkus mengatakan, pihaknya sudah mulai menerjunkan tim untuk membantu evakuasi warga yang kebanjiran.

Bayu Permana Putra, 29 tahun, warga Pondok Mitra Lestari, Jatiasih mengatakan, air bah luapan Kali Bekasi meluap sejak petang tadi. Rumahnya yang terletak di Blok C sudah mulai tergenang hingga selutut orang dewasa. “Mudah-mudahan cepat surut,” katanya.

Banjir kiriman dari Bogor kembali menerjang Kota Bekasi. Akibatnya, pemukiman di bantaran Kali Bekasi kebanjiran. Titik terparah berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih. Ketinggian air mencapai 3 meter.

Sedikitnya terdapat tiga titik tanggul Kali Bekasi yang rusak karena tak mampu menahan derasnya arus kali. Di antaranya di Perumahan Pondok Gede Permai lapisan tanggul sepanjang 20 meter ambrol, sedangkan di Kemang IFI Graha lubang tanggung meluas hingga enam meter.

Di Perumahan Pondok Mitra Lestari bagian bawah tanggul terkikis hingga membentuk lubang berdiameter sekitar 30 sentimetet, memanjang hingga 15 meter. Akibatnya, arus deras mengalir dari celah lubang tersebut membanjiri perumahan setinggi satu meter. “Deres banget arus, air dengan cepat naik,” kata warga, Wandi, 50 tahun, Ahad, 23 Februari 2014.

Ketua Taruna Siaga Bencana, Kota Bekasi, Engkus Kustara, memastikan tak ada tanggul yang jebol. Banjir lebih disebabkan karena debit air yang cukup tinggi di Kali Bekasi. Bahkan, air di Pondok Gede Permai, mencapai 30 sentimeter di atas tanggul. “Karena limpasan air dari kali,” kata Engkus. “Di Kemang IFI tanggul bolong meluas, sama halnya di Pondok Mitra Lestari.”

Selain debit yang cukup tinggi itu, pintu air di Bendung Kali Bekasi terlambat dibuka. Sehingga, air dengan tertahan di hulu mengakibatkan cepat meluap ke pemukiman warga di sepanjang hulu bendungan. “Meluapnya Kali Bekasi karena telatnya dibuka pintu air,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Rahmat mengatakan, pihaknya menganggap petugas pintu air Kali Bekasi tak maksimal dalam mengelola sirkulasi air. Padahal, dirinya telah menginstruksikan petugas pintu air Bekasi untuk membuka seluruh pintu pada pukul 10.00 WIB, kemarin. Tapi, seluruh pintu baru dibuka malah baru pukul 14.00 WIB.

“Ini kedua kalinya pintu air telat dibuka. Pertama waktu banjir 2013 dan kembali terulang sekarang,” katanya. Setelah pintu air dibuka, air tak seluruhnya mengalir. Sebab tertahan oleh tanggul Sifon Kali Bekasi yang belum rampung dicabut. Sehingga masih menutup setelah lebar kali.

Daftar Area Yang Terkena Pemadaman Listrik Karena Banjir Di Jakarta


Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya kemarin mengakibatkan sejumlah wilayah kembali tergenang banjir. PT Perusahaan Listrik Negara memutuskan untuk melakukan pemadaman listrik sebagai upaya menghindarkan masyarakat dari bahaya tersengat listrik akibat banjir.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang, Roxy Swagerino, mengatakan ada 95 gardu distribusi yang dipadamkan. “Wilayahnya mencakup Cikokol, Teluk Naga, Lenteng Agung, Cengkareng, Pondok Gede, Kramat Jati, Serpong, Jatinegara, Bulungan, dan Cikupa,” kata Roxy dalam keterangan tertulis, Ahad, 23 Februari 2014.

Roxy menerangkan listrik dipadamkan demi keselamatan masyarakat sendiri. PLN akan kembali mengalirkan listrik apabila keadaan rumah pelanggan, sekitar rumah pelanggan, ataupun gardu distribusi sudah benar-benar kering dan siap dialiri listrik.

PLN mengimbau masyarakat yang terkena banjir untuk memastikan meter circuit breaker (MCB) dalam posisi mati dan mematikan semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak. Setelah banjir surut dan keadaan aman, keringkan peralatan listrik seperti saklar dan stop kontak yang sempat terendam sebelum digunakan kembali.

Jakarta Akan Diguyur Hujan Sampai Malam … Tangerang Siaga 1


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan membayangi Ibu Kota Jakarta dan kota sekitarnya, Minggu (23/2/2014). Mengutip website BMKG, untuk wilayah Jakarta Pusat, diprediksi akan turun hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga malam hari. Adapun untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan diramal akan turun hujan dengan intensitas sedang dari siang hingga malam hari.

Sementara itu, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, pada pagi hari akan diselimuti awan, dan sore hingga malam hujan diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BMKG juga memprediksi wilayah di sekitar Jakarta juga bakal turun hujan. Seperti Bogor dan Depok, diperkirakan bakal turun hujan dengan intensitas sedang. Untuk Tangerang dan Bekasi, pada siang hari diprediksi hujan dengan intensitas sedang, dan pada malah hari berintensitas ringan.

Diimbau bagi anda warga DKI Jakarta dan sekitarnya yang ingin beraktivitas di akhir pekan, diharapkan membawa payung atau jas hujan bagi pengendara sepeda motor. Ketinggian debit air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Tangerang, Banten, sudah mencapai ketinggian 11,90 meter. Ketinggian tersebut sudah termasuk dalam kategori siaga dua.

Bila ketinggian air kemudian bertambah sekitar 10 cm menjadi 12 meter, kondisi di Pintu Air 10 akan dinyatakan menjadi siaga satu. Sumarto, Kepala Bendung Pasar Baru Tangerang, menjelaskan, sudah hampir semua pintu air di Tangerang dibuka untuk menghadapi kiriman air dari Sungai Ciliwung, Bogor.

“Sekarang sudah tujuh pintu air yang dibuka,” kata Sumarto saat dihubungi pada Sabtu (22/2/2014) malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Naiknya status siaga di Bendung Pasar Baru bermula dari jam 17.00 dengan status siaga 4, kemudian ketinggian air berangsur naik hingga perkembangan terakhir debit air sudah setinggi 11,90 meter dengan status siaga dua.

Sumarto menambahkan, kemungkinan debit air kembali naik memang belum pasti. Laporan terakhir yang diterima Sumarto dari petugas Bendung Katulampa, Bogor, menyatakan ketinggian air di bendungan itu sudah stabil dan cenderung menurun.

Walaupun begitu, tambah Sumarto, bila Bogor kembali diguyur hujan, maka kondisi di Bendung Pasar Baru kemungkinan besar mencapai siaga satu. Sejak Sabtu pagi, Tangerang dan sekitarnya dilanda hujan lebat yang menyebabkan beberapa daerah terendam banjir.

Sejumlah daerah yang paling parah terendam banjir misalnya Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, dengan ketinggian air 1,2 meter, Perum Mutiara Peluit (40 cm), Perum Periuk Damai (30 cm), Perum Alamanda (30 cm), Perum Taman Elang (20 cm), Perum Garden City (1,5 meter), dan Jalan Regency Raya (50 cm).

Sedangkan jalan di kolong jembatan layang Taman Cibodas, Kecamatan Cibodas terendam air setinggi 70 cm. Kemudian di Kecamatan Jatiuwung, Perumahan Purati tergenang hingga kedalaman 30 sentimeter. Sementara itu, daerah yang langsung terkena dampak naiknya debit air di Sungai Cisadane yaitu Pondok Jagung, dengan kedalaman banjir sekitar 50-80 cm.